Laporan Kasus Kani

  • View
    27

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

lapsus

Text of Laporan Kasus Kani

27

LAPORAN KASUSI. IdentitasNama: An. NUmur : 18 bulanAlamat: Luwung gajah, CiledugJenis Kelamin: Laki-lakiAgama: IslamTanggal Masuk: 20 November 2014KeluargaIbu :Nama: Ny LUmur: 25 tahunPekerjaan: Ibu rumah tanggaPenghasilan/bulan: -Perkawinan ke : 1xPendidikan: SMAPenyakit:-Ayah :Nama: Tn.AUmur: 30 tahunPekerjaan: Karyawan swastaPendidikan: SMAPenyakit:-Riwayat Kehamilan dan KelahiranPerawatan antenatal: Teratur, ke puskesmas setiap bulanPenyakit kehamilan: - Cara persalinan: NormalPenolong persalinan: BidanTempat kelahiran: Praktik bidan swasta Masa gestasi: 9 bulanKeadaan bayi- Berat Badan Lahir: 3000 gram- Panjang Badan Lahir: 49 cmKelainan Bawaan Hydrocephalus (-)Bibir terbelah (-)Rahang terbelah (-)Langit-langit terbelah (-)lain-lain (-)Riwayat Imunisasi: Imunisasi LengkapRiwayat Penyakit: -

Riwayat MakananUMUR (BLN)ASI/PASIBUAH/BISKUITBUBUR SUSUNASI TIM

0-2

2-4

4-6

6-8

8-10

10-12

12-18

Riwayat penyakit dalam keluarga : DisangkalRiwayat penyakit antara anggota keluarga lain/orang lain serumah : Disangkal

II. Perjalanan Penyakit 20 November 2014A. Anamnesis : Pasien datang ke IGD Rumah Sakit Waled dengan keluhan BAB mencret sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi BAB hari pertama sebanyak 5x dan hari kedua 3x, konsistensi cair, terdapat ampas, tidak ada lendir ataupun darah. Selain itu keluarga pasien juga mengeluhkan demam sejak 2 hari yang lalu. Mual dan muntah tidak dikeluhkan oleh keluarga pasien. BAK normal.B. Pemeriksaan fisik :Keadaan umum : Gerak aktif dan menangis kuatBB : 8,5 kgSuhu : 38,4CNadi : 110x/menitRespirasi : 24x/menitKepala : Normosefalus, ubun-ubun cekung (-), air mata (+/+), konjungtiva anemis (-), mukosa bibir kering (-).Leher : Pembesaran kelenjar getah bening (-)Toraks :Pulmo : Ronkhi (-/-), Wheezing (-/-)Cor : Bunyi jantung I-II regular, murmur (-), gallop (-)Abdomen : Bising usus (+), turgor kulit kembali cepatEkstermitas : Edema (-), C. Pemeriksaan Penunjang :Darah rutin (hemoglobin, leukosit, trombosit, hematokrit)D. Tatalaksana :Infus Asering 12 tetes/menitCefotaxim 2x250 mgAntrain 3x100 mgE. Diagnosis : GEA dehidrasi ringan-sedang

21 November 2014A. Anamnesis : Keluarga pasien sudah tidak mengeluhkan diare. Demam masih dirasakan naik turun dan perut kembung dikeluhkan oleh keluarga pasien. Pasien masih mau diberikan makanan ataupun minuman. BAK normal.B. Pemeriksaan fisik :Keadaan umum : lemahKesadaran : ComposmentisSuhu : 38CNadi : 102x/menitRespirasi : 30x/menitBB: 8,1 kgKepala : Normosefalus, ubun-ubun cekung (-), air mata (+/+), konjungtiva anemis (-), mukosa bibir kering (-).Leher : Pembesaran kelenjar getah bening (-)Toraks :Pulmo : Ronkhi (-/-), Wheezing (-/-)Cor : Bunyi jantung I-II regular, murmur (-), gallop (-)Abdomen : Cembung, bising usus (+), turgor kulit kembali cepatEkstermitas : Edema (-)C. Pemeriksaan Penunjang :Hemoglobin : 11,2 gr%Leukosit : 12300/mm3Trombosit : 585000/mm3Hematokrit : 33%D. Tatalaksana :RLCefotaxim 2x250 mgAntrain 3x100 mgZinkid sirup 2x1/2 cthL Bio 1x1/2 sachOralit 100 cc bila mencretCek fesesE. Diagnosis : GEA dehidrasi ringan-sedang

22 November 2014A. Anamnesis : Keluarga pasien sudah tidak mengeluhkan diare. Demam, lemas dan perut kembung sudah tidak dikeluhkan oleh keluarga pasien. Pasien masih mau diberikan makanan ataupun minuman. BAK normal.B. Pemeriksaan fisik :Keadaan umum : ComposmentisKesadaran : ComposmentisSuhu : 37CNadi : 110x/menitRespirasi : 22x/menitBB: 8,1 kgKepala : Normosefalus, ubun-ubun cekung (-), air mata (+/+), konjungtiva anemis (-), mukosa bibir kering (-).Leher : Pembesaran kelenjar getah bening (-)Toraks :Pulmo : Ronkhi (-/-), Wheezing (-/-)Cor : Bunyi jantung I-II regular, murmur (-), gallop (-)Abdomen : D atar, Bising usus (+), turgor kulit kembali cepatEkstermitas : Edema (-)C. Pemeriksaan Penunjang :Kuning Lembek Lendir (-)Darah (-)EritrositLeukositEpitelParasit (-)Amoeba (-)Sisa makanan (+)Benzidine D. Tatalaksana :BLPLZinkid sirup 2x1/2 cthL Bio 1x1/2 sachOralit 100 cc bila mencretE. Diagnosis : GEA dehidrasi ringan-sedang

BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1 Definisi Diare AkutDiare atau mencret didefinisikan sebagai buang air besar dengan feses yang tidak berbentuk (unformed stools) atau cair dengan frekwensi lebih dari 3 kali dalam 24 jam. Bila diare berlangsung kurang dari 2 minggu, di sebut sebagai Diare Akut. Apabila diare berlangsung 2 minggu atau lebih, maka digolongkan pada Diare Kronik. Pada feses dapat dengan atau tanpa lendir, darah, atau pus. Gejala penyerta dapat berupa mual, muntah, nyeri abdominal, mulas, demam dan tanda-tanda dehidrasi. Sebagian besar diare berlangsung selama 7 hari dan biasanya sembuh sendiri (self limiting disease).1,2

2.2 EpidemiologiSampai saat ini penyakit diare pada balita masih menjadi masalah kesehatan dunia terutama di negara berkembang. Besarnya masalah tersebut terlihat dari tingginya angka kesakitan dan kematian akibat diare. WHO memperkirakan 4 milyar kasus terjadi di dunia pada tahun 2000 dan 2,2 juta diantaranya meninggal, sebagian besar anak-anak dibawah umur 5 tahun. Di Indonesia, diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat utama. Hal ini disebabkan masih tingginya angka kesakitan dan menimbulkan banyak kematian terutama pada bayi dan balita, serta sering menimbulkan kejadian luar biasa (KLB). 2,3

2.3 EtiologiPenyebab diare dapat dibagi menjadi 2, yaitu infeksi dan non infeksi.2 1. Infeksia. Infeksi enteral yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare pada anak. Diare infeksi akut dapat dengan inflamasi atau non inflamasi:2,4 Non inflamasi disebabkan enterotoksin yang dihasilkan beberapa bakteri, destruksi sel-sel vilus (permukaan) oleh virus, dan translokasi bakteri2,4. Inflamasi yaitu terjadi invasi langsung pada saluran cerna atau produksi sitotoksin oleh bakteri2,3.Mekanisme transmisi patogen diare adalah fekal-oral, dengan perantara makanan dan air pada sebagian besar episode. Enteropatogen seperti Shigella, Giardia lamblia atau virus enterik bersifat infeksius sehingga sangat mungkin menular melalui kontak antarorang.2Infeksi enteral ini meliputi: Infeksi bakteri1,2 : Toksin yang dihasilkan bakteri (enterotoksigenik E.Coli [ETEC], S.Aureus, Bacillus cereus, C.perfringens) merusak absorpsi normal dan proses sekresi pada usus halus, menyebabkan diare yang encer dan tanpa darah. Keadaan ini sering bersamaan dengan adanya pembengkakan, mual, atau muntah (diare non inflamasi).Adanya demam atau diare berdarah (disentri) mengindikasikan adanya kerusakan jaringan yang disebabkan oleh invasi (Shigellosis, Salmonellosis, Campylobacter) atau toksin (C.difficile, E.coli), yang merupakan diare inflamasi. Karena organisme ini sebagian besar di kolon, maka volume diarenya sedikit. Infeksi virus1,2: Enterovirus menghancurkan enterosit sel villus yang menyebabkan diare, keadaan ini biasanya berhubungan dengan adanya demam, muntah dan bentuk manifestasi respirasi. Agen virus utamanya yaitu Rotavirus, Enterik Adenovirus dan Norwalk agent. Di Brasil, Rotavirus adalah penyebab kausatif utama dari diare infeksi pada infant, terutama pada anak yang masih disusui (6 sampai 24 bulan). Mekanisme tansmisinya yaitu fekal-oral. Infeksi parasit1,2 : Enteropatogen parasit utama yaitu Giardia lamblia, Cryptosporidium parvum dan Entamoeba histiolytica. Selain itu jamur (Candida Albicans) juga dapat menyebabkan diare. Di Brasil, Ascaris lumbricoides dan Strongyloides stercoralis memiliki prevalensi yang tinggi.Faktor-faktor yang dapat meningkatkan kemungkinan infeksi dengan enteropatogen1,2: Usia muda Defisiensi imun Lemas Malnutrisi Perjalanan ke daerah endemik Kesalahan dalam pemberian ASI Terpapar pada sanitasi lingkungan yang buruk Kandungan makanan dan air Level pendidikan ibu Keberadaan pusat pelayanan kesehatan masyarakatb) Infeksi parenteral yaitu infeksi di bagian tubuh lain diluar alat pencernaan seperti Otitis Media Akut (OMA), Tonsilofaringitis, Bronkopneumonia, Ensefalitis dan sebagainya. Keadaan ini terutama terdapat pada bayi dan anak berumur dibawah 2 tahun2,3.2. Non Infeksi3a) Kesulitan asupan makananb)Kelainan anatomi: malrotasi, duplikasi intestinal, penyakit Hirsprung, atropi mikrovilus, short bowel syndrome. c)Malabsorpsi: Malabsorbsi karbohidrat : disakarida (intoleransi laktosa, maltosa, dan sukrosa), monosakarida (intoleransi glukosa, fruktosa dan galaktosa). Pada bayi dan anak yang terpenting dan tersering adalah intoleransi laktosa. Malabsorsi lemak Malabsorbsi proteind) Endokrinopati: tirotoksikosis, penyakit Addison.e) Keracunan makanan: jamur, makanan basi, logam berat.f) Neoplasma: neuroblastoma, ganglioneuroma, Zollinger-Ellison syndrome.g) Lainnya: alergi susu, penyakit Crohn, colitis ulseratif, gangguan motilitas, penyalahgunaan laksatif.h) Psikologis: rasa cemas dan takut. Terutama pada anak besar, walaupun jarang menyebabkan diare.

Gambar 1 : Etiologi Diare3,4 2.4 Fisiologi UsusDiare cair disebabkan oleh gangguan pada mekanisme transport air dan elektrolit di usus halus. Dalam keadaan normal absorbsi dan sekresi cairan air dan elektrolit tinja terjadi di sepanjang usus, contohnya seorang dewasa sehat menyerap 2 liter cairan setiap hari, air ludah dan sekresi lambung, pankreas dan hati berjumlah lebih kurang 7 liter, sehingga cairan yang masuk usus setiap hari semuanya sekitar 9 liter. Sekitar 90% cairan diserap di usus halus dan sekitar 1 liter sampai di usus besar3,4. Di usus besar terjadi penyerapan lebih lanjut dan hanya 100-200 ml air di keluarkan setiap hari dalam bentuk tinja. Bila terjadi perubahan dalam air dan elektrolit dalam usus halus (seperti bertambah sekresi atau berkurang absorbsi) mengakibatkan peningkatan volume cairan yang masuk kedalam usus besar. Bila volume cairan ini melebihi kapasitas absorbsi usus besar terjadilah diare4.Absorbsi di usus halus disebabkan oleh derajat osmolaritas yang terjadi apabila bahan terlarut diabsorbsi secara aktif dari lumen

Related documents