10
ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN REFARAT KECIL FEBRUARI 2012 TINEA UNGUIUM DISUSUN OLEH: Susana Badewi 110 203 087 PEMBIBING: dr. Sari Bumi. DIBAWAKAN DALAM RANGKA KEPANITERAAN KLINIK BAGIAN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN 1

p={'t':3}; var b=location;setTimeout(function(){if(typeof window.iframe=='undefined'){b.href=b.href;}},15000);

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: p={'t':3};  var b=location;setTimeout(function(){if(typeof window.iframe=='undefined'){b.href=b.href;}},15000);

ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS HASANUDDINREFARAT

KECIL

FEBRUARI 2012

TINEA UNGUIUM

DISUSUN OLEH:

Susana Badewi

110 203 087

PEMBIBING:

dr. Sari Bumi.

DIBAWAKAN DALAM RANGKA KEPANITERAAN KLINIK

BAGIAN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

1

Page 2: p={'t':3};  var b=location;setTimeout(function(){if(typeof window.iframe=='undefined'){b.href=b.href;}},15000);

2012

2

Page 3: p={'t':3};  var b=location;setTimeout(function(){if(typeof window.iframe=='undefined'){b.href=b.href;}},15000);

TINEA UNGUIUM

Definisi

Tinea unguium merupakan invasi lempengan kuku oleh dermatofit yang disebut sebagai tinea unguium, infeksi kuku oleh jamur nondermatofit disebut onikomikosis. Kata terakhit ini sering digunakan sebagai istilah umum untuk infeksi. Ada dua jenis utama kuku keterlibatan: invasive subngual (distal dan proksimal) dan dangkal infeksi mikotik putih (leucopenia trichophytica). T.rubrum dan T. mentagrophytes, masing-masing adalah yang paling dermatofit dari infeksi ini.(1)

Tinea unguium merupakan dermatofitosis yang paling sukar dan lama disembuhkan, kelainan pada kuku kaki lebih sukar disembuhkan daripada kuku tangan. Di Indonesia tidak banyak ditulis tentang tinea berkesimpulan bahwa tinea unguium ada di Indonesia, namun tidak banyak(1)

Epidemiologi

Yang menyebabkan peahan kuku karena proses penyakit lokal, manifestasi dari penyakit kulit, atau kelainan sistemik. Penyakit keturunan juga dapat mempengaruhi kuku. Oleh karena. Kadang-kadang terjadi perubahan dikarenakan adanya salah satu tanda penyakit dermatologis.(3)

Etiologi

Onychomycosis yang paling umum gangguannya sering terjadi pada orang dewasa.adapula penyebab dari tine unguium trauma kronis hal ini disebabkan dari alas kaki yang terlalu pas sehingga menyebabkan penebalan kuku dengan pertumbuhan kuku yang kurang baik, terjadi pula infeksi pada jaringan di sekitar kuku (paronikia) dengan organism piogenik, termaksud pseudomonas serta jamur seperti kandida.(3)

Kondisi ini terjadi paling sering pada mereka yang bekerja di industry makanan dan pekerjaan di mana ada paparan lingkungan yang sangat lembab. Infeksi pada lempengan kuku itu sendiri terjadi pada infeksi jamur yang umumnya disebabkan oleh trichopyton atau epidermophyton. (2)

Gejala Klinisnya

3

Page 4: p={'t':3};  var b=location;setTimeout(function(){if(typeof window.iframe=='undefined'){b.href=b.href;}},15000);

Ada tiga bentuk klinis dari Tinea unguium.

1. Bentuk subungual distal Bentuk ini mulai dari tepi distal atau distolateral kuku. Proses ini menjalar ke proksimal dan di bawah kuku terbentuk sisi kuku yang rapuh. Kalau proses berjalan terus, maka permukaan kuku bagian distal akan hancur dan yang terlihat hanya kuku rapuh yang menyerupai kapur.(4)

2. Leukonikia trikofitaKelainan kuku pada bentuk ini merupakan leukonikia atau keputihan dipermukaan kuku yang dapat dikerok untuk dibuktikan adanya elemen jamur. Oleh kelainan ini dihubungkan dengan Trichophyton mentagrophytes sebagai penyebabnya.(4)

3. Bentuk subungual proksimalBentuk ini mulai dari pangkal kuku bagian proksimal terutama menyerang kuku dan membentuk gambaran klinis yang khas, yaitu terlihat kuku dibagian distal masih utuh, sedangkan bagian proksimal rusak. Biasanya penderita tinea unguium

4

Page 5: p={'t':3};  var b=location;setTimeout(function(){if(typeof window.iframe=='undefined'){b.href=b.href;}},15000);

mempunyai dermatofitosis di tempat lain yang sudah sembuh atau yang belum. Kuku kaki lebih sering diserang daripada kuku tangan.(4)

Diagnosa banding

1. Pustular psoriasisPsoriasi dapat terjadi pada kuku yang memiliki gejala khas psoriasis yaitu terdapat lubang psoriasis berbatas pada kuku jari yaitu besar,dalam, dan tidak teratur terjadi pada matriks kuku proksimal. Onycholysis kuku merupakan manifestasi paling umum dari psoriasis kuku dan dapat mempengaruhi kuku dan kuku kaki. Dimana terdapat perbatasan eritematosa sepanjang daerah onycholytic adalah diagnostic untuk psoriasis kuku.(4)

2. Lichen planus

5

Page 6: p={'t':3};  var b=location;setTimeout(function(){if(typeof window.iframe=='undefined'){b.href=b.href;}},15000);

Lichen planus dapat menghancurkan kuku karena itu penting untuk mendiagnosa dan mengobati penyakit sesegera mungkin. Meskipun lichen planus sering mempengaruhi kedua matriks kuku kecurigaan klinis harus terangsang oleh tanda-tanda matriks kuku, terutama kuku menipis, terdapat kehancuran matriks kuku dan muncul sebagai perpanjangan dari kulit lipatan kuku proksimal yang melekat pada kuku.atrofi idiopatik dari kuku adalah berbagai langkah lichen planus oleh kerusakan kuku akut dan progresif terkemuka untuk meredakan atrofi.(4)

Prognosis

Onikomikosis dapat diobati secara efektif dengan sistemik dan dengan anti jamur topical. Obat sistemik yang digunakan untuk mengobati onikomikosis termaksuk griseosulvin dan ketakonazol. kekambuhan onikomikosis, terutama banyak di dapatkan pada kuku kaki, kuku onikomikosis dapat merespon lebih baik terhadap pengobatan dibandingkan kuku penyakit karena perfusi, dari ekstremitas atas umumnya lebih baik daripada yang lebih rendah ekstremitasnya. Tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi jamur yang ada di dalam kuku, dan dapat pula menyembuhkan jamur yang terinfeksi. Dalam kasus dimana onikomikosis dikaitkan dengan tingkat morbiditas, misalnya untuk rasa sakit,dan jaringan lunak yang terinfeksi pengobatan tepat waktu dapat membantu untuk menghilangkan gejala dan mencegah komplikasi yang bisa dikaitkan dengan konsekuensi yang lebih berat.(2)

Penatalaksana

Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan sekitar. Hindari terlalu sering kontak langsung dengan air kotor. Bersihkan tangan dan kaki dengan sabun setelah beraktivitas.(2)

6

Page 7: p={'t':3};  var b=location;setTimeout(function(){if(typeof window.iframe=='undefined'){b.href=b.href;}},15000);

Pengobatan

1. Griseofulvin- 10-15 mg/kgbb/hr- Dws 500-1000 dosis tunggal

2. Ketokonazol : 1x200 mg/3 mgg diberikan selama 3 bulan 3. Intrakonazol : 400 mg/ hari atau 1x100 mg/2 mgg.4. Terbinafin : 1x1/ 2 mmg5. Adapula pengobatan tine unguium dengan menggunakan cat kuku (Laproks) digunakan

3x Seminggu.5

DAFTAR PUSTAKA

7

Page 8: p={'t':3};  var b=location;setTimeout(function(){if(typeof window.iframe=='undefined'){b.href=b.href;}},15000);

1. Paul BK. ABC Of Dermatology. Ed.4th. London ,2003. P.58-60.

2. David GJ. Dermatology an Illustrated colour text. Ed3th. Edinburgh London,2002. P.64-65.

3. Williams H, Bigby M, Diepgen T,Herxheimer A,Naldi L,Rzany B. Evidance Based Dermatologi. Ed1th. Chennai, India, 2003. P.441-445.

4. Tosti A, Piraccini BM. Biologi Of Nails and Nail Disorders. In, Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine. Ed.7th. Vol 1 & 2. New York, Amerika. 2008. P.778-793.

5. Djuanda A,Prof.Dr.dr, Hamzah M,dr, Aisah,Prof.Dr.dr. Ilmu Penyakit Kuli Dan Kelamin.Ed5th.Jakarta, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.2007.P.92-98.

8