Organisasi PLN

  • View
    845

  • Download
    46

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Organisasi PLN

Text of Organisasi PLN

  • Sosialisasi Perubahan Organisasi PT PLN (Persero) Agustus 2015

    Divisi Pengembangan Organisasi PT PLN (Persero)

  • LATAR BELAKANG MENGAPA ORGANISASI PLN HARUS BERUBAH ?

  • Visi, Misi, RJPP, Penugasan Pemerintah : - 35.000 MW - + 45.000 kms Kebutuhan dana Rp 1200 T Pertumbuhan demand - Penjualan naik 16.200 GWh/thn, - Pelanggan baru 2,3 jt/thn - RE dari 84% menjadi 97%. Operasi : - Kecukupan & Keandalan - Kecepatan pelayanan - Pengembangan daerah Konstruksi : - Perijinan dan pertanahan - Keakuratan FS, Disain - Pengawasan konstruksi - Kecepatan pembangunan Tantangan daerah - 1.922.570 km daratan - 2.342 pulau berpenghuni Keuangan : - Akuntabilitas

    Dirut 17 Juni 2015 Strategy : Hulu ke Hilir, Akuntabel, Fokus, Cepat

    Dasar pikir Struktur Organisasi - Mampu melaksanakan proyek 35.000 MW - Mampu mengelola pertumbuhan kelistrikan seluruh Indonesia - Mampu memberdayakan local resources - Cepat dalam mengambil keputusan - Akuntabel hulu ke hilir (end to end)

    Strategi korporat menghadapi tantangan kedepan

  • Sesuai Kepdir (Sirkuler) No. 001/DIR/2015 Tgl 6 Januari 2015 Tentang Pembagian Sementara Tugas dan Wewenang Anggota Direksi PLN

    DIREKTUR (OPERASI JAWA

    BALI) Supangkat Iwan S

    DIREKTUR (OPERASI LUAR

    JAWA BALI) Amir Rosidin

    DIREKTUR (PENGADAAN & ENERGI PRIMER)

    Amin Subekti

    DIREKTUR (KONSTRUKSI &

    EBT) Nasri Sebayang

    DIREKTUR (PERENCANAAN &

    PEMBINAAN AFILIASI) Murtaqi Syamsuddin

    DIREKTUR (SDM & UMUM)

    Sofyan Basir (dirangkap)

    DIREKTUR (KEUANGAN)

    Sarwono Sudarto

    DIVISI PEMBANGKITAN

    JAWA-BALI

    DIVISI PEMBANGKITAN

    SUMATERA

    DIVISI TRANSMISI JAWA-

    BALI-SUMATRA

    DIVISI KONSTRUKSI PEMBANGKIT

    DIVISI KONSTRUKSI

    JARINGAN

    DIVISI PEMBANGKITAN

    INDONESIA TIMUR

    DIVISI TRANSMISI

    INDONESIA TIMUR

    DIVISI DISTRIBUSI & PELAYANAN PELANGGAN

    INDONESIA TIMUR

    DIVISI BATUBARA

    DIVISI GAS DAN BBM

    DIVISI PERENCANAAN PENGADAAN

    STRATEGIS, ENJINIRING &TEKNOLOGI

    DIVISI PENGADAAN

    STRATEGIS

    DIVISI PENGADAAN

    IPP

    DIVISI BISNIS & TRANSAKSI

    TENAGA LISTRIK

    DIVISI PERENCANAAN

    KORPORAT

    DIVISI PERENCANAAN

    SISTEM

    DIVISI ENERGI BARU DAN

    TERBARUKAN

    DIVISI PENGEMBANGAN

    ORGANISASI

    DIVISI PENGEMBANGAN

    SISTEM SDM

    DIVISI PENGEMBANGAN SDM & TALENTA

    DIVISI UMUM &

    MANAJEMEN KANTOR PUSAT

    DIVISI KEUANGAN KORPORAT

    DIVISI PERENCANAAN & PENGENDALIAN

    ANGGARAN

    DIVISI PERBENDAHARAAN

    DIVISI AKUNTANSI, PAJAK

    & ASURANSI

    DIVISI SISTEM INFORMASI

    DIVISI ADMINISTRASI KONSTRUKSI

    DIREKTUR UTAMA

    Sofyan Basir

    DIREKTUR (NIAGA, MANAJEMEN

    RISIKO & KEPATUHAN)

    Nicke Widyawati

    DIVISI NIAGA

    DIVISI MANAJEMEN

    RISIKO

    DIVISI DISTRIBUSI & PELAYANAN PELANGGAN

    DIVISI DISTRIBUSI & PELAYANAN PELANGGAN JAWA-BALI

    SATUAN PENGAWAS INTERN

    SEKRETARIAT PERUSAHAAN

    SATUAN PELAYANAN HUKUM

    KORPORAT

    SATUAN PENGENDALIAN

    KINERJA KORPORAT

    DIVISI PERTANAHAN DAN

    KELEMBAGAAN

    DIVISI SUPPLY CHAIN MANAGEMENT

    UNIT INDUK PEMBANGKITAN

    UNIT INDUK PENYALURAN &

    PENGATUR BEBAN

    UNIT INDUK WILAYAH

    UNIT INDUK DISTRIBUSI

    UNIT INDUK PEMBANGUNAN

    USAHA PATUNGAN

    ANAK PERUSAHAAN

    UNIT INDUK PUSAT-PUSAT

    Direksi 8 + 1

    Divisi / Satuan 37

    Unit 47

    Kekuatan Organisasi :

    Review Organisasi PLN

    Regional

  • NAD

    BABEL

    LAMPUNG

    S2JB

    KALBAR

    KALSELTENG

    KALTIM

    MALUKU

    SULUTENGGO

    SULSERABAR

    NTB NTT JATIM

    JATENG JABAR

    JAYA

    BALI Operasi Jawa Bali

    Operasi Luar Jawa Bali

    EPC KIT : 5.214 MW TRS : 34.611 kms GI : 42.706 MVA

    Review organisasi PLN : Beban Operasi tidak merata

    Pendapatan Rp 53T Aset Rp 136T Pelanggan 19,9juta Luas 1.775.713m2 Pulau 16.333

    Pendapatan Rp 184T Aset Rp 264T Pelanggan 37,1juta Luas 135.218m2 Pulau 1.171

    EPC KIT : 5.019 MW TRS : 10.784 kms GI : 67.883 MVA

    77% Pendapatan di Jawa Bali (Rp 184T) 66% Aset di Jawa Bali (Rp 264T) 74% Pelanggan di Jawa Bali (37 Jt) 90% Luas area di Luar Jawa Bali 93% Banyak pulau di Luar Jawa Bali 77% Transmisi akan dibangun di Luar

    Jawa Bali

  • Review organisasi PLN

    Beban tidak merata :

    2 Direktorat menangani operasi dengan beban biaya operasi Rp 277T, aset Rp 660T, pelanggan 57 juta

    1 Direktorat Konstruksi menangani konstruksi pembangkit 10 GW dan 46.000 kms transmisi

    1 Direktorat Pengadaan menangani pengadaan CAPEX dan OPEX dengan nilai > Rp 200 Trilyun

    Direktorat NRK tidak memiliki integrasi yang jelas antar Divisi dibawahnya.

    Direktorat tidak bertanggungjawab pada proses bisnis hulu ke hilir yang tegas sehingga mengakibatkan adanya silo, lamban dan pertanggungjawaban yang

    samar.

    Unit yang berada dibawah BOD mengakibatkan

    akuntabilitas pertanggung jawaban tidak berada

    pada satu Direktur.

    Masih terdapat tumpang tindih dan ketidakjelasan

    fungsi yang memperlambat pekerjaan

  • SEJARAH ORGANISASI PLN KONSEP ORGANISASI FUNGSIONAL DAN REGIONAL PERNAH DITERAPKAN PLN

  • Organisasi PLN 2008 : Regional

    2 Regional

  • Organisasi PLN 2010 : Regional

    3 Regional

    Jawa Bali

    Indonesia Timur

    Indonesia Barat

  • Organisasi PLN 2012 : Regional

    3 Regional

  • ARAHAN CEO HULU KE HILIR DAN CEPAT DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN STRUCTURE FOLLOW STRATEGY

  • Arahan CEO PLN tentang Organisasi kedepan

  • - Mampu melaksanakan proyek 35.000 MW

    - Mampu mengelola pertumbuhan kelistrikan seluruh Indonesia

    - Mampu memberdayakan local resources

    - Cepat dalam mengambil keputusan

    - Akuntabel hulu ke hilir (end to end)

    - Bertanggungjawab keseluruhan dalam satu wilayah

    - Terdapat fungsi korporasi yang mendukung regional

    Dengan philosophy tersebut, maka organisasi yang dirancang adalah organisasi dengan fungsi

    operasional dan bisnis yang disesuaikan dengan karakteristik daerahnya.

    Daerah-daerah tertentu dikelola oleh seorang Direktur yang bertanggungjawab mulai dari

    konstruksi, operasi pembangkit, transmisi dan distribusi (end to end).

    Dengan demikian akuntabilitas pengelolaan kelistrikan daerah ada pada seorang Direktur

    Dengan mempertimbangkan pembagian beban dan

    tanggungjawab, maka struktur organisasi PLN dirancang berupa :

    - Direktorat yang bertanggung jawab pada fungsi

    korporat dan - Direktorat yang bertanggungjawab pada fungsi

    Bisnis Regional (end to end)

    Structure Follows Strategy

    Strategi Korporat Struktur Organisasi

  • DISAIN ORGANISASI INTEGRASI FUNGSI KORPORAT DAN FUNGSI REGIONAL

  • DIREKTUR (REGIONAL)

    DIREKTUR UTAMA

    FUNGSI PERENCANAAN

    KORPORAT

    FUNGSI PENGADAAN

    FUNGSI REGIONAL

    FUNGSI PENGEMBANGAN

    REGIONAL

    FUNGSI KONSTRUKSI

    REGIONAL

    FUNGSI OPERASI

    REGIONAL

    Konsep Organisasi : Integrasi Fungsi Korporat dan Fungsi Regional

    Hulu ke hilir (end to end) konstruksi sampai operasi

    DIVISI PENGEMBANGAN

    REGIONAL

    FUNGSI PEMBANGUNAN

    (UNIT) Jalur komando Jalur koordinasi

    FUNGSI OPERASI PEMBANGKIT

    (UNIT)

    FUNGSI OPERASI TRANSMISI

    (UNIT)

    FUMNGSI OPERASI DISTRIBUSI

    (UNIT)

    Fungsi Regional : bertanggungjawab secara keseluruh dalam suatu wilayah

    Fungsi Korporat : Support

  • ORGANISASI PLN BARU MENGAKOMODASIKAN CORPORATE FUNCTION DAN BISNIS REGIONAL

  • PEMBAGIAN FUNGSI ORGANISASI

    DIREKTUR UTAMA

    DIREKTORAT BISNIS

    REGIONAL JAWA

    BAGIAN TENGAH-

    DIREKTORAT PERENCANAAN

    KORPORAT

    DIREKTORAT

    KEUANGAN

    DIREKTORAT HUMAN CAPITAL MANAGE

    MENT

    DIREKTORAT

    BISNIS REGIONAL SUMATERA

    DIREKTORAT BISNIS

    REGIONAL JAWA

    BAGIAN TIMUR DAN

    BALI

    DIREKTORAT PENGADAAN

    KORPORAT

    DIREKTORAT BISNIS

    REGIONAL KALIMANTAN

    DIREKTORAT BISNIS

    REGIONAL MALUKU PAPUA

    DIREKTORAT BISNIS

    REGIONAL JAWA

    BAGIAN BARAT

    DIREKTORAT BISNIS

    REGIONAL SULAWESI

    NUSA TENGGARA

    FUNGSI KORPORAT

    FUNGSI BISNIS

    REGIONAL

    Bertanggung jawab mulai dari konstruksi, operasi pembangkit, transmisi dan distribusi (end to end). Dengan demikian akuntabilitas pengelolaan kelistrikan daerah ada pada seorang Direktur

    Bertanggung jawab sebagai fungsi korporasi dan penunjang untuk mendukung operasional seluruh regional

  • STRUKTUR ORGANISASI FUNGSI KORPORAT Peraturan Direksi No. 0015.P/DIR/2015 tgl 18 Agustus 2015

  • STRUKTUR ORGANISASI FUNGSI BISNIS REGIONAL Peraturan Direksi No. 0015.P/DIR/2015 tgl 18 Agustus 2015

  • Organisasi PLN Peraturan Direksi No. 0015.P/DIR/2015 tgl 18 Agustus 2015

    DIREKTUR

    PERENCANAAN

    KORPORAT

    DIREKTUR

    PENGADAAN

    DIREKTUR

    HUMAN

    CAPITAL

    MANAGEMENT

    DIREKTUR

    KEUANGAN

    DIREKTUR

    BISNIS

    REGIONAL

    SUMATRA

    DIREKTUR

    BISNIS

    REGIONAL

    MALUKU &

    PAPUA

    DIREKTUR

    BISNIS

    REGIONAL

    SULAWE