LAPORAN Inventarisasi Keanekaragaman Hayati di Gunung ...· Inventarisasi Keanekaragaman Hayati di

  • View
    326

  • Download
    24

Embed Size (px)

Text of LAPORAN Inventarisasi Keanekaragaman Hayati di Gunung ...· Inventarisasi Keanekaragaman Hayati di

Survey Biodiversity Gunung Menaliq| 1

LAPORAN

Inventarisasi Keanekaragaman Hayati di Gunung Menaliq, Kampung Penarung, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur

Disusun oleh:

Biodiversity Warriors-Yayasan KEHATI

Laboratorium Dendrologi dan Ekologi Hutan Fakultas Kehutanan

Universitas Mulawarman

Pengelola Kawasan Konservasi Gunung Menaliq

Survey Biodiversity Gunung Menaliq| 2

PENGESAHAN

LAPORAN Inventarisasi Keanekaragaman Hayati di Gunung Menaliq,

Kampung Penarung, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur

Disusun oleh: Biodiversity Warriors-Yayasan KEHATI

Laboratorium Dendrologi dan Ekologi Hutan

Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Telah Disahkan pada tanggal

Januari 2018

Mengetahui, Kepala Lab. Dendrologi dan Ekologi Hutan

Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman ( )

Survey Biodiversity Gunung Menaliq| 3

DAFTAR ISI

Halaman pengesahan 2 Daftar isi 3 Intisari 4 I. Pendahuluan 5

A. Latar belakang 5 B. Tujuan 6

II. Metode 7 A. Waktu dan lokasi 7 B. Pelaksana 7 C. Alat dan bahan 7 D. Cara kerja 8

III. Hasil dan pembahasan 15 A. Vegetasi tingkat semai dan tumbuhan bawah 16 B. Vegetasi tingkat pangcang 22 C. Vegetasi tingkat pohon 28 D. Indeks Kekayaan (R1), Indeks Keanekaragaman

(H), Indeks Dominansi (C) dan Indeks Kemerataan (e)

E. Tumbuhan berkhasiat obat 36

F. Status Kelangkaan Jenis Menurut Red List IUCN, Appendices CITES dan PP No. 7 Tahun 1999 serta Jenis yang Penyebarannya Terbatas (Endemik)

42

G. Keanekaragaman satwa liar 47

H. Ancaman 53

I. Rekomendasi 54

IV. Kesimpulan 56

Daftar pustaka 58

Survey Biodiversity Gunung Menaliq| 4

Inventarisasi Keanekaragaman Hayati di Gunung Menaliq, Kampung Penarung, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur

INTISARI

Pengumpulan data vegetasi dilakukan di Gunung Menaliq yang berada di Kampung Penarung Kabupaten Kutai Barat. Metode yang digunakan adalah kombinasi dari metode jalur/transek dan metode petak berganda dan metode wawancara untuk tumbuhan obat. Ditemukan 261 species yang terdiri dari 132 genus dan 53 famili yang diwakili oleh 1594 individu yang terdiri dari 447 semai (tinggi < 1,5 m) dan tumbuhan bawah, 304 pancang (tinggi > 1,5 m dan DBH < 10 cm) dan 333 pohon (DBH > 10 cm) pada plot sampel seluas 0,8 hektar. Tiga famili yang tercatat dengan jumlah individu terbanyak dan memiliki Indeks Nilai Penting terbesar yaitu Dipterocarpaceae, Leguminosae dan Myrtaceae. Dan tumbuhan berkhasiat obat tercatat sebanyak 115 jenis. Satwa liar yang terdata tergolong dalam indeks kekayaan jenis tinggi untuk setiap katagori yaitu 20 jenis serangga, 14 jenis herpetofauna, 12 jenis mamalia, dan yang tertinggi adalah avivauna dengan 59 jenis dan 251 individu. Ancaman terbesar terhadap keberadaan hutan di kawasan ini antara lain yaitu adanya kegiatan pertambangan batubara yang berada dekat dengan kawasan studi. Kata Kunci: Komposisi vegetasi, Tumbuhan Obat, Satwa, Gunung Menaliq, Kutai Barat.

Survey Biodiversity Gunung Menaliq| 5

I. PENDAHULUAN

A. Latar belakang

TFCA Kalimantan akan memfasilitasi program konservasi,

perlindungan, restorasi dan pemanfaatan lestari hutan tropis di Indonesia

melalui kerja sama dengan Program Karbon Hutan Berau (PKHB) dan Program

Heart of Borneo (HoB) di 4 Kabupaten target: Kabupaten Berau, Kabupaten

Kutai Barat, Kabupaten Mahakam Ulu (Provinsi Kalimantan Timur) dan

Kabupaten Kapuas Hulu (Propinsi Kalimantan Barat). Selain itu TFCA

Kalimantan akan melakukan investasi strategis di wilayah Kalimantan lainnya.

Salah satu fokus programnya adalah pengelolaan sumber daya alam berbasis

masyarakat. Hal tersebut diinterpretasikan lewat bidang wisata yang

berkelanjutan yaitu ekowisata. Untuk mendukung ekowisata yang dipadukan

dengan pengetahuan sains dan konservasi, maka dilakukan kegiatan

Inventarisasi Keanekaragaman Hayati di lokasi tersebut.

Kegiatan Inventarisasi Keanekaragaman Hayati kali ini dilakukan di

Kampung Penarung, Kabupaten Kutai Barat. Kegiatan inventarisasi kehati

dilakukan di kawasan hutan Gunung Menaliq sebagai penilaian awal terhadap

keanekaragaman hayati di kawasan tersebut sebagai dasar perlindungan dan

pelestarian kawasan. Kampung tersebut mempunyai bentang alam yang

menarik serta menjadi habitat berbagai jenis satwa liar, bahkan beberapa

diantaranya merupakan satwa dilindungi.

Biodiversity Warriors (BW) merupakan gerakan anak-anak muda yang

diinisiasi oleh Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI). Tugas

mereka adalah mempopulerkan keanekaragaman hayati (kehati) Indonesia,

baik dari sisi keunikan, manfaat, potensi, serta pelestariannya. Hal ini sesuai

dengan misi KEHATI untuk meningkatkan kesadartahuan dan pemahaman

masyarakat tentang kehati, sehingga terjadi perubahan perilaku yang lebih

peduli terhadap pelestarian lingkungan. Melalui pembinaan yang terus-

menerus BW telah berhasil meningkatkan kualitas anggotanya dalam

Survey Biodiversity Gunung Menaliq| 6

melaksanakan aktivitas mereka, sehingga muncul kepercayaan dari berbagai

pihak bekerjasama mengenalkan kehati Indonesia. Melalui kerjasama dengan

Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Kalimantan, BW mendapatkan

kesempatan untuk melakukan inventarisasi keanekaragaman hayati di

Kampung Penarung Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur dan bekerja

sama dengan Fakultas Kehutanan (Lab. Dendrologi dan Ekologi Hutan)

Universitas Mulawarman. Hasil pengamatan tersebut kemudian disusun

menjadi laporan keanekaragaman hayati. Selain itu, melalui buku yang berisi

flora dan satwa liar di Kampung Penarung Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan

Timur ini menunjukkan bahwa kawasan tersebut dapat menjadi habitat bagi

flora dan satwa liar, sehingga dapat menjadi tempat untuk belajar mengenali

kehati.

B. Tujuan

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka dirumuskan tujuan

kegiatan, yaitu: Inventarisasi keanekaragaman hayati yang meliputi vegetasi

tegakan, tanaman obat, dan satwa liar di Gunung Menaliq.

Survey Biodiversity Gunung Menaliq| 7

II. METODE

A. Waktu dan Lokasi Kegiatan

1. Waktu:

Kegiatan pengambilan data lapangan dilaksanakan pada 22 Agustus 13

September 2017.

2. Tempat:

Hutan Gunung Menaliq di Kampung Penarung, Kec. Bentian Besar, Kab.

Kutai Barat

B. Pelaksana

Kegiatan ini dilaksanakan oleh anggota Biodiversity Warriors 3 orang

(Indeka, Alif, dan Nurma) dan 5 orang dari Fakultas Kehutanan Universitas

Mulawarman (Lasmito, Riska, Aisyah, Murang dan Nurhidayah).

C. Alat dan bahan

Alat dan bahan yang diperlukan untuk menunjang kegiatan

Inventarisasi Keanekaragaman Hayati ini antara lain:

1. Vegetasi

Alat-alat yang digunakan antara lain herbarium kit, GPS, pita survey,

staples tembak, binokuler, kamera, millimeter blok, alat tulis, thally sheet,

karung, meteran, parang, phiband dan buku panduan lapangan. Kemudian,

bahan-bahan yang digunakan adalah alcohol 70% atau spirtus dan kertas

koran.

2. Tanaman obat

Alat-alat yang digunakan antara lain herbarium kit, alat tulis, parang,

kamera, alat perekam dan form wawancara. Kemudian bahan-bahan yang

digunakan adalah alcohol 70% atau spirtus dan kertas koran.

Survey Biodiversity Gunung Menaliq| 8

3. Satwa liar

Alat-alat yang digunakan antara lain kamera, GPS, binokuler, plastik

sampel, senter, snake hook, karung, buku panduan lapangan, dan alat

tulis.

D. Cara Kerja

Metode pengumpulan data vegetasi yang digunakan merupakan

kombinasi antara metode jalur/transek dan metode petak berganda (Gambar

1).

Ukuran permudaan yang digunakan dalam kegiatan analisis vegetasi

adalah sebagai berikut:

1. Semai : Permudaan mulai dari kecambah sampai anakan

setinggi kurang dari 1.5 m.

2. Pancang : Permudaan dengan tinggi 1.5 m sampai anakan

berdiameter kurang dari 10 cm.

3. Pohon : Pohon dengan diameter lebih dari 10 cm.

4. Tumbuhan bawah : Tumbuhan selain permudaan pohon, misal herba,

liana dan perdu.

Gambar 1. Desain Kombinasi Metoda Jalur/Transek dan Metoda Petak

Berganda

Ukuran sub-petak untuk setiap tingkat permudaan adalah sebagai

berikut:

20 m

10

m

10

m

5 m

5 m

2 m

2 m

Survey Biodiversity Gunung Menaliq| 9

1. Semai dan tumbuhan bawah : 2 x 2 m.

2. Pancang : 5 x 5 m.

3. Pohon : 20 x 20 m.

Seluruh individu tumbuhan pada setiap sub-petak tingkat

pertumbuhan diidentifikasi, untuk tingkat tiang dan pohon diukur

diamaternya, yakni diamater batang pada ketinggian 1.3 m dari atas

permukaan tanah (Gambar 2.).

Gambar 2. Pengukuran Diameter Setinggi Dada (1.30 m dari permukaan tanah)

Perhitungan besarnya nilai kuantitif parameter vegetasi, khususnya

dalam penentuan indeks nilai penting, dilakukan dengan formula berikut ini:

1. Indeks Nilai Penting (INP)

a. Kerapatan suatu jenis (K)

=

b. Kerapatan relatif