of 8 /8
JURNAL READING NAUSEA AND VOMITING OF PREGNANCY Alifah Diendhia Putri, S.Ked PEMBIMBING : Dr. Indiarto, Sp.OG KEPANITRAAN ILMU KEBIDANAN DAN KANDUNGAN RSUD CILEGON UNIVERSITAS YARSI

Jurnal Reading Nausea and Vomiting of Pregnancy

Embed Size (px)

DESCRIPTION

L

Citation preview

Page 1: Jurnal Reading Nausea and Vomiting of Pregnancy

JURNAL READING

NAUSEA AND VOMITING

OF PREGNANCY

Alifah Diendhia Putri, S.Ked

PEMBIMBING :

Dr. Indiarto, Sp.OG

KEPANITRAAN ILMU KEBIDANAN DAN KANDUNGAN RSUD CILEGON

UNIVERSITAS YARSI

SEPTEMBER 2015

Page 2: Jurnal Reading Nausea and Vomiting of Pregnancy

SUMMARY

Muntah dan Mual pada kehamilan adalah salah satu kondisi yang mempengaruhi kesehatan ibu hamil maupun janinnya. Kasus ringan mual dan muntah pada kehamilan bisa diselesaikan dengan mengubah pola hidup dan pola makan, serta perawatan yang aman dan efektif untuk kasus yang lebih berat.

DEFINISI DAN INSIDEN

Mual dan muntah pada kehamilan adalah kondisi umum yang mempengaruhi 70-85% ibu hmail. 50 % wanita hamil mengalami mual dan muntah dan 25% mengalama mual saja dan 25% tidak mengalami kedua nya. Katagori mual dan muntah pada kehamilan dalam derajat keparahan dengan menilai durasi mual dan muntah setiap hari (pada kasus ringan, insidennya berdurasi kurang dari 1 jam, dan pada kasus berat berdurasi lebih dari 6 jam) dan jumlah muntah per hari ( 2x pada kasus ringan dan sedang, dan lebih dari 5x pada kasus berat).

DIFFERENTIAL DIAGNOSIS

waktu timbulnya mual dan muntah sangatlah penting. Gejala mual dan muntah pada kehamilan kurang dari 9 bulan hamper semua wanita mengalaminya. Pada pasien yang mengalaminya setelah 9 bulan, harus hati-hati dipertimbangkan dalam diagnosis bandingnya. Riwayat kondisi kronis yang berhubungan dengan mual dan muntah harus dicari (misalnya kolelitiasis atau disfungsi otonom). Nyeri perut, sakit kepala atau demam bukanlah karakteristik dari gejala mual dan muntah pada kehamilan. Pemeriksaan neurologis yang abnormal menunjukkan kelainan neurolgis utama sebagai penyebab mual dan muntah, meskipun jarang. ( misalnya encephalopathy atay myelinolysis ).

Page 3: Jurnal Reading Nausea and Vomiting of Pregnancy

ETIOLOGI DAN FAKTOR RESIKO

Etiologi mual dan muntah pada kehamilan adalah predisposisi psikologis, evolusi adaptasi, dan stimulus hormonal. Teori psikologis menjelaskan etiologi hyperemesis gravidaru, disebabkan oleh gangguan konversi atau respon abnormal terhadap stress.

Page 4: Jurnal Reading Nausea and Vomiting of Pregnancy

HORMON

HUMAN CHORIONIC GONADOTROPIN (hCG)

Hubungan Human Chorionic Gonadotropin dan gejala mual dan muntah, hCG sebagai stimulus emetogenik yang timbul dari plasenta. Peran hCG disarankan sebagai stimulator tiroid kehamilan karena hipertiroidisme sendiri jarang menyebabkan muntah.dibandingkan dengan konsentrasi hormone nontiroid pada wanita denga dan tanpa muntah, hanya hCG dan estradiol yang memiliki hubungan. Stimulus hCG dapat dimodifikasi oleh plasenta. Kondisi yang meningkatkan konsentrasi (misalnya kehamilan molar) dan oleh interaksi hormone-reseptor.

ESTROGEN

Hormone lain yang dikenal untuk mempengaruhi mual dan muntah adalah estrogen. Mual dan muntah pada kehamilan umumnya ketika tingkat estradiol meningkat. Merokok berhubungan dengan tingkat yang lebih rendah dari kedua hCG dan estradiol, dan dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa perokok cenderung mengalami hyperemesis gravidarum. Wanita dengan hyperemesis gravidarum setelah paparan estrogen lebih sering mengalami mual dan muntah daripada wanita yang tidak sensitivitas terhadap estrogen.

FAKTOR RESIKO

Wanita dengan peningkatan massa plasenta, seperti kehamilan molar dan kehamilan multiple beresiko mengalami hyperemesis gravidarum. Faktor resiko lain termasuk riwayat keluarga atau riwayat hyperemesis gravidarum di kehamilan sebelumnya. 2/3 wanita yang mengalami muntah berat akan mengalami gejala yang sama pada kehamilan selanjutnya. Sekitar 1 ½ wanita dari penilitian ini menggambarkan gejala ringan dalam kehamilan sebelumnya akan memburuk pada kehamilan berikutnya.

EFEK MATERNAL PADA HIPEREMESIS GRAVIDARUM

Mual dan muntah pada kehamilan adalah penyebab kematian ibu. Terjadinya kematian diakibatkan adanya Wernicke encephalopathy (disebabkan oleh kekurangan vitamin B1), avulsi limpa, rupture esophagus dan nekrosis tubular akut, dan pneumothorax. Hal ini sering dikaitkan dengan kematian ibu atau cacat neurologis permanen. Wanita yang mengalami morbiditas psikososial yang signifikan yang disebabkan oleh hyperemesis gravidarum akan dilakukan terminasi.

EFEK FETAL PADA HIPEREMESIS GRAVIDARUM

Page 5: Jurnal Reading Nausea and Vomiting of Pregnancy

Pengaruh pada embrio dan janin tergantung dari keparahan kondisi ibu. Dengan muntah ringan atau sedang, ada sedikit efek yang jelas pada kehamilan. Hasil yang sering diteliti adalah kejadian berat badan lahir rendah (BBLR). Sejumlah penelitian mengatakan tingkat yang lebuh rendah kejadian keguguran pada wanita dengan mual dan munta. Hasil ini diduga terkait dengan sintesis plasentaa yang kuat dalam kehamilan yang sehat. Hal ini tidak mengatakan bahwa hyperemesis gravidarum tidak meningkatkan malformasi dalam keturunan.

PERTIMBANGAN KLINIS DAN REKOMENDASI

Banyak penelitian pasien dengan hyperemesis gravidarum dan mual muntah pada kehamilan. Hyperemesis gravidarum merupakan bagian dari mual dan muntah pada kehamilan dan menjadi indikasi bahwa terjadi kegagalan penanganan awal gejala mual dah muntah.

APAKAH TERAPI NON FARMAKOLOGI EFEKTIF UNTUK MENGOBATI MUAL DAN MUNTAH PADA KEHAMILAN?

Terapi farmakologi yang efektif tersedia. Dua uji coba secara acak menggunakan pyridoxine (vitamin B6) untuk pengobatan berbagai tingkat keparahan mual dan muntah pada kehamilan. Satu pyridoxine, 25 mg setiap 8 jam dengan placebo dan menemukan penurunan yang signifikan dalam muntah berat namun efek minimal terhadap muntah ringan. Penggunaan antiemetic untuk mengatasi mual dan muntah pada kehamilan berkurang dan tarif rawat inap untuk mual dan muntah pada kehamilan meningkat. Ada beberapa obat yang ada data keamanannya tapi tidak ada bukti konklusif dari keberhasilan meliputi antikolinergik dan metoclopramide. Bukti atas kemanjuran dari 5-hydroxytryptamine 3 inhibitor (contah ondancetron) untuk mual muntah pada kehamilan, namun, karena efektivitas dalam mengurangi kemoterapi-induksi emesis meningkat. Penggunaan kortikosteroid untuk hyperemesis gravidarum harus digunakan dengan hati-hati dan menghindari sebelum 10 minggu kehamilan. Kortikosteroid dianggap sebagai upaya terakhir dalam pasien yang membutuhkan nutrisi enteral atau parenteral karena penurunan berat badan.

APA PERAN LABORATORIUN ATAU RADIOLOGI DALAM DIAGNOSIS HIPEREMESIS GRAVIDARUM?

Kebanyakan pasien dengan mual dan muntah pada kehamilan tidak memerlukan evaluasi laboratorium, tetapi jika pada mual dan muntah yang berat dan berkepanjangan, penilaian laboratorium dapat membantu untuk diagnosis banding hyperemesis gravidarum dan menilai keparahan kondisinya. Hasil laboratorium pada hyperemesis gravidarum meliputi peningkatan enzim hati (<300 u/l), serum bilirubin ( <4 mg/dl) dan konsentrasi serum amilase atau lipase (samapi 5x lebih besar dari tingkat normal). Hepatitis sebagai penyebab utama mual dan

Page 6: Jurnal Reading Nausea and Vomiting of Pregnancy

muntah. Pankreatitis akut dapat menyebabkan muntah dan konsentrasi amilase tinggi. Konsentrasi serum hCG tidak dapat membantu dalam menentukan apakah muntah disebabkan oleh hyperemesis gravidarum .Urinalisis dapat memnunjukkan peningkatan berat jenis atau ketonuria. 70% pasien dengan hyperemesis gravidarum akan memiliki kadar hormone thyroid-stimulating yang tinggi. Hipertiroidism hyperemesis gravidarum dengan 20 minggu bisa tidak diberikan terapi antitiroid.

KAPAN NUTRISI ENTERAL ATAU PARENTERAL DIREKOMENDASIKAN?

Kriteria utama untuk tambahan gizi adalah penurunan berat bada yang terus-menerus. Koreksi ketosis dan vitamin. Dextrose dan vitamin, khususnya tiamin harsu diberikan dalam terapi jika muntah berkepanjangan. Tidak ada uji coba untuk membandingkan gizi enteral dengan parenteral pada wanita dengan mual dan muntah pada kehamilan yang terus-menerus. Nutrisi parenteral menggunakan formula high-lipid dapat digunakan untuk pasien yang kebutuhan kalori tidak besar.

KAPAN INDIKASI RAWAT INAP?

Tidak ada uji coba untuk membandingan rawat inap dan rawat jalan pada hyperemesis gravidarum. Jika tidak bisa mentolerir cairan muntah, rawat inap untuk evaluasi dan pengobatan dianjurkan. Pasien yang telah dirawat, diperiksa dan dicari penyebab lain dari muntah, hidrasi intravena, dukungan gizi, dan terapi antiemetic. Pilihan rawat inap untuk observasi dan menilai lebih lanjut harus dipertahankan untuk mengalami oerubahan TTV atau perubahan yang mempengaruhi atau yang menurunkan berat badan.

APA ADA PERAN PSIKOTERAPI PADA PENGOBATAN?

Ada bukti efek terapi psikoterapi dalam hyperemesis gravidarum, data menunjukkan muak tertunda dan mintah setelah kemoterapi berkurang dan terapi relaksasi. Menghipnotis wanita dengan mual dan muntah pada kehamilan lebih mudah dipengaruhi.

SUMMARY

Rekomendasi berdasarkan pada bukti ilmiah yang baik dan kosnsisten (Level A) :

o Mengambil multivitamin pada saat pembuahan mungkin mengurangi keparahan mual dan muntah pada kehamilan

o Pengobatan mual dan muntah pada kehamilan dengan vitamin B6 atau vitamin B6 ditambah doxylamine aman dan efektif dan harus dipertimbangkan pada lini pertama farmakologi.

Page 7: Jurnal Reading Nausea and Vomiting of Pregnancy

o Pada pasien dengan hyperemesis gravidarum yang juga memiliki kadar hormone-thyroid stimulating, pengobatan hipertiroidism tidak harus dilakukan .

Rekomendasi berdasarkan pada bukti ilmiah yang tidak konsisten (Level B) :

o Pengobatan mual dan muntah pada kehamilan dengan jahe telah menunjukkan efek mengguntungan dana dianggap sebagai pilihan non-farmakologi.

o Obat yang aman dan efektik : H1 blocker reseptor, fenotiazin dan benzamideo Pengobatan mual dan muntah pada kehamilan dengan metilprednisolon

Rekomendasi berdasarkan consensus dan pendapat ahli (Level C) :

o Hidrasi intravena harus digunakan untuk pasien yang tidak bisa mentolerir cairan atau jika ada tanda-tanda klinis dehidrasi.

o Koreksi defisiensi ketosis dan vitamin harus dipertimbangkan.dextrose dan vitamin, terutama tiamin, harus dimasukkan dalam terapi

o Nutrisi enteral atau parenteral harus dimulai untuk setiap pasien yang tidak dapat mempertahankan berat badannya karena muntah