REKONSTRUKSI METODOLOGI KRITIK TAFSIR: ... kontemporer, terutama teori kritik hadis, kritik sastra dan

Embed Size (px)

Text of REKONSTRUKSI METODOLOGI KRITIK TAFSIR: ... kontemporer, terutama teori kritik hadis, kritik sastra...

  • i

    REKONSTRUKSI

    METODOLOGI KRITIK TAFSIR: Studi Buku al-Dakhi>l Karya Fa>yed (1936-1999 M)

    Oleh:

    Muhammad Ulinnuha

    NIM: 10.3.00.1.05.08.0025

    Promotor:

    Prof. Dr. Said Agil Husin al-Munawwar, MA.

    Prof. Dr. Hamdani Anwar, MA.

    SEKOLAH PASCASARJANA

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)

    SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

    1436 H/2015 M

  • ii

  • iii

    KATA PENGANTAR

    Alh}amdulilla>h, puji syukur ke hadirat Allah Swt. Karena berkat ‘ina>yah, rahmat dan hidayah-Nya, penulisan disertasi ini dapat diselesaikan. Shalawat dan salam tak luput penulis curahkan keharibaan sang penafsir

    sekaligus ‘kritikus’ tafsir Al-Qur’an, Nabi Muhammad Saw, beserta para

    keluarga, sahabat dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.

    Jamak diketahui bahwa Al-Qur’an telah melahirkan sejumlah teks

    turunan yang luar biasa. Teks turunan ini dikenal dengan literatur tafsir.

    Kitab-kitab tafsir tersebut tidak sekadar jumlahnya yang banyak, tapi juga

    corak, pendekatan dan bentuk metode yang dipakai penulisnya pun beragam

    dan berbeda-beda.

    Keberagaman karya tafsir ini di satu sisi sangat membanggakan, tapi

    di sisi lain memprihatinkan. Membanggakan, karena dibanding kitab suci

    lain, hanya Al-Qur’an-lah yang memiliki tafsiran paling banyak dan

    beraneka macam. Memprihatinkan, sebab diantara sejumlah karya tersebut,

    penafsirannya banyak yang dibangun di atas pondasi kepentingan mufasir.

    Mulai dari kepentingan ideologis, ekonomi, politik, sains dan seterusnya.

    Universalitas dan komprehensifitas Al-Qur’an, ketika didekati dan

    ditafsiri dengan basis kepentingan-kepentingan subjektif mufasir, tentu akan

    tercerabut dan pada tahap tertentu akan hilang. Kekhawatiran akan

    tercerabutnya universalitas dan komprehensivitas Al-Qur’an ini, coba

    dijawab oleh sebagian intelektual dengan mengetengahkan metode kritik

    tafsir Al-Qur’an. Salah satu yang menawarkan metode kritis tersebut adalah

    ‘Abd al-Wahha>b Fa>yed dengan teori kritik tafsir infiltratif (al-dakhi>l)-nya. Hanya saja, tawaran metode kritis Fa>yed ini masih menyisakan

    permasalahan, terutama pada sisi sistematika dan struktur metodisnya.

    Karena itu, penulis tertarik untuk meneliti, menyelami dan menghirup

    aroma kritis Fa>yed itu dengan pisau analisis dan pendekatan ilmu-ilmu

    kontemporer, terutama teori kritik hadis, kritik sastra dan hermeneutika

    objektif. Walhasil, penelitian dengan tajuk ‚Rekonstruksi Metodologi Kritik Tafsir‛ ini pun berhasil dipersembahkan ke hadapan sidang pembaca yang

    budiman.

    Dalam penyelesaian penulisan disertasi ini, tentu tidak lepas dari

    bantuan dan kontribusi banyak pihak. Untuk itu sudah selayaknya penulis

    menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada

    semua pihak yang telah turut membantu dalam penyelesaian disertasi ini,

    baik secara moril maupun materil, langsung maupun tidak langsung.

    Wabilkhusus, untaian terimakasih dan penghargaan tersebut penulis sampaikan kepada:

  • iv

    Pertama, Prof. Dr. Said Agil Husin al-Munawwar, MA. dan Prof. Dr. Hamdani Anwar, MA., selaku Promotor, yang telah memberikan arahan dan

    bimbingan yang sangat berharga bagi penulis. Di sela-sela kesibukan beliau

    berdua yang sangat padat, tak sedikit pun mengurangi keseriusan dan

    kesungguhan dalam melakukan koreksi dan pengarahan untuk penulisan

    disertasi ini.

    Kedua, Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA., Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta yang telah menyuntikkan beragam kebijakan baru

    menuju pencapaian riset yang berkualitas.

    Ketiga, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, MA., (Rektor UIN Jakarta Periode 2010-2014), dan Prof. Dr. Dede Rosyada, MA (Rektor UIN Jakarta

    Periode 2015-2019) yang telah memberikan warna dan iklim akademik yang

    kondusif bagi pembentukan kajian keislaman dan wawasan global, melalui

    berbagai kebijakan strategis yang diambil.

    Keempat, Deputi Sekolah Pascasarjana, Prof. Dr. Suwito, MA., dan Dr. Yusuf Rahman, MA., beserta seluruh staf administrasi, umum dan

    pustaka, khususnya Bu Imah, Bang Adam dan segenap staf SPs UIN Jakarta,

    yang telah memberikan layanan, bantuan dan dukungan dalam komitmen

    profesionalitas akademik yang tinggi.

    Ketujuh, segenap Guru Besar dan dosen SPs UIN Jakarta yang dengan tulus ikhlas telah mengajar, mencurahkan ilmu dan ide-ide kritisnya

    kepada penulis. Wabilkhusus, Prof. Yunan Yusuf, MA., Prof. Zainun Kamal, MA., Prof. Nazarudin Umar, MA., Prof. Ahmad Thib Raya, MA., Prof.

    Salman Harun, MA., Prof. Dr. M. Ishom Yusqi, MA., Prof. Dr. Atho

    Muzhor, MA., Prof. Abdul Mujib, MA., Dr. Asep Saepudin Jahar, MA., Dr.

    Suparto, MA. dan segenap dosen Pascasarjana yang telah memberikan

    curahan ilmu dan gagasan yang sangat brilian sehingga berhasil

    mengantarkan penulis menyelesaikan studi doktoral ini.

    Kedelapan, Rektor Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta Periode 2009-2014, Dr. KH. Ahsin Sakho Muhammad, MA., dan Rektor IIQ Jakarta

    Periode 2014-2018, Prof. Dr. Huzaemah T. Yanggo, MA., serta segenap

    jajaran pimpinan kampus yang telah memberikan izin dan dukungan kepada

    penulis untuk menyelesaikan program doktor di SPs UIN Jakarta. Juga

    kepada segenap karyawan, dosen dan civitas akademika IIQ Jakarta yang

    telah memberikan suntikan doa dan support kepada penulis.

    Kesembilan, tak lupa, penulis sampaikan terima kasih juga kepada Direktorat Pendidikan Tinggi Islam, Kementerian Agama Republik

    Indonesia yang telah memberikan fasilitas Beasiswa Studi (BS-2010),

    sehingga penulis dapat menyelesaikan program ini, walau agak sedikit

    molor dari jadual yang ditetapkan. Selanjutnya, ucapan terimakasih juga

    penulis sampaikan kepada teman-teman BS-10, Kang Suprapto, Kang Nurul

    Huda, Keh Musholly Ready, Pak Ali Mursyid, Kang Nurjannah, Pak Eva

  • v

    Nugraha, Pak Arifullah dan semua teman yang tidak mungkin disebutkan

    namanya satu persatu. Kalian semua adalah sahabat-sahabat terbaik, semoga

    kebersamaan kita dalam mengasah ketajaman intelektual terus berlanjut dan

    mendatangkan manfaat untuk bangsa ini.

    Teman-teman alumni Pesantren Tarbiyatut Tholabah di Jakarta

    yang tergabung dalam WASIAT Jakarta, teman-teman diskusi di Al-Ghazali

    Center (almarhum), teman-teman seperjuangan di STAINU Jakarta, teman-

    teman diskusi di PSPP, teman-teman Pendidikan Kader Mufasir (PKM)

    Pusat Studi Al-Qur’an (PSQ), khususnya angkatan 2010 dan jama’ah

    pengajian Nurul Hasanah PBR. Juga kepada Kang Dr. Sahiron Syamsuddin

    yang secara ikhlas telah memberikan masukan dan membagi file buku-buku

    tentang hermeneutika secara gratis. Mas brow Hamam Faizin yang telah membantu nge-proof beberapa bagian dari tulisan ini. Doa, dorongan dan support Bapak/Ibu/Sdr/i semua adalah obat paling mujarab sekaligus motivasi luar biasa bagi penulis dalam proses penyelesaian disertasi ini.

    Dari lubuk hati yang paling dalam, penulis juga menyampaikan

    sungkem ta‘z}i>m dan terima kasih yang seagung-agungnya kepada kedua orangtua penulis, Ayahanda Husnan Utsman dan Ibunda Musyariah, yang

    tak henti-hentinya berdoa dan memberikan motivasi serta dukungan kepada

    penulis. Semoga di usia beliau yang sudah senja, beliau berdua senantiasa

    diberikan kesehatan dan keberkahan hidup oleh Allah Swt. Kepada Bapak

    dan Ibu Mertua penulis, M. Yasin (alm) dan Siti Maryam, juga kepada

    istriku tercinta, Yulianti, M.Si., yang telah memberikan dukungan, doa dan

    cinta kasihnya. Terimaksih sayang atas pengertian, pengorbanan, dan support yang selalu engkau berikan. Engkau telah memancarkan energi positif di saat aku kehabisan semangat untuk merampungkan penulisan

    disertasi ini.

    Kepada kedua putra/putriku, Kaisa Fadhlillah (Icha) dan M. Zidny

    Atho’illah (Zidny), kalian adalah permata hati ayah. Waktu ayah untuk

    kalian banyak tersita demi penyelesaian disertasi ini. Pedih rasanya nak, tapi itulah kehidupan. Ada hal yang harus ‘dikorbankan’ sementara waktu, demi

    menggapai kebahagiaan selanjutnya. Namun, percayalah wahai anak-

    anakku, dari relung hati yang paling dalam, ayah selalu berdoa untuk kalian,

    semoga apa yang ayah lakukan ini dapat memacu kalian untuk menimba

    ilmu sedalam dan setinggi mungkin. Yang lebih penting dari itu semua,

    semoga kemudahan dan keberkahan hidup selalu menyelimuti kalian semua

    anak-anaku sayang.

    Tak lupa kepada adik-adikku, Lailatul Fawaidah, M. Asy’ari dan

    istrinya, Zahra, beserta putrinya, Aisyah Aqela, juga kepada adik-adik

    iparku, Ita dan suaminya, Cecep beserta kedua putrinya, serta Jamal, Dede,

    dan Moyya Tahra. Semoga doa dan dukungan adik-adik sekalian dibalas

  • vi

    oleh Allah Swt dengan pahala yang agung, dan capaian penulis ini menjadi

    pemantik semangat kalian untuk menggapai cita-cita yang lebih tinggi.

    Akhirnya, untaian terima kasih juga penulis sampaikan kepada

    semua pihak yang tak mungkin penulis sebutkan satu persatu namanya

    dalam lembaran kertas yang terbatas ini. Penulis hanya d