Penguatan Strategi Pengelolaan Cadangan Devisa

Embed Size (px)

Text of Penguatan Strategi Pengelolaan Cadangan Devisa

  • Edisi 49 | 2014 | Tahun 5 | Newsletter Bank Indonesia

    2

    GERA

    I INFO

    BA

    NK IN

    DO

    NESIA

    EDITORIAL

    Pengelolan Cadev Berstandard Dunia

    Ilmuwan besar Issac Newton yang sempat menjadi Direktur Utama Perusahaan Percetakan Uang Kerajaan Inggris, akhirnya menyadari kalau dia tidak mampu menghitung secara pasti kinerja pasar modal.

    Saya dapat menghitung rotasi bintang, tetapi tidak sanggup berhitung kegilaan umat manusia, kata Newton dengan nada ketir setelah mengalami kerugian sangat besar pada transaksi saham South Sea Corp.Ltd pada Desember 1720.

    Kisah permainan saham Newton itu dipaparkan pada sebuah artikel yang diunggah Frontroll.com yang menggambarkan betapa tingginya risiko bermain saham.

    Semua pemain pasar modal ingin sekali mengetahui bagaimana kinerja pasar modal. Namun, manusia yang paling jenius pun tidak dapat memprediksi dengan tepat arah pasar modal. Fluktuasinya begitu dinamik, pagi, siang dan sore. Mau untung bisa jadi buntung jika salah memprediksi.

    Begitu pembuka tulisan itu.Gambaran di atas menguatkan

    pemahaman kenapa sebagian besar bank sentral di dunia tidak menjadikan saham di pasar modal sebagai instrumen utama pengembangan investasinya. Itu sejalan dengan tujuan pengembangan investasi cadangan devisa yang lebih menitikberatkan pada aspek keamanan dan likuiditas dari pada profit.

    Dengan mengedepankan prinsip aman, banyak bank sentral di dunia yang berhatihati dalam mengelola cadangan devisanya, tercermin pada filosofi investasi mereka yang cenderung konservatif.

    Keteguhan bank sentral pada prinsip tersebut terlihat pada sebagian besar portofolionya berupa suratsurat berharga atau bond yang dikeluarkan oleh pemerintah negara maju atau instrumen investasi berkualitas tinggi lainnya.

    Di Bank Indonesia, sebagai bank sentral yang menganut gaya prudent,

    kebijakan pengelolaan cadangan devisa negara mencerminkan strategi yang berimbang antara risk dan return. Dalam pengelolannya, Bank Indonesia sudah menerapkan pendekatan pengelolaan cadev yang lebih maju dan aktif. Selain itu pengukuran kinerjanya telah menggunakan standard internasional, yakni total reform.

    Pelaksanaan strategi pengelolaan cadangan devisa oleh Bank Indonesia itu pun mendapat apresiasi dari World Bank yang menilai pengelolaan portofolio cadangan devisa oleh Bank Indonesia sudah sesuai dengan standard internasional yang dilakukan sebagian besar bankbank sentral dunia.

    Pengakuan Bank Dunia menjadi modal awal untuk memperkuat tata kelola proses bisnis pengelolaan cadangan devisa, memperkuat manajemen risiko, memperkuat infrastruktur organisasi dan SDM untuk mewujudkan Bank Indonesia sebagai salah bank sentral terbaik di regional.

    Penanggung JawabTirta SegaraPemimpin RedaksiPeter Jacobs

    Redaksi PelaksanaRizana NoorDwi Mukti WibowoErnawati JatiningrumWahyu Indra SukmaSurya NanggalaAny RamadhaningsihDahlia Dessianayanthi

    Redaksi menerimakiriman naskahdan mengeditnaskah sebelumdipublikasikan. Naskah dikirim ke bicara@bi.go.id

    REDAKSI Alamat Redaksi: Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Jl. M.H. Thamrin No.2 - Jakarta, Telp. Contact Center BICARA: (Kode Area) 500131,

    e-mail: bicara@bi.go.id, website: www.bi.go.id,

    @bank_indonesia

    flip.it/7A9uk

    bankindonesia

    BankIndonesiaChannel

    Dengan Hormat,Bagaimana caranya saya mendapatkan

    data BI Checking? Apakah bisa lewat online? Atau saya harus ke BI cabang terdekat?

    Bernadeta, via email.

    Yth. Bernadeta,Berikut prosedur untuk pengecekan IDI

    Historis (BI Checking):1. Mengisi form permintaan IDI historis secara

    online melalui website Bank Indonesia,

    www.bi.go.id2. Nasabah akan mendapatkan informasi me

    ngenai waktu pengambilan IDI Historisnya melalui email.

    3. Mencetak email konfirmasi dari BI dan menunjukkannya pada petugas di BI pada saat mengambil IDI Historis beserta kelengkap an lainnya yang dipersyaratkan, seperti:

    membawa identitas asli menunjukkan print out email dan KTP mendiskusikan Isi informasi yang tercantum

    dalam IDI historis dengan petugas4. Informasi lebih lanjut hubungi: Contact

    Center BICARA (kode area) 500 131, Email: bicara@bi.go.id atau bik@bi.go.id

    5. Untuk cek IDI Historis, nasabah bisa datang ke kantor pusat BI. Nasabah di luar Jakarta, bisa datang ke Kantor Perwakilan BI terdekat. Layanan pengecekan IDI Historis gratis, tanpa dipungut biaya.Demikian informasi yang dapat kami

    sampaikan, semoga bermanfaat.

  • Pengelolaan Cadangan Devisa:

    Antara Tantangan dan Harapan

    3

    GERA

    I INFO

    BA

    NK IN

    DO

    NESIA

    AguS D.W. MARToWARDoJo Gubernur Bank Indonesia

    Beberapa indikator meng konfirmasi solidnya pemulihan ekonomi AS, terutama tampak pada tingkat pengangguran yang terus menurun mencapai 5,8% pada Oktober 2014. Namun pulihnya ekonomi AS tidak diimbangi oleh kinerja ekonomi kawasan Eropa dan Jepang yang masih lemah dan dalam ancaman deflasi.

    Sementara ekonomi Emerging Market yang semula diharapkan menjadi penopang baru pertumbuhan ekonomi global mengalami perlambatan karena kurang optimalnya reformasi struktural. Salah satu negara Emerging Market sekaligus sebagai raksasa baru ekonomi dunia, yaitu ekonomi Tiongkok, yang

    dalam satu dekade terakhir tumbuh sekitar 10,0% sejak tahun ini mengalami perlambatan ekonomi yang terindikasi struktural. Artinya, permasalahan ini akan terjadi dalam kurun waktu yang lama.

    Dengan demikian, pada saat ini ekonomi global berjalan dengan satu mesin pertumbuhan, yaitu ekonomi AS yang pertumbuhannya ke depan akan memasuki the new normal dengan pertumbuhan yang lebih rendah dibandingkan sebelum krisis global 2008/2009.

    Perbedaan kondisi di berbagai belahan dunia seperti inilah yang melatarbelakangi respon kebijakan bankbank sentral yang cenderung divergen serta idiosyncratic.

    Perkembangan ekonomi global tersebut pada gilirannya membuat pengelolaan cadangan devisa Bank Indonesia menjadi semakin menantang. Bank Indonesia dihadapkan pada sejumlah dinamika, diantaranya pasar keuangan global yang menawarkan imbal hasil yang rendah (low yield) atau bahkan negative return untuk aset selama ini dipandang aman. Kondisi tersebut mendorong perlu dilakukannya optimalisasi pengelolaan cadangan devisa Bank Indonesia, dengan tetap

    mempertimbangkan keseimbangan risk dan return.

    Dalam menjawab tantangan di atas, Bank Indonesia saat ini telah memiliki arah kebijakan strategis dan roadmap pengelolaan cadangan devisa dalam jangka menengahpanjang. Kebijakan strategis dan roadmap tersebut di lakukan melalui penyempurnaan Strategic Asset Allocation (SAA) dan PDG Pengelolaan Cadangan Devisa beserta SuratSurat Edaran pelaksanaannya.

    Bersamaan dengan itu, penguatan human capital dalam pengelolaan cadangan devisa dan juga penguatan Decision Making Process (DMP) fungsi manajemen risiko, penyempurnaan infrastruktur, organisasi, dan sumber daya manusia yang merujuk pada aspek tata kelola yang benar dan sesuai prosedur juga dilakukan.

    Tentunya, apabila arah pengelolaan cadangan devisa dapat dilaksanakan dengan benar dan dengan mekanisme yang governed, tujuan utama pengelolaan cadangan devisa untuk menjaga kecukupan cadangan devisa (reserve adequacy) dan memelihara nilai cadangan devisa (preserved value) dalam rangka mendukung efektifitas kebijakan moneter akan dapat tercapai.

    ARAH

    Edisi 49 | 2014 | Tahun 5 | Newsletter Bank Indonesia

    Perekonomian global secara perlahan menunjukkan pemulihan meskipun masih terlalu lemah dan rentan terhadap gejolak. Pemulihan ini didukung oleh mulai menggeliatnya perekonomian AS sebagai lokomotif ekonomi global, didukung oleh kebijakan moneter yang ultra akomodatif dan terbukanya ruang kebijakan fiskal.

  • SOROT

    4

    GERA

    I INFO

    BA

    NK IN

    DO

    NESIA

    Menjaga Cadangan

    DevisaBerkecukupanCadangan devisa ibarat tabungan bagi suatu negara. Sebagai tabungan, fungsi cadangan devisa adalah untuk bertransaksi

    dan berjagajaga.

    Sebagai alat transaksi, cadangan devisa yang dimiliki oleh suatu negara digunakan untuk membayar utang luar negeri pemerintah dan membiayai kebutuhan impor. Cadangan devisa juga dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas moneter, khususnya dalam pengelolaan nilai tukar rupiah.

    Melihat fungsinya sebagai tabungan, jumlah cadangan devisa dapat bertambah ataupun berkurang, berfluktuasi sepanjang waktu sesuai dengan kebutuhan.

    Cadangan devisa akan naik bila sumbersumber pendapatan devisa terus meng alirkan dana segar. Sebaliknya, cadangan akan menyusut bila kebutuhan pembayaran utang dan biaya operasi moneter untuk menstabilkan nilai tukar rupiah melonjak.

    Di Indonesia, sumber pendapatan untuk menambah pundipundi cadangan devisa antara lain berasal dari ekspor minyak dan gas, jasa kas negara, serta utang luar negeri yang dilakukan oleh pemerintah. Dana milik pemerintah dalam bentuk valuta asing (valas) itu dikelola oleh BI se bagai cadangan devisa.

    Cadangan devisa akan semakin terjaga jika kondisi likuiditas valas di dalam negeri mencukupi. Jika pasokan valas senantiasa tersedia dalam jumlah besar, maka kondisi nilai tukar rupiah tidak mudah tertekan akibat sentimen negatif. Dalam kondisi nilai tukar rupiah yang stabil, BI tidak perlu melakukan intervensi de ngan menjual valas. Dengan demikian, potensi penyusutan cadangan devisa pun berkurang.

    Pasokan valas melimpah ketika ba nyak alir

    Edisi 49 | 2014 | Tahun 5 | Newsletter Bank Indonesia

  • SOROT

    an dana dalam bentuk mata uang asing yang masuk ke Indonesia. Selain alir an valas yang dikelola oleh BI se bagai cadang an devisa, sumbersumber dana lain dalam bentuk