Pemetaan Seni Pertunjukan Tradisional Jawa Timur Sebagai

  • View
    366

  • Download
    43

Embed Size (px)

Text of Pemetaan Seni Pertunjukan Tradisional Jawa Timur Sebagai

  • iii

    Kata Pengantar

    Puji syukur kehadirat Allah SWT, yang karena berkat dan rahmatNyaakhirnya laporan penelitian dengan judul Pemetaan Seni PertunjukkanTradisional Jawa Timur: Kajian Bentuk, Fungsi dan Makna yang memfokuskanpada wilayah etnik budaya Mataraman, Arek dan Panoragan dapat terselesaikandengan lancar dan baik.

    Penelitian ini merupakan upaya pelestarian seni pertunjukan tradisional

    melalui pendokumenan yang dilakukan secara sederhana dalam

    pendeskripsiannya melalui bentuk, fungsi dan makna simbolik pertunjukan. Hal

    ini diharapkan juga dapat memperkenalkan seni tradisional paa generasi muda

    atau masyarakat pada umumnya.

    Dengan penelitian ini, diperoleh manfaat yang besar dalam upaya pelestarian

    seni pertunjukan tradisional Jawa Timur karena pemetaan dengan menghasilkan

    produk buku tentang seni pertunjukan tradisional di Jawa Timur belum ada.

    Penelitian ini masih merupakan penelitian pertama dengan memfokuskan pada

    wilayah etnik budaya, sehingga untuk menghasilkan pengetahuan tentang seni

    pertunjukkan tradisional Jawa Timur secara lengkap perlu dilanjutkan pada

    penelitian wilayah etnik selanjutnya.

    Hasil penelitian ini sangat besar manfaatnya bagi kami, sehingga dalam

    kesempatan ini perkenankan kami ucapkan terimakasih kepada banyak pihak yang

    telah mendukung kelancaran penelitian ini, untuk itu kami ucapkan terima kasih

    kepada: Prof. Dr. Muchlas Samani, Rektor Unesa, Dr. Ir. I Wayan Susila, MT

    Ketua LPPM Unesa, Prof. Dr. Setya Yuwana, M.A, Dekan FBS Unesa, dan Drs.

    Djoko Tutuko, M.Sn, Ketua Jurusan Sendratasik FBS Unesa. Trimakasih juga

    kami ucapkan kepada rekan-rekan dosen Jurusan Sendratasik yang telah

    memberikan dukungan dan bantuannya dalam penelitian ini. Ucapan terimakasih

    khusus kami sampaikan pada mahasiswa tim pengumpul data yang telah

    membantu dalam pelaksanaan pengumpulan data. Semoga segala bantuan yang

    diberikan akan mendapatkan pahala dari Allah SWT dan hasil penelitian ini dapat

    bermanfaat bagi kita semua.

    Surabaya, Nopember 2012

    Tim Peneliti

  • iv

    ABSTRAK

    Penelitian dengan judul Pemetaan Seni Pertunjukan Tradisional Jawa Timurini mengkaji bentuk, fungsi dan makna simbolik pertunjukan. Pengkajiandilakukan pada seni pertunjukan tradisional yang ada di Jawa Timur denganpembatasan pada sub etnik budaya. Adapun sub etnik budaya yang akan ditelitipada penelitian ini adalah sub etnik budaya Mataraman, Panoragan dan budayaArek. Sedangkan focus pada penelitian ini adalah: 1) mengkaji bentukpertunjukan; 2) mengkaji fungsi pertunjukan; dan 3) mengkaji makna simbolikpertunjukan.

    Penelitian ini adalah penelitian diskriptif kualitatif dengan teknikpengumpulan data menggunakan pengamatan, wawancara, studi pustaka dandokumentasi. Analisis data mengacu pada analisis Straus dan Corbin yangmembagi menjadi tiga tahap, yaitu: pengkodean terbuka (open coding), kodeAksial (axial coding), dan kode selektif (selective coding). Validitas datadigunakan teknik triangulasi baik melalui triangulasi sumber denganmembandingkan data hasil penelitian maupun triangulasi teori dengan mengecekkeabsahan data melalui teori yang digunakan.

    Hasil penelitian pemetaan seni pertunjukan tradisional di Jawa Timurditemukan ada 29 (dua puluh sembilan) jenis seni pertunjukan tradisional yangtumbuh dan berkembang di daerah sub etnik Mataraman, Panoragan dan Arek.Dari ke-29 jenis seni pertunjukan dapat dikelompokkan dalam 14 (empat belas)kelompok seni pertunjukan berdasarkan bentuk pertunjukannya.

    Bentuk seni pertunjukan tradisional sub etnik Mataraman, Arek danPanoragan ditinjau dari area pentas memiliki persamaan yaitu dipentaskan di areaterbuka. Ditinjau dari struktur pertunjukan ada dua yaitu pertunjukan berdirisendiri dan pertunjukan utama yang didahului oleh pertunjukan lain sebagaipembuka pertunjukannya. Fungsi sosial seni pertunjukan secara umum adalahsebagai sarana ritual, sebagai hiburan, sebagai kepuasan estetis bagi pelakuseninya dan sebagai upaya pelestarian budaya tradisional. Sedangkan fungsi socialsecara khusus sebagai alat pendidikan dapat dilihat pada seni pertunjukan yangada dialognya yaitu Ketoprak, Ludruk, dan Wayang. Makna simbolik dari senipertunjukan dapat dilihat secara tekstual dan kontekstual. Secara tekstual maknapertunjukan adalah mengenalkan kebaikan dan memerangi kejahatan atau dapatdikatakan kejahatan akan selalu terkalahkan dengan kebaikan. Makna simboliksecara kontekstual dapat dilihat pada sarana pementasan diantaranya pada alatmusik yang digunakan, gerak laku pemain, busana dan rias pemain, property sertasesaji yang mendampingi pertunjukan.

  • v

    DAFTAR ISI

    COVER i

    HALAMAN PENGESAHAN ii

    ABSTRAK iii

    KATA PENGANTAR iv

    DAFTAR ISI v

    DAFTAR TABEL vii

    DAFTAR GAMBAR viii

    DAFTAR LAMPIRAN ix

    BAB I PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang 1

    1.2 Fokus Penelitian 3

    1.3 Tujuan Penelitian 3

    1.4 Manfaat Penelitian 3

    1.5 Definisi Operasional 4

    BAB II. KAJIAN PUSTAKA

    2.1 Wilayah Kebudayaan 5

    2.2 Seni Pertunjukan Tradisional 7

    2.3 Struktur Pertunjukan 8

    2.4 Fungsi Sosial 10

    2.5 Makna Simbolik 12

    BAB III. METODE PENELITIAN

    3.1 Jenis Penelitian 14

    3.2 Lokasi Penelitian 14

    3.3 Sumber Data 16

    3.4 Analisis Data 18

    3.5 Validitas Data 19

  • vi

    BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

    4.1 Seni Pertunjukan Tradisional Jawa Timur 21

    4.2 Seni Pertunjukan tradisional jawa Timur Wilayah etni Mataraman, Arek

    dan Panoragan

    30

    4.2.1 Seni Pertunjukan Bantengan 30

    4.2.2 Seni Pertunjukan Dungkrek 33

    4.2.3 Seni Pertunjukan Jaranan 36

    4.2.4 Seni Pertunjukan Ketoprak 44

    4.2.5 Seni Pertunjukan Kentrung 47

    4.2.6 Seni Pertunjukan Kethek Ogleng 48

    4.2.7 Seni Pertunjukan Ludruk 51

    4.2.8 Seni Pertunjukan Reog 53

    4.2.9 Seni Pertunjukan Sandur 55

    4.2.10 Seni Pertunjukan Tiban 55

    4.2.11 Seni Pertunjukan Tayub 56

    4.2.12 Seni Pertunjukan Gajah-Gajahan 57

    4.2.13 Seni Pertunjukan Ojung 59

    4.2.14 Seni Pertunjukan Wayang 59

    BAB V PENUTUP

    5.1 Simpulan 61

    5.2 Saran 62

    DAFTAR PUSTAKA 63

  • vii

    DAFTAR TABEL

    Tabel 3.1 : Wilayah Etnik Penelitian selama 3 Tahun

    Tabel 4.1 Rekapitulasi data Seni Pertunjukan Jawa Timur Tahun2010/2011

    Tabel 4.2 Data Seni Pertunjukan Tradisional di Jawa Timur

    Tabel 4.3 Seni Pertunjukan Tradisional di Jawa Timur yang tidak ada diWilayah Lain

    Tabel 4.4 Data Seni Pertunjukan Wilayah Sub Etnik Mataraman,Arek dan Panoragan

    Tabel 4.5 Nama Kesenian Jaranan di Kota atau KabupatenWilayah Etnil Mataraman, Arek dan Panoragan

    Tabel 4.6 Jenis Wayang di Jawa Timur

  • viii

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar 4.1 : Harimau dalam pertunjukan Bantengan Mojokerto(dok.internet)

    Gambar 4.2 Adegan Banteng sedang Menari didampingi PawangBantengan Jatirejo Mojokerto(dok.internet)

    Gambar 4.3 Pengiring dalam Kesenian Dongkrek Madiun (dok: internet)

    Gambar 4.4 Pemeran dalam Kesenian Dongkrek Madiun (dok: internet)

    Gambar 4.5 Arak-arakan dalam Pertunjukan Dongkrek Madiun (dok:internet)

    Gambar 4.6 Tari Jaranan bagian 1 yang disajikan setelah sajian Jepaplok

    Gambar 4.7 Tari Jaran II yang disajikan setelah sajian Jepaplok

    Gambar 4.8 Bentuk Kuda(Jaran) putih dan hitam

    Gambar 4.9 Topeng Jepaplok putih dan hitam yang digunakan dalampertunjukan Jaran Dor

    Gambar 4.10 Penari Turangga Yaksa TrenggalekDengan Bentuk Kuda Berkepala Raksasa (dok. internet)

    Gambar 4.11 Bentuk Barong pada Kesenian Turangga Yaksa Trenggalek(dok.internet)

    Gambar 4.12 Celeng dalam Kesenian Turangga Yaksa Trenggalek(dok.internet)

    Gambar 4.13 Adegan Taman dalam Pertunjukan Ketoprak (dok.Trisakti)

    Gambar 4.14 Adegan Lawak dalam Pertunjukan Ketoprak (dok.Trisakti)

    Gambar 4.15Seni Pertunjukan Kentrung (dok.internet)

    Gambar 4.16 Kethek Ogleng sedang bertemu Dewi Rara Tompe(dok.Yolanda)

    Gambar 4.17 Beberapa Kethek sedang melakukan atraksi dalam pertunjukan(dok.Yolanda)

    Gambar 4.18 Panji Asmarabangun menyamar menjadi Kethek (dok.Yolanda)

    Gambar 4.19 Adegan Bedayan pada pertunjukan Ludruk (dok.Trisakti)

  • ix

    Gambar 4.20 Adegan Lawakan pada pertunjukan Ludruk (dok.Trisakti)

    Gambar 4.22 Dadak Merak pada Pertunjukan Reog Ponorogo (dok.internet)

    Gambar 4.22 Penari saling memukul dengan pecut pada Pertunjukan Tiban(dok.internet)

    Gambar 4.23 Penari Tayub sedang Menari (dok.internet)

    Gambar 4.24 Pertunjukan Gajah Gajahan di Kabupaten Ponorogo(dok.internet)

  • LAPORANPENELITIAN STRATEGIS NASIONAL

    TEMA:

    Seni dan Budaya/Industri Kreatif (Art and Culture/Creative Industry)

    JUDUL PENELITIAN

    PEMETAAN SENI PERTUNJUKAN TRADISIONALJAWA TIMUR SEBAGAI STRATEGI PELESTARIAN

    SENI BUDAYA TRADISIONALKajian Bentuk, Fungsi dan Makna Simbolik Pertunjukan

    Peneliti:Dr. Trisakti, M.Si

    Dra. Retnayu Prasetyanti, M.SiDra. Setyo Yanuartuti, M.Si

    UNIVERSITAS NEGERI SURABAYANOPEMBER 2012

    Tema PenelitianSeni dan Budaya/Industri Kreatif

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Jawa Timur merupakan salah satu propinsi di Indonesia yang berpenduduk

    cukup padat yaitu sekitar 36 juta jiwa. Sebagai propinsi yang memiliki jumlah

    penduduk terbanyak kedua di Indonesia setelah Jawa Barat, Jawa Timur juga

    memiliki kekayaan seni pertunjukan tradisional yang tersebar di 29 kabupaten dan

    9 kota. Seni pertunjukan tradisional yang ada di Jawa Timur meliputi seni teater,

    seni tari, dan seni musik. Seni pertunjukan tradisional di Jawa Timur memiliki

    kekhasan masing-masing pad