Pengantar mice akademi pariwisata bsi - MICE -Yuliana Pinaringsih K. S.Par., MM. 3 •Kegiatan MICE

  • View
    216

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Pengantar mice akademi pariwisata bsi - MICE -Yuliana Pinaringsih K. S.Par., MM. 3 •Kegiatan MICE

  • PERTEMUAN 1

    1. Pengertian MICE

    2. Perkembangan industri MICE

  • Bagi orang awam, istilah MICE masih terkesan asing

    dan tidak familiar. Jadi apakah MICE?

    Pengantar MICE - Yuliana Pinaringsih K. S.Par., MM. 2

  • MICE

    MICE merupakan akronim dari Meeting, Incentive,

    Convenrence dan Exhibition.

    Bidang MICE mulai berkembang di era tahun 1980-an

    ditandai dengan banyaknya kegiatan pertemuan berskala

    internasional yang diselenggarakan oleh organisasi

    internasional seperti WTO, PATA, APEC, dan sebagainya.

    Pengantar MICE - Yuliana Pinaringsih K. S.Par., MM. 3

  • Kegiatan MICE berkaitan eratdengan gejala perpindahanmanusia secara massal di waktuyang singkat.

    Pertemuan yang dilakukan disuatu daerah, mengundangterjadinya mobilitas manusia kesatu titik tertentu, bahkanjumlahnya bisa mencapai ribuan.

    Pengantar MICE - Yuliana Pinaringsih K. S.Par., MM. 4

  • Mobilitas manusia dipengaruhi beberapa faktor, yaituadanya daya dorong, daya tarik, penghalang dan individumasing-masing.

    Fenomena mobilitas sosial diatas akan jadi landasan berfikiryang penting untuk bisa memahami MICE lebih jauh.

    Pengantar MICE - Yuliana Pinaringsih K. S.Par., MM. 5

  • Kaitan MICE dengan Pariwisata?

    Secara harafiah, MICE merupakan kegiatan yangberlandaskan pada kebutuhan Bisnis.

    Lalu kaitannya dengan pariwisata?

    Yang menjadi penghubung antara

    MICE dan Pariwisata adalah

    Mobilitas Sosial dan Pelayanan

    Pengantar MICE - Yuliana Pinaringsih K. S.Par., MM. 6

  • Ketika terjadi fenomena mobilitas sosial ke suatu daerah,disitulah kesempatan Pariwisata untuk ikut berperan melaluibidang jasa pelayanan, seperti penyediaan ruang meeting,akomodasi, transportasi maupun objek wisata.

    Pengantar MICE - Yuliana Pinaringsih K. S.Par., MM. 7

  • Perkembangan industri MICE

    Di tahun 2000, MICE menyumbang 6% dari keseluruhanperjalanan wisata di kawasan Eropa.

    Di tahun 2014, MICE menyumbang 14% dari totalkeseluruhan perjalanan wisata di dunia, dengan total angkakunjungan MICE mencapai 154 juta orang.

    Di Indonesia sendiri, industri MICE mulai menggeliat sejaktahun 1998, ditandai dengan berdirinya asosiasi/organisasiprofesional di bidang MICE yaitu Indonesian Congress andConvention Association (INCCA).

    Pengantar MICE - Yuliana Pinaringsih K. S.Par., MM. 8

  • Perkembangan MICE di Indonesia semakin tahun semakinpesat, ditandai dengan tumbuhnya profesi dan perusahaanyang secara spesifik mengkhususkan diri di bidang MICEseperti:

    Professional Conference Organizer (PCO)

    Professional Exhibition Organizer (PEO)

    Pengantar MICE - Yuliana Pinaringsih K. S.Par., MM. 9

  • Mengapa MICE harus dikelola dengan professional?

    MICE merupakan industri mahal

    Kegiatan MICE dapat menggerakkan banyak kegiatanpariwisata sekaligus

    Pengguna jasa MICE kebanyakan adalah orang penting danberkantong tebal

    Wisatawan MICE cenderung eksklusif, dan tingkatpengeluarannya 3 sampai 4 kali lebih besar karena merekabiasanya didukung finansial yang cukup dari perusahaantempat yang bersangkutan bekerja. (Muljadi, 2010: 168)

    Pengantar MICE - Yuliana Pinaringsih K. S.Par., MM. 10

  • Peraturan danPerundangan MICE

    Chapter 2

  • Dalam perkembangannya, bidang usahaMICE termasuk salah satu bidang yangbaru berkembang di Indonesia.

    Untuk mengatur arah perkembanganbidang usaha MICE, maka perlu adanyaperaturan perundangan yangmenaunginya.

    Peraturan yang digunakan berlandaskanpada Undang-undang kepariwisataan danjuga Peraturan yang dikeluarkan menteri(Permen)

    Pengantar MICE - Yuliana Pinaringsih K. S.Par., MM. 12

  • UU tentang kepariwisataan

    Usaha MICE pada dasarnya sudah mulai diatur oleh UU no. 9tahun 1990, dan termasuk dalam golongan Usaha JasaPariwisata.

    Pasal 9: (1) Usaha jasa pariwisata dapat berupa jenis-jenis usaha:(d) jasa konvensi, perjalanan insentif, dan pameran; (e) jasaimpresariat;

    Namun pada pasal tersebut, meeting atau penyelenggaraanpertemuan belum termasuk.

    Pengantar MICE - Yuliana Pinaringsih K. S.Par., MM. 13

  • Pada perkembangannya, usaha MICE selanjutnya lebih

    lengkap diatur dalam UU no 10 tahun 2009 tentang

    kepariwisataan Pasal 14.

    Usaha pariwisata meliputi antara lain : (h.) penyelenggaraan

    pertemuan, perjalanan insentif, konferensi, dan pameran;

    Lebih detail, usaha MICE atau usaha jasa penyelenggaraan

    pertemuan, perjalanan insentif, konferensi dan pameran

    (PPIKP) kemudian diatur oleh Permen no. 28 tahun 2014

    tentang Standar Usaha Jasa Penyelenggaraan PPIKP.

    Pengantar MICE - Yuliana Pinaringsih K. S.Par., MM. 14

  • Fungsi Peraturan Menteri

    Pada dasarnya fungsi dari peraturan menteri menurut Pasal 17UUD 1945 adalah sebagai berikut :

    Menyelenggarakan pengaturan secara umum dalam rangkapenyelenggaraan kekuasaan pemerintah dibidangnya.

    Menyelenggarakan pengaturan lebih lanjut ketentuan dalamPeraturan Presiden.

    Menyelenggarakan pengaturan lebih lanjut ketentuan dalamUndang-Undang yang tegas-tegas menyebutnya.

    Menyelenggarakan pengaturan lebih lanjut ketentuan dalamPeraturan Pemerintah yang tegas-tegas menyebutnya

    Pengantar MICE - Yuliana Pinaringsih K. S.Par., MM. 15

  • Seperti halnya yang telah disampaikandalam Pasal 17 UUD 1945, maka fungsiPeraturan Menteri adalah menjabarkansecara lebih mendetail mengenai pasal yangtelah diatur sebelumnya dalam Undang-undang. Dalam hal ini, Undang-undang yangdimaksud adalah UU no 10 tahun 2009tentang kepariwisataan, yang salah satunyaberisi mengenai MICE (Pasal 14).

    Pengantar MICE - Yuliana Pinaringsih K. S.Par., MM. 16

  • Sebelum dapat melaksanakan usaha di bidang MICE,perusahaan haruslah mendaftarkan Usaha Jasa merekaterlebih dahulu.

    Peraturan ini tertera pada Permen MENBUDPAR No PM93/HK.501/MKP/2010, tentang tata cara pendaftaran UsahaJasa Penyelenggaraan Pertemuan, Perjalanan Insentif,Konferensi dan Pameran.

    Pengantar MICE - Yuliana Pinaringsih K. S.Par., MM. 17

  • Permen No PM 93/HK.501/MKP/2010

    Permen ini berisi :

    1. Ketentuan Umum, apa yang dimaksud dengan usaha, apa yangdimaksud dengan usaha jasa, siapakah pengusaha pariwisata,dan lain sebagainya.

    2. Tujuan, yaitu untuk menjamin kepastian hukum baik bagipengusaha maupun pengguna jasa.

    3. Tempat pendaftaran, dan kepada siapa harus mendaftarkan diri.

    4. Tahapan pendaftaran, yaitu bagaimana tahapan pendaftaranyang harus ditempuh seorang pengusaha jasa.

    Pengantar MICE - Yuliana Pinaringsih K. S.Par., MM.

  • 5. Peraturan mengenai pembekuan sementara sertapembatalan ijin usaha.

    6. Pengawasan dan pendanaan serta tata cara pelaporanpelaporan.

    7. Dan juga sanksi administratif.

    Pengantar MICE - Yuliana Pinaringsih K. S.Par., MM. 19

  • Tidak berhenti sampai disitu saja, setelah terdaftarpunbidang usaha jasa MICE juga harus tetap melaksanakanoperasional hariannya berlandaskan pada Peraturan Menteriyang mengatur standarisasi kualitas jasa pelayanan.

    Hal ini menjadi penting, mengingat bahwa bidang usaha jasaadalah bidang yang sangat tinggi tingkat relatifitasnya,sehingga membutuhkan peraturan yang baku, yang dapatmengatur dan menstandarkan agar pelayanan jasa yangdiberikan memberikan mutu dan kualitas yang sama.

    Pengantar MICE - Yuliana Pinaringsih K. S.Par., MM. 20

  • Permen No 28 tahun 2014

    Permen ini mengatur tentang Standar Usaha JasaPenyelenggaraan Pertemuan, Perjalanan Insentif, Konferensi,dan Pameran.

    Permen ini berisi :

    1. Ketentuan umum, yaitu apa yang dimaksud dengan usahapariwisata, usaha jasa, standar usaha jasa, sertifikasiusaha jasa, dan sebagainya.

    2. Usaha jasa penyelenggaraan PIKP haruslah berbentukbadan usaha.

    Pengantar MICE - Yuliana Pinaringsih K. S.Par., MM. 21

  • 3. Sertifikat dan sertifikasi usaha jasa penyelenggaraan PIKP

    4. Pembinaan dan pengawasan

    5. Serta sanksi administratif.

    Pengantar MICE - Yuliana Pinaringsih K. S.Par., MM. 22

  • The End

    Pengantar MICE - Yuliana Pinaringsih K. S.Par., MM. 23