TAHUN 2016 - ?· disusun sebagaimana aturan yang ditetapkan oleh Peraturan menteri Dalam Negeri ...…

  • Published on
    09-Apr-2019

  • View
    212

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

RENCANA KERJA(RENJA)

TAHUN 2016

BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAHKABUPATEN MINAHASA TENGGARA

2015

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas Kasih

dan Penyertaannya, sehingga Rencana Kerja ( RENJA ) Badan Perencanaan

Pembangunan Daerah Kabupaten Minahasa Tenggara ini dapat diselesaikan.

Dalam Perencanaan Pembangunan, setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah

(SKPD) diwajibkan untuk membuat Rencana Kerja (RENJA) Satuan Kerja Perangkat

Daerah (SKPD) terkait dengan Program dan Kegiatan untuk 1 (satu) tahun kedepan. Hal

ini dimaksudkan untuk menjadi usulan Program dan Kegiatan dalam rangka penyusunan

RKPD tahun 2016, KUA-PPAS tahun 2016 sampai kepada penyusunan APBD tahun 2016

Kabupaten Minahasa Tenggara, agar supaya pelaksanaan Pembangunan dapat berjalan

dengan baik, lancar dan berkesinambungan serta dapat mencapai target yang telah

ditetapkan dalam RPJMD.

Berdasarkan pemahaman tersebut diatas, maka Badan Perencanaan

Pembangunan Daerah Kabupaten Minahasa Tenggara menyusun Rencana Kerja ini,

dengan harapan dapat berguna dalam pencapaian target pembangunan di Kabupaten

Minahasa Tenggara pada khususnya dan kemakmuran masyarakat Kabupaten Minahasa

Tenggara yang lebih Jelas Sejahtera pada umumnya.

Ratahan, 2016

KEPALA BAPPEDAKABUPATEN MINAHASA TENGGARA,

Drs. B. MOKORIMBAN, MMPEMBINA UTAMA MUDA

NIP. 19590605 198503 1 030

RENJA | BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KAB. MITRA i

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN ... 11.1 Latar Belakang .. 11.2 Dasar Hukum Penyusunan . 21.3 Maksud dan Tujuan ... 21.4 Sistematika Penulisan Dokumen Rancangan Rencana Kerja 3

BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA TAHUN LALU DANCAPAIAN KINERJA . 4

2.1 Evaluasi Pelaksanaan Rencana Kerja BAPPEDA Tahun Lalu dan CapaianRenstra BAPPEDA 4

2.2 Analisis Kinerja Pelayanan BAPPEDA . 312.3 Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi 382.4 Review Terhadap Rancangan Awal Rencana Kerja 392.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat .. 39

BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 403.1 Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional ..... 403.2 Visi, Strategi, Arah dan Sasaran Rencana Kerja BAPPEDA ... 403.3 Program dan Kegiatan Tahun Anggaran 2016 dan Prakiraan Maju 42

BAB IV PENUTUP ........ 43

RENJA BAPPEDA TAHUN 2016 1

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Rencana Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tahun 2016disusun sebagaimana aturan yang ditetapkan oleh Peraturan menteri Dalam Negeri

nomor 54 tahun 2010. Adapun tahapan persiapan penyusunan Rencan Kerjadiawali dengan pembentukan Tim Penyusun Rancangan Rencana Kerja BadanPerencanaan Pembangunan Daerah, dimana dalam tim kerja dapat bekerja samauntuk penyelesaian dukumen perencanaan ini.

Guna efektivitas proses penyusunan dan kedalaman kajian maupun rumusandokumen, tim penyusun dibagi kedalam beberapa kelompok kerja (pokja)berdasarkan urusan atau gabungan beberapa urusan penyelenggaraanpemerintahan daerah yang menjadi kewenangan kabupaten/kota, atau menurutklasifikasi lainnya yang dapat mengefektifkan dan mengefisiensikan pelaksanaantugas dan fungsi tim. Tugas tim penyusun RENJA selanjutnya dijabarkan kedalamagenda kerja yang dijadikan sebagai panduan kerja mulai dari tahap persiapansampai dengan ditetapkannya rancangan Peraturan Kepala Daerah tentangRencana Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten MinahasaTenggara

Orientasi mengenai Rencana Kerja kepada seluruh anggota tim dilakukanuntuk penyamaan persepsi dan memberikan pemahaman terhadap berbagaiperaturan perundang-undangan kebijakan pemerintah berkaitan denganperencanaan pembangunan nasional dan daerah, keterkaitannya dengan dokumenperencanaan lainnya utamanya RPJMD, teknis penyusunan dokumen RENJA, dan

menganalisis serta menginterpretasikan data dan informasi perencanaanpembangunan daerah yang diperlukan dalam menyusun RENJA. Bahan orientasimengenai RENJA, antara lain :

1. Peraturan perundang-undangan tentang keuangan negara; sistem perencanaanpembangunan nasional; pemerintahan daerah; pengelolaan keuangan daerah;pembagian urusan pemerintahan antara pemerintah, pemerintahan daerahprovinsi dan pemerintahan daerah kabupaten/kota; pedoman EvaluasiPenyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD); tahapan tata cara penyusunan,pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah, dantata cara pelaksanaan evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah.

RENJA BAPPEDA TAHUN 2016 2

2. Panduan atau pedoman teknis terkait penyusunan RENJA dan penyusunananggaran.

1.2. Landasan Hukum Penyusunan

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

3. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan

Perundang-undangan;

4. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaaan Pengelolaan

dan Tangungjawab Keuangan Negara;

5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan

Pembangunan Nasional;

6. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan

antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;

7. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan

Jangka Panjang (RPJP) Nasional Tahun 2005-2025.

8. Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang perubahan pertama

atas undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan

Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor

125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara

Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan

Daerah;

10. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat

Daerah;

11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman

Pengelolaan Keuangan Daerah.

12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan

Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman

Pengelolaan Keuangan Daerah;

13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 Pelaksanaan

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tatacara

Penyusunan, Pengendalian, Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana

Pembangunan Daerah

14. Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan

Jangka Menengah (RPJMD) Minahasa Tenggara Tahun 2013 -2018;

RENJA BAPPEDA TAHUN 2016 3

1.3 Maksud dan Tujuan

1. Maksud Penyusunan Rencana Kerja untuk memberikan kejelasan langkah-

langkah yang perlu dilakukan dalam mengatasi dan menghadapi tantangan

internal dan eksternal organisasi perangkat daerah Badan Perencanaan

Pembangunan Daerah Kabupaten Minahasa Tenggara sekaligus sebagai alat

pengukur dalam menilai kinerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.

2. Tujuan penyusunanRencana Kerja adalah untuk terselenggaranya keteraturan,

keterarahan dan percepatan pelaksanaan kegiatan untuk mewujudkan suatu

system budaya birokrat yang akuntambel dan transparan.

1.4 Sistematika Penulisan Dokumen Rencana KerjaMengemukakan organisasi penyusunan dokumen Rencana Tiket (RENJA)

terkait dengan pengaturan bab serta garis besar isi setiap bab didalamnya.

BAB I. PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang1.2. Dasar Hukum Penyusunan1.3. Maksud dan Tujuan1.4. Sistematika Penulisan Dokumen Rencana Kerja

BAB II. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJAPENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja BAPPEDATahun Lalu & CapaianRENSTRA BAPPEDA

2.2 Analisis Kinerja Pelayanan BAPPEDA2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi2.4 Review Terhadap Rancangan Awal Rencana Kerja2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat

BAB III. TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN3.1. Telahaan Terhadap Kebijakan Nasional3.2. Tujuan dan Sasaran Renja BAPPEDA3.3. Program dan Kegiatan

BAB VI. PENUTUP

RENJA BAPPEDA TAHUN 2016 4

BAB IIEVALUASI PELAKSANAAN RENCANA KERJA TAHUN LALU

DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN

2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja BAPPEDA Tahun Lalu & Capaian RENSTRABAPPEDA

Kondisi Geografis Daerah

Luas wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara adalah 730,62 Km2 atau 73.062Ha, yang secara administratif terbagi menjadi 12 kecamatan. Kecamatan terluasadalah kecamatan Ratatotok dengan luas 10.418 Ha yang kemudian diikuti olehKecamatan Touluaan Selatan dengan luas 10.180 Ha, sedangkan KecamatanTombatu Timur sebagai kecamatan yang terkecil dengan luas 1.881 Ha sertaKecamatan Tombatu Utara dengan luas 3.717 Ha.

Ibu Kota Kabupaten Minahasa Tenggara adalah Ratahan yang berjarak 80km dari Manado, Ibu Kota Provinsi Minahasa Tenggara dengan batas wilayahKabupaten Minahasa Tenggara adalah:

Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Amurang Timur dan KecamatanAmurang Kabupaten Minahasa Selatan.

Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Langowan Kabupaten Minahasadan Laut Maluku.

Sebelah Selatan barbatasan dengan Laut Maluku dan Kecamatan KotabunanKabupaten Bolaang Mongondow.

Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Ranoyapo dan KecamatanKumelembuai Kabupaten Minahasa Selatan.

1. Letak dan kondisi geografis antara lain terdiri dari:o Posisi astronomis;

Secara astronomis, Kabupaten Minahasa Tenggara terletak antara :1240

3024 - 1240 5624 BT 10 0819 - 00 5046 LU

o Posisi geostrategis;Posisi wilayah Minahasa Tenggara yang terletak di tepian samudra

Pacific, diapit oleh dua Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI II) yangmelewati Selat Makassar antara Pulau Kalimantan dan Pulau Sulawesi, danALKI III yang melewati Laut Maluku antara Pulau Sulawesi dan KepulauanMaluku Utara dan Maluku. Posisi strategis ini menciptakan keunikan dankeunggulan khusus bagi Minahasa Tenggara. Kondisi ini yang membuat

RENJA BAPPEDA TAHUN 2016 5

posisi Minahasa Tenggara yang sangat dekat dengan pasar Asia Timur danPasifik, dan relatif sulit untuk ditandingi oleh daerah lainnya di Indonesia.

Kabupaten Minahasa Tenggara memiliki Posisi geostrategis yang baikkarena mengandung sumber daya Perikanan, Pertanian, Pertambangan danPariwisata, Perkebunan serta Kehutanan Minahasa Tenggara memilikikeunggulan dari segi geoposisi. Posisi strategis yang dimiliki dapatmenciptakan lokasi suatu daerah semakin menarik dan aman untuk dapatdikunjungi para wisatawan, pelaku bisnis, dan investor domestik sertainternasional. Semakin unggul lagi, lokasi suatu daerah jika terletak padaposisi strategis di sekitar pusat beredarnya perdagangan dunia dan pusatpertumbuhan ekonomi. Dengan adanya MP3EI dan pengembangan teluk

Tomini menjadikan posisi Minahasa Tenggara menjadi lebih menguntungkan.

Gambar 2.1 Peta Kabupaten Minahasa Tenggara Tahun 2013

Sumber : RTRW Kabupaten Minahasa Tenggara Tahun 2011-2031

o Kondisi/kawasan, antara lain meliputi: Pedalaman;

Kabupaten Minahasa Tenggara memiliki kawasan pedalaman yang beradadi Kecamatan Tombatu : Tonsawang, Tonsawang Satu, Pisa; KecamatanTouluan Selatan : Lowatag, Bunag, Banga, Tambelang, Ranoako, Suhuon;Kecamatan Ratatotok : Morea, Morea Satu dan Suyowan. KecamatanRatahan Timur : Wioi Timur

RENJA BAPPEDA TAHUN 2016 6

Terpencil;Karena sudah ada jalan akses menuju ke desa tersebut maka daerahtersebut tidak terpencil dan sudah terbuka untuk akses ke desa/daerahlain.

Pesisir;Kawasan Pesisir Minahasa Tenggara berada di Kecamatan Posumaen :Tumbak, Tumbak Madani Bentenan, Bentenan I, Bentenan Indah,Minanga Tiga; Kecamatan Belang : Molompar, Buku,Buku Tenggara, BukuTengah, Buku Utara, Borgo, Borgo I, Ponosakan Belang, MolomparTimur, Molompar, Ponosakan Indah, Belang, Mangkit; KecamatanRatatotok : Muara,Basaan I, Basaan , Ratatotok Timur.

Tabel 2.1Jumlah Desa menurut Letak Geografi dan Kecamatan Tahun 2013

No Kecamatan Pantai BukanPantai

Jumlah

(1) (2) (3) (4) (5)1 Ratatotok 5 10 152 Pusomaen 4 9 153 Belang 8 12 204 Ratahan 0 11 115 Pasan 0 11 116 Ratahan Timur 0 10 107 Tombatu 0 11 118 Tombatu Timur 0 11 119 Tombatu Utara 0 10 1010 Touluaan 0 10 1011 Touluaan Selatan 0 10 1012 Silian Raya 0 10 10

Jumlah 17 127 144Sumber : RTRW Kabupaten Minahasa Tenggara 2013

Pegunungan;

Kabupaten Minahasa Memiliki desa yang berada didaerah pegunungan Kepulauan

Kabupaten Minahasa Tenggara memiliki 25 Pulau

Tabel 2.2Nama, Luas dan Lokasi Pulau Kecil di Kabupaten Minahasa Tenggara

NO NAMA PULAU LUAS(Ha) LOKASI

1. Pulau Bentenan 122,65 Kecamatan Pusomaen2. Pulau Tikus 2,10 Kecamatan Pusomaen3. Pulau Pakolor 1,62 Kecamatan Pusomaen4. Pulau Kukusan 1,39 Kecamatan Pusomaen

RENJA BAPPEDA TAHUN 2016 7

NO NAMA PULAU LUAS(Ha) LOKASI

5. Pulau Sepatu 0,46 Kecamatan Pusomaen6. Pulau Tatapan 0,37 Kecamatan Pusomaen7. Pulau Belakang Kuda 0,28 Kecamatan Pusomaen

8. Pulau Bangkoang 0,14 Kecamatan Pusomaen

9. Pulau Putih 0,12 Kecamatan Pusomaen

10 Pulau Putus 0,12 Kecamatan Pusomaen

11. Pulau Baling-baling 0,03 Kecamatan Pusomaen12. Pulau Punten 0,02 Kecamatan Pusomaen13. Pulau Dokokayu 51,43 Kecamatan Ratatotok14. Pulau Hagow 20,40 Kecamatan Ratatotok15. Pulau Bohoi Besar 17,50 Kecamatan Belang16. Pulau Babi 12,58 Kecamatan Ratatotok17. Pulau Babi Kecil 6,95 Kecamatan Ratatotok18. Pulau Racun 2,99 Kecamatan Ratatotok19. Pulau Strat Besar 0,97 Kecamatan Ratatotok20. Pulau Putus-putus 0,65 Kecamatan Ratatotok21. Pulau Strat Kecil 0,59 Kecamatan Ratatotok22. Pulau Bohoi Kecil 7,51 Kecamatan Belang

23. Pulau Keramat 5,04 Kecamatan Belang

24. Pulau Salimburung 0,93 Kecamatan Belang

25. Pulau Sangkeles 0,80 Kecamatan Belang

Tabel 2.3Data Desa/Kelurahan Di Kabupaten Minahasa Tenggara

NO KECAMATAN DESA/ KELURAHANLUAS

WILAYAH(Km)

JUMLAHJaga/Lingk

KET

1 Ratahan1 Rasi 5,65 52 Rasi Satu 3,8 43 Tosuraya 5,91 54 Tosuraya Barat 5,46 65 Tosuraya Selatan 5,79 46 Wawali 9,49 57 Wawali Pasan 9,49 58 Lowu Satu 7,48 49 Lowu Utara 7,52 410 Lowu Dua 10,1 411 Nataan 10,03 4

2 Pasan*1 Towuntu 10,75 42 Towuntu Timur 8,81 6

RENJA BAPPEDA TAHUN 2016 8

NO KECAMATAN DESA/ KELURAHANLUAS

WILAYAH(Km)

JUMLAHJaga/Lingk

KET

3 Towuntu Barat 5 34 Tolombukan 4,15 45 Tolombukan Satu 4,25 56 Tolombukan Barat 1,5 37 Liwutung 4,75 48 Liwutung Satu 4,75 49 Liwutung Dua 4,73 410 Poniki 5,17 311 Maulid 3,6 5

3 RatahanTimur*1 Wioi 4,01 42 Wioi Satu 4,01 43 Wioi Dua 4 44 Wioi Tiga 4,2 45 Wioi Timur 4,08 46 Pangu 3,16 47 Pangu Satu 3,17 48 Pangu Dua 3,16 49 Wongkay 6 410 Wongkay Satu 6,02 4

4. Touluaan1 Toundanouw 10 42 Reanoketang Atas 10 43 Lobu Satu 4,37 44 Lobu Dua 8,52 45 Lobu Kota 3,89 46 Lobu Atas 3,1 47 Lobu 10 48 Toundanouw Atas 10 49 Toundanouw Satu 10 3

10 Ranoketang AtasSatu 8 4

5. TouluaanSelatan*1 Kalait 2,9 42 Kalait satu 2,8 43 Kalait Dua 2,7 44 Kalait Tiga 2,54 45 Lowatag 9,82 26 Bunag 8,8 27 Banga 1,3 28 Tambelang 6 49 Ranoako 8,08 310 Suhuyon 4,81 2

6. Silian Raya*1 Silian 10,25 42 Silian Utara 11,39 43 Silian Satu 10,25 44 Silian Selata...

Recommended

View more >