Para Perintis Sosiologi

  • View
    379

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of Para Perintis Sosiologi

Para Perintis Sosiologi August Comte Dikenal Sebagai bapak sosiologi berhasil

menciptakan nama Sosiologi : Socius ( Romawi), Logos (Yunani) Bukunya The course of positive philosophy Memgemukakan Hukum tiga tahap : 1. Teologis (invisible hands): tahap dimana manusia menafsirkan gejala-gejala sekelilingnya secara teologis. 2. Metafisik (invisible natural): tahapan dimana manusia menganggap bahwa di dalam setiap gejala terdapat kekuatan2 atau inti yg akhirnya dapat diungkakan

3. Positif/Ilmiah (Rasional) : tahapan dimana manusia menjelaskan gejala alam dan gejala sosial dengan mengacu pada deskripsi ilmiah. Memperkenalkan metode positif dianggap sbg perintis

Positivisme : Menurutnya Sosiologi harus merupakan ilmu yg sama ilmiahnya dg ilmu pengetahuan alam yg mendahuluinya. Ciri metode Positif: objek yg dikaji hrs berupa fakta dan kajian hrs bermanfaat ;mengarah kpd kepastian dan kecermatan. Sarana utk kajian: pengamatan, perbandingan, eksperimen, metode historis.

Sumbangan lain membagi Sosiologi menjadi: Statika sosial: kajian thd tatanan sosial Dinamika sosial: kajian thd kemajuan dan perubahan sosial

Karl Marx Sumbangan utama Marx bagi sosiologi terletak pada teorinya mengenai kelas. Menurut Marx perkembangan kapitalisme menumbuhkan dua kelas yang berbeda : bourgeoisie dan kaum proletar. Dalam konflik yang berlangsung pada kedua kelas kaum bourgeoisie akan dikalahkan. Marx meramalkan bahwa kaum proletar kemudian akan mendirikan suatu masyarakat tanpa kelas. Ramalan Marx tdk pernah terwujud tetapi mpy pengaruh besar thdp pemikiran2 berikutnya.

Emile Durkheim

Buku The Division of Labor in Society merupakan suatu upaya Durkheim untuk memahami fungsi pembagian kerja serta untuk mengetahui faktor-faktor penyebabnya. Durkheim melihat bahwa setiap masyarakat manusia memerlukan solidaritas. Ia membedakan tipe utama solidaritas: solidaritas mekanis, dan solidaritas organis. Lambat laun pembagian kerja dalam masyarakat semakin berkembang sehingga solidaritas mekanis berubah menjadi solidaritas organis. Durkheim menawarakan definisinya mengenai sosiologi dalam buku Rules of Sociologycal Method. Menurutnya, bidang yang harus dipelajari sosiologi adalah fakta-fakta sosial Buku Suicide merupakan upaya Durkheim untuk menerapkan metode yang telah dirintisnya untuk menjelaskan sebab-sebab terjadinya bunuh diri. Usahanya dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisa data kuantitatif.

Max Weber Weber merupakan seorang ilmuan yang sangat

produktif. Salah satu bukunya yang terkenal adalah The Protestan Ethic and The Spirit Capitalism. Dalam buku ini ia mengemukakan tesisnya yang terkenal mengenai keterkaitan antara Etika Protestan dengan munculnya Kapitalisme di Eropa Barat. Weber menyebutkan bahwa sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan sosial. Sumbangan Weber yang tidak kalah pentingnya adalah kajian mengenai konsep-konsep dasar dalam sosiologi.

Pokok Bahasan Sosiologi Emile Durkheim: Fakta sosial Fakta Sosial adl cara bertindak, berpikir dan

berperasaan yang berada di luar individu, bersifat memaksa dan mengendalikan individu, dan berada di luar kehendak pribadi individu. Contoh: Pendidikan anak, the division of Labor in Society (1968) Spesialisasi di segala bidang mrp fakta sosial Suicide (1968) angka bunuh diri yang konstan mrp fakta sosial: Altruistic suicide karena integrasi sosial yang terlalu kuat. Egoistic suicide karena integrasi sosial terlalu lemah.

Max Weber: Tindakan Sosial sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tindakan sosial. Tidak semua tindakan manusia =tindakan sosial. Disebut tindakan sosial apb tindakan tsb dilakukan dg

mempertimbangakan perilaku org lain dan berorientasi pada perilaku org lain. Karena sosiologi bertujuan memahami (Verstehen) mengapa tindakan sosial mempunyai arah dan akibat tertentu, sedangkan tiap tindakan mempunyai makna subjektif bagi pelakunya, maka ahli sosiologi harus dapat membayangkan dirinya di tempat pelaku agar dapat ikut menghayati pengalamannya.

Pandangan Ahli abad 20 C. Wright Mills: Imaginasi Sosiologi. Manusia memerlukan imaginasi sosiologi utk dpt

memahami sejarah masyarakat, riwayat hidup pribadi dan hubungan antara keduanya. Untuk melakukan khayalan sosiologis dibutuhkan 2 alat pokok; Personal troubles of millieu troubles berada dlm diri individu mrp msl pribadi dan mrp ancaman thd nilai yg didukung pribadi. Public issues of social structure issues: berada di luar pribadi dan di luar jangkaunnya, bersifat umum; ada nilai yag secara umum akan terancam.

Peter Berger Berger mengajukan berbagai citra yang melekat pada ahi sosiologi. Sebagai org yg suka bekerja dg org lain, menolong org

lain. Teoritikus di bidang pekerjaan sosial. Reformis sosial. Profesinya mengumpulkan data statistik mengenai perilaku manusia. Org yg concern pada pengembangan metodologi ilmiah utk mempelajari fenomena manusia. Pengamat yang memelihara jarak.

Citra tersebut menurut Berger menyesatkan, keliru Menurutnya Ahli sosiologi bertujuan utk memahami mayarakat. Tujuannya bersifat teoritis yaitu memahami semata-

mata. Daya tarik sosiologi terletak pada sudut pandang yang memungkinkan utk memperoleh gambaran lain mengenai dunia yang kita tempati; mengungkap suatu realitas baru yg tdk terduga sebelumnya didorong melakukan debunking motif sistem sosial yg diteliti.

Masa kini: Makro, Meso dan Mikro Sejumlah ahli sosiologi mengklasifikasi pokok bahasan Sosiologi menjadi dua bagian: Broom dan Seznick: tatanan makro dan tatanan

mikro. Jack Douglas: perspektif makrososial dan perspektif mikrososial. Doyle Paul Johnson: Jenjang makro dan jenjang mikro Randall Collins: membedakan makrososiologi dan mikrososiologi ditentukan oleh ruang dan waktu.

Contoh pokok bahasan mikrososiologi mengamati berbagai peristiwa yang berlangsung tatkala orang yg tidak saling

kenal berpapasan. Contoh pokok bahasan Makrososiologi Disertasi Selo Soemardjan berjudul Social Changes in Yogyakarta (1962): Segi ruang masyarakat teritorial di DIY; segi waktu Penjajahan Belanda-periode kemerdekaan.

SOSIALISASI Peter Berger Manusia mrp makhluk yang tidak berdaya karena dilengkapi naluri yg tidak lengkap mengembangkan budayanya. Sosialisasi menurut berger adl proses melalui mana seorang anak belajar menjadi seorang anggota yg berartisipasi dalam masyarakat Beberapa ahli berpendapat yg diajarkan dl sosialisasi adl peran-peran. OKI, teori sosialisasi merupakan teori mengenai peran (role theory)

Pemikiran Mead George Herbert Mead mengemukakan salah satu teori peran dikaitkan dengan sosialisasi dalam Mind, Self, and Society. Manusia berkembang secara bertahap melalui interaksi dengan anggota masyarakat lain. Pengembangan diri manusia berlangsung melalui tahap play stage, game stage, dan tahap generalized other.

Play stage belajar mengambil peran org yang berada di sekitarnya. Game stage tahu peran yang dijalankan sekaligus tahu peran yg harus dijalankan orang lain. Generalized others seseorang dianggap telah mampu mengambil peran yg dijalankan org lain dlm masyarakat. Dianggap telah mampu berinteraksi dg org lain dlm msy krn paham perannya sendiri dan peran orang lain dengan siapa ia berinteraksi

Pemikiran Charles H. Cooley Konsep diri seseorang berkembang melalui interaksinya dengan org lain. Diri yg berkembang melalui interaksinya

dengan org lain diberi nama looking glass self. Seseorg mpy persepsi mengenai pandangan org

lain terhadapnya Persepsi mengenai org lain terhadap penampilannya Seseorg mpy perasaan thd apa yg dirasakan secagai penilaian org lain terhadapnya itu.

Kemampuan seseorang utk mpy diri-utk berperan sbg anggota masy-tergantung pada sosialisasi tdk mengalami sosialisasi The wild boy of Avyron- anak laki-laki yang

ditemukan di Saint-Serin Perancis