35
Standarisasi Umur

Standarisasi Umur

  • Upload
    emilie

  • View
    123

  • Download
    5

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Standarisasi Umur. Latar Belakang. Tingkat kematian di suatu daerah dipengaruhi oleh komposisi demografi penduduknya. Komposisi umur dari suatu populasi merupakan faktor kunci dalam menentukan angka kematian kasar dari suatu populasi. Latar Belakang. - PowerPoint PPT Presentation

Citation preview

Page 1: Standarisasi Umur

Standarisasi Umur

Page 2: Standarisasi Umur

Latar Belakang

• Tingkat kematian di suatu daerah dipengaruhi oleh komposisi demografi penduduknya.

• Komposisi umur dari suatu populasi merupakan faktor kunci dalam menentukan angka kematian kasar dari suatu populasi.

Page 3: Standarisasi Umur

Latar Belakang

• Angka kematian kasar di suatu daerah mungkin relatif tinggi disebabkan karena di daerah tersebut mempunyai proporsi penduduk lansia yang besar.

• Sedangkan di daerah lain, mungkin angka kematian kasarnya rendah karena di daerah tersebut mempunyai proporsi penduduk muda yang besar.

• Angka kematian kasar di suatu daerah mungkin akan meningkat walaupun angka kematian pada tiap2 kelompok umurnya tetap, jika populasinya mengalami penuaan (ageing population).

Page 4: Standarisasi Umur

Latar Belakang

• Untuk dapat membandingkan angka kematian antar waktu atau antar daerah, kita harus mengasumsikan bahwa kedua populasi tersebut memiliki komposisi umur yang sama.

• Prosedur penyesuaian/penyamaan ini disebut standarisasi.

• Selain berdasarkan komposisi umur, biasanya standarisasi dilakukan berdasarkan komposisi jenis kelamin, ras, desa-kota, dll.

Page 5: Standarisasi Umur

Pengertian

• Standarisasi umur dapat diartikan sebagai angka hipotetik yang timbul jika angka spesifik umur diasosiasikan dengan suatu populasi yang distribusi umurnya sama dengan populasi standar.

• Penduduk yang dipakai sebagai penduduk (populasi) standar dapat diambil dari salah satu kelompok yang diperbandingkan atau penduduk dari populasi lain.

Page 6: Standarisasi Umur

Pengertian

• Standarisasi umur tidak mempunyai arti secara khusus.

• Standarisasi umur ini hanya berguna untuk membandingkan antar kelompok populasi.

Page 7: Standarisasi Umur

Standarisasi Umur Tingkat Kematian

Page 8: Standarisasi Umur

Metode untuk Standarisasi

• Metode Langsung (direct method)• Metode Tidak Langsung (indirect method)• Indeks Keterbandingan Mortalitas

(comparative mortality index)• Angka Kematian Tabel kematian (life table

death rate)

Page 9: Standarisasi Umur

Standarisasi Langsung(Direct Standarization)

• Standarisasi langsung untuk CDR meliputi penentuan penduduk standar dan penghitungan rata-rata tertimbang ASDR dalam wilayah tertentu dengan menggunakan distribusi umur pada penduduk standar sebagai penimbang.

Page 10: Standarisasi Umur

• Formula yang digunakan:

Keterangan:

ma : ASDR pada kelompok umur a untuk penduduk observasi

Pa : Penduduk pada kelompok umur a dalam penduduk standar

P = Pa : Total penduduk standar

Page 11: Standarisasi Umur

Umur

PendudukStandar

India(ribuan)

Kerala Uttar Pradesh

ASDR(ribuan)

Expected Deaths(2) x (3)

ASDR(ribuan)

Expected Deaths(2) x (5)

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

0-45-9

10-1415-1920-2425-2930-3435-3940-4445-4950-5455-5960-6465-6970+

88.63277.26565.04653.81746.12040.65935.92231.38726.68422.23317.89114.25810.9257.4449.877

24,52,31,11,42,21,63,53,75,37,38,8

16,323,643,5

108,8

83,75,42,32,43,93,74,14,86,09,8

17,918,736,748,194,1

Total 548.160

Standardized Death Rate

Crude Death Rate (for comparision) 9,00 20,10

Standarisasi Langsung Tingkat KematianKerala & Uttar Pradesh, India 1971

Page 12: Standarisasi Umur

Langkah Penghitungan

1. Catat populasi penduduk standar (dalam contoh: India)

2. Catat ASDR populasi observasi (dalam contoh: Kerala & Uttar Pradesh)

3. Kalikan 1 & 2. Kemudian hitung jumlah kumulatifnya

4. Bagi hasil 3 dengan jumlah populasi standar

Page 13: Standarisasi Umur

Umur

PendudukStandar

India(ribuan)

Kerala Uttar Pradesh

ASDR(ribuan)

Expected Deaths(2) x (3)

ASDR(ribuan)

Expected Deaths(2) x (5)

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

0-45-9

10-1415-1920-2425-2930-3435-3940-4445-4950-5455-5960-6465-6970+

88.63277.26565.04653.81746.12040.65935.92231.38726.68422.23317.89114.25810.9257.4449.877

24,52,31,11,42,21,63,53,75,37,38,8

16,323,643,5

108,8

2.171.484177.71071.55175.344

101.46465.054

125.727116.132141.425162.301157.441232.405257.830323.814

1.025.233

83,75,42,32,43,93,74,14,86,09,8

17,918,736,748,194,1

7.418.498417.231149.606129.161179.868150.438147.280150.658160.104217.88320.249

266.625400.248358.056929.426

Total 548.160 5.254.299 11.396.031

Standardized Death Rate 9,59 20,79

Crude Death Rate (for comparision) 9,00 20,10

Standarisasi Langsung Tingkat KematianKerala & Uttar Pradesh, India 1971

Page 14: Standarisasi Umur

Standarisasi Tidak Langsung(Indirect Standarization)

Ketika age specific death rate (tingkat kematian spesifik umur) populasi observasi tidak tersedia, indeks kematian dapat diperoleh dengan menggunakan metode tidak langsung.

Page 15: Standarisasi Umur

• Formula yang digunakan:

Keterangan:d : Jumlah kematian aktual dalam populasi

observasi

Ma : ASDR pada kelompok umur a untuk penduduk standar

M : CDR penduduk standar

pa : Penduduk pada kelompok umur a dalam populasi observasi

Page 16: Standarisasi Umur

Umur

ASDR Penduduk

Standar India(ribuan)

KERALA UTTAR PRADESH

Population

(ribuan)

Expected Deaths(2) x (3)

Population

(ribuan)

Expected Deaths(2) x (5)

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

0-45-9

10-1415-1920-2425-2930-3435-3940-4445-4950-5455-5960-6465-6970+

51,94,72,02,43,63,74,65,76,79,5

16,821,234,048,4

100,3

3.1512.8362.6482.3451.9301.6081.3521.148

997866697558438318454

14.31512.38910.3498.3177.1676.3115.6155.0054.3333.7063.0382.4831.9811.4081.924

Total 15,0(CDR) 21.346 88.341

Total Death Actually Registered 192.126 1.775.657

Ratio = Obeserved : Expected

Indirect Standardized Death Rate

Standarisasi Tidak Langsung Tingkat Kematian Kerala & Uttar Pradesh, India 1971

Page 17: Standarisasi Umur

Langkah Penghitungan

1. Catat ASDR penduduk standar (dalam contoh: India)2. Catat penduduk populasi observasi berdasarkan

kelompok umur (dalam contoh: Kerala & Uttar Pradesh)

3. Kalikan 1 & 2. Kemudian hitung jumlah kumulatifnya. Angka ini merupakan jumlah kematian yang diharapkan berdasarkan ASDR penduduk standar & populasi observasi

4. Bagi jumlah kematian populasi observasi dengan hasil 35. Kalikan hasil 4 dengan CDR penduduk standar

Page 18: Standarisasi Umur

Umur

ASDR Penduduk

Standar India(ribuan)

KERALA UTTAR PRADESH

Population

(ribuan)

Expected Deaths(2) x (3)

Population

(ribuan)

Expected Deaths(2) x (5)

(1) (2) (3) (4) (5) (6)

0-45-9

10-1415-1920-2425-2930-3435-3940-4445-4950-5455-5960-6465-6970+

51,94,72,02,43,63,74,65,76,79,5

16,821,234,048,4

100,3

3.1512.8362.6482.3451.9301.6081.3521.148

997866697558438318454

163.53713.3295.2965.6286.9485.9506.2196.5446.6808.227

11.71011.83014.89215.39145.536

14.31512.38910.3498.3177.1676.3115.6155.0054.3333.7063.0382.4831.9811.4081.924

742.94858.22820.69819.96125.80123.35125.82928.52829.03135.20751.03852.64067.35468.147

192.977

Total 15,0(CDR) 21.346 327.716 88.341 1.441.740

Total Death Actually Registered 192.126 1.775.657

Ratio = Obeserved : Expected 0,586 1,232

Indirect Standardized Death Rate 8,79 18,47

Standarisasi Tidak Langsung Tingkat Kematian Kerala & Uttar Pradesh, India 1971

Page 19: Standarisasi Umur

Indeks Keterbandingan MortalitasComparative Mortality Index (CMI)

CMI adalah suatu ukuran mortalitas untuk menunjukkan perubahan dalam seluruh level mortalitas atau penduduk. Hal ini berkaitan dengan pengaruh pada komposisi umur dan jenis kelamin penduduk saat sekarang maupun penduduk pada awal tahun.

CMI didefinisikan sebagai rasio jumlah tertimbang ASDR dalam masing-masing tahun ke jumlah tertimbang ASDR yang sama pada awal tahun. Penimbang-penimbangnya adalah rata-rata pada (a) proporsi penduduk total menurut kelompok umur pada awal tahun dan (b) proporsi penduduk dalam tahun yang terkait.

Page 20: Standarisasi Umur

• Formula yang digunakan:

Keterangan:

Ma : ASDR pada tahun standar

ma : ASDR pada tahun observasi

Pa & P : Mengacu pada tahun standar

pa & p : Mengacu pada tahun yang diobservasi

𝐶𝑀𝐼=∑𝑤𝑎𝑚𝑎

∑𝑤𝑎𝑀𝑎𝑤𝑎=

12 ( 𝑃𝑎

𝑃+𝑝𝑎

𝑝 )

Page 21: Standarisasi Umur

Tujuan dasar penghitungan CMI adalah untuk membandingkan relatif mortalitas suatu wilayah pada dua titik waktu.

CMI pertama diperkenalkan pada tahun 1941 di Inggris dan Wales, tetapi kemudian tidak dipakai lagi karena sangat sulit untuk menjelaskan CMI secara umum.

Page 22: Standarisasi Umur

Standarisasi Umur Tingkat Kelahiran

Page 23: Standarisasi Umur

STANDARISASI TINGKAT KELAHIRAN

Tinggi rendahnya tingkat fertilitas di suatu negara di pengaruhi oleh beberapa variabel misalnya umur, status perkawinan, atau karakteristik yang lain.

Seperti halnya dengan mortalitas, kalau kita ingin memperbandingkan tingkat fertilitas di beberapa negara, maka pengaruh variable-variabel tersebut perlu dinetralisir dengan menggunakan teknik standarisasi yang digunakan untuk pengukuran mortalitas.

Jika diketahui tingkat fertilitas menurut umur di Negara A dan B, dan ingin dibandingkan tingkat kelahiran umum di kedua negara tersebut, maka tingkat fertilitas menurut umur dikalikan dengan jumlah penduduk standar dari masing-masing kelompok umur.

Page 24: Standarisasi Umur

General Fertility Rate (GFR) dapat juga distandarisasi sebagai berikut:

a) Direct Age Standardized GFR

b) Indirect Age Standardized GFR

B

* GFRs∑ 5fxs .

Wx

∑ 5fx . Wxs

x 1.000∑ Wx

s

STANDARISASI LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG TINGKAT KELAHIRAN

Dimana fx adalah Age Spesific Fertility Rate (ASFR) pada

umur x per wanita.

Page 25: Standarisasi Umur

Sebagai contoh di bawah ini dibuat penghitungan Tingkat Fertilitas Umum untuk Negara India, Swedia, dan Philipina dengan menggunakan penduduk perempuan di Swedia tahun 1960 sebagai standar.

Page 26: Standarisasi Umur

Tingkat Fertilitas Umum Negara India, Swedia, Philipina dengan Penduduk Perempuan Swedia Sebagai Standar

KelompokUmur

PendudukPerempua

nSwedia

Tingkat Fertilitas menurut Umur Expected Births

India Swedia Philipina India Swedia Philipina

15-1920-2425-2930-3435-3940-4445-49

164.788130.496122.088132.429149.895150.342149.962

151,6275,7255,5197,0149.9150.3

19,2

32,47127,20138,0183,45133,8

51,90,85

69,13346,59377,91315,0911,94

103,6227,55

Jumlah 1.000.000GFR =B

* 1.000Pf(15-49)

Page 27: Standarisasi Umur

Tingkat Fertilitas Umum Negara India, Swedia, Philipina dengan Penduduk Perempuan Swedia Sebagai Standar

KelompokUmur

PendudukPerempua

nSwedia

Tingkat Fertilitas menurut Umur Expected Births

India Swedia Philipina India Swedia Philipina

15-1920-2425-2930-3435-3940-4445-49

164.788130.496122.088132.429149.895150.342149.962

151,6275,7255,5197,0149.9150.3

19,2

32,47127,20138,0183,45133,8

51,90,85

69,13346,59377,91315,0911,94

103,6227,55

24.98235.97831.19326.08922.20122.5962.879

5.51516.59916.84911.05120.0561.795

127

11.39245.22946.13841.72738.09315.5784.131

Jumlah 1.000.000 148.980 71.992 202.288

148,98 71,99 202,29

GFR =B

* 1.000Pf(15-49)

Page 28: Standarisasi Umur

United Nation telah menemukan metode lain standarisasi tidak langsung tingkat kelahiran untuk umur dan jenis kelamin dimana hanya jumlah kelahiran dan distribusi umur wanita dalam kelompok umur 15-44 (lima tahunan masa reproduksi) yang tersedia.

Formulasi Sex Age Adjusted Birth Rate (SAABR) oleh UN sebagai berikut:

SAABR =

Bx

1.000∑ wi . Wi

Page 29: Standarisasi Umur

Dimana wi, adalah penimbang standar untuk kelompok

umur i (i = 1, 2, ...6, dimulai dari kelompok umur 15-19)

dalam masa reproduksi, dan Wi adalah jumlah wanita

dalam kelompok umur i tahun.

SAABR adalah jumlah kelahiran per 1.000 wanita tertimbang dalam kelompok umur 15-44 tahun.

Standar penimbang telah terseleksi berdasarkan distribusi rata-rata persentase ASFR dari 52 negara yang mewakili tingkat fertilitas rendah maupun tinggi di negara-negara tersebut yang menyajikan tingkat fertilitas relatif menurut umur.

Nilai penimbang tersebut adalah 1, 7, 7, 6, 4, 1 berturut-turut untuk kelompok umur 15-19, 20-24, 25-29, 30-34, 35-39, dan 40-44.

Page 30: Standarisasi Umur

Tabel berikut merupakan contoh prosedur penghitungan standarisasi tingkat kelahiran dengan metode standarisasi langsung dan tidak langsung.

Kelompok

Umur

Penduduk Wanita(dalam ribuan)

Kelahiran 1971(dalam ribuan)

ASFR

5fXB. WX

A 5fXA.

WXB

Negara A

Negara B

Negara A

Negara B

Negara A

Negara B

WXA WX

B BXA BX

B 5fXA .

1.0005fX

B .

1.000

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

15-1920-2425-2930-3435-3940-4445-49

17.26316.79916.34314.45312.62210.7958.584

1.2711.3121.3371.1701.055

876721

1.6834.5954.6323.2841.908

892281

1073583612211344216

Penghitungan ASFR, GFR, SAABR, Standarisasi Tingkat Kelahiran & TFRNegara A dan B, Tahun 1971

Jumlah penduduk Negara A = 439 juta dan jumlah penduduk Negara B = 34,7 juta, pada tahun 1971.

Page 31: Standarisasi Umur

Tabel berikut merupakan contoh prosedur penghitungan standarisasi tingkat kelahiran dengan metode standarisasi langsung dan tidak langsung.

Kelompok

Umur

Penduduk Wanita(dalam ribuan)

Kelahiran 1971(dalam ribuan)

ASFR

5fXB. WX

A 5fXA.

WXB

Negara A

Negara B

Negara A

Negara B

Negara A

Negara B

WXA WX

B BXA BX

B 5fXA .

1.0005fX

B .

1.000

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

15-1920-2425-2930-3435-3940-4445-49

17.26316.79916.34314.45312.62210.7958.584

1.2711.3121.3371.1701.055

876721

1.6834.5954.6323.2841.908

892281

1073583612211344216

97,49273,53283,42227,22151,1682,6132,74

84,19272,87270,01188,89127,0147,9522,19

1.453.303

4.583.876

4.412.724

2.730.013

1.603.171

517.566190.479

193.912

358.869

378.938

265.845

159.478

72.38523.602

Penghitungan ASFR, GFR, SAABR, Standarisasi Tingkat Kelahiran & TFRNegara A dan B, Tahun 1971

Jumlah penduduk Negara A = 439 juta dan jumlah penduduk Negara B = 34,7 juta, pada tahun 1971.

Page 32: Standarisasi Umur

CBR(A

) =17.295.000

x 1.000 = 39,396439.000.00

0

CBR(B

) =1.239.000

x 1.000 = 35,706

34.700.000

GFR(A

) =17.295.000

x 1.000 =

178,55896.859.000

GFR(B

) =1.239.000

x 1.000 =

160,0367.742.000

Page 33: Standarisasi Umur

dimana: ∑ wi . WiA = (1 x 17.263.000) + (7 x

16.799.000) + … + (1 x 8.584.000)

SAABR(

A) =

Jumlah Kelahiran x

1.000∑ wi . Wi

A

SAABR(

A) =17.295.000

x 1.000 = 43,536397.258.00

0

SAABR(

B) =1.239.000

x 1.000 = 38,804

31.930.000

Page 34: Standarisasi Umur
Page 35: Standarisasi Umur

Standarisasi Birth Rate Langsung untuk Negara B dengan penduduk Negara A sebagai standar

= Jumlah Kolom (8)/Penduduk Negara A

= (15.521.278/439.000.000) x 1.000

= 35,356

Standarisasi Birth Rate Tidak Langsung untuk Negara B

= {(B ) x CBRA}/Jumlah Kol.(9)

= (1.239.000 x 39,396)/1.383.029,8

= 35,293