of 39 /39
DASAR ANATOMI DAN FISIOLOGI MANUSIA DEFINISI Anatomi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari ana artinya memisah-misahkan atau mengurai dan tomos artinya memotong-motong. Anatomi adalah ilmu yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh baik secara keseluruhan maupun bagian2 serta hubungan alat tubuh yang satu dengan yang lain. ILMU YANG MEMPELAJARI BAGIAN TUBUH 1. Anatomi ilmu yang mempelajari bentuk tubuh 2. Artrologi ilmu yang mempelajari sendi dan penyakitnya 3. Biokimia ilmu yang mempelajari kimia dari struktur makhluk hidup 4. Dermatologi ilmu yang mempelajari kulit dan penyakitnya 5. Embriologi ilmu yang mempelajari perkembangan sebelum lahir 6. Fisiologi ilmu yang mempelajari fungsi tubuh 7. Gastrologi ilmu yang mempelajari saluran pencernaan (terutama lambung dan usus) dan penyakitnya 8. Histologi ilmu yang mempelajari sel-sel tubuh dengan bantuan mikroskopis 9. Kardiologi ilmu yang mempelajari jantung dan penyakitnya 10. Miologi ilmu yang mempelajari tentang otot 11. Neurologi ilmu yang mempelajari persarafan dan penyakitnya 12. Oftalmologi ilmu yang mempelajari mata dan penyakitnya 13. Osteologi ilmu yang mempelajari tulang dan penyakitnya 14. Urologi ilmu yang mempelajari saluran kemih, reproduksi dan penyakit saluran kencing 1

Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

DASAR ANATOMI DAN FISIOLOGI

MANUSIA

DEFINISI

Anatomi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri

dari ana artinya memisah-misahkan atau

mengurai dan tomos artinya memotong-motong.

Anatomi adalah ilmu yang mempelajari bentuk

dan susunan tubuh baik secara keseluruhan

maupun bagian2 serta hubungan alat tubuh yang

satu dengan yang lain.

ILMU YANG MEMPELAJARI BAGIAN

TUBUH

1. Anatomi ilmu yang mempelajari

bentuk tubuh

2. Artrologi ilmu yang mempelajari sendi

dan penyakitnya

3. Biokimia ilmu yang mempelajari

kimia dari struktur makhluk hidup

4. Dermatologi ilmu yang mempelajari

kulit dan penyakitnya

5. Embriologi ilmu yang mempelajari

perkembangan sebelum lahir

6. Fisiologi ilmu yang mempelajari fungsi

tubuh

7. Gastrologi ilmu yang mempelajari

saluran pencernaan (terutama lambung

dan usus) dan penyakitnya

8. Histologi ilmu yang mempelajari sel-

sel tubuh dengan bantuan mikroskopis

9. Kardiologi ilmu yang mempelajari

jantung dan penyakitnya

10. Miologi ilmu yang mempelajari

tentang otot

11. Neurologi ilmu yang mempelajari

persarafan dan penyakitnya

12. Oftalmologi ilmu yang mempelajari

mata dan penyakitnya

13. Osteologi ilmu yang mempelajari

tulang dan penyakitnya

14. Urologi ilmu yang mempelajari saluran

kemih, reproduksi dan penyakit saluran

kencing

Anatomi makroskopis

Ilmu anatomi yang mempelajari susunan

tiap-tiap alat tubuh dengan jalan

memotong-motong dan memisahkan

bagian-bagian tubuh.

Anatomi mikroskopis

Ilmu anatomi yang mempelajari susunan

tiap-tiap sistem yang terdapat dalam

tubuh dengan mengguanakan kaca

pembesar atau mikroskop, misalnya

mempelajari tentang sel dan penyelidikan

tentang jaringan.

Anatomi sistemik

Ilmu anatomi yang mempelajari tentang

tiap-tiap sistem yang terdapat dalam

tubuh, setiap sistem mempunyai jaringan

yang sama membentuk fungsi yang

khusus. Misalnya sistem otot, sistem

jantung, dll.

Anatomi regional

Ilmu anatomi yang mempelajari letak

alat-alat tubuh satu dengan yang lainnya.

Hal ini penting dalam melakukan

1

Page 2: Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

pembedahan (operasi), misalnya

mengetahui letak saraf, pembuluh darah,

dll.

Anatomi perkembangan (embriologi)

Ilmu anatomi yang mempelajari

perubahan yang terdapat pada sel mulai

dari kehamilan sampai anak lahir.

Anatomi permukaan

Ilmu anatomi yang mempelajari tentang

letak alat-alat dalam tubuh yang

diproyeksikan ke permukaan tubuh.

Anatomi perbandingan

Ilmu anatomi yang berhubungan dengan

persamaan dan perbedaan antar susunan

tubuh manusia dan makhluk yang lebih

rendah (binatang).

Anatomi radiologi

Ilmu yang mempelajari tentang ukuran

tubuh manusia yang berbeda antara satu

bangsa dengan bangsa lain.

ORGANISASI STRUKTURAL

1. Tingkat kimia

Atom seperti hidrogen, oksigen, karbon,

nitrogen, dan natrium membentuk

molekul (air, garam, mokromolekul

seperti karbohidrat, protein, dan lemak)

2. Sel

Unit dasar dari makhluk hidup dan

struktur seluler seperti nukleus, ribosom,

mitokondria, dan lisosom, menjalankan

fungsi-fungsi pertahanan hidup sel.

3. Jaringan

4. Organ

5. Sistem organ

Merupakan gabungan beberapa organ

yang bekerja sama untuk melakukan

fungsi yang saling berkaitan. Sistem

organ dalam tubuh meliputi integumen,

rangka muskuler, saraf endokrin,

kardiovaskuler, limfatik, pernafasan,

pencernaan, perkemihan, dan sistem

reproduksi.

SISTEM TUBUH

Sistem locomotorius/ muskuloskeletal

Fungsi:

o Memberi bentuk kepada badan

o Melindungi organ dalam penting

o Memungkinkan pergerakan badan

Komponen:

1. Tengkorak tempat melindungi otak

2. Muka

3. Tulang belakang/ Spinal Column

4. Kerangka dada/ Thorax

5. Tulang pinggul/ Pelvis

o Iliac crest (kepak/ wings tulang

pelvis)

o Pubis (bagian depan/ anterior

pelvis)

o Ischium (bagian bawah/ inferior

pelvis)

6. Anggota bawah/ Lower extremities

7. Anggota atas/ Upper extremities

Sistem circulatorius/ cardiovaskuler

Sistem respiratorius/ pernafasan

2

Page 3: Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

Sistem digestivus/ pencernaan

Sistem urogenetalia/ perkemihan dan

reproduksi

Sistem nervosa/ persarafan dan

pengindraan

Sistem endokrin

Sistem integumen/ kulit dan adneksa

POSISI ANATOMI

Agar hubungan struktur yang satu dengan

yang lain dapat konsisten, maka penting

untuk menegakkan posisi anatomi.

Karakteristik posisi anatomi:

o orang berdiri tegak dan menghadap ke

depan

o lengan di samping dengan telapak

tangan menghadap ke depan

o tungkai dan telapak kaki merapat

dengan kaki menghadap ke depan

BIDANG ANATOMI

Adalah bidang-bidang buatan/ khayaln

yang dibuat untuk membantu mempelajari

anatomi tubuh manusia

Klasifikasi:

o Bidang median

Bidang vertikal melalui sumbu tubuh manusia

sehingga membagi tubuh menjadi 2 bagian,

kiri dan kanan.

o Bidang sagital

Bidang vertikal sejajar bidang median.

o Bidang frontal/ coronal

Bidang vertikal tegak lurus bidang median

sehingga membagi tubuh menjadi depan dan

belakang.

o Bidang transversal/ horizontal

Bidang tegak lurus bidang median atau

sagital maupun frontal/ coronal sehingga

membagi tubuh menjadi atas dan bawah.

PEDOMAN UMUM

Anterior – Posterior Depan –

Belakang

Superior – Inferior Atas – Bawah

Dekstra – Sinistra Kanan – Kiri

Internus – Eksternus di sebelah

dalam – luar

Superficial – Profundus di sebelah

permukaan – dalam

Medius – Intermedius di tengah/ di

antara 2 bagian

Medianus pada garis tengah

Frontalis di bagian frontal (dahi) / ke

arah dahi

Longitudinalis pada jalur memanjang

Sagitalis di bidang sagital

Transversalis di bidang transversal

Transversus pada jalur potong

3

Page 4: Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

ISTILAH PENTING LAIN

Abdomen : rongga perut

Pelvis : rongga panggul

Ante brakhii : lengan bawah

Brakhium : lengan atas

Breve : pendek

Longus : panjang

Dekstra : kanan

Sinistra : kiri

Ekstremitas : anggota gerak

Ekstermus : bagian luar

Internus : bagian dalam

Femoris : kaki atas

Kruris : kaki bawah

Kaput : kepala

Kauda : ekor

Kolum : leher

Korpus : badan

Magna : besar

Minima : kecil

Mantis : tangan

Pedis : kaki

Oblikus : miring

Rektus : lurus

Superficial : permukaan

Profunda : sebelah luar

Falangus : jari/ ruas jari

PEDOMAN ARAH DAN KEDUDUKAN

ANGGOTA TUBUH

Proksimalis – Distalis pangkal, awal,

asal – ujung, akhir

Radialis – Ulnaris sisi radius – sisi

ulna

Palmaris – Dorsalis ke arah telapak

tangan – ujung tangan

Tibialis – Fibularis sisi tibia – sisi

fibula

Plataris – Dorsalis ke arah telapak

kaki – punggung kaki

Medialis – Lateralis mengarah ke

bagian tengah tubuh – menjauhi bagian

tengah tubuh

Ventralis – Dorsalis ke arah perut –

ke arah punggung

Cranialis – Caudalis ke arah kepala –

ekor

KATA SIFAT YANG MENYATAKAN

ARAH

Anterior : ke arah depan

Posterior : ke arah belakang

Distal : ujung

Proksimal : pangkal

Dorsal : ke arah punggung

Ventral : ke arah depan/ abdomen

Superior : ke arah atas

Inferior : ke arah bawah

Kranial : ke arah kepala

Kaudal : ke arah ekor

Medial : ke arah tengah

Lateral : ke arah samping/

menjauhi tengah

Longitudinal : membujur/ ke arah

ukuran panjang

Transversal : melintang

BANGUNAN YANG MENONJOL

Epikondilus : benjolan buku tulang

yang bukan persendian

4

Page 5: Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

Kondilus : buku tulang (tonjolan

bulat di ujung tulang),

bagian dari tulang

Krista : penonjolan berbentuk

garis yang lebar (tepi

tulang) terdapat di antara

2 buah tulang

Linea : garis pada kulit yang

muncul secara fisiologis

Pekton : pinggir atau tulang

Prosesus : penonjolan tulang yang

agak tajam

Tuberkulum : penonjolan tulang

berbentuk bulat panjang

Tuberositas : penonjolan tulang

berbentuk bulat besar

BANGUN LENGKUNG

Fossa : lekuk tulang yang luas pada

permukaan tulang

Fossula : lekuk tulang yang kecil pada

permukaan

Fovea : lekuk tulang yang agak rata

Foveola : lekuk kecil yang agak rata

Insisura : lekuk berbentuk V

Sulkus : alur/ celah yang memanjang

pada tulang

LUBANG, SALURAN

Apertura : pintu

Duktus : lubang

Fissura : celah/ retak

Foramen : lubang bulat tempat

pembuluh darah dan saraf

Kanalis : lubang berbentuk saluran

Meatus : liang/ pintu saluran

Sellula : ruang kecil

RONGGA/ RUANGAN DALAM TUBUH

Kavum : rongga/ ruangan

Klasifikasi:

o Rongga dorsal

Rongga yang terdapat di bagian belakang dari

ruas tulang belakang.

Rongga kranium

Rongga vertebra

o Rongga ventral

Rongga yang terletak di bagian depan

ruas tulang belakang.

Rongga toraks (terdiri dari: paru-

paru, esofagus, trakea, jantung,

aorta)

Rongga abdomen (hati, lambung,

limpa, pankreas, usus halus,

genital, ureter)

Rongga pelvis (kandung kemih,

rektum, sebagian besar alat

reproduksi)

o Rongga-rongga kecil

Terdiri dari:

Kavum orbita

Kavum nasi

Kavum oris

Kavum timpani

ARAH PERGERAKAN

Abduksio : menjauhkan dari tubuh

Adduksio : menuju tubuh

Ekstensio : meluruskan kembali

5

Page 6: Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

Fleksio : melipat/

membengkokkan

Rotasio : gerakan paksi/

memutar

Sirkumdaksio : gerakan sirkuler

REGIO DALAM TUBUH

1. Hipokondrial sinistra : bagian samping

atas perut sebelah kanan

2. Epigastrik : daerah ulu hati,

bagian atas tengah perut

3. Hipokondrial dekstra : bagian samping

atas perut sebelah kanan

4. Lumbal sinistra : pinggang kiri

5. Umbilikus : pusar

6. Lumbal dekstra : pinggang kanan

7. Iliaka sinistra : daerah tulang

usus kiri

8. Hipogastrik : bagian bawah

perut

9. Iliaka dekstra : daerah tulang

usus kanan

GERAKAN

Anatomi memperhatikan tubuh manusia

hidup, dimana manusia hidup dapat

melakukan mobilisasi dan gerakan.

Gerakan terjadi pada pertemuan antara 2

tulang atau lebih, yaitu pada persendian.

Klasifikasi gerakan antara lain:

Flexi : gerakan yang

menyebabkan sudut mengecil

Extensi : gerakan dengan arah

berlawanan dan mengembalikan

gerakan flexi

Abduksi : gerakan menjauhi bidang

median

Mis: pada jari-jari,

menjauhi jari ke III

Adduksi : lawan abduksi dan

membuat gerakan yang mendekati

bidang median

Mis: pada jari-jari,

mendekati jari ke III

Rotasi

Gerakan berputar pada sumbunya.

Klasifikasi:

Endorotasi : Gerakan berputar

pada sumbunya ke arah medial.

Exorotasi : Gerakan berputar

pada sumbunya ke arah lateral,

berlawanan dengan endorotasi.

Circumduksi : gabungan gerakan

flexi, extensi, abduksi, adduksi

Gerakan pada kaki:

Eversi : gerakan pada kaki

sehingga telapak kaki menghadap ke

inferolateral

Inversi : gerakan pada kaki

sehingga telapak kaki menghadap ke

inferomedial

Gerakan pada antebrachii:

Supinasi : gerakan pada anterbachii

yang memutar dan

menyebabkan telapak

6

Page 7: Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

tangan menghadap ke

anterior (posisi anatomi)

Pronasi : gerakan pada anterbachii

yang memutar dan

menyebabkan telapak

tangan menghadap ke

posterior

Gerakan ibu jari pada articulatio

metacarpophalalangeal:

Oppositio : gerakan ibu jari pada

articulatio

metacarpophalalangeal

sehingga ibu jari bertemu

dengan ujung jari yang

lain pada lengan yang

sama

Repositio : gerakan ibu jari untuk

mengembalikan posisi

ibu jari setelah oppositio

Gerakan mandibula:

Protrutio : gerakan mandibula

meluncur ke anterior

Retrutio : gerakan mandibula

meluncur ke posterior

Gerakan pada bahu:

Retractio : gerakan lateral bahu ke

posterior dan

menyebabkan dada

membusung

Elevatio : gerakan lateral bahu

terangkat ke posterior

Depressio : gerakan lateral bahu ke

inferior

SINGKATAN

a : arteri (tunggal)

aa : arteriae (jamak)

v : vena (tunggal)

vv : venae (jamak)

n : nervus (tunggal)

nn : nervi (jamak)

m : musculus (tunggal)

mm : musculi (jamak)

lnn : lymphonoduli

7

Page 8: Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

PEMBAGIAN ANATOMI TUBUH

MANUSIA

Berdasarkan fungsi, anatomi tubuh manusia

terdiri atas :

1. Sistem lokomotorik

2. Sistem kardiovaskuler

3. Sistem gastrointestinal

4. Sistem respiratorius

5. Sistem endokrin

6. Sistem urogenital

7. Sistem neurologi

8. Sistem pancaindera

9. Sistem ekskretorik

Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari

faal,fungsi atau pekerjaan dari tiap jaringan tubuh

atau bagian dari alat tubuh tersebut

STUKTUR SEL DAN JARINGAN

1. SEL

Sel adalah satu unit dasar dari tubuh

manusia dimana setiap organ merupakan

gregasi/penyatuan dari berbagai macam

sel yang dipersatukan satu sama lain oleh

sokongan struktur-struktur interselluler.

Secara anatomis sel dibagi menjadi 3

bagian, yaitu:

a. Selaput Plasma (Membran Plasma

atau Plasmalemma).

b. Sitoplasma dan Organel Sel.

c. Inti Sel (Nukleus).

Selaput Plasma (Plasmalemma). Yaitu

selaput atau membran sel yang terletak

paling luar yang tersusun dari senyawa

kimia Lipoprotein (gabungan dari

senyawa lemak atau Lipid dan senyawa

Protein).

Lipoprotein ini tersusun atas 3 lapisan

yang jika ditinjau dari luar ke dalam

urutannya adalah: Protein – Lipid –

Protein Þ Trilaminer Layer

Lemak bersifat Hidrofebik (tidak larut

dalam air) sedangkan protein bersifat

Hidrofilik (larut dalam air); oleh karena

itu selaput plasma bersifat Selektif

Permeabel atau Semi Permeabel (teori

dari Overton).

Selektif permeabel berarti hanya dapat

memasukkan /di lewati molekul tertentu

saja.

Fungsi dari selaput plasma ini adalah

menyelenggarakan Transportasi zat dari

sel yang satu ke sel yang lain.

8

Page 9: Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

Khusus pada sel tumbahan, selain

mempunyai selaput plasma masih ada

satu struktur lagi yang letaknya di luar

selaput plasma yang disebut Dinding Sel

(Cell Wall).

Dinding sel tersusun dari dua lapis

senyawa Selulosa, di antara kedua lapisan

selulosa tadi terdapat rongga yang

dinamakan Lamel Tengah (Middle

Lamel) yang dapat terisi oleh zat-zat

penguat seperti Lignin, Chitine, Pektin,

Suberine dan lain-lainSelain itu pada

dinding sel tumbuhan kadang-kadang

terdapat celah yang disebut Noktah. Pada

Noktah/Pit sering terdapat penjuluran

Sitoplasma yang disebut Plasmodesma

yang fungsinya hampir sama dengan

fungsi saraf pada hewan.

Sitoplasma dan Organel Sel. Bagian

yang cair dalam sel dinamakan

Sitoplasma khusus untuk cairan yang

berada dalam inti sel dinamakan

Nukleoplasma), sedang bagian yang padat

dan memiliki fungsi tertentu digunakan

Organel Sel.

Penyusun utama dari sitoplasma adalah

air (90%), berfungsi sebagai pelarut zat-

zat kimia serta sebagai media terjadinya

reaksi kirnia sel. Organel sel adalah

benda-benda solid yang terdapat di dalam

sitoplasma dan bersifat

hidup(menjalankan fungsi-fungsi

kehidupan).

Organel Sel tersebut antara lain :

a. Retikulum Endoplasma (RE). Yaitu

struktur berbentuk benang-benang

yang bermuara di inti sel. Fungsi R.E.

adalah: sebagai alat transportasi zat-

zat di dalam sel itu sendiri. Struktur

R.E. hanya dapat dilihat dengan

mikroskop elektron.

b. Ribosom (Ergastoplasma). Struktur

ini berbentuk bulat terdiri dari dua

partikel besar dan kecil, ada yang

melekat sepanjang R.E. dan ada pula

yang soliter. Ribosom merupakan

organel sel terkecil yang tersuspensi

di dalam sel. Fungsi dari ribosom

adalah: tempat sintesis

protein.Struktur ini hanya dapat

dilihat dengan mikroskop elektron.

c. Mitokondria (The Power House).

Struktur berbentuk seperti cerutu ini

mempunyai dua lapis membran.

Lapisan dalamnya berlekuk-lekuk dan

dinamakan Krista. Fungsi mitokondria

adalah sebagai pusat respirasi seluler

yang menghasilkan banyak ATP

(energi); karena itu mitokondria diberi

julukan “The Power House”.

d. Lisosom. Fungsi dari organel ini

adalah sebagai penghasil dan

penyimpan enzim pencernaan seluler.

Salah satu enzi nnya itu bernama

Lisozym.

e. Badan Golgi (Apparatus Golgi =

Diktiosom). Organel ini dihubungkan

dengan fungsi ekskresi sel, dan

9

Page 10: Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

struktur ini dapat dilihat dengan

menggunakan mikroskop cahaya

biasa.Organel ini banyak dijumpai

pada organ tubuh yang melaksanakan

fungsi ekskresi, misalnya ginjal.

f. Sentrosom (Sentriol). Struktur

berbentuk bintang yang berfungsi

dalam pembelahan sel (Mitosis

maupun Meiosis). Sentrosom

bertindak sebagai benda kutub dalam

mitosis dan meiosis.Struktur ini hanya

dapat dilihat dengan menggunakan

mikroskop elektron.

g. Plastida. Dapat dilihat dengan

mikroskop cahaya biasa.

Dikenal tiga jenis plastida yaitu:

i. Lekoplas (plastida berwarna putih

berfungsi sebagai penyimpan

makanan), terdiri dari:

• Amiloplas (untak menyimpan

amilum) dan, • Elaioplas

(Lipidoplas) (untuk menyimpan

lemak/minyak). • Proteoplas

(untuk menyimpan protein).

ii. Kloroplas yaitu plastida berwarna

hijau. Plastida ini berfungsi

menghasilkan klorofil dan sebagai

tempat berlangsungnya

fotosintesis.

iii. Kromoplasyaitu plastida yang

mengandung pigmen, misalnya: •

Karotin (kuning) • Fikodanin

(biru) • Fikosantin (kuning) •

Fikoeritrin (merah)

h. Vakuola (RonggaSel). Beberapa ahli

tidak memasukkan vakuola sebagai

organel sel. Benda ini dapat dilihat

dengan mikroskop cahaya biasa.

Selaput pembatas antara vakuola

dengan sitoplasma disebut

TonoplasVakuola berisi: • garam-

garam organic • glikosida • tanin (zat

penyamak) • minyak eteris (misalnya

Jasmine pada melati, Roseine pada

mawar Zingiberine pada jahe) •

alkaloid (misalnya Kafein, Kinin,

Nikotin, Likopersin dan lain-lain) •

enzim • butir-butir pati. Pada

boberapa spesies dikenal adanya

vakuola kontraktil dan vaknola non

kontraktil.

i. Mikrotubulus. Berbentuk benang

silindris, kaku, berfungsi untuk

mempertahankan bentuk sel dan

sebagai “rangka sel”. Contoh organel

ini antara lain benang-benang

gelembung pembelahan Selain itu

mikrotubulus berguna dalam

pembentakan Sentriol, Flagela dan

Silia.

j. MikrofilamenSeperti Mikrotubulus,

tetapi lebih lembut. Terbentuk dari

komponen utamanya yaitu protein

aktin dan miosin (seperti pada otot).

Mikrofilamen berperan dalam

pergerakan sel.k. Peroksisom (Badan

Mikro). Ukurannya sama seperti

Lisosom. Organel ini senantiasa

berasosiasi dengan organel lain, dan

banyak mengandung enzim oksidase

dan katalase (banyak disimpan dalam

sel-sel hati).

10

Page 11: Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

Inti Sel (Nukleus). Inti sel terdiri dari

bagian-bagian yaitu: (a) Selapue Inti

(Karioteka) (b) Nukleoplasma

(Kariolimfa) (c) Kromatin / Kromosom

(d) Nukleolus (anak inti). Berdasarkan

ada tidaknya selaput inti kita mengenal 2

penggolongan sel yaitu: (a) Sel

Prokariotik (sel yang tidak memiliki

selaput inti), misalnya dijumpaipada

bakteri, ganggang biru. (b) Sel Eukariotik

(sel yang memiliki selaput inti).

Fungsi dari inti sel adalah : mengatur

semua aktivitas (kegiatan) sel, karena di

dalam inti sel terdapat kromosom yang

berisi ADN yang mengatur sintesis

protein.

Apoptosis adalah suatu proses kematian

sel yang terprogram, diatur secara

genetik, bersifat aktif, ditandai dengan

adanya kondensasi chromatin,

fragmentasi sel dan pagositosis sel

tersebut oleh sel tetangganya

2. JARINGAN

Jaringan adalah sekelompok sel yang

mempunyai bentuk dan fungsi yang sama.

Jaringan hanya dimiliki oleh makhluk

hidup bersel banyak (multiseluler). Pada

perkembangbiakan secara kawin terjadi

percampuran antara sel ovum dan sperma

membentuk satu sel zigot.

Macam-macam jaringan:

a. Jaringan pelindung (epitel dan

endotel)

b. Jaringan penunjang

(Ikat,rawan,tulang)

c. Jaringan otot

d. Jaringan saraf

Jaringan Pelindung

a. Jaringan epitel

Jaringan yang menutupi permukaan

tubuh bagian dalam dan bagian luar

yang berhubungan dengan udara.

Terdiri atas selapis /bebrapa lapis

epitel. Teratur, satu sama lain

bedekatan dan dihubungkan dengan

zat intersititiel.

Macam-macam jaringan epitel:

i. Epitel squomosa (epitel

gepeng)

ii. Epitel cuboidea (bentuk

kubus)

iii. Epitel kolumner (bentuk

silinder)

Fungsi jaringan epitel

i. Proteksi

ii. Absorbsi

iii. Sekresi

iv. Menerima rangsangan dari

luar

v. Eskresi

vi. Filtrasi

Sifat jaringan epitel

i. Membentuk selaput atau

membran

11

Page 12: Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

ii. Malekat pada jaringan

dibawahnya

iii. Satu sama lain diikat oleh

benang pengikat atau miofibril

iv. Regenerasi

Pembagian jaringan epitel menurut

jenisnya:

i. Epitel membran

ii. Epitel glandular

b. Jaringan endotel

Jaringan penutup yang tubuh bagian

dalam yang tidak berhubungan

dengan udara. Bentuk dan susunan

mirip jaringan epitel sederhana. Ex

dinding pembuluh darah, limfe, dan

bagian dalam jantung

Jaringan penunjang

Sekumpulan sel khusus yang bentuknya

serupa, besar dan fungsinya nenunjang

dan menyokong berbagai susunan tubuh

yang ada di sekitarnya.

Terdapat zat interselular diantaranya sel-

selnya terdiri atas serabut kenyal dan

kolagen

Bentuk bahan interseluler ini ada 2

macam :

a. Amorf (tanpa bentuk) berupa cairan,

agar, dan keras

b. Bentuk fibrosa (benang) ada 3

bentuk : kolagen , retikuler, dan

elastin

i. Jaringan ikat

Fungsi jaringan ikat

a. Membuat bahan-bahan interseluler

b. Membuat sel-sel darah

c. Fagositosis

d. Membuat antibodi

e. Membuat heparin

Enam macam jaringan ikat

a. Sel makrofag

b. Sel mast

c. Sel fibroblast

d. Sel lemak

e. Sel plasma

f. Sel pigmen

Macam-macam jaringan ikat

a. Jaringan ikat embrional

Berbentuk bintang dan

mengandung zat interseluler

terdapat pada embrio dan

sekeliling plasenta

b. Jaringan ikat aerolar

12

Page 13: Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

Sel-selnya satu sama lain terpisah

oleh zat interseluler, banyak

serabut retikuler, berfungsi untuk

menyimpan air dan berperan

penting dalam proses peradangan.

c. Jaringan ikat longgar

Banyak terdapat dibawah kulit,

banyak mengandung lemak,

fungsi sebagai penahan, pelindung

dan cadangan makanan

d. Jaringan ikat fibrosa

Jaringan ikat aerolar yang

diantaranya terdapat serabut

fibrosa dan kolagen yang banyak,

kuat, dengan sedikit pembuluh

darah. Contohnya ligamentum,

aponeurosis, fasia otot, dan

tendon.

e. Jaringan ikat kenyal

Bersifat elastis,banyak terdapat

dalam pembuluh darah. Berfungsi

memberikan kekenyalan pada

jaringan. Istimewanya jaringan

ikat ini dapat membuat sel darah

putih disebut dengan RES

(reticuloendotelial system)

terdapat di hati, limpa dan

sumsum tulang)

ii. Jaringan rawan (kartilago)

Banyak mempunyai lubang-lubang

kecil, banyak terdapat sel rawan.

Lebih padat dan kuat dari jaringan

biasa, elastis, diantara sel2nya

terdapat banyak pembuluh darah.

Tulang rawan adalah jaringan ikat

yang lebih dekat dari jaringan ikat

biasa. Selnya disebut kondrosit dan

sel yang masih muda disebut

kondroblast.

Macam-macam tulang rawan

a. KARTILAGO HYALIN

Banyak serabut hyalin (rawan

bening), kehijauan, licin,. Banyak

terdapat pada ujung sendi, rawan

hidung, iga, tulang dada, badan

embrio, laring, trakea dan bronkus

b. KARTILAGO ELASTIS

Banyak serabut elastis,

kekuningan, terdapat pada daun

telinga, epiglotis, dan tuba

eustachius.

c. KARTILAGO FIBROSA

Terdapat antara ruang tulang

belakang dan simfisis. Tulang

rawan banyak mengandung zat2

interseluler.

Fungsi jaringan rawan

a. Penutup ujung-ujung tulang

b. Pada embrio sebagai penyangga

sementara

c. Sebagai penyangga

d. Penyambung tulang (sendi)

iii. Jaringan tulang

Fungsi jaringan tulang

13

Page 14: Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

a. Menjaga tegaknya tubuh

b. Melindungi organ-organ dalam

c. Membentuk sendi dan persendian

d. Tempat melekatnya ligament dan

otot

Jenis-jenis tulang

a. Berdasarkan bentuknya

1. Tulang panjang : humerus,

tibia, femus dll

2. Tulang pendek : Tulang

vertebrae

3. Tulang pipih : Tulang

wajah dan tengkorak

b. Berdasarkan stukturnya:

1. Jaringan tulang muda

2. Jaringan tulang keras

Bagian-bagian jaringan keras

a. Jaringan tulang kompakta

b. Jaringan tulang spongiosa

c. Jaringan ikat periosteum

d. Medulla osseum flava

e. Sumsum tulang merah

f. Endosteum

Jaringan Otot

Secara embriologi, jaringan otot berasal dari

lapisan mesoderm. Jaringan ini terdiri atas sel-sel

yang memanjang atau berbentuk serabut yang

dapat berkontraksi karena adanya molekul

miofibril. Pada vertebrata, secara tipikal

mempunyai tiga jenis otot , yaitu otot skelet

(rangka), otot jantung (cardiac), dan otot polos

(Campbell et al. 1999).

Otot skelet berstruktur bergaris melintang,

berfungsi untuk menggerakkan rangka. Otot ini

bersifat sadar (voluntary), karena mampu diatur

oleh kemauan kita. Serabut ototnya mempunyai

banyak nukleus yang terletak ditepi. Otot rangka

mempunyai garis melintang yang gelap (pita

anisotrop) dan garis terang (pita isotrop).

Otot jantung merupakan otot bergaris melintang

dan bercabang. Sifat otot ini tidak sadar

(involuntary), karena kontraksinya tidak bisa

diatur oleh kemauan kita. Nukleus terletak

ditengah sel. Pada bagian ujung sel, terdapat

sambungan rapat, yang membentuk struktur

pembawa sinyal untuk kontraksi dari satu sel ke

sel lainnya selama denyut jantung (Campbell et

al. 1999).

Otot polos berbentuk seperti spindle. Kontraksi

otot polos lebih lambat dinbbandingkan otot

skelet, namun mereka mampu kontraksi dalam

waktu lebih lama. Otot polos bersifat tidak sadar

(involuntary), seperti otot jantung. Otot polos

ditemukan pada banyak organ tubuh, diantaranya

terdapat pada dinding pembuluh darah dan

melapisi organ dalam seperti usus dan uterus.

Membran plasmanya disebut sarkolema dan

sitoplasmanya sering disebut sarkoplasma.

Sitoplasma yang mengandung miofibril dengan

ketebalan mencapai 1 mikron.

Jaringan Saraf

Jaringan saraf berperan dalam penerimaan

rangsang dan penyampaian rangsang. Secara

embriologi, jaringan ini berasal dari lapisan

ektoderm. Jaringan ini terdapat pada sistem saraf

14

Page 15: Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan

pada sistim saraf tepi. Ada dua macam sel, yaitu

sel saraf (neuron) dan sel pendukung (sel glia).

Neuron mengandung badan sel, nukleus, dan

penjuluran atau serabut. Satu tipe penjuluran

tersebut adalah dendrit, yang berperan dalam

menerima sinyal dari sel lain dan meneruskannya

ke badan sel. Tipe penjuluran sel saraf yang lain,

disebut akson (neurit), yang berperan dalam

meneruskan sinyal dari badan sel ke neuron

lainnya. Beberapa akson berukuran sangat

panjang, yaitu memanjang dari otak sampai ke

bagian bawah abdomen (panjang 1/2 meter atau

lebih). Transmisi sinyal dari neuron ke neuron

lainnya umumnya dilakukan secara kimia. Selain

neuron, ditemukan juga sel pendukung, seperti

sel glia. Sel glia merupakan sel yang menunjang

dan melindungi neuron. Sel-sel pendukung

umumnya berperan dalam melindungi dan

membungkus akson dan dendrit, sehingga

membantu mempercepat transmisi sinyal

(Campbell et al. 1999).

HOMEOSTASIS

Mekanisme

Mekanisme ini diatur oleh otak

terutama hipotalamus, yang bila terangsang akan

merangsang koordinasi tubuh. Proses ini akan

terjadi terus menerus hingga lingkungan dinamis

dalam tubuh akan berada pada jumlah yang

normal.

2 koordinasi badan yang terlibat ialah:

1. Kordinasi kimia - Seperti hormon

2. Kordinasi saraf - Seperti impuls saraf

Mekanisme Homeostasis

padaBerbagaiFungsionalUtama

SistemPencampurandanTransporCairanEkstrasel-

--

SistemSirkulasidarah :Cairanekstraseldiangkutke

seluruhtubuhdenganduatahap.

Pertamaadalahpergerakandarahkeseluruhtubuh di

dalampembuluhdarah,

dantahapkeduaadalahpergerakancairanantarakapil

erdarahdanruang-ruangantarseldiantarasel-

seljaringan.

Beberapa proses-proses yang terlibat ialah:

1. Umpan balik positif  - Contoh demam,

badan akan bertambah panas untuk

membunuh bakteri dan virus.

2. Umpan balik negatif  - Contoh keadaan

panas, badan akan diatur untuk

mengurangi panas badan.

Contoh homeostasis yang ringkas ialah

Apabila cuaca panas, sistem kulit akan

merespon dengan mengeluarkan peluh

melalui kelenjar keringat pada epidermis kulit

untuk mencegah suhu darahnya

meningkat,pembuluh darah akan

mengembang untuk mengeluarkan panas ke

sekitarnya, hal ini juga menyebabkan kulit

berwarna merah.

Apabila kadar glukosa dalam darah telah

habis atau berkurang dari jumlah

tertentu, hati akan dirangsang oleh insulin

untukmengubah glikogen menjadi glukosa su

paya dapat digunakan sebagai tenaga untuk

kontraksi otot.

15

Page 16: Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

Organ-organ yang terlibat dalam pengaturan

homeostasis antara lain:

Hati

Ginjal

Kulit

SISTEM RESPIRASI

I. PENGERTIAN RESPIRASI

Pengertian pernafasan atau respirasi

adalah suatu proses mulai dari pengambilan

oksigen, pengeluaran karbohidrat hingga

penggunaan energi di dalam tubuh. Menusia

dalam bernapas menghirup oksigen dalam

udara bebas dan membuang karbondioksida

ke lingkungan.

Respirasi dapat dibedakan atas dua jenis,

yaitu :

Respirasi Luar yang merupakan

pertukaran antara O2 dan CO2 antara

darah dan udara.

Respirasi Dalam yang merupakan

pertukaran O2 dan CO2 dari aliran darah

ke sel-sel tubuh.

Dalam mengambil nafas ke dalam tubuh dan

membuang napas ke udara dilakukan dengan

dua cara pernapasan, yaitu :

1. Respirasi / Pernapasan Dada

Otot antar tulang rusuk luar

berkontraksi atau mengerut

Tulang rusuk terangkat ke atas

Rongga dada membesar yang

mengakibatkan tekanan udara dalam

dada kecil sehingga udara masuk ke

dalam badan.

2. Respirasi / Pernapasan Perut

Otot difragma pada perut mengalami

kontraksi

Diafragma datar

Volume rongga dada menjadi besar

yang mengakibatkan tekanan udara

pada dada mengecil sehingga udara

pasuk ke paru-paru.

Alat-alat pernapasan berfungsi memasukkan

udara yang mengandung oksigen dan

mengeluarkan udara yang mengandung

karbon dioksida dan uap air.

Tujuan proses pernapasan yaitu untuk

memperoleh energi. Pada peristiwa bernapas

terjadi pelepasan energy.

Sistem Pernapasan pada Manusia terdiri atas:

1. Hidung

2. Faring

3. Trakea

4. Bronkus

5. Bronkiouls

6. paru-paru

16

Page 17: Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

II. Alat – alat pernapasan pada manusia

1. Rongga Hidung (Cavum Nasalis)

Udara dari luar akan masuk lewat rongga

hidung (cavum nasalis). Rongga hidung

berlapis selaput lendir, di dalamnya

terdapat kelenjar minyak (kelenjar

sebasea) dan kelenjar keringat (kelenjar

sudorifera). Selaput lendir berfungsi

menangkap benda asing yang masuk

lewat saluran pernapasan. Selain itu,

terdapat juga rambut pendek dan tebal

yang berfungsi menyaring partikel

kotoran yang masuk bersama udara. Juga

terdapat konka yang mempunyai banyak

kapiler darah yang berfungsi

menghangatkan udara yang masuk.Di

sebelah belakang rongga hidung

terhubung dengan nasofaring melalui dua

lubang yang disebut choanae.

Pada permukaan rongga hidung terdapat

rambut-rambut halus dan selaput lendir

yang berfungsi untuk menyaring udara

yang masuk ke dalam rongga hidung.

2. Faring (Tenggorokan)

Udara dari rongga hidung masuk ke

faring. Faring merupakan percabangan 2

saluran, yaitu saluran pernapasan

(nasofarings) pada bagian depan dan

saluran pencernaan (orofarings) pada

bagian belakang.

Pada bagian belakang faring (posterior)

terdapat laring (tekak) tempat terletaknya

pita suara (pita vocalis). Masuknya udara

melalui faring akan menyebabkan pita

suara bergetar dan terdengar sebagai

suara.

Makan sambil berbicara dapat

mengakibatkan makanan masuk ke

saluran pernapasan karena saluran

pernapasan pada saat tersebut sedang

terbuka. Walaupun demikian, saraf kita

akan mengatur agar peristiwa menelan,

bernapas, dan berbicara tidak terjadi

bersamaan sehingga mengakibatkan

gangguan kesehatan.

Fungsi utama faring adalah menyediakan

saluran bagi udara yang keluar masuk dan

juga sebagi jalan makanan dan minuman

yang ditelan, faring juga menyediakan

ruang dengung(resonansi) untuk suara

percakapan.

3. Batang Tenggorokan (Trakea)

Tenggorokan berupa pipa yang

panjangnya ± 10 cm, terletak sebagian di

leher dan sebagian di rongga dada (torak).

Dinding tenggorokan tipis dan kaku,

dikelilingi oleh cincin tulang rawan, dan

pada bagian dalam rongga bersilia. Silia-

silia ini berfungsi menyaring benda-benda

asing yang masuk ke saluran pernapasan.

Batang tenggorok (trakea) terletak di

sebelah depan kerongkongan. Di dalam

17

Page 18: Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

rongga dada, batang tenggorok bercabang

menjadi dua cabang tenggorok (bronkus).

Di dalam paru-paru, cabang tenggorok

bercabang-cabang lagi menjadi saluran

yang sangat kecil disebut bronkiolus.

Ujung bronkiolus berupa gelembung kecil

yang disebut gelembung paru-paru

(alveolus).

4. Pangkal Tenggorokan (laring)

Laring merupakan suatu saluran yang

dikelilingi oleh tulang rawan. Laring

berada diantara orofaring dan trakea,

didepan lariofaring. Salah satu tulang

rawan pada laring disebut epiglotis.

Epiglotis terletak di ujung bagian pangkal

laring.

Laring diselaputi oleh membrane mukosa

yang terdiri dari epitel berlapis pipih yang

cukup tebal sehingga kuat untuk menahan

getaran-getaran suara pada laring. Fungsi

utama laring adalah menghasilkan suara

dan juga sebagai tempat keluar masuknya

udara.

Pangkal tenggorok disusun oleh beberapa

tulang rawan yang membentuk jakun.

Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh

katup pangkal tenggorok (epiglotis). Pada

waktu menelan makanan, katup tersebut

menutup pangkal tenggorok dan pada

waktu bernapas katu membuka. Pada

pangkal tenggorok terdapat selaput suara

yang akan bergetar bila ada udara dari

paru-paru, misalnya pada waktu kita

bicara.

5. Cabang Batang Tenggorokan

(Bronkus)

Tenggorokan (trakea) bercabang menjadi

dua bagian, yaitu bronkus kanan dan

bronkus kiri. Struktur lapisan mukosa

bronkus sama dengan trakea, hanya tulang

rawan bronkus bentuknya tidak teratur

dan pada bagian bronkus yang lebih besar

cincin tulang rawannya melingkari lumen

dengan sempurna. Bronkus bercabang-

cabang lagi menjadi bronkiolus.

Batang tenggorokan bercabang menjadi

dua bronkus, yaitu bronkus sebelah kiri

dan sebelah kanan. Kedua bronkus

menuju paru-paru, bronkus bercabang lagi

menjadi bronkiolus. Bronkus sebelah

kanan(bronkus primer) bercabang menjadi

tiga bronkus lobaris (bronkus sekunder),

sedangkan bronkus sebelah kiri bercabang

menjadi dua bronkiolus. Cabang-cabang

yang paling kecil masuk ke dalam

gelembung paru-paru atau alveolus.

Dinding alveolus mengandung kapiler

darah, melalui kapiler-kapiler darah dalam

alveolus inilah oksigen dan udara

berdifusi ke dalam darah. Fungsi utama

bronkus adalah menyediakan jalan bagi

udara yang masuk dan keluar paru-paru.

6. Paru-paru (Pulmo)

Paru-paru terletak di dalam rongga dada

bagian atas, di bagian samping dibatasi

18

Page 19: Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

oleh otot dan rusuk dan di bagian bawah

dibatasi oleh diafragma yang berotot kuat.

Paru-paru ada dua bagian yaitu paru-paru

kanan (pulmo dekster) yang terdiri atas 3

lobus dan paru-paru kiri (pulmo sinister)

yang terdiri atas 2 lobus. Paru-paru

dibungkus oleh dua selaput yang tipis,

disebut pleura. Selaput bagian dalam yang

langsung menyelaputi paru-paru disebut

pleura dalam (pleura visceralis) dan

selaput yang menyelaputi rongga dada

yang bersebelahan dengan tulang rusuk

disebut pleura luar (pleura parietalis).

Paru-paru tersusun oleh bronkiolus,

alveolus, jaringan elastik, dan pembuluh

darah. Bronkiolus tidak mempunyai

tulang rawan,tetapi ronga bronkus masih

bersilia dan dibagian ujungnya

mempunyai epitelium berbentuk kubus

bersilia. Setiap bronkiolus terminalis

bercabang-cabang lagi menjadi bronkiolus

respirasi, kemudian menjadi duktus

alveolaris.Pada dinding duktus alveolaris

mangandung gelembung-gelembung yang

disebut alveolus.

Kapasitas Paru-Paru

Udara yang keluar masuk paru-paru

pada waktu melakukan pernapasan biasa

disebut udara pernapasan (udara tidal).

Volume udara pernapasan pada orang

dewasa lebih kurang 500 ml. Volume

udara tidal orang dewasa pada

pernapasan biasa kira-kira 500 ml. 

ketika menarik napas dalam-dalam maka

volume udara yang dapat kita tarik

mencapai 1500 ml.  Udara ini dinamakan

udara komplementer. Ketika kita menarik

napas sekuat-kuatnya, volume udara

yang dapat diembuskan juga sekitar 1500

ml. Udara ini dinamakan udara

suplementer. Meskipun telah

mengeluarkan napas sekuat-kuatnya,

tetapi masih ada sisa udara dalam paru-

paru yang volumenya kira-kira 1500 mL.

Udara sisa ini dinamakan udara residu.

Jadi, Kapasitas paru-paru total  =

kapasitas vital + volume residu =4500

ml/wanita dan 5500 ml/pria.

Pertukaran Gas dalam Alveolus

Oksigen yang diperlukan untuk

oksidasi diambil dari udara yang kita

hirup pada waktu kita bernapas. Pada

waktu bernapas udara masuk melalu

saluran pernapasan dan akhirnyan masuk

ke dalam alveolus. Oksigen yang

terdapat dalam alveolus berdifusi

menembus dinding sel alveolus.

Akhirnya masuk ke dalam pembuluh

darah dan diikat oleh hemoglobin yang

terdapat dalam darah menjadi

oksihemoglobin. Selanjutnya diedarkan

oleh darah ke seluruh tubuh.

Oksigennya dilepaskan ke dalam sel-

sel tubuh sehingga oksihemoglobin

kembali menjadi hemoglobin.

19

Page 20: Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

Karbondioksida yang dihasilkan dari

pernapasan diangkut oleh darah melalui

pembuluh darah yang akhirnya sampai

pada alveolus Dari alveolus karbon

dioksida dikeluarkan melalui saluran

pernapasan pada waktu kita

mengeluarkan napas.

Dengan demikian dalam alveolus terjadi

pertukaran gas yaitu oksigen masuk dan

karnbondioksida keluar.

III. Proses Pernafasan

Proses pernapasan meliputi dua proses,

yaitu menarik napas atau inspirasi serta

mengeluarkan napas atau ekspirasi. Sewaktu

menarik napas, otot diafragma berkontraksi,

dari posisi melengkung ke atas menjadi

lurus. Bersamaan dengan itu, otot-otot tulang

rusuk pun berkontraksi. Akibat dari

berkontraksinya kedua jenis otot tersebut

adalah mengembangnya rongga dada

sehingga tekanan dalam rongga dada

berkurang dan udara masuk. Saat

mengeluarkan napas, otot diafragma dan

otot-otot tulang rusuk melemas. Akibatnya,

rongga dada mengecil dan tekanan udara di

dalam paru-paru naik sehingga udara keluar.

Jadi,  udara mengalir dari tempat yang

bertekanan besar ke tempat yang bertekanan

lebih kecil.

Jenis Pernapasan berdasarkan organ

yang terlibat dalam peristiwa inspirasi dan

ekspirasi, orang sering menyebut pernapasan

dada dan pernapasan perut. Sebenarnya

pernapasan dada dan pernapasan perut terjadi

secara bersamaan.(1) Pernapasan dada terjadi

karena kontraksi otot antar tulang rusuk,

sehingga tulang rusuk terangkat dan volume

rongga dada membesar serta  tekanan udara

menurun (inhalasi).Relaksasi otot antar

tulang rusuk, costa menurun, volume kecil,

tekanan membesar (e kshalasi). (2)

Pernapasan perut terjadi karena kontraksi

/relaksasi otot diafragma ( datar dan

melengkung), volume rongga dada

membesar , paru-paru mengembang tekanan

mengecil (inhalasi).Melengkung volume

rongga dada mengecil, paru-paru mengecil,

tekanan besar/ekshalasi.

IV. Organ-Organ Pernafasan Pada Manusia

1. Hidung

Hidung terdiri dari lubang hidung, rongga

hidung, dan ujung rongga hidung. Rongga

hidung banyak memiliki kapiler darah,

dan selalu lembap dengan adanya lendir

yang dihasilkan oleh mukosa. Didalam

hidung udara disaring dari benda-benda

asing yang tidak berupa gas agar tidak

masuk ke paru-paru. Selain itu udara juga

disesuaikan suhunya agar sesuai dengan

suhu tubuh.

2. Faring

Faring merupakan ruang dibelakang

rongga hidung, yang merupakan jalan

masuknya udara dsri ronggs hidung. Pada

ruang tersebut terdapat klep (epiglotis)

yang bertugas mengatur pergantian

perjalanan udara pernafasan dan makanan.

3. Laring

Laring/pangkal batang tenggorokan /

kotak suara. Laring terdiri atas tulang

20

Page 21: Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

rawan, yaitu jakun, epiglotis, (tulang

rawan penutup) dan tulang rawan trikoid

(cincin stempel) yang letaknya paling

bawah. Pita suara terletak di dinding

laring bagian dalam.

4. Trakhea

Trakea atau batang tenggorokan

merupakan pita yang tersusun atas otot

polos dan tulang rawan yang berbentuk

hurup ’C’ pada jarak yang sangat teratur.

Dinding trakea tersusun atas tiga lapisan

jaringan epitel yang dapat menghasilkan

lendir yang berguna untuk menangkap

dan mengembalikan benda-benda asing ke

hulu saluran pernafasan sebelum masuk

ke paru-paru bersama udara penafasan.

5. Bronkus

Merupakan cabang batang tenggorokan

yang jumlahnya sepasang, yang satu

menuju ke paru-paru kiri dan yang

satunya menuju paru-paru kanan. Dinding

bronkus terdiri atas lapisan jaringan ikat,

lapisan jaringan epitel, otot polos dan

cincin tulang rawan. Kedudukan bronkus

yang menuju kekiri lebih mendatar dari

pada ke kanan. Hal ini merupakan salah

satu sebab mengapa paru-paru kanan lebih

mudah terserang penyakit

6. Bronkiolus

Bronkeolus merupakan cabang dari

bronkus, dindingnya lebih tipis dan

salurannya lebih tipis. Bronkeolus

bercabang-cabang menjadi bagian yang

lebih halus.

7. Alveolus

Saluran akhir dari saluran pernafasan

yang berupa gelembung-gelembung

udara. Dinding aleolus sanat tipis setebal

silapis sel, lembap dan berdekatan dengan

kapiler- kapiler darah. Adanya alveolus

memungkinkan terjadinya luasnya daerah

permukaan yang berperan penting dalam

pertukaran gas. Pada bagian alveolus

inilah terjadi pertukaran gas-gas O2 dari

udara bebas ke sel-sel darah, sedangkan

perukaran CO2 dari sel-sel tubuh ke udara

bebas terjadi.

8. Paru-paru

Paru-paru terletak dalam rongga dada

dibatasi oleh otot dada dan tulang rusuk,

pada bagian bawah dibatasi oleh otot

dafragma yang kuat. Paru-paru

merupakan himpunana dari bronkeulus,

saccus alveolaris dan alveolus. Diantara

selaput dan paru-paru terdapat cairan

limfa yang berfungsi untuk melindungi

paru-paru pada saat mengembang dan

mengempis. Mengembang dan

mengempisnya paru-paru disebabkan

karena adanya perubahan tekana rongga

dada.

Paru-paru kanan

o berlobus tiga

o Bronkus kanan bercabang tiga

Paru-paru kiri

o berlobus dua

o Bronkuis kiri bercabang dua

o Posisinya lebih mendatar

Dibungkus oleh lapisanpleura yang

berfungsi menghindari gesekan saat

bernafas

21

Page 22: Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

V. Mekanisme Pernafasan Manusia.

Pernafasan pada manusia dapat digolongkan

menjadi 2, yaitu:

A. Pernafasan dada

Pada pernafasan dada otot yang

erperan penting adalah otot antar tulang

rusuk. Otot tulang rusuk dapat dibedakan

menjadi dua, yaitu otot tulang rusuk luar

yang berperan dalam mengangkat tulang-

tulang rusuk dan tulang rusuk dalam yang

berfungsi menurunkan atau

mengembalikan tulang rusuk ke posisi

semula. Bila otot antar tulang rusuk luar

berkontraksi, maka tulang rusuk akan

terangkat sehingga volume dada

bertanbah besar. Bertambah besarnya

akan menybabkan tekanan dalam rongga

dada lebih kecil dari pada tekanan rongga

dada luar. Karena tekanan uada kecil pada

rongga dada menyebabkan aliran udara

mengalir dari luar tubuh dan masuk ke

dalam tubuh, proses ini disebut proses

’inspirasi’

Sedangkan pada proses ekspirasi

terjadi apabila kontraksi dari otot dalam,

tulang rusuk kembali ke posisi semuladan

menyebabkan tekanan udara didalam

tubuh meningkat. Sehingga udara dalam

paru-paru tertekan dalam rongga dada,

dan aliran udara terdorong ke luar tubuh,

proses ini disebut ’espirasi’.

B. Pernafasan perut

Pada pernafasan ini otot yang berperan

aktif adalah otot diafragma dan otot

dinding rongga perut. Bila otot diafragma

berkontraksi, posisi diafragma akan

mendatar. Hal itu menyebabkan volume

rongga dada bertambah besar sehingga

tekanan udaranya semakin kecil.

Penurunan tekanan udara menyebabkan

mengembangnya paru-paru, sehingga

udara mengalir masuk ke paru-

paru(inspirasi).

Pernapasan adalah suatu proses yang

terjadi secara otomatis walau dalam

keadaan tertidur sekalipun karma sistem

pernapasan dipengaruhi oleh susunan

saraf otonom.

Menurut tempat terjadinya pertukaran

gas maka pernapasan dapat dibedakan atas 2

jenis, yaitu pernapasan luar dan pernapasan

dalam.

Pernapasan luar adalah pertukaran

udara yang terjadi antara udara dalam

alveolus dengan darah dalam kapiler,

sedangkan pernapasan dalam adalah

pernapasan yang terjadi antara darah dalam

kapiler dengan sel-sel tubuh.

Masuk keluarnya udara dalam paru-

paru dipengaruhi oleh perbedaan tekanan

udara dalam rongga dada dengan tekanan

udara di luar tubuh. Jika tekanan di luar

rongga dada lebih besar maka udara akan

masuk. Sebaliknya, apabila tekanan dalam

rongga dada lebih besar maka udara akan

keluar.

Sehubungan dengan organ yang

terlibat dalam pemasukkan udara (inspirasi)

dan pengeluaran udara (ekspirasi) maka

mekanisme pernapasan dibedakan atas dua

macam, yaitu pernapasan dada dan

22

Page 23: Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

pernapasan perut. Pernapasan dada dan perut

terjadi secara bersamaan.

VI. Volume Udara Pernafasan

Dalam keadaan normal, volume udara

paru-paru manusia mencapai 4500 cc. Udara

ini dikenal sebagai kapasitas total udara

pernapasan manusia.

Walaupun demikian, kapasitas vital

udara yang digunakan dalam proses bernapas

mencapai 3500 cc, yang 1000 cc merupakan

sisa udara yang tidak dapat digunakan tetapi

senantiasa mengisi bagian paru-paru sebagai

residu atau udara sisa. Kapasitas vital

adalah jumlah udara maksimun yang dapat

dikeluarkan seseorang setelah mengisi paru-

parunya secara maksimum.

Dalam keadaaan normal, kegiatan

inspirasi dan ekpirasi atau menghirup dan

menghembuskan udara dalam bernapas

hanya menggunakan sekitar 500 cc volume

udara pernapasan (kapasitas tidal = ± 500

cc). Kapasitas tidal adalah jumlah udara

yang keluar masuk pare-paru pada

pernapasan normal. Dalam keadaan luar

biasa, inspirasi maupun ekspirasi dalam

menggunakan sekitar 1500 cc udara

pernapasan (expiratory reserve volume =

inspiratory reserve volume = 1500 cc). Lihat

skema udara pernapasan berikut ini.

VII.Energi Dan Pernafasan

Energi yang dihasilkan oleh proses

pernapasan akan digunakan untuk

membentuk molekul berenergi, yaitu ATP

(Adenosin Tri Phospate).

Selanjutnya,molekul ATP akan disimpan

dalam sel dan merupakan sumber energy

utama untuk aktivitas tubuh. ATP berasal

dari perombakan senyawa organik seperti

karbohidrat, protein dan lemak. Gula

(glukosa) dari pemecahan karbohidrat dalam

tubuh diubah terlebih dahulu menjadi

senyawa fosfat yang dikatalisis oleh bantuan

enzim glukokinase. Selanjutnya senyawa

fosfat diubah menjadi asam piruvat dan

akhirnya dibebaskan dalam bentuk H₂O dan

CO₂ sebagai hasil samping oksidasi tersebut.

Proses respirasi sel dari bahan glukosa secara

garis besar, meliputi tiga tahapan, yaitu

proses glikosis, siklus Krebs, dan transfer

elektron.

Pada pekerja berat atau para atlit yang

beraktivitas tinggi, pembentukan energy

dapat dilakukan secara anaerobic. Hal ini

disebabkan bila tubuh kekurangan suplai

oksigen maka akan terjadi proses

perombakan asam piruvat menjadi asam

laktat yang akan membentuk 2 mol ATP.

VIII. Frekuensi Pernafasan

Jumlah udara yang keluar masuk ke

paru-paru setiap kali bernapas disebut

sebagai frekuensi pernapasan. Pada

umumnya,frekuensi pernapasan manusia

setiap menitnya sebanyak 15-18 kali. Cepat

atau lambatnya frekuensi pernapasan

dipengaruhi oleh beberapa faktor,

diantaranya :

Usia. Semakin bertambahnya usia

seseorang akan semakin rendah frekuensi

pernapasannya.Hal ini berhubungan

dengan energy yang dibutuhkan.

23

Page 24: Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

Jenis kelamin. Pada umumnya pria

memiliki frekuensi pernapasan yang lebih

tinggi dibandingkan dengan

wanita.Kebutuhan akan oksigen serta

produksi karbondioksida pada pria lebih

tinggi dibandingkan wanita.

Suhu tubuh. Semakin tinggi suhu tubuh

seseorang maka aka semakin cepat

frekuensi pernapasannya, hal ini 

berhubungan dengan penigkatan proses

metabolism yang terjadi dalam tubuh.

Posisi atau kedudukan tubuh. Frekuensi

pernapasan ketika sedang duduk akan

berbeda dibandingkan dengan ketika

sedang berjongkok atatu berdiri.Hal ini

berhubungan erat dengan energy yang

dibutuhkan oleh organ tubuh sebagai

tumpuan berat tubuh.

Aktivitas. Seseorang yang aktivitas

fisiknya tingi seperti olahragawan akan

membutuhkan lebih banyak energi

daripada orang yang diamatau santai, oleh

karena itu, frekuensi pernapasan orang

tersebut juga lebih tinggi. Gerakan dan

frekuensi pernapasan diatur oleh pusat

pernapasan yang terdapat di otak. Selain

itu, frekuensi pernapasan distimulus oleh

konsentrasi karbondioksida (CO₂) dalam

darah.

IX. Gangguan Pada Sistem Respirasi

Sistem  pernapasan  manusia  yang 

terdiri  atas  beberapa organ  dapat 

mengalami  gangguan.  Gangguan  ini 

biasanya berupa    kelainan  atau  penyakit. 

Penyakit  atau  kelainan  yang menyerang 

sistem  pernapasan  ini  dapat 

menyebabkannya proses pernapasan. Berikut

adalah beberapa contoh gangguan pada

system pernapasan manusia.

Emfisema, merupakan penyakit pada

paru-paru. Paru-paru  mengalami 

pembengkakan  karena  pembuluh darah 

nya kemasukan udara.

Asma, merupakan kelainan penyumbatan 

saluran pernapasan  yang  disebabkan 

oleh  alergi,  seperti  debu,bulu,  ataupun 

rambut. Kelainan  ini  dapat 

diturunkan.Kelainan  ini  juga  dapat 

kambuh  jika  suhu  lingkungan.

Tuberkulosis  (TBC), merupakan

penyakit paru-paru yang disebabkan  oleh 

Mycobacterium  tuberculosis.  Bakteri

tersebut menimbulkan bintil-bintil pada

dinding alveolus. Jika penyakit  ini

menyerang dan dibiarkan  semakin 

luas,dapat  menyebabkan  sel-sel  paru-

paru  mati.  Akibatnya paru-paru  akan 

kuncup  atau  mengecil.  Hal  tersebut

menyebabkan  para  penderita  TBC 

napasnya  sering terengah-engah.

Infuenza  (fu), merupakan  penyakit 

yang  disebabkan oleh  virus  infuenza.

Penyakit  ini  timbul dengan gejala bersin-

bersin, demam, dan pilek.

Kanker  paru-paru.  Penyakit  ini

merupakan  salah  satu paling 

berbahaya.  Sel-sel  kanker  pada  paru-

paru terus  tumbuh  tidak  terkendali.

Penyakit  ini  lama-kelamaan dapat

menyerang  seluruh  tubuh.   Salah  satu

pemicu  kanker  paru-paru  adalah 

24

Page 25: Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

kebiasaan merokok. Merokok  dapat 

memicu  terjadinya  kanker  paru-paru

dan kerusakan paru-paru.

Merokok dapat menyebabkan perubahan

struktur dan fungsi saluran pernapasan

dan jaringan paru-paru. Misalnya, sel

mukosa membesar (disebut hipertrofi) dan

kelenjar mukus bertambah banyak

(disebut  hiperplasia). Dapat pula terjadi

radang ringan, penyempitan saluran

pernapasan akibat bertambahnya sel sel

dan penumpikan lendir, dan kerusakan

alveoli. Perubahan anatomi saluran

pernapasan menyebabkan fungsi paru-

paru terganggu.

25

Page 26: Dasar Anatomi Dan Fisiologi Manusia

26