PERAN ELITE AGAMA PADA PENCEGAHAN MUALLAF TEMPORER DALAM ?· 2018-02-14 · PERAN ELITE AGAMA PADA PENCEGAHAN…

  • View
    212

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

  • PERAN ELITE AGAMA PADA PENCEGAHAN MUALLAF TEMPORER

    DALAM PERNIKAHAN PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH

    (Studi Di Desa Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang)

    SKRIPSI

    Oleh :

    Ibnu Murtadho

    NIM 13210164

    JURUSAN AL-AHWALAL-SYAKHSHIYYAH

    FAKULTAS SYARIAH

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM

    MALANG

    2017

  • i

    PERAN ELITE AGAMA PADA PENCEGAHAN MUALLAF TEMPORER

    DALAM PERNIKAHAN PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH

    (Studi Di Desa Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang)

    SKRIPSI

    Oleh :

    Ibnu Murtadho

    NIM 13210164

    JURUSAN AL-AHWALAL-SYAKHSHIYYAH

    FAKULTAS SYARIAH

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM

    MALANG

    2017

  • ii

  • iii

  • iv

  • v

    MOTTO

    Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku"

    1

    Q.S AL-KAFIRUN (109): 6

    1 Al-Quran Digital, Q.S Al-Kafirun (109): 6

  • vi

    KATA PENGANTAR

    Alhamdulillah penulis panjatkan kepada Allah SWT sang maha agung, sang

    pemberi rahmat, taufiq hidayahNya kepada seluruh manusia, khususnya kepada

    penulis skripsi ini, dengan kekuasaanNya sehingga penulis dapat menyelesaikan

    tugas akhir dalam bentuk skripsi ini dengan segala kemampuan dan keterbatasan

    penulis yang berjudul Peran Elite Agama Pada Pencegahan Muallaf Temporer

    Dalam Pernikahan Perspektif Maqashid Syariah (Studi Di Desa Pujiharjo

    Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang)

    Shalawat dan salam penulis haturkan kepada Baginda kita yakni Nabi agung

    nabi Muhammad SAW yang telah mengajarkan kita dari alam kegelapan menuju

    alam terang menderang di dalam kehidupan ini. Semoga kita tergolong orang-

    orang yang beriman dan mendapatkan syafaat dari beliau di hari akhir kelak.

    Aamiin.

    Dengan segala daya dan upaya serta bantuan, bimbingan maupun

    pengarahan dan hasil diskusi dari berbagai pihak dalam proses penulisan skripsi

    ini, maka dengan segala kerendahan hati penulis menyampaikan ucapan terima

    kasih yang tiada batas kepada:

    1. Prof. Dr. Abdul Haris M.Ag selaku Rektor Universitas Islam Negeri

    Maulana Malik Ibrahim Malang.

    2. Dr. Saifullah, S.H, M.Hum selaku Dekan Fakultas Syariah Universitas

    Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

    3. Dr. Sudirman, MA, selaku Ketua Jurusan Al Ahwal Al Syakhshiyyah

    Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

    4. Hj. Erik Sabti Rahmawati M.A.,M.Ag selaku dosen pembimbing penulis

    skripsi. Disampaikan terimakasih banyak penulis haturkan atas waktu dan

    tenaga yang telah beliau limpahkan untuk bimbingan, arahan, serta motivasi

    dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini.

    5. Dr. Sudirman, MA, selaku dosen wali penulis selama menempuh kuliah di

    Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

  • vii

    Terima kasih penulishaturkan kepada beliau yang telah memberikan

    bimbingan, saran, serta motivasi selama menempuh perkuliahan.

    6. Segenap Dosen Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik

    Ibrahim Malang yang telah menyampaikan pengajaran, mendidik,

    membimbing, serta mengamalkan ilmunya dengan ikhlas. Semoga Allah

    swt memberikan pahalaNya yang sepadan kepada beliau semua.

    7. Staf serta Karyawan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana

    Malik Ibrahim Malang, penulis ucapkan terimakasih atas partisipasinya

    dalam penyelesaian skripsi ini.

    8. Warga desa Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang khususnya

    kepada para informan elite agama Islam, kepala desa dan jajarannya yang

    telah memberikan ruang bagi penulis untuk melakukan penelitian guna

    mengetahui keadaan desa tersebut.

    9. Ibuku tercinta Hj. Komsatun yang selalu memberiku nilai pelajaran menjadi

    orang sabar, serta motivasi dan semangat saya butuhkan dari beliau, semoga

    beliau selalu diberi kesehatan selalu. Aamiin. YRA.

    10. Ayahhanda tercinta H. Ali Mahfud (alm) yang selalu sabar mendidik putra

    putrinya semasa hayatnya, dibalik keringat yang engkau cucurkan tersimpan

    semangat juang untuk putra putrimu sukses, semoga beliau diampuni

    dosanya diterima amal baiknya ditempatkan di surgaNya. Aamiin. YRA.

    11. Mbah putri atau Mbok tercinta Hj. Muyasaroh yang dapat dicontoh oleh

    saya kegigihannya, dan kesabarannya.

    12. Mbak dan mas saya tercinta, yaitu Laelatul Arofah dan Nanang Syaifun

    Nahar, keuletan, semangat, dan perhatiannya yang dapat saya contoh,

    disampaikan terimakasih.

    13. Warga dusun Sweden desa Kolomayan Kecamatan Wonodadi Kabupaten

    Blitar yang mengjarkan saya tentang kegiatan keagamaan.

    14. Guru-guruku tercinta dari jenjang TK, SD, MTS, SMA, KULIAH yang

    telah mengantarkan saya hingga sampai sekarang ini.

    15. Teman seperjuangan saya saudari Fasha Gadisma Dea yang selalu

    memberiku semangat dan motivasi.

  • viii

    16. Dulur-dulurku keluarga besar Ikatan Mahasiswa Blitar (IKAMAHALITA)

    UIN Maulana Malik Ibrahim Malang .

    17. Teman sekaligus adik dan dulur IKAMAHALITA yaitu dulur Ahmad Rizal

    Ansori yang terus menemani saya ketika melakukan survey lapangan sampai

    hasil akhir yang didapat.

    18. Sahabat-sahabati IPNU-IPPNU Anak Ranting Dusun Sweden yang juga

    telah memberikan ruang kepada saya pribadi untuk belajar secara langsung

    di masyarakat.

    19. Almamater tercinta UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

    Semoga Allah SWT memberikan balasan yang setimpal atas segala jasa,

    upaya kebaikan serta bantuan yang telah diberikan kepada peneliti.

    Disini penulis sebagai manusia biasa yang tak pernah luput dari salah dan

    dosa, dengan kerendahan hati menyadari bahwasannya skripsi ini masih jauh dari

    kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis berharab kritik dan saran dari semua

    pihak demi kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat memberikan

    manfaat bagi khazanah ilmu pengetahuan.

    Malang, 04 September 2017

    Penulis,

    Ibnu Murtadho

    NIM 13210164

  • ix

    PEDOMAN TRANSLITERASI

    A. Umum

    Transliterasi ialah pemindahalihan tulisan Arab ke dalam tulisan

    Indonesia (Latin), bukan terjemahan bahasa Arab ke dalam bahasa

    Indonesia. Termasuk dalam kategori ini ialah nama Arab dari bangsa

    Arab, sedangkan nama Arab dari bangsa selain Arab ditulis sebagaimana

    ejaan bahasa nasionalnya, atau sebagaimana yang tertulis dalam buku yang

    menjadi rujukan. Penulisan judul buku dalam footnote mau pun daftar

    pustaka, tetap menggunakan ketentuan transliterasi ini.

    Banyak pilihan dan ketentuan transliterasi yang dapat di gunakan

    dalam penulisan karya ilmiah, baik yang berstandard internasional,

    nasional maupun ketentuan yang khusus digunakan penerbit tertentu.

    Transliterasi yang digunakan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri

    (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggunakan EYD plus, yaitu

    transliterasi yang didasarkan atas Surat Keputusan Bersama (SKB)

    Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Ke budayaan Republik

    Indonesia, tanggal 22 Januari 1998, No. 158/1987 dan 0543. b/U/1987,

    sebagaimana tertera dalam buku Pedoman Transliterasi Bahasa Arab (A

    Guide Arabic Transliteration), INIS Fellow 1992.

    B. Konsonan

    dl = Tidak dilambangkan =

    th = b =

  • x

    dh = t =

    (koma mengahadap keatas)= ts =

    gh = j =

    f = h =

    q = kh =

    k = d =

    l = dz =

    m = r =

    n = z =

    s = w =

    sy = = h

    sh = y =

    Hamzah () yang sering dilambangkan dengan alif, apabila terletak

    di awal kata maka dalam transliterasinya mengikuti vokalnya, tidak

    dilambangkan, namun apabila terletak di tengah atau akhir kata, maka

    dilambangkan dengan tanda koma di atas (), berbalik dengan koma ()

    untuk pengganti lambang .

    C. Vokal, Panjang dan Diftong

    Setiap penulisan bahasa Arab dalam bentuk tulisan latin vokal fathah

    ditulis dengan a, kasrah dengan i, dlommah dengan u, sedangkan

    bacaan panjang masing-masing ditulis dengan cara berikut:

    Vokal (a) panjang = misalnya menjadi qla

    Vokal (i) panjang = misalnya menjadi qla

  • xi

    Vokal (u) panjang = misalnya menjadi dna

    Khusus untuk bacaan ya nisbat, maka tidak boleh digantikan dengan

    , melainkan tetap ditulis dengan iy agar dapat menggambarkan ya

    nisbat diakhirnya. Begitu juga untuk suara diftong, wawu dan ya setelah

    fathah ditulis dengan aw dan ay. Perhatikan contoh berikut:

    Diftong (aw) = misalnya menjadi qawlun

    Diftong (ay) = misalnya menjadi khayrun

    D. Ta marbthah ( )

    Ta marbthah ditransliterasikan dengan t jika berada di tengah

    kalimat, tetapi apabila ta marbthah tersebut berada di akhir kalimat,

    maka ditransliterasikan dengan meng gunakan h misalnya

    menjadi alrisalat li almudarrisah, atau apabila berada di tengah-tengah

    kalimat yang terdiri dari susunan mudlaf dan mudlaf ilayh, maka

    ditransliterasikan dengan menggunakan t yang disambungkan dengan

    kalimat berikutnya, misalnya menjadi fi rahmatillh.

    E. Kata Sandang dan Lafdh al-Jallah

    Kata sandang berupa al () ditulis dengan huruf kecil, kecuali