124
SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP KINERJA GURU PENJASORKES SMA SE- KECAMATAN BUMIAYU KABUPATEN BREBES TAHUN 2009 Skripsi Diajukan dalam rangka penyelesaian studi strata 1 Untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan Oleh Rojikin 6101405003 JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2009

SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

  • Upload
    vothuan

  • View
    240

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP KINERJA GURU PENJASORKES SMA SE- KECAMATAN

BUMIAYU KABUPATEN BREBES TAHUN 2009

Skripsi

Diajukan dalam rangka penyelesaian studi strata 1

Untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan

Oleh

Rojikin 6101405003

JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

2009

Page 2: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

ii

SARI Rojikin. 2009. Survei Persepsi Guru Non Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Terhadap Kinerja Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Tingkat SMA di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes.

Penelitian ini dilatar belakangi karena adanya rumor negatif tentang kinerja guru pendidikan jasmani yang hal tersebut hanya beredar dari mulut-kemulut yang belum tahu kebenaran secara pasti maka peneliti dengan latar belakang diatas ingin melakaukan penelitian dengan maksud untuk mengetahui kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dengan hasil yang akurat dan valid.

Dalam Penelitian ini permasalahan yang diangkat adalah bagaimana persepsi guru non pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan terhadap kinerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan tingkat SMA di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes. Sedangkan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi guru non pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan terhadap kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan tingkat SMA di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes.

Penelitian ini menggunakan metode survei. Metode pengumpulan data menggunakan angket untuk memperoleh informasi persepsi guru non pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan terhadap guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Populasi dalam penelitian ini adalah persepsi guru non pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan terhadap kinerja guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan yang berjumlah tiga sekolahan dengan jumlah guru bukan pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan sebanyak 117 orang. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling yaitu dengan mengambil seluruh guru mata pelajaran selain guru penjasorkes di SMA di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif persentase.

Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi guru non pendidikan jasmani terhadap guru pendidikan jasmani SMA di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes Tahun 2009 mempunyai persepsi yang baik. Hal ini disebabkan guru telah memiliki kualifikasi kompetensi yang baik, yang meliputi kompetensi kepribadian yang memenuhi kriteria sangat baik, kompetensi pedagogik yang memenuhi kriteria baik, kompetensi profesional yang memenuhi kriteria baik, dan kompetensi sosial yang memenuhi kriteria baik Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa persepsi guru non pendidikan jasmani terhadap guru pendidikan jasmani tingkat SMA di Kecamatan Bumiayu.

Peneliti menyarankan kepada guru penjasorkes untuk lebih meningkatkan kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga, dan, kesehatan serta lebih meningkatkan mutu pelaksanaan proses pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan tingkat SMA di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes, maka guru-guru harus lebih kreatif dan inovatif dalam mengajar sehingga semua kurikulum dapat diajarkan kepada siswa dan mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Serta menambah sarana dan prasarana yang dapat menunjang pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan.

Page 3: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

iii

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi ini telah dipertahankan dihadapan sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang pada :

Hari : Jumat Tanggal : 28 Agustus 2009

Ketua Panitia, Sekretaris, Drs. M. Nasution, M.Kes. Drs. Hermawan Pamot Raharjo, M.Pd NIP. 196404231990021001 NIP.19651020 199103 1 002

DEWAN PENGUJI Ketua,

Drs. Cahyo Yuwono, M. Pd. NIP.19620425 198601 1 001

Anggota I,

Dra. Heny Setyawati, M.Si. NIP. 19670610 199203 2 001

Anggota II,

Drs. Zaeni, M.Pd NIP.195807 198403 1 004

Page 4: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

iv

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO : ”Sesungguhnya alloh tidak akan mengubah keadaan suatu kaum kecuali

bila mereka sendiri yang mengubah keadaannya”(Surat Ar-Rad : 11).

”Alloh kelakakan memberikan kelapangan sesudah kesempitan

(kesusahan)”(QS.Ath Thalaq[65] : 7).

”Jadikan setiap masalah menjadi sarana efektif untuk mengevaluasi dan

memperbaiki diri”(Abdullah Gymnastiar,2001:30).

Selalu berdoa dan bekerja keras untuk menjadi yang lebih baik (penulis).

Meskipun sulit tidak ada yang tidak mungkin (penulis).

PERSEMBAHAN :

Bapak ibu yang selalu saya banggakan

terima kasih untuk segala kasih sayang,

dukungan, dan doa yang tidak ternilai.

Kakaku tersayang (ka Agus dan ka Erna)

yang selalu mendukung dan memotivasi

saya.

Adiku tersayang (ad Andi dan ad Eril)..

Teman-temanku yang selalu membantu

(PJKR A)

Page 5: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

v

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur penulis panjatkan kehadirat alloh S.W.T. yang telah

melimpahkan rahmat dan karunia-NYA, sehingga penulis dapat menyelesaikan

skripsi yang berjudul ” Survei Persepsi Guru Non Penjasorkes terhadap Kinerja

Guru Penjasorkes SMA Se- Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes tahun 2009.”

Keberhasilan penulis dalam menyusun skripsi ini atas bantuan dan

dorongan dari berbagai pihak, sehingga pada kesempatan ini penulis

mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada yang terhormat :

1. Bapak Rektor Universitas Negeri Semarang.

2. Bapak Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang.

3. Bapak Ketua Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FIK

UNNES yang telah memberikan kesempatan dan kemudahan dalam

penyususnan skripsi ini.

4. Ibu Dra. Heny Setyawati, M.Si pembimbing utama yang telah sabar dan teliti

dalam memberikan petunjuk, dorongan dan semangat sehingga penulis dapat

menyelesaikan skripsi ini..

5. Bapak Drs. Zaeni, M.Pd pembimbing pendamping yang yang telah

memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusuna skripsi ini

6. Segenap Bapak/Ibu dosen Jurusan PJKR FIK Universitas Negeri Semarang

yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan.

7. Staf tata usaha fakultas dan jurusan yang telah membantu dalam penyusunan

sakripsi ini.

Page 6: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

vi

8. Kepala Dinas Pendidikan Kebupaten Brebes yang telah memberikan ijin

penelitian dalam skripsi ini.

9. Seluruh Kepala Sekolah SMA di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes

yang telah memberikan ijin penelitian.

10. Segenap Guru Penjasorkes SMA di Kecamatan Bumiayu Kebupaten Brebes

yang telah membantu penelitian dari awal sampai akhir.

11. Semua sahabat dan rekan yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang

telah membantu memperlancar selama proses hingga terselesaikannya skripsi

ini.

Dan atas segala bantuan yang telah diberikan kepada penulis dan

penulis doakan semoga bantuan dan amal saudara mendapat berkah yang

melimpah dari Allah S.W.T.

Akhirnya penulis berharap semoga dengan adanya laporan ini

bermanfaat bagi peneliti dan dan para pembaca semua.

Semarang, Juni 2009

Penulis

Page 7: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

vii

DAFTAR ISI

JUDUL ........................................................................................................... i

SARI ............................................................................................................... ii

HALAMAN PEMBIMBING ......................................................................... iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ................................................................. iv

KATA PENGANTAR .................................................................................... v

DAFTAR ISI .................................................................................................. vii

DAFTAR TABEL .......................................................................................... x

DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xi

DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xii

BAB 1 PENDAHULUAN............................................................................... 1

1.1 Latar Belakang ........................................................................................... 1

1.2 Permasalahan ............................................................................................. 9

1.3 Tujuan Penelitian ....................................................................................... 10

1.4 Manfaat Penelitian ..................................................................................... 10

1.5 Penegasan Istilah ........................................................................................ 11

BAB II LANDASAN TEORI ......................................................................... 15

2.1 Persepsi ..................................................................................................... 15

2.1.1 Tinjauan persepsi ............................................................................... 15

2.1.2 Pengertian Persepsi ............................................................................ 15

2.1.3 Proses terjadinya persepsi .................................................................. 18

Page 8: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

viii

2.1.4 Fungsi dan Sifat-sifat Dunia Persepsi................................................. 20

2.1.5 Faktor yang Mempengrauhi Persepsi ................................................. 21

2.2 Pendidikan Jasmani ................................................................................. 23

2.2.1 Pengertian Pendidikan Jasmani, kesehatan, dan olahraga ................... 23

2.2.2 Tujuan dan Fungsi Penjasorkes .......................................................... 25

2.2.3 Kurikulum Pendidikan Jasmani ......................................................... 28

2.2.4 Proses Belajar Mengajar Penjasorkes ................................................. 29

2.3 Kinerja Guru ............................................................................................ 43

2.3.1 Pengertian Kinerja ............................................................................. 43

2.3.2 Kinerja Guru ..................................................................................... 44

2.3.3 Komponen Kinerja Guru ................................................................... 45

2.3.4 Kriteria Kinerja Guru ........................................................................ 46

2.3.5 Faktor yang mempengaruhi Kinerja Guru .......................................... 48

2.3.6 Jenis-jenis Kompetensi Guru ............................................................. 49

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ..................................................... 52

3.1 Jenis Penelitian ..................................................................................... 52

3.2 Populasi ............................................................................................... 52

3.3 Instrumen Penelitian ............................................................................. 53

3.4 Teknik Pengumpulan Data ................................................................... 53

3.5 Analisis Uji Instrumen .......................................................................... 54

3.5.1 Validitas ........................................................................................ 55

3.5.2 Reliabilitas .................................................................................... 55

3.6 Metode Analisis Data ........................................................................... 56

Page 9: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

ix

3.7 Sistematika Skripsi ............................................................................... 58

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................ 60

4.1 Hasil Penelitian .................................................................................... 60

4.1.1 Kepribadian Sebagai Pendidik ....................................................... 62

4.1.2 Kompetensi Paedagogik ................................................................ 63

4.1.3 Kompetensi Profesional Sebagai Pendidik ..................................... 65

4.1.4 Kompetensi Sosial Sebagai Pendidik ............................................. 67

4.2 Pembahasan ......................................................................................... 71

BAB V KESIMPULAN DAN ASARAN ....................................................... 80

5.1 Kesimpulan .......................................................................................... 80

5.2 Saran .................................................................................................... 80

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Page 10: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

x

DAFTAR TABEL

Tabel :

1. Kriteria Analisis deskriptif Persentase .......................................................... 58

2. Gambaran umum persepsi guru non pendidikan jasmani terhadap gu-

ru pendidikan jasmani ....................................................................... 60

3. Gambaran umum kepribadian guru sebagai pendidik.................................... 62

4. Gambaran kompetensi pedagogik ................................................................. 64

5. Gambaran kompetensi profesional guru pendidikan jasmani sebagai

Pendidik ........................................................................................... 65

6. Gambaran kompetensi sosial guru pendidikan jasmani sebagai pend-

dik .................................................................................................... 67

Page 11: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

xi

DAFTAR GAMBAR

Daftar gambar :

1. Proses Terjadinya Persepsi ........................................................................... 19

2. Gambaran umum persepsi guru non pendidikan jasmani terhadap

guru pendidikan jasmani ............................................................... 61

3. Gambaran kepribadian guru sebagai pendidik .............................................. 63

4. Gambaran kompetensi pedagogik ................................................................. 65

5. Gambaran kompetensi profesional guru pendidikan jasmani seba-

gai Pendidik .................................................................................. 66

6. Gambaran kompetensi sosial guru pendidikan jasmani sebagai pen-

Didik ....................................................................................... 68

7. Diagram umum persepsi guru non pendidikan jasmani, olahraga,

dan kesehatan terhadap kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga,

dan kesehatan yang meliputi empat asfek……………………… 69

Page 12: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

xii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran :

1. Usul Penelitian ............................................................................................. 84

2. Surat Penetapan Dosen Pembimbing dari Fakultas ....................................... 85

3. Surat Penetapan Dosen Pembimbing dari Jurusan ........................................ 86

4. Surat Rekomendasi Ijin Penelitian dari Dinas Pendidikan Kabupa-

ten Brebes ..................................................................................... 87

5. Surat Keterangan Sudah Melakukan Penelitian SMA N 1

6. Surat Keterangan Sudah Melakukan Penelitian SMA BU NU

Bumiayu ....................................................................................... 89

7. Surat Keterangan Sudah Melakukan Penelitian SMA Islam

Bumiayu ....................................................................................... 90

8. Daftar Nama Guru Non Penjasorkes SMP N Se-Kecamatan

Bumiayu ....................................................................................... 91

9. Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes

Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes ....................................... 95

10. Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes

terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes ........................................ 100

11. Perhitungan Validitas Kuesioner ................................................................ 105

12. Perhitungan Reliabilitas Kuesioner ............................................................. 109

13. Dokumentasi Penelitian ............................................................................. 110

Page 13: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

1

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja dirancang untuk

mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan bertujuan untuk

meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Pada hakekatnya pendidikan merupakan suatu hak pada individu

anak bangsa untuk dapat menikmatinya. Keberadaan pendidikan yang sangat

penting tersebut telah diakui dan sekaligus memiliki legalitas yang sangat

kuat sebagaimana yang tertuang dalam UUD dasar 1945 pasal 31 ayat (1)

yang menyatakan bahwa :” setiap warga negara berhak mendapatkan

pendidikan ”.

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia tentang Sistem

Pendidikan Nasional Nomor 2 tahun 1989, menyatakan bahwa Pendidikan

Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan

manusia indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa

terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. Memiliki

pengetahuan dan kesehatan jasmani dan rohani serta kepribadian yang

mantap dan mandiri serta bertangung jawab masyarakat dan kebangsaan.

Dalam GBHN tentang pendidikan ditekankan pula bahwa pembinaan

dan pengembangan pendidikan merupakan bagian dari peningkatan kualitas

manusia Indonesia yang bertujuan pada peningkatan kesehatan jasmani dan

Page 14: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

2

rohani seluruh masyarakat, pemupukan watak, disiplin, dan sportifivitas serta

pengembangan prestasi olahraga dapat meningkatkan rasa kebangsaan

nasional.

Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia

adalah melalui proses pembelajaran disekolah. Dalam usaha untuk

meningkatkan kualitas sumber daya pendidikan, guru merupakan sumber

daya manusia yang harus dibina dan di kembangkan terus menerus.

Pembinaan guru dilaksanakan melalui program pendidikan pra- jabatan (pre-

service education) maupun program dalam jabatan (inservice education).

Tidak semua guru yang dididik di lembaga pendidikan terlatih dengan baik

dan berkualitas (well training and well qulified) potensi sumberdaya guru itu

perlu terus menerus bertambah dan berkembang agar dapat melakukan

fungsinya secara profesional (Piet Sahertian, 2000 : 1)

Dalam intensifikasi pendidikan sebagai suatu proses pembinaan

manusia yang berlangsung seumur hidup, peranan pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan mempunyai peranan yang sangat penting karena

memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka

pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain, dan olahraga yang

dilakukan secara sistematis pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan

untuk membina sekaligus membentuk gaya hidup sehat dan aktif sepanjang

hayat (Depdiknas 2003 : 5 ).

Selain itu pengembangan dibidang pendidikan jasmani adalah upaya

yang amat menentukan dalam rangka meningkatkan kualitas manusia. Salah

Page 15: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

3

satu upaya itu adalah mewujudkan bentuk manusia indonesia yang sehat,

kuat, terampil dan bermoral. Dan pembinaan pendidikan jasmani diarahkan

guna membentuk jasmani yang sehat dan mental yang baik, agar daripadanya

dapat dihasilkan manusia yang kreatif dan produktif.

Adapun istilah penggunaan pendidikan jasmani, olahraga, dan

kesehatan atau disebut juga dengan penjasorkes mengalami banyak

perubahan pada awalnya digunakan istilah pendidikan jasmani kemudian

seiring dengan perkembangan pendidikan istilah pendidikan jasmani diganti

dengan pendidikan jasmani dan kesehatan atau yang disebut juga dengan

penjaskes dan sekarang digunakan istilah penjasorkes.

Banyak sekali batasan-batasan yang dikemukakan dalam berbagai

pengertian tentang pendidikan jasmani. Jika rohani dan jasmani dipandang

sebagai dua bagian yang terpisah, maka pendidikan jasmani adalah untuk

jasmani. Namun pandangan demikian sudah ditingggalkan dan organisme

manusia secara wajar dan alami sekarang dilihat dalam satu kesatuan

individu hingga pendidikan jasmani adalah pendidikan melalui jasmani.

Yang bertujuan untuk membentuk manusia secara menyeluruh atau

seutuhnya (Abdulkadir Ateng, 1992 ).

Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan bagian

integral dari pendidikan yang menyeluruh memiliki tujuan yang meliputi

empat asfek antara lain asfek fisik, kognitif, afektif, dan psikomotor. Melihat

pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan baik dari segi pencapaian tujuan

maupun yang ingin dicapai, maka perlu adanya peninjauan yang lebih

Page 16: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

4

mendalam tentang pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan supaya nanti

tujuan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan tersebut benar-benar

memenuhi sasaran, untuk itu dalam proses pelaksanaan pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan baik dari segi penyampaian materi, bahan

pengajaran, guru, sarana dan prasarana maupun siswa perlu dikaji lebih

mendalam lagi.

Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan adalah suatu proses

pembelajaran melaui aktivitas jasmani yang didesain untuk meningkatkan

kesegaran jasmani, mengembangkan keterampilan motorik, pengetahuan dan

perilaku hidup sehat dan aktif, sikap positif, dan kecerdasan emosi

(Depdiknas :2004 ).

Pendidikan jasmani merupakan bagian penting dari proses

pendidikan. Artinya, pendidikan jasmani bukan hanya dekorasi atau ornamen

yang ditempel pada program sekolah sebagai alat untuk membuat anak sibuk.

Tetapi pendidikan jasmani adalah bagian penting dari pendidikan. Melalui

pendidikan jasmani yang diarahkan dengan baik, siswa akan

mengembangkan keterampilan yang berguna bagi pengisian waktu senggang,

terlibat dalam aktivitas yang kondusif untuk mengembangkan hidup sehat,

berkembang secara sosial, dan menyumbang pada kesehatan fisik dan

mentalnya.

Meskipun pendidikan jasmani menawarkan pada siswa untuk

bergembira, tidaklah tepat untuk mengatakan pendidikan jasmani

diselenggarakan semata-mata agar siswa bergembira dan bersenang-senang.

Page 17: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

5

Bila demikian seolah-olah pendidikan jasmani hanyalah sebagai mata

pelajaran ” selingan ” , tidak berbobot, dan tidak memiliki tujuan yang

bersifat mendidik.

Pendidikan jasmani merupakan wahana pendidikan yang memberikan

kesempatan pada siswa untuk mempelajari hal-hal yang penting. Untuk itu,

pelajaran penjasorkes tidak kalah pentingnya dengan pelajaran lain seperti :

Matematika, Bahasa, IPS, IPA dan lain-lain.

Untuk mencapai semua itu maka guru penjasorkes harus memiliki

kinerja yang baik. Banyak faktor- faktor yang mempengaruhi dalam proses

pencapaian kinerja guru secara optimal diantaranya adalah motivasi,

persepsi, dan fasilitas. Motivasi merupakan daya pendorong yang

mengakibatkan seseorang anggota organisasi mau dan rela untuk

mengerahkan kemampuannya dalam bentuk keahlian atau keterampilan

tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang

menjadi tanggung jawabnya dan menunaikan kewajibannya, dalam rangka

pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan

sebelumnya (Sondang, 2004:138). Selain motivasi faktor lain yang

mempengaruhi kinerja guru pendidikan jasmani yaitu persepsi, persepsi

dimulai dari pengamatan dan penangkapan mengenal objek-objek dan fakta-

fakta melalui pengamatan panca indra, selanjutnya dengan adanya persepsi

yang baik dari guru lain terhadap kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga,

dan kesehatan, diharapkan guru dapat meningkatkan kinerjanya dalam

pembelajaran. Selain dua faktor diatas, fasilitas juga sangat berperan dalam

Page 18: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

6

tujuan proses pembelajaran, dengan adanya fasilitas yang memadai maka

seorang guru akan lebih mudah dalam melakukan proses pembelajaran

pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan juga akan berjalan dengan

lancar. fasilitas merupakan salah satu peran yang penting dalam pencapai

tujuan dan meningkatkan kinerja guru.

Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan dalam

lingkungan rumah tangga, sekolah, dan masyarakat karena itu maka

pendidikan adalah tanggung jawab bersama antar keluarga, masyarakat, dan

pemerintah. Pendidikan juga menjangkau luar sekolah yaitu pendidikan yang

bersifat kemasyarakatan, latihan keterampilan dan pemberantasan buta huruf

dengan mendayagunakan fasilitas yang ada.

Sehubungan dengan itu maka untuk mencapai suatu realisasi dan

tujuan pendidikan nasional perlu adanya partisipasi seluruh lapisan

masyarakat termasuk guru. Peran guru menjadi penentu kualitas bangsa dan

sebagai tenaga profesional kependidikan yang mempunyai tanggung jawab

yang sangat besar dalam berhasil atau tidaknya program pendidikan

tergantung dari kinerja guru itu sendiri.

Berdasarkan observasi yang dilaksanakan tanggal 8 sampai 9 Januari

2009. di SMA N 1 Bumiayu, di SMA BU NU Bumiayu, di SMA Islam

Bumiayu (wawancara dengan guru). Bahwa belakangan ini banyak sorotan

yang berkaitan dengan terus menurunnya kualitas pembelajaran pendidikan

jasmani, olahraga, dan kesehatan di sekolah dan guru menjadi penyebabnya.

Page 19: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

7

Masalah ini yang masih dipertanyakan. Apa benar guru penjasorkes

penyebabnya, karena fenomena yang terjadi dikalangan guru SMA Se-

Kecamatan Bumiayu mengatakan bahwa adanya pendapat yang pro dan

kontra dari para guru selain mata pelajaran penjasorkes kaitannya dengan

kinerja guru mata pelajaran penjasorkes.

Sebagian besar kalangan guru yang suka ( pro) terhadap kinerja guru

penjasorkes mengemukakan pendapat bahwa kinerja guru penjasorkes

sebenaranya sudah baik dan sama dengan mata pelajaran lainnya. Mereka

sudah menjalankan tugas pokoknya dan tugas lainnya sebagai seorang guru

secara profesional. Dalam hal ini mereka sudah menguasai materi yang akan

diajarkan, merencanakan pembelajaran dibuktikan dengan membuat

rancangan pembelajaran sebelum mereka mengajar, melaksanakan serta

mengawasi proses pembelajaran.

Mungkin saja dalam proses pembelajaran guru penjasorkes berbeda

dengan guru mata pelajaran yang lain. Hal ini tentunya harus bisa

dimaklumi. Mengapa demikian karena :

1. Disiplin ilmu yang berbeda antara guru penjasorkes dengan guru mata

pelajaran lain.

2. Kuantitas waktu yang berbeda dalam proses pembelajaran.

3. Sarana dan prasarana yang berbeda dalam proses pembelajaran, terutama

jika proses pembelajaran penjasorkes dilaksanakan di luar kelas

(lapangan).

Page 20: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

8

4. Kostum guru yang berbeda antara guru penjasorkes dengan guru mapel

lain, terutama jika proses pembelajaran penjasorkes dilaksanakan diluar

kelas (lapangan).

Adapun sebagian kecil kalangan guru yang tidak suka ( kontra )

terhadap kinerja guru mata pelajaran penjasorkes mengemukakan pendapat,

bahwa untuk menjadi seorang guru mapel penjasorkes sangatlah mudah,

semua orang bisa tidak perlu memiliki disiplin ilmu yang khusus. Mereka

menyatakan demikian karena pada kenyataannya dilapangan setiap proses

pembelajaran penjasorkes. Hanya seperti itu saja, monoton, membosankan,

dan tidak ada perkembangan yang kreatif dari guru penjasorkes dalam proses

pembelajaran. Contohnya mereka melihat langsung di lapangan setiap

pembelajaran penjasorkes siswa hanya diajak ke suatu tempat dalam hal ini

contohnya lapangan bola voli dan diberi bola voli begitu saja, kemudian

siswa dibiarkan bermain dengan guru penjasorkesnya hanya mengawasi dari

jauh di tempat yang teduh.

Pendapat ini mungkin benar tetapi kita tidak bisa berargument secara

mutlak dan memfonis salah semua guru penjasorkes khususnya di SMA se-

kecamatan Bumiayu tentang kinerja guru penjasorkes seperti contoh yang

dikemukakan di atas. Jikapun ada guru penjasorkes yang demikian, mungkin

guru tersebut belum memahami hakekat dan tujuan penjasorkes yang

sesungguhnya.

Page 21: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

9

Agus S. Suryobroto (2001:71) mengatakan bahwa guru pendidikan

jasmani, olahraga, dan kesehatan yang baik dalam proses pembelajaran

pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan harus :

1. Menyiapkan diri dalam hal fisik dan mental.

2. Menyiapkan materi pelajaran sesuai GBPP dan membuat satuan

pembelajaran.

3. Menyiapkan alat, perkakas, dan fasilitas agar terhindar dari bahaya dan

kecelakaan.

4. Mengatur formasi siswa sesuai dengan tujuan, materi, sarana dan

prasarana, metode dan jumlah siswa.

5. Mengoreksi siswa secara individual dan secara klasikal.

6. Mengevaluasi secara formatif dan sumatif.

Bertitik tolak dari pokok pikiran dan pendapat dari masyarakat yang

telah dipaparkan didepan, maka timbullah salah satu pertanyaan bagaimana

kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Untuk itu penulis

tertarik mengadakan penelitian dengan judul :” survei persepsi guru non

penjasorkes terhadap kinerja guru penjasorkes se-kecamatan bumiayu

kabupaten brebes tahun 2009”.

1.2. Permasalahan

Kedudukan guru sebagai pelaksana kurikulum disekolah yaitu,

mampu mengetahui dan menerapkan program pengajaran pada siswa,

mengarahkan jalannya proses belajar dengan baik bertanggung jawab

terhadap terlaksananya kurikulum disekolah sehingga dalam hal ini kinerja

Page 22: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

10

seorang guru harus memiliki kinerja yang baik , dari uraian di atas muncul

permasalahan yaitu :”Bagaimana persepsi guru non penjasorkes SMA Se-

kecamatan Bumiayu terhadap kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga, dan

kesehatan”.

1.3. Tujuan Penelitian

Berdasarkan penelitian yang akan dicapai maka tujuan pelaksanaan

penelitian ini adalah untuk mengetahui “ Persepsi Guru non Penjasorkes

Terhadap Kinerja Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan dalam

Proses Pembelajaran Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan di SMA di

Kecamatan Bumiayu Tahun 2009.

1.4. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang ingin di capai dari penelitian ini adalah :

1. Bagi pihak sekolah, informasi ini nantinya dapat dijadikan sebagai bahan

masukan dalam mengambil langkah-langkah melaksanakan pembelajaran

guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan.

2. Memberikan informasi kepada guru dalam peningkatan pengetahuan dan

profesional dalam meningkatkan mutu pendidikan.

3. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi bagi guru

pendidikan jasmani sehingga kedepannya diharapkan seorang guru

pendidikan jasmani memiliki kinerja yang baik. Sehingga pelaksanaan

proses pembelajaran akan berjalan dengan lancar, bervariasi dan menarik

serta tujuan pembelajaran dapat tercapai secara maksimal.

Page 23: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

11

4. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk prodi

PJKR tentang kekurangan dan kelebihan kinerja guru pendidikan

jasmani, olahraga, dan kesehatan.

5. Sebagai bahan informasi untuk penelitian lebih lanjut yang mempunyai

relevansi.

6. Berguna bagi pembaca yaitu dapat menjadi sumber ilmu pengetahuan dan

teknologi dalam peningkatan kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga,

dan kesehatan.

7. Memberikan informasi kepada masyarakat agar bisa menilai guru dalam

melaksanakan proses pembelajaran.

1.5. Penegasan Istilah

Sehubungan dengan judul di atas agar tidak terjadi salah penafsiran

istilah yang tidak tepat dan orang lain yang berkepentingan dalam penelitian

mempunyai persepsi yang sama dengan peneliti, maka penulis memberikan

batasan istilah sebagai berikut :

1.5.1 Persepsi

Jalaluddin Rahmat (2003 : 51) mengemukakan pendapatnya bahwa

persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan-

hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan

pesan. Sedangkan menurut Desideranto dalam psikologi komunikasi

(Jalaluddin Rahmat, 2003 : 51) persepsi adalah penafsiran suatu objek,

peristiwa atau informasi yang dilandasi oleh pengalaman hidup seseorang

yang melakukan penafsiran itu.

Page 24: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

12

1.5.2 Penjasorkes

Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan menurut Soepartono

(2000:1) merupakan pendidikan yang menggunakan aktivitas fisik sebagai

media utama untuk mencapai tujuan. Bentuk-bentuk aktivitas yang

digunakan oleh anak sekolah adalah bentuk gerak olahraga sehingga

kurikulum pendidikan jasmani di sekolah diajarkan menurut cabang-cabang

olahraga.

Menurut Abdul Gofur (1983:6): “ Pendidikan jasmani adalah suatu

proses pendidikan seseorang sebagai perorangan ataupun sebagai anggota

masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui kegiatan

jasmani yang intensif dalam rangka memperoleh peningkatan dan

keterampilan jasmani, pertumbuhan kecerdasan dan pembentukan watak”.

Menurut Nikon dan Jewett (1980:27) pendidikan jasmani adalah satu

tahap atau aspek dari proses pendidikan keseluruhan yang berkenaan dengan

perkembangan dan penggunaan kemampuan gerak individu yang dilakukan

atas kemampuan sendiri serta bermanfaat dan dengan reaksi atau respon

yang terkait langsung dengan mental, emosi, dan sosial.

Menurut Rusli Lutan dan Soepartono (2000:200), pendidikan

jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan

melalui aktivitas jasmani yang bertujuan untuk meningkatkan individu secara

organik, neuromuscular, intelektual, dan emosional.

Menurut Rusli Lutan (2003 : 14) pendidikan jasmani, olahraga, dan

kesehatan merupakan bagian dari proses pendidikan secara keseleruhan.

Page 25: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

13

Nadisah (1992: 15) mengemukakan bahwa pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan adalah bagian dari pendidikan (secara umum) yang

berlangsung melalui aktivitas yang melibatkan mekanisme gerak tubuh

manusia dan menghasilkan pola-pola perilaku pada individu yang

bersangkutan.

Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan adalah mata pelajaran

yang merupakan bagian pendidikan keseluruhan yang dalam proses

pembelajarannya mengutamakan aktivitas jasmani dan kebiasaan hidup sehat

menuju pada pertumbuhan dan pengembangan jasmani, mental, sosial, dan

emosional yang selaras, serasi dan seimbang (Suplemen GBPP: tahun 1994).

Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan adalah upaya

pendidikan yang diluar sekolah (masyarakat, klinik atau lingkungan).

Dengan kata lain pendidikan kesehatan adalah segala bentuk upaya sengaja

dan berencana yang mencakup kombinasi metode untuk memfasilitaskan

perilaku untuk beradaptrasi yang kondusif bagi kesehatan (Departemen

Pendidikan Nasional, Suplemen GBPP, 2000:16).

Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan adalah proses

pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani dan direncanakan secara

sistematik bertujuan untuk meningkatkan individu secara organik,

neuromaskuler, perseptual, kognitif, sosial, dan emosional (Depdiknas,

2003:6).

Page 26: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

14

1.5.3 kinerja

Kinerja adalah kiat atau prosedur kerja yang dilaksanakan oleh guru

dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya yaitu mengajar baik pada intern

sekolah maupun ekstern sekolah sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan

sehingga menghasilkan tujuan yang diprogramkan (Moh.Uzer Usman :1951:4).

1.5.4 Kinerja Guru

Kinerja guru adalah kiat atau prosedur kerja yang dilaksanakan oleh

guru dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya yaitu mengajar baik

intrakurikuler maupun ekstrakurikuler sesuai dengan kurikulum yang

ditetapkan ( Moh.Uzer Usman, 1995 : 4 ).

Page 27: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

15

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Persepsi

2.1.1 Tinjauan Persepsi

Sejak individu dilahirkan, sejak itu pula individu secara langsung

berhubungan dengan dunia luar. Individu secara langsung menerima stimulus

atau rangsang dari luar disamping dari dalam dirinya sendiri. Individu

mengenali dunia dengan menggunakan alat inderanya. Melalui stimulus yang

diterimanya, individu akan mengalami persepsi. Persepsi merupakan suatu

proses yang didahului oleh penginderaan, yaitu merupakan proses berujud

diterimanya stimulus oleh individu melalui alat reseptornya. Stimulus yang

diteruskan ke pusat susunan syaraf yaitu otak, dan terjadilah proses psikologis,

sehingga individu mengalami persepsi. Ada beberapa syarat terjadinya persepsi

yaitu, adanya obyek persepsi, alat indera atau reseptor yang merupakan alat

untuk menerima stimulus, dan adanya perhatian.

2.1.2 Pengertian Persepsi

Membahas istilah persepsi akan dijumpai banyak batasan atau definisi

tentang persepsi yang dikemukakan oleh para ahli, antara lain oleh : Jalaludin

Rahmat (2003 : 51) mengemukakan pendapatnya bahwa persepsi adalah

pengalaman tentang obyek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh

dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Persepsi setiap

individu dapat sangat berbeda walaupun yang diamati benar-benar sama. Hal

15

Page 28: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

16

ini menurut Krech dkk, karena setiap individu dalam menghayati atau

mengamati sesuatu obyek sesuai dengan berbagai faktor yang determinan yang

berkaitan dengan individu tersebut. Ada empat faktor determinan yang

berkaitan dengan persepsi seseorang individu yaitu, lingkungan fisik dan sosial,

struktural jasmaniah, kebutuhan dan tujuan hidup, pengalaman masa lampau.

Menurut Desideranto dalam Psikologi Komunikasi Jalaluddin Rahmat

(2003 : 51) persepsi adalah penafsiran suatu obyek, peristiwa atau informasi

yang dilandasi oleh pengalaman hidup seseorang yang melakukan penafsiran

itu. Dengan demikian dapat dikatakan juga bahwa persepsi adalah hasil pikiran

seseorang dari situasi tertentu. Muhyadi (1989:233) mengemukakan bahwa

persepsi adalah proses stimulus dari lingkungannya dan kemudian

mengorganisasikan serta menafsirkan atau suatu proses dimana seseorang

mengorganisasikan dan menginterpretasikan kesan atau ungkapan indranya

agar memilih makna dalam konteks lingkungannya. Sarwono (1986:238)

mengartikan persepsi merupakan proses yang digunakan oleh seseorang

individu untuk menilai keangkuhan pendapatnya sendiri dan kekuatan dari

kemampuan-kemampuannya sendiri dalam hubungannya dengan pendapat-

pendapat dan kemampuan orang lain. Pengertian persepsi menurut Bimo

Walgito (2002:88) adalah pengorganisasian, penginterpretasian terhadap

stimulus yang diterima oleh organisme atau individu sehingga merupakan

sesuatu yang berarti dan merupakan aktivitas integrated dalam diri individu. De

Vito (1997:75) mengartikan persepsi adalah proses ketika kita menjadi sadar

akan banyaknya stimulus yang mempengaruhi indra kita. Yusuf (1991:108)

Page 29: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

17

menyebut persepsi sebagai “pemaknaan hasil pengamatan”. Sedangkan

menurut Mar'at (1982:23) persepsi merupakan proses pengamatan seseorang

yang berasal dari komponen kognisi.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan persepi adalah

kecakapan untuk melihat, memahami kemudian menafsirkan suatu stimulus

sehingga merupakan sesuatu yang berarti dan menghasilkan penafsiran.

Lain dari itu persepsi merupakan pengalaman terdahulu yang sering

muncul dan menjadi suatu kebiasaan. Hal tersebut dibarengi adanya pernyataan

populer bahwa "manusia adalah korban kebiasaan" karena 90 % dari

pengalaman sensoris merupakan hal yang sehari-hari dipersepsi dengan

kebiasaan yang didasarkan pada pengalaman terdahulu yang diulang-ulang.

Sehingga mempersepsi situasi sekarang tidak lepas dari adanya stimulus

terdahulu.

Berbagai batasan tentang persepsi di atas, dapat disimpulkan bahwa

persepsi adalah sebagai proses mental pada individu dalam usahanya mengenal

sesuatu yang meliputi aktivitas mengolah suatu stimulus yang ditangkap indera

dari suatu obyek, sehingga didapat pengertian dan pemahaman tentang stimulus

tersebut. Persepsi merupakan dinamika yang terjadi dalam diri individu disaat

ia menerima stimulus dari lingkungannnya. Dalam proses persepsi individu

akan mengadakan penyeleksian apakah stimulus itu berguna atau tidak baginya,

serta menentukan apa yang terbaik untuk dilakukan. Berdasarkan atas

pengertian dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, maka persepsi berkaitan

dengan tingkah laku. Oleh sebab itu individu atau siswa yang persepsinya

Page 30: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

18

positif tentang suatu obyek, maka ia akan bertingkah laku positif pula tentang

obyek tersebut.

Persepsi siswa tentang pelajaran pendidikan jasmani akan

mempengaruhi motivasi belajar siswa dalam belajar yang positif. Apabila siswa

memiliki persepsi yang positif atau baik terhadap mata pelajaran tersebut, maka

ia akan memiliki motivasi belajar yang baik atau positif, demikian juga

sebaliknya.

2.1.3 Proses Terjadinya Persepsi

Proses terjadinya persepsi dapat dijelaskan sebagi berikut. Objek

menimbulakan stimulus dan stimulus mengenai alat indra atau reseptor, perlu di

ketahui bahwa antara objek dan stimulus itu menjadi satu, misalnya dalam hal

tekanan mengenai kulit, sehingga akan terasa tekanan tersebut.

Proses stimulus mengenai alat indra merupakan proses kelamaan atau

proses fisik. Stimulus yang diterima oleh indra kita diteruskan oleh syaraf

sensorik ke otak. Proses ini yang disebut proses fisiologis. Kemudian terjadilah

proses di otak sebagai proses kesadaran sehingga individu menyadari apa yang

dilihat, apa yang didengar, dan apa yang diraba. Proses yang terjadi dalam otak

atau pusat syaraf kesadaran inilah yang disebut sebagai proses psikologis.

Dengan demikian dapat dikemukakan taraf terakhir dari proses persepsi

adalah individu menyadari tentang apa yang dia lihat, dia dengar, atau dia raba

yaitu stimulus yang diterima melalui alat indara. Proses ini merupakan proses

terakhir dari persepsi dan merupakan persepsi dapat diambil dari berbagai

macam bentuk.

Page 31: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

19

Dalam proses persepsi, perlu adanya perhatian sebagai langkah

persiapan dalam persepsi itu. Hal tersebut karena keadaan menunjukan bahwa

individu tidak hanya dikenai stimulus saja, tetapi individu dikenai berbagai

macam stimulus yang ditimbulkan oleh keadaan sekitarnya. Namun demikian

tidak semua stimulus mendapatkan respon individu untuk dipersepsi. Secara

sistematis hal tersebut dapat di kemukakan sebagai berikut :

Gambar 2.1

Proses terjadinya persepsi (Bimo Walgito, 2002:72)

Keterangan gambar :

St = Stimulus

Fi = Faktor intern (Faktor dalam termasuk perhatian)

SP = Struktur pribadi individu

Skema tersebut memberikan gambaran individu menerima rangsang dari

berbagai macam stimulus yang datang dari lingkungannya. Tetapi tidak semua

St St St St

Fi Fi Fi Fi

Respon

Page 32: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

20

stimulus akan diperhatikan atau akan diberi respon. Individu mengadakan

seleksi terhadap stimulus yang mengenainya, dan disini berperan perhatian.

Salah satu pandangan yang dianut secara luas menyatakan bahwa psikologis,

sebagai telaah ilmiah, berhubungan dengan unsur dan proses yang merupakan

perantara rangsangan dari luar organisme dengan tanggapan fisik organisme

yang dapat diamati terhadap rangsangan. Menurut rumusan ini, yang dikenal

dengan teori rangsangan-tanggapan (stimulus- respon), persepsi merupakan

bagian dari keseluruhan proses yang menghasilkan tanggapan setelah

rangsangan diterapkan kepada manusia. Sub proses psikologis lainnya yang

mungkin adalah pengenalan, perasaan, dan penalaran. Seperti dinyatakan dalam

bagan berikut ini, persepsi dan kognisi diperlukan dalam semua kegiatan

psikologis. Bahkan diperlukan bagi orang yang paling sedikit terpengaruh atau

sadar akan adanya rangsangan, menerima dan dengan suatu cara menahan

dampak dari rangsangan.

2.1.4 Fungsi dan Sifat-Sifat Dunia Persepsi

1.1.3.1 Penelitian tentang persepsi mencakup 2 fungsi utama

1. Lokalisasi atau menetukan letak suatu objek.

2. Pengenalan yakni menentukan jenis objek tersebut.

1.1.3.2. Sifat-sifat umum dunia persepsi

1. Dunia persepsi mempunyai sifat-sifat ruang. Objek-objek yang dipersepsi

itu “meruang”, berdimensi ruang. Kita mengenal relasi-relasi serta

penentuan-penentuan yang berhubungan dengan atas-bawah, kiri-kanan,

depan-belakang, dekat-jauh.

Page 33: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

21

2. Dunia persepsi mempunyai dimensi waktu

2.1.5 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi

Proses terbentuknya persepsi sangat kompleks, dan ditentukan oleh

dinamika yang terjadi dalam diri seseorang ketika ia mendengar, mencium,

melihat, merasa, atau bagaimana dia memandang suatu obyek dalam

melibatkan aspek psikologis dan panca inderanya.

David Krech dan Ricard Crutcfield dalam Jalaludin Rahmat (2003:59),

menyatakan bahwa faktor-faktor yang menentukan persepsi dapat dibagi

menjadi dua yaitu : faktor fungsional dan faktor srtuktural.

2.1.3.1 Faktor Fungsional

Faktor fungsional adalah faktor yang berasal dari kebutuhan,

pengalaman masa lalu dan hal-hal lain yang termasuk apa yang kita sebut

sebagai faktor-faktor personal. Faktor fungsional yang menentukan persepsi

adalah obyek-obyek yang memenuhi tujuan individu yang melakukan persepsi.

2.1.3.2 Faktor Struktural

Faktor struktural adalah faktor-faktor yang berasal semata-mata dari

sifat stimulus fisik terhadap efek-efek saraf yang ditimbulkan pada sistem saraf

individu. Faktor-faktor stuktural yang menentukan persepsi menurut teori

Gestalt bila kita ingin memahami suatu peristiwa kita tidak dapat meneliti

faktor-faktor yang terpisah tetapi memandangnya dalam hubungan keseluruhan.

Tertarik tidaknya individu untuk memperhatikan stimulus dipengaruhi

oleh dua faktor yaitu, faktor internal (kebiasaan, minat, emosi dan keadaan

Page 34: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

22

biologis) dan faktor eksternal (intensitas, kebaruan, gerakan, dan pengulangan

stimulus).

1) Faktor eksternal

a. Gerakan, seperti organisme lain, bahwa manusia secara visual tertarik pada

obyek-obyek yang bergerak. Contohnya kita senang melihat huruf dalam

display yang bergerak menampilkan nama barang yang diiklankan.

b. Intensitas stimuli, dimana kita akan memperhatikan stimuli yang lebih

menonjol dari stimuli yang lain.

c. Kebaruan (novelty), bahwa hal-hal baru, yang luar biasa, yang berbeda

akan lebih menarik perhatian.

d. Perulangan, hal-hal yang disajikan berkali-kali, bila disertai dengan sedikit

variasi, akan menarik perhatian. Disini unsur "familiarity" (yang sudah kita

kenal) berpadu dengan unsur-unsur "novelty" (yang baru kita kenal).

Perulangan juga mengandung unsur sugesti yang mempengaruhi bawah

sadar kita.

2) Faktor internal

a. Kebiasaan, kecendeungan untuk mempertahankan pola berfikir tertentu,

atau melihat masalah hanya dari satu sisi saja, atau kepercayaan yang

berlebihan dan tanpa kritis pada pendapat otoritas.

b. Minat, suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau

arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan atau

kebutuhannya sendiri.

Page 35: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

23

c. Emosi, sebagai manusia yang utuh, kita tidak dapat mengesampingkan

emosi, walaupun emosi bukan hambatan utama. Tetapi bila emosi itu sudah

mencapai intensitas yang begitu tinggi akan mengakibatkan stress, yang

menyebabkan sulit berfikir efisien.

d. Keadaan biologis, misalnya keadaan lapar, maka seluruh fikiran didominasi

oleh makanan. Sedangkan bagi orang yang kenyang akan menaruh

perhatian pada hal-hal lain. Kebutuhan biologis menyebabkan persepsi

yang berbeda.

2.2. Pendidikan Jasmani

2.2.1. Pengertian Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan menurut Soepartono

(2000:1) merupakan pendidikan yang menggunakan aktivitas fisik sebagai

media utama untuk mencapai tujuan. Bentuk-bentuk aktivitas yang digunakan

oleh anak sekolah adalah bentuk gerak olahraga sehingga kurikulum

pendidikan jasmani di sekolah diajarkan menurut cabang-cabang olahraga.

Menurut Abdul Gofur (1983:6): “ Pendidikan jasmani adalah suatu

proses pendidikan seseorang sebagai perorangan ataupun sebagai anggota

masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui kegiatan

jasmani yang intensif dalam rangka memperoleh peningkatan dan keterampilan

jasmani, pertumbuhan kecerdasan dan pembentukan watak”.

Menurut Nikon dan Jewett (1980:27) pendidikan jasmani adalah satu

tahap atau aspek dari proses pendidikan keseluruhan yang berkenaan dengan

perkembangan dan penggunaan kemampuan gerak individu yang dilakukan

Page 36: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

24

atas kemampuan sendiri serta bermanfaat dan dengan reaksi atau respon yang

terkait langsung dengan mental, emosi dan sosial.

Menurut Rusli Lutan dan Soepartono (2000:200), pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan merupakan bagian integral dari pendidikan melalui

aktivitas jasmani yang bertujuan untuk meningkatkan individu secara organik,

neuromuscular, intelektual dan emosional.

Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan adalah mata pelajaran

yang merupakan bagian pendidikan keseluruhan yang dalam proses

pembelajarannya mengutamakan aktivitas jasmani dan kebiasaan hidup sehat

menuju pada pertumbuhan dan pengembangan jasmani, mental sosial dan

emosional yang selaras, serasi, dan seimbang (Suplemen GBPP: tahun 1994).

Pendidikan kesehatan olahraga dan kesehatan adalah upaya pendidikan

yang diluar sekolah (masyarakat, klinik atau lingkungan). Dengan kata lain

pendidikan kesehatan adalah segala bentuk upaya sengaja dan berencana yang

mencakup kombinasi metode untuk memfasilitaskan perilaku untuk beradaptasi

yang kondusif bagi kesehatan (Departemen Pendidikan Nasional, Suplemen

GBPP, 2000:16).

Thomas D. Wood dalam Nadisah (19%: 17) mengatakan bahwa

pendidikan kesehatan adalah sejumlah pengalaman di sekolah atau dimana saja

yang berpengaruh baik terhadap kebiasaan, sikap dan pengetahuan yang

berkenaan dengan kesehatan individu, masyarakat dan bangsa. Sedangkan

menurut Detinisi Terminologi (Committee of Terminology, 1951) dalam

Nadisah (1992: 17) pendidikan kesehatan adalah proses pemberian

Page 37: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

25

pengalaman-pengalaman belajar dengan maksud untuk mempengaruhi

pengetahuan, sikap dan perbuatan yang berkenaan dengan kesehatan individu

atau kelompok.

Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat dikatakan bahwa pendidikan

jasmani dan kesehatan sebagai bagian pendidikan secara keseluruhan yang

prosesnya menggunakan aktivitas jasmani atau gerak sebagai alat-alat

pendidikan maupun sebagai tujuan yang hendak dicapai adalah menanamkan

sikap dan kebiasaan hidup sehat dengan memanfaatkan pengetahuan dan

pengalaman tentang kesehatan, baik yang diperoleh secara formal melalui

program sekolah ataupun pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diluar

sekolah.

Pendidikan jasmani, mempunyai peran dalam pembinaan dan

pengembangan individu maupun kelompok dalam pemantapan pertumbuhan

dan perkembangan jasmani, mental, sosial, serta emosional yang selaras dan

seimbang.

2.2.2. Tujuan dan Fungsi Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan

2.2.2.1. Tujuan pendidikan jasmani

Menurut Depdiknas (2003:2) menyatakan tujuan pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan sebagai berikut :

1. Meletakan landasan karakter yang kuat melalui nilai dalam pendidikan

jasmani, olahraga, dan kesehatan.

2. Membangun landasan kepribadian yang kuat, sikap cinta damai, sikap

sosial dan toleransi dalam kontek kemajemukan budaya etnis dan agama.

Page 38: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

26

3. Menumbuhkan kemampuan berfikir kritis melalui tugas- tugas

pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan.

4. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggung jawab, kerja

sama, percaya diri dan demokratis melalui aktivitas jasmani.

5. Mengembangkan keterampilan gerak dan keterampilan teknik serta

strategi berbagai permainan dan olahraga, aktivitas pengembangan,

senam,aktivitas ritmik, akuatik, dan pendidikan luar sekolah.

6. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya

pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup

sehat melalui berbagai aktivitas jasmani.

7. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri

dan orang lain.

8. Mengetahui dan memahami konsep aktivitas jasmani sebagai aktivitas

jasmani sebagai informasi untuk mencapai kesehatan, kebugaran, dan pola

hidup sehat.

9. Mampu mengisi waktu luang dengan aktivitas jasmani yang bersifat

rekreatif.

2.2.2.2 Fungsi pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan

Fungsi dari pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan sebagai

berikut:

1) Merangsang pertumbuhan dan perkembangan jasmani yang serasi, selaras

dan seimbang.

Page 39: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

27

2) Meningkatkan perkembangan sikap, mental, sosial, dan emosional yang

serasi, selaras dan seimbang.

3) Memberikan kemampuan untuk menjelaskan manfaat pendidikan jasmani

dan kesehatan dan memenuhi hasrat bergerak.

4) Meningkatkan perkembangan (aktivitas sistem peredaran darah,

pencernaan, pernafasan dan syarat.

5) Memberikan kemampuan untuk memelihara dan meningkatkan kesegaran

jasmani dan kesehatan.

Batasan pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan yang dilakukan

oleh UNESCO dalam International Charter of Physical Education and Sport

yang dikutip Abdulkadir Ateng (1993:8), suatu proses pendidikan seseorang

sebagai individu ataupun seorang anggota masyarakat yang melakukan

secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan jasmani dalam rangka

memperoleh peningkatan kemampuan dan ketrampilan jasmani, kecerdasan

dan pembentukan watak.

Menurut Rajsdrop yang dikutip oleh Abdulkadir Ateng (1993:20),

Pendidikan jasmani adalah suatu aspek dari pendidikan total, karena itu

selalu berurusan dengan manusia secara integral. Pendidika jasmani adalah

pergaulan paedagogi dalam dunia gerak dan pengalaman jasmani. Sementara

dalam Garis-garis Besar Program Pengajaran yang diterbitkan oleh

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1999:2) disebutkan bahwa

pendidikan jasmani adalah suatu bagian dari pendidikan keseluruhan yang

mengutamakan aktivitas jasmani dan pembinaan hidup sehat untuk

Page 40: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

28

pertumbuhan dan perkembangan jasmani, mental, sosial dan emosional yang

serasi, selaras dan seimbang.

2.2.3. Kurikulum Pendidikan Jasmani

Menurut Haryanto ( 1997 : 5) pendidikan disekolah adalah suatu

interaksi antara pendidikan dan terdidik menguasai tujuan-tujuan pendidikan.

Untuk mencapai tujuan yang diharapkan tentunya diperlukan suatu metode dan

alat yang dianggap sesuai. Untuk itu perlu suatu landasan yang kokoh untuk

memberi arah yang jelas dalam pendidikan. Maka disusunlah kurikulum

disekolah yang mempunyai tujuan yang Jelas dengan bahan-bahan yang

disusun secara sistematis dan cermat.

Secara sederhana guru-guru pada umumnya mengartikan kurikulum

sebagai seperangkat rencana dan dan pengaturan isi dan pelajaran serta cara

yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar

di Sekolah. Dalam hal tersebut, kurikulum minimal menyangkut tiga hal, yaitu:

1. Persoalan rencana atau program pendidikan dan pengajaran.

2. Persoalan pengaturan isi dan bahan ajar pada setiap jenjang pendidikan.

3. Pedoman atau cara dalam kegiatan belajar mengajar.

Menurut Rusty Ahmad (1988:6) dalam arti luas bahwa kurikulum

adalah seperangkat pengalaman yang mempunyai arti dan terarah untuk

mencapai tujuan tertentu dibawah pengawasan sekolah. Dengan kata lain

kurikulum adalah piranti dasar dari proses pendidikan.

Menurut J.L Loyd dan Delmas F. Millar yang dikutip oleh Nasution

(2006:6) kurikulum adalah serangkaian komponen metode belajar mengajar,

Page 41: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

29

cara mengevaluasi kemajuan siswa dan seluruh perubahan pada tenaga

pengajar, bimbingan dan penyuluhan, supervisi, administrasi, waktu, jumlah

ruang, dana serta pilihan pelajaran.

Menurut J. Salen Saylor dan William. M Alexander yang dikutip oleh

Nasution (2006:4) kurikulum meliputi segala pengalaman yang disajikan oleh

sekolah agar anak mencapai tujuan yang ditentukan oleh guru. Tujuan ini akan

dicapai melalui berbagi pengalaman , baik pengalaman disekolah maupun

diluar sekolah.

Menurut Harold. B Albert cs yang dikutip oleh Nurhasan (2000:1)

memandang kurikulum sebagai " all the activities that are provide for the

student by the school ". Dengan kurikulum dimaksud segala kegiatan yang

disajikan oleh sekolah di dalam kelas dan di luar kelas.

Berdasarkan struktur program jumlah pelajaran pendidikan jasmani dan

kesehatan, masing-masing kelas dua jam pelajaran setiap minggu termasuk tes

dan ulangan / ujian.

2.2.4. Proses Belajar Mengajar Pendidikan Jasmani Olahraga dan

kesehatan.

2.2.4.1 Guru Pendidikan Jasmani,Olahraga, dan Kesehatan

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik,

mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi

peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal,

pendidikan dasar, dan pendidikan menengah (UU No. 14/2005 : pasal 1).

Page 42: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

30

Pendidikan jasmani merupakan bagian penting dari proses pendidikan.

Artinya, penjasorkes bukan hanya dekorasi atau ornamen yang ditempel pada

program sekolah sebagai alat untuk membuat anak sibuk. Tetapi penjasorkes

adalah bagian penting dari pendidikan. Melalui penjasorkes yang diarahkan

dengan baik, anak-anak akan mengembangkan keterampilan yang berguna

bagi pengisian waktu senggang, terlibat dalam aktivitas yang kondusif untuk

mengembangkan hidup sehat, berkembang secara sosial, dan menyumbang

pada kesehatan fisik dan mentalnya. Secara umum pendidikan jasmani dapat

didefinisikan sebagai proses pendidikan melalui aktivitas jasmani, permainan

atau olahraga yang terpilih untuk mencapai tujuan pendidikan.

Pengajaran dilaksanakan oleh tenaga – tenaga profesional dan tenaga

– tenaga non profesional bertingkat – tingkat persiapannya. Tingkat

profesionalisasi itu didasarkan pada kemampuan khusus, pengalaman, latar

belakang akademis, ijazah, dan gelar yang dimilikinya.

Profesi guru merupakan bidang pekerjaan khusus yang tentunya tidak

bisa dilakukan oleh sembarangan orang dan hanya bisa dilaksanakan oleh

orang-orang terdidik yang sudah disiapkan untuk menekuni bidang

pendidikan. Pekerjaan khusus tersebut dilaksanakan dengan prinsip-prinsip:

1. Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa dan idealisme.

2. Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan,

ketakwaan, dan akhlak mulia,

3. Memiliki kualitas akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan

bidang tugasnya,

Page 43: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

31

4. Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugasnya,

5. Memiliki tanggungjawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan,

6. Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja,

7. Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara

berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat,

8. Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas

keprofesionalan, dan

9. Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-

hal yang berkaitan dengan tugas profesi guru.

Sebagai profesi guru wajib memiliki kualifikasi akademik,

kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani, dan rohani, serta memiliki

kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kualifikasi

akademik yang disyaratkan bagi guru adalah guru harus mempunyai

pendidikan sarjana atau diploma empat. Sedangkan kompetensi guru yang

dipersyaratkan adalah kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian,

kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui

pendidikan profesi.

Guru adalah jabatan professional yang memerlukan berbagai keahlian

khusus. Sebagai suatu profesi, maka harus memenuhi kriteria profesional,

(hasil lokakarya pembinaan Kurikulum Pendidikan Guru UPI Bandung)

sebagai berikut :

1. Fisik

Sehat jasmani dan rohani

Page 44: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

32

Tidak mempunyai cacat tubuh yang bisa menimbulkan ejekan atau

cemoohan atau rasa kasihan dari anak didik.

2. Mental / kepribadian

Berkepribadian / berjiwa Pancasila.

Mampu menghayati GBHN.

Mencintai bangsa dan sesama manusia dan rasa kasih sayang kepada

anak didik.

Berbudi pekerti luhur.

Berjiwa kreatif, dapat memanfaatkan rasa pendidikan yang ada secara

maksimal.

Mampu menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa.

Mampu mengembangkan kreativitas dan tanggungjawab yang besar

akan tugasnya.

Mampu mengembangkan kecerdasan yang tinggi.

Bersifat terbuka, peka, dan inovatif.

Menunjukkan rasa cinta kepada profesinya.

Ketaatannya akan disiplin.

Memiliki sense of humor.

3. Keilmiahan / pengetahuan

Memahami ilmu yang dapat melandasi pembentukan pribadi.

Memahami ilmu pendidikan dan keguruan dan mampu menerapkannya

dalam tugasnya sebagai pendidik.

Page 45: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

33

Memahami, menguasai, serta mencintai ilmu pengetahuan yang akan

diajarkan.

Memiliki pengetahuan yang cukup tentang bidang – bidang yang lain.

Senang membaca buku – buku ilmiah.

Mampu memecahkan persoalan secara sistematis, terutama yang

berhubungan dengan bidang studi.

Memahami prinsip – prinsip kegiatan belajar mengajar.

4. Keterampilan

Mampu berperan sebagai organisator proses belajar mengajar.

Mampu menyusun bahan pelajaran atas dasar pendekatan struktural,

interdisipliner, fungsional, behavior, dan teknologi.

Mampu menyusun garis – garis besar program pembelajaran (GBPP).

Mampu memecahkan dan melaksanakan teknik – teknik mengajar

yang baik dalam mencapai tujuan pendidikan.

Memahami dan mampu melaksanakan kegiatan dan pendidikan luar

sekolah.

Kompetensi professional guru, selain berdasarkan pada bakat guru,

unsur pengalaman dan pendidikan memegang peranan yang sangat penting.

Pendidikan guru, sebagai suatu usaha yang berencana dan sistematis melalui

berbagai program yang dikembangkan oleh LPTK dalam rangka usaha

peningkatan kompetensi guru ( Oemar Hamalik, 2002 : 36 – 38 ).

Jabatan guru adalah suatu jabatan profesi. Guru dalam tulisan ini

adalah guru yang melakukan fungsinya di sekolah. Dalam pengertian

Page 46: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

34

tersebut, telah terkandung suatu konsep bahwa guru profesional yang bekerja

melaksanakan fungsi dan tujuan sekolah harus memiliki kompetensi –

kompetensi yang dituntut agar guru mampu melaksanakan tugasnya dengan

sebaik – baiknya. Tanpa mengabaikan kemungkinan adanya perbedaan

lingkungan sosial kultural dari setiap institusi sekolah sebagai indikator,

maka guru yang dinilai kompeten secara profesional apabila :

1. Guru tersebut mampu mengembangkan tanggungjawab dengan sebaik –

baiknya.

2. Guru tersebut mampu melaksanakan peranan – peranannya secara

berhasil.

3. Guru tersebut mampu bekerja dalam usaha mencapai tujuan pendidikan

(tujuan instruksional) sekolah.

4. Guru tersebut mampu melaksanakan peranannya dalam program mengajar

dan belajar dalam kelas.

Karakteristik itu akan kita tinjau dari berbagai segi tanggungjawab

guru, fungsi, dan peranan guru, tujuan pendidikan sekolah, dan peranan guru

dalam proses belajar mengajar ( Oemar Hamalik, 2002 : 38 – 39 ).

Keberhasilan guru melaksanakan peranannya dalam bidang

pendidikan sebagian besar terletak pada kemampuannya melaksanakan

beragai peranan yang bersifat khusus dalam situasi mengajar dan belajar.

Berdasarkan studi literatur terhadap pandangan Adams & Dickey

dalam bukunya Basic Princiles of Student Teaching, dapat ditarik

kesimpulan bahwa paling tidak terdapat 13 peranan guru di dalam kelas

Page 47: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

35

(dalam situasi belajar mengajar). Tiap peranan menuntut berbagai

kompetensi atau keterampilan mengajar. Dalam tulisan ini hanya akan

menyebut salah satu keterampilan yang dipandang “ inti “ untuk masing –

masing peranan tersebut.

1. Guru sebagai pengajar, menyampaikan ilmu pengetahuan, perlu memiliki

keterampilan memberikan informasi kepada kelas.

2. Guru sebagai pemimpin kelas, perlu memiliki keterampilan cara

memimpin kelompok – kelompok murid.

3. Guru sebagai pembimbing, perlu memiliki keterampilan cara mengajarkan

dan mendorong kegiatan belajar siswa.

4. Guru sebagai pengatur lingkungan, perlu memiliki keterampilan

mempersiapkan dan menyediakan alat dan arahan pelajaran.

5. Guru sebagai partisipan, perlu memiliki keterampilan cara memberikan

saran, mengarahkan pemikiran kelas, dan memberikan penjelasan.

6. Guru sebagai ekspeditur, perlu memiliki keterampilan cara menyelidiki

sumber – sumber masyarkat yang akan digunakan.

7. Guru sebagai perencana, perlu memiliki keterampilan cara memilih, dan

meramu bahan pelajaran secara profesional.

8. Guru sebagai supervisor, perlu memiliki keterampilan mengawasi kegiatan

anak dan ketertiban kelas.

9. Guru sebagai motivator, perlu memiliki keterampilan mendorong motivasi

belajar anak.

Page 48: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

36

10. Guru sebagai perannya, perlu memiliki keterampilan cara bertanya

merangsang kelas berpikir dan cara memecahkan masalah.

11. Guru sebagai pengajar, perlu memiliki keterampilan cara memberikan

penghargaan terhadap anak – anak yang berprestasi.

12. Guru sebagai evaluator, perlu memiliki keterampilan cara menilai anak –

anak secara objektif, kontinyu, dan komprehensif.

13. Guru sebagai konselor, perlu memiliki keterampilan cara membantu anak

– anak yang mengalami kesulitan tertentu.

Pandangan klasik yang lain mengenai pengetahuan ialah yang

dikemukakan oleh Aristotales, dan yang kemudian dikembangkan pula

melalui aliran empirisme John Locke. Menurut pandangan empirisme,

pengetahuan bukanlah telah ada dalam pikiran murid – murid berupa “idea“.

Tetapi pengetahuan murid itu diperoleh dari dunia luar dirinya. Pandangan

ini menganggap bahwa jiwa murid – murid berfungsi sebagai wadah yang

dapat diisi dengan ilmu pengetahuan. Sehubungan dengan itu maka guru

yang baik adalah orang yang tahu benar pengetahuan yang diajarkannya. Dan

murid hanya bersikap menerima dengan pasif saja apa yang diajarkan oleh

gurunya.

Pandangan seperti tersebut di atas terjelma di sekolah – sekolah

tradisional, sehingga mengajar pada sekolah – sekolah tradisional itu

menampakkan ciri – ciri sebagai berikut ini :

1. Mengajar berpusat pada bahan pelajaran.

2. Mengajar berpusat pada guru.

Page 49: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

37

3. Metode mengajar ialah ceramah.

Konsep modern tentang mengajar mencakup hal – hal sebagai berikut ini :

1. Belajar adalah mengalami.

2. Belajar ialah memecahkan masalah ( problem solving ).

3. Pengajaran tertuju pada pengembangan segenap aspek kepribadian.

4. Dalam proses pengajaran murid yang aktif.

5. Dalam proses pengajaran peranan minat penting.

Definisi mengajar yang umumnya dipahami dan digunakan

berbunyi sebagai berikut : “ mengajar ialah usaha menyajikan pengetahuan

oleh seorang kepada orang lain “. Rumusan batasan demikian, menurut

Smith (1960 : 87) terutama digunakan oleh orang - orang yang berpendapat

bahwa pengajaran adalah sebagai usaha mengembangkan daya berpikir, yang

berarti bahwa pikiran murid akan berkembang apabila kepadanya disajikan

informasi mengenai fakta dan teori. Sesuai dengan batasan seperti itu maka

mengajar bersifat kegiatan berceramah dan memberikan penjelasan.

Definisi mengajar yang mendukung pandangan bahwa seseorang

yang belajar terlibat dalam kegiatan “ problem solving “ adalah misalnya

seperti yang dirumuskan oleh John bubacher ( 1967 ) berbunyi : “ Mengajar

merupakan usaha mengatur dan mempengaruhi situasi yang mengandung

rintangan, dimana seorang individu ingin mengatasi rintangan itu dan ia

belajar dari pengalamannya itu “. Dalam hal ini mengajar berarti melibatkan

dan membimbing murid dalam proses memecahkan masalah yang

dihadapinya.

Page 50: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

38

Dibawah ini akan dikemukakan beberapa pinsip mengajar yang

bertolak dari pandangan modern ( untuk membedakannya dengan yang

tradisional ) mengenai mengajar. Seperti telah disebutkan, pandangan

modern itu telah tumbuh sebagai akibat adanya perubahan dalam cara

memandang hakekat manusia ( guru, murid, dan masyarakat ) serta

kehidupan ini, yang mempunyai implikasi pada proses mengajar belajar.

Beberapa prinsip yang mendapat perhatian dalam pengajaran

modern adalah sebagai berikut :

1. Pengajaran haruslah bertolak dari filsafat hidup bangsa.

2. Pengajaran harus bertujuan untuk mengubah dan mengembangkan pola –

pola tingkah laku murid.

3. Pengajaran harus bertolak dari kurikulum yang menjangkau keperluan

anak dan masyarakat.

4. Pengajaran harus memperhatikan setiap murid dan mendorong

perkembangan semua potensi mereka sepenuhnya.

5. Pengajaran hendaknya menjadikan masyarakat sumber untuk belajar.

6. Pengajaran modern bertolak dari keyakinan bahwa belajar adalah proses

mengalami.

7. Pengajaran modern mementingkan kreativitas murid.

8. Pengajaran modern bertolak dari kenyataan bahwa murid – murid berbeda

satu sama lain.

9. Pengajaran modern bertolak dari anggapan bahwa murid merupakan

organisma yang aktif dan beraksi secara menyeluruh.

Page 51: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

39

10. Penilaian yang kontinyu dan menilai diri sendiri adalah prinsip yang

penting dalam pengajaran modern.

11. Pengajaran akan lebih berhasil membuat pengalaman murid saling

berhubungan apabila diadakan korelasi antara mata pelajaran.

12. Pengajaran akan lebih berhasil apabila dibantu dengan alat – alat peraga

dan menggunakan berbagai sumber.

13. Pengajaran harus memberi kesempatan yang cukup bagi murid untuk

bekerjsama dalam kelompok disamping belajar individual.

14. Dalam proses pengajaran motivasi adalah penting.

Disamping fungsi guru yang utama yaitu mengajar, seorang guru

mempunyai pula sejumlah fungsi yang lain, yaitu :

1. Mengajar.

2. Membimbing.

3. Mengerjakan tugas – tugas administrasi.

4. Melakukan tugas – tugas dalam hubungan dengan masyarakat.

5. Melakukan kegiatan – kegiatan profesional.

Kode etik guru Indonesia

Kode etik guru Indonesia dapat dirumuskan sebagai himpunan nilai-

nilai dan norma-norma profesi guru yang tersusun dengan baik dan

sistematis dalam suatu system yang utuh dan bulat. Fungsi kode etik guru

Indonesia adalah sebagai landasan moral dan pedoman tingkah laku setiap

guru dalam menunaikan tugas pengabdiannya sebagi guru, baik di dalam

maupun di luar sekolah serta dalam kehidupan sehari-hari di

Page 52: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

40

masyarakat.dengan demikian, maka kode etik guru Indonesia merupakan alat

yang amat penting untuk pembentukan sikap profesional para anggota

profesi keguruan.

Dalam kongres PGRI XVI tahun 1989 di Jakarta menyebutkan kode

etik guru Indonesia adalah sebagi berikut :

Guru Indonesia menyadari, bahwa pendidikan adalah bidang

pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa, dan Negara, serta

kemanusiaan pada umumnya. Guru Indonesia yang berjiwa pancasila dan

setiap pada Undang-undang Dasar 1945, turut bertanggung jawab atas

terwujudnya cita-cita Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia 17

agustus 1945. oleh sebab itu, guru Indonesia terpanggil untuk menunaikan

karyanya dengan berpedoman pada dasar-dasar sebagai berikut :

1. Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia

Indonesia seutuhnya yang berjiwa pancasila.

2. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran professional.

3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang pesarta didik sebagai

bahan melakukan bimbingn dan pembinaan.

4. Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang

memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat

sekitarnya untuk membina peran serta dan tangguung jawab bersama

terhadap pendidikan.

6. Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan

meningkatkan mutu dan martabat profesinya.

Page 53: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

41

7. Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan

kesetiakawanan sosial.

8. Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu

organisasi PGRI sebagi sarana perjuangan dan pengabdian.

9. Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang

pendidikan. (Made Pidarta, 2000 : 56)

2.1.4.1. Pengertian Belajar

Kegiatan belajar tidak hanya dilingkungan sekolah tapi bisa juga di

lingkungan keluarga atau masyarakat karena belajar merupakan suatu proses

dari tidak tau menjadi tahu baik secara sengaja atau tidak sengaja, contoh yang

di sengaja adalah kita belajar di sekolah sedangkan untuk yang tidak disengaja

adalah dari pengalaman yang kita dapat, sedangkan menurut Gagne dan

Berliner yang dikutip oleh Catharina Tri Anni (2004 :2) belajar adalah

merupakan proses dimana suatu organisme mengubah perilakunya karena hasil

dari pengalaman. suatu aktivitas psikis atau mental yang berlangsung dalam

interaksi aktif dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan dalam

pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai dan sikap. Perubahan itu relative

atau konstan dan berbekas.

Catharina Tri Anni (2004 :2) mengemukakan bahwa belajar merupakan

proses penting bagi perubahan perilaku manusia dan ia cukup mencakup segala

sesuatu yang dipikirkan dan dikerjakan. Belajar memegang peranan penting di

dalam perkembangan, kebiasaan, sikap, keyakinan, tujuan, kepribadian, dan

bahkan persepsi manusia. Oleh karena itu dengan menguasai prinsip-prinsip

Page 54: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

42

dasar tentang belajar, seseorang mampu memahami bahwa aktivitas belajar itu

memegang peranan penting dalam proses psikologis.

2.1.4.2 Pengertian mengajar

Kata mengajar identik dengan seorang guru dimana guru dipercaya

sebagai mediator dalam proses belajar menghafal. Mengajar dapat diberi arti

bermacam-macam tergantung pandangan yang mendefinisikan. Secara

tradisional mengajar diartikan sebagai penyampaian pengetahuan pada anak,

Dalam hal ini memberi kesan bahwa mengajar itu yang lebih aktif adalah

pengajar atau guru.

Pengajar aktif memberi informasi ilmu pengetahuan dan pengalaman,

sedangkan pelajar tinggal siap untuk menerima materi yang diberikan (Hartanti,

1997 :26) .

Menurut Raka Joni yang dikutip oleh Hartanti (1997 : 27) mengajar

adalah penciptaan suatu sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya

proses mengajar, merupakan salah satu tanggung jawab guru atau pengajar,

sedangkan unsur-unsur yang lain berfungsi sebagai pendukungnya, seperti

kelengkapan sarana dan prasarana juga sangat menentukan. Para pengajar

dituntut untuk bekerja ekstra keras dan penuh kesungguhan, sebab ditangan

para pengajar inilah akan tercipta manusia-manusia yang lebih cerdas, terampil

dan berbudi pekerti luhur. Belajar yang di maksud dengan sistem lingkungan

di sini adalah kesatuan yang terorganisir antara komponen-komponen pengajar

untuk mencapai tujuan pengajaran yang telah dirumuskan.

Page 55: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

43

Proses belajar mengajar mata pelajaran pendidikan jasmani dan

kesehatan akan berjalan dengan lancar bilamana pelajar dan pengajar sama-

sama aktif dalam melakukan kegiatan. ss

Belajar merupakan kegiatan yang paling utama bagi para siswa, dimana

guru sebagai tenaga pengajarnya membimbing dan mendidik siswa agar lebih

baik dari sebelumnya. Proses belajar mengajar merupakan rangkaian integral

dari dua kegiatan, yaitu kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh

pengajar. Kedua kegiatan berlangsung secara terpadu dan bersama-sama untuk

mencapai suatu tujuan.

Proses belajar mengajar akan dapat terlaksana dengan baik dan berhasil

apabila didukung oleh tenaga pengajar yang trampil, sumber daya yang

memadai dan sarana prasarana yang mendukung, ketiganya merupakan satu

kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, terlebih lagi mengenai sarana dan

prasarana untuk kegiatan belajar mengajar dimana unsur yang satu ini sangat

menunjang kelancaran proses belajar mengajar, terlebih lagi pengajaran

pendidikan jasmani dimana pelajaran ini sangat ditentukan oleh sarana dan

prasarana yang mendukung agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan

lancar.

2.3 Kinerja

2.3.1 Pengertain Kinerja

Kinerja adalah kiat atau prosedur kerja yang dilaksanakan oleh guru

dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya yaitu mengajar baik pada intern

Page 56: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

44

sekolah maupun ekstern sekolah sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan

sehingga menghasilkan tujuan yang diprogramkan (Moh.Uzer Usman :1951:4).

Kinerja adalah proses sistematika untuk menilai prilaku atau hasil kerja

dalam kurun waktu tertentu yang akan menjadi dasar kebaikan dalam

pembangunan (Jiwo Wungu,2003:31).

2.3.2 Kinerja Guru

Kinerja guru adalah kiat atau prosedur yang dilaksanakan oleh guru

dalam melaksanakan tugas dan kewajiban yaitu mengajar baik intrakurikuler

maupun ekstrakurikuler sesuai dengan kurikulum yang diterapkan sehingga

menghasilkan tujuan yang ditetapkan. Dalam penelitian ini kinerja guru

diidentikan dengan kompetensi guru, yaitu kemampuan guru baik yang

kuantitatif maupuna yang kulitatif ( Moh.Uzer Usman, 1995 : 4 ).

Guru menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan siswa.

Guru sangat berperan dalam meningkatkan proses belajar mengajar, maka dari

itu seorang guru dituntut untuk memiliki berbagai kompetensi dasar dalam

proses belajar mengajar.

Dalam kaitannya dengan kinerja guru dalam melaksanakan belajar

mengajar, maka dapat dikemukakan Tugas Keprofesionalan Guru menurut

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 pasal 20 (a)

tentang Guru dan Dosen adalah merencanakan pembelajaran, melaksanakan

proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil

pembelajaran.

Page 57: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

45

Kinerja guru yang baik tentunya tergambar pada penampilan mereka

baik penampilan kemampuan akademik maupun kemampuan profesi menjadi

guru artinya mampu mengelola pengajaran di dalam kelas dan mendidik siswa

di luar kelas dengan sebaik-baiknya.

Dalam berbagai literatur pengembangan sumber daya manusia

digunakan berbagai istilah untuk mendefinisikan mengenai kinerja pegawai

menurut jiwo wungu ( 2003 ; 31 ) di jelaskan bahwa kinerja merupakan proses

sistematik untuk menilai segenap perilaku kerja dalam kurun waktu tertentu

yang akan menjadi dasar penetapan kebijakan dan pengembangan. Sedangkan

menurut Dessler ( 1992 : 516 ) menyatakan bahwa kinerja hampir sama dengan

prestasi kerja yaitu perbandiangan antara hasil kerja yang secara nyata dengan

standar kerja yang ditetapkan. Dalam hal ini kinerja lebih memfokuskan pada

hasil kerjanya. Selain itu istilah kinerja diterjemahkan dari kata “ performance “

yang juga berarti prestasi kerja pelaksanaan kerja, pencapaian kerja atau hasil

kerja / unjuk kerja / penampilan kerja. Kinerja pada dasarnya adalah apa yang

dilakukan atau tidak dilakukan karyawan.

Dari penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa kinerja yang

dimaksud disini adalah penilaian dari hasil kedisiplinan dan kompetensi

professional guru ( penjasorkes ) yang diperlihatkan dalam proses kegiatan

belajar mengajar.

2.3.3 Komponen Kinerja Guru

Komponen kinerja guru terdiri atas 3 hal,

Page 58: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

46

1. Perencanaan Pengajaran, indikatornya ; (1) merencanakan pengelolaan

kegiatan pembelajaran ; (2) merencanakan pengorganisasian bahan atau

sumber pengajaran ; (3) merencanakan pengelolaan kelas ; (4) merencanakan

penggunaan alat dan metode pengajaran ; (5) merencanakan penilaian

prestasi siswa untuk kepentingan pengajaran (Moh.Uzer Usman, 2000 : 20-

12 ).

2. Pelaksanaan Pengajaran, indikatornya meliputi : (1) memulai pelajaran ; (2)

memotivasi siswa untuk melibatkan dalam kegiatan belajar mengajar ; (3)

menggunakan alat / media pengajaran ; (4) memberikan kesempatan kepada

siswa untuk terlibat secara aktif ; (5) memberikan penguatan ; (6) mengakhiri

pelajaran.

3. Evaluasi Pengajaran, indikatornya meliputi : (1) sejauhmana siswa

memahami pelajaran yang telah dipelajarinya ; (2) sejauhmana tujuan

pendidikan telah tercapai, apakah siswa sudah menunjukan prestasi belajar

belajar yang diharapkan, atau apakah siswa sudah memperhatikan

perubahan-perubahan dalam tingkah laku dan sikap.

2.3.4 Kriteria Kinerja Guru

Baik buruknya kinerja guru dapat diukur melalui indikator kedisiplinan

dan kompetensi profesional yang dimilikinya.

Kedisiplinan dapat diartikan ketertiban atau keselarasan tingkah laku

menurut peraturan yang sudah ditetapkan. Dalam hal ini guru harus disiplin

dalam proses belajar mengajarnya yang meliputi : perencanaan pengajaran,

pelaksanaan pengajaran, dan evaluasi.

Page 59: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

47

Kompetensi guru merupakan kemampuan seseorang guru dalam

melaksanakan kewajiban secara bertanggungjawab dan layak (Moh.uzer

Usman, 2000 : 14 ). Dalam hal ini dimaksudkan guru mampu dalam

melaksanakan kewajiban dalam proses belajar mengajar yang meliputi :

perencanaan pengajaran, pelaksanaan pengajaran, evaluasi pembelajaran.

Tugas utama guru adalah mengajar, mendidik, dan melatih siswa.

Dimensi kompetensi profesinonal guru yang terkait langsung dengan

pembelajaran antara lain meliputi 5 hal yang dikemukakan (Moh. Uzer Usman

2006 : 17) adalah :

1. Menguasai landasan kependidikan

2. Menguasai bahan pelajaran

3. Menguasai program pengajaran

4. Melaksanakan program pengajaran

5. Menilai hasil proses belajar yang dilaksanakan.

Dari pendapat diatas dapat dinyatakan bahwa berdasarkan kedisiplinan

dan kompetensi profesional yang dimiliki guru maka kinerja guru dapat

dikategorikan menjadi 3 kriteria yaitu :

1. Kinerja baik, yaitu baik dalam perencanaan pekerjaan, baik dalam

pelaksanaan pekerjaan, dan baik dalam pencapaian hasil.

2. Kinerja cukup baik, yaitu cukup dalam perencanaan pekerjaan, cukup baik

dalam pelaksanaan pekerjaan, dan cukup baik dalam pencapaian hasil.

3. Kinerja buruk, yaitu buruk dalam perencanaan pekerjaan, buruk dalam

pelaksanaan pekerjaan, dan buruk baik dalam pencapaian hasil.

Page 60: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

48

2.3.5 Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Guru

Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru, diantaranya adalah

disiplin kerja, kemampuan atau kompetensi profesional, motivasi guru, dan

kreatifitas guru yang bersangkutan ( Mangkunegara, 1996 : 67 ).

Disiplin kelas atau sekolah adalah ketertiban dimana para guru, staf

sekolah dan siswa yang tergabung dalam kelas atau sekolah, tunduk kepada

peraturan-peraturan yang telah ditetapkan dengan senang hati (Soekarto Indra

Fachrudi, 1989 : 108). Pada pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan

kesehatan diperlukan adanya disiplin baik guru maupun siswa. Guru

diharapkan dapat mempelopori disiplin sekolah, artinya guru memberi contoh

terlebih dahulu tentang sikap disiplin dalam proses pembelajaran sesuai dengan

peraturan dan norma sekolah (Aswandi Bahar ,1989 : 149).

Dalam peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 bab 4 pasal 28 ayat

1-3 menyebut bahwa (1) pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan

kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta

memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional (2)

kualifikasi akademik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah tingkat

pendidikan nasional yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik yang

dibuktikan dengan ijazah dan / sertifikat keahlian yang relevan sesuai dengan

peraturan perundang-undangan yang berlaku (3) kompetensi sebagai agen

pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan

usia anak dini meliputi kompetensi paedagogik, kompetensi kepribadian,

kompetensi profesional dan kompetensi sosial.

Page 61: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

49

Sedangkan kompetensi profesional dapat diartikan sebagi seperangkat

kemampuan atau keahlian yang harus dimiliki oleh seorang guru sebagai tenaga

profesional kependidikan yang diperoleh melalui pengalaman pendidikan dan

pelatihan dalam kurun waktu tertentu (Rusli Ibrahim, 2006 : 1).

Sikap guru yang professional akan mempengaruhi keberhasilan dalam

proses belajar mengajar ini sangat dibutuhkan dalam eraglobalisasi dengan

berbagai kemajuan khususnya kemajuan ilmu dan teknologi yang berpengaruh

terhadap pendidikan (Usman, 2006 : 1).

Oleh karena itu, guru yang merupakan salah satu faktor yang sangat

menunjang bagi keberhasilan pendidikan disekolah harus melaksanakan

kinerjanya dengan kompetensi yang baik dan disiplin kerja yang tinggi agar

memperoleh hasil yang maksimal.

2.3.6 Jenis-jenis kompetensi kinerja guru

Kompetensi kinerja guru di bagi menjadi dua, yaitu:

a. Kompetensi pribadi

1. Mengembangkan kepribadian

a) Bertaqwa kepada Tuhan YME.

b) Berperan dalam masyarakat sebagai warga Negara yang berjiwa

Pancasila.

c) Mengembangkan sikap-sikap terpuji yang dipersyaratkan bagi

persyaratan guru.

2. Berinteraksi dan berkomunikasi

Page 62: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

50

a) Berinteraksi dengan sejawat dengan meningkatkan kemampuan

profesional.

b) Berinteraksi dengan masyarakat lembaga-lembaga kemasyarakatan

yaitu berkaitan dengan pendidikan.

c) Melaksanakan bimbingan dan penyuluhan.

d) Melaksanakan administrasi sekolah.

3. Melaksanakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran.

a) Mengkaji konsep dasar penelitian ilmiah.

b) Melaksanakan penelitian sederhana.

b. Kompetensi professional

1. Menguasai landasan pendidikan.

a) Mengenal tujuan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan

nasional.

b) Mengenal fungsi sekolah dalam masyarakat.

c) Mengenal prinsip-prinsip psikologi pendidikan yang dapat

dimanfaatkan dalam proses belajar mengajar.

2. Menguasai bahan pengajaran.

a) Menguasai bahan belajar kurikulum pendidikan dasar dan

menengah.

b) Menguasai bahan pengajaran.

3. Menyusun program pengajaran.

a) Menetapkan bahan pembalajaran.

b) Memilih dan mengembangkan bahan pembelajaran.

Page 63: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

51

c) Memilih dan mengembangkan strategi belajar mengajar.

d) Memilih dan mengembangkan media pengajaran yang sesuai.

4. Melaksanakan program pengajaran.

a) Menciptakan iklim belajar mengajar yang tepat.

b) Mengatur ruangan belajar.

c) Mengelola interaksi belajar megajar.

5. Menilai hasil dan proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan.

a) Menilai prestasi murid untuk kepentingan pengajaran.

b) Menilai proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan (Moh.

Uzer Usman, 2007:16-19).

Page 64: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

52

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Jenis penelitian.

Dalam penelitian ini metode yang digunakan sejak tahap awal persiapan

sampai tahap akhir yaitu: menggunakan metode kuantitaif.

3.2 Populasi

MenuruSuharsimi Arikunto (2002:108) populasi merupakan

keseluruhan subjek penelitian.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa populasi merupakan

keseluruhan subjek penelitian, dimana populasi yang akan diteliti dalam

penelitian ini adalah guru SMA Se-Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes

terhadap kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan yang

berjumlah tiga sekolah dengan jumlah guru non penjas 117 orang.

Pada penelitian ini terdapat populasi 117 orang guru non penjasorkes.

Jadi penggunaan sampel menggunakan teknik total sampling yaitu dengan

mengambil seluruh guru mata pelajaran selain guru penjasorkes di SMA di

Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes.

3.3 Instrumen Penelitian

Langkah-langkah penyusunan instrumen dalam penelitian ini adalah

pembatasan materi yang digunakan untuk penyusunan instrumen yang mengacu

pada ruang lingkup persepsi guru non penjas SMA Se-Kecamatan Bumiayu

terhadap kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan.

52

Page 65: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

53

Dalam tahap ini angket yang telah disusun akan diungkap aspek-aspek

antara lain : (1) Kepribadian Guru Sebagai Pendidik, (2) kompetensi

pedagogik, (3) kompetensi profesi profesional sebagi pendidik, (4) kompetensi

sosial sebagai pendidik.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Faktor penting dalam penelitian yang berhubungan dengan data adalah

metode pengumpulan data. Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam

penelitian ini adalah :

1. Metode kuesioner atau angket.

Angket atau kuesioner adalah dapat dipandang sebagai suatu teknik

penelitian yang banyak mempunyai kesamaan dengan wawancara, dalam

pelaksanaanya angket di laksanakan secara tetulis, oleh karena itu angket sering

disebut wawancara tertulis (Moh. Ali, 1984:87).

Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk

memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya

atau hal-hal yang ia ketahui (Suharsimi Arikunto, 2002:128).

Kuesioner dapat dibedakan menjadi tiga macam menurut sifat jawaban

yang diinginkan, yaitu:

a. Angket tertutup terdiri atas pertanyaan pernyataan dengan jumnlah tertentu

sebagai pilihan.

b. Angket terbuka, angket ini memberikan kesempatan penuh untuk

memberikan jawaban menurut apa yang dirasa oleh responden.

Page 66: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

54

c. Kombinasi angket tertutup dan terbuka, angket ini merupakan percampuran

dua angket tersebut, disamping ada pertanyaan terbuka di dalam kuesioner

juga terdapat pertanyaan tertutup (Nasaution, 2006:129).

Dilihat dari beberapa jenis angket atau kuesioner diatas, dalam

penelitian ini peneliti memilih angket tertutup dimana responden tinggal

memilih jawaban yang sesuai dengan kondisinya. Angket diberikan secara

langsung kepada responden, hal ini dilakukan supaya terjamin bahawa angket

itu semua akan kembali dalam keadaan terisi selain itu untuk mengatasi

masalah-masalah mengenai pertanyaan-pertanyaan yang kurang dipahami oleh

responden.

2. Metode dokumentasi.

Metode dokumentasi adalah metode pengumpulan data mengenai suatu

hal yang berupa catatan, taranskrip, legger dan sebagainya. (Suharsimi

Arikunto,1997:97).

3.5. Analisis Uji Instrumen.

Guna menjamin kualitas dari instrumen yang akan digunakan untuk

penelitian maka insterumen penelitian tersebut perlu diujicobakan, dengan

tujuan untuk deketahui apakah instrumen tersebut dapat digunakan untuk

pengambilan data atau tidak. Instrumen yang baik adalah instrumen yang dapat

terpenuhinya syarat validitas dan reliabilitas yang baik.

3.5.1 Validitas

Validitas adalah ukuran yang menunjukan tingkat kualitas atau

kesahihan instrumen. (Suharsimi Arikunto,1997:146). Untuk mengukur

Page 67: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

55

validitas digunakan rumus korelasi product moment yang dikemukakan oleh

Pearson sebagai berikut :

Rumus Produck Moment :

2222

YYNXXN

YXXYNrxy

Keterangan :

xyr = Koefisien korelasi

X = Skor butir soal

Y = Skor total yang benar dari tiap subyek

N = Jumlah subyek

(Arikunto,2002:146)

Suatu butir angket dinyatakan valid apabila memiliki harga

r xy >r tabel pada taraf signifikansi 5%.

3.5.2 Reliabilitas

Reliabilitas adalah ketepatan atau ketelitian suatu alat evaluasi. Suatu

alat evaluasi yang dikatakan reliabel jika tes tersebut dapat dipercaya,

konsisten atau stabil dan produktif. Rumus yang digunakan untuk

menghitung reliabilitas angket adalah rumus Alpha yaitu :

Rumus Alpha :

2

1

2

11 11

b

kkr

Keterangan :

Page 68: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

56

11r : Realibilitas instrumen

K : Banyaknya butir pertanyaan atau butir soal

2b : Jumlah varian butir

21 : Varian total

(Arikunto, 2002:171)

Untuk mencari varians butir dengan rumus.

NNXX

22

2

Keterangan

= varians tiap butir

X = jumlah skor butir

N = jumlah responden (Suharsimi Arikunto, 1998:171).

3.6 Metode Analisis Data.

Analisis data atau pengolahan dan merupakan satu langkah penting

dalam penelitian. Dalam pelaksanaanya terdapat dua bentuk analisis data

berdasarkan jenis data, bahwa apabila data telah terkumpul, maka

dikualifikasikan menjadi dua kelompok data, yaitu data kualitatif digunakan

pada analisis non statistik dan data kuantitatif digunakan pada analisis statistik

(Suharsimi Arikunto, 1997:245).

Langkah analisis data adalah sebagai berikut :

Page 69: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

57

a. Data dari angket yang didapat berupa data kualitatif. Agar data tersebut

dapat dianalisis maka harusalah diubah menjadi data kuantitatif (Suharsimi

Arikunto, 2002:96).

Menguantitatifkan jawaban item pertanyaan dengan memberikan

tingkat skor untuk masing-masing jawaban sebagi berikut :

Jawaban option ya diberi skor 3

Jawaban option tidak diberi skor 2

Jawaban option tidak tahu diberi skor 1

b. Menghitung frekuensi untuk tiap-tiap kategori jawaban yang ada pada

masing-masing-masing variabel atau subvariabel.

c. Dari perhitungan dalam rumus, akan dihasilkan angka dalam bentuk

presentase.

Adapun rumus untuk menghitung analisis Deskriptif presentase (DP) adalah

DP = %100xNn

Keterangan :

DP = Deskriftif presentase (%)

n = Skor empirik (skor yang diperoleh)

N = skor ideal / jumlah total nilai responden (Mohamad Ali, 1993:186).

d. Analisis data penelitian disesuaikan dengan tujuan penelitian, sehingga

digunakan analisis presentase. Hasil analisis dipresentasikan dengan tabel

kriteria deskriptif, kemudian di tafsirkan dengan kalimat yang bersifat

kualitatif.

Langkah-langkah perhitungan :

Page 70: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

58

1. Menentukan skor tertingi.

2. Menentukan skor terendah

3. Menentukan persentase tertinggi = 100%

4. Menentukan angka persentase = 25%

5. Rentang persentase : 100%-25%=75%

6. Interval kelas persentase : 75%:4=18,75%

Untuk mengetahui tingkat kriteria tersebut, selanjutnya skor yang

diperoleh (dalam %) dengan analisis deskriptif persentase dikonsultasikan

dengan table kriteria.

No Persentase Kriteria

1

2

3

4

81,25% - 100%

62,5% - 81,25%

43,75% - 62,5%

25% - 43,75%

Sangat Baik

Baik

Cukup Baik

Kurang Baik

Tabel 3.1 Kriteria Analisis deskriptif Persentase.

3.7 Sistematika Skripsi

Sistematika Skripsi yang terdiri dari :

Bab I : Pendahuluan yang terdiri dari: latar belakang, rumusan

masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, penegasan istilah,

dan sistematika skripsi.

Bab II : Landasan teori.

Page 71: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

59

Bab III : Metode penelitian yang meliputi: populasi, sampel, variabel

penelitian, metode pengumpulan data, instrumen penelitian, dan

teknik analisis data.

Bab IV : Hasil penelitian dan pembahasan.

Bab V : Penutup yang terdiri dari simpulan dan saran.

Page 72: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

60

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

Hasil penelitian persepsi guru non pendidikan jasmani, olahraga, dan

kesehatan terhadap guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan tingkat

SMA di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes Tahun 2009 yang dilakukan pada

seluruh guru SMA di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes dengan jumlah 117

guru. Pengumpulan data dengan menggunakan metode angket dan dokumentasi.

Berdasarkan angket penelitian didapat hasil sebagai berikut.

Tabel 4.1

Gambaran umum persepsi guru non pendidikan jasmani terhadap guru

pendidikan jasmani

No Kategori Interval Kepercayaan Jumlah Sampel Persentase (%) Rata-rata

1 Sangat Baik 81.26% - 100% 42 35.90% 75,81 2 Baik 62.51% - 81.25% 63 53.85% 3 Cukup 43.76% - 62.50% 12 10.26% 76,58% 4 Kurang 25.00% - 43.75% 0 0.00%

Jumlah 117 100,00% Sumber: Lampiran

Data hasil penelitian tentang persepsi guru non pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan terhadap guru pendidikan jasmani, olahraga, dan

kesehatan tingkat SMA Se Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes diatas dapat

diubah menjadi data grafik yang ditunjukan pada gambar grafik berikut.

Page 73: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

61

35.90%

53.85%

10.26%0.00%

0.00%

10.00%

20.00%

30.00%

40.00%

50.00%

60.00%pr

esen

tase

Sangat Baik Baik Cukup Kurang

kriteria

Diagram umum persepsi guru non penjasoorkes terhadap kinerja guru penjasorkes

Gambar 4.1

Diagram persepsi guru non penjasorkes terhadap

guru penjasorkes

Berdasarkan data distribusi frekuensi di atas menunjukan bahwa persepsi

guru non pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan terhadap guru pendidikan

jasmani, olahraga, dan kesehatan tingkat SMA Se Kecamatan Bumiayu

Kabupaten Brebes tahun 2009 sebagian besar menunjukan kriteria baik, terbukti

dengan jumlah 117 guru, sebanyak 42 guru memenuhi kriteria sangat baik yang

berarti sebanyak 35.90% dari seluruh guru yang ada menunjukan sangat baik. Dan

sebanyak 63 guru memenuhi kriteria baik yang berarti sebanyak 53.85% dari

keseluruhan guru SMA Se Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes menunjukkan

kriteria baik. Dan sebanyak 12 guru memenuhi kriteria cukup yang berarti

sebanyak 10.26% dari keseluruhan guru SMA Se Kecamatan Bumiayu Kabupaten

Brebes menunjukkan kriteria cukup. Persepsi guru SMA Se Kecamatan Bumiayu

Kabupaten Brebes yang menunjukkan kriteria kurang tidak ada atau dengan kata

Page 74: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

62

lain 0 %. Gambaran persepsi guru non pendidikan jasmani, olahraga, dan

kesehatan terhadap pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan tingkat SMA di

Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes Tahun 2009 dari masing-masing

kompetensi dapat disajikan sebagai berikut.

4.1.1 Kepribadian Guru Sebagai Pendidik

Dari hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum persepsi guru non

pendidikan jasmani terhadap guru pendidikan jasmani tingkat SMA Se-

Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes tentang kepribadian guru pendidikan

jasmani, olahraga, dan kesehatan sebagai pendidik mempunyai tingkat persepsi

sangat baik. Untuk lebih jelasnya diperlihatkan pada tabel berikut.

Tabel 4.2

Gambaran umum kepribadian guru sebagai pendidik

No Kategori Interval

Kepercayaan Jumlah Sampel

Persentase (%) Rata-rata

1 Sangat Baik 81.26% - 100% 52 44.44% 17,78 2 Baik 62.51% - 81.25% 52 44.44% 3 Cukup 43.76% - 62.50% 13 11.11% 78,28% 4 Kurang 25.00% - 43.75% 0 0.00%

Jumlah 117 100.00% Sumber: Lampiran

Berdasarkan data distribusi frekuensi di atas menunjukan bahwa persepsi

guru non pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan terhadap guru pendidikan

jasmani tingkat SMA di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes Tahun 2009

sebagian besar menunjukan sangat baik, terbukti dengan jumlah 117 guru,

Page 75: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

63

sebanyak 52 guru memenuhi kriteria sangat baik yang berarti sebanyak 44.44%

dari seluruh guru yang ada menunjukan kriteria sangat baik, terdapat sebanyak 52

guru memenuhi baik yang berarti sebanyak 44.44% dari keseluruhan guru SMA di

Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes menunjukkan kriteria baik. Sedangkan 13

guru yang lain memenuhi kriteria cukup yang berarti sebanyak 11.11% dari

seluruh guru berada pada kriteria yang cukup. Persepsi guru SMA di Kecamatan

Bojong Kabupaten Brebes yang menunjukkan kriteria kurang sekali tidak ada atau

dengan kata lain 0 %. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut ini.

44.44% 44.44%

11.11%

0.00%0.00%5.00%

10.00%15.00%20.00%25.00%30.00%35.00%40.00%45.00%

Pre

sent

ase

Sangat Baik Baik Cukup Kurang

Kriteria

Diagram umum kepribadian guru penjasorkes sebagai pendidik

Gambar 4.2

Diagram umum kepribadian guru pendidikan jasmani sebagai pendidik

4.1.2 Kompetensi Pedagogik

Dari hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum persepsi guru non

pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan terhadap pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan tingkat SMA di Kecamatan Bumiayu tentang

Page 76: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

64

kompetensi pedagogik guru pendidikan jasmani mempunyai tingkat yang baik.

Untuk lebih jelasnya diperlihatkan pada tabel berikut.

Tabel 4.3

Gambaran kompetensi pedagogik

No Kategori Interval

Kepercayaan Jumlah Sampel

Persentase (%) Rata-rata

1 Sangat Baik 81.26% - 100% 47 40.17% 18,17 2 Baik 62.51% - 81.25% 50 42.74% 3 Cukup 43.76% - 62.50% 18 15.38% 75,71% 4 Kurang 25.00% - 43.75% 2 1.71%

Jumlah 117 100.00% Sumber: Lampiran

Terlihat dari tabel diatas bahwa persepsi guru non pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan terhadap guru pendidikan jasmani, olahraga, dan

kesehatan tingkat SMA Se- Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes tahun 2009

sebagian besar menunjukan kriteria baik, terbukti dengan jumlah 117 guru,

sebanyak 47 guru memenuhi kriteria sangat baik yang berarti sebanyak 40.17%

dari seluruh guru yang ada menunjukan kriteria sangat baik Dan sebanyak 50 guru

memenuhi kriteria baik yang berarti sebanyak 42.74% dari keseluruhan guru

SMA Se- Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes menunjukkan kriteria baik.

Sedangkan 18 guru yang lain memenuhi kriteria cukup yang berarti sebanyak

15.38% dari seluruh guru berada pada kriteria yang cukup. Guru SMA Se

Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes yang memberikan persepsi kurang yakni

ada 2 guru yang berarti sebanyak 1.71% dari seluruh guru berada pada kriteria

yang kurang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Page 77: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

65

40.17%42.74%

15.38%

1.71%0.00%5.00%

10.00%15.00%20.00%25.00%30.00%35.00%40.00%45.00%

Pre

sent

ase

Sangat Baik Baik Cukup Kurang

Kriteria

Diagram kompetensi pedagogik

Gambar 4.3

Diagram kompetensi pedagogik

4.1.3 Kompetensi Profesional Sebagai Pendidik

Dari hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum persepsi guru non

pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan terhadap guru pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan tingkat SMA Se-Kecamatan Bumiayu tentang

kompetensi profesional guru pendidikan jasmani sebagai pendidik mempunyai

tingkat yang baik. Untuk lebih jelasnya diperlihatkan pada tabel berikut.

Tabel 4.4

Gambaran kompetensi profesional guru pendidikan jasmani

sebagai pendidik

No Kategori Interval

Kepercayaan Jumlah Sampel

Persentase (%) Rata-rata

1 Sangat Baik 81.26% - 100% 42 35.90% 24,75 2 Baik 62.51% - 81.25% 51 43.59% 3 Cukup 43.76% - 62.50% 23 19.66% 78,35% 4 Kurang 25.00% - 43.75% 1 0.85%

Jumlah 117 100.00% Sumber: Lampiran

Page 78: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

66

Terlihat dari tabel diatas bahwa persepsi guru non pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan terhadap pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan

tingkat SMA Se Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes tahun 2009 sebagian

besar menunjukan kriteria baik, terbukti dengan jumlah 117 guru, sebanyak 42

guru memenuhi kriteria sangat baik yang berarti sebanyak 35.90% dari seluruh

guru yang ada menunjukan kriteria sangat baik. Dan sebanyak 51 guru memenuhi

kriteria baik yang berarti sebanyak 43.59% dari keseluruhan guru SMA Se

Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes menunjukkan kriteria baik. Dan sebanyak

23 Guru SMA Se- Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes yang memberikan

persepsi cukup yang berarti sebanyak 19.66% dari seluruh guru yang ada

menunjukan kriteria cukup. Dan 1 guru yang memberikan persepsi kurang yang

berarti sebanyak yang berarti sebanyak 0.85% dari seluruh guru yang ada

menunjukan kriteria kurang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar

berikut ini.

35.90%

43.59%

19.66%

0.85%0.00%5.00%

10.00%15.00%20.00%25.00%30.00%35.00%40.00%45.00%

Pres

enta

se

Sangat Baik Baik Cukup Kurang

Kriteria

Diagram kompetensi profesional guru penjasorkes sebagi pendidik

Gambar 4.4

Diagram kompetensi profesional guru pendidikan jasmani sebagai pendidik

Page 79: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

67

4.1.4 Kompetensi Sosial Sebagai Pendidik

Dari hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum persepsi guru

pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan terhadap guru pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan tingkat SMA Se-Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes

tentang kompetensi sosial guru pendidikan jasmani sebagai pendidik mempunyai

tingkat yang baik. Untuk lebih jelasnya diperlihatkan pada tabel berikut.

Tabel 4.5

Gambaran kompetensi sosial guru pendidikan jasmani

sebagai pendidik

No Kategori Interval

Kepercayaan Jumlah Sampel

Persentase (%) Rata-rata

1 Sangat Baik 81.26% - 100% 49 41.88% 14,10 2 Baik 62.51% - 81.25% 52 44.44% 3 Cukup 43.76% - 62.50% 15 12.82% 76,58% 4 Kurang 25.00% - 43.75% 1 0.85%

Jumlah 117 100.00%

Sumber: Lampiran

Terlihat dari tabel diatas bahwa persepsi guru non pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan terhadap pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan

tingkat SMA Se- Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes 2008 sebagian besar

menunjukan kriteria baik, terbukti dengan jumlah 117 guru, sebanyak 49 guru

memenuhi sangat baik yang berarti sebanyak 41.88% dari seluruh guru yang ada

menunjukan sangat baik. Dan sebanyak 52 guru memenuhi kriteria baik yang

berarti sebanyak 44.44% dari keseluruhan guru SMA Se- Kecamatan Bumiayu

Kabupaten Brebes menunjukkan kriteria baik. Dan sebanyak 15 guru memenuhi

Page 80: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

68

kriteria cukup yang berarti sebanyak 12.82% dari keseluruhan guru SMA Se-

Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes menunjukkan kriteria cukup. Sedangkan

1 guru yang lain memenuhi kriteria kurang yang berarti sebanyak 0.85% dari

seluruh guru berada pada kriteria yang kurang. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat

pada gambar berikut ini.

41.88%44.44%

12.82%

0.85%0.00%5.00%

10.00%15.00%20.00%25.00%30.00%35.00%40.00%45.00%

Pre

sent

ase

Sangat Baik Baik Cukup Kurang

Kriteria

Diagram kompetensi sosial guru penjasorkes

Gambar 4.5

Diagram kompetensi sosial guru pendidikan jasmani sebagai pendidik

Hasil penelitian persepsi guru non pendidikan jasmani, olahraga, dan

kesehatan terhadap guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan tingkat

SMA di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes Tahun 2009 yang dilakukan

pada seluruh guru SMA di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes yang

meliputi empat asfek yakni 1) kepribadian guru sebagai pendidik, 2)

kompetensi pedagogik, 3) kompetensi profesional sebagai pendidik, dan 4)

kompetensi sosial sebagai pendidik. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada

diagram berikut ini.

Page 81: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

69

Diagram umum persepsi guru non pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan

terhadap kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan yang meliputi

empat asfek.

Dari hasil penelitian diketahui bahwa secara umum persepsi guru non

pendidikan jasmani, olahraga, dan Kesehatan terhadap kinerja guru pendidikan

jasmani, olahraga, dan kesehatan asfek kompetensi sosial sebagai pendidik

termasuk dalam kriteria baik dengan presentase 78,34%. Hal ini disebabkan

karena sebagian besar persepsi dari guru non pendidikan jasmani, olahraga, dan

kesehatan memandang bahwa guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan

memiliki kompetensi sosial yang baik dimana kompetensi sosial adalah

kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinterkasi secara efektif dan efisien

dengan peserta didik, sesama guru, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat

sekitar. kompetensi sosial guru sebagai pendidik mempunyai kategori yang baik

dikarenakan guru pendidikan jasmani, olahraga, dan Kesehatan mampu

Page 82: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

70

berkomunikasi dengan peserta didik, maka guru dapat melaksanakan proses

pembelajaran dengan baik sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Guru

pendidikan jasmani, olahraga, dan Kesehatan mempu berkomunikasi dengan baik

antar sesama guru dan staf karyawan serta semua warga sekolah sehingga terjalin

hubungan yang baik, harmonis dan mampu bekerja sama dengan baik. Serta guru

pendidikan jasmani, olahraga, dan Kesehatan mampu berkomunikasi dengan

orang tua/wali peserta didik maka guru pendidikan jasmani, olahraga, dan

kesehatan dapat memberikan informasi kepada orang tua/wali atau sebaliknya

tentang perkembangan siswa selama mengikuti pembelajaran pendidikan jasmani,

olahraga, dan Kesehatan. sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan

baik sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Sedangkan kompetensi terendah yakni kompetensi professional sebagai

pendidik dengan presentase 75,00%. Akan tetapi presentase 75.00% termasuk

dalam kriteria yang baik. Dari hasil penelitian asfek kompetensi professional guru

sebagai pendidik berada dibwah ketiga asfek kompetensi sosial sebagai pendidik,

kepribadian, dan pedagogik. Hal ini disebabkan karena sebagian guru non

pendidikan jasmani, olahraga, dan Kesehatan memandang bahwa sebagian guru

pendidikan jasmani, olahraga, dan Kesehatan masih kurang menguasai materi

secara luas dan mendalam. Serta sebagian guru non pendidikan jasmani, olahraga,

dan Kesehatan masih memandang bahwa guru pendidikan jasmani, olahraga, dan

Kesehatan kurang mampu mengoprasikan komputer dan internet untuk

memperoleh informasi secara cepat dan efisien. Kemampuan penguasaan materi

pelajaran merupakan suatu hal yang sangat penting yang harus dimiliki oleh

Page 83: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

71

seorang guru khususnya guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan.

Dengan menguasai materi pelajaran dengan baik maka proses pembelajaran dapat

berlangsung dengan baik pula.

4.2 Pembahasan

Persepsi adalah pengalaman tentang obyek, peristiwa atau hubungan-

hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan

pesan. (Jalaludin Rahmat ,2003 : 51). Sedangkan kinerja adalah kiat atau

prosedur kerja yang dilaksanakan oleh guru dalam melaksanakan tugas dan

kewajibannya yaitu mengajar baik pada intern sekolah maupun ekstern sekolah

sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan sehingga menghasilkan tujuan

yang diprogramkan (Moh.Uzer Usman :1951:4).

Persepsi merupakan penafsiran suatu objek, peristiwa atau potensi

individu yang dilandasi oleh pengalaman hidup seseorang yang yang

melakukan penafsiran itu. Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh

penginderaan yaitu merupakan proses berwujud diterimanya stimulus oleh

individu melalui alat reseptornya. Stimulus yang diteruskan kepusat susunan

syaraf yaitu otak, dan terjadilah proses psikologis, sehingga individu

mengalami persepsi. Guru non pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan

yang memiliki persepsi positif terhadap guru pendidikan jasmani, olahraga, dan

kesehatan akan mempengaruhi kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga, dan

kesehatan yang baik pula, akan tetapi apabila guru non pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan memiliki persepsi yang negatif maka hal ini akan

mempengaruhi kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan

Page 84: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

72

kearah yang buruk pula. Ini membuktikan bahwa persepsi guru non pendidikan

jasmani terhadap guru pendidikan jasmani sangat berpengaruh terhadap kinerja

guru dan kinerja guru tersebut akan mempengaruhi keberhasilan dalam proses

mengajar.

Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa persepsi guru non

pendidikan jasmani terhadap guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan

tingkat SMA Se- Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes Tahun 2009. Persepsi

yang mempertanyakan kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga, dan

kesehatan dalam melaksanakan tugas mengajar serta kualitas dan kinerja guru

Penjasorkes yang masih diragukan hanyalah sebuah asumsi, opini, dan

pandangan masyarakat yang perlu dibuktikan kebenarannya melalui penelitian.

Penelitian ini menunjukan bahwa persepsi guru non pendidikan

jasmani, olahraga dan kesehatan terhadap guru pendidikan jasmani, olahraga,

dan kesehatan tingkat SMA Negeri di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes

Tahun 2009 menunjukan kriteria baik. Hal ini ditunjukan dari : 1) persepsi guru

non pendidikan jasmani terhadap guru pendidikan jasmani tentang kepemilikan

kepribadian sebagai pendidik dalam kategori sangat baik , 2) persepsi guru non

pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan terhadap guru pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan tentang kepemilikan kompetensi pedagogik dalam

kategori baik, 3) persepsi guru non pendidikan jasmani, olahraga, dan

kesehatan terhadap guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan tentang

kepemilikan kompetensi profesional sebagai pendidik dalam kategori baik, dan

4) persepsi guru non pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan terhadap

Page 85: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

73

guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan tentang kepemilikan

kompetensi sosial sebagai pendidik dalam kategori baik.

4.2.1 Kepribadian seabagai Pendidik

Persepsi non guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan

terhadap kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan tentang

kepemilikan kepribadian sebagai pendidik dalam ketegori sangat baik. Hal

ini disebabkan karena sebagian guru non pendidikan jasmani, olahraga, dan

kesehatan menjawab guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan

memiliki perilaku yang berkaitan dengan kepribadian mantab dan stabil,

kepribadian dewasa, arif, berwibawa dan memiliki akhlak mulia dan dapat

menjadi teladan. Oleh karena itu, guru pendidikan jasmani olahraga dan

kesehatan sebaiknya dapat memberikan teladan yang baik pada siswanya

terkait dengan kompetensi memiliki kepribadian sebagi pendidik.

Sangat baiknya persepsi guru non pendidikan jasmani, olahraga, dan

kesehatan terhadap kepemilikan kepribadian sebagai pendidik pada guru

pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan tingkat SMA Se- Kecamatan

Bumiayu Kabupaten Brebes tentunya berdampak positif pada guru

pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dan keberhasilan proses

pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Baik buruknya

persepsi guru non pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan terhadap

kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan dalam asfek

kepribadian sebagai pendidik sangat tergantung pada keadaan guru itu

sendiri. Oleh karena itu dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan

Page 86: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

74

persepsi guru non pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan pada guru

pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan pada asfek kepribadian

sebagai pendidik yang telah sangat baik maka upaya yang dapat dilakukan

adalah menjaga dan mempertahankan kepribadian sebagai pendidik sebagai

upaya untuk kualitas proses pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga,

dan kesehatan.

Walaupun secara umum persepsi guru non pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan terhadap kinerja guru Pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan tingkat SMA Se-Kecamatan Bumiayu Kabupaten

Brebes pada asfek kepribadian sebagai pendidik mempunyai kriteria sangat

baik. Masih terdapat beberapa guru non pendidikan jasmani, olahraga, dan

kesehatan yang memberikan persepsi dengan kategori kurang yaitu 0.00%.

oleh karena kepribadian sebagi pendidik hendaknya telah dimiliki oleh

semua guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan agar kedepannya

proses pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan mampu

mencapai tujuan yang direncanakan.

4.2.2 Kompetensi Pedagogik.

Kompetensi pedagogik adalah kemampuan untuk mengelola

pembelajaran peserta didik. Persepsi guru non pendidikan jasmani, olahraga,

dan kesehatan terhadap kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga, dan

kesehatan asfek kompetensi pedagogik termasuk dalam kriteria baik. Hal ini

disebabkan karena sebagian besar guru pendidikan jasmani, olahraga, dan

kesehatan telah mampu merancang pembelajaran, melaksanakan

Page 87: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

75

pembelajaran, dan mengevaluasi hasil belajar dengan baik. Selain ketiga hal

tersebut guru Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan juga telah

mampu memahami peserta didik dan mengembangkan peserta didik.

Tidak dapat dipungkiri walaupun persepsi guru non pendidikan

jasmani, olahraga, dan kesehatan terhadap kinerja guru pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan asfek kompetensi pedagogik secara umum dalam

kriteria baik, akan tetapi masih ada guru yang non pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan yang memberikan persepsi dengan kriteria kurang.

Kondisi tersebut perlu disadari oleh guru pendidikan jasmani, olahraga, dan

kesehatan agar kedepannya pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan

kesehatan dapat diperhatikan secara baik. Sebagian kecil guru memandang

bahwa guru pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan belum mampu

melaksanakan pembelajaran yang baik terkait dengan memahami peserta

didik, merancang pembelajaran, melaksaanakan pembelajaran, evaluasi

hasil belajar dan mengembangkan peserta didik.

Oleh karena itu, guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan

sebaiknya lebih meningkatkan kompetensi pedagogik yang ada sekarang ini.

Guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan harus dapat

melaksanakan pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan

maupun menunjang keberhasilan pembelajaran mata pelajaran yang lain.

Guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan harus lebih memahami

peserta didik, merancang pembelajaran yang baik dan menarik,

melaksanakan pembelajaran yang baik dan bervariasi, melakukan evaluasi

Page 88: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

76

hasil belajar yang teratur, serta mampu mengembangkan peserta didik untuk

menjadi lebih baik lagi.

4.2.3 Kompetensi Profesional sebagai Pendidik

Kemampuan penguasaan materi secara luas dan mendalam

merupakan pengertian dari kompetensi profesional sebagai pendidik.

Persepsi guru non pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan terhadap

kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan asfek kompetensi

profesional sebagai pendidik termasuk dalam kriteria baik. Hal ini

disebabkan sebagian guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan

mengetahui tentang media elektronik, misalnya guru pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan mampu mengoprasikan komputer dan internet

untuk memperoleh informasi secara cepat dan efisien. Kemampuan

penguasaan materi pelajaran merupakan suatu hal yang sangat penting yang

harus dimiliki oleh seorang guru khususnya guru pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan. Dengan menguasai materi pelajaran dengan baik

maka proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik pula.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa suatu proses pembelajaran

tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya penguasaan materi yang baik

dari guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan. Meskipun dari hasil

penelitian secara umum persepsi guru non pendidikan jasmani, olahraga,

dan kesehatan mempunyai persepsi yang baik, akan tetapi masih terdapat

guru non pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan yang memberikan

persepsi kurang terhadap guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan

Page 89: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

77

asfek kompetensi profesional. Hal ini merupakan suatu nilai kurang

sehingga perlu adanya perbaikan sesegera mungkin karena kompetensi

profesional sebagai pendidik merupakan hal vital dan harus dimengerti oleh

setiap guru khususnya guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa persepsi guru pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan terhadap kinerja guru pendidikan jasmani, olahraga,

dan kesehatan SMA Se-Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes dalam

kompetensi profesional sebagai pendidik termasuk baik sebagian guru non

pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan memandang bahwa pendidikan

jasmani, olahraga, dan kesehatan telah memiliki kompetensi profesional

sebagai pendidik yang baik terkait dengan menguasai bidang studi secara

luas dan mendalam.

Walaupun secara umum persepsi guru non pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan terhadap kinerja guru pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan tingkat SMA Se-Kecamatan Bumiayu Kabupaten

Brebes pada asfek kompetensi profesional sebagai pendidik mempunyai

kriteria baik. Namun masih ada guru non pendidikan jasmani, olahraga, dan

kesehatan yang memberikan persepsi dengan kategori kurang. oleh karena

itu, guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan untuk lebih

meningkatkan kompetensi profesional sebagai yang telah dimiliki, termasuk

meningkatkan penguasaan bidang studi secara luas dan mendalam. Dengan

penguasaan materi yang baik diharapkan dapat meningkatkan kemampuan

Page 90: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

78

siswa dan memperlancar kegiatan belajar mengajar pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan.

4.2.4 Kompetensi Sosial sebagai Pendidik

Selain kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional, seseorang

guru juga harus memiliki kompetensi dalam bidang sosial. Yang dimaksud

dengan kompetensi sosial adalah kemampuan guru untuk berkomunikasi

dan berinterkasi secara efektif dan efisien dengan peserta didik, sesama

guru, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Dari hasil

penelitian diketahui bahwa secara umum persepsi guru non pendidikan

jasmani, olahraga, dan Kesehatan terhadap kinerja guru pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan asfek kompetensi sosial sebagai pendidik termasuk

dalam kriteria baik..

Komunikasi merupakan suatu hal yang sangat penting, karena

dengan adanya komunikasi yang baik, misalnya dengan peserta didik, maka

guru dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan baik sesuai dengan

tujuan yang ingin dicapai. Dengan adanmya komunikasi yang baik dengan

orang tua/wali peserta didik maka guru pendidikan jasmani, olahraga, dan

kesehatan dapat memberikan informasi kepada orang tua/wali atau

sebaliknya tentang perkembangan siswa selama mengikuti pembelajaran

pendidikan jasmani, olahraga, dan Kesehatan. Selain itu komunikasi yang

baik dengan sesama guru akan menimbulkan susasana yang harmonis antra

guru non pendidikan jasmani, olahraga, dan Kesehatan dan guru pendidikan

Page 91: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

79

jasmani, olahraga, dan Kesehatan sehingga proses pembelajaran dapat

berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

Hasil penelitian ini menunjukan bahawa persepsi guru non

pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan terhadap kinerja guru

pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan SMA Se-Kecamatan Bumiayu

Kabupaten Brebes dalam kompetensi sosial sebagai pendidik termasuk

dalam ketegori baik. Sebagian besar guru memandang bahwa guru

pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan telah mampu bersosialisasi

dengan baik terkait dengan berkomunikasi secara efektif dan bergaul secara

efektif.

Walaupun secara umum persepsi guru non pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan terhadap kinerja guru pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan tingkat SMA Se-Kecamatan Bumiayu Kabupaten

Brebes pada asfek kompetensi sosial sebagai pendidik telah baik. Oleh

karena itu, guru pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan sebaiknya

lebih meningkatkan lagi komunikasi dan bergaul dengan teman, sesama

guru maupun orang tua murid agar dapat membantu proses pembelajaran

maupun tugas-tugas sebagai guru pengampu mata pelajaran pendidikan

jasmani, olahraga, dan kesehatan.

Page 92: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

80

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Penelitian tentang Persepsi Guru Non Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan

Kesehatan Terhadap Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Tingkat

SMA di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes Tahun 2009 yang telah

dilakukan beberapa waktu yang lalu menghasilkan beberapa persepsi yang

berbeda-beda.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa persepsi guru

non pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan terhadap kinerja guru

pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan tingkat SMA di Kecamatan Bumiayu

Kabupaten Brebes Tahun 2009 menunjukkan kriteria baik.

Hal ini disebabkan guru pendidikan jasmani, olahraga, dan Kesehatan

memiliki kualifikasi kompetensi yang baik, yang meliputi kompetensi kepribadian

yang memenuhi kriteria sangat baik, kompetensi pedagogik yang memenuhi

kriteria baik, kompetensi profesional kriteria baik, dan kompetensi sosial yang

memenuhi kriteria baik.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian ini penyusun menyarankan sebagai berikut :

1. Untuk mempertahankan dan lebih meningkatkan mutu pelaksanaan proses

pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan tingkat SMA di Kecamatan

Bumiayu Kabupaten Brebes Tahun 2009, maka guru-guru pendidikan

Page 93: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

81

jasmani, olahraga, dan kesehatan harus lebih kreatif dan inovatif dalam

mengajar sehingga semua kurikulum dapat diajarkan kepada siswa.

2. Untuk mempertahankan dan lebih meningkatkan mutu pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan tingkat SMA di Kecamatan Bumiayu Kabupaten

Brebes Tahun 2009, maka diharapakan adanya perhatian dari sekolah, guru,

dan siswa untuk lebih memperhatikan proses pembelajarannya sehingga

tercipta suasana pembelajaran yang dinamis.

3. Untuk menunjang proses pembelajaran, untuk mempermudah mencapai

tujuan dari pembelajaran dan meningkatkan mutu pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan tingkat SMA di Kecamatan Bumiayu Kabupaten

Brebes Tahun 2009, maka diharapakan adanya perhatian dari sekolah, untuk

lebih memperhatikan dan menambah sarana dan prasarana penunjang

pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan.

4. Untuk lebih meningkatkan mutu pendidikan jasmani, olahraga, dan

kesehatan tingkat SMA di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes Tahun

2009, maka diharapakan untuk guru mata pelajaran pendidikan jasmani,

olahraga, dan kesehatan untuk selalu belajar memahami dan mencari solusi

untuk menciptakan pembelajaran yang menarik dan bervariasi. Serta selalu

melakukan evaluasi karena dari evaluasi itu akan dapat di ketahui seberapa

besar keberhasilan pembelajaran yang sudah dilakukan, untuk dijadikan

panduan selanjutnya.

Page 94: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

82

DAFTAR PUSTAKA

Abdulkadir Ateng. 1992. Asas dan Landasan Pendidikan Jasmani, Jakarta:Depdikbud.

Alek Sobur. 2003. Psikologi Umum, Bandung: CV Pustaka Setia ----------------. 2002. Prosedur Penelitian. PT Asdi Mahasatya : Jakarta. Bimo Walgito. 2002. Psikologi Sosial. Yogyakarta: Andi. Catharina Tri Anni. 2004. Psikologi Belajar . Semarang: UPT UNNES Press. Depdiknas, 2002. Pedoman Khusus Model Pendidikan Jasmani,

Jakarta,Depdiknas. --------------- .2003. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Penjas. Jakarta:

Depdiknas. --------------, 2004. Standar Kompetensi Mata Pelafaran Pendidikan Jasmani

Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah, Jakarta, Depdiknas. Engkos Kosasih. 1993. Teknik dan Program Latihan. Jakarta: Balai Pustaka, FIK UNNES. 2007. Pedoman Penulisan Skripsi Mahasiswa Program Strata I.

Semarang: FIK UNNES. Jalaludin Rahmat. 2003. Psikologi Komunikasi, bandung : PT Remaja

Rosdakarya. Muhammad Ali. 1993. Penelitian Kependidikan Prosedur dan Strategy. Bandung.

Angkasa. Muhammad Uzer Usman. 2003. Menjadi Guru Profesional. Remaja Rosda Karya

: Bandung. Mar'at, 1982. Sikap Manusia, Perubahan serta Pengukurannya. Ghalia Indonesia

: Bandung. Nadisah, 1992. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.

Bandung: Dirjen Dikti.. Nasution S. 2006. Teknologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara -------------. 1994, Asas-asas Kurikulum, Jakarta, Bumi Aksara.

Page 95: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

83

Oemar Hamalik. 2005. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara Pidarta, Made. 2000. Landasan Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta Rusli Lutan. 2003. Asas-Asas Pendidikan Jasmani. Jakarta : Direktorat Jendral. Sondang F Siagan. 2004. Teori Motivasi dan Aplikasinya. Rineka Cipta: Jakarta Sudarwan Danim. 2000. Ilmu-ilmu Perilaku. Jakarta. Bumi Aksara. Suharsimi Arikunto. 1998. Prosedur Penelitian. PT Rineka Cipta : Jakarta. Sukintaka. 2001. Teori Bermain Pendidikan Jasmani. Yogyakarta: Esa Grafika

Solo. Soepartono, 2000. Sarana dan Prasarana Olahraga. Jakarta: Departemen

Pendidikan Nasional. Sutrisno Hadi. 1983. Metodologi Research.Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi

UGM: Yogyakarta.

Page 96: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

LAMPIRAN-LAMPIRAN

Page 97: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

84

Page 98: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

85

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN Kampus Sekaran Gunungpati Semarang 50229 Telp. 8508007 Fax. 8508007 Email : FIK — UNNES SMG. @.Com

K E P U T U S A N DEKAN FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNTVERSITAS NEGER1 SEMARANG

NOMOR : 07 / FIK / 2009 TENTANG

PENETAPAN DOSEN PEMBIMBING SKRIPSI SEMESTER GENAP TAHUN AKADEMIK 2008/2009

DEKAN FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGER1 SEMARANG

Menirnbang Bahwa untuk memperlancar mahasiswa FIK membuat Skripsi, maka perlu menetapkan dosen-dosen FIK UNNES untuk menjadi pembimbing.

Mengingat 1. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Tambahan Lembaran Negara RI No. 4301 , penjelasan atas Lembaran Negara RI Tahun 2003, Nomor 78) ;

2. Peraturan Pemerintah No. 60/1999 tentang Pendidikan Tinggi; 3, SK Rektor UNNES No. 162/0/2004 tentang penyelenggaraan Pendidikan UNNES; 4. SK Rektor UNNES No. 164/0/2004 tentang Pedoman penyusunan Skripsi Mahasiswa

Strata Satu (SI) Universitas Negeri Semarang; 5. SK Rektor UNNES No. 125/P/2003 tanggal 17 Oktober 2003 tentang pengangkatan Dekan

Fakultas Ilmu Keolahragaan UNNES.

Memperhatikan Usul Ketua Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi ( PJKR) tanggal, 15 April 2009

MEMUTUSKAN Menetapkan PERTAMA Menunjuk dan menugaskan kepada :

1. Nama : Dra. Heny Setyawati, M.Si NIP :132003071 Pangkat/Golongan Penata/ IlIc Jabatan Lektor Mata Kuliah Psikologi Olahraga, Sebagai Pembimbing Utama

2. Nama : Drs. Zaeni, M.Pd NIP :131413271 Pangkat/Golongan Penata/ IIIc Jabatan Lektor Mata Kuliah Pendidikan Gerak Renang Sebagai Pembimbing Pendamping Untuk membimbing mahasiswa penyusun skripsi Nama : ROJIKIN Nim :6101405003 Jurusan : Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

KEDUA Pelaksanaan Tugas mulai tanggal penetapan Surat Keputusan ini sampai dengan berakhirnya semester genap tahun Akademik 2008/2009.

KETIGA Membuat laporan kepada Dekan, apabila tugas telah selesai KEEMPAT Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan sebagai berikut

a. Apabila mahasiswa belum dapat menyelesaikan skripsinya dalam satu semester SK ini harap diperbaharui untuk semester yang akan datang dengan pembimbing tetap/sama dengan SK yang diterbitkan ini.

b. Apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini akan.

Page 99: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

86

c.

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN JURUSAN PJKR Kampus Sekaran Gunungpati Semarang 50229 Telp. 86458119 Fax. 86458119 Email : FIK — UNNES SMG. @. Com

Nomor :230/PJKR/IV/2009 Lampiran - H Usul Penetapan Pembimbing

Yth. Dekan

Fakultas Ilmu Keolahragaan UNNES Kampus Sekaran Gunungpati di

S E M A R A N G .

29April 2009

Merujuk Keputusan Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Nomor 73/1995 tentang Pedoman Penyusunan Skripsi Mahasiswa Program S1 Pasal 7 mengenai Penentuan Pembimbing, dengan ini says usulkan :

1. Nama : Dra. Heny Setyawati, M.Si NIP :132003071 Pangkat/Golongan Penata / IIIc Jabatan Lektor

Mata Kuliah Psikologi Olahraga Sebagai Pembimbing Utama

2. Nama : Drs. Zaeni, M.Pd NIP : 131413271 F

Pangkat/Golongan Penata / IIlc Jabatan Lector

Mata Kuliah Pendidikan Gerak Renang Sebagai Pembimbing Pendamping

dalam penyusunan skripsi oleh mahasiswa Nama : ROJIKIN NIM : 6101405003

Program Studi : Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

Page 100: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

87

TEMA :

SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJAS TERHADAP KINERJA GURU PENJAS SMA SE KECAMATAN BUMIAYU TAHUN PELAJARAN 2008/2009 "

Page 101: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

88

Page 102: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

89

Page 103: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

90

Page 104: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

91

Page 105: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

92

Page 106: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

93

Page 107: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

94

Page 108: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

95

Page 109: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

96

Page 110: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

97

Page 111: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

98

ANALISIS VALIDITAS DAN RELIABILITAS ANGKET PENELITIAN

NO. RESPONDEN NO ITEM 1 2 3 4 5 6 7 8 9

1 UC-01 3 3 2 2 1 1 1 1 1 2 UC-02 1 3 3 1 2 1 2 1 1 3 UC-03 1 3 2 2 2 3 2 2 1 4 UC-04 3 3 3 3 3 2 1 3 3 5 UC-05 3 3 3 3 2 3 3 3 3 6 UC-06 2 3 2 3 3 3 3 2 3 7 UC-07 1 3 3 3 2 3 1 3 3 8 UC-08 2 1 3 3 1 2 3 3 1 9 UC-09 3 1 3 3 2 3 1 1 3

10 UC-10 2 3 3 1 3 2 3 2 2 11 UC-11 3 2 1 3 3 3 2 1 1 12 UC-12 3 3 3 3 2 3 3 3 1 13 UC-13 1 3 3 2 3 1 1 3 1 14 UC-14 1 3 1 1 3 1 2 2 3 15 UC-15 3 3 3 3 3 3 3 3 3 16 UC-16 3 3 3 2 3 1 3 3 1 17 UC-17 3 3 2 3 2 3 2 1 2 18 UC-18 3 3 3 3 2 3 3 3 3 19 UC-19 3 1 1 3 3 3 2 3 3 20 UC-20 1 2 2 1 2 1 2 1 3 21 UC-21 1 1 2 2 3 3 1 1 3 22 UC-22 3 3 3 3 3 3 3 3 3 23 UC-23 3 3 3 3 3 3 3 3 3 24 UC-24 3 3 3 3 3 2 3 3 3 25 UC-25 3 2 2 1 3 2 1 1 3 26 UC-26 1 3 1 2 3 1 1 3 3 27 UC-27 1 3 2 3 3 1 1 3 3 28 UC-28 1 3 3 3 3 2 2 3 3 29 UC-29 1 2 2 1 2 2 2 3 3 30 UC-30 1 3 3 3 3 2 2 3 2 31 UC-31 1 3 3 3 3 2 3 3 3 32 UC-32 3 3 2 1 3 3 1 1 3 33 UC-33 3 3 1 1 3 3 3 1 3 34 UC-34 1 3 2 3 3 1 2 3 2 35 UC-35 3 1 2 3 2 2 3 2 3 36 UC-36 1 1 2 3 3 1 2 2 3 37 UC-37 3 3 1 3 3 1 3 1 1 38 UC-38 3 3 2 3 3 1 3 3 3 39 UC-39 3 2 1 3 3 1 1 1 3 40 UC-40 1 1 3 3 3 1 3 3 2 41 UC-41 2 1 1 1 3 3 3 3 3 42 UC-42 1 3 3 3 3 1 1 3 3 43 UC-43 1 3 1 3 1 1 2 2 1

Page 112: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

99

44 UC-44 1 3 3 3 3 1 1 3 3 45 UC-45 2 2 3 3 3 2 2 3 2 46 UC-46 2 1 1 3 3 1 2 2 1 47 UC-47 3 3 3 3 3 3 3 3 3 48 UC-48 3 3 3 3 3 1 3 3 3 49 UC-49 1 3 3 3 3 1 1 3 3 50 UC-50 3 3 3 3 2 3 3 3 2 51 UC-51 2 2 3 3 2 2 2 2 3 52 UC-52 2 1 1 3 3 1 2 2 1 53 UC-53 3 3 3 3 3 3 3 3 3 54 UC-54 2 2 2 2 2 2 2 2 2 55 UC-55 3 3 3 3 3 3 3 3 3 56 UC-56 3 3 3 3 3 3 3 3 3 57 UC-57 3 3 3 3 3 1 3 3 3 58 UC-58 1 3 3 3 3 1 1 3 3 59 UC-59 1 2 3 3 2 2 1 2 2 60 UC-60 3 3 3 3 3 3 3 3 3 61 UC-61 3 3 3 3 2 3 3 3 2 62 UC-62 3 1 1 1 3 2 1 2 3 63 UC-63 3 3 3 3 2 3 3 3 3 64 UC-64 3 3 3 3 3 2 3 3 3 65 UC-65 2 3 3 3 3 3 2 1 2 66 UC-66 1 3 2 1 2 3 2 1 2 67 UC-67 2 2 2 2 2 2 2 1 3 68 UC-68 2 2 3 3 2 3 3 2 3 69 UC-69 1 3 3 3 1 3 3 3 3 70 UC-70 2 2 2 2 2 2 1 2 3 71 UC-71 2 2 1 1 2 2 2 2 1 72 UC-72 3 3 3 3 3 3 3 1 3 73 UC-73 2 2 2 1 2 2 2 2 2 74 UC-74 2 1 3 3 2 3 3 3 3 75 UC-75 2 2 3 3 2 2 2 2 3 76 UC-76 2 2 3 2 2 2 2 2 3 77 UC-77 2 2 2 2 2 2 2 1 1 78 UC-78 3 3 3 3 3 3 3 2 3 79 UC-79 2 2 2 1 2 1 1 2 3 80 UC-80 2 2 1 1 2 2 2 2 2 81 UC-81 2 3 3 3 3 3 3 3 2 82 UC-82 2 2 1 3 2 2 2 1 2 83 UC-83 2 2 3 3 1 2 1 1 2 84 UC-84 3 3 3 3 3 3 3 3 3 85 UC-85 2 2 2 3 1 2 1 1 2 86 UC-86 2 3 3 3 1 3 1 1 3 87 UC-87 2 1 1 3 2 2 2 2 1 88 UC-88 2 2 1 3 2 1 1 2 3 89 UC-89 1 2 2 1 2 2 2 2 1 90 UC-90 2 2 3 3 3 3 1 3 1 91 UC-91 3 3 3 3 3 2 3 1 3

Page 113: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

100

92 UC-92 3 3 3 3 3 2 2 2 3 93 UC-93 3 3 3 3 2 2 1 1 3 94 UC-94 3 3 3 3 3 3 3 3 3 95 UC-95 3 3 3 3 2 3 3 3 3 96 UC-96 1 2 1 3 3 3 3 1 3 97 UC-97 2 2 3 3 2 3 3 3 3 98 UC-98 2 2 1 3 2 1 2 3 3 99 UC-99 3 3 3 3 2 3 3 3 2

100 UC-100 3 3 3 3 3 3 3 3 3 101 UC-101 2 3 3 3 3 3 3 1 2 102 UC-102 3 3 3 3 3 3 3 1 3 103 UC-103 1 1 2 3 2 1 2 3 2 104 UC-104 3 3 3 3 2 3 3 3 3 105 UC-105 2 2 3 3 2 2 1 1 2 106 UC-106 2 2 3 3 3 3 1 3 1 107 UC-107 2 2 1 3 2 1 3 2 3 108 UC-108 2 2 3 3 2 2 1 1 2 109 UC-109 2 2 3 3 2 3 2 3 3 110 UC-110 3 3 3 3 3 2 3 3 3 111 UC-111 3 3 3 3 2 3 3 3 3 112 UC-112 3 3 3 3 3 3 3 1 3 113 UC-113 3 1 1 1 3 1 2 3 3 114 UC-114 2 1 3 3 3 1 2 2 3 115 UC-115 3 3 3 3 2 3 3 3 3 116 UC-116 1 3 3 3 3 1 1 3 3 117 UC-117 2 3 3 3 2 2 3 3 3

256 286 285 306 290 253 257 265 292 634 760 765 862 762 625 641 681 794

0.429 0.389 0.338 0.322 0.331 0.397 0.331 0.330 0.528

Kriteria Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

σi2 0.631 0.520 0.605 0.527 0.369 0.666 0.654 0.690 0.558

xyr 2XX

Page 114: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

101

(lanjutan)

NO ITEM 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

1 1 2 3 1 3 3 1 2 1 2 1 1 1 3 3 3 3 3 1 1 1 2 2 2 2 3 2 2 3 3 2 1 1 2 2 1 1 1 1 1 3 3 3 2 1 1 3 1 1 3 1 3 3 1 3 1 3 3 3 2 3 3 1 1 3 3 1 3 3 3 3 2 3 1 1 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 1 1 1 2 2 2 1 3 3 3 3 3 1 3 1 3 3 2 3 3 1 1 3 3 3 3 3 3 3 1 2 1 2 2 3 3 3 1 1 1 2 2 2 1 3 1 1 3 3 3 2 2 2 1 3 2 2 3 3 3 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 1 1 1 1 1 3 1 2 1 1 3 1 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 3 2 1 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 1 3 1 3 1 3 3 1 3 3 3 3 1 3 3 2 2 3 3 1 1 1 1 2 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 2 1 3 3 1 3 1 1 1 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 1 3 1 1 3 1 3 3 3 1 1 1 1 1 1 1 3 1 3 1 3 1 3 3 2 3 1 3 1 3 3 1 2 2 3 1 1 3 1 1 3 1 3 2 2 1 2 2 2 3 1 1 1 3 3 3 3 1 1 3 2 1 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 1 1 3 1 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 1 2 2 3 3 1 3 1 1 1 3 3 3 2 3 1 2 2 1 1 1 1 3 3 3 2 2 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 2 1 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 1 1 1 3 1 3 3 1 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 3 2 2 2 3 2 1 1 1 1 2 3 1 3 2 1 3 2 1 1 1 1 1 3 2 3 2 1 1 2 2 2 1 2 2 3 2 2 3 3 2 2 2 3 1 3 1 2 2 3 3 3 1 1

Page 115: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

102

1 3 3 3 3 3 3 3 2 1 2 3 1 3 3 3 3 3 3 3 2 1 3 3 2 3 2 2 3 3 3 1 1 2 1 3 1 1 1 1 1 1 3 2 2 1 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 1 2 1 3 2 1 3 3 3 3 1 1 2 3 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 1 2 3 3 3 2 3 1 1 1 3 3 3 3 1 1 3 2 3 1 1 1 3 3 3 3 3 1 3 1 3 3 3 3 3 3 3 2 1 3 3 1 3 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 1 1 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 1 3 1 1 1 3 2 3 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 1 1 1 2 2 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2 1 3 3 3 3 3 3 3 2 1 3 3 1 3 3 1 2 3 1 1 3 3 3 1 1 1 3 1 1 1 3 2 3 3 2 2 1 1 1 1 1 3 2 3 3 3 3 2 1 1 1 1 1 1 3 3 3 3 3 3 2 3 1 3 1 3 3 1 2 1 3 3 1 3 3 3 2 2 2 3 3 1 3 2 1 1 1 1 2 3 3 3 3 2 2 2 1 3 1 1 1 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 1 2 3 1 1 2 2 3 1 2 3 2 1 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 2 2 3 2 2 2 2 2 1 3 1 3 1 1 3 3 3 3 3 3 1 3 1 3 1 1 3 3 1 2 3 3 3 3 2 3 3 1 1 1 1 2 1 1 1 3 1 3 2 2 3 3 1 2 3 3 3 3 3 3 1 1 3 3 1 2 3 1 1 3 1 3 1 1 3 3 3 3 3 3 1 2 2 3 3 1 3 3 1 2 3 1 1 2 2 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 3 1 3 1 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 2 1 1 2 2 2 1 2 1 2 3 1 3 1 1 1 3 3 3 2 1 1 3 1 1 1 1 1 1 3 3 2 2 1 2 1 1 3 1 3 3 3 1 2 2 1 2 1 3 3 3 3 1 1 2 2 1 1 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3 1 1 3 3 3 3 3 1 3 3 2 3 1 1 3 3 3 3 3 2 3 2 2 3 3 1 3 3 3 3 2 1 2 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

Page 116: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

103

1 1 2 3 3 3 3 3 2 1 1 3 2 3 3 2 1 1 1 3 2 1 1 3 1 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 3 2 1 3 3 3 3 2 3 2 2 1 3 3 1 2 3 1 1 2 1 1 1 2 3 3 1 2 3 3 3 2 2 2 3 1 1 3 1 1 1 3 2 2 1 2 2 2 3 3 1 3 3 3 3 2 1 2 3 2 3 3 1 2 3 1 1 2 1 2 1 1 1 3 1 3 3 3 1 2 2 2 2 2 3 1 1 1 3 3 3 2 2 1 3 2 3 3 1 2 3 1 1 2 2 2 3 1 1 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 3 1 1 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 1 1 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 1 1 1 3 3 3 3 3 1 3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 1 1 1 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 1 3 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 1 1 2 3 3 1 1 1 1 2

175

292

255 223 258 315 316 280 288 228 275

286

291

810

655 525 654 905 904 760 756 530 723

760

0.346 0.389 0.354 0.322 0.470 0.331 0.382 0.481 0.395 0.359 0.437 0.446

Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

0.250

0.694

0.848 0.854 0.727 0.487 0.432 0.769 0.402 0.732 0.655

0.520

xyrX

X

xyrX

X

Page 117: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

104

(lanjutan)

NO ITEM

22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 1 3 2 2 2 1 1 2 1 2 2 2 57 3249 1 2 2 2 2 1 1 1 1 2 2 1 57 3249 2 1 2 2 2 3 3 3 3 1 1 3 69 4761 3 3 3 3 2 1 3 3 1 3 3 1 74 5476 3 3 2 2 2 2 3 3 3 1 1 3 80 6400 3 3 1 1 1 3 3 3 3 2 2 3 81 6561 3 3 1 1 1 1 3 3 3 2 2 3 79 6241 2 2 2 1 1 3 3 3 3 2 2 3 73 5329 3 3 2 1 3 1 3 3 3 2 3 3 79 6241 3 3 2 2 2 3 3 3 3 1 1 3 81 6561 1 1 3 1 2 2 3 3 3 2 2 3 67 4489 2 3 2 3 3 2 3 3 3 1 2 3 79 6241 1 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 72 5184 2 3 1 3 3 3 3 3 3 2 2 3 74 5476 3 1 1 1 3 1 1 1 1 2 2 2 80 6400 1 3 3 2 1 1 2 2 1 2 1 1 59 3481 3 3 3 3 3 3 1 3 3 2 2 3 85 7225 3 3 2 2 3 1 3 3 3 2 2 3 86 7396 3 3 3 3 3 1 3 3 3 2 2 3 87 7569 3 3 2 2 1 1 3 3 1 2 2 3 69 4761 2 2 2 1 1 3 1 2 1 2 2 1 60 3600 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 3 93 8649 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 94 8836 3 3 3 1 1 3 3 3 3 2 2 3 87 7569 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 1 76 5776 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 83 6889 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 85 7225 3 3 3 1 3 2 3 3 3 2 2 3 76 5776 3 3 3 3 1 1 3 3 3 2 2 3 70 4900 3 1 3 1 2 1 1 1 1 2 2 1 66 4356 3 3 3 1 2 2 3 3 3 2 2 3 76 5776 3 3 3 3 1 1 3 3 3 3 3 1 75 5625 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 87 7569 2 3 2 3 3 3 3 3 3 1 2 3 80 6400 3 3 1 1 3 3 3 3 3 2 2 3 81 6561 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 2 1 56 3136 1 1 1 1 1 1 3 3 3 2 2 3 66 4356 3 3 3 1 1 3 3 3 3 2 2 3 85 7225 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 86 7396 3 3 1 1 1 1 1 3 1 1 3 3 66 4356 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 3 89 7921 1 2 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 80 6400 3 3 2 1 3 1 1 1 1 3 3 1 59 3481 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 1 67 4489

Y 2Y

Page 118: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

105

2 3 2 2 2 3 3 2 2 2 2 2 75 5625 1 3 3 2 1 1 2 2 3 2 2 3 66 4356 3 3 3 3 2 3 1 3 2 3 3 2 88 7744 3 3 3 1 1 3 3 3 3 2 2 3 86 7396 3 3 3 3 2 3 3 2 2 2 2 3 78 6084 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 2 76 5776 3 3 2 2 3 2 3 3 3 2 1 2 82 6724 1 3 3 3 1 1 2 3 3 2 2 2 66 4356 3 3 3 1 3 3 3 3 3 2 2 3 91 8281 1 1 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 80 6400 3 3 3 3 1 1 2 2 3 3 3 1 80 6400 3 3 3 3 1 1 3 3 3 3 2 1 83 6889 3 3 3 1 1 3 3 3 3 2 2 3 86 7396 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 2 3 85 7225 3 3 2 2 2 3 3 3 3 1 1 3 78 6084 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 3 94 8836 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 2 80 6400 1 3 3 3 1 1 3 3 3 2 2 3 74 5476 2 3 2 3 3 2 3 3 3 1 2 3 87 7569 3 3 3 1 1 3 3 3 3 2 2 3 87 7569 1 3 3 3 1 3 3 3 3 1 1 2 74 5476 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 2 73 5329 3 3 1 1 1 1 2 2 3 3 3 1 66 4356 2 3 2 3 2 1 2 2 1 1 3 1 70 4900 2 3 1 1 1 1 3 2 3 2 2 2 72 5184 3 3 2 3 2 2 1 2 3 3 3 3 76 5776 3 3 1 1 1 2 1 3 3 2 2 3 64 4096 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 2 1 84 7056 1 3 1 1 1 3 1 3 3 1 1 3 62 3844 3 1 2 2 2 3 3 1 1 3 3 3 80 6400 3 3 2 2 3 2 3 3 3 2 1 2 82 6724 1 3 3 3 1 1 1 1 1 3 3 3 68 4624 3 2 3 1 1 1 1 2 2 1 3 3 67 4489 3 1 1 1 3 3 3 3 3 1 1 3 82 6724 1 3 1 1 1 1 1 1 3 2 1 3 53 2809 1 3 1 1 1 3 1 3 3 1 1 3 68 4624 1 3 3 3 1 3 3 3 3 1 1 2 75 5625 1 1 3 1 1 3 3 3 3 1 1 3 71 5041 1 1 3 1 1 3 1 3 3 1 1 3 64 4096 3 3 2 2 1 3 3 3 3 3 3 3 94 8836 1 2 2 1 1 3 3 3 3 1 1 3 69 4761 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 91 8281 3 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 3 54 2916 2 1 1 1 3 3 3 1 3 1 1 1 61 3721 3 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 2 51 2601 2 2 3 2 3 3 3 3 3 1 1 3 73 5329 3 1 2 1 2 1 3 3 3 1 1 3 72 5184 2 2 2 2 3 3 3 3 3 3 3 3 90 8100

Page 119: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

106

3 3 3 1 1 1 3 3 3 3 3 3 80 6400 3 3 1 1 1 1 3 3 3 3 3 3 84 7056 3 3 2 3 3 3 1 1 3 3 3 3 86 7396 3 3 2 3 1 3 1 1 3 3 2 3 83 6889 3 1 1 1 1 2 3 3 3 1 1 1 71 5041 3 1 1 1 3 3 3 2 3 1 1 2 66 4356 3 2 3 3 3 3 1 3 3 2 2 3 88 7744 3 1 2 1 2 3 2 2 1 2 3 3 81 6561 1 3 1 1 1 3 3 3 3 1 1 2 66 4356 3 1 1 1 3 3 3 3 3 1 1 3 80 6400 3 1 1 1 1 3 3 3 3 1 1 2 60 3600 3 3 2 2 3 3 3 3 3 2 2 1 85 7225 1 1 1 1 1 3 1 3 3 1 1 3 60 3600 2 2 2 3 3 3 3 3 3 1 1 3 74 5476 2 1 1 1 3 3 3 1 3 1 2 1 66 4356 1 1 1 1 1 3 1 3 3 1 1 3 63 3969 3 3 1 2 1 2 3 3 3 2 1 1 76 5776 3 3 3 3 1 1 3 3 3 3 3 3 89 7921 3 3 3 2 1 1 3 3 2 1 3 2 84 7056 3 3 2 2 3 2 3 3 3 2 1 1 80 6400 1 1 1 1 1 1 3 2 3 2 1 3 66 4356 3 3 2 3 1 3 3 3 3 2 3 3 87 7569 3 1 2 3 2 3 3 3 1 1 3 3 84 7056 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 88 7744 1 2 2 1 1 2 1 2 1 2 2 2 64 4096

284 290 257 230 216 262 292 307 307 223 231 290 8870 684444 770 798 641 546 486 680 808 859 871 481 517 790 0.53

9 0.40

8 0.40

0 0.41

8 0.33

0 0.37

8 0.49

4 0.47

4 0.41

4 0.32

9 0.35

1 0.33

7 σ2 102.495 Vali

d Vali

d Vali

d Vali

d Vali

d Vali

d Vali

d Vali

d Vali

d Vali

d Vali

d Vali

d Σσi2 20.258

0.689

0.677

0.654

0.802

0.746

0.797

0.677

0.457

0.559

0.478

0.521

0.609 0.827

PERHITUNGAN VALIDITAS ANGKET

Rumus:

Kriteria Butir angket valid jika rxy > r table

11r

2222

Y X - XY

YYNXXN

Nrxy

Page 120: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

107

No Kode X Y X2 Y2 XY 1 E-01 3 57 9 3249 171 2 E-02 1 57 1 3249 57 3 E-03 1 69 1 4761 69 4 E-04 3 74 9 5476 222 5 E-05 3 80 9 6400 240 6 E-06 2 81 4 6561 162 7 E-07 1 79 1 6241 79 8 E-08 2 73 4 5329 146 9 E-09 3 79 9 6241 237 10 E-10 2 81 4 6561 162 11 E-11 3 67 9 4489 201 12 E-12 3 79 9 6241 237 13 E-13 1 72 1 5184 72 14 E-14 1 74 1 5476 74 15 E-15 3 80 9 6400 240 16 E-16 3 59 9 3481 177 17 E-17 3 85 9 7225 255 18 E-18 3 86 9 7396 258 19 E-19 3 87 9 7569 261 20 E-20 1 69 1 4761 69 21 E-21 1 60 1 3600 60 22 E-22 3 93 9 8649 279 23 E-23 3 94 9 8836 282 24 E-24 3 87 9 7569 261 25 E-25 3 76 9 5776 228 26 E-26 1 83 1 6889 83 27 E-27 1 85 1 7225 85 28 E-28 1 76 1 5776 76 29 E-29 1 70 1 4900 70 30 E-30 1 66 1 4356 66 31 E-31 1 76 1 5776 76 32 E-32 3 75 9 5625 225 33 E-33 3 87 9 7569 261 34 E-34 1 80 1 6400 80 35 E-35 3 81 9 6561 243 36 E-36 1 56 1 3136 56 37 E-37 3 66 9 4356 198 38 E-38 3 85 9 7225 255 39 E-39 3 86 9 7396 258 40 E-40 1 66 1 4356 66 41 E-41 2 89 4 7921 178 42 E-42 1 80 1 6400 80 43 E-43 1 59 1 3481 59 44 E-44 1 67 1 4489 67 45 E-45 2 75 4 5625 150 46 E-46 2 66 4 4356 132 47 E-47 3 88 9 7744 264 48 E-48 3 86 9 7396 258 49 E-49 1 78 1 6084 78

Page 121: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

108

50 E-50 3 76 9 5776 228 51 E-51 2 82 4 6724 164 52 E-52 2 66 4 4356 132 53 E-53 3 91 9 8281 273 54 E-54 2 80 4 6400 160 55 E-55 3 80 9 6400 240 56 E-56 3 83 9 6889 249 57 E-57 3 86 9 7396 258 58 E-58 1 85 1 7225 85 59 E-59 1 78 1 6084 78 60 E-60 3 94 9 8836 282 61 E-61 3 80 9 6400 240 62 E-62 3 74 9 5476 222 63 E-63 3 87 9 7569 261 64 E-64 3 87 9 7569 261 65 E-65 2 74 4 5476 148 66 E-66 1 73 1 5329 73 67 E-67 2 66 4 4356 132 68 E-68 2 70 4 4900 140 69 E-69 1 72 1 5184 72 70 E-70 2 76 4 5776 152 71 E-71 2 64 4 4096 128 72 E-72 3 84 9 7056 252 73 E-73 2 62 4 3844 124 74 E-74 2 80 4 6400 160 75 E-75 2 82 4 6724 164 76 E-76 2 68 4 4624 136 77 E-77 2 67 4 4489 134 78 E-78 3 82 9 6724 246 79 E-79 2 53 4 2809 106 80 E-80 2 68 4 4624 136 81 E-81 2 75 4 5625 150 82 E-82 2 71 4 5041 142 83 E-83 2 64 4 4096 128 84 E-84 3 94 9 8836 282 85 E-85 2 69 4 4761 138 86 E-86 2 91 4 8281 182 87 E-87 2 54 4 2916 108 88 E-88 2 61 4 3721 122 89 E-89 1 51 1 2601 51 90 E-90 2 73 4 5329 146 91 E-91 3 72 9 5184 216 92 E-92 3 90 9 8100 270 93 E-93 3 80 9 6400 240 94 E-94 3 84 9 7056 252 95 E-95 3 86 9 7396 258 96 E-96 1 83 1 6889 83 97 E-97 2 71 4 5041 142 98 E-98 2 66 4 4356 132 99 E-99 3 88 9 7744 264

Page 122: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

109

100 E-100 3 81 9 6561 243 101 E-101 2 66 4 4356 132 102 E-102 3 80 9 6400 240 103 E-103 1 60 1 3600 60 104 E-104 3 85 9 7225 255 105 E-105 2 60 4 3600 120 106 E-106 2 74 4 5476 148 107 E-107 2 66 4 4356 132 108 E-108 2 63 4 3969 126 109 E-109 2 76 4 5776 152 110 E-110 3 89 9 7921 267 111 E-111 3 84 9 7056 252 112 E-112 3 80 9 6400 240 113 E-113 3 66 9 4356 198 114 E-114 2 87 4 7569 174 115 E-115 3 84 9 7056 252 116 E-116 1 88 1 7744 88 117 E-117 2 64 4 4096 128 256 8870 634 684444 19812

Dengan menggunakan rumus tersebut diperoleh :

rxy

=

117 19812 256 8870

117 634 256 2 117 684444 8870

2

= 0.429

Karena rxy =0.429 > 0.182 maka dapat disimpulkan bahwa angket tersebut valid

Page 123: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

110

Perhitungan Reliabilitas Instrumen

Rumus:

Keterangan: k : Banyaknya butir pertanyaan atau butir soal σ2

t : Varian total ∑ σ2

b : Jumlah varian butir

Kriteria Apabila r11 > r tabel, maka instrumen tersebut reliabel.

Perhitungan 1. Varians total

684444

8870 2

σ2t = 117

= 102.494558 11

7 2. Varians butir

634

256 2

σ2b

1 = 117 = 0.631309

81 117

760

286 2

σ2b

2 = 117 = 0.520417

85 117

765

285 2

σ2b

3 = 117 = 0.604865

22 11

Page 124: SURVEI PERSEPSI GURU NON PENJASORKES TERHADAP …lib.unnes.ac.id/2228/1/5574.pdf · Kisi-kisi Kuesioner Persepsi Guru Bidang Studi Non- Penjasorkes Terhadap Kompetensi Guru Penjasorkes

111

7 : : :

790

290 2

σ2

b

33 = 117 = 0.608517

79 117

∑ σ2b = σ2

b

1 + σ2

b2 + σ2

b3 + ……

…. + σ2b33

= 0.63130981 + 0.52041785 + 0.604865

22 + ………. + 0.608517

79 = 20.25816349

3. Koefisien reliabilitas

= 33

1 20.25816349 33-1 102.4945577

=

0.827 Karena =0.827 > 0.182 maka dapat disimpulkan bahwa angket tersebut reliabel