1. Studi Kelayakan Apotek

  • View
    97

  • Download
    16

Embed Size (px)

DESCRIPTION

studi kelayakan apotek untuk mengetahui apakah suatu apotek layak didirikan ditinjau berdasarkan pemilihan sekitar, potensi pasar, dan lain lain

Transcript

Makalah Manajemen Farmasi KomunitasSTUDI KELAYAKAN

DISUSUN OLEH:KELOMPOK 6

Nur Marsetyo Putro NN1306343990Nuriza Ulul Azmi1306344015Okta Festi Amanda1306344021Putri Keme1306344066Rafika Fathni1306344085Rani Wulandari1306344103Raudhatur Rahmah 1306344116

PROGRAM PROFESI APOTEKER 78FAKULTAS FARMASIUNIVERSITAS INDONESIADEPOK2013

BAB IPENDAHULUAN

1.1 PendahuluanApotek adalah suatu jenis bisnis eceran (retail) yang komoditasnya atau barang yang diperdagangkan terdiri dari perbekalan kefarmasian, yang meliputiobat dan bahan obat, serta perbekalan kesehatan. Apotek juga merupakan tempat tertentu, tempat dilakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran perbekalan farmasi, perbekalan kesehatan lainnya kepada masyarakat. Apotek mempunyaidua fungsi yaitu pelayanan kesehatan dan bisnis atau perusahaan.Apotek adalah bisnis, sedangkan profesi apoteker sebagai penanggungjawabnya adalah bentuk pelayanan kesehatan. Cara untuk mewujudkan sinergi yang baik dari segi bisnis dan pelayanan salah satunyaadalah dengan membentuk apotek sebagai tempat yang nyaman, leluasa, sertaramah dengan pasien atau customer. Ramah, leluasa, dan nyaman ini adalah sebuah personifikasi dari tata letak, pencahayaan, serta tata ruang apotek sehingga pengunjung,yang bisa saja bukan pasien atau customer, melainkan pengantar atau keluarga, menjadi betah dan merasa diterima dengan baik.Perusahaan yang baik harus senantiasa memperhatikan manajemenperusahaannya untukmengimbangi perkembangan dunia bisnis yang semakinkompetitif. Perusahaan memerlukan sistem manajemen yang didesain sesuaidengan tuntutan lingkungan usahanya, karena dengan begitu perusahaan akanmampu bersaing dan berkembang dengan baikEra globalisasi perdagangan antar negara telah terbuka sejak tahun 2003. Eraini memungkinkan customer untuk bebas memilih apotek mana yang mampumemberikan pelayanan yang memuaskan, profesional dengan harga bersaing,sehingga strategi dan kinerja apotek pun harus berorientasi pada keinginan customer tersebut. Diterapkannya pengukuran kinerja dengan menggunakanperspektif keuangan dan customer diharapkan mampu menjawab tuntutan dantantangan zaman.Evaluasi kinerja apotek dengan menggunakan perspektif customer dankeuangan merupakan suatu kerangka kinerja baru yang mewakili penilaian non keuangan dan keuangan. Ukuran financial untuk melihat kinerjaperusahaan dimasa lalu sedangkan untuk mendorong kinerja dimasa depansalah satunya digunakan ukuran customer. Ukuran financial tradisional hanyamenjelaskan berbagai peristiwa masa lalu dan tidak memadai untuk menuntundan mengevaluasi perjalanan yang harus dilalui perusahaan informasi dalammenciptakan nilai masa depan melalui investasi yang ditanamkan padacustomer.

1.2 Pentingnya Studi Kelayakan ApotekStudi kelayakan apotek disebut juga analisis proyek apotek yaitu penelitian tentang layak atau tidaknya suatu apotek dilaksanakan dengan menguntungkan secara terus menerus. Studi ini pada dasarnya membahas berbagai konsep dasar yang berkaitan dengan keputusan dan proses pemilihan proyek apotek agar mampu memberikan manfaat ekonomis dan sosial sepanjang waktu. Terdapat dua analisis yang dapat digunakan untuk mengetahui layak atau tidaknya suatu usaha apotek dimulai dan dikembangkan yaitu: Studi kelayakan (feasibility study) Analisis SWOTStudi kelayakan apotek merupakan metode penjajakan gagasan suatu proyek mengenai kemungkinan layak atau tidaknya untuk dilaksanakan. Studi ini dilakukan agar apoteker pengelola apotek dapat menentukan alokasi sumber daya (resources) perusahaan sebaik mungkin ke dalam setiap kegiatan usaha yang akan dijalankan dalam apotek untuk mendapatan output yang maksimal dan mengukur tingkat keuntungan sumber yang akan digunakan dalam menjalankan usaha apotek. Hasil studi kelayakan pada prinsipnya dapat digunakan untuk merintis usaha baru maupun dalam mengembangkan usaha yang sudah ada. Suatu usaha apotek yang dinyatakan layak dalam studi kelayakan belum tentu berhasil, karena keberhasilan apotek akan dipengaruhi oleh faktor eksternal maupun internal apotek. Namun, apotek yang dalam studi kelayakan dinyatakan tidak layak, maka akan mengalami risiko rugi yang sangat besar sehingga sangat riskan bila dijalankan. Faktor internal adalah variabel yang dapat dikendalikan oleh apotek, seperti manajemen, SDM, pembelian, penjualan, dan keuangan, sedangkan faktor eksternal tidak dapat dikendalikan apotek dan berasal dari luar, misalnya pola pembelian dari pelanggan, perubahan gaya hidup, kondisi sosial masyarakat, dan peraturan pemerintah terkait apotek.Pihak-pihak yang memerlukan dan berkepentingan terhadap studi kelayakan adalah:1. Pihak wirausaha (pemilik perusahaan), memerlukan studi kelayakan untuk menghindari kegagalan yang mungkin terjadi dimasa yang akan datang dan dapat memberikan keuntungan sepanjang masa.2. Pihak investor dan penyandang dana, memerlukan studi kelayakan untuk memilih jenis investasi yang paling menguntungkan dan untuk menjamin bahwa pinjaman atas modal aman dalam investasi tersebut.3. Pihak kreditor, memerlukan studi kelayakan untuk dapat mengkaji apakah proyek tersebut pantas diberikan kredit atau tidak. Meskipun ada faktor-faktor lain yang dijadikan pertimbangan seperti : besarnya nilai jaminan, bonafiditas pengusahanya, tingkat hubungan kedua belah pihak.4. Pihak masyarakat dan pemerintah, bagi masyarakat apakah usaha yang didirikan memberikan manfaat atau merugikan bagi masyarakat sekitaarnya. Sedangkan bagi pemerintah untuk mempertimbangkan pemberian izin atau penyediaan fasilitas.

BAB IIISI

2.1 Proses Pembuatan Studi KelayakanDalam membuat studi kelayakan pendirian suatu apotek, terdapat 5 tahapan berantai, yaitu: Penemuan gagasan Penelitian lapangan Evaluasi Rencana Pelaksanaan

2.1.1Penemuan GagasanTahapan pertama yang dilakukan adalah proses penemuan gagasan. Gagasan merupakan pemikiran dari keinginan atau angan-angan yang akan dilaksanakan. Gagasan yang baik harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut: Gagasan tersebut sesuai dengan angan-angan dan keinginan agar pelaksanaan gagasan tersebut tetap terfoku dan memiliki visi dan misi yang jelas. (contohnya: pembukaan sebuah praktek bersama praktek dokter dalam pembuatan klinik sehingga harus pintar dalam pembagian tugas (pofresi)). Gagasan tersebut harus mengutungkan baik pihak kita maupun pihak lain yang akan bekerjasama. Gagasan harus sesuai dengan sumber daya yg dimiliki Gagasan sebisa mungkin aman dan beresiko kecilGagasan dapat muncul atau di hasilkan melalui media cetak yang sesuai dengan bidang usaha dan profesi yang digeluti, sebagai contoh media cetak untuk apoteker dan farmasis di Indonesia adalah Medisina dar IAI, atau yang berasal dari Amerika seperti US Pharmacistm Pharmacy Times dan lain lain. Gagasan juga dapat muncul melalui survey skala kecil yang secara personal kita buat untuk mendapatkan gagasan-gagasan yang lain. Gagasan juga dapat muncul meelalui pengalaman kerja misalnya pada saat melihat suatu sistem dalam pekerjaan kita tidak berjalan dengan baik sehingga menimbulkan gagasan untuk memperbaiki kondisi tersebut. Dan yang terakhir adalah, gagasan dapat muncul melalui diskusi dan bertuker pikiran dengan rekan-rekan sejawat satu profesi maupun lain profesi. Hal ini membuka wawasan sudut pandang sehingga dapat melihat dari bebrbagai sudut pandang dan kacamata orang lair yang akan menghasilkan suatu gagasan.Setelah memutuskan gagasan apa yang diinginkan untuk dilakukan, tindak lanjut yang perlu dilakukan adalah dengan melakukan penelitian lapangan. Gagasan yang telah diputuskan atau didskusikan akan memberikan gambaran prespektif usaha yang perlu dilanjuti dengan penelitian lapangan. Dalam melakukan penelitian lapangan dibutuhkan data-data berupa data ilmiah dan data non ilmiah. Data ilmiah merupakan analisis data bisnis mengenai kondisi lingkungan eksternal (sesuai hasil survey), seperti nilai strategis sebuah lokasi harus sesuai fakta (kepadatan penduduk, tingkat ekonomi, daya beli, pelayanan kesehatan lain di sekitar lokasi), data kelas konsumen, peraturan yg berlaku di daerah tersebut dan tingkat persaingan Sedangkan data non ilmiah adalah intuisi atau feeling yang diperoleh setelah melihat lokasi dan kondisi lingkungan di sekitarnya.

2.1.2EvaluasiDalam melakukan evaluasi terhadap data hasil penelitian di lapangan, dapat dilakukan dengan cara:1. Memperhatikan beberapa faktor yang berpengaruh, yang terdiri dari:a. Data lingkungan disekitar lokasi (faktor eksternal): apakah hasil analisis terhadap data eksternal yang ada saat ini perspektif yang baik atau tidak bagi perusahaan di masa mendatang?, seperti: Tipe konsumen yang akan dilayani (pemukiman, perkantoran) Tingkat keuntungan yang akan diperoleh Peraturan tentang pengembangan tata kota (pelebaran jalan) di lokasi yang ditetapkan Kondisi keamanan di sekitar lokasi yang ditetapkan Contoh: Lokasi apotek dekat kantor polisi setempatb. Data kemampuan sumber daya yang dimiliki (faktor internal): apakah sumber daya yang ada saat ini mempunyai kemampuan untuk merealisasi gagasan pada lokasi yang ditetapkan?, seperti: Kemampuan keuangan Ketersediaan tenaga kerja Ketersediaan produk Kemampuan pengelolaan (manajemen)

2. Membuat usulan proyek, yang meliputi:a. Pendahuluan, mengenai: Latar belakang, munculnya gagasan Tujuan merupakan sesuatu yang akan dicapai dari rencana pelaksanaan suatu gagasan tersebutb. Analisis teknis, mengenai: Peta lokasi dan lingkungan sekitarnya: Lokasi-lokasi yang menjadi target pendirian apotek baru Situasi lingkungan yang ada di sekitar lokasi yang menjadi target seperti: situasi fasilitas transportasi, jenis konsumen, jumlah praktik dokter, apotek pesaing Disain interior dan eksterior:Warna, bentuk gedung, dan billboard harus dapat memberikan identitas tersendiri yang dapat membedakannya dengan apotek pesaing dan dapat menarik perhatian konsumen.Lingkungan fisik suatu apotek merupakan faktor utama yang mempengaruhi kesuksesan. Rancangan dan suasana apot