KEMAHIRAN MENGUBAH TEKS WAWANCARA MENJADI .KEMAHIRAN MENGUBAH TEKS WAWANCARA MENJADI KARANGAN NARASI

  • View
    214

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of KEMAHIRAN MENGUBAH TEKS WAWANCARA MENJADI .KEMAHIRAN MENGUBAH TEKS WAWANCARA MENJADI KARANGAN NARASI

  • KEMAHIRAN MENGUBAH TEKS WAWANCARA MENJADI

    KARANGAN NARASI SISWA KELAS VII

    SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MAITREYAWIRA

    TAHUN PELAJARAN 2013/2014

    ARTIKEL E - JOURNAL

    Diajukan untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.)

    Oleh

    Selta Fitri Ramadani

    NIM 100388201318

    JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI

    TANJUNGPINANG

    2014

  • Kemahiran Mengubah Teks Wawancara Menjadi Karangan Narasi Siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama Maitreyawira Tahun Pelajaran 2013/2014. Skripsi. Selta Fitri Ramadani. 2014. Jurusan Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan. Universitas Maritime Raja Ali Haji Tanjungpinang. Pembimbing I: Mini Andriani, S.Pd., M.Hum, Pembimbing II: Nancy Willian, M.Si. malioboro_andy83@yahoo.co.id

    ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemahiran siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama Maitreyawira Tahun Pelajaran 2013/2014 dalam menulis karangan narasi. Alasan mengambil judul tersebut karena sebelumnya peneliti pernah menugaskan siswa untuk membuat karangan narasi tanpa menggunakan teks wawancara, namun hasil yang didapat kurang baik. Oleh sebab itu, peneliti menggunakan media pembelajaran berbentuk teks wawancara untuk meningkatkan hasil karangan siswa. Hasil penelitian tes kemahiran mengubah teks wawancara menjadi karangan narasi siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama Maitreyawira Tahun Pelajaran 2013/2014, dari 44 siswa, sebanyak 2 siswa (4,55%), memperoleh nilai dengan persentase pembelajaran 80-100 yang termasuk kategori baik sekali, sebanyak 24 siswa (54,55%), memperoleh nilai dengan persentase pencapaian pembelajaran 66-79 yang termasuk kategori baik, sebanyak 9 siswa (20,45%), memperoleh nilai dengan persentase pencapaian pembelajaran 56-65 yang termasuk kategori cukup, sebanyak 8 siswa (18,18%), memperoleh nilai dengan persentase pencapaian pembelajaran 40-55 yang termasuk kategori kurang. Namun, hanya 1 siswa (2,27%), memperoleh nilai dengan persentase pencapaian pembelajaran 30-39 yang termasuk kategori gagal. Dari keseluruhan data, maka diperolehn hasil kemahiran menulis seluruh siswa 2.842, sehingga diperoleh nilai rata-rata 64,58 berkategori cukup. Kata Kunci: Menulis Karangan Narasi, Teks Wawancara

    ABSTRACT

    The purpose of this study to determine proficiency class VII Secondary School Academic Year Maitreyawira 2013/2014 in writing narrative essays. The reason to take the title since the previous researchers never assigned students to create a narrative essay without using the text of the interview, but the results are less good. Therefore, the researchers used a text-based instructional media interviews to improve student essay results. Proficiency test research results change the text of the interview into a narrative essay class VII Secondary School Lessons 2013/2014 Maitreyawira year, of 44 students, a total of 2 students (4.55%), with a percentage of the value of learning gained 80-100 which includes both categories once , a total of 24 students (54.55%), to obtain a percentage value of the learning achievement of 66-79 which included both categories, a total of 9 students (20.45%), obtaining the value of the percentage of the 56-65 learning achievement include enough categories, as 8 students (18.18%), to obtain a percentage value of the learning achievement which includes the category of less than 40-55. However, only one student (2.27%), obtaining the value of the percentage of the 30-39 learning achievement which includes the category of failure. From the overall data, then the results of the writing skills diperolehn entire 2,842 students, in order to obtain an average value of 64.58 categorical enough.

    Key words: Narrative Essay Writing, Text Interview

    mailto:malioboro_andy83@yahoo.co.id

  • 1. Pendahuluan

    Keterampilan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia. Menulis merupakan kegiatan mengekspresikan informasi yang diterima dari proses menyimak dan membaca. Jadi, semakin banyak seseorang menyimak atau membaca semakin banyak pula informasi yang diterimanya untuk diekspresikan secara tertulis. Teks wawancara adalah bentuk penyajian informasi berupa tanya jawab secara tertulis yang diperoleh dari kegiatan. wawancara merupakan suatu cara untuk mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada seorang informan atau seorang autoris.

    Menarasikan teks wawancara merupakan kegiatan mengubah teks wawancara menjadi karangan narasi. Narasi merupakan genre yang paling mudah dikenal dan memiliki banyak ragam, sesuai dengan fungsi sosialnya. Naratif adalah tulisan yang menceritakan sebuah kejadian. Naratif kebanyakan dalam bentuk fiksi seperti novel, cerpen, dan sebagainya.

    Berdasarkan pernyataan di atas, peneliti ingin melakukan sebuah penelitian terkait mengenai pembelajaran menulis karangan narasi sesuai dengan cirri-ciri karangan narasi. Penelitian ini menitikberatkan pada proses keterampilan menulis karangan narasi kepada siswa dengan menggunakan media teks wawancara untuk meningkatkan semangat serta kemampuan menulis karangan narasi yang lebih baik.

    Atas dasar pemikiran tersebut, judul penelitian ini, yaitu Keterampilan Mengubah Teks Wawancara Menjadi Karangan Narasi Siswa Kelas VII Sekolah Menengah Pertama MAitreyawira Tahun Pelajaran 2013/2014.

    2. Metode Penelitian

    Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama Maitreyawira Tahun Pelajaran 2013/2014 terdiri dari empat kelas yaitu : VII A, VII B, VII C, dan VII D, dengan jumlah siswa keseluruhan 110 siswa. Pengambilan jumlah sampel disesuaikan dengan pernyataan Arikunto (2006:130) sebesar 40% dari jumlah populasi. Maka berdasarkan perhitungan, jumlah sampel yang diperoleh yaitu 44 siswa. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis data berupa tes tertulis.

    3. Hasil Penelitian

    Hasil penelitian tes kemahiran mengubah teks wawancara menjadi karangan narasi siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama MAitreyawira Tahun Pelajaran 2013/2014, dari 44 siswa, sebanyak 2 siswa (4,55%), memperoleh nilai dengan persentase pembelajaran 80-100 yang termasuk kategori baik sekali, sebanyak 24 siswa (54,55%), memperoleh nilai dengan persentase pencapaian pembelajaran 66-79 yang termasuk kategori baik, sebanyak 9 siswa (20,45%), memperoleh nilai dengan persentase pencapaian pembelajaran 56-65 yang termasuk kategori cukup, sebanyak 8 siswa (18,18%), memperoleh nilai dengan persenadapun tase pencapaian pembelajaran 40-55 yang termasuk kategori kurang. Namun, hanya 1 siswa (2,27%), memperoleh nilai dengan persentase pencapaian pembelajaran 30-39 yang termasuk kategori gagal. Dari keseluruhan data, maka diperolehn hasil kemahiran menulis seluruh siswa 2.842, sehingga diperoleh nilai rata-rata 64,58 berkategori cukup.

  • 4. Simpulan dan Rekomendasi Berdasarkan hasil penelitian yang diuraikan pada sebelumnya, dapat dilihat bahwa

    Kemahiran mengubah teks wawancara menjadi karangan narasi siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama Maitreyawira berkategori cukup dan masih perlu ditingkatkan lagi agar dapat memperoleh hasil yang lebih maksimal.

    Adapun Rekomendasi yang ingin peneliti sampaikan, yaitu untuk dunia pendidikan, penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam meningkatkan mutu belajar siswa yang bersangkutan. Sedangkan untuk peneliti, penelitian ini dapat dijadikan sebagai kajian awal dalam melakukan penelitian lanjutan. Daftar Pustaka

    Akhadiah, dkk. 2003. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta:

    Erlangga. Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek

    Jakarta : PT. Bumi Aksara.

    ________ . 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka cipta.

    Finoza, Lamuddin. 2008. Komposisi Bahasa Indonesia. Jakarta : Insan Mulia. Harjito dan Nazla Maharani Umaya. 2009. Jurus Jitu Menulis Ilmiah dan Propuler.

    Semarang: IKIP PGRI Semarang Press. Komaidi, Didik. 2011. Menulis Kreatif. Yogyakarta: Sabda Media. Malik, Abdul dan Isnaini Leo Shanty.2003. Kemahiran Menulis. Pekanbaru: Unipers. Muslich, Mansur. 2009. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dasar

    Pemahaman dan Pengembangan. Jakarta: Bumi Aksara. Parera, Jos Daniel. 1993. Menulis Tertib dan Sistematik. Jakarta: Erlangga. Rahayu, Putu Lianita. 2012. Pemakaian Jenis Kalimat dalam Karangan Narasi Siswa

    Kelas X Sekolah Menengah Atas Negri 4 Singaraja. Ramalia, Siska. 2012. Kemampuan Menulis Karangan Deskriptif Siswa Kelas X Sekolah

    Menengah Atas Negeri 4 Tanjungpinang Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi UMRAH.

    Semi, M.Atar. 1990. Menulis Efektif. Padang :Angkasa Raya. Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: CV Alfabeta.

    Sumadiria, Haris. 2008. Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature. Bandung : PT Remaja Rosdakarya Offset.

    Tarigan, Henry Guntur. 2008. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.

    Bandung: Angkasa. Zainurrahman. 2011. Menulis Dari Teori Hingga Praktik (Penawar Racun

    Plagiarisme).Bandung : Penerbit Alfabeta.