konsep penataan ruang publik

Embed Size (px)

DESCRIPTION

contoh penataan ruang publik

Text of konsep penataan ruang publik

PDK

NASKAH PUBLIKASI

KONSEP PENATAAN DAN PENGELOLAAN RUANG PUBLIK PADA WILAYAH PERKOTAAN (Studi di Wilayah Kota Malang)

Peneliti: Drs. Oman Sukmana, M.Si. Nip.: 132001833

LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANGMEI, 2007

1

HALAMAN PENGESAHAN 1.a. Judul Penelitian : KONSEP PENATAAN DAN PENGELOLAAN RUANG PUBLIK PADA WILAYAH PERKOTAAN (Studi di Wilayah Kota Malang) b. Bidang Ilmu c. Kategori Penelitian 2. Ketua Peneliti : a. Nama Lengkap b. Jenis Kelamin c. Gol./Pangkat/Nip d. Jabatan Fungsional e. Fakultas/Jurusan f. Alamat Kantor : Sosial : Kategori II

g. Alamat Rumah

3. Perguruan Tinggi 4. Jangka Waktu 5. Biaya Penelitian a. Sumber dari UMM b. Sumber lain Mengetahui: Dekan FISIP UMM,

: Drs. Oman Sukmana, M.Si. : Laki-Laki : IV-a/Pembina/ 132.001.833. : Lektor Kepala : FISIP/Ilmu Kesejahteraan Sosial : Lembaga Penelitian UMM Jl. Raya Tlogomas No. 246 Malang, Jawa Timur Tlp. (0341) 463513, 464318, 464319 Fax (0341) 460435 : Pondok Bestari Indah, Blok C-5/268, RT 02/XI, Klandungan, Landungsari, Malang. Tlp. (0341) 463128, Hp. 08123200709 : Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) : 5 Bulan (Januari-Mei 2007) : : Rp 3.000.000,:Malang, Mei 2007 Ketua Peneliti

Drs. Budi Suprapto, M.Si, Nip.UMM : 10387090041

Drs. Oman Sukmana, M.Si. Nip. : 132.001.833.

Menyetujui : Ketua Lembaga Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang

DR. Wahyu Widodo, Ir., MS. Nip.UMM : 110.8909.0128.

2

Konsep Penataan dan Pengelolaan Ruang Publik pada Wilayah Perkotaan (Studi di Wilayah Kota Malang)Oman Sukmana1 FISIP UMM

AbstrakSalah satu kebutuhan masyarakat perkotaan adalah tersedianya areal ruang publik (public space). Proporsi untuk kawasan ruang public paling sedikit 10% dari luas wilayah untuk ruang terbuka hijau suatu kota. Setiap kota diharapkan melakukan penataan terhadap kawasan ruang public, dan disusun dalam Rencana Tata Ruang (RTR) Kota. Kota Malang adalah merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur yang diarahkan sebagai kota pendidikan, pariwisata dan industri, yang sedang mengalami perkembangan yang cukup pesat. Penataan dan pengolaan kawasan ruang public di kota Malang dapat dijadikan contoh (model) bagi kota lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji tentang bagaimana konsep penataan dan pengelolaan kawasan ruang public di kota Malang. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik analisa data menggunakan teknik deskriptifkualitatif. Teknik pengumpulan data utama yang dilakukan adalah wawancara mendalam (indeepth interview), observasi, dokumentasi, dan teknik skala. Lokasi penelitian ditentukan di kota Malang. Subjek penelitian ditentukan secara purvosive, yaitu: (1) pejabat pemerintah terkait; dan (2) warga masyarakat. Sedangkan informan penelitian meliputi: (1) Bappeda Kota Malang; (2) pemerhati lingkungan, baik dari unsur masyarakat maupun perguruan tinggi; dan (3) Kalangan LSM. Kesimpulan hasil penelitian meliputi: (a) Dalam konsep perencanaan penggunaan kawasan kota, pemerintah kota Malang belum secara jelas merinci antara kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan kawasan Ruang Terbuka Publik; (b) Secara konseptual alokasi luas wilayah untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kota Malang sudah mencukupi kebutuhan, namun seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan kota Malang, telah terjadi penggunaan areal Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk kepentingan publik menjadi kepentingan privat. Sehingga kawasan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Terbuka Publik di Kota Malang tinggal kurang dari 30%; dan (c) Konsep dan disain penataan kawasan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Terbuka Publik di Kota Malang, meliputi: (1) prototipe taman jalur jalan; (2) Prototipe Taman Kota; dan (3) Prototipe Taman Lingkungan.

Kata kunci: Pengelolaan Ruang Publik

Oman Sukmana, Drs., M.Si. adalah Staff Pengajar pada Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial, FISIP Universitas Muhammadiyah Malang.

1

3

AbstractOne of the urban communitie`s need is public space availability. At least, 10% from the total of green citie`s area is for public space area allocation. Every city must carry out to manage public space area seriously. The city of Malang is the 2d big city in the East Java province. The developmental of the Malang city is education, industry, and tourist city orientation. So, the concepth of public space management in Malang city can use as a model for another city. The purpose of this research is a studi about how the concepth of the public spce management at Malang city. The research methods is use qualitative approach. Data analysis technique is use descriptive qualitative. Data collecting technique is use by indeepth interview, observation, documentation, and scale technique. Subject research are: (1) the local government; (2) urban community. The conclusion of research study is: (a) in the concepth of urban area management, the government of Malang city is not specific clearly separated beetwen public space area management and urban green area; (b) by conseptualizaztion, the allocation of Malang city area for green and public space area is proportional enough. More than 30% from the total of Malang city area is allocation for green and public space area. But, in the realization the green and public space area is declaining process; and (c) the design of the Malang city green area and public space area is use by three type, there are: (1) road prototype, (2) city garden prototype, dan (3) environmental garden prototype. Key word: Public space management

1. PENDAHULUAN 1.1. Latar BelakangSalah satu kebutuhan masyarakat perkotaan adalah tersedianya areal ruang publik (public space). Setiap kota diharapkan melakukan penataan terhadap kawasan ruang public, dan disusun dalam Rencana Tata Ruang (RTR) Kota. Dalam menyususn perencanaan tata ruang wilayah kota, maka suatu kota harus menyediakan dan memanfaatkan areal untuk ruang terbuka hijau dan ruang terbuka publik. Penyediaan areal untuk ruang terbuka hijau dan ruang terbuka publik dalam suatu wilayah kota, paling sedikit 40% dari luas wilayah kota, dengan proporsi seluas 30% untuk areal ruang terbuka hijau dan seluas 10% untuk areal ruang terbuka publik. Pengembangan kawasan kepentingan umum dilakukan dengan memperhatikan struktur maupun fungsi dan bentuk kota. Struktur kota sebagai kerangka kota yang mempunyai hirarki dapat berwujud terpusat, linear, maupun multiple nuclei, dengan hirarki mulai pusat

4

kota metropolitan, kota atau kota satelit, kawasan sampai dengn skala lingkungan. Penataan ruang terbuka hijau sebagai bagian kawasan kepentingan umum yang terstruktur diarahkan untuk estetika perkotaan maupun sebagai ruang kesehatan lingkungan perkotaan, fasilitas olah raga maupun rekreasi. Wujud fisik kawasan kepentingan umum dapat berupa jalur hijau seperti pedestrian, danau dan pantai maupun buffer zone yang bisa berfungsi sebagai jogging track atau bicycle track, jalur biru yang berfungsi untuk kegiatan olahraga, ruang terbuka seperti taman-taman atau ruang terbuka hijau, area bermain anak-anak plaza, alun-alun, dan hutan kota. Kota Malang adalah merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur yang diarahkan sebagai kota pendidikan, pariwisata dan industri, yang sedang mengalami perkembangan yang cukup pesat. Penataan dan pengolaan kawasan ruang public di kota Malang dapat dijadikan contoh (model) bagi kota lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji tentang bagaimana konsep penataan dan pengelolaan kawasan ruang public di kota Malang. Penelitian dilakukan dengan

menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik analisa data menggunakan teknik deskriptifkualitatif. Teknik pengumpulan data utama yang dilakukan adalah wawancara mendalam (indeepth interview), observasi, dokumentasi, dan teknik skala. Lokasi penelitian

ditentukan di kota Malang. Subjek penelitian ditentukan secara purvosive, yaitu: (1) pejabat pemerintah terkait; dan (2) warga masyarakat. Sedangkan informan penelitian meliputi: (1) Kepala Bappeda Kota Malang; (2) pemerhati lingkungan, baik dari unsur masyarakat maupun perguruan tinggi; dan (3) Kalangan LSM. 1.2. Rumusan Masalah Penataan dan Pengelolaan kawasan ruang public di kota Malang dapat dijadikan suatu model konsep penataan dan pengelolaan kawasan raung public yang baik, yang dapat memberikan dampak positif timbal-balik bagi masyarakat dan lingkungan setempat. Pertanyaan dasar yang muncul adalah bagaimana konsep dan proses penataan dan pengelolaan kawasan publik tersebut dilakukan? Bagaimana manfaat positifnya baik bagi masyarakat maupun lingkungan?, dan sebagainya.

5

Untuk membatasi lingkup penelitian, maka masalah penelitian ini difokuskan pada aspek-aspek berikut: (1) Berapakah jumlah, jenis dan peruntukkan kawasan ruang public yang ada di kota malang? (2) Bagaimana kebutuhan masyarakat akan ruang publik di kota Malang? (3) Bagaimanakah gambaran pemanfaatan ruang publik di kota Malang oleh masyarakat? (4) Bagaimanakah konsep kebijakan pemerintah dalam menyusun Rencana Tata Ruang (RTR) ruang public di kota Malang? (5) Bagaimanakan konsep penataan dan pengelolaan kawasan ruang public di kota Malang?

1.3 Tujuan Penelitian Karakteristik dan konsep penataan dan pengelolaan ruang terbuka publik, merupakan suatu kajian yang baru, terutama dalam disiplin psikologi lingkungan, sehingga hasil penelitian ini akan memberikan kontribusi bagi kajian disiplin Psikologi Lingkungan terutama dalam mengembangkan konsep dan strategi rekayasa lingkungan fisik dan sosial (social and phisical environmental engineering) dan dampaknya terhadap manusia. Secara rinci tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) mengetahui jumlah, jenis dan peruntukkan kawasan ruang public yang ada di kota malang. (2) mengetahu tentang kebutuhan masyarakat akan ruang publik di kota Malang. (3) mengetahui gambaran pemanfaatan ruang publik di kota Malang o