Click here to load reader

Teori otomata dan bahasa

  • View
    829

  • Download
    7

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Teori otomata dan Bahasa penjelasan tentang : - Himpunan & Relasi -Logika GRaph

Text of Teori otomata dan bahasa

  • 1. Matematika Dasar Teori Himpunan Relasi Logika Graph kelompok : Hilyas Nugraha 12651081 Valdi Adrian Abrar 12651086 Nur Rohman 12651102

2. Teori Himpunan Himpunan adalah kumpulan dari obyek. Contoh : kumpulan dari 4 huruf a,b,c dan d merupakan himpunan, dimana ditulis sbb: L = { a, b, c, d } Untuk mengindikasikan bahwa x merupakan anggota dari himpunan S, kita tulis x S, sedang y bukan merupakan anggota himpunan S, kita tulis y S 3. Cara Penulisan Himpunan Mendaftarkan semua anggotanya Contoh: A = {a,e,i,o,u} B = {2,3,5,7,11,13,17,19} Menyatakan sifat yang dimiliki anggotanya Contoh: A = Himpunan vokal dalam abjad latin B = Himpunan bilangan prima yang kurang dari 20 Menggunakan notasi pembentuk himpunan Contoh: P = {x | x himpunan bilangan asli antara 7 dan 15} (Maksudnya P = {8,9,10,11,12,13,14}) Q = { t | t biangan asli} (Maksudnya Q = {1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,} 4. Definisi Definisi dari Teori Himpunan Himpunan Universal : seluruh elemen yang mungkin ada U = { 1 , , 10 } 5. Definisi-definisi pada Teori Himpunan Himpunan bagian (subset) Jika setiap anggota himpunan A juga merupakan anggota dari himpunan B, maka dapat dikatakan bahwa A merupakan himpunan bagian dari B, maka ditulis A B. Contoh : A = {1,3,5} dan B = {0,1,2,3,4,5,6}. Maka AB. 6. Definisi-definisi pada Teori Himpunan Himpunan disjoint Jika setiap anggota himpunan A bukan merupakan anggota dari himpunan B, maka dapat dikatakan bahwa A bukan merupakan himpunan bagian dari B Contoh : A = {1,2,3} dan B = {5,6}. Maka A B = 7. Definisi-definisi pada Teori Himpunan Himpunan Kosong Merupakan himpunan yang tidak mempunyai anggota, dilambangkan dengan atau { } = {} S = S S = = Universal set S - = S - S = 8. Definisi-definisi pada Teori Himpunan Cardinalitas Himpunan Untuk himpunan yang mempunyai nilai akhir A = { 2, 5, 7 } |A| = 3 (ukuran set/himpunan) 9. Definisi-definisi pada Teori Himpunan Powersets Powerset adalah Himpunan dalam himpunan S = { a, b, c } Powerset dari S = himpunan dari seluruh subsets S Observasi: 2s ={,{a},{b},{c},{a,b},{a,c},{b,c},{a,b,c}} 10. Operasi Himpunan Gabungan (Union) Gabungan himpunan A dan B ditulis dengan A B adalah suatu himpunan yang anggotanya berada di A atau berada di B. Jadi A B = { x | x A atau x B } Contoh: A = {1,2,3} dan B = {2,3,4,5}. Maka A B = {1,2,3,4,5} 11. Operasi Himpunan Irisan (Intersection) Irisan himpunan A dan B ditulis dengan A B adalah suatu himpunan yang anggotanya berada di A dan juga berada di B. Jadi A B = { x | x A dan x B } Contoh: A = {1,2,3} dan B = {2,3,4,5}. Maka A B = {2,3} 12. Operasi Himpunan Selisih (Difference) Selisih himpunan antara himpunan A dan himpunan B ditulisdengan AB, dimana himpunan yang terdapat pada himpunan A tetapi tidak terdapat pada himpunan B. Jadi A-B = { x | x A atau x B } Contoh : A = {1,2,3} dan B = {2,3,4,5}. Maka A-B = {1} 13. Operasi Himpunan Komplemen Komplemen dari A ditulis dengan A adalah himpunan yang anggotanya berada dalam himpunan semesta tetapi bukan berada di A. Jadi A = { x | x S, x A } U={1,2,3,...7}. Jika A = {1,2,3} maka A = {4,5,6,7} 14. Cartesian Product Perkalian antar himpunan A = { 2, 4 } B = { 2, 3, 5 } A X B = { (2, 2), (2, 3), (2, 5), ( 4, 2), (4, 3), (4, 5) } | A X B |= |A|.|B| 2 . 3 6 15. Relasi Relasi antar himpunan S dan T adalah himpunan dari pasangan berurutan (s,t) dimana: s S (s Anggota dari S) t T Himpunan dari elemen pertama di sebut DOMAIN dari relasi. Himpunan dari elemen kedua disebut RANGE dari relasi. 16. Misal S={a,b,c,d,e} dan T={w,x,y,z} Relasi yang terjadi: R={(a,y),(c,w),(c,z),(d,y)} 17. Logika adalah suatu metode atau teknik yang diciptakan untuk meneliti ketepatan penalaran (pemikiran yang masuk akal). Logika matematika adalah ilmu yang digunakan untuk menentukan nilai kebenaran dari suatu pernyataan atau penarikan kesimpulan berdasarkan aturan- aturan dasar yang berlaku. Logika Dalam logika Matematika dikenal istilah: Kalimat pernyataan Kalimat bukan pernyataan Kalimat terbuka 18. Operasi logika & PERNYATAAN MAJEMUK Pernyataan majemuk adalah pernyataan yang dibentuk dari beberapa pernyataan tunggal yang dirangkai dengan menggunakan kata hubung dalam suatu operasi logika. Beberapa operasi logika tersebut adalah : a. Negasi (ingkaran/ tidak) b. Disjungsi (atau) c. Konjungsi (dan) d. Implikasi (jika... maka...) e. Biimplikasi (... jika dan hanya jika ...) NEGASI BIIMPLIKASI DISJUNGSI KONJUNGSI IMPLIKASI 19. negasi p ~p B S S B Contoh: p: 7 adalah bilangan prima , maka ~p: 7 bukan bilangan prima q : 3+2 sama dengan 6 , maka ~q: 3+2 tidak sama dengan 6 Tabel kebenarannya : Jika p merupakan sebuah pernyataan, maka ingkaran atau negasi dari p ditulis dengan lambang ~p. 20. DISJUNGSI p q B B S S B S B S B B B S qp Disjungsi adalah gabungan dari dua pernyataan yang dirangkai dengan menggunakan kata hubung atau. Disjungsi pernyataan p dan pernyataan q, ditulis dengan lambang: Disjungsi p q bernilai benar jika salah satu p atau q atau keduanya adalah benar; disjungsi bernilai salah hanya jika p dan q bernilai salah. Tabel kebenaran disjungsi sebagai berikut: qp dibaca p atau q 21. CONTOH disjungsi p : Saya rajin belajar q : Saya lulus UN pvq : Saya rajin belajar atau saya lulus UN p : 2 adalah bilangan prima q : 2 adalah bilangan genap pvq : 2 adalah bilangan prima atau 2 adalah bilangan genap p : Faktor dari 15 adalah 1, 3, 5, 15 q : 15 adalah bilangan prima pvq : Faktor dari 15 adalah 1, 3, 5, 15 atau 15 adalah bilangan prima p : 15 adalah bilangan prima q : Faktor dari 15 adalah 1, 3, 5, 15 pvq : 15 adalah bilangan prima atau faktor dari 15 adalah 1, 3, 5, 15 p : 9 adalah bilangan prima q : 9 adalah bilangan genap pvq : 9 adalah bilangan prima atau 9 adalah bilangan genap (benar) (benar) (benar) (benar) (salah) (benar) (salah) (benar) (benar) (salah) (salah) (salah) 1. 2. 3. 4. 5. 22. p q B B S S B S B S B S S S Konjungsi Konjungsi adalah pernyataan yang dibentuk dari dua pernyataan yang dirangkai dengan kata hubung dan. Konjungsi pernyataan p dan pernyataan q, ditulis dengan lambang: qp Dibaca p dan q Konjungsi bernilai benar jika p dan q keduanya adalah benar; konjungsi bernilai salah jika salah satu p atau q (atau keduanya) adalah salah. Tabel kebenarannya adalah: qp 23. CONTOH Konjungsi p : Pagi ini udaranya segar q : Matahari bersinar terang pq : Pagi ini udaranya segar dan matahari bersinar terang p : 2 adalah bilangan prima q : 2 adalah bilangan genap pq : 2 adalah bilangan prima dan 2 adalah bilangan genap p : Faktor dari 15 adalah 1, 3, 5, 15 q : 15 adalah bilangan prima pq : Faktor dari 15 adalah 1, 3, 5, 15 dan 15 adalah bilangan prima p : 15 adalah bilangan prima q : Faktor dari 15 adalah 1, 3, 5, 15 pq : 15 adalah bilangan prima dan faktor dari 15 adalah 1, 3, 5, 15 p : 9 adalah bilangan prima q : 9 adalah bilangan genap pq : 9 adalah bilangan prima dan 9 adalah bilangan genap (benar) (benar) (benar) (benar) (salah) (salah) (salah) (benar) (salah) (salah) (salah) (salah) 1. 2. 3. 4. 5. 24. IMPLIKASI p q B B S S B S B S B S B B qp Implikasi atau Kondisional adalah pernyataan majemuk yang dibentuk dari dua pernyataan p dan pernyataan q dalam bentuk jika p maka q. Implikasi jika p maka q ditulis dengan lambang: qp Dibaca jika p maka q atau p hanya jika q q jika p p syarat cukup bagi q q syarat perlu bagi p Tabel kebenaran implikasi adalah sebagai berikut: 25. CONTOH Implikasi p : Kamu lulus ujian q : Kamu diberi hadiah : Jika kamu lulus ujian maka kamu diberi hadiah p : 2 adalah bilangan genap q : 2 + 3 adalah 5 : Jika 2 adalah bilangan genap maka 2 + 3 adalah 5 p : 2 adalah bilangan genap q : 2 + 3 adalah 7 : Jika 2 adalah bilangan genap maka 2 + 3 adalah 7 p : 2 + 3 adalah 7 q : 2 adalah bilangan genap : Jika 2 + 3 adalah 7 maka 2 adalah bilangan genap p : 2 + 3 adalah 7 q : 2 adalah bilangan ganjil : Jika 2 + 3 adalah 7 maka 2 adalah bilangan ganjil (benar) (benar) (benar) (benar) (salah) (salah) (salah) (benar) (benar) (salah) (salah) (benar) 1. 2. 3. 4. 5. qp qp qp qp qp 26. BIIMPLIKASI p q B B S S B S B S B S S B qp Biimplikasi atau disebut juga Bikondisional adalah hubungan pernyataan- pernyataan p dan q yang dituliskan sebagai berikut: qp dibaca : p jika dan hanya jika q Jika p maka q dan jika q maka p p syarat perlu dan cukup bagi q q syarat perlu dan cukup bagi p Tabel kebenaran 27. CONTOH biImplikasi p : Kucing termasuk karnivora q : Kucing pemakan daging : Kucing termasuk karnivora jika dan hanya jika kucing pemakan daging (benar) (benar) (benar) (benar) (salah) (salah) (salah) (benar) (salah) (salah) (salah) (benar) 1. 2. 3. 4. 5. p : 2 adalah bilangan genap q : 2 x 3 = 6 : 2 adalah bilangan genap jika dan hanya jika 2 x 3 = 6 p : 2 adalah bilangan genap q : 2 x 3 = 5 : 2 adalah bilangan genap jika dan hanya jika 2 x 3 = 5 p : 2 adalah bilangan ganjil q : 2 x 3 = 6 : 2 adalah bilangan ganjil jika dan hanya jika 2 x 3 = 6 p : 2 adalah bilangan ganjil q : 2 x 3 = 5 : 2 adalah bilangan ganjil jika dan hanya jika 2 x 3 = 5 (benar) (benar) (benar)qp qp qp qp qp 28. Graph Secara matematis, graph didefinisikan sebagai berikut: Graph G didefinisikan sebagai pasangan himpunan (V,E) yang dalam hal ini: V = himpunan tidak-kosong dari simpul-simpul (vertices atau node) = {v1,v2, ... , vn} E = himpunan sisi (edges atau arcs) yang menghubungkan sepasang simpul = {e1,e2, ..., en} atau dapat ditulis singkat notasi G = (V,E) Menyatakan bahwa V tidak boleh kosong, sedangkan E boleh kosong. Jadi, sebuah graph dimngkinkan tidak mempunyai sisi satu buah pun. Tetapi simpulnya harus ada, minimal satu. Graph yang hanya mempunyai satu buat simpul tanpa sebuah sisi pun dinamakan graf trivial. 29. Simpul pada graph dapat dinomori dengan huruf seperti a, b, c, ..., dengan bilangan asli 1, 2, 3, ..., atau gabungan keduanya. Sedangkan sisi yang menghubungkan simpul vi dengan simpul vj dinyatakan dengan pasangan (vi, vj) atau dengan lambang e1, e2, ... Dengan kata ain jika e adalah sisi yang menghubungkan simpul vi dengan vj, maka e dapat ditulis sebagai: e = (v1,vj) Tiga buah graph (a) graph sederhana , (b) graph ganda dan (c)graph semu 30. Gambar di atas memperlihatkan tiga buah graph G1,G2, dan G3. G1 adalah graph dengan himpunan simpul V dan himpunan E adalah V = {1,2,3,4} E = {(1,2),(1,3),(2,3),(2,4),(3,4)} G2 adalah graph dengan himpunan simpul V dan himpunan sisi E adalah: V = {1,2,3,4} E = {(1,2),(2,3),(1,3),(1,3),(2,4),(3,4),(3,4)} -> Himpunan Ganda = {e1,e2,e3,e4,e5,e6,e7} G3 adalah graph dengan himpunan simpul V dan himpunan sisi E adalah: V = {1,2,3,4} E = {(1,2),(2,3),(1,3),(1,3),(2,4),(3,4),(3,4),(3,3)} -> Himpunan ganda = {e1,e2,e3,e3,e4,e5,e6,e7,e8} Pada G2, sisi e3 = (1,3) dan sisi e4 = (1,3) dinamakan sisi-ganda karena kedia sisi ini menghubung dua buah simpul yang sama, yaitu simpul 1 dan simpul 3. pada G3, sisi e8 = (3,3) dinamakan gelang atau loop karena ia berawal dan berakhir pada simpul yang sama 31. Contoh Graph Misalkan : V = {1,2,3,4} dan E = {e, e, e, e, e} dengan didefinisikan sbb: (e) = (e) = {1,2} (e) = {4,3} (e) = {1,3} (e) = {2,4} 32. Graph untuk G ={V,E} sbb: 33. Definisi-definisi dalam Graph Derajat dari node: derajat dari suatu node dihitung dari jumlah busur yang terhubung dengan node itu. Contoh derajat node 1 adalah 3. Grap terhubung: jika setiap pasang simpul x dan y, terdapat lintasan dari simpul x ke simpul y. Panjang lintasan: banyaknya sisi yang dilalui lintasan tsb. 34. Definisi-definisi dalam Graph Lintasan: urutan node, atau sisi yang dibentuk dari satu simpul ke simpul yang lain (rangkaian node yang terhubung dengan busur). 35. Definisi-definisi dalam Graph Path: lintasan dimana tidak ada node yang diulang 36. Definisi-definisi dalam Graph Sirkuit/cycle: lintasan yang memiliki node awal dan node akhir yang sama (lintasan yang kembali ke node awal).