Humerus Forearm

  • View
    242

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

referat

Text of Humerus Forearm

  • Fraktur Humeral Proksimal

  • Anatomi Humerus (arm bone) tulang terpanjang dan terbesar dari ekstremitas superior.Bersendi pada bagian proksimal dengan skapula dan pada bagian distal bersendi pada siku lengan dengan dua tulang, ulna dan radius.3 ujung proksimal humerus memiliki bentuk kepala bulat (caput humeri) yang bersendi dengan kavitas glenoidalis dari scapula untuk membentuk articulatio gleno-humeri. Collum chirurgicum merupakan suatu penyempitan humerus pada bagian distal dari kedua tuberculum, dimana caput humeri perlahan berubah menjadi corpus humeri. Bagian tersebut dinamakan collum chirurgicum karena fraktur sering terjadi pada bagian ini.

  • KlasifikasiSalter-Harris:SH I 0-5 tahunSH II >11 tahunSH III, IV JarangFraktur metafisis:5-11 tahun

  • Proximal Humeral Physeal Fractures Neer Horowitz Classificationgrade I< 5 mmgrade II< 1/3 shaft widthgrade III< 2/3 shaft widthgrade IV> 2/3 shaft width

  • Remodeling paling baik untuk dilakukan & mobilisasi bahu dapat mengimbangi deformitas yang masih ada. Pilihan terapi:Manipulasi dan imobilisasi menggunakan sling & balutan tertutup dan pinning percutaneous. Tidak ada perbaikan gejala hanya dengan menggunakan sling & swathe.

  • TerapiSebagian besar terapi dilakukan dengan close reduksi Jika pergeseran terlihat jelas, sebaiknya dilakukan close reduksi dan imobilisasi Syarat dilakukan close reduksi dan pinning, open reduksi untuk fraktur dengan pergeseran yang signifikan (> Neer II) pada usia lanjut, maupun displacement berulang.

  • J Bone Joint Surg Am. 1969;51:289-297.THOMAS B. DAMERON, JR. and DONALD B. REIBEL

  • Proximal Humerus Acceptable Alignmentgreat remodeling potential 80% of humeral length contributed by proximal physisshoulder ROM compensatoryage dependent? some studies state that even older adolescents have acceptable functional outcomes after nonoperative treatment of prox humerus fxs

  • Early Healing Noted 3 Weeks after Closed Reduction in Adolescentinitial film3 weeks after closed reduction

  • Metaphyseal Fracture

  • Remodeling over 6 Months

  • Pinning Proximal Humerususually dont need tomost recent studies quote high complication rates (pin migration, infection)if used leave pins long and bend outside skin, consider threaded tip pinseven in older adolescents remodeling occursfew functional deficits

  • Percutaneous Pinningmay lead to pin migration

  • Pinning bend pins to prevent migration threaded tips

  • Komplikasi malunion with loss of shoulder ROM rarely functionally significantshortening up to 3 -4 cm seemingly well toleratedneurologic & vascular compromise less common than in adults

  • Humeral ShaftFraktur ini adalah fraktur yang sering terjadi. 60% kasus adalah fraktur sepertiga tengah diafisis, 30% fraktur sepertiga proximal diafisis dan 10% sepertiga distal diafisis.Gejala klinis pada jenis fraktur ini adalah nyeri, bengkak, deformitas, dan dapat terjadi pemendekan tulang pada tangan yang fraktur. Pemeriksaan neurovaskuler adalah penting dengan memperhatikan fungsi nervus radialis. Pada kasus yang sangat bengkak, pemeriksaan neurovaskuler diindikasikan untuk mengenali tanda-tanda dari sindroma kompartemen.

  • Humeral Shaft Fractures in Childrenneonatus - birth traumabirth- 3th - non-accidental trauma3-12th - fraktur patologi (benign tumor atau kista)>12th - treatment seperti dewasa

  • Deskripsi klasifikasi fraktur shaft humerus :Fraktur terbuka atau tertutupLokasi : sepertiga proksimal, sepertiga tengah, sepertiga distalDerajat : dengan pergeseran atau tanpa pergeseranKarakter : transversal, oblique, spiral, segmental, komunitifKondisi intrinsik dari tulangEkstensi artikular

  • Pathologic Humeral Fracture - UBCfallen leaf sign & also pseudosubluxation inferiorly

  • Humeral Shaft Fractures- TreatmentBiasanya menggunakan closed methodssling dan swathecoaptation splintfracture bracinghanging arm cast

  • Shoulder Immobilization- Coaptation Splint

  • ElbowSangat sering hampir 65% pada trauma pediatriRadiographic assessment sulit bagi non-orthopaedists, karena begitu kompleks dan variabilitas anatomi physealPemeriksaan fisik sangat penting trauma neurovaskluar dapat terjadi sebelum dan setelah dilakukan reduksiCompartment syndromes jarang pada trauma elbow namun dapat terjadi

  • Anak biasanya tidak dapat menggerakkan sikunya jika terjadi frakturTerdapat bengkak, kecuali fraktur non-displacePemeriksaan vaskular harus dilakukan, terutama pada fraktur suprakondiler.Pemeriksaan neurologi penting kemungkinan ada trauma saraf.Palpasi lengan atas dan lengan bawah untuk mencari tanda kompartemen sindromPemeriksaan radiologi dengan posisi AP-lateral atau Oblique, meskipun akan sulit memposisikann ekstremitas

  • Radiologi Baumanns angle garis perpendicular ke axis humerus,dan melewati kapitelum physismedial impaksi dan posisi varus reduces Baumans angle-Baumann E. Beitrage zur Kenntnis der Frakturen am Ellbogengelenk: Unter besonderer Berucksichtigung der Spatfolgen. I. Allgemeines und Fractura supra condylica. Beitr Klin Chir 1929;146:1-50.-Mohammad. The Baumann angle in supracondylar fractures of the distal humerus in children. J Pediatr Orthop. 1999;19:6569.

  • Angulasi kapitelum 30oDistal humerus menyerupaihockey stick.Elbow FracturesRadiograph Anatomy/Landmarks

  • Physis dari capitellum melebar ke posterior dibandingkan dengan physis anteriorWiderElbow FracturesRadiograph Anatomy/Landmarks

  • Garis Radiocapitellar memotong capitellum disemua sudut pandangBiasakan untuk mengevaluasi garis ini pada semua film pediatric elbowElbow FracturesRadiograph Anatomy/Landmarks

  • Supracondylar Humerus FracturesFraktur elbow paling sering 60%Disebabkan jatuh dengan posisi tangan terulurLigamentum yang lemah dan hiperekstensi siku faktor mekanik yang pentingMungkin berhubungan dengan radius distal atau fraktur lengan bawahOmid. Supracondylar Humeral Fractures in Children. J Bone Joint Surg. 2008;90:1121.

  • Supracondylar Humerus FracturesClassificationType 1Non-displacedType 2Angulated/displaced fracture with intact posterior cortexType 3Complete displacement, with no contact between fragmentsGartland. Management of supracondylar fractures of the humerus in children. Surg Gynecol Obstet. 1959;109:145-54.

  • Type 1Non-displacednon- displaced fracture (Red Arrow)

    posterior fat pad (Yellow Arrows)-Skaggs. The posterior fat pad sign in association with occult fracture of the elbow in children. J Bone Joint Surg Am. 1999;81:1429. -Bohrer. The fat pad sign following elbow trauma. Its usefulness and reliability in suspecting invisible fractures. Clin Radiol. 1970;21:90.

  • type 2 fraktur akan mengenai sisi medialLeads to varus angulation

    Malposisi varus harus diperhatikanGunakan valgus force untuk realignmentType 2Angulasi/displaced fraktur dengan korteks posterior utuh

  • Type 3Complete displacement, tanpa contact antara fragments

  • Type 1 FracturesImmobilization 3 weeks, dalam keadaan fleksi 90oJika terdapat bengkak yang sangat jelas, jangan ditekuk hingga 90o hingga bengkak berkurangSupracondylar Humerus Fractures Treatment

  • Supracondylar Humerus Fractures TreatmentType 2 Fractures: Posterior AngulationMinimally displaced (garis anterior humeral hampir melewati sebagian capitellum)Immobilisasi 3 minggu. Close follow-up pentingDisplaced (garis anterior humeral melewati capitellum)Reduksi mungkin diperlukanFitzgibbons. Predictors of failure of nonoperative treatment for type-2 supracondylar humerus fractures. J Pediatr Orthop. 2011;31:372.

  • Supracondylar Humerus Fractures TreatmentType 3 FracturesBeresiko tinggi terhadap neorovaskuler compromiseDapat dikaitkan dengan bengkak yang signifikanTreatment pin fixationBeberapa kasus open reduction diperlukan vaskular disruption

  • Type 3Supracondylar Fracture

  • Pin ConfigurationLee. Displaced pediatric supracondylar humerus fractures: biomechanical analysis of percutaneous pinning techniques. J Pediatr Orthop. 2002;22:440.

  • Supracondylar Humerus Fractures:ComplicationsCompartment syndromeVascular injury/compromiseMalunionCubitus varusPin track infectionNeurovascular injury with pin placementBashyal. Complications after pinning of supracondylar distal humerus fractures. J Pediatr Orthop. 2009;29:704.

  • Supracondylar Humerus Fractures Flexion typeRare, only 2%Distal fracture fragment anterior and flexedUlnar nerve injury more commonReduce with extensionOften requires 2 sets of hands in OFHold elbow at 90 degrees after reduction to facilitate pinningMahan. Operative management of displaced flexion supracondylar humerus fractures in children. J Pediatr Orthop. 2007;27:551.

  • Flexion Type

  • Flexion TypePinning

  • Distal Humeral Complete Physeal SeparationOften in very young childrenMay be sign of NATSwollen elbow,muffled crepitance on examThrough area of wider cross sectional area than SC humerus fxRestore alignment, may need pinning

    Peterson. Physeal injuries of the distal humerus. Orthopedics. 1992;15:799. Shrader. Pediatric supracondylar fractures and pediatric physeal elbow fractures. Orthop Clin North Am. 2008;39:163.

  • Lateral Condyle FracturesCommon fracture 15% Disebabkan karena jatuh dengan posisi tangan terulurLandin. Elbow fractures in children. An epidemiological analysis of 589 cases. Acta Orthop Scand. 1986;57:309.

  • Lateral Condyle Fractures Jakob Type 1Oblique radiographs diperlukan untuk memastikan bahwa ini bukan displaced

  • Lateral Condyle Fractures Jakob Type