61
1 Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3 Disusun oleh: Ir. Djauhari Noor, Dipl.Geo., M.Sc Laboratorium Software Universitas Bina Nusantara 2007

Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

  • Upload
    ilham

  • View
    6.360

  • Download
    9

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

Citation preview

Page 1: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

1

Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

Disusun oleh:

Ir. Djauhari Noor, Dipl.Geo., M.Sc

Laboratorium Software

Universitas Bina Nusantara 2007

Page 2: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

2

KATA PENGANTAR

Buku Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3 ini dibuat guna memenuhi

kebutuhan para mahasiswa yang akan menjalankan program ArcView versi 3.3,

khususnya bagi mereka yang mengikuti perkuliahan dan praktikum Sistem Informasi

Geografi (SIG).

ArcView 3.3 adalah software yang sangat populer dan handal yang dibuat oleh Esri Inc.

yang membutuhkan resources yang tidak terlalu tinggi. Software ini banyak dipakai

untuk berbagai keperluan Analisis System Informasi Geografi.

Buku panduan ini dibuat sesederhana mungkin dengan harapan dapat dipahami dengan

mudah. Bagian-bagian penting dari software ArcView 3.3 disajikan dengan jelas dan

urut, dan disertai dengan contoh-contoh pemakaian. File-file yang dibutuhkan dalam

buku ini disertakan dalam bentuk CD, sehingga memudahkan dalam praktik.

Buku panduan pengoperasian software ArcView 3.3 ini dibuat dengan harapan para

mahasiswa bisa memahami dasar-dasar pengoperasian program ArcView dan mampu

menjalankan programnya untuk berbagai aplikasi yang berkaitan dengan sistem

informasi spasial.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dari buku ini, sehingga saran dan

kritik sangat diharapkan.

Bogor, 21 Agustus 2007

Penulis

Page 3: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

3

PENGENALAN PROGRAM ARCVIEW 3.3

ARCVIEW 3.3 adalah Perangkat Lunak Pengolah Data Spasial, yang berupa titik, garis dan

area ( poligon ). Berbagai aktifitas yang bisa dilakukan yaitu :

Input Data

Menampilkan Data

Mengelola Data

Analisis Data

Membuat Laporan dan Peta

Elemen Utama ArcView adalah Project ArcView yang terdiri dari :

Views, Tables, Charts, Scripts, dan Layout

Project :

Project akan tampil ketika pertama kali ArcView dibuka.

Projek ini menyimpan referensi lokal dan bagaimana data disimpan.

Data ArcView bisa dipakai dalam berbagai projek ArcView tanpa masalah

duplikasi. Project ArcView mempunyai lima komponen data yaitu Views, Tables,

Charts, Script, Layout

Gambar. 1 Tampilan Project ketika dibuka

Page 4: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

4

View :

Semua pekerjaan yang terkait dengan manajemen data grafis baik vektor, grid

atau raster

Input data, manipulasi tampilan, analisis

Data berupa titik, garis dan area

Gambar. 2 Tampilan Project dengan View kosong yang dibuka

ArcView menggunakan file yang disebut shapefile yaitu format non-topologis untuk

menyimpan lokasi geometris dan informasi atribut dari unsur geografis. Format

shapefile mendefinisikan geometri dan atribut dari unsur yang bereferensi geografis

dan dinyatakan dalam file dengan ekstensi file khusus yang disimpan dalam

workspace project yang sama. File-file tersebut adalah :

.shp - file yang menyimpan geometri unsur.

.shx - file yang menyimpan indeks geometri unsur.

.dbf - file dbase yang menyimpan informasi atribut dari unsur.

Bila suatu shapefile ditambahkan sebagai satu theme dalam suatu view,file ini

ditampilkan sebagai tabel unsur.

Page 5: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

5

.sbn dan .sbx - file-file yang menyimpan indeks unsur. Dua file ini tidak akan ada

sampai dilakukan pemilihan theme on theme, spatial join, atau membuat indeks

dari field shape dari suatu theme. Jika telah dilakukan penulisan pada direktori

data sumber, file indeks akan tetap ada setelah sesi ArcView telah selesai. Jika

tidak dilakukan penulisan terhadap direktori data sumber,file ini akan dihapus bila

kita menutup project atau keluar dari ArcView.

.ain dan .aih - file-file yang menyimpan indeks atribut dari field-field yang aktif

dalam suatu tabel atau tabel atribut theme. Kedua file ini tidak akan ada sampai

dilakukan link pada tabel. Jika kita telah menulis pada direktori data sumber,file

indeks akan ada setelah selesai sesi ArcView. Jika tidak dilakukan penulisan

terhadap direktori data sumber, file ini akan dihapus saat ditutup projectnya atau

keluar dari ArcView.

Tables :

Fasilitas untuk menangani data yang tersusun dalam baris dan kolom

Merupakan manifestasi dari database yang terkait dengan data grafis

Data bisa berupa string atau numerik

Charts :

Dipergunakan untuk mengelola data grafik atau kurva

Lay Out :

Fasilitas ArcView untuk membuat laporan yang terpadu

Page 6: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

6

Gambar. 3 Tampilan Project dengan View Wilayah kota Bogor, Table dan Chart

Scripts :

Scripts adalah suatu program kecil yang terdiri dari sekumpulan perintah untuk

menjalankan aktifitas tertentu

Program ini ditulis dalam bahasa Avenues

Dipakai untuk mengakomodasikan kebutuhan tertentu yang tidak ada dalam

ArcView

Menangani pekerjaan yang sama berulang2

Page 7: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

7

View :

View adalah Peta Interaktif untuk menampilkan memeriksa memilih dan

menganalisis data grafis.

View merupakan kumpulan Theme yaitu satu set data grafis yang mewakili satu tema

data di permukaan bumi.

Tema bisa berupa daerah administrasi jalan atau kota, atau secara umum berupa areal

(poligon), garis atau titik.

View dibuat dalam Project ArcView. Jadi Project ini harus dibuka dulu.

File New Project ; Atau File Open Project

Untuk membuka View klik icon View disebelah kiri.

Sebelum bekerja dengan View sebaiknya atur Properties View

Gambar. 4 Tampilan dari Project dengan View yang kosong

Page 8: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

8

Name

Secara otomotis Program akan memberi nama View1 dan seterusnya. Berikan Nama

View sesuai dengan isi dari viewnya, misalnya Bali

Creation Date

Komputer akan mengisi sesuai dengan tanggal dibuatnya.

Creator

Diisi dengan nama pembuat

Map Unit

Unit peta harus disesuaikan dengan peta yang dibuat. Untuk Proyeksi UTM satuan

petanya adalah meter, sedangkan untuk lintang dan bujur digunakan decimal degrees

atau derajat desimal. Konversinya adalah :

Derajat Desimal = Derajat + Menit/60 + Detik/3600

Distance Unit

Satuan jarak biasanya digunakan untuk menghitung jarak dua titik.

Projection

Proyeksi ditentukan dahulu kalau kita akan membuat theme baru. Sedangkan theme yang

dibuat mengacu pada theme lama maka proyeksi tidak perlu dibuat lagi.

Konversi Proyeksi bisa dilakukan dengan memanfaatkan Utilitas ArcView Projection

Utility.

Area of Interest

Ini dilakukan kalau kita ingin melakukan analisis pada satu areal tertentu.

Background Color

Background Color peta pada view adalah putih. Perubahan bisa dilakukan sesuai dengan

keinginan kita.

Comments

Page 9: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

9

Catatan yang perlu diberikan pada View yang kita buat.

Ketika View dibuka maka akan tampilan yang terdiri dari menubar yang terdiri dari

beberapa pilihan menu yaitu seperti berikut ini :

dan juga tampilan ikon seperti berikut ini :

1. Menyimpan proyek aktif

2. Memanggil atau menyisipkan themes

3. Display kotak dialog properties

4. Display legenda theme aktif

5. Membuka tabel theme aktif

6. Mencari tampilan dalam themes aktif

7. Melokalisasi alamat dalam theme aktif

8. Display Query Builder

9. Display identifikasi tampilan terpilih

10. Tool seleksi

11. Menambah, memindah, menghapus vertices

12. Seleksi tampilan themes aktif dengan point atau dragg

13. Zoom in ( memperkecil ) pada titik atau segi-empat

14. Zoom out ( memperbesar ) pada titik atau segi-empat

15. Dragg atau memindah tampilan pada arah kursor

16. Mengukur jarak

17. Mengikuti hot link dalam themes aktif

18. Setting area view interest

19. Pembuat label tampilan dalam themes aktif

20. Membuat tampilan teks

Page 10: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

10

1. Zooms semua themes yang ada

2. Zooms hanya pada themes aktif

3. Zoom hanya pada themes terpilih

4. Zoom in ( memperkecil ) pada pusat themes

5. Zoom out ( memperbesar ) pada pusat themes

6. Kembali pada view sebelumnya

7. Memilih tampilan tertentu menggunakan grafik pilihan

8. Pembatalan pemilihan tampilan semua themes

9. Memperoleh bantuan pada button, tool, menu

10. Ikon menggambar titik

11. Informasi skala

Page 11: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

11

1. Menampilkan theme dalam View

Dalam tampilan view bisa disusun lebih dari satu theme, yang tergantung kepada kebutuhan.

Untuk menampilkan theme bisa dilakukan dengan beberapa cara.

Klik Menu View

Pilih Add Theme

atau klik ikon bertanda +

Setelah akan muncul dialog pemilihan file theme yang diinginkan

Gambar. 6 Tampilan Kotak Dialog Add Theme

Page 12: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

12

Pilih file pro_bali.shp, jln_bali.shp dan kt_bali.shp, yang masing-masing mewakili theme

poligon, garis dan titik. Susunlah urutan file seperti dibawah ini :

Jln_bali.shp

Kt_bali.shp

Pro_bali.shp

Tampilan View yang muncul adalah sebagai berikut :

Gambar. 7 Tampilan View dengan 3 theme, yaitu Jln_bali, Kt_bali dan Pro_bali ( )

Tampilan diatas adalah overlay dari 3 peta yaitu Peta Jalan Bali, Peta Ibu Kota Kabupaten

dan Peta Kabupaten di Bali. Penyusunan file peta seperti nampak pada bagian kiri peta

diatas. Peta Pro_bali terletak paling bawah dan Peta Jln_bali paling atas. Apabila penyusunan

peta dibalik maka peta yang lain bisa tertutup.

Page 13: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

13

2. Menampilkan Informasi Atribut Peta

Salah satu keunggulan ArcView ialah bisa menggabungkan data grafis yang ada dalam

Views dengan database yang tersusun dalam Tables. Untuk menampilkan database yang

terkait dengan data grafis cukup meng-klik data grafis yang diinginkan. Caranya adalah

sebagai berikut :

Aktifkan Theme yang diinginkan dengan meng-klik filenya, misalnya Pro_bali.

Klik Icon i pada toolbar.

Klik data grafis yang diinginkan.

Gambar. 8 Tampilan identitas Cibadak, Wilayah Kecamatan Tanah Sereal, Kota

Keterangan atau data tentang Kota Bogor tersusun dalam suatu Tables yang bisa ditampilkan

juga secara bersamaan. Untuk menampilkan Tables lakukan hal2 sbb. :

Aktifkan file yang bersangkutan dengan meng-klik file-nya misalnya Kt_bali.shp

Klik Icon Table pada Toolbar

Table yang bersangkutan akan ditampilkan

Page 14: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

14

Pada gambar dibawah ditampilkan yaitu Table Kota Bogor. Table berisi data kecamatan,

jumlah penduduk dan luas areal.

Gambar 9 Tampilan Kota Bogor dn table yang berisi informasi Kota Bogor

Page 15: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

15

3. Membuat obyek titik, garis dan poligon

Obyek diatas adalah obyek spatial yang penting dalam ArcView, yang merepresentasikan

obyek riil misalnya kota, jalan atau wilayah tertentu. Arc View menangani obyek ini secara

mudah dan sederhana. Dalam praktek pembuatan obyek diatas dilakukan secara terpisah baik

untuk titik, garis dan poligon..

Untuk membuat obyek diatas lakukan sebagai berikut :

Klik View New Theme

Tampilan yang muncul adalah New Theme, dengan pilihan Dropdown Menu adalah Point,

Line dan Poligon.

4. Membuat obyek titik

Obyek titik adalah obyek spatial yang bisa mewakili kota, lokasi ATM, Mall, rumahsakit,

sekolah dan sebagainya. Untuk membuat obyek tersebut lakukan sebagai berikut :

Klik View New Theme

Pada tampilan yang muncul pilih Point kemudian tekan Ok.

Tentukan nama file dan lokasi file tempat obyek titik akan disimpan misalnya kota.

Tekan Ok.

Pada tampilan View yang muncul tentukan titik2 yang kita inginkan.

Setelah selesai melakukan pemetaan titik, lakukan

Klik Theme Stop Editing

Pilih Yes ketika ditanyakan untuk menyimpan hasil pekerjaan.

Untuk melihat atribut dari obyek titik tersebut lakukan sebagai berikut :

Klik atau aktifkan file Kota.shp.

Klik Ikon Table atau Klik Theme lalu pilih Table

Tampilan yang muncul adalah satu tabel dengan dua field yaitu Shapes dan ID. Record yang

muncul adalah Point dengan ID 0 (nol). Kita bisa menambahkan field dalam tabel, atau

mengubah isi field ID dengan angka yang berurutan. Untuk menambahkan field lakukan

sebagai berikut :

Klik Theme Start Editing

Page 16: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

16

Klik Edit Add Field

Tampilan yang muncul adalah Field definition. Isikan Nama Kota, Pilih String untuk Type,

dan isikan 16 untuk lebar string. Anda bisa menambahkan Field yang lain misalnya jumlah

penduduk, nama Walikota dsbnya. Sehingga akan terbentuk tabel dengan sejumlah field yang

kita inginkan.

Gambar. 10 Kotak dialog pada penambahan field dalam tabel

Untuk mengakhiri editing lakukan yang berikut ini :

Klik Theme Stop Editing

Klik yes untuk menyimpang hasil editing.

5. Membuat obyek garis

Obyek ini bisa mewakili obyek spasial sungai, jalan raya, pipa dan jaringan kabel. Berbeda

dengan titik maka obyek ini mempunyai atribut panjang, yang bisa diketahui secara

langsung. Garis yang bisa dibuat bisa berupa garis lurus satu segmen dan sejumlah segmen

garis lurus.

Untuk membuat obyek ini dapat dikerjakan seperti membuat obyek titik. Yaitu :

Page 17: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

17

Klik View New Theme

Ketika muncul tampilan New Theme pilih Line pada feature type.

Klik Ok

Tentukan nama file dan lokasi file misalnya jalan.shp.

Klik Ok.

Anda akan berada dalam tampilan view kosong dan siap untuk membuat obyek garis. Obyek

garis bisa berupa sebuah garis lurus atau sekumpulan garis lurus yang disebut poliline.

ArcView menyediakan juga garis yang berpotongan pada satu titik potong sehingga garis ini

membagi garis yang dipotong. Ketika membuat sejumlah garis maka kita dihadapkan pada

satu masalah yaitu menyambung ujung garis tersebut, sehingga tidak terjadi overshoot atau

undershoot. Istilah ini dikenal dengan snapping. ArcView memberikan solusi dengan dua

cara yaitu :

General snapping

Interactive snapping

6. General Snapping

General snapping adalah proses snapping unsur garis satu terhadap unsur garis yang akan

dibuat dalam jarak tertentu yang telah dibuat. Snapping ( penyambungan garis ) ini segera

dilakukan. Sebelum membuat garis yang akan disnap lakukan hal berikut terlebih dahulu :

Klik Theme Properties

Klik Ikon Editing disebelah kiri

Cek pilihan General

Tentukan nilai toleransi

Klik Ok

7. Interactive snapping

Interactive snapping adalah proses snapping unsur garis tertentu dengan garis yang akan

dibuat secara interactive, tidak secara langsung seperti pada general snapping. Snapping

interaktif dilakukan dengan beberapa pilihan yaitu :

Snap to vertex, yaitu snap terhadap vertek terdekat pada unsur garis yang sudah ada.

Page 18: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

18

Snap to boundary, yaitu snap garis yang dibuat dengan garis terdekat yang sudah ada.

Snap to endpoint, yaitu snap terhadap endpoint dari garis yang sudah ada. Untuk melakukan

snap ini lakukan seperti pada snap general, hanya cek pada pilihan interaktif.

Klik Theme Properties

Klik Ikon Editing disebelah kiri

Cek pilihan Interactive

Tentukan nilai toleransi

Klik Ok

Gambar berikut ini memperlihatkan jenis-jenis snapping interaktif.

Dalam melakukan snapping ArcView memberikan toleransi seberapa jauh snapping dapat

dilakukan. Tentukan dulu toleransi snapping sebelum melakukan penggambaran. Dalam

memberikan toleransi, besaran yang kita isikan tergantung kepada skala peta/gambar yang

ada. Pada skala yang tepat toleransi akan diperlihatkan dalam bentuk lingkaran, yang

besarnya sesuai dengan toleransi yang kita berikan.

Page 19: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

19

8. Membuat obyek poligon

Obyek poligon adalan obyek yang mempunyai dimensi panjang dan lebar, seperti segi empat,

segi banyak, lingkaran dan gabungan dari obyek2 tersebut. Obyek ini mewakili wilayah,

misalnya kabupaten, perkebunan, bangunan tertentu dan sebagainya. ArcView menyediakan

3 jenis obyek poligon yaitu lingkaran, segi empat dan segi banyak.

Seperti pada pembuatan garis, pada pembuatan poligon operasi snapping bisa dilakukan juga,

yaitu general snapping dan interactive snapping. Snapping pada poligon dilakukan dengan

membuat sisi-sisi poligin menjadi berimpit, tanpa overlap atau sela. Proses general snapping

biasanya dilakukan pada jenis poligon segi-empat, sedang interactive snapping pada poligon

segi-banyak. Untuk melakukan general snapping lakukan hal-hal berikut :

Buka ArcView dengan New View

Klik View Properties

Tentukan Map Units dengan meter

Tentukan Distace Units dengan meter

Klik View New Theme

Pilih Poligon

Klik Ok

Tentukan Nama File Misalnya Poligon1

Klik Ok

Tentukan General snapping dengan langkah berikut :

Klik Theme Properties

Klik Editing

Cek pada kotak di depan General

Klik Ok

Membuat poligon dengan snapping.

Klik ikon gambar ( drawing icon) dan pilih segi-empat.

Buatlah gambar segi-empat pada bisang gambar

Klik ikon snapping kemudian buatlah jarak toleransi di sekitar segi-empat yang sudah

dibuat.

Page 20: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

20

Buatlah segi-empat yang lain yang jaraknya masuk dalam toleransi yang sudah

dibuat.

Perhatikan gambar segi-empat yang kedua akan menempel pada segi-empat pertama.

Untuk melakukan snapping ineteractive lakukan sebagai berikut :

Menon-aktifkan general snapping dan mengaktifkan Interactive snapping dapat dilakukan

sebagai berikut :

Klik kanan pada daerah gambar

Disable General Snapping

Enable Interactive snapping

Atau

Klik Theme Properties

Uncek pada General Snapping

Cek pada Interactive Snapping

Klik Ok

Ketika kita membuat sejumlah poligon, maka kita bisa melakukan operasi berikut pada

poligon tersebut :

Union ( Merge ) adalah menggabungkan dua atau lebih poligon menjadi satu poligon.

Apabila ada bagian dari poligon yang overlapping, maka bagian yang overlapping

akan dijadikan satu.

Subtracting adalah proses pemotongan poligon oleh poligon yang lain dengan

mengurangi poligon yang dipotong dengan bagian yang overlapping

Combine adalah proses penggabungan 2 poligon dan menghapus bagian poligon

yang saling overlapping, ini merupakan operasi kebalikan intersection.

Intersection adalah proses penggabungan poligon dengan mengambil bagian poligon

yang overlapping, sedangkan bagian yang tidak overlapping akan dihapus.

Page 21: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

21

Gambar-gambar berikut ini adalah contoh operasi-operasi diatas dengan poligon pertama

segi-lima dan poligon kedua adalah lingkaran :

Hasil Operasi Union Hasil Operasi Subtraction

Hasil Operasi Combine Hasil Operasi Intersection

Page 22: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

22

9. Editing Obyek Garis

Bentuk dan besaran garis bisa diubah sesuai dengan keinginan kita. Untuk mengubah bentuk

garis lurus menjadi garis yang patah lakukan ha-hal sebagai berikut :

Gambar. 11 Editing garis dengan menambahkan 1 titik

Pada view yang sudah siap buatlah garis lurus seperti terlihat pada gambar diatas, kemudian

lakukan hal-hal sebagai berikut :

Klik Ikon Vertex Edit.

Klik pada garis yang sudah dibuat tepat dimana akan dilakukan perubahan atau

editing.

Seret titik tersebut sesuai dengan arah perubahan yang diinginkan.

10. Editing pada poligon

Editing poligon dapat dilakukan pada batas poligon yang bebas atau batas poligon milik 2

poligon. Pada gambar dibawah diperlihatkan editing terhadap dua kondisi tersebut.

Page 23: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

23

Pada view yang tersedia buatlah segi-empat seperti diatas, kemudian lakukan sebagai berikut

ini :

Klik Ikon Vertex Edit

Klik pada sisi segi-empat yang akan diedit

Seret titik tersebut sesuai dengan arah perubahan yang diinginkan.

Hal yang sama bisa dilakukan pada node atau titik potong dua poligon seperti dibawah ini.

Gambar. 12 Editing obyek poligon dengan menggeser titik node

Page 24: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

24

11. Digitizing peta

Dalam membangun Sistem Informasi Geografi data bisa diinputkan dari gambar atau peta

yang sudah ada. Gambar bisa berupa citra satelit. Data tersebut perlu dikonversikan kedalam

data digital. Proses ini disebut digitasi. Digitasi bisa menggunakan meja digitasi atau bisa

dengan digitasi onscreen, atau digitasi dengan dasar tampilan yang ada di layar monitor.

Dalam latihan ini akan diperagakan memakai cara digitasi onscreen.

Untuk melaksanakan proses digitasi lakukan hal-hal berikut ini :

1. Peta yang akan didigitasi harus ditandai titik-titik koordinat geografinya.

2. Scan peta tersebut dan simpan dalam file JPG. File ini didukung oleh ArcView.

3. Lakukan registrasi peta sehingga bisa dipakai dalam ArcView.

4. Setelah registrasi selesai maka peta tersebut siap untuk digitasi.

Registrasi peta bisa dilaksanakan dengan dua cara yaitu :

1. Menggunakan theme yang sama dengan peta yang akan digitasi.

2. Menggunakan cara memasukkan titik koordinat yang diketahui .

Digitasi dengan memasukkan titik koordinat

1. Buka ArcView

2. Aktifkan ekstensi Image Analysis dan JPG Image Support

3. Aktifkan View dan masukkan Gambar JPG yang akan didigitasi

4. Tentukan dan cari titik-titik koordinat yang akan menjadi titik kontrol

5. Klik ikon Align Tool

6. Klik titik tersebut kemudian klik kanan tahan dan pilih Enter To Coordinate

7. Masukkan nilai x dan y yang pada titik kordinat tersebut

8. Ulangi lagi langkah 6 dan 7 untuk titik yang lain

Apabila gambar hilang klik ikon zoom to active theme.

Page 25: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

25

Untuk menyimpan hasil digitasi maka lakukan hal-hal sebagai berikut :

1. Klik Theme Save Image As

2. Anda diminta untuk menyimpan titik kontrol terlebih dahulu

3. Masukkan drive tujuan dan nama file penyimpan

4. Kemudian anda diminta untuk menyimpan file gambar yang sudah diregistrasi

5. Masukkan drive tujuan dan nama file untuk file diatas.

Gambar dibawah ini adalah citra satelit sebagian kota Bogor yang sudah diregistratsi.

Gambar. 13 Citra Bogor yang diregistrasi dengan 5 titik kontrol koordinat

Gambar yang terbentuk disimpan dengan file ekstensi .img. Titik merah adalah titik

kontrol yang diketahui koordinatnya.File gambar yang sudah diregistrasi tersebut siap

untuk digitasi dengan Arc View. Tampilkan gambar tersebut dalam View, kemudian buat

View baru untuk hasil digitasi gambar tersebut baik untuk obyek titik, garis maupun

poligon.

Page 26: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

26

Gambar berikut ini adalah overlay dari gambar citra Bogor yang telah diregistrasi dengan

gambar yang memperlihatkan wilayah kecamatan di Bogor. Kedua gambar mempunyai

sistem koordinat yang sama. Tanpa registrasi citra Bogor tidak bisa di-overlaykan .

Gambar. 14 Gambar Peta wilayah Bogor yang dioverlay dengan 1 scene citra Ikonos

Page 27: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

27

12. Mengelola Warna dan Simbol

Secara default warna dan simbol yang ditampilkan pertama kali adalah standard. Untuk

merubah warna dan simbul dapat dilakukan dengan beberapa pilihan yaitu :

Aktifkan Theme yang akan dirubah

Pilih Menu Theme, pilih Edit Legend

Klik Toolbar Legend Icon

Tampilan yang akan muncul adalah sebagai berikut :

Gambar. 15 Tampilan Legend Editor dari Disslvbo2.shp., yang

memperlihatkan satu warna

Page 28: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

28

Pada Theme yang dipilih Legend Type adalah Single Symbol. Kalau anda meng-klik option

Legend Type akan tersedia beberapa tipe yaitu,

Single Symbol

Semua bagian diberikan warna dan simbol yang sama, bisa dipakai untuk

menampilkan letak atau posisi.

Graduated Color

Semua bagian theme akan diberikan simbol dan warna yang berbeda sesuai dengan

karakteristik data. Umumnya diberikan kepada data numerik.

Graduated Symbol

Bagian2 theme akan diberikan simbol gradual atau ukuran yang berbeda. Biasa

dipakai untuk data titik atau garis.

Unique Value

Bagian2 theme akan diberikan simbol atau warna yang unik sesuai dengan sifatnya.

Biasanya dipakai pada data kualitatif.

Dot

Setiap simbol titik menyatakan nilai tertentu dari data, yang merupakan cerminan

distribusi data.

Chart

Simbol grafik yang bisa berupa grafik kolom atau lingkaran. Grafik ini berkaitan

dengan distribusi datanya.

13. Komponen Editor Legenda

Komponen Editor Legenda terdiri dari 6 komponen yaitu :

Fill Palette

Dipakai untuk mengatur pola atau background data are

Pen Palette

Dipakai untuk theme garis baik ketebalan cap atau join.

Marker Palette

Dipakai untuk theme titik, baik bentuk maupun ukurannya.

Font Palette

Page 29: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

29

Dipakai untuk mengatur huruf atau font

Color Palette

Dipakai untuk mengatur warna foreground maupun background

Palette Manager

Mengelola seluruh palette sesuai dengan kebutuhan kita.

Berikut ini adalah tampilan dari Palette yang disebutkan diatas.

Gambar. 16 Tampilan Palette Editor pada pilihan Fill Palette dengan

background putih atau tanpa background

Pada gambar berikut ini akan ditampilkan palette yang disebutkan diatas.

Page 30: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

30

A B

C D

Gambar. 17 Gambar A Pen Pallete B. Marker Palette C. Font Palette

D. Color Palette

Page 31: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

31

14. Merubah tampilan dengan Fill Palette

Aktifkan theme yang diinginkan, misalnya Dissolvbog2.shp

Klik 2x pada theme tersebut

Tampilan yang muncul seperti Gbr. 10

Klik 2x pada Symbol maka akan muncul tampilan Fill Palette

Gambar. 18 Tampilan Fill Palette dengan background hitam penuh.

Artinya seluruh area diberi warna.

Ganti dengan background arsir vertikal. Kemudian klik Apply maka area warna

hijau diganti dengan arsir vertikal.

Klik Color Palette kemudian klik warna hitam dan klik Apply maka arsir hijau

berubah menjadi arsir hitam

15. Merubah theme garis dengan Pen Palette

Aktifkan theme yang diinginkan yaitu Pro_bali dan Kt_bali

Klik theme Kt_bali. Klik 2x sehingga muncul Legend Editor

Klik Pen Palette dan ubahlah Size 0.1 menjadi 2

Page 32: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

32

Klik Color Palette, klik warna merah dan klik Apply

Tampilan yang akan muncul adalah sebagai berikut, yaitu garis merah yang lebih tebal .

Gambar. 19 Tampilan Pen Marker dari Legend Editor. Theme garis (jalan

raya) yang dirubah ketebalan dan warna.

Pada contoh-contoh diatas kita hanya memanfaatkan satu simbol atau warna untuk theme

tertentu. Berikut ini kita akan menerapkan contoh pemanfaatan warna-warna dengan

Graduated Color. Graduated color dipakai kalau kita ingin menampilkan data yang

mencerminkan nilai dari area grafik dengan memanfaatkan warna.

Untuk itu prosedurnya sama dengan Single Symbol, yaitu :

Aktifkan theme yang akan dirubah.

Klik 2 x pada theme tersebut.

Pilih Graduated Color pada Pilihan Legend Type

Perhatikan tampilan yang muncul dibawah ini.

Page 33: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

33

Gambar. 20 Menu Legend Editor untuk pilihan Graduated Color

Dari menu diatas ada beberapa pilihan yaitu :

Theme, yang menyatakan pilihan theme atau file yang akan dikerjakan, yaitu Pro_bali

Legend Type, yang menyatakan jenis legendanya yaitu Graduated Color

Classification Field, yang menyatakan Field atau pilihan data yang akan ditampilkan.

Pada latihan ini kita menggunakan field Total, atau total penduduk dalam wilayah

Propinsi Bali

Normalize, apabila kita ingin menormalkan datanya. Pilih None

Symbol, jenis simbol yang akan ditampilkan

Color range, yaitu warna-warna yang tersedia untuk diaplikasikan. Pilih Red

Monochromatic.

Statistics, yaitu kalau kita ingin melihat karakter statistik dari data

Apply, adala tombol eksekusi untuk mengaplikasikan pilihan kita

Apabila tombol Apply ditekan maka akan diperoleh tampilan gambar sebagai berikut :

Page 34: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

34

Gambar. 21 Tampilan jumlah penduduk di masing-masing kecamatan di

Kota Bogor menggunakan Graduated Color

Untuk data yang sifatnya kualitatif maka bisa digunakan pilihan Unique Color, sedangkan

untuk data kuantitatif gunakan Graduated Color, kemudian pilih Field, masukkan

Sum_z_juml yang menyatakan jumlah penduduk di masing-masing kecamatan, pilih

warnanya misalnya blue-green.

16. Menggunakan Dot pada Legenda

Legenda ini digunakan untuk data titik, misalnya jumlah penduduk kota. Makin besar jumlah

penduduk makin besar titiknya.

Page 35: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

35

17. Menggunakan Chart pada Legenda

Chart dipakai untuk melihat sebaran data pada suatu wilayah tertentu misalnya perbandingan

antara jumlah penduduk laki-laki dan permpuan serta total penduduknya. Caranya adalah

sebagai berikut :

Klik 2x theme yang diinginkan.

Pilih Chart

Masukkan field yang diinginkan, misalnya jumlah penduduk laki-laki, perempuan

dan jumlah totalnya.

Pilih jenis Char batang atau lingkaran.

Tentukan warna atau simbolnya, dengan mengklik warna yang ada.

Klik Apply

Tampilan yang diperoleh adalah sbb. :

Gambar. 22 Tampilan View yang disertai keterangan yang ditampilkan dalam

bentuk grafis.

Page 36: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

36

18. Mengelola Tabel

Tabel merupakan data atribut dari data grafis, artinya keterangan dari grafis atau peta disusun

dalam bentuk tabel, yaitu berupa kolom dan baris. Baris menyatakan jumlah satuan objek

data sedangkan kolom menyatakan jumlah data tabuler dari objek. Baris juga disebut record

sedangkan kolom disebut pula sebagai field.

Untuk membuka table bisa dilakukan dengan berbagai cara.

Pilih Menu Them kemudian klik table

Klik ikon bergambar tabel pada Toolbar

Perhatikan gambar Kota Bogor dibawah ini. Disini terlihat kaitan antara data grafis dan data

atribut yang dinyatakan dalam tabel. Data grafis kabupaten yang berbentuk poligon

mempunyai data atribut yang terdiri dari nama Kecamatan, Jumlah Pendudk dan Luas

Wilayah Kecamatan.

Gambar. 23 Attribute View yang tersusun dalam Table, yang memperlihatkan

database wilayah Kota Bogor

Page 37: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

37

Ketika suatu data grafis dibuat otomatis data atribut dalam tabel langsung dibuat. Tabel dan

data grafis mempunyai kaitan langsung. Sehingga ketika menandai data tabel maka otomatis

data grafis juga tertandai.

19. Menandai data

Dari penampilan diatas, yaitu Pro_bali.shp, lakukan hal2 seperti berikut

Aktifkan tabelnya

Klik salah satu record, akan muncul warna kuning

Perhatikan tampilan view

Gambar. 24 Penentuan dan pencarian obyek pada view dengan data tabel

20. Menandai dengan Query

Menandai data bisa dilakukan dengan Query. Pada contoh dibawah ini dilakukan pemilihan

wilayah kecamatan Bogor Barat. Untuk melakukannya bisa dilakukan dengan cara yaitu :

Tampilkan File itscbog.shp , aktifkan file tersebut kemudian :

Klik Theme Lalu pilih Query atau

Klik Table Lalu pilih Query atau

Klik Toolbar Query

Perhatikan attributes of itscbog.shp.shp

Page 38: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

38

Pilih [Kecamatan}, pilih =. Pilih masukkan “Bogor Barat”

Gbr. 25 Penentuan dan pencarian suatu obyek dengan menggunakan metode

query, warna kuning pada tabel dan gambar menunjukkan pemilihan yang

telah dilakukan.

Pada Attributes diatas ada pilihan Field, operator, Value, Editor Query dan pilihan New Set,

Add to Set dan Select from Set. Pilihan Field adalah field yang akan dilakukan query. Jumlah

field sesuai dengan field yang ada dalam tabel. Operator adalah pilihan operator yang

diinginkan. Value adalah nilai yang ada pada masing-masing field.

New Set adalah membuat pilihan baru dari ekspresi atau persamaan yang dibuat, disini

apabila pernah ada pilihan yang dibuat maka pilihan ini akan diunselect.

Add to Set adalah membuat pilihan baru yang ditambahkan pada pilihan yang pernah dibuat.

Select from Set adalah pemilihan yang dilakukan terhadap pilihan yang pernah dibuat bukan

pada seluruh record yang ada dalam field. Cara ini dilakukan untuk mempersempit pilihan.

Page 39: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

39

21. Manipulasi Tabel

Sebelum kita melakukan manipulasi pada tabel, terlebih dahulu dilakukan kondisi tabel siap

edit. Lakukan Klik Table Klik Start Editing.

Untuk melakukan Editing pada masing record maupun field klik terlebih Ikon editing pada

Toolbar. Kemudian lakukan klik pada masing-masing record yang akan diedit.

Untuk menghapus record lakukan Klik Edit Klik Delete Record

Untuk menambah record lakukan Klik Edit Klik Add Record

Untuk menambah Field lakukan Klik Edit Klik Add Field

Kemudian lakukan pengisian pilihan pada dialog Field Definition, yaitu Nama Field, Type

Field, Width Field dan Decimal Places. Klik OK apabila selesai. Pada Pilihan Type ada tiga

jenis pilihan yaitu Numeric, String dan Boolean.

22. Perintah Calculate

Seperti pada pilihan Query kita bisa memberikan ekspresi tertentu pada field yang ada dalam

tabel. Misalnya menghitun luas poligon, panjang garis atau jalan, atau kepadatan penduduk

dalam kabupaten. Ketika menghitun luas maupun panjang elemen tertentu harus diperhatikan

satuan maupun sistem koordinat yang digunakan theme yang bersangkutan.

ArcView mempunyai fungsi-fungsi untuk menghitung luas, keliling, panjang dan koordinat

theme yaitu :

[Shape].ReturnArea, dipakai untuk menghitung luas. Satuan yang digunakan disesuaikan

dengan sistem koordinat. UTM menggunakan m, Lintang Bujur menggunakan derajat.

Page 40: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

40

[Shape].ReturnLength, digunakan untuk menghitungke liling atau perimeter

[Shape].ReturnGetX, Untuk menentukan koordinat tengah X suatu objek area, garis dan

titik. Untuk titik nilai ini menunjukkan nilai X.

[Shape].ReturnGetY, Untuk menentukan koordinat tengah Y dari suatu obyek area, garis

dan titik.

Menghitung Keliling atau Perimeter

Untuk menghitung keliling suatu poligon bisa dilakukan dengan cara berikut.

Aktifkan File Pro_bali.shp

Buka Tabel dengan klik Ikon Tabel pada Toolbar

Aktifkan Editing dengan Klik Edit Start Editing

Tambahkan Field Perimeter

Klik Field Perimeter pada Tabel

Buka Editor Calculator dengan mengKlik Ikon Calculator

Tambahkan perintah berikut pada Editornya :

[Shape].ReturnLength

Klik OK

Gambar. 26 Metode penghitungan panjang perimeter dari suatu wilayah.

Page 41: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

41

Satuan UTM adalah meter. Untuk merubah menjadi km maka rumus diatas menjadi

[Shape].ReturnLength/1000. Ini juga berlaku untuk luas, yaitu m2, sehingga untuk merubah

menjadi ha, maka rumus yang dipakai adalah : [Shape].ReturnArea/10000.

Tabel 1 Tabel yang memperlihatkan atributte wilayah di Bali. Luas wilayah

bisa dikonversikan ke dalam satuan yang diinginkan.

Page 42: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

42

23. Proses Geoprosesing

Geoprocessing adalah salah satu ektension dari Arc View yang paling banyak dipakai dalam

memanipulasi, memproses dan mengolah data grafis melalui menu View. Proses ini juga

akan memberi perubahan pada tabel.

Menu Geoprosesing ada pada Menu View. Menu ini akan muncul setelah diaktifkan melalui

Menu File Extension Kemudian Cek pada Pilihan GeoProcessing Wizard.

Ada beberapa pilihan menu dalam Georosesing ini seperti pada gambar berikut ini :

Merge themes together

Intersect two of them

Dissolve features

Union two of themes

Clip one theme based on another

24. Merge themes together

Operasi merge adalah operasi penggabungan dua atau lebih features menjadi satu. Feature

yang baru akan lebih besar, seperti tampak pada contoh berikut.

Untuk melakukan operasi ini lakukan hal2 sebagai berikut :

Aktifkan file-file yang akan di-merge, misalnya akan digabung 3 kabupaten di Jambi, yaitu

Merangin, Kerinci dan Bungo.

Klik View Geoprocessing Wizard dan akan diperoleh hasil berikut :

Page 43: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

43

Klik Next

Pilih File-file Merangin, Kerinci, Bungo, dengan menekan tombol shift dan klik kiri

Berikan nama File baru untuk menyimpan hasil merge

Klik Finish

Gambar-gambar berikut merupakan gambar sebelum dan sesudah merge.

Gambar. 27 Tiga kabupaten ( Rtrwkerinci, Bungo dan Merangin ) yang

akan di-merge menjadi satu

Gambar. 28 Hasil merge menjadi satu ( Merge1.shp )

Page 44: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

44

Proses merge menghasilkan tabel gabungan yang record-record akan ditambahkan dan

jumlah field yang tetap. Perhatikan tabel-tabel berikut ini, tabel Merge1 adalah tabel

gabungan, dari tabel Rtrw_kerinci,Rtrw_Bungo, dan tabel Kab_rnrgin.

Tabel 2 Tabel gabungan yang terbentuk setelah proses merge. Perhatikan

penambahan record pada field id.

Page 45: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

45

25. Intersect two themes

Operasi intersect adalah memotong input dengan them lain sebagai acuan. Hasil intersect

akan sebesar overlay yang memotong.

Aktifkan File yang akan di-intersect yaitu Rtrw bungo_region dan Kem_lrng3

Gbr. 29 Gambar interseksi antara rtrw Bungo dengan kemiringan lereng kelas 3

Untuk melakukannya pilih View Klik Geoprocessing Wizard

Cek Intersect two themes

Klik Next

Pilih file Rtrw_bungo sebagai file input.

Pilih file Kem_lrng3 sebagai file overlay.

Page 46: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

46

Tentukan File hasil intersec misalnya itrsct1.

Klik Finish

Gambar berikut ini merupakan hasil intersect.

Gbr. 30 Intersection kemiringan wilayah kelas 3 dengan wilayah

kabupaten

Tabel yang terbentuk sebagai hasil operasi intersect berupa tabel gabungan dengan

penambahan record baru seperti terlihat berikut ini. Perhatikan pada field id_ angka yang

merupakan kode kabupaten.

Tabel 3 Tabel attribute hasil interseksi wilayah kabupaten dan kemiringan wilayah

Page 47: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

47

26. Dissolve features

Dissolve adalah operasi penggabungan tampilan berdasarkan kesamaan attribute. Pada

operasi yang akan kita lakukan adalah menggabungkan kelurahan yang ada di kota Bogor,

sehingga tampilan administratif kota Bogor didasarkan atas kecamatan. Untuk itu lakukan

hal-hal sebagai berikut ArcView dan tampilkan wilayah administratif Bogor berdasarkan

wilayah kelurahan, sehingga tampilan seperti dibawah ini.

Gambar. 31 Peta Kota Bogor dengan batas wilayah kelurahan

Pada gambar diatas wilayah desa atau kelurahan akan digabung sehingga batas wilayah yang

ada nantinya akan menjadi wilayah yang tersusun oleh wilayah kecamatan. Untuk itu

lakukan hal-hal sebagai berikut :

Page 48: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

48

Pilih View Klik Geoprocessing

Masukkan File Dissbog dalam Pilihan Input File

Pilih Field Kecamatan sebagai Field untuk dissolve

Tentukan nama file tujuan untuk disimpan

Klik Finish

Gambar. 32 Peta Kota Bogor dengan batas wilayah kecamatan

Page 49: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

49

27. Union two themes

Operasi ini mengkombinasikan obyek dengan overlay obyek lain dan mengahsilkan obyek

dengan atribute kedua obyek tersebut. Untuk melakukan operasi ini lakukan sebagai hal-hal

berikut :

Klik View Geoprocessing Wizard

Klik Union two themes

Klik Next

Masukkan Nama File yang akan di-union ( Bog1.shp dan DissolvBog2.shop )

Masukkan Nama File tempat penyimpan hasil. ( Unibog_kbrya.shp ).

Klik Finish

Pada gambar dibawah diperlihatkan tampilan sebelum union dan sesudah union.

Page 50: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

50

Gambar. 34 Gambar peta wilayah Bogor yang di-union dengan areal kebunraya

Gambar 35. Gambar hasil union wilayah Bogor dan areal kebun raya

Page 51: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

51

28. Clip one theme based on another

Operasi ini adalah melakukan pemotongan suatu theme tertentu dengan bentuk potongan atau

irisan berdasarkan suatu bentuk poligon tertentu. Untuk melakukan operasi diatas kita perlu

mempunyai obyek poligon yang akan di-klip dan obyek poligon yang akan dipakai untuk

meng-klip. Misalnya kita akan melakukan pemotongan terhadap RTRW kota Bogor di

daerah sekitar kebun raya. Bentuk potongan yang akan kita buat adalah poligon lingkaran.

Untuk itu lakukan hal2 sebagai berikut :

Buka ArcView dan aktifkan file yang akan di-klip yaitu lu_rtrw_kod_bog.shp.

Buat theme baru berupa poligon lingkaran misalnya klip_bog.shp.

Klik View Klik Geoprocessing Wizard

Klik Clip one theme based on another

Pilih File lu_rtrw_kod_bog.shp.

Pilih File klip_bog.shp

Tentukan nama file untuk output misalnya klip_bog2.shp.

Klik Finish

Gambar. 36 Wilayah Bogor yang akan di-klip dengan obyek lingkaran

Page 52: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

52

Hasil operasi clip one theme based on another adalah sbb. :

Gambar. 37 Hasil operasi klip yang berupa bentuk lingkaran

29. Assign data by location

Operasi ini digunakan ketika kita akan memanfaatkan hubungan spatial yang terkait antara

theme satu dengan theme yang lain. Hubungan spatial terkait bisa berupa hubungan terdekat,

didalam atau bagian darinya.

Hubungan terdekat, hubungan ini akan terjadi jika kita meng-assign data dari suatu titik ke

titik lain atau titik ke garis maka suatu field jarak akan ditambahkan dalam data.

Hubungan didalam, hubungan ini akan terjadi kalau kita meng-assign data poligon pada

data titik, garis atau poligon lain. Misalnya untuk kebutuhan analisis pelanggan, maka perlu

dilakukan assign data pelanggan ( theme pelanggan ) dengan data kependudukan. Profil

pelanggan akan diperoleh dalam proses assign tersebut.

Page 53: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

53

Dalam contoh dibawah ini akan dilakukan assign (hubungan terdekat), theme titik gunung

dan theme titik kota. Hasil assign yang diperoleh adalah penambahan field distance (jarak)

dalam tabel gunung. Untuk melakukan operasi ini lakukan sebagai berikut :

Aktifkan view dengan file gunung.shp dan kot_jabar

Klik View Klik Geoprocessing Wizard

Klik Assign data by location

Masukkan dulu file gunung.shp

Masukkan kot_jabar.shp

Klik Finish

Hasil yang diperoleh adalah seperti berikut ini.

Gbr. 38 Operasi assign pada data titik yang berupa kota dan gunung

Perhatikan pada Attribute Gunung.shp, Field Distance (jarak) ditambahkan dengan

memasukkan nilai yang diperoleh.

Page 54: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

54

Lay Out

1. Pembuatan Layout

Setelah pekerjaan input data, editing, analisis data dan sebagainya selesai dikerjakan maka

kita akan mencetak hasil tersebut sebagai output terakhir pekerjaan ini. Sebelum pencetakan

dilakukan ArcView menyediakan fasilitas Layout untuk mengatur data atau input hasil

pekejaan kita. Bahkan kedalam Layout ini bisa ditambahkan view, tabel, chart atau gambar

yang diimport. Pembuatan Layout disesuaikan dengan tujuan pembuatannya, apakah untuk

presentasi atau untuk pembuatan laporan.

Tahapan yang dilakukan dalam pembuatan Layout:

1. Persiapan Data

Langkah ini penting dilakukan karena data inilah yang akan ditampilkan. Apabila data yang

ditampilkan salah, maka tentu saja Layout yang dibuat juga salah. Untuk itu tampilkan dulu

themes dalam view, lengkapi dengan label atau obyek grafis lainnya kalau ada. Legenda atau

keterangan perlu ditambahkan. Pada contoh dibawah kita akan membuat Layout Tata Ruang

Jambi.

Aktifkan atau tampilkan file dalam View. Aturlah keterangan dan legendanya.

Pilihlah menu Layout dalam tampilan project,

Klik New

Tampilan yang muncul adalah sebagai berikut :

Page 55: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

55

Gambar. 39 Pembuatan Layout yang diawali dengan pembuatan halaman untuk layout

2. Pengaturan Halaman Layout

Pada gambar diatas tampilan Layout kita bisa mengatur

Ukuran kertas,

Orientasi,

Batas Halaman.

Layout diatas menunjukkan posisi orientasi halaman pada kedudukan Landscape.

3. Menampilkan View Pada Layout

Pada tampilan layout diatas Klik ikon frame berikut ini

Klik dan seret mouse pada halaman layout diatas sehingga membuat segi-empat.

Page 56: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

56

Tampilan yang muncul adalah sebagai berikut :

Gambar. 40 Kotak dialog untuk memasukkan view dalam halaman layout

Klik View1 pada pilihan View dan klik Ok. Tampilan yang muncul adalah sebagai berikut :

Gambar. 41 Obyek view yang sudah masuk dalam halaman layout

Page 57: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

57

4. Menampilkan Keterangan atau Legenda pada View

Klik Ikon Legenda berikut ini

Tampilan yang muncul adalah sebagai berikut :

Gambar. 42 Kotak Dialog untuk memasukkan Legenda

Klik ViewFrame1

Sehingga muncul gambar berikut ini :

Gambar. 43 Tampilan Legenda atau Keterangan dalam Halaman Layout

Page 58: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

58

5. Menampilkan Arah Utara

Klik Ikon berikut ini

Tampilan yang muncul adalah sebagai berikut :

Gambar. 44 Kotak Dialog pemilihan jenis gambar arah utara yang diinginkan

Pilihlah salah satu gambar yang sesuai dan klik Ok.

Dan tanda panah akan muncul pada gambar.

Page 59: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

59

6. Menampilkan Skala pada gambar

Untuk membuat skala gambar yang benar pada peta, anda harus benar dalam membuat

properties view. Cek dulu pada properties view terlebih dahulu. Pada gambar yang akan

ditampilkan properties viewnya adalah sebagai berikut :

Map Units adalah meter

Distance unit adalah meter

Setelah itu lakukan sebagai berikut :

Klik ikon Skala berikut ini

Tampilan yang muncul adalah sebagai berikut :

Gambar. 45 Kotak Dialog pembuatan skala pada halaman layout

Pada gambar diatas ada beberapa pilihan yang harus dibuat.

Style adalah gambar yang diinginkan

Interval adalah jarak antara satuan gambar skala. Pilih km

Page 60: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

60

Intervals adalah jumlah satuan skala gambar yang diinginkan. Isikan 4

Left Division adalah jumlah satuan skala gambar disebelah kiri nol. Isikan 1

Tampilan yang muncul adalah seperti gambart dibawah ini.

Gambar. 46 Tampilan skala pada halaman layout

7. Menampilkan judul gambar

Untuk membuat Teks judul gambar lakukan hal-hal sebagai berikut :

Klik ikon yang bertuliskan huruf T

Pada menu dialog yang muncul tuliskan judul yang diinginkasn

Klik Ok.

Maka tulisan tersebut akan muncul pada titik dimana klik dilakukan.

Untuk memperbesar judul anda cukup mengklik judul, kemudian klik pada salah satu sudut

box, kemudian seret kearah luar, sehingga box membesar.

Page 61: Panduan Pengoperasian Software ArcView 3.3

61

8. Mengedit Gambar

Tampilan Legenda atau skala mungkin tidak sesuai dengan keinginan kita, dan kita ingin

pada mengubah tampilan tersebut. Misalnya pada skala, tulisan Kilometer akan dipindahkan

kebawah gambar. Untuk itu lakukan hal2 berikut ini :

Klik Gambar Skala

Pilih Menu Graphic, Klik Simplify

Klik Tulisan Keterangan

Geser Tulisan kebawah gambar

Untuk mengubah tulisan pada legenda atau keterangan lakukan sebagai berikut :

Klik legenda atau keterangan

Pilih Menu Graphic, klik Simplify

Klik ikon bertuliskan huruf T

Klik ditempat dimana tulisan akan dirubah

Ganti tulisan yang ada dengan tulisan yang diinginkan