Perhitungan Cadangan Hidrokarbon Dengan Metode Hidrokarbon

  • View
    325

  • Download
    6

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Perhitungan caadangan hidrokarbon

Text of Perhitungan Cadangan Hidrokarbon Dengan Metode Hidrokarbon

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangSemua yang tersimpan di bawah permukaan bumi yang memungkinkan untuk dibentuk kembali atau tidak merupakan suatu sumber daya. Pada suatu sumber daya terdapat technically recoverable Resources (TRR), probable recoverable resources, dan proved reserved. Technically recoverable Resources (TRR) adalah sumber daya yang dapat diproduksi menggunakan teknologi current recovery tetapi tanpa referensi untuk keuntungan ekonomi. Probable recoverable resources merupakan TRR dalam area lapangan di mana telah ditemukan tetapi batas produksi tidak ditentukan batas batasnya. Sedangkan proved reserves adalah kuantitas yang berdasar informasi geologi dan keteknikan dengan kondisi ekonomi tertentu terbukti bisa diambil dan menutupi biaya operasinya. (Jafee, 2011) Minyak dan gas bumi merupakan bahan yang paling penting di dunia dewasa ini sebagai sumber energi. Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa di negara maju, minyak dan gas bumi merupakan sumber utama bagi pembangkit tenaga listrik. Selain itu pentingnya minyak dan gas bumi lebih jelas lagi karena zat itu merupakan penggerak industri (Koesoemadinata, 1980). Menyadari pentingnya mengetahui sumber daya berupa minyak dan gas bumi maka dalam seminar ini, penulis menjelaskan tentang perhitungan sumber daya minyak dan gas bumi. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam melakukan perhitungan sumber daya minyak dan gas bumi adalah metode volumetrik.

1.2 Maksud dan Tujuan 1.2.1 Maksuda.Mengetahui pemetaan bawah permukaan untuk melakukan perhitungan volume sumber daya hidrokarbon.b.Mengetahui data data yang diperlukan untuk melakukan perhitungan sumber daya hidrokarbon.c.Mengetahui perhitungan volume sumber daya hidrokarbon dengan metode volumetrik.1.2.2 Tujuana.Dapat melakukan pemetaan bawah permukaan untuk perhitungan volume sumber daya hidrokarbon.b.Dapat melakukan metode metode pengambilan data yang diperlukan untuk melakukan perhitungan sumber daya hidrokarbon.c.Dapat melakukan perhitungan volume sumber daya hidrokarbon dengan metode volumetrik.

1.3 Metodologi PenulisanDalam penyusunan tugas mata kuliah seminar ini, penulis menggunakan metode penulisan:a. Metode Studi PustakaMetode ini dilakukan untuk mengetahui beberapa referensi yang telah dilakukan oleh para peneliti-peneliti terdahulu. Studi pustaka juga dilakukan pada beberapa referensi yang mendukung penelitian ini secara keilmuan sehingga dalam pembahasannya akan ditunjang dengan latar belakang serta teori yang kuat. b. Metode DiskusiYaitu mengetahui materi yang berhubungan dengan cara berdiskusi secara langsung kepada dosen pembimbing.

1.4 Sistematika PenulisanDalam penulisan laporan seminar ini, dilakukan dengan cara pengelompokan materi menjadi beberapa bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut:a. Bab I PendahuluanBab ini menjelaskan tentang informasi umum yaitu latar belakang, maksud dan tujuan, metodologi penulisan, dan sistematika penulisan.b. Bab II Pemetaan Bawah PermukaanBab ini berisi penjelasan dalam melakukan pemetaan bawah permukaan dan metode metode yang digunakan dalam pengambilan data yang bertujuan untuk melakukan perhitungan volume sumber daya hidrokarbon.c. Bab III Metode Perhitungan Volume Sumber daya HidrokarbonBab ini berisi teori yang diambil dari kutipan buku, makalah dan informasi dari internet yang membahas tentang perhitungan volume cadangan hidrokarbon dengan menggunakan metode volumetrik.d. Bab IV PenutupBab ini berisi kesimpulan dan saran yang berkaitan dengan perhitungan volume sumber daya hidrokarbon yang telah diuraikan pada bab - bab sebelumnya.

1.5 Kerangka PikirPemetaan Bawah Permukaan

Metode Pengambilan DataPemetaan Bawah Permukaan

Peta Kontur StrukturPeta Stratigrafi

Seismik RefleksiWireline LoggingPerhitungan Sumber Daya Hidrokarbon

Faktor Volume Formasi

Metode Volumetrik

Porositas

Saturasi Air

Bulk Volume

Metode SimpsonMetode PyramidalMetode Trapezoidal

Gambar 1.1 Kerangka pikir

BAB IIPEMETAAN BAWAH PERMUKAAN

Pemetaan Geologi Bawah Permukaan adalah metode atau teknik pemetaan struktur, ketebalan lapisan dan karakteristik unit batuan dengan menggunakan data bawah permukaan. Metode Pemetaan Geologi Bawah Permukaan merupakan salah satu metode yang penting dalam eksplorasi dan eksploitasi minyak, gas atau endapan mineral ekonomi lainnya. Pemetaan bawah permukaan sama dengan pemetaan pada permukaan, hanya terdapat beberapa perbedaan yang terlihat. Pada pemetaan permukaan kita berhadapan dengan satu bidang permukaan dan yang dipetakan adalah sifat-sifat/keadaan geologi/topografi yang dituangkan dalam bentuk gambar pada bidang permukaan tersebut. Pada pemetaan bawah permukaan, kita berhadapan dengan berbagai macam bidang permukaan atau interval - interval antara dua bidang permukaan tersebut. Bidang permukaan ini biasanya adalah bidang perlapisan atau lapisan, tetapi dapat pula bidang - bidang lainnya seperti bidang patahan. Suatu hal yang khas pada peta - peta bawah permukaan adalah sifat kuantitatif. Sifat kuantitatif itu dinyatakan dengan apa yang dinamakan garis iso atau biasanya disebut garis kontur (contour lines/tranches untuk peta topografi). Garis ini menyatakan titik - titik yang mempunyai nilai yang sama, terutama nilai kuantitatif dan suatu gejala atau sifat tertentu yang terdapat pada suatu bidang permukaan/perlapisan atau dalam interval antar dua bidang permukaan/perlapisan.Sebagian besar peta bawah permukaan menggunakan garis kontur sebagai pembawa untuk menyampaikan bermacam - macam tipe dari data peta bawah permukaan. Sebuah garis kontur adalah garis yang menghubungkan titik dari nilai yang sama. Biasanya nilai ini ditentukan dari referensi seperti muka air laut. Beberapa peta menggunakan garis kontur sebagai pembawa untuk ilustrasi yang disebut peta kontur. Peta kontur digambarkan tiga dimensi atau dua dimensi. Berikut contoh daftar yang menunjukkan data dan asosiasi peta kontur.

DataTipe Peta

ElevasiKetebalan sedimenPersentase batupasirKaki/meter of payTekananSuhuLitologistruktur, sesarInterval IsopachPercent SandNet Pay IsochoreIsobarIsothermIsolith

Tabel 2.1 Data dan asosiasi peta kontur(Tearprock, D. J. & Bischke R. E., 2003)

2.1 Metode Pengambilan Data Bawah PermukaanDalam melakukan pengambilan data bawah permukaan dapat menggunakan metode geofisika yaitu Well Logging dan seismik. Well Logging merupakan metode yang digunakan untuk mendapatkan data rekaman log terhadap kedalaman sumur. Data logging tersebut dapat diinterpretasi untuk memberikan informasi secara kualitatif maupun kuantitatif tentang formasi batuan pada sumur dan jumlah cadangan minyak bumi yang dapat diproduksi. Pada metode seismik dapat diketahui penampang seismik dalam bidang dua dimensi yang menunjukkan kondisi bawah permukaan bumi.2.1.1 Wireline LoggingWireline log merupakan grafik pengukuran yang menerus terhadap parameter geofisika sepanjang lubang bor, di mana nilai hasil pengukuran diplot berdasarkan pertambahan kedalaman (Rider, 1996). Interpretasi log harus dipahami sifat-sifat kurva dari setiap jenis log serta kondisi-kondisi yang berpengaruh terhadap bentuk kurva yang bersangkutan, sehingga kesimpulan yang dihasilkan diharapkan tidak akan jauh berbeda dengan kondisi sebenarnya. Parameter-parameter yang diukur mempunyai fungsi tertentu dan disesuaikan dengan keperluan. Di dalam penelitian ini data log digunakan untuk analisis fasies dan korelasi antar sumur. Beberapa jenis log yang digunakan yaitu :1. Log Spontaneous Potential (SP)2. Log Gamma Ray (GR)3. Log Resistivitas4. Log Densitas (RHOB)5. Log Neutron

Gambar 2.1 Contoh log yang menunjukkan adanya potensi keterdapatan hidrokarbon (Kanugrahan, 2011)

2.1.2 Interpretasi Kualitatif dan KuantitatifPara ahli geologi telah sepakat bahwa penentuan lingkungan pengendapan dapat dilihat dari bentuk kurva log terutama log gamma-ray (GR) dan spontaneous potensial (SP). Interpretasi data wireline log secara kuantitatif dengan mengamati bentuk defleksi kurva menggunakan rumus perhitungan. Metode ini dapat digunakan untuk menentukan porositas, permeabilitas, saturasi air, saturasi hidrokarbon maupun kandungan serpih dalam reservoir. Parameter yang dihitung dalam analisis ini berupa kandungan serpih (Vsh), porositas (), dan saturasi air (Sw).a. PorositasPenentuan harga porositas pada lapisan reservoir menggunakan gabungan harga porositas dari dua kurva yang berbeda, yaitu porositas densitas (D) yang merupakan hasil perhitungan dari kurva RHOB dan porositas neutron (N) yang dibaca dari kurva NPHI.D = (2.1)DN = (2.2)Keterangan: D= porositas densitas= densitas matriks batuan, batupasir 2.65 dan batugamping 2.71= densitas bulk batuan, dari pembacaan kurva log RHOB= densitas cairan lumpur bor, dibaca dari data header logN= porositas neutronDN = porositas densitas neutron

b. Saturasi airSaturasi atau kejenuhan air formasi adalah rasio dari volume pori yang terisi oleh air dengan volume porositas total(Harsono, 1997).F = (2.3) = (2.4)Keterangan: F = faktor resistivitas formasiA = koefisien litologi (batugamping a=1, batupasir a=0.65) = porositas densitas neutronm = faktor sementasi (batugamping m=2, batupasir m=2.15) = saturasi air formasiF = faktor formasi= resistivitas air formasi = resistivitas formasi, dibaca dari kurva resistivitas

c. Volume SerpihVolume serpih merupakan kandungan serpih pada formasi. = (2.5)Keterangan : = nilai GR pada data log= nilai GR maksimum = nilai GR minimum

2.1.3 Seismik RefleksiPengambilan data bawah permukaan selain menggunakan data wireline log dan data core juga digunakan data gelombang seismik untuk mengetahui lebih detail keadaan geologi bawah permukaan. Seismik merupakan salah satu teknologi dalam eksplorasi minyak dan gas bumi, data seismik dapat menggambarkan kondisi bawah permukaan mencakup bentuk cekungan, struktur geologi

Search related