MENATA KEMBALI KAWASAN METROPOLITAN JABODETABEKJUR - MENUJU PEMBANGUNAN PERKOTAAN BERKELANJUTAN

  • Published on
    12-Jun-2015

  • View
    164

  • Download
    4

DESCRIPTION

PENGEMBANGAN WILAYAH PERKOTAAN HARUS DILAKUKAN SECARA HARMONIS DAN TERPADU PERLU ADA UPAYA SINERGI MELALUI TUKAR PIKIRAN DIANTARA PEMANGKU KEPENTINGAN PENATAAN KEMBALI KAWASAN JABODETABEKJUR HARUS DILAKUKAN BERDASARKAN KONSEP PEMBANGUNAN PERKOTAAN BERKELANJUTAN

Transcript

  • 1. MENATA KEMBALI KAWASAN METROPOLITAN JABODETABEKJUR : MENUJU PEMBANGUNAN PERKOTAAN BERKELANJUTAN Keynotes : DJOKO KIRMANTO MENTERI PEKERJAAN UMUM Disampaikan pada acara : Workshop JABODETABEKJUR Menuju Pembangunan Perkotaan Berkelanjutan Four Seasons Hotel, 23 -24 Juli 2009

2. BAGIAN PERTAMA PENDAHULUAN 3. TANTANGAN KAWASAN JABODETABEKJUR LEDAKAN JUMLAH PENDUDUK DAN MENINGKATNYA FREKUENSI BENCANA BANJIR ALIH FUNGSI LAHAN TIDAK TERKENDALI DAN PENURUNAN KUALITAS LINGKUNGAN 4. 2000 0 2000 Meters Peta Penutupan Lahan DKI Jakarta Tahun 2002 690000 690000 695000 695000 700000 700000 705000 705000 710000 710000 715000 715000 9295000 9295000 9300000 9300000 9305000 9305000 9310000 9310000 9315000 9315000 9320000 9320000 9325000 9325000 KETERANGAN AIR/SUNGAI FASILITAS UMUM LAHAN TERBUKA PERMUKIMAN RAWA/TAMBAK/LAUT SAWAH VEGETASI BERKURANGNYA RTH DAN MENINGKATNYA KEMACETAN LALULINTAS TERGUSURNYA KAWASAN KOTA LAMA YANG BERSEJARAH 5. FENOMENA PEMANASAN GLOBAL DAN PERUBAHAN IKLIM 6. FENOMENA URBANISME KONTEMPORER ABAD KE 21 DICIRIKAN DENGAN TERJADINYA PERUBAHAN FUNDAMENTAL PERADABAN MANUSIA DARI KULTUR PERDESAAN MENJADI KULTUR PERKOTAAN 7. PENDUDUK PERKOTAAN DIPERKIRAKAN AKAN MENCAPAI 4 KALI LIPAT PENDUDUK PERDESAAN.. 8. BAGIAN KEDUA IMPLIKASI SPASIAL KETERPADUAN RENCANA, KELEMBAGAAN, PERAN MASYARAKAT DAN INFORMASI SPASIAL 9. IMPLIKASI LEDAKAN PENDUDUK HUNIAN TRANSPORTASI SAMPAH AIR BERSIH LISTRIK 10. GAMBAR FASOS FASUMFoto: istimewa WORKSHOP JABODETABEKJUR 21 FASILITAS SOSIAL DAN FASILITAS UMUM IMPLIKASI LEDAKAN PENDUDUK 11. KAWASAN JABODETABEKJUR PERLU DILIHAT SEBAGAI SATU KESATUAN WILAYAH EKOLOGIS YANG SALING TERKAIT DAN INTERDEPENDEN 12. t0 t1 t2 t3 HULU TENGAH HILIR 2000mdpl JKT DPK BGR S.Ciliwung Sebagai kawasan pemanfaatan ruang terbatas (pertanian, permukiman, dengan pertimbangan konservasi lahan) PENDEKATAN ECO-REGION UNTUK PENATAAN RUANG DAS Kemiringan > 40% sebagai kawasan lindung dengan vegetasi hutan Sebagai kawasan terbangun 13. INSTRUMEN PENGENDALIAN YANG KUAT DAN EFEKTIF 14. 1970an Istilah Jabotabek diperkenalkan sebagai renbang terpadu (belum ada dasar hukumnya) Upaya untuk meredam dampak urbanisasi Introduksi ekonomi liberal pro PMA PERKEMBANGAN KELEMBAGAAN JABODETABEKJUR 1980-1990an 2000an Dibutuhkan kewenangan yang lebih luas untuk mengeksekusi program-program lintas wilayah Era keemasan bagi investor/swasta (akuisisi lahan besar-besaran) Perkembangan kawasan pinggiran yang pesat Pengendalian pemanfaatan ruang terbatas Introduksi Mega- politan dalam UU 26/2007 Nuansa futuristik sebagai antisipasi koridor Jkt Bdg Fokus pada pengendalian (zoning, insentif/ disinsentif, sanksi) 15. Menjembatani dan Mengkoordinasi Kepentingan Lokal & Regional Membagi Peran antara Kota Induk Dan Kota Satelit Membangun Sinergi Positif dan Mengurangi Konflik Antar-Kawasan KEBERADAAN LEMBAGA INTERMEDIARE PERLU DIPERTIMBANGKAN SECARA MASAK FUNGSI KELEMBAGAAN JABODETABEKJUR 16. PERAN MASYARAKAT PERAN AKTIF MASYARAKAT HARUS DIBERI RUANG YANG LEBIH BESAR DALAM MEWUJUDKAN RENCANA TATA RUANG YANG DISEPAKATI 17. SISTEM INFORMASI SPASIAL SISTEM INFORMASI SPASIAL DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI DASAR PENGAMBILAN KEPUTUSAN 18. BAGIAN KETIGA PEMBANGUNAN PERKOTAAN BERKELANJUTAN 19. TIGA PILAR PEMB. BERKELANJUTAN EKONOMI SOSIAL BUDAYA LINGKUNGAN 20. Pembangunan yang kita lakukan harus menyadari bahwa generasi yang akan datang akan dapat menikmati apa yang kita rasakan saat ini.. 21. RTH Jalan RTH taman INFRASTRUKTUR HIJAU UNDANG-UNDANG PENATAAN RUANG MENGAMATKAN KAWASAN HUTAN MINIMAL 30% DARI DAS DAN RUANG TERBUKA HIJAU MINIMAL 30% DARI LUAS PERKOTAAN RTH Regional 22. KEBERADAAN SEKTOR INFORMAL SEBAGAI JARING SOSIAL EKONOMI PEMBANGUNAN PERKOTAAN HARUS MENGEDEPANKAN RASA KEADILAN DAN KEBERLANJUTAN EKONOMI LOKAL 23. PELESTARIAN KAWASAN LAMA UNTUK MENYEDIAKAN MEMORI KOLEKTIF BAGI MASYARAKAT SOSIAL BUDAYA 24. LINGKUNGAN PERLU UPAYA KOMPREHENSIF DAN TERPADU UNTUK PENANGANAN LINGKUNGAN JABODETABEKJUR 25. BAGIAN KEEMPAT PENUTUP 26. CATATAN PENUTUP PENGEMBANGAN WILAYAH PERKOTAAN HARUS DILAKUKAN SECARA HARMONIS DAN TERPADU PERLU ADA UPAYA SINERGI MELALUI TUKAR PIKIRAN DIANTARA PEMANGKU KEPENTINGAN PENATAAN KEMBALI KAWASAN JABODETABEKJUR HARUS DILAKUKAN BERDASARKAN KONSEP PEMBANGUNAN PERKOTAAN BERKELANJUTAN 27. Terima Kasih..

Recommended

View more >