Pembabaran Pertama Sang Buddha - diantara teman dan musuh. Mereka semua sama dan Sang Buddha memberikan

  • View
    218

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Pembabaran Pertama Sang Buddha - diantara teman dan musuh. Mereka semua sama dan Sang Buddha...

1

PERHIMPUNAN BUDDHIS NICHIREN SHU INDONESIA

NO.21JUNI 2006

etelah Buddha Sakyamuni mencapai penerangan agung, ia tinggal dalam

tingkat kebahagiaan yang tak terkira. Dengan kata lain, ia merasa bahwa jika ia mati saat sekarang, maka ia tidak akan menyesalinya. Bahkan

Sang BuddhaArtikel oleh YM.Bhiksu Jun-ichi Nakamura

Ilustrasi oleh Hiroshige Katsu

Pembabaran Pertama

kita, orang biasa kadang-kadang kita mendapatkan perasaan yang sama seperti itu. Aku ingin memasuki Nirvana, kata Sang Buddha. Kita biasanya memahami istilah Nirvana dengan kematian. Suatu hari, terdapat seorang aktor muda

yang melakukan bunuh diri dan meninggalkan sebuah pesan, Aku akan menunggu di Nirvana. Kita tidak tahu apa perasaan dia ketika ia terjun dari puncak gedung, tetapi saya yakin bahwa Buddha Sakyamuni tidak memaknakan Nirvana sebagai

S

No.21 / Juni 2006

2

kematian. Nirvana adalah kata India dimana berarti "Matinya Api". Ini adalah tingkatan dimana api hawa nafsu yang membakar dalam pikiran kita telah padam. Sekarang Buddha Sakyamuni sedang berada dalam tingkatan tersebut. Selama 21 hari, Sang Buddha tinggal dalam tingkatan kegembiraan akan kebenaran penerangan agung yang telah ia capai. Kemudian, Ia merasa sesuatu telah berubah dalam diriNya. Ia bingung apakah ia harus membabarkan kebenaran yang telah ia capai atau tidak. Ia mencapai penerangan dengan usaha dirinya sendiri, oleh karena itu, ia bingung, Jika Aku membabarkan peneranganKu kepada orang lain, apakah mereka dapat mengerti atau tidak? Jika Aku harus melakukan sebuah usaha yang besar untuk itu, Aku sebaiknya duduk disini saja. Hal ini memang kelihatan aneh bahwa Sang Buddha sedang bingung untuk membabarkan atau tidak. Dan ini adalah sisi yang sangat manusiawi bahwa hal ini menunjukkan kepada

kita tentang keagunganNya dan sebuah jalan kepada KeBuddhaan. Bagaimanapun juga, hanya manusia saja yang mampu memecahkan persoalan. Sehingga dalam biografi Sang Buddha, dikatakan bahwa Dewa Raja Surga Brahma muncul dihadapanNya. Dewa ini adalah salah satu dewa kuno India dan dipercaya bahwa Ia menciptakan dunia ini. Raja Surga Brahma berkata kepada Sang Buddha yang sedang meditasi dibawah pohon Bodhi beberapa kali. Yang Dimuliakan Dunia! Babarkanlah kebenaran Penerangan Agung yang telah Engkau peroleh kepada seluruh mahluk hidup. K e t i k a S a n g B u d d h a mendengarkan suara ini, pada mulanya Ia tidak ingin melakukannya. Tetapi Raja Surga Brahma tidak menyerah. Ia terus memohon kepada Sang Budha untuk memberikan cahaya terang kepada dunia yang telah ia ciptakan. Raja Iblis Surga Ke-Enam yang muncul dalam artikel saya ini adalah seorang dewa yang berusaha untuk mengontrol manusia. Dilain pihak, Raja Surga Brahma berusaha membuat orang-orang memperoleh kemurnian pikiran. Akhirnya, pikiran Sang Buddha tergerak oleh suara Raja Surga Brahma yang terus memanggil Sang Buddha dengan bersemangat. Dan juga ia telah dibangkitkan dalam sebuah pengertian yang penting. Itu adalah, Aku terlahir karena sebuah sebab dan juga Aku dapat bangkit karena sebuah sebab. Jadi sekarang Aku disini adalah membuat sebuah sebab baik dengan orang-orang.. Kemudian, Buddha Sakyamuni memutuskan, Aku akan membabarkan Dharma, dan bangkit dari tempat meditasi, dan mengukir langkah pertama untuk sebuah perjalanan Dharma. Cerita ini disebut Doa Raja Surga Brahma dan menceritakan

kemajuan pikiran Sang Buddha setelah pencapaian peneranganNya. Aku rasa bahwa setiap orang yang menemukan sebuah kebenaran tidak boleh menyimpannya sendiri tetapi harus memberitahukan kepada orang lain. Ini adalah sebuah kebenaran sebab membagi kebahagiaan mu kepada orang jauh lebih baik daripada hanya menikmatinya sendiri. Tentu saja, kamu harus berusaha segala upaya untuk melakukan hal tersebut. Buddha Sakyamuni telah siap untuk melakukannya dan tidak akan mundur lagi. Ia pergi ke Sarnath, atau Taman Rusa. Lokasi ini terletak lebih dari 200 km dari Buddhagay, bagian pinggiran kota Benales, dimana terdapat banyak pertapa berkumpul disana. Diantara para pertapa tersebut, Sang Buddha menemukan lima orang yang pernah bersama-sama denganNya melakukan pertapaan keras, dan berusaha membabarkan ceramah pertamaNya kepada mereka. Bagaimanapun, kel ima orang tersebut mengenal Sang Buddha yang mereka anggap telah menyerah dalam pertapaan sebelumnya bersama mereka. Sehingga mereka berpikir tidak ingin mendengarkan pengajaran dariNya. Tetapi ketika mereka melihat Sang Buddha, mereka sangat terkejut dan terkesan dengan kesucianNya dan bersujud dengan penuh hormat. Sang Buddha membabarkan ceramah pertamaNya kepada mereka. Ini disebut Pemutaran Roda Dharma Pertama. Roda Dharma berarti Kebenaran yang dicapai Sang Buddha . Ia member i tahukan kebenaran yang d icapa i dan memutarnya untuk orang lain. Di India, istilah Roda berarti sebuah senjata india kuno yang disebut Chakra. Dikatakan bahwa sebuah Chakra terdapat banyak pisau disekelilingnya dan ketika diputar akan dapat melukai orang banyak. Dalam kepercayaan india kuno,

No.21 / Juni 2006

3

dikatakan seorang raja yang sempurna dinamakan Raja Suci Pemutar Roda, atau Chakravartin Rajan dalam bahasa India, tidak mengunakan senjata tetapi berusaha mengatur dunia dengan roda kebenaran atau kebajikan. Kita menyadari bahwa tidak seorang pun yang ingin dilukai oleh orang lain atau mendapatkan penderitaan. Buddha Sakyamuni sungguh-sungguh mencoba untuk membuat dunia ini menjadi penuh kedamaian dengan Roda Kebijaksanaan Buddha. Dalam Buddhisme, t idak ada perbedaan diantara teman dan musuh. Mereka semua sama dan Sang Buddha memberikan kebajikan kepada semua orang sama dan rata. Jika kamu ingin menerima kebajikan hanya untuk diri sendiri dengan melakukan akar kebaikan, ini bukanlah kebajikan sejati. Oleh karena itu, kita hendaknya tidak membeda-bedakan orang dan menghadapi semua orang dengan hati yang penuh welas asih. Khususnya, kita adalah pengikut Saddharma Pundarika Sutra dan melaksanakan Odaimoku, sehingga marilah kita menjaga kemurnian pikiran kita. Ini adalah dasar semangat untuk menyebarluaskan roda Odaimoku di dunia ini. Gassho.

A Collection of Nichiren Wisdom, Volume 1Terbitan: Nichiren Buddhist International CenterDiterjemahkan oleh: Josho S.EkaputraBab KeBuddhaan, Hal.11 dan 12

MEWUJUDKAN KEBUDDHAAN(Buddha Abadi)

Ketika Buddha Abadi telah diungkapkan dalam bagian pokok Saddharma Pundarika Sutra, dunia ini yang penuh penderitaan ini (Dunia Saha) menjadi Tanah Suci Abadi, yang tidak akan musnah oleh tiga bencana dari kebakaran, banjir, dan badai, yang dikatakan dapat menghancurkan dunia. Ini juga melampaui ke-empat periode perubahan kosmis: Kalpa Pembangunan, Kelanjutan, Kehancuran, dan Kekosongan. Buddha Sakyamuni, pemilik Tanah Suci ini tidak pernah moksa pada masa lampau, dan tidak juga akan terlahir pada masa mendatang. Ia ada selamanya melampaui masa lampau, sekarang dan akan datang. Semua yang memperoleh bimbingan dariNya akan menjadi satu dengan Buddha Abadi ini, karena setiap pikiran kita dilengkapi dengan 3,000 keberadaan dan tiga faktor---semua mahluk yang terbang, tanah dimana mereka hidup, dan ke-lima elemen dari mahluk hidup.

Kanjin Honzon ShoRisalah Yang Mengungkapkan Perenungan

Spiritual Terhadap Objek Pemujaan(Latar Belakang: 25 April 1273, di Pulau Sado)

-OO-

KEBUDDHAAN BAGI SEMUA WANITA(Hanya Ada Dalam Saddharma Pundarika Sutra)

Contoh seorang puteri naga yang menjadi seorang Buddha tidak berarti ini hanya berlaku untuknya saja. Ini juga berarti pencapaian KeBuddhaan bagi semua wanita. Dalam sutra-sutra Hinayana yang dibabarkan sebelum Saddharma Pundarika Sutra, pencapaian KeBuddhaan bagi kaum wanita adalah hal yang mustahil. Berbagai macam sutra Mahayana mengungkapkan bahwa para wanita dapat mencapai keBuddhaan atau pergi ke Tanah Suci Buddha, tetapi itu hanya terjadi setelah mereka berubah menjadi baik dan lepas dari iblis. Ini bukanlah pencapaian segera KeBuddhaan di dunia ini, yang hanya dapat terjadi melalui ajaran Tiga Ribu Keberadaan dalam Sekejap Pikiran. Oleh karena itu, apa yang dijanjikan oleh Sang Buddha dalam sutra-sutra Mahayana lain hanya nama saja. Dilain pihak, pencapaian KeBuddhaan oleh seorang puteri naga dalam Saddharma Pundarika Sutra dimaksudkan sebagai sebuah contoh, membuka jalan bagi kaum wanita pada Masa Akhir Dharma untuk mencapai KeBuddhaan atau mencapai Tanah Suci Buddha.

Kaimoku ShoMembuka Mata kepada Saddharma Pundarika Sutra

(Latar Belakang: Pebruari 1272, di Tsukahara, Pulau Sado)

No.21 / Juni 2006

4

Ichinen Sanzen

oktrin Ichinen Sanzen (3,000 Keberadaan Terkandung Dalam

Sekejap Pikiran), adalah sebuah gagasan dimana dalam sekejap pikiran terhubung dengan 3,000 keberadaan dan ini adalah ajaran pokok dalam Buddhisme Nichiren. Dalam artikel ini, Aku tidak ingin menjelaskan secara panjang lebar atau penjelasan secara mendetail dari angka 3,000 sebab apa yang penting bagi kita adalah bagaimana cara menyerap atau memahami sebuah teori religius dibandingkan hanya mengetahui alasannya saja. Hal terpenting dari aspek ajaran Ichinen Sanzen ada dalam hubungan antara K-Esaan dan berbagai macam fenomena yang dilambangkan dengan angka 3,000. Saya menerjemahkan hal ini bahwa segala macam fenomena ini adalah sebagai semua keberadaan atau semua elemen di alam semesta. Hal ini berarti Ichinen Sanzen adalah Ke-Esaan yang terhubung dengan segala keberadaan di alam semesta, dan Ichinen (Sekejap Pikiran) haruslah dianggap sebagai lambang dari niat positif kita. Kemudian, Ichinen Sanzen dapat berarti bahwa, jika kita berniat untuk melakukan sesuatu, kita dapat mengambarkan suatu bilangan pembagi antara fisik yang terbagi dalam berbagai macam keberadaan yang berbeda. Sebagai contoh, dalam teori Big Bang, bahwa keseluruhan alam semesta ini dimulai dengan sebuah ledakan tunggal. Jika demikian, semua