ii - .B. Keanekaragaman Hayati pada Beberapa Tingkatan 11 C. Kekayaan Keanekaragaman Hayati Indonesia

  • View
    230

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of ii - .B. Keanekaragaman Hayati pada Beberapa Tingkatan 11 C. Kekayaan Keanekaragaman Hayati...

ii Modul Pelatihan

MODUL PELATIHAN

Penyusun Modul :Ani MardiastutiYeni A. Mulyani

November 2013, Cetakan PertamaXi + 64 halaman

Pengelolaan KeaneKaragaman Hayati

Modul ini disusun atas dasar pembelajaran dari salah satu kegiatan pelatihan yang difasilitasi oleh Proyek Penguatan Pengelolaan Hutan dan DAS dan Berbasis Masyarakat/Strengthening Community-Based Forest and Watershed Management (SCBFWM) Project in Indonesia. SCBFWM merupakan proyek kerjasama Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial (BPDASPS) Kementerian Kehutanan dengan UNDP Indonesia dengan dana hibah dari Global Environment Facilites (GEF)

Diterbitkan Oleh :Direktorat Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan DASDitjen Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial - Kementerian Kehutanan Gd. Manggala Wanabakti, Blok I Lt.I3Jl. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta 10270Telp : 021 5730151Fax : 0215731839

Didukung Oleh :Strengthening Community-Based Forest and Watershed Management Project (SCBFWM)Proyek Penguatan Pengelolaan Hutan dan DAS Berbasis MasyarakatEmail : info@scbfwm.orgWebsite : www.scbfwm.org

PERPUSTAKAAN NASIONAL : KATALOG DALAM TERBITANISBN : 978-602-14678-0-0

iiiPengelolaan Keanekaragaman Hayati

KAtA PengAntAr

Direktur PEPDAS, Kementerian KehutananSekaligus SebagaiNational Project Director (NPD) SCBFWM

Pengelolaan daS terpadu antara lain menggunakan pendekatan pengelolaan ekosistem secara lestari. Ekosistem DAS merupakan sistem yang kompleks karena mencakup berbagai komponen salah satunya adalah keanekaragaman hayati. Namun demikian, tampaknya pengetahuan tentang keanekaragaman hayati ini masih terbatas pada staf yang menangani konservasi alam, khususnya staf pada Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam padahal saat ini banyak upaya yang perlu dilakukan untuk mengelola keanekaragaman hayati di luar kawasan konservasi, termasuk pada kawasan budidaya.

Modul Pelatihan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati ini disusun atas dasar pembelajaran dari kegiatan pelatihan yang difasilitasi oleh Proyek Penguatan pengelolaan Hutan dan DAS Berbasis Masyarakat/Strengthening Community-Based Forest and Watershed Management (SCBFWM) yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial dalam periode 2009-2014 di enam Propinsi. Modul ini dapat digunakan sebagai bahan ajar dan bahan bacaan untuk pelatihan yang dirancang selama 30 jam atau sebagai bahan pembelajaran mandiri. Modul ini dirancang untuk digunakan oleh staf Direk- torat Jenderal Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial (BPDASPS) yang da- lam tugas kesehariannya selama ini belum/jarang bersinggungan dengan issue keanekaragaman hayati atau oleh pihakpihak lain yang memerlukan pengetahuan tentang keanekaragaman hayati secara umum.

Atas selesainya Modul ini, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penulisannya dan semoga buku ini bermanfaat untuk pembacanya.

iv Modul Pelatihan

DAFtAr ISI

KATA PENGANTAR iiiDAFTAR ISI ivDAFTAR TABEL viDAFTAR GAMBAR viDAFTAR BOX vi

Pendahuluan 1Latar BelakangA. 1Maksud dan tujuanB. 1Penggunaan ModulC. 2Pengguna ModulD. 2Sistematika Muatan ModulE. 2SilabusF. 3Pengertian dan IstilahG. 4

BAGIAN I: MEMAHAMI KEANEKARAGAMAN HAYATI 9LEMBAR INFORMASI 10

Definisi Keanekaragaman HayatiA. 10Keanekaragaman Hayati pada Beberapa TingkatanB. 11Kekayaan Keanekaragaman Hayati IndonesiaC. 13Kekayaan Keanekaragaman Hayati di DAS dan Kawasan BudidayaD. 14Rangkuman Substansi 15lembar Penugasan 15lembar evaluasi 15Apa yang Dapat Kita Lakukan Bersama? 16

BAGIAN II: PERLUNYA MENGELOLA KEANEKARAGAMAN HAYATI 17LEMBAR INFORMASI 18

Sejarah Singkat Pengelolaan Keanekaragaman Hayati di IndonesiaA. 18Fungsi dan Manfaat Keanekaragaman HayatiB. 29Ancaman Utama terhadap Keanekaragaman HayatiC. 23Rangkuman Substansi 29

vPengelolaan Keanekaragaman Hayati

lembar Penugasan 29lembar evaluasi 29Apa yang Dapat Kita Lakukan Bersama? 30

BAGIAN III: BAGAIMANA MENGELOLA KEANEKARAGAMAN HAYATI - KONSERVASI

31

LEMBAR INFORMASI 32Konservasi In-SituA. 32Konservasi Eks-SituB. 36Kegiatan yang Dapat Dilakukan di DAS dan Kawasan BudidayaC. 38Rangkuman Substansi 43lembar Penugasan 43lembar evaluasi 43Apa yang Dapat Kita Lakukan Bersama? 44

BAGIAN IV: BAGAIMANA MENGELOLA KEANEKARAGAMAN HAYATI - KEBIJAKAN

45

LEMBAR INFORMASI 46Perumusan KebijakanA. 46Rangkuman Substansi 51lembar Penugasan 51lembar evaluasi 51Apa yang Dapat Kita Lakukan Bersama? 51

BAGIAN III BAGAIMANA MENGELOLA KEANEKARAGAMAN HAYATI - SUMBERDAYA MANUSIA

53

LEMBAR INFORMASI 54Penyadartahuan Publik dan KampanyeA. 54Pendidikan lingkungan hidupB. 56Jejaring InternasionalC. 58Rangkuman Substansi 61lembar Penugasan 62lembar evaluasi 62Apa yang Dapat Kita Lakukan Bersama? 62

PenutuP 63

vi Modul Pelatihan

DAFtAr tABeL1 Materi yang disajikan dalam Modul Konservasi Keanekaragaman

Hayati3

2 Beberapa ide untuk melakukan pengelolaan keanekaragaman hayati di DAS dan kawasan budidaya

31

DAFtAr gAMBAr1 Sistematika muatan Modul Pengelolaan Keanekaragaman Hayati 2

DAFtAr BOX1 Beberapa definisi keanekaragaman hayati. 82 Statistik keanekaragaman spesies Indonesia. 113 Koleksi plasma nutfah pisang di Yogyakarta 164 Kerugian banjir di Lamongan 185 Invasi populasi kelinci dan rubah di Australia. 206 Pencemaran di Sungai Brantas, Jawa Timur 267 Definisi beberapa tipe kawasan konservasi menurut UU no. 5 tahun

199027

8 Jumlah dan luas kawasan konservasi Indonesia. 279 Daftar 50 Taman Nasional di Indonesia 28

10 Kategori IUCN untuk pembentukan kawasan konservasi 2911 TIpe-tipe Lembaga Konservasi Eks-Situ di Indonesia 3012 Inisiatif Satoyama: Mencari keharmonisan manusia dan lingkungan-

nya32

13 Capung jarum sebagai bioindikator ekosistem perairan 3314 Perburuan liar terhadap harimau sumatera. 3915 Kampanye Go Green 4316 Kampanye penyelamatan hutan Aceh 4317 Sejarah pendidikan konservasi di indonesia 45

`

1Pengelolaan Keanekaragaman Hayati

PenDAHuLuAn

Latar BelakangA. Indonesia merupakan salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia dan

dikenal sebagai negara mega-biodiversity, mengingat tingginya keanekaragaman hayati yang dapat ditemukan di seluruh negara. Keanekaragaman hayati yang tinggi tersebut merupakan kekayaan alam luar biasa dan dapat memberikan manfaat serba guna, jika kita dapat mengelolanya dengan baik.

Pengetahuan tentang keanekaragaman hayati dan pengelolaan yang lestari sesungguhnya diperlukan untuk semua pihak, termasuk seluruh staf di Kemen-terian Kehutanan, yang merupakan salah satu Kementerian yang diberi mandat untuk mengelola keanekaragaman hayati Indonesia. Namun demikian, tampak-nya pengetahuan tentang keanekaragaman hayati ini masih terbatas pada staf yang menangani konservasi alam, khususnya staf pada Direktorat Jenderal Per-lindungan Hutan dan Konservasi Alam. Hal ini barangkali karena permasalahan keanekaragaman hayati dianggap hanya dilakukan di kawasan konservasi. Pada-hal, saat ini banyak upaya yang perlu dilakukan untuk mengelola keanekaraga-man hayati di luar kawasan konservasi, termasuk pada kawasan budidaya.

Maksud dan tujuanB. Modul ini dibuat dengan maksud untuk memberikan informasi yang diper-

lukan bagi para staf (dan pihak lain yang memerlukan) tentang keanekaragaman hayati, khususnya pegawai yang berkaitan dengan kegiatan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS), sehingga diperoleh pengetahuan yang cukup untuk men-gelola keanekaragaman hayati di lokasi yang dikelolanya. Adapun tujuan pem-buatan modul ini adalah:

Memberikan informasi dan pemahaman tentang kenakaragaman hayati se-(1) cara umum;

2 Modul Pelatihan

Mengenali permasalahan dan ancaman yang terjadi di Indonesia;(2) Mengenali beberapa pendekatan yang dilakukan dalam mengelola keaneka-(3) ragaman hayati pada skala nasional; Memberikan panduan singkat tentang bagaimana pada pesera turut serta (4) dalam mengelola keanekaragaman hayati.

Penggunaan ModulC. Modul Pengelolaan Keanekaragaman Hayati ini dapat digunakan sebagai

bahan ajar dan bahan bacaan untuk pelatihan yang dirancang selama 30 jam. Jika pelatihan tidak tersedia, maka Modul ini dapat pula dipakai sebagai bahan pembelajaran mandiri.

Pengguna ModulD. Modul ini dirancang untuk digunakan oleh:

Staf Kementerian Kehutanan yang dalam tugas kesehariannya selama ini be-lum/jarang bersinggungan dengan issue keanekaragaman hayati, khususnya staf Direktorat Jenderal Bina Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial (BP-DASPS);Pihakpihak lain yang memerlukan pengetahuan tentang keanekaragaman hayati secara umum.

Sistematika Muatan Module. Modul ini pada dasarnya terdiri dari bagian yang memuat tentang lembar

informasi berbagai topik yang terkait silabus konservasi keanekaragaman hayati, lembar informasi, lembar penugasan dan lembar evaluasi untuk masing-masing topik. Secara sistematis, modul ini terdiri dari 3 bagian utama, yakni (1) mem-bangun pemahaman tentang keanekaragaman hayati, (2) alasan diperlukannya pengelolaan keanekaragaman hayati, dan (3) bagaimana mengelola keaneka-ragaman hayati. Hubungan antara satu bagian dengan lainnya disajikan dalam gambar berikut ini.

3Pengelolaan Keanekaragaman Hayati

Gambar 1. Sistematika muatan Modul Pengelolaan Keanekaragaman Hayati.

SilabusF. Modul Konservasi Keanekaragaman Hayati membahas seperti tertera pada

Tabel 1. Tabel 1. Materi yang disajikan dalam Modul Konservasi Keanekaragaman Hayati.

no Materi Jumlah Jam1 Mem