of 12 /12
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Proses pembelajaran merupakan salah satu unsur penting dalam mencapai keberhasilan belajar siswa. Proses pembelajaran terjadi transformasi ilmu antara guru dan siswa, ketika proses pembelajaran berlangsung terjadi interaksi yang memungkinkan bagi guru untuk mengenali karakteristik dan potensi siswa. Upaya guru dalam mengembangkan keaktifan belajar siswa sangatlah penting, sebab keaktifan belajar siswa menjadi penentu bagi keberhasilan pembelajaran yang dilaksanakan. Sebaiknya agar pembelajaran berjalan dengan baik maka siswa harus lebih berperan aktif karena guru hanya sebagai fasilitator serta pembimbing. Dengan demikian maka siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya serta mengemukakan pendapat, berpikir kritis, menyampaikan ide dan lain-lain. Salah satu sumber belajar yang membantu agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan digunakan oleh guru dan siswa adalah LKS (Lembar Kegiatan Siswa). Penggunaan LKS sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan aktifitas siswa selama proses pembelajaran. LKS merupakan bahan ajar cetak yang dapat membantu siswa dalam belajar. LKS merupakan bahan ajar berupa lembar-lembaran kertas yang berisi materi ringkasan dan petunjuk-petunjuk pelaksanaan tugas pembelajaran yang harus dikerjakan dan dilakukan oleh siswa yang mengacu pada kompetensi dasar yang akan dicapai. LKS yang sesuai dengan karakteristik siswa memiliki

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalaheprints.umm.ac.id/42180/2/BAB I.pdfpilihan ganda. LKS sering digunakan sebagai alat evaluasi oleh guru, soal-soal yang dijawab dengan melihat

  • Upload
    others

  • View
    11

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalaheprints.umm.ac.id/42180/2/BAB I.pdfpilihan ganda. LKS sering digunakan sebagai alat evaluasi oleh guru, soal-soal yang dijawab dengan melihat

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Proses pembelajaran merupakan salah satu unsur penting dalam mencapai

keberhasilan belajar siswa. Proses pembelajaran terjadi transformasi ilmu

antara guru dan siswa, ketika proses pembelajaran berlangsung terjadi interaksi

yang memungkinkan bagi guru untuk mengenali karakteristik dan potensi

siswa. Upaya guru dalam mengembangkan keaktifan belajar siswa sangatlah

penting, sebab keaktifan belajar siswa menjadi penentu bagi keberhasilan

pembelajaran yang dilaksanakan.

Sebaiknya agar pembelajaran berjalan dengan baik maka siswa harus lebih

berperan aktif karena guru hanya sebagai fasilitator serta pembimbing. Dengan

demikian maka siswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan

kemampuannya serta mengemukakan pendapat, berpikir kritis,

menyampaikan ide dan lain-lain. Salah satu sumber belajar yang membantu

agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan digunakan oleh guru dan

siswa adalah LKS (Lembar Kegiatan Siswa). Penggunaan LKS sebagai salah

satu sarana untuk meningkatkan aktifitas siswa selama proses pembelajaran.

LKS merupakan bahan ajar cetak yang dapat membantu siswa dalam

belajar. LKS merupakan bahan ajar berupa lembar-lembaran kertas yang berisi

materi ringkasan dan petunjuk-petunjuk pelaksanaan tugas pembelajaran yang

harus dikerjakan dan dilakukan oleh siswa yang mengacu pada kompetensi

dasar yang akan dicapai. LKS yang sesuai dengan karakteristik siswa memiliki

Page 2: BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalaheprints.umm.ac.id/42180/2/BAB I.pdfpilihan ganda. LKS sering digunakan sebagai alat evaluasi oleh guru, soal-soal yang dijawab dengan melihat

2

uraian materi , tujuan pembelajaran, alat dan bahan yang diperlukan dalam

kegiatan, langkah-langkah kegiatan, pertanyaan yang didiskusikan,

kesimpulan hasil diskusi, serta latihan soal. Tujuan penyusunan LKS yaitu

untuk menyajikan materi yang diberikan, mempermudah siswa memahami

materi, mengukur pemahaman dengan memberikan tugas kepada siswa.

LKS diperlukan sebagai salah satu komponen perangkat pembelajaran

yang mampu mengaktifkan dan memberikan pemahaman lebih terhadap materi

yang diajarkan oleh guru. LKS merupakan bahan ajar yang sering digunakan

oleh guru dan siswa agar dapat membantu siswa dalam belajar. LKS

merupakan bahan ajar cetak yang berisi materi ringkasan dan petunjuk-

petunjuk pelaksanaan tugas pembelajaran yang harus dikerjakan oleh peserta

didik.

Penggunaan LKS saat di kelas agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

Unsur-unsur LKS menurut komponen yang terdapat pada LKS yaitu judul,

kompetensi yang akan di capai, waktu penyelesaian, peralatan/bahan yang

diperlukan untuk menyelesaikan tugas, informasi singkat, langkah kerja, tugas

yang harus dilakukan dan laporan yang harus dikerjakan (Prastowo, 2013:208).

LKS disusun dengan materi dan tugas tertentu yang dikemas hingga

sedemikian rupa untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Menurut Prastowo (2013:208-211) ada empat macam LKS yang

digunakan yaitu LKS membantu peserta didik menerapkan dan

mengintegrasikan berbagai konsep yang telah di temukan, LKS membantu

peserta didik menemukan konsep, LKS sebagai penguatan dan LKS sebagai

petunjuk praktikum. Namun saat ini LKS yang beredar di sekolah adalah LKS

Page 3: BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalaheprints.umm.ac.id/42180/2/BAB I.pdfpilihan ganda. LKS sering digunakan sebagai alat evaluasi oleh guru, soal-soal yang dijawab dengan melihat

3

yang berupa buku rangkuman materi yang disertai kumpulan soal terutama soal

pilihan ganda. LKS sering digunakan sebagai alat evaluasi oleh guru, soal-soal

yang dijawab dengan melihat materi yang ada di dalam LKS sehingga kurang

melatih keterampilan berpikir kritis dan kemandirian siswa.

Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan pada 17 Januari 2018 di

SDN Tlogomas 1 Malang, bahwa pembelajaran tematik di kelas IV

menggunakan LKS, namun LKS yang ada tidak dibuat oleh guru tetapi oleh

penerbit. Hasil observasi dan wawancara dengan guru kelas IV bahwa

penggunaan LKS tersebut kurang maksimal, karena karakteristik dari LKS

yang telah ada menjadi kurang sesuai dengan kebutuhan siswa di SDN

Tlogomas 1. Guru menjadi lebih berperan dalam menyelesaikan tugas dan

siswa menjadi terlihat bosan.

Kelemahan LKS yang ada di sekolah yaitu penjabaran materi beserta soal

latihan yang ada kurang bisa membuat siswa menjadi lebih sering bertanya

kepada guru dan siswa lain, mampu menjawab pertanyaan guru serta

kurangnya kegiatan Tanya jawab serta diskusi yang melibatkan siswa selama

proses pembelajaran. Hal ini menjadikan siswa kurang mampu berpikir kritis

dan menjadi aktif selama proses pembelajaran. LKS yang ada memuat tentang

soal-soal evaluasi tanpa memuat tentang serangkaian kegiatan pembelajaran

yang dilakukan oleh siswa dalam memahami materi pembelajaran. Hal ini yang

menyebabkan pembelajaran menjadi kurang bermakna karena dalam proses

pembelajarannya siswa hanya diminta untuk mengerjakan soal tanpa

melakukan serangkaian kegiatan belajar yang dimana kegiatan tersebut dapat

meningkatkan keaktifan siswa serta agar siswa tidak merasa bosan.

Page 4: BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalaheprints.umm.ac.id/42180/2/BAB I.pdfpilihan ganda. LKS sering digunakan sebagai alat evaluasi oleh guru, soal-soal yang dijawab dengan melihat

4

Pada LKS yang ada juga ditemukan beberapa kekurangan lainnya yaitu

LKS yang digunakan kurang menarik bagi siswa sekolah dasar karena

materinya hanya disajikan dalam bentuk kalimat saja dan kurang komunikatif

tanpa adanya gambar yang menarik serta dapat memperjelas pemahaman siswa

namun sesuai dengan materi yang ada. Seperti yang disampaikan Dahlan

(Dalam Fitri, 2014) bahwa gambar pada LKS dapat memperjelas konsep dan

materi pelajaran serta memberikan respon positif. Ini berarti dengan adanya

gambar yang menarik siswa akan merasa tertarik sehingga siswa akan merasa

tertantang dan berpikir untuk memahami dan mendalami lebih lanjut tentang

materi yang diajarkan tersebut.

Memperhatikan kondisi di sekolah, pembelajaran di kelas menggunakan

LKS yang ada seperti ini menjadi tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran

tematik yang memberikan pengalaman bermakna kepada siswa dan seharusnya

dapat melatih siswa untuk berpikir kritis. Karena penggunaan LKS yang dibuat

oleh penerbit dan penggunaannya kurang bisa memandu siswa dalam

melaksakan tugas belajar baik secara mandiri maupun berkelompok.

Berdasarkan pengamatan yang telah dijabarkan maka diperlukan

pengembangan LKS yang dapat memotivasi guru untuk menjadi lebih kreatif

dalam membuat LKS serta memotivasi siswa agar menjadi lebih aktif serta

berpikir kritis dalam pembelajaran sehingga dapat menghasilkan pembelajaran

yang bermakna. Salah satu model yang bisa diterapkan untuk mendapatkan

hasil yang optimal dari penggunaan LKS adalah model Learning Cycle.

Menurut Ngalimun (2014:145) model Learning Cycle adalah suatu model

pembelajaran yang berpusat pada siswa. Learning Cycle merupakan rangkaian

Page 5: BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalaheprints.umm.ac.id/42180/2/BAB I.pdfpilihan ganda. LKS sering digunakan sebagai alat evaluasi oleh guru, soal-soal yang dijawab dengan melihat

5

tahap-tahap kegiatan yang diorganisasi sedemikian rupa sehingga siswa dapat

menguasai kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran

dengan berperan aktif didalam kegiatan pembelajaran.

Alasan menggunakan model Learning Cycle karena melalui Learning

Cycle kegiatan dalam tiap tahap mewadahi siswa untuk secara aktif

membangun konsep-konsepnya sendiri dengan cara berinteraksi dengan

lingkungan fisik maupun sosialnya. Dengan demikian proses belajar bukan lagi

hanya sekedar mentransfer ilmu dari guru ke siswa tetapi merupakan proses

pemerolehan konsep yang berorientasi pada keterlibatan siswa secara aktif dan

langsung.

Berdasarkan uraian diatas bahwa LKS yang ada saat ini kurang mampu

memaksimalkan keaktifan dan berpikir kritis siswa karena LKS yang ada

dibuat bukan oleh guru namun oleh penerbit. Ini berakibat kurang efektifnya

LKS yang ada. Selain karena dari segi tampilan kurang menarik namun juga

dari segi isi materi yang disajikan hanya dalam bentuk kalimat saja dan hanya

dengan sedikit disertai gambar yang menunjang kejelasan dari materi yang

disampaikan. Hal ini menjadikan siswa menjadi bosan sehingga pembelajaran

pembelajaran menjadi kurang bermakna. Dan hal ini tidak sesuai dengan tujuan

pembelajaran tematik yang memberikan pengalaman bermakna kepada siswa

dan melatih siswa menjadi berpikir kritis. Oleh karena itu berdasarkan paparan

diatas, maka akan dilakukan penelitian yang berjudul “Pengembangan Lembar

Kegiatan Siswa Dengan Learning Cycle Tema 4 Subtema 1 Pada Siswa Kelas

IV Sekolah Dasar”.

Page 6: BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalaheprints.umm.ac.id/42180/2/BAB I.pdfpilihan ganda. LKS sering digunakan sebagai alat evaluasi oleh guru, soal-soal yang dijawab dengan melihat

6

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka peneliti

dapat merumuskan rumusan masalah yaitu

1. Bagaimana pengembangan Lembar Kegiatan Siswa dengan Learning

Cycle tema 4 subtema 1 pada siswa kelas IV Sekolah Dasar?

2. Bagaimana keefektifan Lembar Kegiatan Siswa dengan Learning Cycle

tema 4 subtema 1 pada siswa kelas IV Sekolah Dasar?

C. Tujuan Penelitian dan Pengembangan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah

1. Mendeskripsikan pengembangan Lembar Kegiatan Siswa dengan

Learning Cycle Tema 4 Subtema 1 pada siswa kelas IV Sekolah Dasar.

2. Mengetahui keefektifan Lembar Kegiatan Siswa dengan Learning Cycle

Tema 4 Subtema 1 pada siswa kelas IV Sekolah Dasar.

D. Spesifikasi Produk yang Diharapkan

Penelitian ini akan dihasilkan produk berupa LKS learning cycle dengan

spesifikasi sebagai berikut :

LKS dengan model learning cycle untuk kelas IV Tema 4 (Berbagai

Pekerjaan) Subtema 1 (Jenis-Jenis Pekerjaan) Pembelajaran 1-6 dengan muatan

mata pelajaran.

1. Konstruk

a. Bahan ajar berupa LKS

Page 7: BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalaheprints.umm.ac.id/42180/2/BAB I.pdfpilihan ganda. LKS sering digunakan sebagai alat evaluasi oleh guru, soal-soal yang dijawab dengan melihat

7

b. Halaman sampul menggunakan kertas berwarna dengan gambar yang

berisi judul buku

c. Gambar yang dimuat dalam LKS merupakan gambar kartun berbagai jenis

pekerjaan yang ada di sekitar .

d. Huruf yang digunakan menggunakan font Comic San MS dan disesuaikan

dengan kebutuhan siswa dan menggunakan front 14

e. Kertas yang digunakan menggunakan kerta A4 berukuran 80gr

2. Konten (isi)

a. LKS dengan Learning Cycle digunakan siswa kelas IV

b. LKS berisi mata pelajaran yang ada pada Tema 4 Subtema 1 yaitu, Bahasa

Indonesia, IPA, IPS, PJOK, PPKN, SBDP

c. LKS dengan Learning Cycle terdiri atas:

1) Pendahuluan

Bagian pendahuluan terdiri dari beberapa komponen, yaitu 1)

Halaman Sampul, 2) Redaksi Penyusun, 3) Petunjuk Penggunaan Guru

dan Siswa, 4) Daftar Isi, 5) Kompetensi Inti Dan 6)Kompetensi Dasar.

2) Isi

Bagian isi terdiri dari, 1) Tema 4 Subtema 1 pembelajaran 1 samapai

dengan pemebelajaran 6, 2) waktu pelaksanaan, 3) tujuan pembelajaran,

dan 4) kegiatan belajar siswa terdiri dari penyajian masalah,

pengorganisasian pembelajaran, bimbingan pengarahan,

mengembangkan dan menyajikan hasil belajar, dan membuat kesimpulan

dan tindak lanjut.

Page 8: BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalaheprints.umm.ac.id/42180/2/BAB I.pdfpilihan ganda. LKS sering digunakan sebagai alat evaluasi oleh guru, soal-soal yang dijawab dengan melihat

8

3) Bagian Akhir

Bagian akhir dari LKS dengan Learning Cycle berisi penilaian pada

setiap akhir pembelajaran. Penilaian yang terdapat pada LKS learning

cycle adalah penilaian proses, dan penilaian hasil.

E. Pentingnya Penelitian dan Pengembangan

Hasil penelitian pengembangan ini dikatakan penting, karena dapat

memberikan manfaat sebagai berikut :

1. Secara Teoritis

a) Melalui Lembar Kegiatan Siswa dengan learning cycle diharapkan

dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan peneliti. Hasil dari

penelitian ini diharapkan mampu menjadi masukan serta inspirasi bagi

peneliti selanjutnya dalam mengembangkan Lembar Kegiatan Siswa

bagi siswa sekolah dasar.

b) Lembar Kerja Siswa learning cycle diharapkan agar siswa mampu

mempelajari materi dengan lebih mudah dan lebih aktif ketika proses

pembelajaran. Dengan mengkonstruksikan pengalaman dan

pengetahuan diharapkan siswa mampu mengembangkan kemampuan

bernalar, berpikir kritis dan menjadikan pembelajaran lebih aktif,

inovatif, menyenangkan dan lebih bermakna dalam menyelesaikan

latihan soal-soal yang terdapat pada LKS.

c) Lembar Kerja Siswa learning cycle diharapkan mampu memudahkan

guru dalam menyampaikan materi kepada peserta didik, serta

Page 9: BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalaheprints.umm.ac.id/42180/2/BAB I.pdfpilihan ganda. LKS sering digunakan sebagai alat evaluasi oleh guru, soal-soal yang dijawab dengan melihat

9

memberikan pengetahuan yang lebih bagi guru dalam mengembangkan

bahan ajar sesuai dengan kebutuhan siswa.

d) Lembar Kegiatan Siswa dengan Learning Cycle diharapkan

meningkatkan kualitas dan mutu pembelajaran tema 4 subtema 1 pada

kelas IV. LKS learning cycle dapat menjadi salah satu alternatif yang

dimanfaatkan sekolah dalam proses pembelajaran di kelas.

2. Secara Praktis

Penelitian ini dapat menjadi kontribusi pada kajian keilmuan tentang

bahan ajar Lembar Kegiatan Siswa yang dapat digunakan pada

pembelajaran tematik kelas IV tema 4 dan dapat dijadikan referensi untuk

mengembangkan penelitian selanjutnya mengenai bahan ajar LKS Learning

Cycle. Serta meningkatkan keterampilan guru untuk mengatasi kesulitan

pembelajaran serta terciptanya suasana pembelajaran yang efektif,

menyenangkan dan tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal

F. Asumsi dan Keterbatasan Penelitian dan Pengembangan

Berdasarkan latar belakang masalah yang ada, maka peneliti akan

mengembangkan bahan ajar yang berupa lembar kerja siswa berorientasi pada

pendekatan konstruktivisme.

Page 10: BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalaheprints.umm.ac.id/42180/2/BAB I.pdfpilihan ganda. LKS sering digunakan sebagai alat evaluasi oleh guru, soal-soal yang dijawab dengan melihat

10

1. Asumsi pengembangan ini adalah :

a. Siswa kelas IV SDN Tlogomas 1 Malang telah menggunakan LKS

sebagai penunjang dalam proses pembelajaran

b. Guru sebagai fasilitator untuk siswa dalam proses penyampaian ateri

dibantu dengan LKS

c. LKS yang ada sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa

2. Keterbatasan penelitian ini yaitu :

a. Bahan ajar Lembar Kegiatan Siswa dengan model learning cycle

pendekatan konstruktvisme hanya difokuskan pada tema 4 (berbagai

pekerjaan), subtema 1 (jenis-jenis pekerjaan), pembelajaran dengan

perpaduan beberapa muatan mata pelajaran yaitu PPKn , IPS, IPA,

Matematika, Bahasa Indonesia, SBdB, dan PJOK.

b. Subjek penelitian ini terbatas untuk siswa kelas IV SDN Tlogomas 1

Malang.

c. Pengembangan Lembar Kegiatan Siswa learning cycle ini

menggunakan penelitian pengembangan. Penelitian dikembangkan

berdasarkan model pengembangan ADDIE, yaitu: analisis (analyze), (2)

perencanaan (design), (3) pengembangan (development), (4)

implementasi (implementation), dan (5) evaluasi (evaluation).

G. Definisi Operasional

Istilah-istilah yang perlu didefinisikan secara operasional dalam

pengembangan KLS learning cycle ini dapat dijelaskan sebagai berikut :

Page 11: BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalaheprints.umm.ac.id/42180/2/BAB I.pdfpilihan ganda. LKS sering digunakan sebagai alat evaluasi oleh guru, soal-soal yang dijawab dengan melihat

11

1. LKS merupakan bahan ajar cetak yang berisi tugas-tugas untuk dikerjakan

oleh peserta didik terkait materi yang sedang dipelajari. LKS yang

dimaksud adalah lembar yang berisi langkah-langkah kegiatan siswa

untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.

2. Model learning cycle merupakan suatu model pembelajaran yang

berpusat pada siswa (student center). Model learning cycle merupakan

rangkaian terdiri dari fasi-fase atau tahap-tahap kegiatan yang

terorganisasi sedemikian rupa sehingga peserta didik dapat menguasai

kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran dengan

berperan aktif dalam pembelajaran. Model pembelajaran learning cycle

merupakan salah satu model pembelajaran yang menggunakan

pendekatan konstruktivisme. Model ini menekankan pentingnya siswa

membangun sendiri pengetahuan mereka lewat keterlibatan dalam proses

belajar mengajar.

3. Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang menggabungka beberapa

mata pelajaran kedalam tema. Pembelajaran tematik yang dimaksud

adalah pembelajaran yang dilakukan siswa yang terdiri dari 6

pembelajaran dalam satu subtema

Page 12: BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalaheprints.umm.ac.id/42180/2/BAB I.pdfpilihan ganda. LKS sering digunakan sebagai alat evaluasi oleh guru, soal-soal yang dijawab dengan melihat

12