8
1 INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M PENENTU AWAL BULAN SHAFAR 1434 H Keteraturan peredaran Bulan dalam mengelilingi Bumi juga Bumi dan Bulan dalam mengelilingi Matahari memungkinkan manusia untuk mengetahui penentuan waktu. Salah satunya adalah penentuan awal bulan Hijriah, yang didasarkan pada peredaran Bulan mengelilingi Bumi. Penentuan awal bulan Hijriah ini sangat penting bagi umat Islam, misalnya dalam penentuan awal tahun baru Hijriah, awal dan akhir shaum Ramadhan, hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai institusi pemerintah yang salah satu tupoksinya adalah pelayanan data tanda waktu tentu sangat berkepentingan dalam penentuan awal bulan Hijriah ini. Untuk itu, BMKG menyampaikan Informasi Hilal saat Matahari Terbenam, Kamis 13 Desember 2012 M: Penentu Awal Bulan Shafar 1434 H sebagai berikut. 1. Waktu Konjungsi (Ijtima’) dan Terbenam Matahari Konjungsi geosentrik atau konjungsi atau ijtima’ adalah peristiwa ketika bujur ekliptika Bulan sama dengan bujur ekliptika Matahari dengan pengamat diandaikan berada di pusat Bumi. Kejadian ini akan kembali terjadi pada hari Kamis, 13 Desember 2012 M, pukul 8 : 42 UT atau pukul 15 : 42 WIB atau pukul 16 : 42 WITA atau pukul 17 : 42 WIT, yaitu ketika nilai bujur ekliptika Matahari dan Bulan tepat sama 261,749 o . Pada saat konjungsi tersebut, jarak sudut Matahari dan Bulan (elongasi) adalah 2,287 o . Elongasi ini lebih besar daripada jumlah semi diameter Bulan dan Matahari pada saat tersebut, yaitu 0,549 o . Periode sinodis Bulan sendiri terhitung sejak konjungsi sebelumnya hingga konjungsi yang akan datang ini adalah 29 hari 10 jam 34 menit. Waktu terbenam Matahari dinyatakan ketika bagian atas piringan Matahari tepat di horizon- teramati. Keadaan ini bergantung pada berbagai hal, yang di antaranya adalah semi diameter Matahari, efek refraksi atmosfer Bumi dan elevasi lokasi pengamat di atas permukaan laut (dpl). Dalam perhitungan standar penentuan waktu terbenam Matahari, semi diameter Matahari dianggap 16’, efek refraksi atmosfer dianggap 34’ dan elevasi pengamat dianggap 0 meter dpl (Seidelmann, 1992). Berdasarkan hal ini Matahari terbenam di wilayah Indonesia pada tanggal 13 Desember 2012 paling awal terjadi pada pukul 17 : 51 WIT di Merauke dan paling akhir pada pukul 18 : 26 WIB di Sabang. Dengan memperhatikan waktu konjungsi dan Matahari terbenam, dapat dikatakan bahwa konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam tanggal 13 Desember 2012 di wilayah Indonesia. Dengan demikian, secara astronomis waktu pelaksanaan rukyat Hilal di wilayah Indonesia adalah setelah Matahari terbenam tanggal 13 Desember 2012.

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM KAMIS, 13 DESEMBER ...data.bmkg.go.id/share/Dokumen/informasi_hilal_shafar_1434h.pdf · Terbenam, Kamis 13 Desember 2012 M: Penentu Awal Bulan

  • Upload
    ngotram

  • View
    215

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

1

INFORMASI HILAL SAAT MATAHARI TERBENAM KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M

PENENTU AWAL BULAN SHAFAR 1434 H

Keteraturan peredaran Bulan dalam mengelilingi Bumi juga Bumi dan Bulan dalam

mengelilingi Matahari memungkinkan manusia untuk mengetahui penentuan waktu. Salah satunya

adalah penentuan awal bulan Hijriah, yang didasarkan pada peredaran Bulan mengelilingi Bumi.

Penentuan awal bulan Hijriah ini sangat penting bagi umat Islam, misalnya dalam penentuan awal

tahun baru Hijriah, awal dan akhir shaum Ramadhan, hari raya Idul Fitri dan hari raya Idul Adha.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai institusi pemerintah yang

salah satu tupoksinya adalah pelayanan data tanda waktu tentu sangat berkepentingan dalam

penentuan awal bulan Hijriah ini. Untuk itu, BMKG menyampaikan Informasi Hilal saat Matahari

Terbenam, Kamis 13 Desember 2012 M: Penentu Awal Bulan Shafar 1434 H sebagai berikut.

1. Waktu Konjungsi (Ijtima’) dan Terbenam Matahari

Konjungsi geosentrik atau konjungsi atau ijtima’ adalah peristiwa ketika bujur ekliptika Bulan

sama dengan bujur ekliptika Matahari dengan pengamat diandaikan berada di pusat Bumi. Kejadian

ini akan kembali terjadi pada hari Kamis, 13 Desember 2012 M, pukul 8 : 42 UT atau pukul 15 : 42

WIB atau pukul 16 : 42 WITA atau pukul 17 : 42 WIT, yaitu ketika nilai bujur ekliptika Matahari

dan Bulan tepat sama 261,749o. Pada saat konjungsi tersebut, jarak sudut Matahari dan Bulan

(elongasi) adalah 2,287o. Elongasi ini lebih besar daripada jumlah semi diameter Bulan dan

Matahari pada saat tersebut, yaitu 0,549o. Periode sinodis Bulan sendiri terhitung sejak konjungsi

sebelumnya hingga konjungsi yang akan datang ini adalah 29 hari 10 jam 34 menit.

Waktu terbenam Matahari dinyatakan ketika bagian atas piringan Matahari tepat di horizon-

teramati. Keadaan ini bergantung pada berbagai hal, yang di antaranya adalah semi diameter

Matahari, efek refraksi atmosfer Bumi dan elevasi lokasi pengamat di atas permukaan laut (dpl).

Dalam perhitungan standar penentuan waktu terbenam Matahari, semi diameter Matahari dianggap

16’, efek refraksi atmosfer dianggap 34’ dan elevasi pengamat dianggap 0 meter dpl (Seidelmann,

1992). Berdasarkan hal ini Matahari terbenam di wilayah Indonesia pada tanggal 13 Desember 2012

paling awal terjadi pada pukul 17 : 51 WIT di Merauke dan paling akhir pada pukul 18 : 26 WIB di

Sabang.

Dengan memperhatikan waktu konjungsi dan Matahari terbenam, dapat dikatakan bahwa

konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam tanggal 13 Desember 2012 di wilayah Indonesia.

Dengan demikian, secara astronomis waktu pelaksanaan rukyat Hilal di wilayah Indonesia adalah

setelah Matahari terbenam tanggal 13 Desember 2012.

2

2. Data Hilal dan Matahari untuk Beberapa Kota di Indonesia

Pada Tabel tentang “Data Hilal dan Matahari saat Matahari Terbenam, Kamis, 13 Desember

2012 M: Penentu Awal Bulan Shafar 1434 H”, ditampilkan informasi astronomis Hilal dan

Matahari untuk beberapa kota di Indonesia saat Matahari terbenam tanggal 13 Desember 2012 M.

Informasi ini adalah informasi dasar penentu awal bulan Shafar 1434 H.

Pada tabel tersebut, sebagaimana penentuan waktu terbenam Matahari, waktu terbenam Bulan

dinyatakan saat bagian atas piringan Bulan tepat di horizon-teramati. Dalam perhitungan standar

waktu terbenam Bulan, efek refraksi atmosfer dianggap 34’, elevasi pengamat dianggap 0 meter dpl

dan semi diameter Bulan adalah nilainya pada saat tersebut (Seidelmann, 1992). Azimuth adalah

besar sudut yang dinyatakan dari titik Utara Geografis (True North) menyusuri bidang horizon ke

arah Timur dan seterusnya hingga ke posisi proyeksi benda langit di bidang horizon. Benda langit

yang dimaksud adalah Bulan atau Matahari. Tinggi Hilal dinyatakan sebagai ketinggian pusat

piringan Bulan dari horizon-teramati dengan elevasi pengamat dianggap 0 meter dpl dan efek

refraksi atmosfer standar telah diikutsertakan dalam perhitungan. Elongasi adalah jarak sudut antara

pusat piringan Bulan dan pusat piringan Matahari untuk pengamat dengan elevasi dianggap 0 meter

dpl dan efek refraksi atmosfer Bumi diabaikan. Sementara FI Bulan adalah fraksi illuminasi Bulan,

yaitu persentase perbandingan antara luas piringan Bulan yang tercahayai oleh Matahari dan

menghadap ke pengamat di permukaan Bumi dengan luas seluruh piringan Bulan. Dari tabel

tersebut dapat juga diperoleh informasi umur Bulan dan lag. Umur Bulan adalah selisih waktu

antara terbenam Matahari dengan waktu terjadinya konjungsi. Adapun lag adalah selisih waktu

terbenam Bulan dengan waktu terbenam Matahari.

Dalam perhitungan tinggi Bulan, efek tinggi lokasi pengamat di atas permukaan laut dapat

diikutsertakan dengan menggunakan persamaan (1) berikut, yaitu

daa 0 , (1)

dengan a adalah tinggi Bulan dari horizon-teramati dengan memperhitungkan efek tinggi lokasi

pengamat dan ao adalah tinggi Bulan dari horizon-teramati tanpa efek tinggi lokasi pengamat.

Adapun d pada persamaan (1) di atas adalah efek kerendahan horizon (dip) yang dinyatakan oleh1)

hd 02917,0 , (2)

dengan h adalah tinggi lokasi pengamat di atas permukaan laut dalam satuan meter.

Sebagai contoh untuk perhitungan di atas adalah ketinggian Bulan pada 13 Desember 2012

untuk pengamat di Pelabuhan Ratu dengan elevasi 52,685 meter dpl. Berdasarkan “Data Hilal dan

Matahari saat Matahari Terbenam, Kamis, 13 Desember 2012 M: Penentu Awal Bulan Ramadhan

1434 H” untuk lokasi Pelabuhan Ratu, diperoleh ao adalah -0,0646o. Berdasarkan persamaan (2) di

atas, nilai d adalah 0,2117o. Setelah hasil ini diterapkan pada persamaan (1) di atas, diperoleh nilai a

adalah 0,1471o. Dengan demikian, setelah memperhitungkan elevasinya, tinggi Bulan di Pelabuhan

Ratu dari horizon-teramati saat Matahari terbenam tanggal 13 Desember 2012 adalah 0o 8,83’.

Prosedur yang sama dapat dilakukan untuk lokasi lainnya.

3

3. Peta Ketinggian Hilal

Pada Gambar 1 ditampilkan peta ketinggian Hilal untuk pengamat di antara 60o LU sampai

dengan 60o LS saat Matahari terbenam di masing-masing lokasi pengamat di permukaan Bumi pada

tanggal 13 Desember 2012. Pada Gambar 1 tersebut ditampilkan pula ketinggian Hilal untuk

pengamat yang berada di Indonesia. Adapun peta ketinggian Hilal saat Matahari terbenam di

Indonesia pada tanggal 13 Desember 2012 tersebut lebih jelas dapat dilihat pada Gambar 2. Pada

kedua gambar tersebut, tinggi Hilal dinyatakan sebagai ketinggian pusat piringan Bulan dari

horizon-teramati dengan elevasi pengamat dianggap 0 meter dpl dan efek refraksi atmosfer standar

telah diikutsertakan dalam perhitungan. Sebagaimana terlihat pada Gambar 1, ketinggian Hilal 0o

saat Matahari terbenam tanggal 13 Desember 2012 melewati Samudra Pasifik, Asia bagian Selatan,

Afrika bagian Utara, Samudra Atlantik dan Amerika bagian Utara. Pada Gambar 2 terlihat

ketinggian Hilal di Indonesia saat Matahari terbenam pada 13 Desember 2012 berkisar antara -1,43o

sampai dengan 0,61o.

Gambar 1. Peta ketinggian Hilal tanggal 13 Desember 2012 untuk pengamat antara 60o LU s.d. 60o LS.

Gambar 2. Peta ketinggian Hilal tanggal 13 Desember 2012 untuk pengamat di Indonesia

4

4. Peta Elongasi

Pada Gambar 3 ditampilkan peta elongasi untuk pengamat di Indonesia saat matahari terbenam

tanggal 13 Desember 2012. Elongasi adalah jarak sudut antara pusat piringan Bulan dan pusat

piringan Matahari untuk pengamat dengan elevasi dianggap 0 meter dpl dan efek refraksi atmosfer

Bumi diabaikan. Sebagaimana terlihat pada Gambar 3, elongasi saat Matahari terbenam tanggal 13

Desember 2012 di Indonesia berkisar antara 2,23o sampai dengan 2,57o.

Gambar 3. Peta Elongasi tanggal 13 Desember 2012 untuk pengamat di Indonesia

5. Peta Umur Bulan

Pada Gambar 4 ditampilkan peta umur Bulan saat Matahari terbenam tanggal 13 Desember

2012. Umur Bulan adalah selisih waktu antara terbenam Matahari dengan waktu terjadinya

konjungsi. Sebagaimana terlihat pada Gambar 4, umur Bulan di Indonesia pada tanggal 13

Desember 2012 berkisar antara -0,02 jam sampai dengan 2,82 jam.

Gambar 4. Peta Umur Bulan tanggal 13 Desember 2012 untuk pengamat di Indonesia

5

6. Peta Lag

Pada Gambar 5 ditampilkan peta Lag untuk pengamat di Indonesia pada tanggal 13 Desember

2012. Lag adalah selisih waktu terbenam Bulan dengan waktu terbenam Matahari. Sebagaimana

terlihat pada gambar tersebut, selisih waktu terbenam Bulan dengan Matahari di Indonesia pada

tanggal 13 Desember 2012 berkisar antara -5,37 menit sampai dengan 4,36 menit.

Gambar 5. Peta Lag tanggal 13 Desember 2012 untuk pengamat di Indonesia

7. Peta Fraksi Illuminasi Bulan

Pada Gambar 6 ditampilkan peta Fraksi Illuminasi Bulan untuk pengamat di Indonesia pada

tanggal 13 Desember 2012. Fraksi Illuminasi Bulan adalah perbandingan antara luas piringan Bulan

yang tercahayai oleh Matahari dan menghadap ke pengamat di permukaan Bumi dengan luas

seluruh piringan Bulan. Sebagaimana terlihat pada Gambar 6, Fraksi Illuminasi Bulan pada tanggal

13 Desember 2012 berkisar antara 0,04 % sampai dengan 0,05 %.

Gambar 6. Peta Fraksi Illuminasi Bulan tanggal 13 Desember 2012 untuk pengamat di Indonesia

6

8. Objek Astronomis Lainnya yang Berpotensi Mengacaukan Rukyat Hilal

Dalam perencanaan rukyat Hilal, perlu diperkirakan juga objek-objek astronomis selain Hilal

dan Matahari yang posisinya berdekatan dengan Bulan dan kecerlangannya tidak berbeda jauh

dengan Hilal atau lebih lebih cerlang daripada Hilal. Objek astronomis ini bisa berupa planet,

misalnya Venus atau Merkurius, atau berupa bintang yang cerlang, seperti Sirius. Adanya objek

astronomis lainnya ini berpotensi menjadikan pengamat untuk menganggapnya sebagai Hilal.

Pada tanggal 13 Desember 2012, sejak Matahari terbenam hingga Bulan terbenam di Indonesia,

tidak ada objek astronomis lainnya yang jarak sudutnya kurang dari 5o dari Bulan.

Referensi

Seidelmann P.K. (Ed.) (1992), Explanatory Supplement to the Astronomical Almanac,

University Science Books, Mill Valley, CA.

Informasi Lanjut

Sub Bidang Gravitasi dan Tanda Waktu BMKG

Gedung Operasional Baru Lantai 3

Jl. Angkasa I No. 2 Kemayoran, Jakarta 10720

Telepon : (021) 4246321 ext. 3309

situs : http://www.bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Geofisika/Tanda_Waktu/

surat-e : [email protected]

KONJUNGSI / IJTIMA':KAMIS, 13 DESEMBER 2012 M, PUKUL 15 : 42 WIB

o ' o ' j m j m o ' o ' o ' o ' %1 SABANG 95 21.00 BT 5 54.00 LU 18 : 26 WIB 18 : 31 WIB 246 46.45 248 54.02 0 35.76 2 20.65 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.042 BANDA ACEH 95 45.00 BT 5 31.00 LU 18 : 26 WIB 18 : 30 WIB 246 47.08 248 55.55 0 34.46 2 20.86 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.043 MEULABOH 96 7.00 BT 4 11.00 LU 18 : 26 WIB 18 : 30 WIB 246 48.72 249 0.14 0 32.02 2 22.45 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.044 GUNUNG SITOLI 97 42.30 BT 1 10.00 LU 18 : 25 WIB 18 : 29 WIB 246 49.48 249 7.32 0 24.72 2 25.49 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.045 MEDAN 98 40.60 BT 3 33.70 LU 18 : 17 WIB 18 : 21 WIB 246 49.23 249 2.20 0 25.94 2 21.35 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.046 SIBOLGA 98 53.70 BT 1 33.10 LU 18 : 20 WIB 18 : 23 WIB 246 49.62 249 6.66 0 22.80 2 24.03 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.047 PADANG 100 21.30 BT 0 53.00 LS 18 : 18 WIB 18 : 21 WIB 246 47.68 249 9.40 0 16.38 2 26.44 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.058 PEKANBARU 101 26.70 BT 0 27.70 LU 18 : 11 WIB 18 : 14 WIB 246 49.10 249 8.17 0 16.06 2 23.79 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.049 JAMBI 103 38.30 BT 1 38.10 LS 18 : 6 WIB 18 : 8 WIB 246 46.57 249 9.22 0 8.58 2 25.34 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.04

10 BENGKULU 102 20.30 BT 3 51.80 LS 18 : 15 WIB 18 : 17 WIB 246 41.66 249 8.53 0 7.90 2 29.33 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.0511 PALEMBANG 104 42.10 BT 2 54.20 LS 18 : 4 WIB 18 : 6 WIB 246 44.07 249 8.72 0 4.53 2 26.49 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.0512 BANDAR LAMPUNG 105 14.40 BT 5 14.40 LS 18 : 6 WIB 18 : 7 WIB 246 37.54 249 5.94 0 -0.13 2 29.45 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.0513 BATAM 104 6.80 BT 1 7.10 LU 18 : 0 WIB 18 : 2 WIB 246 49.52 249 7.28 0 11.51 2 21.26 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.0414 TANJUNG PINANG 104 31.80 BT 0 55.00 LU 17 : 58 WIB 18 : 0 WIB 246 49.42 249 7.53 0 10.38 2 21.30 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.0415 RANAI 108 27.00 BT 3 50.00 LU 17 : 38 WIB 17 : 39 WIB 246 49.14 249 2.48 0 6.27 2 15.68 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.0416 PANGKAL PINANG 106 8.40 BT 2 8.70 LS 17 : 57 WIB 17 : 59 WIB 246 45.67 249 8.79 0 2.72 2 24.65 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.0417 TANJUNG PANDAN 107 45.20 BT 2 45.10 LS 17 : 52 WIB 17 : 53 WIB 246 44.44 249 8.22 0 -1.48 2 24.68 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.0418 MERAK 106 0.00 BT 5 56.00 LS 18 : 4 WIB 18 : 5 WIB 246 35.13 249 4.40 0 -2.76 2 29.99 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.0519 PANDEGLANG 106 6.00 BT 6 18.00 LS 18 : 4 WIB 18 : 5 WIB 246 33.75 249 3.57 0 -3.54 2 30.45 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.0520 SERANG 106 9.00 BT 6 6.00 LS 18 : 4 WIB 18 : 5 WIB 246 34.51 249 4.00 0 -3.32 2 30.14 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.0521 RANGKAS BITUNG 106 14.00 BT 6 22.00 LS 18 : 4 WIB 18 : 5 WIB 246 33.50 249 3.38 0 -3.92 2 30.46 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.0523 JAKARTA 106 50.47 BT 6 9.31 LS 18 : 1 WIB 18 : 2 WIB 246 34.31 249 3.64 0 -4.82 2 29.83 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.0524 PELABUHAN RATU 106 33.46 BT 7 1.74 LS 18 : 4 WIB 18 : 5 WIB 246 30.84 249 1.63 0 -3.87 2 31.21 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.0525 BANDUNG 107 35.00 BT 6 54.00 LS 18 : 0 WIB 18 : 0 WIB 246 31.39 249 1.58 0 -7.51 2 30.47 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.0526 LEMBANG 107 36.96 BT 6 49.55 LS 17 : 59 WIB 18 : 0 WIB 246 31.69 249 1.76 0 -5.69 2 30.34 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.0527 SEMARANG 110 22.80 BT 6 59.00 LS 17 : 49 WIB 17 : 49 WIB 246 31.07 249 0.30 0 -13.37 2 29.23 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.0528 YOGYAKARTA 110 26.00 BT 7 47.00 LS 17 : 50 WIB 17 : 50 WIB 246 27.60 248 57.91 0 -14.76 2 30.29 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.0529 PANGGUNG REJO 112 13.00 BT 8 20.00 LS 17 : 44 WIB 17 : 43 WIB 246 25.06 248 55.31 0 -19.33 2 30.29 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0530 TANJUNG KODOK 112 21.00 BT 6 52.00 LS 17 : 40 WIB 17 : 40 WIB 246 31.57 248 59.88 0 -17.25 2 28.30 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0531 NGLIYEP 112 26.00 BT 8 21.00 LS 17 : 43 WIB 17 : 42 WIB 246 24.98 248 55.15 0 -19.81 2 30.23 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0532 PRAPAT,BAWEAN 112 35.00 BT 5 48.00 LS 17 : 38 WIB 17 : 38 WIB 246 35.68 249 2.51 0 -16.06 2 26.82 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0533 SURABAYA 112 47.10 BT 7 23.00 LS 17 : 40 WIB 17 : 39 WIB 246 29.40 248 58.19 0 -18.98 2 28.82 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0534 PASIBAN 113 20.00 BT 8 20.00 LS 17 : 39 WIB 17 : 38 WIB 246 25.07 248 54.82 0 -21.65 2 29.88 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0535 AMBAT,PAMEKASAN 113 25.00 BT 7 13.00 LS 17 : 37 WIB 17 : 36 WIB 246 30.12 248 58.45 0 -20.02 2 28.39 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0536 TERANGULASI 114 22.00 BT 8 40.00 LS 17 : 36 WIB 17 : 35 WIB 246 23.45 248 53.13 0 -24.36 2 29.98 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0537 PONTIANAK 109 24.50 BT 0 8.60 LS 17 : 41 WIB 17 : 42 WIB 246 48.65 249 8.18 0 -1.10 2 20.51 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.0438 SINTANG 111 28.60 BT 0 3.90 LS 17 : 32 WIB 17 : 33 WIB 246 48.75 249 7.99 0 -5.24 2 19.74 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.04

DATA HILAL DAN MATAHARI PADA SAAT MATAHARI TERBENAMKAMIS, 13 DESEMBER 2012 M

PENENTU AWAL BULAN SHAFAR 1434 H

AZIMUTH FI BULANBULAN

POSISI BULAN RELATIFTERHADAP MATAHARI (ELONGASI)MATAHARI BULANBUJUR

TINGGINO NAMA LOKASI

POSISI LOKASI WAKTU TERBENAMLINTANG MATAHARI BULAN

39 PANGKALAN BUN 111 43.00 BT 2 41.00 LS 17 : 36 WIB 17 : 36 WIB 246 44.63 249 7.51 0 -9.52 2 23.04 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.0440 PALANGKA RAYA 113 56.60 BT 2 13.60 LS 17 : 26 WIB 17 : 26 WIB 246 45.60 249 7.45 0 -13.46 2 21.86 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.0441 MUARATEWE 114 42.00 BT 0 39.00 LS 17 : 20 WIB 17 : 20 WIB 246 48.13 249 7.86 0 -12.75 2 19.75 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.0442 BANJARMASIN 114 45.20 BT 3 26.30 LS 18 : 25 WITA 18 : 25 WITA 246 42.90 249 6.11 0 -16.95 2 23.21 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0443 TENGGARONG 116 59.92 BT 0 26.59 LS 18 : 11 WITA 18 : 11 WITA 246 48.40 249 7.64 0 -17.25 2 19.24 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0444 SAMARINDA 117 8.00 BT 0 26.00 LS 18 : 10 WITA 18 : 10 WITA 246 48.41 249 7.63 0 -17.52 2 19.22 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0445 TANJUNG REDEP 117 32.00 BT 2 15.00 LU 18 : 4 WITA 18 : 4 WITA 246 49.89 249 5.95 0 -14.58 2 16.06 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.0446 TARAKAN 117 34.10 BT 3 19.70 LU 18 : 2 WITA 18 : 2 WITA 246 49.57 249 4.36 0 -13.18 2 14.81 Bulan di sebelah Utara - Atas Matahari 0.0447 JEMBRANA 114 35.00 BT 8 23.00 LS 18 : 34 WITA 18 : 33 WITA 246 24.84 248 54.08 0 -24.35 2 29.54 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0548 TABANAN 115 2.00 BT 8 29.00 LS 18 : 33 WITA 18 : 32 WITA 246 24.36 248 53.52 0 -25.46 2 29.54 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0549 BULELENG 115 5.00 BT 8 8.00 LS 18 : 32 WITA 18 : 31 WITA 246 26.04 248 54.76 0 -24.99 2 29.08 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0550 DENPASAR 115 10.20 BT 8 40.70 LS 18 : 32 WITA 18 : 31 WITA 246 23.41 248 52.72 0 -26.06 2 29.75 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0551 BADUNG 115 13.00 BT 8 37.00 LS 18 : 32 WITA 18 : 31 WITA 246 23.71 248 52.94 0 -26.06 2 29.66 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0552 GIANYAR 115 20.00 BT 8 31.00 LS 18 : 31 WITA 18 : 30 WITA 246 24.20 248 53.26 0 -26.14 2 29.50 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0553 BANGLI 115 22.00 BT 8 27.00 LS 18 : 31 WITA 18 : 30 WITA 246 24.53 248 53.49 0 -26.10 2 29.41 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0554 KLUNGKUNG 115 25.00 BT 8 32.00 LS 18 : 31 WITA 18 : 30 WITA 246 24.12 248 53.16 0 -26.34 2 29.50 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0555 KARANGASEM 115 31.00 BT 8 26.00 LS 18 : 31 WITA 18 : 30 WITA 246 24.61 248 53.49 0 -26.39 2 29.34 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0556 MATARAM 116 6.10 BT 8 33.70 LS 18 : 28 WITA 18 : 27 WITA 246 23.99 248 52.74 0 -27.84 2 29.36 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0557 SUMBAWA BESAR 117 25.00 BT 8 26.00 LS 18 : 23 WITA 18 : 22 WITA 246 24.63 248 52.64 0 -30.43 2 28.90 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0558 BIMA 118 41.50 BT 8 32.60 LS 18 : 18 WITA 18 : 16 WITA 246 24.11 248 51.65 0 -33.35 2 28.82 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0559 WAINGAPU 120 18.10 BT 9 40.20 LS 18 : 14 WITA 18 : 12 WITA 246 18.30 248 46.13 0 -38.73 2 29.97 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0560 KUPANG 123 39.80 BT 10 10.60 LS 18 : 1 WITA 17 : 58 WITA 246 15.51 248 42.02 0 -47.10 2 30.39 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0561 KOTAMOBAGU 124 22.00 BT 0 45.00 LU 17 : 39 WITA 17 : 38 WITA 246 49.54 249 7.05 0 -31.27 2 18.59 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0462 MANADO 124 55.50 BT 1 32.80 LU 17 : 36 WITA 17 : 34 WITA 246 49.89 249 6.72 0 -31.33 2 17.92 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0463 TONDANO 124 56.00 BT 1 18.00 LU 17 : 36 WITA 17 : 35 WITA 246 49.81 249 6.85 0 -31.70 2 18.18 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0464 BITUNG 125 13.00 BT 1 26.00 LU 17 : 35 WITA 17 : 33 WITA 246 49.86 249 6.79 0 -32.13 2 18.13 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0465 TAHUNA 125 32.00 BT 3 10.00 LU 17 : 30 WITA 17 : 29 WITA 246 49.73 249 5.24 0 -30.32 2 16.47 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0466 MIANGAS 125 35.00 BT 5 33.00 LU 17 : 26 WITA 17 : 25 WITA 246 47.34 249 0.87 0 -27.09 2 14.12 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0467 KENDARI 122 24.80 BT 4 5.10 LS 17 : 55 WITA 17 : 54 WITA 246 41.26 249 3.27 0 -34.30 2 23.48 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0468 LUWUK 122 46.20 BT 1 2.40 LS 17 : 49 WITA 17 : 47 WITA 246 47.69 249 6.91 0 -30.44 2 20.17 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0469 PALU 119 54.50 BT 0 54.90 LS 18 : 0 WITA 17 : 59 WITA 246 47.84 249 7.28 0 -24.09 2 19.75 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0470 TOLI-TOLI 120 47.60 BT 1 7.40 LU 17 : 53 WITA 17 : 52 WITA 246 49.70 249 6.99 0 -23.03 2 17.53 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0471 MAJENE 119 0.00 BT 2 30.00 LS 18 : 6 WITA 18 : 5 WITA 246 45.10 249 6.34 0 -24.50 2 21.58 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0472 MAKASSAR 119 32.90 BT 5 3.50 LS 18 : 8 WITA 18 : 7 WITA 246 38.29 249 2.03 0 -29.60 2 24.56 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0473 GORONTALO 122 51.10 BT 0 38.20 LU 17 : 45 WITA 17 : 44 WITA 246 49.45 249 7.13 0 -28.14 2 18.38 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0474 TERNATE 127 22.90 BT 0 49.80 LU 18 : 27 WIT 18 : 25 WIT 246 49.61 249 6.95 0 -37.82 2 19.46 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0475 AMBON 128 5.00 BT 3 42.00 LS 18 : 32 WIT 18 : 29 WIT 246 42.37 249 2.66 0 -46.46 2 24.19 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0476 SAUMLAKI 131 18.00 BT 7 59.00 LS 18 : 27 WIT 18 : 23 WIT 246 26.91 248 48.41 -1 1.33 2 29.41 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0577 TUAL 132 44.00 BT 5 40.00 LS 18 : 17 WIT 18 : 13 WIT 246 36.36 248 56.34 -1 0.84 2 27.81 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0578 SORONG 131 17.00 BT 0 54.00 LS 18 : 14 WIT 18 : 12 WIT 246 47.98 249 6.07 0 -49.44 2 22.80 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0479 FAK FAK 132 14.00 BT 2 56.00 LS 18 : 14 WIT 18 : 11 WIT 246 44.29 249 3.23 0 -55.01 2 25.11 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0480 MANOKWARI 134 3.00 BT 0 53.00 LS 18 : 3 WIT 18 : 0 WIT 246 48.03 249 5.79 0 -56.03 2 24.28 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0481 BIAK 136 6.20 BT 1 11.00 LS 17 : 56 WIT 17 : 52 WIT 246 47.62 249 5.24 -1 1.59 2 25.82 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0582 TIMIKA 136 53.00 BT 4 32.00 LS 17 : 58 WIT 17 : 54 WIT 246 40.11 248 58.46 -1 9.34 2 29.04 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0583 MERAUKE 140 25.00 BT 8 31.00 LS 17 : 51 WIT 17 : 46 WIT 246 24.47 248 42.03 -1 26.03 2 34.39 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.0584 JAYAPURA 140 31.00 BT 2 34.00 LS 17 : 40 WIT 17 : 36 WIT 246 45.18 249 2.36 -1 15.39 2 30.08 Bulan di sebelah Utara - Bawah Matahari 0.05