REVITALISASI KAWASAN ALUN-ALUN PONOROGO SEBAGAI /Konsep... · KONSEP PERENCAAN DAN PERANCANGAN ...…

  • View
    221

  • Download
    4

Embed Size (px)

Transcript

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

KONSEP PERENCAAN DAN PERANCANGAN

REVITALISASI KAWASAN ALUN-ALUN PONOROGO SEBAGAI RUANG PUBLIK

TUGAS AKHIR

Diajukan sebagai Syarat untuk Mencapai

Gelar Sarjana Teknik Arsitektur Universitas Sebelas Maret

Disusun Oleh : AHMAD FARIS ANSORI

I0205027

JURUSAN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVESITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA 2012

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

ii

REVITALISASI KAWASAN ALUN-ALUN PONOROGO

SEBAGAI RUANG PUBLIK

Disusun Oleh : AHMAD FARIS ANSORI

I 0205027

Menyetujui, Surakarta, 1 Agustus 2012

Mengesahkan,

Pembimbing I

Ir. Suparno, MT NIP. 1955 0516 198601 1 001

Pembimbing II

Ir. Hari Yuliarso, MT NIP. 1959 0725 199802 1 001

Ketua Jurusan Arsitektur

Fakultas Teknik

Dr. Ir. Mohamad Muqoffa, MT NIP. 1962 0610 199103 1 001

Ketua Program Studi Arsitektur

Fakultas Teknik

Kahar Sunoko, MT NIP. 1969 0320 199503 1 003

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

iii

KATA PENGANTAR

Assalamu alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh....

Om Swastiastu....Om Shanti Shanti Shanti, Om.....

Namo Buddhaya...

Shalom Aleichem bShem Ha Mashiach....

Puji syukur kepada Allah swt. atas waktu untuk kita semua, kesempatan untuk

bernafas, kesempatan mengingat keluarga dan mengingat-Nya. Sehingga semua proses

dalam penyelesaian Konsep Perencanaan dan Perancangan Tugas Akhir ini pun berjalan

dengan baik.

Sebuah proses menuju akhir memang tidak mudah, tetapi juga tidak sulit,

relative. Maka berkat bantuan dari berbagai pihak, penyusunan pun selesai pada

waktunya. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Dr. Ir. Mohamad Muqoffa, MT selaku Ketua Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik

Universitas Sebelas Maret.

2. Kahar Sunoko, ST, MT selaku Ketua Prodi Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik

Universitas Sebelas Maret.

3. Ir. Suparno, MT, selaku Dosen Pembimbing I Tugas Akhir.

4. Ir. Hari Yuliarso, MT , selaku Dosen Pembimbing II Tugas Akhir.

5. Ir. FX. Soewandi, selaku Pembimbing Akademik.

6. Teman-teman Jurusan Arsitektur UNS, teman-teman kantin, teman-teman KFA,

terima kasih atas prosesnya.

Surakarta, 31 Juli 2012

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

iv

Terima kasih untuk semuanya......

Untuk keluarga, untuk kawan, untuk dosen.....

Terima kasih prosesnya.....

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

v

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ii

KATA PENGANTAR iii

UCAPAN TERIMA KASIH iv

DAFTAR ISI v

BAB I PENDAHULUAN 1

I.1. LATAR BELAKANG 2

I.1.1. Umum Perkembangan paradigma dan konsekuensi

pemanfaatan alun-alun kota sebagai ruang publik. 2

I.1.2. Khusus Panggung pertunjukan seni sebagai wadah

apresiasi. 4

I.2. PERMASALAHAN DAN PERSOALAN 5

I.3. TUJUAN DAN SASARAN 6

I.4. LINGKUP DAN BATASAN 6

I.5. METODOLOGI 7

I.5.1. Metode Penelusuran Masalah 7

I.5.2. Metode Pencarian Data dan Informasi 7

I.5.3. Metode Perumusan Konsep Desain 7

I.5.4. Metode Desain 8

I.6. SISTEMATIKA PENULISAN 8

BAB II TINJAUAN 9

II.1. REVITALISASI 9

II.2. AWAL PERADABAN NUSANTARA 11

II.3. PERMUKIMAN KOTA JAWA 14

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

vi

II.3.1. Jagad dan Kota 14

II.3.2. Halun-Halun 28

II.3.3. Marga dan Ratan 38

II.3.4. Pasar atau Peken 43

II.3.5. Mesjid dan Pusat Kekuasaan 44

II.3.6. Pawisman atau Pamohan 46

II.3.7. Dari Kuta Negara ke Kota Modern 49

II.4. ALUN-ALUN SECARA FUNGSIONAL MASA

PRAKOLONIAL 54

II.5. RUANG PUBLIK 62

II.5.1. Peranan Ruang Publik 62

II.5.2. Permasalahan Ruang Publik Kota 65

II.5.3. Ruang Publik sebagai Elemen Perancangan Kota 70

II.5.4. Paradigma Baru Perancangan Kota di Indonesia 73

II.5.5. Tipologi Ruang Publik 76

II.5.6. Kriteria Desain Tak Terukur (unmeasureable design criterias) 83

II.6. PANGGUNG PERTUNJUKAN 84

II.6.1. Jenis-jenis Panggung 85

II.6.2. Pengetahuan Tata Pentas 93

II.6.3. Macam-macam Panggung 95

II.6.3.1. Panggung Prosenium atau Panggung Pigura 95

II.6.3.2. Panggung Portable 97

II.6.3.3. Panggung Arena 97

II.6.3.4. Panggung Terbuka 99

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

vii

II.6.3.5. Panggung Kereta 100

II.6.3.6. Pokok-pokok Persyaratan Set Panggung/Pentas 100

II.7. KONDISI KABUPATEN PONOROGO 102

II.7.1. Potensi Kawasan Alun-alun Ponorogo 108

II.7.2. Masalah Kawasan Alun-alun Ponorogo 109

II.8. PRESEDEN 110

II.8.1. Alun-alun Wonosobo 110

II.8.2. Alun-alun Jogjakarta 111

II.9. KESIMPULAN 112

BAB III REVITALISASI KAWASAN ALUN-ALUN PONOROGO

SEBAGAI RUANG PUBLIK 113

BAB IV ANALISA REVITALISASI KAWASAN ALUN-ALUN

PONOROGO 119

IV.1. ANALISA KAWASAN ALUN-ALUN PONOROGO 122

IV.2. ANALISA KARAKTERISTIK BANGUNAN 125

IV.3. ANALISA PERUANGAN 126

IV.3.1. Analisa Kebutuhan Ruang Panggung Utama 126

IV.3.2. Analisa Kebutuhan Ruang Pasar 127

IV.3.3. Analisa Pengelompokan Ruang Panggung Utama 128

IV.3.4. Analisa Pengelompokan Ruang Pasar 130

IV.3.5. Analisa Persyaratan Ruang 130

IV.3.6. Analisa Besaran Ruang 132

IV.3.7. Analisa Pengolahan Tapak 133

IV.3.7.1. Analisa Klimatologis 133

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

viii

IV.3.7.2. Analisa View 135

IV.3.7.3. Analisa Pencapaian 137

IV.3.7.4. Analisa Kebisingan 138

IV.3.7.5. Analisa Zoning 139

IV.3.7.6. Analisa Pencahayaan 140

IV.3.7.7. Analisa Penghawaan 140

BAB V KONSEP REVITALISASI KAWASAN ALUN-ALUN PONOROGO

SEBAGAI RUANG PUBLIK 141

V.1. Konsep Bangunan Revitalisasi Kawasan Alun-alun Ponorogo 141

V.2. Konsep Peruangan 143

V.2.1. Konsep Pesyaratan Ruang 143

V.2.2. Konsep Besaran Ruang 144

V.3. Konsep Site Terpilih 145

V.4. Konsep Dalam Bangunan 146

V.5. Konsep Struktur Bangunan 146

V.6. Konsep Utilitas Bangunan 148

DAFTAR PUSTAKA xii

LAMPIRAN xiii

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Kondisi alun-alun Ponorogo pada saat menjelang Syawal 3

Gambar 1.2 Panggung Pertunjukan di Alun-alun Ponorogo 5

Gambar 2.1 Struktur Pusat Negara Demak 17

Gambar 2.2 Kompleks Masjid Demak 1602-1606 20

Gambar 2.3 Kompleks Masjid Demak 1602-1606 20

Gambar 2.4 Mesjid Mantingan di Jepara, dibangun sekitar 1599.

Terdapat di kompleks makam Ratu Kalinyamat 21

Gambar 2.5 Candi Tinggi di Muara Takus (Jambi) yang dibangun

kira-kira abad ke-12 merupakan puncak hasil seni

bangunan batu bata di Indonesia 22

Gambar2.6 Denah kompleks makam Kota Gede 23

Gambar 2.7 Kompleks makam-masjid Kota Gede 25

Gambar 2.8 Pusat kota Yogyakarta 31

Gambar 2.9 Denah Kompleks Keraton Yogyakarta 31

Gambar 2.10 Keraton Yogyakarta 32

Gambar 2.11 Pusat Kota Surakarta 33

Gambar 2.12 Keraton Surakarta 34

Gambar 2.13 Tatanan Keraton Surakarta berdasarkan Kosmologi 54

Gambar 2.14 Rekonstruksi Kraton Majapahit oleh Maclaine Port

berdasakan Kitab Negarakertagama (1924) 56

Gambar 2.15 Keadaan Kraton Surakarta sekarang dengan

Alun-alun Lor dan Alun-alun Kidul 58

perpustakaan.uns.ac.id digilib.uns.ac.id

commit to user

x

Gambar 2.16 Sketsa Topografi Kraton Yogyakarta dan

lingkungannya ketika serangan Inggris (1812) 59

Gambar 2.17 Pagar kayu yang membatasi Alun-alun Kraton

Yogyakarta, yang merupakan bukti bahwa Alun-alun

dulunya masih merupakan bagian dari Kraton 60

Gambar 2.18 Denah panggung teater kecil 85

Gambar 2.19 Berbagai macam model panggung 86

Gambar 2.20 Panggung proscenium 87

Gambar 2.21 Panggung thrust 89

Gambar 2.22 Bagian-bagian panggung I 90

Gambar 2.23 Bagian panggung II 91

Gambar 2.24 Denah Panggung Proscenium 96

Gambar 2.25 Panggung Portable 97

Gambar 2.26 Denah Panggung Tapal Kuda 98

Gambar 2.27 Denah Panggung Arena bentuk U 98

Gambar 2.28 Denah Panggung Arena bujur sangkar 99

Gambar 2.29 Denah Panggung Arena bentuk lingkaran 99

Gambar 2.30 Denah Panggung Terbuka 100

Gambar 2.31 Peta Wilayah Kabupaten Ponorogo 103

Gambar