Manajemen Pariwisata dan Biro Perjalanan Wisata

  • Published on
    18-Dec-2014

  • View
    4.388

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

 

Transcript

<ul><li> 1. Manajemen Pariwisata dan Biro Perjalanan Wisata Dosen Pembimbing: Drs. Noersal Samad, MA Rafaella Amadea Matitaputty (1353010006) S1 Tourism and Hospitality Anggota Kelompok: -Risya Oktariana Putri -Laras Salindry </li> <li> 2. Modul 1 Pariwisata dan Biro Perjalanan Wisata beserta Produknya Pengertian Pariwisata Pariwisata menyangkut perpindahan manusia. Perpindahan tersebut terbagi menjadi 2 yaitu perpindahan dalam negeri yang disebut pariwisata domestik atau perpindahan dari dan menuju luar negeri yang disebut pariwisata internasional. Pariwisata domestic dan pariwisata internasional berhubungan dengan travel atau perjalanan, baik melalui darat, air, rel, atau udara. Oleh karena itu, pariwisata dan perjalanan sepenuhnya memiliki hubungan. Tentunya tidak semua orang yang melakukan perjalanan disebut turis atau wisatawan, dan pada kenyataannya tidak ada yang mencakup seluruh pengertian dari pariwisata. Berikut dua pengertian dari Pariwisata: 1. Institute Of Tourism( sekarang Tourism Society in Britain) pada tahun 1976 merumuskan : Pariwisata adalah kepergian orang orang sementara dalam jangka waktu pendek ketempat tempat tujuan di luar tempat tinggal dan bekerja sehari harinya serta kegiatan kegiatan mereka selama berada di tempat tempat tujuan tersebut ; ini mencakup kepergian untuk berbagai maksud , termasuk kunjungan seharian atau darmawisata / ekskursi. 2. The International Conference on Leisure-Recreation-Tourism pada tahun 1981 merumuskan: Pariwisata dapat didefenisikan sebagai aktivitas khusus yang dipilih dan dilakukan di luar lingkungan rumah. Periwisata dapat atau tidak dapat termasuk bermalam jauh dari rumah. </li> <li> 3. Sayangnya, secara umum disetujui bahwa tidak satupun pengertian pariwisata yang ada menjelaskan secara luas definisi yang tepat. Sifat atau ciri dari aktivitas yang di maksud tidak dijelaskan secara spesifik, selain itu juga tidak dijelaskan jarak yang ditempuh seseorang dalam suatu perjalanan sebelum diklasifikasikan sebagai turis. Apakah seorang ibu rumah tangga yang memilih untuk berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan sejauh 5, 10, 15, 20 kilometer, atau lebih disebut turis? Ataukah seorang yang melakukan perjalanan pada jarak tertentu dengan tujuan untuk melakukan kejahatan juga disebut turis? Selain itu seseorang yang melakukan perjalanan pulang pergi sejauh 20 kilometer untuk bekerja melalui jalan darat atau kereta, 5 sampai 6 hari per minggu tidak mengklasifikasikan dirinya sebagai seorang turis, namun pada defenisi di atas dia sudah diklasifikasikan menjadi seorang turis. Kedua defenisi di atas juga tidak memberikan durasi maksimal bagi seseorang yang keluar dari Negara asal dan tinggal di Negara lain sebelum tidak lagi di anggap sebagai seorang turis (biasanya 12 bulan.). sekalipun defenisi yang pasti mengenai pariwisata tidak mungkin tercapai, defenisi secara teknik untuk keperluan statistik sudah dapat tercapai. </li> <li> 4. Motivasi dalam Melakukan Perjalanan Orang yang melakukan perjalanan baik dalam negeri maupun luar negeri memiliki alasan yang berbeda. Alasan yang mendorong orang untuk memulai suatu perjalanan disebut motivasi. Ada beberapa motivasi umum yang akan di bahas namun tidak menutup kemungkinan bahwa masih ada motivasi lainnya. Bahkan ada beberapa kombinasi motivasi dalam sebuah perjalanan. Misalnya, seorang pengusaha dapat mengabungkan perjalanannya untuk bisnis dengan liburan. Adapula yang menggabungkan kegiatannya dalam olahraga (misalnya ikut serta dalam suatu lomba) dengan liburan. Selain itu ada juga yang sengaja memilih tempat beribur dengan banyak tempat menarik untuk menjadi wadah menyalurkan kegemarannya dalam fotografi. </li> <li> 5. Motivasi umum orang melakukan perjalanan: 1.Liburan Liburan merupan klasifikasi yang cukup luas, banyak alasan berbeda mengapa orang bepergian dengan tujuan berlibur. Secara umu, antara lain: a.Kebutuhan untuk berhenti sejenak dari aktivitas rutin; b.Kesempatan utnuk beristirahat, relaksasi, dan mengisi waktu luang; c.Keinginan untuk bertukar iklim, misalnya seseorang yang tinggal di daerah bersalju, ingin pergi ke daerah tropis; d.Keinginan untuk berpetualang, mendapat hiburan, kesenangan, dan kadang suasana romantis; e.Keinginan untuk ikut serta dalam olahraga sambil berlibur; dan masih banyak lagi. 2.Kultur dan Agama Banyak orang melakukan perjalanan untuk menghadiri pameran, konser music, bisa juga berkunjung ke museum, galeri seni, atau tempat-tempat bersejarah. Selain itu ada juga yang berkunjung ke kota atau tempat-tempat yang di anggap kudus, misalnya naik haji. Banyak orang yang tertarik untuk melihat perbedaan budaya serta turut mengalaminya. 3.Mengunjungi Teman atau Keluarga Sekalipun banyak orang bepergian dengan tujuan utama untuk mengunjungi keluarga atau teman, namun sering kali kesempatan tersebut digunakan untuk berlibur. </li> <li> 6. 4.Pendidikan/Pelatihan Alasan ini cukup jelas, namun dalam beberapa perjalanan pendidikan dapat digabung dengan tujuan kultur dan agama. 5.Pengalaman Baru Banyak orang melakukan perjalanan untuk mengunjungi tempat-tempat yang terkenal dengan keindahannya baik secara natural atau buatan manusia. Sebagian orang mencari perjalanan yang memiliki tantangan, sesuatu yang baru dan berbeda. Intinya mereka ingin mencari petualangan. 6.Olahraga, Kegiatan, and Rekreasi Pada beberapa perjalanan olahragara, berkegiatan, dan rekreasi bisa digolongkan menjadi perjalanan bisnis. Misalnya, seorang olahragawan professional, seperti pemain golf, pemain bola, petinju, atlet, dan lainnya melakukan perjalanan untuk melaksanakan keahlian atau bisa di golongkan kegemaran mereka. Banyak pula amatiran yang turut melakukan perjalanan untuk menghadiri perlombaan olahraga, sekalipun mereka memiliki motivasi berbeda, misalnya hanya tertarik untuk menikmati bukan untuk ikut serta dalam perlombaan tersebut. Sementara ada pula orang yang turut serta menjalani kegiatan olahraga namun memanfaatkannya untuk berlibur. </li> <li> 7. 7.Kegemaran Jumlah orang yang melakukan perjalanan berhubungan dengan kegemaran mereka semakin meningkat, misalnya bepergian untuk melihat, belajar dan mengabadikan foto kehidupan margasatwa, sekaligus melakukan liburan. Beberapa kegemaran terkait dengan kultur. 8.Kesehatan Beberapa orang melakukan perjalanan ke suatu tempat untuk mengunjungi dokter spesialis, tempat pemandian air panas, dan lain-lain. Sebagian orang juga bepergian ke suatu tempat dengan iklim atau hal-hal lainnya yang di anggap bermanfaat bagi tubuh mereka, atau menyembuhkan penyakit mereka. 9.Bisnis Perjalanan bisnis (business travel) secara umum digunakan untuk menggabungkan semua yang bepergian dengan alasan yang menyangkut pekerjaan, menghadiri pertemuan, konfrensi, kongres, pameran yang berhubungan dengan pekerjaan mereka. Perjalanan bisnis kadang menjadi salah pengertian karena ada beberapa orang yang bepergian namun tidak berhubungan dengan bisnis melainkan pekerjaan. Misalnya pengacara, pemerintah, dokter, dan lain-lain. Untuk golongan demikian, biasanya dipakai sebutan perjalanan tugas (occupations travel). Alasan untuk melakukan suatu perjalanan saat ini sangatlah beragam. Masih banyak alasan yang tidak dapt digolongkan dalam poin-poin di atas. Misalnya, seseorang melakukan perjalanan dengan alasan kemanusiaan, seperti menjadi sukarelawan di suatu tempat yang terkena bencana alam seperti banjir, tsunami, gempa bumi, puting beliung, bahkan kelaparan. </li> <li> 8. Pentingnya Mengetahui Motif Perjalanan Pengertian akan motif dan alasan seseorang menginginkan atau membutuhkan suatu perjalanan, bahkan mempertimbangkan untuk melakukan suatu perjalan sangatlah penting untuk semua orang yang profesional dalam pemasaran. Contohnya, perjalanan dan akomodasi seorang pengusaha berbeda dengan orang yang melakukan perjalanan dengan tujuan liburan. Seorang pengusaha biasanya sudah tahu kapan dan dimana ia hendak pergi, sehingga yang harus di atur hanyalah menyusun rencana perjalanan yang terbaik serta akomodasi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan klien. Namun, untuk orang yang ingin pergi berlibur, ,motivasinya untuk melakukan perjalanan tersebut akan menunjukan petunjuk terbaik untuk merekomendasikan suatu lokasi liburan, dan juga menunjukan selling points yang paling efektif atau menarik sehingga meyakinkan orang tersebut untuk memesan suatu perjalanan liburan. Tentunya informasi lain juga akan sangat dibutuhkan seperti, pemilihan tujuan perjalanan, sumber finasial, dan sebagainya. Tetapi motivasi seseorang melakukan perjalanan adalah poin paling awal yang dibutuhkan. Pengetahuan dan pengertian mengenai motivasi perjalanan setiap orang sangat penting, karena tanggung jawab utama dari seorang profesional yang terlibat dalam biro perjalanan adalah menyusun perjalanan yang paling tepat dan mengatur hal-hal lainnya sehingga sesuai dengan permintaan setiap orang yang melakukan perjalanan. </li> <li> 9. Wisatawan dan Pengunjung Semua orang yang tergolong dalam sepuluh klasifikasi yang telah diberikan di atas disebut wisatawan. Ada orang yang juga bepergian antar Negara dan tergolong wisatawan berdasarkan defenisi, tetapi secara umum tidak termasuk dalam stastistik pariwisata. Mereka termasuk: Anggota angkatan bersenjata yang bepergian dari Negara mereka menuju tempat bertugas dan sebaliknya. Pekerja di perbatasan. Pengungsi dan pengembara. Penumpang transit yang tidak meninggalkan area transit pada pelabuhan atau bandara. Staf diplomat dan consulat yang melakukan perjalanan dari Negara asal menuju tempat bertugas dan sebaliknya. Imigran tetap dan sementara. </li> <li> 10. Industri Pariwisata Sudah cukup tepat jika kita menggolongkan pariwisata sebagai sebuah industri, karena pariwisata menghasilkan, memasarkan, dan menyediakan produk-produk. Namun, banyak aktivitas bisnis tergolong dalam industri ini, beberapa di antaranya pada pandangan awal mungkin beroperasi secara bebas dari yang lainnya. Pada kenyataannya, berbagai jenis kegiatan saling bergantung satu sama lain untuk mencapai sukses, dan setiap aktivitas harus di koordinasi dan dilaksanakan secara selaras dengan tujuan menyediakan produk turis yang lengkap. Contohnya: 1.Transportasis baik lokal maupun internasional, hal ini sangat mendasar dalam pariwisata. 2.Akomodasi dan catering, harus beraga dan memiliki standar tertentu. 3.Hiburan dan fasilitas olahraga, baik dalam skala kecil maupun besar perlu disediakan. 4.Pusat liburan, usaha olahraga, kapal pesiar, dijalankan oleh berbagai perusahaan berbeda, ada yang besar dan ada yang kecil Sebagai tambahan, banyak fasilitas pendukung seperti, fasilitas kurir, asuransi perjalanan, penukaran uang asing, travel cek dan fasilitas kredit, sangat dibutuhkan untuk memasikan pemenuhan kepuasan pelanggan. </li> <li> 11. Produk Sangatlah penting untuk semua orang yang terlibat dalam industr pariwisata secara professional untuk mengingat bahwa produk yang dijual bersifat intangible. Artinya nonmateri, tidak dapat dirasa, dilihat, dikecap, atau didengar. Dengan demikian, produk yang dijual tidak dapat diperiksa terlebih dahulu oleh pelanggan. Pada dasarnya, produk pariwisata berupa service, yang dimaksud adalah pelayanan sehingga tidak dapat di ukur atau di coba-coba. Yang perlu di ingat adalah, hanya hasil akhir yang dialami klien yang menentukan puas atau tidaknya sang klien. Ada pula beberapa komponen dalam industry pariwisata yang berbentuk fisik, misalnya akomodasi, makanan, kendaraan, dan lain-lain. Namun itu hanya komponen tambahan. Karena kepuasan dan kenyamanan lah yang di inginkan klien. Karena banyaknya ragam wisatawan beserta motif mereka masing-masing, sehingga sampai sekarang belum ada penentuan standar pariwisata. Meskipun banyak biro perjalanan yang mencoba menggabungkan beberapa item, namun itu tidak juga menentukan sebuah standar. Karena standar masing-masing orang berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan, keinginan, dan juga keuangan mereka. Dan tentu saja orang-orang yang bepergian seperti turis, pelancong, darmawisataan, dan juga para pebisnis memiliki ketertarikan pada produk-produk yang berbeda. </li> <li> 12. Produk Liburan Produk liburan biasanya behubungan dengan sesuatu yang abstrak, oleh karena itu sering dihubungkan dengan pencapaian impian atau keinginan. Biasanya orang berlibur untuk melepaskan penat dari kegiatan sehari-hari, mencari suasana berbeda dari biasanya, dan terkadang digunakan sebagai tempat pelarian dari realita sehari-hari. Lewat liburan, orang cenderung mencari kesenangan atau ketenangan. Dan sering kali mereka akan mengabadikannya dalam bentuk foto atau video. Produk Darmawisata Sama halnya dengan liburan, dalam beberapa kegiatan darmawisata dapat dimanfaatkan untuk mencapai keinginan beberapa pesertanya. Sebagai contoh, darmawisata ke daerah pantai atau suatu daerah yang menyenangkan dapat memuaskan keinginan pesertanya, mungkin ada yang mendapatkan ketenangan, atau memori baru lewat perjalanan tersebut. Pastinya keinginan mereka untuk mendapatkan pengalaman baru sudah tercapai. </li> <li> 13. Ciri Khusus dalam Pelayanan Sangat penting bagi semua pekerja professional pada bidang pariwisata untuk selalu ingat bahwa pelayanan sangat berbeda dengan dengan benda berwujud. Seperti yang telas yang dijelaskan sebelumnya, pelayanan bukanlah benda yang berwujud sehingga tidak dapat diuji sebelumnya. Tidak satupun pelanggan bahkan si penjual sendiri tidak dap...</li></ul>

Recommended

View more >