of 33 /33
1 ANATOMI FISIOLOGI SISTEM KARDIOVASKULER DAN ANATOMI FISIOLOGI SISTEM PERNAPASAN Anatomi dan Fisiologi Sistem Kardiovaskular Jantung merupakan suatu organ otot berongga yang terletak di pusat dada. Bagian kanan dan kiri jantung masing-masing memiliki ruang sebelah atas (atrium yang mengumpulkan darah dan ruang sebelah bawah (ventrikel) yang mengeluarkan darah. Agar darah hanya mengalir dalam satu arah, maka ventrikel memiliki satu katup pada jalan masuk dan satu katup pada jalan keluar. ·Fungsi sistem kardiovaskuler ( jantung ) memberikan dan mengalirkan suplai oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan dan organ tubuh yang diperlukan dalam proses metabolisme . Secara normal setiap jaringan dan organ tubuh akan menerima aliran darah dalam jumlah yang cukup sehingga jaringan dan organ tubuh menerima nutrisi dengan adekuat. Sistem kardiovaskular yang berfungsi sebagai sistem regulasi melakukan mekanisme yang bervariasi dalam merespons seluruh aktivitas tubuh. Salah satu contoh adalah mekanisme meningkatkan suplai darah agar aktivitas jaringan dapat terpenuhi. Pada keadaan tertentu, darah akan lebih banyak dialirkan pada organ-organ vital seperti jantung dan otak untuk memelihara sistem sirkulasi organ tersebut. 1. 1. Gambaran Anatomi Sistem Kardiovaskular Hanya dalam beberapa hari setelah konsepsi sampai kematian, jantung terus-menerus berdetak. Jantung berkembang sedemikian dini, dan sangat penting seumur hidup. Hal ini karena sistem sirkulasi adalah sistem transportasi tubuh. Fungsi ini akan berfungsi sebagai sistem vital untuk mengangkut bahan-bahan yang mutlak dibutuhkan oleh sel-sel tubuh. Sistem sirkulasi teridiri dari tiga komponen dasar: a) Jantung, yang berfungsi sebagai pemompa yang melakukan tekanan terhadap darah agar dapat mengalir ke jaringan. b) Pembuluh darah, berfungsi sebagai saluran yang digunakan agar darah dapat didistribusikan ke seluruh tubuh. c) Darah, berfungsi sebagai media transportasi segala material yang akan didistribusikan ke seluruh tubuh. a. Jantung 1) Letak Jantung Jantung adalah organ berotot dengan ukuran sekepalan. Jantung terletak di rongga toraks (dada) sekitar garis tengah antara sternum atau tulang dada di sebelah anterior dan vertebra (tulang punggung) di sebelah posterior (Sherwood, Lauralee, 2001: 258). Bagian depan dibatasi oleh sternum dan costae 3,4, dan 5. Hampir dua pertiga bagian jantung terletak di sebelah kiri garis median sternum. Jantung terletak di atas diafragma, miring ke depan kiri dan apex cordis berada paling depan dalam rongga thorax. Apex

Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler Dan Anatomi Fisiologi Sistem Pernapasan

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Patofisiologi

Citation preview

Page 1: Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler Dan Anatomi Fisiologi Sistem Pernapasan

1

ANATOMI FISIOLOGI SISTEM KARDIOVASKULER DAN ANATOMI

FISIOLOGI SISTEM PERNAPASAN

 Anatomi dan Fisiologi Sistem Kardiovaskular

Jantung merupakan suatu organ otot berongga yang terletak di pusat dada. Bagian kanan

dan kiri jantung masing-masing memiliki ruang sebelah atas (atrium yang mengumpulkan

darah dan ruang sebelah bawah (ventrikel) yang mengeluarkan darah. Agar darah hanya

mengalir dalam satu arah, maka ventrikel memiliki satu katup pada jalan masuk dan satu

katup pada jalan keluar.

  ·Fungsi sistem kardiovaskuler ( jantung )

memberikan dan mengalirkan suplai oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan dan organ

tubuh yang diperlukan dalam proses metabolisme. Secara normal setiap jaringan dan

organ tubuh akan menerima aliran darah dalam jumlah yang cukup sehingga jaringan dan

organ tubuh menerima nutrisi dengan adekuat. Sistem kardiovaskular yang berfungsi

sebagai sistem regulasi melakukan mekanisme yang bervariasi dalam merespons seluruh

aktivitas tubuh. Salah satu contoh adalah mekanisme meningkatkan suplai darah agar

aktivitas jaringan dapat terpenuhi. Pada keadaan tertentu, darah akan lebih banyak

dialirkan pada organ-organ vital seperti jantung dan otak untuk memelihara sistem

sirkulasi organ tersebut.

 

1. 1.      Gambaran Anatomi Sistem Kardiovaskular

Hanya dalam beberapa hari setelah konsepsi sampai kematian, jantung terus-menerus

berdetak. Jantung berkembang sedemikian dini, dan sangat penting seumur hidup. Hal ini

karena sistem sirkulasi adalah sistem transportasi tubuh. Fungsi ini akan berfungsi

sebagai sistem vital untuk mengangkut bahan-bahan yang mutlak dibutuhkan oleh sel-sel

tubuh. Sistem sirkulasi teridiri dari tiga komponen dasar:

a) Jantung, yang berfungsi sebagai pemompa yang melakukan tekanan terhadap darah

agar dapat mengalir ke jaringan.

b) Pembuluh darah, berfungsi sebagai saluran yang digunakan agar darah dapat

didistribusikan ke seluruh tubuh.

c) Darah, berfungsi sebagai media transportasi segala material yang akan didistribusikan

ke seluruh tubuh.

  a.      Jantung

1)       Letak Jantung

Jantung adalah organ berotot dengan ukuran sekepalan. Jantung terletak di rongga toraks

(dada) sekitar garis tengah antara sternum atau tulang dada di sebelah anterior dan

vertebra (tulang punggung) di sebelah posterior (Sherwood, Lauralee, 2001: 258). Bagian

depan dibatasi oleh sternum dan costae 3,4, dan 5. Hampir dua pertiga bagian jantung

terletak di sebelah kiri garis median sternum. Jantung terletak di atas diafragma, miring ke

depan kiri dan apex cordis berada paling depan dalam rongga thorax. Apex cordis dapat

diraba pada ruang intercostal 4-5 dekat garis medio-clavicular kiri. Batas cranial jantung

dibentuk oleh aorta ascendens, arteri pulmonalis, dan vena cava superior (Aurum, 2007).

Pada dewasa, rata-rata panjangnya kira-kira 12 cm, dan lebar 9 cm, dengan berat 300

sakpai 400 gram (Setiadi, 2007: 164).

2)      Ruang Jantung

Jantung dibagi menjadi separuh kanan dan kiri, dan memiliki empat bilik (ruang), bilik

bagian atas dan bawah di kedua belahannya. Bilik-bilik atas, atria (atrium, tunggal)

menerima darah yang kembali ke jantung dan memindahkannya ke bilik-bilik bawah,

ventrikel, yang memompa darah dari jantung. Kedua belahan jantung dipisahkan oleh

septum, suatu partisi otot kontinu yang mencegah pencampuran darah dari kedua sisi

jantung. Pemisahan ini sangat penting, karena separuh kanan jantung menerima dan

memompa darah beroksigen rendah sementara sisi kiri jantung menerima dan memompa

darah beroksigen tinggi (Sherwood, Lauralee, 2001: 259-260).

a)      Atrium Dextra

Dinding atrium dextra tipis, rata-rata 2 mm. Terletak agak ke depan dibandingkan

ventrikel dextra dan atrium sinistra. Pada bagian antero-superior terdapat lekukan ruang

atau kantung berbentuk daun telinga yang disebut Auricle. Permukaan endokardiumnya

Page 2: Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler Dan Anatomi Fisiologi Sistem Pernapasan

2

tidak sama. Posterior dan septal licin dan rata. Lateral dan auricle kasar dan tersusun dari

serabut-serabut otot yang berjalan parallel yang disebut Otot Pectinatus. Atrium Dextra

merupakan muara dari vena cava. Vena cava superior bermuara pada didnding supero-

posterior. Vena cava inferior bermuara pada dinding infero-latero-posterior pada muara

vena cava inferior ini terdapat lipatan katup rudimenter yang disebut Katup Eustachii.

Pada dinding medial atrium dextra bagian postero-inferior terdapat Septum Inter-Atrialis

Pada pertengahan septum inter-atrialis terdapat lekukan dangkal berbentuk lonjong yang

disebut Fossa Ovalis, yang mempunyai lipatan tetap di bagian anterior dan disebut

Limbus Fossa Ovalis. Di antara muara vena cava inferior dan katup tricuspidalis terdapat

Sinus Coronarius, yang menampung darah vena dari dinding jantung dan bermuara pada

atrium dextra. Pada muara sinus coronaries terdapat lipatan jaringan ikat rudimenter yang

disebut Katup Thebesii. Pada dinding atrium dextra terdapat nodus sumber listrik jantung,

yaitu Nodus Sino-Atrial terletak di pinggir lateral pertemuan muara vena cava superior

dengan auricle, tepat di bawah Sulcus Terminalis. Nodus Atri-Ventricular terletak pada

antero-medial muara sinus coronaries, di bawah katup tricuspidalis. Fungsi atrium dextra

adalah tempat penyimpanan dan penyalur darah dari vena-vena sirkulasi sistemik ke

dalam ventrikel dextra dan kemudian ke paru-paru.

Karena pemisah vena cava dengan dinding atrium hanyalah lipatan katup atau pita otot

rudimenter maka, apabila terjadi peningkatan tekanan atrium dextra akibat bendungan

darah di bagian kanan jantung, akan dikembalikan ke dalam vena sirkulasi sistemik.

Sekitar 80% alir balik vena ke dalam atrium dextra akan mengalir secara pasif ke dalam

ventrikel dxtra melalui katup tricuspidalisalis. 20% sisanya akan mengisi ventrikel dengan

kontraksi atrium. Pengisian secara aktif ini disebut Atrial Kick. Hilangnya atrial kick pada

Disaritmia dapat mengurangi curah ventrikel.

b)      Atrium Sinistra

Terletak postero-superior dari ruang jantung lain, sehingga pada foto sinar tembus dada

tidak tampak. Tebal dinding atrium sinistra 3 mm, sedikit lebih tebal dari pada dinding

atrium dextra. Endocardiumnya licin dan otot pectinatus hanya ada pada auricle. Atrium

kiri menerima darah yang sduah dioksigenasi dari 4 vena pumonalis yang bermuara pada

dinding postero-superior atau postero-lateral, masing-masing sepasang vena dextra et

sinistra. Antara vena pulmonalis dan atrium sinistra tidak terdapat katup sejati. Oleh

karena itu, perubahan tekanan dalam atrium sinistra membalik retrograde ke dalam

pembuluh darah paru. Peningkatan tekanan atrium sinistra yang akut akan menyebabkan

bendungan pada paru. Darah mengalir dari atrium sinistra ke ventrikel sinistra melalui

katup mitralis.

c)      Ventrikel Dextra

Terletak di ruang paling depan di dalam rongga thorax, tepat di bawah manubrium sterni.

Sebagian besar ventrikel kanan berada di kanan depan ventrikel sinistra dan di medial

atrium sinistra. Ventrikel dextra berbentuk bulan sabit atau setengah bulatan, tebal

dindingnya 4-5 mm. Bentuk ventrikel kanan seperti ini guna menghasilkan kontraksi

bertekanan rendah yang cukup untuk mengalirkan darah ke dalam arteria pulmonalis.

Sirkulasi pulmonar merupakan sistem aliran darah bertekanan rendah, dengan resistensi

yang jauh lebih kecil terhadap aliran darah dari ventrikel dextra, dibandingkan tekanan

tinggi sirkulasi sistemik terhadap aliran darah dari ventrikel kiri. Karena itu beban kerja

dari ventrikel kanan jauh lebih ringan daripada ventrikel kiri. Oleh karena itu, tebal

dinding ventrikel dextra hanya sepertiga dari tebal dinding ventrikel sinistra. Selain itu,

bentuk bulan sabit atau setengah bulatan ini juga merupakan akibat dari tekanan ventrikel

sinistra yang lebih besar daripada tekanan di ventrikel dextra. Disamping itu, secara

fungsional, septum lebih berperan pada ventrikel sinistra, sehingga sinkronisasi gerakan

lebih mengikuti gerakan ventrikel sinistra.

Dinding anterior dan inferior ventrikel dextra disusun oleh serabut otot yang disebut

Trabeculae Carnae, yang sering membentuk persilangan satu sama lain. Trabeculae

carnae di bagian apical ventrikel dextra berukuran besar yang disebut Trabeculae

Septomarginal (Moderator Band). Secara fungsional, ventrikel dextra dapat dibagi dalam

alur masuk dan alur keluar. Ruang alur masuk ventrikel dextra (Right Ventricular Inflow

Tract) dibatasi oleh katup tricupidalis, trabekel anterior, dan dinding inferior ventrikel

dextra. Alur keluar ventrikel dextra (Right Ventricular Outflow Tract) berbentuk tabung

atau corong, berdinding licin, terletak di bagian superior ventrikel dextra yang disebut

Page 3: Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler Dan Anatomi Fisiologi Sistem Pernapasan

3

Infundibulum atau Conus Arteriosus. Alur masuk dan keluar ventrikel dextra dipisahkan

oleh Krista Supraventrikularis yang terletak tepat di atas daun anterior katup tricuspidalis.

Untuk menghadapi tekanan pulmonary yang meningkat secara perlahan-lahan, seperti

pada kasus hipertensi pulmonar progresif, maka sel otot ventrikel dextra mengalami

hipertrofi untuk memperbesar daya pompa agar dapat mengatasi peningkatan resistensi

pulmonary, dan dapat mengosongkan ventrikel. Tetapi pada kasus dimana resistensi

pulmonar meningkat secara akut (seperti pada emboli pulmonary massif) maka

kemampuan ventrikel dextra untuk memompa darah tidak cukup kuat, sehingga seringkali

diakhiri dengan kematian.

 

d)     Ventrikel Sinistra

Berbentuk lonjong seperti telur, dimana pada bagian ujungnya mengarah ke antero-

inferior kiri menjadi Apex Cordis. Bagian dasar ventrikel tersebut adalah Annulus

Mitralis. Tebal dinding ventrikel sinistra 2-3x lipat tebal dinding ventrikel dextra,

sehingga menempati 75% masa otot jantung seluruhnya. Tebal ventrikel sinistra saat

diastole adalah 8-12 mm. Ventrikel sinistra harus menghasilkan tekanan yang cukup

tinggi untuk mengatasi tahanan sirkulasi sitemik, dan mempertahankan aliran darah ke

jaringan-jaringan perifer. Sehingga keberadaan otot-otot yang tebal dan bentuknya yang

menyerupai lingkaran, mempermudah pembentukan tekanan tinggi selama ventrikel

berkontraksi. Batas dinding medialnya berupa septum interventrikulare yang memisahkan

ventrikel sinistra dengan ventrikel dextra. Rentangan septum ini berbentuk segitiga,

dimana dasar segitiga tersebut adalah pada daerah katup aorta.

Septum interventrikulare terdiri dari 2 bagian yaitu: bagian Muskulare (menempati

hampir seluruh bagian septum) dan bagian Membraneus. Pada dua pertiga dinding septum

terdapat serabut otot Trabeculae Carnae dan sepertiga bagian endocardiumnya licin.

Septum interventrikularis ini membantu memperkuat tekanan yang ditimbulkan oleh

seluruh ventrikel pada saat kontraksi. Pada saat kontraksi, tekanan di ventrikel sinistra

meningkat sekitar 5x lebih tinggi daripada tekanan di ventrikel dextra; bila ada hubungan

abnormal antara kedua ventrikel (seperti pada kasus robeknya septum pasca infark

miokardium), maka darah akan mengalir dari kiri ke kanan melalui robekan tersebut.

Akibatnya jumlah aliran darah dari ventrikel kiri melalui katup aorta ke dalam aorta akan

berkurang.

3)       Katub-katub Jantung

Katup jantung berfungsi mempertahankan aliran darah searah melalui bilik-bilik jantung

(Aurum, 2007). Setiap katub berespon terhadap perubahan tekanan (Setiadi 2007: 169).

Katub-katub terletak sedemikian rupa, sehingga mereka membuka dan menutup secara

pasif karena perbedaan tekanan, serupa dengan pintu satu arah Sherwood, Lauralee, 2001:

261). Katub jantung dibagi dalam dua jenis, yaitu katub atrioventrikuler, dan katub

semilunar.

a)      Katub Atrioventrikuler

Letaknya antara atrium dan ventrikel, maka disebut katub atrioventrikular. Katub yang

terletak di antara atrium kanan dan ventrikel kanan mempunyai tiga buah katub disebut

katub trukuspid (Setiadi, 2007: 169). Terdiri dari tiga otot yang tidak sama, yaitu: 1)

Anterior, yang merupakan paling tebal, dan melekat dari daerah Infundibuler ke arah

kaudal menuju infero-lateral dinding ventrikel dextra. 2) Septal, Melekat pada kedua

bagian septum muskuler maupun membraneus. Sering menutupi VSD kecil tipe alur

keluar. 3) Posterior, yang merupalan paling kecil, Melekat pada cincin tricuspidalis pada

sisi postero-inferior (Aurum, 2007).

Sedangkan katub yang letaknya di antara atrium kiri dan ventrikel kiri mempunyai dua

daun katub disebut katub mitral (Setiadi, 2007: 169). Terdiri dari dua bagian, yaitu daun

katup mitral anterior dan posterior. Daun katup anterior lebih lebar dan mudah bergerak,

melekat seperti tirai dari basal bentrikel sinistra dan meluas secara diagonal sehingga

membagi ruang aliran menjadi alur masuk dan alur keluar (Aurum, 2007).

b)      Katub Semilunar

Disebut semilunar (“bulan separuh”) karena terdiri dari tiga daun katub, yang masing-

masing mirip dengan kantung mirip bulan separuh (Sherwood, Lauralee, 2007: 262).

Katub semilunar memisahkan ventrikel dengan arteri yang berhubungan. Katub pulmonal

terletek pada arteri pulmonalis, memisahkan pembuluh ini dari ventrikel kanan. Katub

Page 4: Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler Dan Anatomi Fisiologi Sistem Pernapasan

4

aorta terletak antara ventrikel kiri dan aorta. Adanya katub semilunar ini memungkinkan

darah mengalir dari masing-masing ventrikel ke arteri pulmonalis atau aorta selama

systole ventrikel, dan mencegah aliran balik waktu diastole ventrikel (Setiadi, 2007: 170).

4)      Lapisan Jantung

Dinding jantung terutama terdiri dari serat-serat otot jantung yang tersusun secara spiral

dan saling berhubungan  melalui diskus interkalatus (Sherwood, Lauralee, 2001: 262).

Dinding jantung terdiri dari tiga lapisan berbeda, yaitu:

a)      Perikardium (Epikardium)

Epi berarti “di atas”, cardia berarti “jantung”, yang mana bagian ini adalah suatu

membran tipis di bagian luar yang membungkis jantung. Terdiri dari dua lapisan, yaitu

(Setiadi, 2007):

Perikarduim fibrosum (viseral), merupakan bagian kantong yang membatasi pergerakan

jantung terikat di bawah sentrum tendinium diafragma, bersatu dengan pembuluh darah

besar merekat pada sternum melalui ligamentum sternoperikardial.

Perikarduim serosum (parietal), dibagi menjadi dua bagian, yaitu Perikardium parietalis

membatasi perikarduim fibrosum sering disebut epikardium, dan Perikarduim fiseral yang

mengandung sedikit cairan yang berfungsi sebagai pelumas untuk mempermudah

pergerakan jantung.

b)      Miokardium

Myo berarti “otot”, merupakan lapisan tengah yang terdiri dari otot jantung, membentuk

sebagian besar dinding jantung. Serat-serat otot ini tersusun secara spiral dan melingkari

jantung (Sherwood, Lauralee, 2001: 262). Lapisan otot ini yang akan menerima darah dari

arteri koroner (Setiadi, 2007: 172).

c)      Endokardium

Endo berarti “di dalam”, adalah lapisan tipis endothelium, suatu jaringan epitel unik yang

melapisi bagian dalam seluruh sistem sirkulasi (Sherwood, Lauralee, 2007: 262).

 

5)      Persarafan Jantung

Jantung dipersarafi oleh sistem saraf otonom. Kecepatan denyut jantung terutama

ditentukan oleh pengaruh otonom pada nodus SA. Jantung dipersarafi oleh kedua divisi

sistem saraf otonom, yang dapat memodifikasi kecepatan (serta kekuatan) kontraksi,

walaupun untuk memulai kontraksi tidak memerlukan stimulasi saraf. Saraf parasimpatis

ke jantung, yaitu saraf vagus, terutama mempersarafi atrium, terutama nodus SA dan AV.

Saraf-saraf simpatis jantung juga mempersarafi atrium, termasuk nodus SA dan AV, serta

banyak mempersarafi ventrikel (Sherwood, Lauralee, 2001: 280).

1. b.      Vaskularisasi Jantung( pembuluh darah)

Pembuluh darah adalah prasarana jalan bagi aliran darah. Secara garis besar peredaran

darah dibedakan menjadi dua, yaitu peredaran darah besar yaitu dari jantung ke seluruh

tubuh, kembali ke jantung (surkulasi sistemik), dan peredaran darah kecil, yaitu dari

jantung ke paru-paru, kembali ke jantung (sirkulasi pulmonal).

1)      Arteri

Suplai darah ke miokardium berasal dari dua arteri koroner besar yang berasal dari aorta

tepat di bawah katub aorta. Arteri koroner kiri memperdarahi sebagian besar ventrikel

kiri, dan arteri koroner kanan memperdarahi sebagian besar ventrikel kanan (Setiadi,

2007: 179).

a)      Arteri Koroner Kanan

Berjalan ke sisi kanan  jantung, pada sulkus atrioventrikuler kanan. Pada dasarnya arteri

koronarian kanan memberi makan pada atrium kanan, ventrikel kanan, dan dinding

sebelah dalam dari ventrikel kiri. Bercabang menjadi Arteri Atrium Anterior Dextra

(RAAB = Right Atrial Anterior Branch) dan Arteri Coronaria Descendens Posterior

(PDCA = Posterior Descending Coronary Artery). RAAB memberikan aliran darah untuk

Nodus Sino-Atrial. PDCA memberikan aliran darah untuk Nodus Atrio-Ventrikular

(Aurum, 2007).

b)      Arteri Koroner Kiri

Berjalan di belakang arteria pulmonalis sebagai arteri coronaria sinistra utama (LMCA =

Left Main Coronary Artery) sepanjang 1-2 cm. Bercabang menjadi Arteri Circumflexa

(LCx = Left Circumflex Artery) dan Arteri Descendens Anterior Sinistra (LAD = Left

Page 5: Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler Dan Anatomi Fisiologi Sistem Pernapasan

5

Anterior Descendens Artery). LCx berjalan pada Sulcus Atrio-Ventrcular mengelilingi

permukaan posterior jantung. LAD berjalan pada Sulcus Interventricular sampai ke Apex.

Kedua pembuluh darah ini bercabang-cabang dan memberikan lairan darah diantara

kedua sulcus tersebut (Aurum, 2007).

2)      Vena

Distrubusi vena koroner sesungguhnya parallel dengan distribusi arteri koroner. Sistem

vena jantung mempunyai tiga bagian, yaitu (Setiadi, 2007: 181):

Vena tabesian, merupakan sistem terkecil yang menyalurkan sebagian darah dari

miokardium atrium kanan dan ventrikel kanan.

Vena kardiaka anterior, mempunyai fungsi yang cukup berarti, mengosongkan sebagian

besar isi vena ventrikel langsung ke atrium kanan.

Sinus koronarius dan cabangnya, merupakan sistem vena yang paling besar dan paling

penting, berfungsi menyalurkan pengembalian darah vena miokard ke dalam atrium

kanan melalui ostinum sinus koronaruis yang bermuara di samping vena kava inferior.

 

 

1. c.       Darah

1)      Pengertian Darah

Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah

mengangkutoksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai

jaringantubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung

berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari

berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah..

Darahmanusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya oksigen sampai merah

tuaapabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin,

protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme,

yangmerupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen.

Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir dalam

pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa oleh jantungmenuju

paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon dioksida danmenyerap

oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantungmelalui vena

pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah

aorta. Darah mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh melalui saluranhalus darah yang

disebut pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah

vena cava superior dan vena cava inferior. Darah juga mengangkut bahan bahan sisa

metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk diuraikanke ginjal untuk

dibuang sebagai air seni.

 

2)       Pembagian darah

o Plasma darah 55 %

Unsur ini merupakan komponen terbesar dalam darah, karena lebih dari separuh darah

mengandung plasma darah. Hampir 90% bagian dari plasma darah adalah air. Plasma

darah berfungsi untuk mengangkut sarimakanan ke sel-sel serta membawa sisa

pembakaran dari sel ke tempat pembuangan. Fungsi lainnya adalah menghasilkan zat

kekebalan tubuhterhadap penyakit atau zat antibodi.

o Sel-sel darah 45 %; terdiri dari:

a)      Sel darah merah (eritrosit)

Sel darah merah (eritrosit) bentuknya seperti cakram/ bikonkaf dan tidak mempunyai inti.

Ukuran diameter kira-kira 7,7 unit (0,007 mm), tidak dapat bergerak. Banyaknya kira–

kira 5 juta dalam 1 mm3 (41/2 juta).warnanya kuning kemerahan, karena didalamnya

mengandung suatu zat yangdisebut hemoglobin, warna ini akan bertambah merah jika di

dalamnya banyak mengandung oksigen.           Fungsi sel darah merah adalah mengikat

oksigen dari paru–paru untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuhdan mengikat karbon

dioksida dari jaringan tubuh untuk dikeluarkan melalui paru–paru. Pengikatan oksigen

dan karbon dioksida ini dikerjakan oleh hemoglobin yang telah bersenyawadengan

oksigen yang disebut oksihemoglobin (hb + oksigen 4 hb-oksigen) jadi oksigen diangkut

dari seluruh tubuh sebagai oksihemoglobin yangnantinya setelah tiba di jaringan akan

dilepaskan: hb-oksigen hb + oksigen, dan seterusnya. Hb tadi akan bersenyawa dengan

Page 6: Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler Dan Anatomi Fisiologi Sistem Pernapasan

6

karbon dioksida dan disebut karbon dioksida hemoglobin (hb + karbon dioksida hb-

karbon dioksida) yangmana karbon dioksida tersebut akan dikeluarkan di paru-paru.

Sel darah merah (eritrosit) diproduksi di dalam sumsum tulang merah,limpa dan hati.

Proses pembentukannya dalam sumsum tulang melalui beberapa tahap. Mula-mula besar

dan  berisi nukleusdan tidak berisi hemoglobin kemudian dimuati hemoglobin dan

akhirnya kehilangannukleusnya dan siap diedarkan dalam sirkulasi darah yang kemudian

akan beredar di dalam tubuh selama kebih kurang 114 – 115 hari, setelah itu akanmati.

Hemoglobin yang keluar dari eritrosit yang mati akan terurai menjadidua zat yaitu

hematin yang mengandung fe yang berguna untuk membuateritrosit barudan hemoglobin

yaitu suatu zat yang terdapat didalam eritrisityang berguna untuk mengikat oksigen dan

karbon dioksida.

Jumlah normal pada orang dewasa kira- kira 11,5 – 15 gram dalam 100cc darah. Normal

hb wanita 11,5 mg%dan laki-laki 13,0 mg%. Sel darahmerah memerlukan protein karena

strukturnya terdiri dari asam aminodan memerlukan pula zat besi, sehingga diperlukan

diit seimbang zat besi.

Di dalam tubuh banyaknya sel darah merah ini bisa berkurang,demikian juga banyaknya

hemoglobin dalam sel darah merah. Apabila kedua-duanya berkurang maka keadaan ini

disebut anemia, yang biasanyadisebabkan oleh perdarahaan yang hebat, penyakit yang

melisis eritrosit,dan tempat pembuatan eritrosit terganggu.

b)      Sel darah putih (leukosit)

Bentuk dansifat leukosit berlainan dengan sifat eritrosit apabila kitalihat di bawah

mikroskop maka akan terlihat bentuknya yang dapat berubah-ubahdandapat bergerak

dengan perantaraan kaki palsu (pseudopodia),mempunyai bermacam- macam inti sel

sehingga ia dapat dibedakan menurutinti selnya, warnanya bening (tidak berwarna),

banyaknya dalam 1 mm3 darahkira-kira 6000-9000.

Fungsinya sebagai pertahanan tubuh yaitu membunuhdanmemakan bibit penyakit /

bakteri yang masuk ke dalam jaringan res (sistemretikuloendotel), tempat pembiakannya

di dalam limpadankelenjar limfe;sebagai pengangkut yaitu mengangkut / membawa zat

lemak dari dinding ususmelalui limpa terus ke pembuluh darah.

Sel leukosit disamping berada di dalam pembuluh darah juga terdapatdi seluruh jaringan

tubuh manusia. Pada kebanyakan penyakit disebabkan oleh masuknya kuman / infeksi

maka jumlah leukosit yang ada di dalam darah akanlebih banyak dari biasanya. Hal ini

disebabkan sel leukosit yang biasanyatinggal di dalam kelenjar limfe, sekarang beredar

dalam darah untuk mempertahankan tubuh dari serangan penyakit tersebut. Jika jumlah

leukositdalam darah melebihi 10000/mm3 disebut leukositosisdankurang dari

6000disebut leukopenia.

c)      keping-keping darah (trombosit)

Trombosit merupakan benda-benda kecil yang mati yang bentuk dan ukurannya

bermacam-macam, ada yang bulat dan lonjong, warnanya putih,normal pada orang

dewasa 200.000-300.000/mm3.

Fungsinya memegang peranan penting dalam pembekuan darah. Jika banyaknya kurang

dari normal, maka kalau ada luka darah tidak lekasmembeku sehingga timbul perdarahan

yang terus- menerus. Trombosit lebihdari 300.000 disebut trombositosis. Trombosit yang

kurang dari 200.000disebut trombositopenia.

Di dalam plasma darah terdapat suatu zat yang turut membantuterjadinya peristiwa

pembekuan darah, yaitu ca2+ danf ibrinogen. Fibrinogenmulai bekerja apabila tubuh

mendapat luka. Ketika kita luka maka darah akankeluar, trombosit pecah dan

mengeluarkan zat yang dinamakan trombokinase.trombokinasi ini akan bertemu dengan

protrombin dengan pertolongan ca2+akan menjadi trombin. Trombin akan bertemu

dengan fibrin yang merupakan benang-benang halus, bentuk jaringan yang tidak teratur

letaknya, yang akanmenahan sel darah, dengan demikian terjadilah pembekuan.

Protrombin di buat didalam hatidan untuk membuatnya diperlukan vitamin k,

dengandemikian vitamin k penting untuk pembekuan darah.

3)      Fungsi Darah

a)      Sebagai alat pengangkut yaitu:

o Mengambil oksigen/ zat pembakaran dari paru-paru untuk diedarkankeseluruh

jaringan tubuh.

o Mengangkut karbon dioksida dari jaringan untuk dikeluarkan melalui paru- paru.

Page 7: Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler Dan Anatomi Fisiologi Sistem Pernapasan

7

o Mengambil zat-zat makanan dari usus halus untuk diedarkandandibagikanke

seluruh jaringan/ alat tubuh.

o Mengangkat / mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh untuk

dikeluarkan melalui ginjal dan kulit.

b)      Sebagai pertahanan tubuh terhadap serangan penyakit dan racun dalam tubuhdengan

perantaraan leukosit dan antibodi/ zat–zat anti racun.

c)      Menyebarkan panas keseluruh tubuh

 

1. 2.      Fisiologi Sistem Kardiovaskular

o Sistem Peredaran Darah Manusia

            Sistem peredaran darah manusia ada dua yaitu system peredaran darah besar dan

system peredaran darah kecil.

1. Sistem Peredaran Darah Besar (Sistemik)

            Peredaran darah besar dimulai dari darah keluar dari jantung melalui aorta menuju

ke seluruh tubuh (organ bagian atas dan organ bagian bawah). Melalui arteri darah yang

kaya akan oksigen menuju ke sistem-sistem organ, maka disebut sebagai sistem peredaran

sistemik. Dari sistem organ vena membawa darah kotor menuju ke jantung. Vena yang

berasal dari sistem organ di atas jantung akan masuk ke bilik kanan melalui vena cava

inferior, sementara vena yang berasal dari sistem organ di bawah jantung dibawa oleh

vena cava posterior.

            Darah kotor dari bilik kanan akan dialirkan ke serambi kanan, selanjutnya akan

dipompa ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Arteri pulmonalis merupakan satu

keunikan dalam sistem peredaran darah manusia karena merupakan satu-satunya arteri

yang membawa darah kotor (darah yang mengandung CO2).

Urutan perjalanan peredaran darah besar : bilik kiri – aorta – pembuluh nadi – pembuluh

kapiler – vena cava superior dan vena cava inferior – serambi kanan.

1. Sistem Peredaran Darah Kecil (Pulmonal)

            Peredaran darah kecil dimulai dari dari darah kotor yang dibawa arteri pulmonalis

dari serambi kanan menuju ke paru-paru. Dalam paru-paru tepatnya pada alveolus terjadi

pertukaran gas antara O2 dan CO2. Gas O2 masuk melalui sistem respirasi dan CO2 akan

dibuang ke luar tubuh. O2 yang masuk akan diikat oleh darah (dalam bentuk HbO) terjadi

di dalam alveolus. Selanjutnya darah bersih ini akan keluar dari paru-paru melalui vena

pulmonalis menuju ke jantung (bagian bilik kiri). Vena pulmonalis merupakan keunikan

yang kedua dalam system peredaran darah manusia, karena merupakan satu-satunya vena

yang membawa darah bersih.

Urutan perjalanan peredaran darah kecil : bilik kanan jantung – arteri pulmonalis – paru-

paru – vena pulmonalis – serambi kiri jantung.

1. Pembuluh Limfe (Pembuluh Getah Bening)

Pembuluh limfe kanan; dari kepala, leher, dada, paru-paru, jantung dan lengan sebelah

kanan, bermuara di pembuluh balik yang letaknya di bawah tulang selangka kanan.

Pembuluh limfe dada; dari bagian lain, bermuara dalam vena di bawah tulang selangka

kiri.

Pembuluh limfe adalah bermuaranya pembuluh lemak (pembuluh kil). Peredaran limfe

adalah terbuka, merupakan alat penyaring kuman, karena di kelenjar limfe diproduksi

sejenis sel darah putih yang disebut limfosit untuk imunitas.

 

Jantung berfungsi untuk memompa darah guna memenuhi kebutuhan metabolisme sel

seluruh tubuh.

1)      Struktur Otot Jantung

Otot jantung mirip dengan otot skelet yaitu mempunyai serat otot. Perbedaannya otot

jantung tidak dipengaruhi oleh syaraf somatik, otot jantung bersifat involunter. Kontraksi

otot jantung dipengaruhi oleh adanya pacemaker pada jantung.

2)      Metabolisme Otot Jantung

Metabolisme otot jantung tergantung sepenuhnya pada metabolisme aerobik. Otot jantung

sangat banyak mengandung mioglobin yang dapat mengikat oksigen. Karena

metabolisme sepenuhnya adalah aerob, otot jantung tidak pernah mengalami kelelahan.

3)      Sistem Konduksi Jantung

Page 8: Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler Dan Anatomi Fisiologi Sistem Pernapasan

8

Jantung mempunyai system syaraf tersendiri yang menyebabkan terjadinya kontraksi otot

jantung yang disebut system konduksi jantung. Syaraf pusat melalui system syaraf

autonom hanya mempengaruhi irama kontraksi jantung. Syaraf simpatis memacu

terjadinya kontraksi sedangkan syaraf parasimpatis menghamabt kontraksi. System

kontraksi jantung terdiri atas :

Nodus Sinoatri alkularis (NSA) terletak pada atrium kanan dan dikenal sebagai

pacemaker karena impuls untuk kontraksi dihasilkan oleh nodus ini.

Nodus Atrioventrikularis (NAV) terletak antara atrium dan ventrikel kanan berperan

sebagai gerbang impuls ke ventrikel.

Bundle His adalah serabut syaraf yang meninggalkan NAV.

Serabut Bundle Kanan Dan Kiri adalah serabut syaraf yang menyebar ke ventrikel

terdapat pada septum interventrikularis.

Serabut Purkinje adalah serabut syaraf yang terdapat pada otot jantung.

4)      Kontraksi Dan Irama Jantung

Kontraksi jantung disebut disebut systole sedangkan relaksasi jantung atau pengisian

darah pada jantung disebut diastole. Irama jantung dimulai dari pacemaker (NSA) dengan

impuls 60-80 kali/menit. Semua bagian  jantung dapat memancarkan impuls tersendiri

tetapi dengan frekuensi yang lebih rendah. Bagian jantung yang memancarkan impuls

diluar NSA disebut focus ektopik yang menimbulkan perubahan irama jantung yang

disebut aritmia. Aritmia dapat disebabkan oleh hipoksia, ketidakseimbangan elektrolit,

kafein, nikotin karena hal tersebut dapat menyebabkan fokus ektopik kontraksi diluar

kontraksi dari nodus NSA. Jika terjadi hambatan aliran impuls dari NSA menuju NAV

maka impuls syaraf akan timbul dari nodus NAV dengan frekuensi yang lebih rendah

yaitu sekitar 40-50 kali/menit. Jika ada hambatan pada bundle his atau serabut bundle

kanan dan kiri maka otot jantung akan kontraksi dengan iramanya sendiri yaitu 20-30

kali/menit. Denyut jantung 20-30 kali/menit tidak dapat mempertahankan metabolisme

otot.

5)      Suara Jantung

Suara jantung terjadi akibat proses kontraksi jantung.

Suara jantung 1 (S1) timbul akibat penutupan katup mitral dan trikuspidalis.

Suara jantung 2 (S2) timbul akibat penutupan katup semilunaris aorta dan semilunaris

pulmonal.

Suara jantung 3 (S3) terjadi akibat pengisian ventrikel pada fase diastole.

Suara jantung 4 (S4) terjadi akibat kontraksi atrium.

Suara jantung 3 dan 4 terdengar pada jantung anak.

6)      Fase Kontraksi Jantung

Pada fase pengisian ventikel dan kontraksi atrium katup mitral dan trikuspidalis terbuka

darah akan mengalir dari atrium menuju ventrikel. Pada fase kontraksi ventrikel isometric

ventrikel mulai kontraksi dan atrium relaksasi, katup mitral dan trikuspidalis tertutup dan

katup semilunar aorta dan pulmonal belum terbuka. Pada fase ejeksi ventikuler, katup

semilunar aorta dan semilunar aorta dan semilunar pulmonal terbuka sehingga darah

mengalir dari ventrikel menuju aorta dan arteri pulmonalis. Pada fase relaksasi

isovolumentrik terjadi relaksasi ventrikel dan katup semilunar aorta dan pulmonal

menutup sedangkan katup mitral dan katup trikuspidalis belum terbuka.

7)      Cardiac Output

Cardiac Output adalah volume darah yang dipompa oleh tiap ventrikel per menit. Hal ini

disebabkan oleh kontraksi otot myocardium yang berirama dan sinkron, sehingga

darahpun dipompa masuk ke dalam sirkulasi pulmonary dan sistemik.

Besar cardiac output ini berubah-ubah, tergantung kebutuhan jaringan perifer akan

oksigen dan nutrisi. Karena curah jantung yang dibutuhkan juga tergantung dari besar

serta ukuran tubuh, maka diperlukan suatu indikator fungsi jantung yang lebih akurat,

yaitu yang dikenal dengan sebutan Cardiac Index. Cardiac index ini didapatkan dengan

membagi cardiac output dengan luas permukaan  tubuh, dan berkisar antara 2,8-3,6

liter/menit/m2 permukaan tubuh.

Stroke Volume adalah volume darah yang dikeluarkan oleh ventrikel/detik. Sekitar dua

per tiga dari volume darah dalam ventrikel pada akhir diastole (volume akhir diastolic)

dikeluarkan selama sistolik. Jumlah darah yang dikeluarkan tersebut dikenal dengan

sebutan Fraksi Ejeksi; sedangkan volume darah yang tersisa di dalam ventrikel pada akhir

Page 9: Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler Dan Anatomi Fisiologi Sistem Pernapasan

9

sistolik disebut Volume Akhir Sistolik. Penekanan fungsi ventrikel, menghambat

kemampuan ventrikel untuk mengosongkan diri, dan dengan demikian mengurangi stroke

volume dan fraksi ejeksi, dengan akibat peningkatan volume sisa pada ventrikel.

Cardiac output (CO) tergantung dari hubungan yang terdapat antara dua buah variable,

yaitu: frekuensi jantung dan stroke volume. CO = Frekuensi Jantung x Stroke Volume.

Cardiac output dapat dipertahankan dalam keadaan cukup stabil meskipun ada pada salah

satu variable, yaitu dengan melakukan penyesuaian pada variable yang lain.

Apabila denyut jantung semakin lambat, maka periode relaksasi dari ventrikel diantara

denyut jantung menjadi lebih lama, dengan demikian meningkatkan waktu pengisian

ventrikel. Dengan sendirinya, volume ventrikel lebih besar dan darah yang dapat

dikeluarkan per denyut menjadi lebih banyak. Sebaliknya, kalau stroke volume menurun,

maka curah jantung dapat distabilkan dengan meningkatkan kecepatan denyut jantung.

Tentu saja penyesuaian kompensasi ini hanya dapat mempertahankan curah jantung

dalam batas-batas tertentu. Perubahan dan stabilisasi curah jantung tergantung dari

mekanisem yang mengatur kecepatan denyut jantung dan stroke volume.

8)      Sirkulasi Jantung

Lingkaran sirkulasi jantung dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu sirkulasi sistemik

dan sirkulasi pulmonal. Namun demikian terdapat juga sirkulasi koroner yang juga

berperan sangat penting bagi sirkulasi jantung.

1. Sirkulasi Sistemik

1)      Mengalirkan darah ke berbagai organ tubuh.

2)      Memenuhi kebutuhan organ yang berbeda.

3)      Memerlukan tekanan permulaan yang besar.

4)      Banyak mengalami tahanan.

5)      Kolom hidrostatik panjang.

1. Sirkulasi Pulmonal

1)      Hanya mengalirkan darah ke paru.

2)      Hanya berfungsi untuk paru-paru.

3)      Mempunyai tekanan permulaan yang rendah.

4)      Hanya sedikit mengalami tahanan.

5)      Kolom hidrostatiknya pendek.

1. Sirkulasi Koroner

Efisiensi jantung sebagi pompa tergantung dari nutrisi dan oksigenasi yang cukup pada

otot jantung itu sendiri. Sirkulasi koroner meliputi seluruh permukaan jantung dan

membawa oksigen untk miokardium melalui cabang-cabang intramiokardial yang kecil-

kecil.

Aliran darah koroner meningkat pada:

o Peningkatan aktifitas

o Jantung berdenyut

o Rangsang sistem saraf simpatis

9)      Mekanisme Biofisika Jantung

1. Tekanan Darah

Tekanan darah (blood pressure) adalah tenaga yang diupayakan oleh darah untuk

melewati setiap unit atau daerah dari dinding pembuluh darah. Faktor yang

mempengaruhi tekanan darah adalah: curah jantung, tahanan pembuluh darah perifer,

aliran, dan volume darah.

Bila seseorang mangatakan tekanan darahnya adalah 100 mmHg maka tenaga yang

dikeluarkan oleh darah dapat mendorong merkuri pada tabung setinggi 50 mm.

1. Aliran Darah

Aliran darah pada orang dewasa saat istirahat adalah 5 L/menit, ayang disebut sebagai

curah jantung (cardiac output). Aliran darah melalui pembuluh darah dipengaruhi oleh

dua faktor:

o Perbedaan Tekanan ( DP: P1-P2), merupakan penyebab terdorongnya darah

melalui pembuluh.

o Hambatan terhadap aliran darah sepanjang pembuluh, disebut juga sebagai

”vascular resistance” atau tahanan pembuluh.

Page 10: Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler Dan Anatomi Fisiologi Sistem Pernapasan

10

Beda tekanan antara dua ujung pembuluh darah menyebabkan darah mengalir dari daerah

bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah, sedangkan resistensi / tahanan

menghambat aliran darah.

Rumus:       Q  : DP

                           R

Q       : aliran

DP      : perbedaan tekanan

R       : resistensi

1. Resistensi

Resistensi/tahanan adalah hambatan terhadap aliran darah terhadap suatu pembuluh yang

tidak dapat diukur secara langsung. Resistensi dipengaruhi oleh dua faktor yaitu: diameter

pembuluh darah (terutama arteriol) dan viskositas (kekentalan) darah. Peningkatan

diameter pembuluh darah (vasodilatasi) akan menurunkan tahanan, sedangkan penurunan

diameter pembuluh darah (vasokontriksi) dapat meningkatkan resistensi. Viskositas

sebagaian besar dipengaruhi oleh kadar hematokrit (ht), yaiu prosentase volume darah

yang ditempati oleh sel darah merah. Semakin tinggi viskositas darah, maka semakin

meningkat pula resistensi pembuluh darah.

 

10)  Siklus Jantung

Setiap siklus jantung terdiri dari urutan peristiwa listrik dan mekanik yang saling terkait.

Rangsang listrik dihasilkan dari beda potensial ion antar sel yang selanjutnya akan

merangsang otot untuk berkontraksi dan relaksasi. Kelistrikan jantung merupakan hasil

dari aktivitas ion-ion yang melewati membran sel jantung. Aktivitas ion tersebut disebut

sebagai potensial aksi. Mekanisme potensial aksi terdiri dari fase depolarisasi dan

repolarisasi:

1. Depolarisasi

Merupakan rangsang listrik yang menimbulkan kontraksi otot. Respon mekanik dari fase

depolarisasi otot jantung adalah adanya sistolik.

1. Repolarisasi

Merupakan fase istirahat/relaksasi otot, respon mekanik depolarisasi otot jantung adalah

diastolik.

   Fase Siklus Jantung

a)      Mid Diastole

Merupakan fase pengisian lambat ventrikel dimana atrium dan ventrikel dalam keadaan

istirahat. Darah mengalir secara pasif dari atrium ke ventrikel melalui katup

atrioventrikuler, pada saat ini katup semilunaris tertutup dan terdengar sebagai bunyi

jantung kedua.

b)      Diastole Lanjut

Gelombang depolarisasi menyebar melalui atrium berhenti pada nodus atrioventrikuler

(nodus AV). Otot atrium berkontraksi memberikan 20%-30% pada isi ventrikel.

c)      Sistole Awal

Depolarisasi menyebar dari sinus AV menuju miokardium ventrikel. Ventrikel

berkontraksi menyebabkan tekanan dalam ventrikel lebih tinggi dari tekanan atrium

sehingga menyebabkan katup atrioventrikuler menutup yang terdengar sebagai bunyi

jantung satu. Dalam keadaan ini tekanan dalam aorta dan arteri pulmo tetap lebih besar,

sehingga katup semilunar tetap tertutup. Kontraksi ventrikel ini disebut sebagai kontraksi

isovolumetrik.

d)     Sistole Lanjut

Tekanan ventrikel meningkat melebihi tekanan pembuluh darah sehingga menyebabkan

katup semilunaris membuka. Setelah katup semilunar terbuka, terjadi ejeksi isi ventrikel

kedalam sirkulasi pulmoner dan sistemik.

e)      Diastole Awal

Gelombang repolarisasi menyebar ke ventrikel sehingga ventrikel menjadi relaksasi.

Tekanan ventrikel turun melebihi tekanan atrium sehingga katum AV membuka. Dengan

terbukanya katup AV maka ventrikel akan terisi dengan cepat, 70%-80% pengisian

ventrikel terjadi dalam fase ini

11)  Faktor Penentu Kerja Jantung

Page 11: Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler Dan Anatomi Fisiologi Sistem Pernapasan

11

Jantung sebagai pompa fungsinya dipengaruhi oleh 4 faktor utama yang saling terkait

dalam menentukan isi sekuncup (stroke volume) dan curah jantung (cardiac output) yaitu:

1. Beban awal (pre load)

2. Kontraktilitas

3. Beban akhir (after load)

4. Frekuensi jantung

Curah Jantung

Curah jantung merupakan faktor utama yang harus diperhitungkan dalam sirkulasi, karena

curah jantung mempunyai peranan penting dalam transportasi darah yang memasok

berbagai nutrisi. Curah jantung adalah jumlah darah yang dipompakan oleh ventrikel

selama satu menit. Nilai normal pada orang dewasa adalah 5 L/mnt.

Isi Sekuncup (curah sekuncup)

Isi sekuncup merupakan jumlah darah yang dipompakan keluar dari masing-masing

venrikel setiap jantung berdenyut. Isi sekuncup tergantung dari tiga variabel: beban awal,

kontraktilitas, dan beban akhir.

Beban Awal

Beban awal adalah derajat peregangan serabut miokardium pada akhir pengisian

ventrikel. Hal ini sesuai dengan Hukum Starling: peregangan serabut miokardium selama

diastole melalui peningkatan volume akhir diastole akan meningkatkan kekuatan

kontraksi pada saat sistolik. Sebagai contoh karet yang diregangkan maksimal akan

menambah  kekuatan jepretan saat dilepaskan.

Dengan kata lain beban awal adalah kemampuan ventrikel meregang maksimal saat

diastolik sebelum berkontraksi/sistolik.

Faktor penentu beban awal:

o Insufisiensi mitral menurunkan beban awal

o Stensosis mitral menurunkan beban awal

o Volume sirkualsi, peningkatan volume sirkulasi meningkatkan beban awal.

Sedangkan penurunan volume sirkulasi menurunkan beban awal.

o Obat-obatan, obat vasokonstriktor meningkatkan beban awal. Sedangkan obat-

obat vasodilator menurunkan beban awal.

Beban Akhir

Beban akhir adalah besarnya tegangan dinding ventrikel untuk dapat memompakan darah

saat sistolik. Beban akhir menggambarkan besarnya tahanan yang menghambat

pengosongan ventrikel. Beban akhir juga dapat diartikan sebagai suatu beban pada

ventrikel kiri untuk membuka katup semilunar aorta, dan mendorong darah selama

kontrakis/sistolik.

Beban akhir dipengaruhi:

o Stenosis aorta meningkatkan beban akhir

o Vasokontriksi perifer meningkatkan beban akhir

o Hipertensi meningkatkan beban akhir

o Polisitemia meningkatkan beban akhir

o Obat-oabatan, vasodilator menurunkan beban akhir, sedangkan

vasokonstriktor meningkatkan beban akhir.

Peningkatan secara drastis beban akhir akan meningkatkan kerja ventrikel, menambah

kebutuhan oksigen dan dapat berakibat kegagalan ventrikel.

Kontraktilitas

Kontraktilitas merupakan kemampuan otot-otot jantung untuk menguncup dan

mengembang. Peningkatan kontraktilitas merupakan hasil dari interaksi protein otot

aktin-miosin yang diaktifkan oleh kalsium. Peningkatan kontraktilitas otot jantung

memperbesar curah sekuncup dengan cara menambah kemampuan ventrikel untuk

mengosongkan isinya selama sistolik.

12)  Hukum frank Starling

1. Makin besar isi jantung sewaktu diastolik, semakin besar jumlah darah yang

dipompakan ke aorta.

2. dalam batas-batas fisiologis, jantung memompakan ke seluruh tubuh darah yang

kembali ke jantung tanpa menyebabkan penumpukan di vena.

Page 12: Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler Dan Anatomi Fisiologi Sistem Pernapasan

12

3. jantung dapat memompakan jumlah darah yang sedikit ataupun jumlah darah

yang besar bergantung pada jumlah darah yang mengalir kembali dari vena.

 

13)  Regulasi Tekanan Darah

o Sistem Saraf

Sistem saraf mengontrol tekanan darah dengan mempengaruhi tahanan pembuluh darah

perifer. Dua mekanisme yang dilakukan adalah mempengaruhi distribusi darah dan

mempengaruhi diameter pembuluh darah. Umumnya kontrol sistem saraf terhadap

tekanan darah melibatkan: baroreseptor dan serabut2 aferennya, pusat vasomotor

dimedula oblongata serta serabut2 vasomotor dan otot polos pembuluh darah.

Kemoreseptor dan pusat kontrol tertinggi diotak juga mempengaruhi mekanisme kontrol

saraf.

Pusat Vasomotor mempengaruhi diameter pembuluh darah dengan mengeluarkan

epinefrin sebagai vasokonstriktor kuat, dan asetilkolin sebagai vasodilator.

Baroresptor, berlokasi pada sinus karotikus dan arkus aorta. Baroresptor dipengaruhi

oleh perubahan tekanan darah pembuluh arteri.

Kemoresptor, berlokasi pada badan karotis dan arkus aorta. Kemoreseptor dipengaruhi

oleh kandungan O2, CO2, atau PH darah.

o Kontrol Kimia

Selain CO2 dan O2, sejumlah kimia darah juga membantu regulasi tekanan darah melalui

refleks kemoreseptor yang akan dibawa ke pusat vasomotor.

Hormon yang mempengaruhi: epinefrin dan norepinefrin, Natriuretik Atrial, ADH,

angiotensin II, NO, dan alkohol.

 

 

 

 

 

 

1. Anatomi dan Fisiologi Sistem Pernapasan

1. 1.      Pengertian Pernapasan

Definisi Pernapasan :

o Pernapasan adalah proses keluar dan masuknya udara ke dalam & keluar paru

o Pernapasan adalah proses ganda, yaitu terjadinya pertukaran gas dalam jaringan

atau “pernafasan dalam” dan yang terjadi di dalam paru-paru yaitu “pernapasan

luar”

Manusia membutuhkan suply oksigen secara terus-menerus untuk proses respirasi sel, dan

membuang kelebihan karbondioksida sebagai limbah beracun produk dari proses tersebut.

Pertukaran gas antara oksigen dengan karbondioksida dilakukan agar proses respirasi sel

terus berlangsung. Oksigen yang dibutuhkan untuk proses respirasi sel ini berasal dari

atmosfer, yang menyediakan kandungan gas oksigen sebanyak 21% dari seluruh gas yang

ada. Oksigen masuk kedalam tubuh melalui perantaraan alat pernapasan yang berada di

luar. Pada manusia, alveolus yang terdapat di paru-paru berfungsi sebagai permukaan

untuk tempat pertukaran gas.

Proses pembakaran zat makanan secara singkat ditunjukan pada bagan berikut:

kabon doiksida + uap air + energiZat Makanan(gula) + Oksigen

1. 2.      Fungsi dan Struktur Respirasi

Respirasi adalah pertukaran gas, yaitu oksigen (O²) yang dibutuhkan tubuh untuk

metabolisme sel dan karbondioksida (CO²) yang dihasilkan dari metabolisme tersebut

dikeluarkan dari tubuh melalui paru.

a. Berdasarkan anatomi:

Saluran nafas bagian atas : rongga hidung, faring dan laring

Saluran nafas bagian bawah; trachea, bronchi, bronchioli dan percabangannya sampai

alveoli

b.Berdasar fungsionalnya:

o    Area konduksi: sepanjang saluran nafas berakhir sampai bronchioli terminalis,

tempat    lewatnya udara pernapasan, membersihkan, melembabkan & menyamakan udara

dg suhu tubuh hidung, faring, trakhea, bronkus, bronkiolus terminalis.

Page 13: Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler Dan Anatomi Fisiologi Sistem Pernapasan

13

o    Area fungsional atau respirasi: mulai bronchioli respiratory sampai alveoli, proses

pertukaran udara dengan darah.

 

1. 3.       Anatomi Pernapasan

2. Hidung

 Nares Anterior

Nares anterior adalah saluran – saluran di dalam lubang hidung. Saluran-saluran itu

bermuara ke dalam bagian yang dikenal sebagai vestibulum (rongga) Hidung. Vestibulum

ini dilapisi epitelium bergaris yang bersambung dengan kulit. Lapisan nares anterior

memuat sejumlah kelenjar sebaseus yang ditutupi bulu kasar. Kelenjar-kelenjar itu

bermuara ke dalam rongga hidung.

  Rongga Hidung

Rongga hidung dilapisi selaput lendir yang sangat kaya akan pembuluh darah,

bersambung dengan lapisan faring dan selaput lendir semua sinus yang mempunyai

lubang yang masuk ke dalam rongga hidung. Hidung Berfungsi: penyaring, pelembab,

dan penghangat udara yang dihirup. Septum nasi memisahkan kedua cavum nasi. Struktur

ini tipis terdiri dari tulang dan tulang rawan, sering membengkok kesatu sisi atau sisi yang

lain, dan dilapisi oleh kedua sisinya dengan membran mukosa. Dinding lateral cavum nasi

dibentuk oleh sebagian maxilla, palatinus, dan os. Sphenoidale. Tulang lengkung yang

halus dan melekat pada dinding lateral dan menonjol ke cavum nasi adalah : conchae

superior, media, dan inferior. Tulang-tulang inidilapisi oleh membrane mukosa.

Dasar cavum nasi dibentuk oleh os frontale dan os palatinus sedangkan atap cavum nasi

adalah celah sempit yang dibentuk oleh os frontale dan os sphenoidale. Membrana

mukosa olfaktorius, pada bagian atap dan bagian cavum nasi yang berdekatan,

mengandung sel saraf khusus yang mendeteksi bau. Dari sel-sel ini serat saraf melewati

lamina cribriformis os frontale dan kedalam bulbus olfaktorius nervus cranialis I

olfaktorius.

Sinus paranasalis adalah ruang dalam tengkorak yang berhubungan melalui lubang

kedalam cavum nasi, sinus ini berfungsi : memperingan tulang tengkorak, memproduksi

mukosa serosa dan memberikan resonansi suara. Sinus ini juga dilapisi oleh membrana

mukosa yang bersambungan dengan cavum nasi. Lubang yang membuka kedalam cavum

nasi :

1.         Lubang hidung

2.         Sinus Sphenoidalis, diatas concha superior

3.         Sinus ethmoidalis, oleh beberapa lubang diantara concha superior dan media dan

diantara concha media dan inferior

4.         Sinus frontalis, diantara concha media dan superior

5.         Ductus nasolacrimalis, dibawah concha inferior. Pada bagian belakang, cavum

nasi membuka  kedalam nasofaring melalui appertura nasalis posterior.

1. Saluran Pernapasan

  Faring

adalah pipa berotot yang berjalan dari dasar tengkorak sampai persambungannya dengan

oesopagus pada ketinggian tulang rawan krikoid. Maka letaknya dibelakang hidung

(nasofaring) dibelakang mulut (orofaring) dan dibelakang laring (faring-laringeal)

  Laring

                  Laring (tenggorokan) terletak didepan bagian terendah faring yang

memisahkannya dari kolumna vertebra. Berjalan dari faring sampai ketinggian vertebrae

servikalis dan masuk ke dalam trakea dibawahnya.

Laring terdiri atas kepingan tulang rawan yang diikat bersama oleh ligamen dan

membran. Yang terbesar diantaranya ialah tulang rawan tiroid, dan disebelah depannya

terdapat benjolan subkutaneas yang dikenal sebagai jakun, yaitu disebelah depan leher.

Laring terdiri atas dua lempeng atau lamina yang bersambung di garis tengah. Di tepi atas

terdapat lekukan berupa V. Tulang rawan krikoid terletak dibawah tiroid, berbentuk

seperti cincin mohor dengan mohor cincinnya disebelah belakang ( ini adalah tulang

rawan satu-satunya yang berbentuk lingkaran lengkap). Tulang rawan lainnya ialah kedua

tulang rawan aritenoid yang menjulang disebelah belakang krikoid., kanan dan kiri tulang

rawan kuneiform, dan tulang rawan kornikulata yang sangat kecil.

Page 14: Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler Dan Anatomi Fisiologi Sistem Pernapasan

14

            Terkait di puncak tulang rawan tiroid terdapat epiglotis, yang berupa katup tulang

rawan dan membantu menutup laring sewaktu menelan. Laring dilapisi jenis selaput

lendir yang sama dengan yang di trakea, kecuali pita suara dan bagian epiglotis yang

dilapisi sel epitelium berlapis.

            Pita Suara terletak disebelah dalam laring, berjakan dari tulang rawan tiroid di

sebelah depan sampai dikedua tulang rawan aritenoid. Dengan gerakan dari tulang rawan

aritenoid yang ditimbulkan oleh berbagai otot laringeal, pita suara ditegangkan atau

dikendurkan. Dengan demikian lebar sela-sela anatara pita-pita atau rima glotis berubah-

ubah sewaktu bernapas dan berbicara.

            Suara dihasilkan karena getaran pita yang disebabkan udara yang melalui glotis.

Berbagai otot yang terkait pada laring mengendalikan suara, dan juga menutup lubang

atas laring sewaktu menelan.

  Trakea

       

            Trakea atau batang teggorokan kira-kira 9 cm panjangnya. Trakea berjalan dari

laring sampai kira-kira ketinggian vertebra torakalis kelima dan ditempat ini bercabanf

menjadi dua bronkus (bronki). Trakea tersusun atas 16 sampai 20 lingkaran tak sempurna

lengkap berupa cincin tulang rawan yang diikat bersama oleh jaringan fibrosa dan yang

melengkapi lingkaran di sebelah belakang trakea; selain itu juga memuat beberapa

jaringan otot. Trakea dilapisi selaput lendir yang terdiri atas epitelium bersilia dan sel

cangkir. Silia ini bergerak menuju keatas ke arah laring, maka dengan gerakan ini debu

dan butir-butir halus lainnya yang turut masuk bersama dengan pernapasan dapat

dikeluarkan. Tulang rawan berfungsi mempertahankan agar trakea tetap terbuka; karena

itu, disebelah belakngnya tidak bersambung, yyaitu di tempat trakea menempel pada

esofagus, yang memisahkannya dari tulang belakang.

            Trakea servikalis yang berjalan melalui leher disilang oleh istmus kelenjar tiroid,

yaitu belahan kelenjar yang melingkari sisi-sisi trakea. Trakea torasika berjalan melintasi

mediastenum (lihat gambar 5), di belakang sternum, menyentuh arteri inominata dan

arkus aorta. Usofagus terletak dibelakang trakea.

  Kedua bronkus      

yang terbentuk dari belahan dua trakea pada ketinggian kira-kira vertebra torakalis kelima

mempunyai struktur serupa dengan trakea dan dilapisi oleh jenis sel yang sama. Bronkus-

bronkus itu berjalan ke bawah dan kesamping ke arah tampak paru-paru. Bronkus kanan

lebih pendek dan lebih lebar dari pada yang kiri; sedikit lebih tinggi daripada arteri

pulmonalis dan mengeluarkan sebuah cabang yang disebut bronkus lobus atas; cabang

kedua timbul setelah cabang utama lewat dibawah arteri, disebut bronkus lobus bawah.

(lihat gambar 3)

           Bronkus kiri lebih panjang dan lebih langsing daripada yang kanan, dan berjalan

dibawah arteri pulmonalis sebelum dibelah menjadi beberapa cabang yang berjalan ke

lobus atas dan bawah.

1. Ronga thoraks

            Batas-Batas yang membentuk rongga di dalam toraks :

  Sternum dan tulang rawan iga-iga di depan,

  Kedua belas ruas tulang punggung beserta cakram antar ruas ( diskus intervertebralis)

yang terbuat dari tulang rawan di belakang.

  Iga-Iga beserta otot interkostal disamping

  Diafragma di bawah

  Dasar leher di atas,

 

 

Isi ;

Sebelah kanan dan kiri rongga dada terisi penuh oleh paru-paru beserta pembungkus

pleuranya. Pleura ini membungkus setiap belah, dan memebentuk batas lateral pada

mediastinum

Mediastinum adalah ruang di dalam rongga dada diantara kedua paru-paru. Isinya jantung

dan pembuluh-pembuluh dara besar, usofagus, duktus torasika, aorta descendens, vena

kava superior, saraf vagus dan frenikus dan sejumlah besar kelenjar limfe.

1. Paru-paru

Page 15: Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler Dan Anatomi Fisiologi Sistem Pernapasan

15

            Paru-Paru ada dua, merupakan alat pernapasan utama. Paru-paru mengisi rongga

dada. Terletak disebelah kanan dan kiri dan tengah dipisahkan oleh jantung beserta

pembuluh darah besarnya dan struktur lainnya yang terletak didalam mediastinum . Paru-

paru adalah organ yang berbentuk kerucut dengan apeks (puncak) diatas dan muncul

sedikit lebih tinggi daripada klavikula di dalam dasar leher. Pangkal paru-paru duduk di

atas landai rongga toraks, diatas diafragma. Paru-paru mempunyai permukaan luar yang

menyentuh iga-iga, permukaan dalam yang memuat tampak paru-paru, sisi belakang yang

menyentuh tulang belakang, dan sisi depan yang menutupi sebagian sisi depan jantung.

  Lobus paru-paru (belahan paru-paru ).

Paru-paru dibagi menjadi beberapa belahan atau lobus oleh fisura. Paru-paru kanan

mempunyai tiga lobus dan paru-paru kiri dua lobus. Setiap lobus tersusun atas lobula.

Sebuah pipa bronkial kecil masuk ke dalam setiap lobula dan semakin bercabang.

Semakin menjadi tipis dan akhirnya berakhir menjadi kantong kecil-kecil, elastis, berpori,

dan seperti spons. Di dalam air, paru-paru mengapung karena udara yang ada di

dalamnya.

  Bronkus Pulmonaris

            Trakea terbelah mejadi dua bronkus utama. Bronkus ini bercabang lagi sebelum

masuk paru-paru (lihat gambar 3). Dalam perjalanannya menjelajahi paru-paru, bronkus-

bronkus pulmonaris bercabang dan beranting banyak. Saluran besar yang

mempertahankan struktur serupa dengan yang dari trakea mempunyai dinding fibrosa

berotot yang mengandung bahan tulang rawan dan dilapisi epitelium bersilia. Makin kecil

salurannya, makin berkurang tulang rawannya dan akhirnya tinggal dinding fibrosa

berotot dan lapisan bersilia.

Bronkus Terminalis masuk ke dalam saluran yang disebut vestibula. Dan disini membran

pelapisnya mulai berubah sifatnya; lapisan epitelium bersilia diganti dengan sel epitelium

yang pipih, dan disinilah darah hampir langsung bersentuhan dengan udara – suatu

jaringan pembuluh darah kepiler mengitari alveoli dan pertukaran gas pun terjadi.

  Pembuluh Darah dalam Paru-Paru

            Arteri Pulmonalis membawa darah yang sudah tidak mengandung oksigen dari

ventrikel kanan jantung ke paru-paru; cabang-cabangnya menyentuh  saluran-saluran

bronkial, bercabang dan bercabang lagi sampai menjadi arteriol halus; arteriol itu

membelah-belah dan membentuk kapiler dan kapiler itu menyentuh dinding alveoli atau

gelembung udara.

Kapiler halus itu hanya dapat memuat sedikit, maka praktis dapat dikatakan sel-sel darah

merah membuat baris tunggal. Alirannya bergerak lambat dan dipisahkan dari udara

dalam alveoli hanya oleh dua membran yang sangat tipis, maka pertukaran gas

berlangsung dengan difusi, yang merupakan fungsi pernapasan.

Kapiler paru-paru bersatu lagi sampai menjadi pembuluh darah lebih besar dan akhirnya

dua vena pulminaris meninggalkan setiap paru-paru membawa darah berisi oksigen ke

atrium kiri jantung untuk didistribusikan ke seluruh tubuh melalui aorta.

            Pembuluh darah yang dilukis sebagai arteria bronkialis membawa darah berisi

oksigen langsung dari aorta toraksika ke paru-paru guna memberi makan dan

menghantarkan oksigen ke dalam jaringan paru-paru sendiri. Cabang akhir arteri-arteri ini

membentuk pleksus kapiler yang tampak jelas dan terpisah dari yang terbentuk oleh

cabang akhir arteri pulmonaris, tetapi beberapa dari kapiler ini akhirnya bersatu dalam

vena pulmonaris dan darahnya kemudian dibawa masuk ke dalam vena pulmonaris. Sisa

darah itudiantarkan dari setiap paru-paru oleh vena bronkialis dan ada yang dapat

mencapai vena kava superior. Maka dengan demikian paru-paru mempunyai persediaan

darah ganda.

  Hiilus (Tampuk)Paru-Paru dibentuk struktur berikut:

 

o Arteri Pulmonalis, yang mengembalikan darah tanpa oksigen ke dalam paru-paru

untuk diisi    oksigen

o Vena Pulmonalis yang mengembalikan darah berisi oksigen dari paru – paru ke

jantung

o Bronkus yang bercabang dan beranting membentuk pohon bronkial, merupakan

jalan udara utama.

Page 16: Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler Dan Anatomi Fisiologi Sistem Pernapasan

16

o Arteri bronkialis, keluar dari aorta dan menghantarkan darah arteri ke jaringan

paru – paru.

o Vena bronkialis, mengembalikan sebagian darah dari paru – paru ke vena kava

superior.

o Pebuluh limfe, yang masuk – keluar paru – paru, sangat banyak,

o Persarafan. Paru- paru mendapat pelayanan dari saraf vagus dan saraf simpati.

o Kelenjar limfe . semua pembuluh limfe yang menjelajahi struktur paru – paru

dapat menyalurkan ke dalam kelenjar yang ada di tampak paru – paru.

o Pleura. Setiap paru –paru dilapisi membran serosa rangkap dua, yaitu pleura.

Pleura viseralis erat melapisi paru – paru, masuk ke dalam fisura, dan dengan

demikian memisahkan lobus satu dari yang lain. Membran ini kemudian dilipat

kembali di sebelah tampuk paru – paru dan membentuk pleura parietalis, dan

melapisi bagian dalam dinding dada. Pleura yang melapisi iga-iga ialah pleura

kostalis, bagian yang menutupi diafragma ialah pleura diafragmatika, dan bagian

yang terletak di leher ialah pleura servikalis. Pleura ini diperkuat oleh membran

yang kuat bernama membran suprapleuralis (fasia Sibson) dan di atas membran

ini terletak arteri subklavia.

          

Di antara kedua lapisan pleura itu terdapat sedikit eksudat untuk meminyaki

permukaannya dan menghindarkan gesekan antara paru-paru dan dinding dada yang

sewaktu bernapas bergerak. Dalam keadaan sehat kedua lapisan itu satu dengan yang lain

erat bersentuhan. Ruang atau rongga pleura itu hanyalah ruang yang tidak nyata, tetapi

dalam keadaan tidak normal udara atau cairan memisahkan kedua pleura itu dan ruang di

antaranya menjadi jelas.

 

1. 4.      Fisiologi Pernapasan

Fungsi paru – paru ialah pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida.

Pada pernapasan melalui paru-paru atau pernapasan eksterna, oksigen dipungut melalui

hidung dan mulut pada waktu bernapas; oksigen masuk melalui trakea dan pipa bronkial

ke alveoli, dan dapat berhubungan erat dengan darah di dalam kapiler pulmonaris.

Hanya satu lapis membran, yaitu membran alveoli-kapiler, yang memisahkan oksigen

dari darah. Oksigen menembus membran ini dan dipungut oleh hemoglobin sel darah

merah dan dibawa ke jantung. Dari sini dipompa di dalam arteri ke semua bagian tubuh.

Darah meninggalkan paru – paru pada tekanan oksigen 100 mm Hg dan pada tingkat ini

hemoglobinnya 95 persen jenuh oksigen.

Di dalam paru-paru, karbon dioksida, salah satu hasil buangan metabolisme, menembus

membran alveoler-kapiler dari kapiler darah ke alveoli dan setelah melalui pipa bronkial

dan trakea, dinapaskan keluar melalui hidung dan mulut.

           

Empat proses yang berhubungan dengan pernapasan pulmoner atau pernapasan eksterna :

o Ventilasi pulmoner, atau gerak pernapasan yang menukar udara dalam alveoli

dengan udara luar.

o Arus darah melalui paru – paru

o Distribusi arus udara dan arus darah sedemikian sehingga dalam jumlah tepat

dapat mencapai semua bagian tubuh

o Difusi gas yang menembusi membran pemisah alveoli dan kapiler. CO2 lebih

mudah berdifusi drpd oksigen.

Semua proses ini diatur sedemikian sehingga darah yang meninggalkan paru-paru

menerima jumlah tepat CO2 dan O2. Pada waktu gerak badan, lebih banyak darah datang

di paru – paru membawa terlalu banyak CO2 dan terlampau sedikit O2; jumlah CO2 itu

tidak dapat dikeluarkan, maka konsentrasinya dalam darah arteri bertambah. Hal ini

merangsang pusat pernapasan dalam otak unutk memperbesar kecepatan dan dalamnya

pernapasan. Penambahan ventilasi ini mngeluarkan CO2 dan memungut lebih banyak O2.

            Pernapasan jaringan atau pernapasan interna. Darah yang telah menjenuhkan

hemoglobinnya dengan oksigen (oksihemoglobin) megintari seluruh tubuh dan akhirnya

mencapai kapiler, di mana darah bergerak sangat lambat. Sel jaringan memungut oksigen

Page 17: Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler Dan Anatomi Fisiologi Sistem Pernapasan

17

dari hemoglobin untuk memungkinkan oksigen berlangsung, dan darah menerima,

sebagai gantinya, yaitu karbon dioksida.

        Perubahan – perubahan berikut terjadi pada komposisi udara dalam alveoli, yang

disebabkan pernapasan eksterna dan pernapasan interna atau pernapasan jarigan.

Udara (atmosfer) yang di hirup:

Nitrogen …………………………………………………………… 79 %

Oksigen ……………………………………………………………. 20 %

Karbon dioksida ……………………………………………….. 0-0,4 %

Udara yang masuk alveoli mempunyai suhu dan kelembapan atmosfer

Udara yang diembuskan:

nitrogen…………………………………………………………….. 79 %

Oksigen…………………………………………………………….. 16 %

Karbon dioksida ……………………………………………….. 4-0,4 %

 

Daya muat udara oleh paru-paru. Besar daya muat udara oleh paru – paru ialah 4.500 ml

sampai 5000 ml atau 41/2 sampai 5 literudara. Hanya sebagian kecil dari udara ini, kira-

kira 1/10nya atau 500 ml adalah udara pasang surut (tidal air), yaitu yang di hirup masuk

dan diembuskan keluar pada pernapasan biasa dengan tenang.

            Kapasitas vital. Volume udara yang dapat di capai masuk dan keluar paru-paru

pada penarikan napas paling kuat disebut kapasitas vital paru-paru. Diukurnya dengan

alat spirometer. Pada seoranng laki-laki, normal 4-5 liter dan pada seorang perempuan, 3-

4 liter. Kapasitas itu berkurang pada penyakit  paru-paru, penyakit jantung (yang

menimbulkan kongesti paru-paru) dan kelemahan otot pernapasan.

1. a.      Proses Pernapasan Manusia

Urutan saluran pernapasan adalah sebagai berikut: rongga hidung > faring > trakea

>bronkus > paru-paru (bronkiolus dan alveolus).

Proses pernapasan pada manusia dimulai dari hidung. Udara yang diisap pada waktu

menarik nafas (inspirasi) biasanya masuk melalui lubang hidung (nares) kiri dan kanan

selain melalui mulut. Pada saat masuk, udara disaring oleh bulu hidung yang terdapat di

bagian dalam lubang hidung.

Pada waktu menarik napas, otot diafragma berkontraksi. Semula kedudukan diafragma

melengkung keatas sekarang menjadi lurus sehingga rongga dada menjadi mengembang.

Hal ini disebut pernapasan perut. Bersamaan dengan kontraksi otot diafragma, otot-otot

tulang rusuk juga berkontraksi sehingga rongga dada mengembang. Hal ini disebut

pernapasan dada.

Akibat mengembangnya rongga dada, maka tekanan dalam rongga dada menjadi

berkurang, sehingga udara dari luar masuk melalui hidung selanjutnya melalui saluran

pernapasan akhirnya udara masuk ke dalam paru-paru, sehingga paru-paru mengembang.

Setelah melewati rongga hidung, udara masuk ke kerongkongan bagian atas (naro-

pharinx) lalu kebawah untuk selanjutnya masuk tenggorokan (larynx).

Setelah melalui tenggorokan, udara masuk ke batang tenggorok atau trachea, dari sana

diteruskan ke saluran yang bernama bronchus atau bronkus. Saluran bronkus ini terdiri

dari beberapa tingkat percabangan dan akhirnya berhubungan di alveolus di paru-paru.

Udara yang diserap melalui alveoli akan masuk ke dalam kapiler yang selanjutnya

dialirkan ke vena pulmonalis atau pembuluh balik paru-paru. Gas oksigen diambil oleh

darah. Dari sana darah akan dialirkan ke serambi kiri jantung dan seterusnya.

Selanjutnya udara yang mengandung gas karbon dioksida akan dikeluarkan melalui

hidung kembali. Pengeluaran napas disebabkan karena melemasnya otot diafragma dan

otot-otot rusuk dan juga dibantu dengan berkontraksinya otot perut. Diafragma menjadi

melengkung ke atas, tulang-tulang rusuk turun ke bawah dan bergerak ke arah dalam,

akibatnya rongga dada mengecil sehingga tekanan dalam rongga dada naik. Dengan

naiknya tekanan dalam rongga dada, maka udara dari dalam paru-paru keluar melewati

saluran pernapasan.

Ringkasan jalannya Udara Pernapasan:

1. Udara masuk melalui lubang hidung

2. melewati nasofaring

3. melewati oral farink

Page 18: Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler Dan Anatomi Fisiologi Sistem Pernapasan

18

4. melewati glotis

5. masuk ke trakea

6. masuk ke percabangan trakea yang disebut bronchus

7. masuk ke percabangan bronchus yang disebut bronchiolus

8. udara berakhir pada ujung bronchus berupa gelembung yang disebut alveolus

(jamak: alveoli)

 

1. b.      Jenis-Jenis Pernapasan Pada Manusia

Jenis-jenis pernapasan pada manusia dibagi menjadi dua jenis. Yaitu pernapasan dada dan

pernapasan perut.

1)      Pernapasan Dada

Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antara tulang rusuk.

Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.

o Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga

rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih

kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.

o Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara

tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga

rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada

menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada

yang kaya karbon dioksida keluar.

Mekanisme inspirasi pernapasan dada sebagai berikut:

Otot antar tulang rusuk (muskulus intercostalis eksternal) berkontraksi –> tulang rusuk

terangkat (posisi datar) –> Paru-paru mengembang –> tekanan udara dalam paru-paru

menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar –> udara luar masuk ke paru-paru.

Mekanisme ekspirasi pernapasan dada adalah sebagai berikut:

Otot antar tulang rusuk relaksasi –> tulang rusuk menurun –> paru-paru menyusut –>

tekanan udara dalam paru-paru lebih besar dibandingkan dengan tekanan udara luar –>

udara keluar dari paru-paru.

2)      Pernapasan Perut

Pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Mekanismenya

dapat dibedakan sebagai berikut.

1.         Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga

dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada

tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.

2.         Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa

ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi

kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada

tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.

Mekanisme inspirasi pernapasan perut sebagai berikut:

sekat rongga dada (diafraghma) berkontraksi –> posisi dari melengkung menjadi

mendatar –> paru-paru mengembang –> tekanan udara dalam paru-paru lebih kecil

dibandingkan tekanan udara luar –> udara masuk

Mekanisme ekspirasi pernapasan perut sebagai berikut:

otot diafraghma relaksasi –> posisi dari mendatar kembali melengkung –> paru-paru

mengempis –> tekanan udara di paru-paru lebih besas dibandingkan tekanan udara luar –

> udara keluar dari paru-paru.

1. c.       Transportasi Gas

Transportasi gas adalah perpindahan gas dari paru ke jaringan dan dari jaringan ke paru 

dengan bantuan darah( aliran darah). Masuknya o2 kedalam sel darah yang bergabung

dengan hemoglobin yang kemudian membentuk oksihemoglobin debanyak 97% dan

sisanya 3% ditransportasikan kejaringan plasma dan sel

Inspirasi

Inspirasi terjadi bila tekanan intrapulmonal(intra alveoli) lebih rendah dari tekanan udara

luar. Pada inspirasi biasa tekanan ini berkisar antara -1mmhg sampai -3mmhg . Pada

inspirasi dalam, tekanan intra-alveoli mencapai 30mmhg.

 

Page 19: Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler Dan Anatomi Fisiologi Sistem Pernapasan

19

Kontraksi otot diafragma dan intrakostalis

  

Volume thoraks membesar

  

Tekanan intrapleura menurun

 

Parunya mengembung

 

Tekanan intra-alveoli menurun

 

Udara masuk kedalam paru

Ekspirasi

Berlangsung bila tekanan pulmonal lebih tinggi dari tekanan udara luar, sehingga udara

bergerak kelur paru.Meningkatnya tekanan dalam rongga paru terjadi bila volue rongga

paru mengecil akibat proses pengucapan yang disebabkan daya elastisitas jaringan paru.

Pengucapan paru terjadi bila otot-otot inspirasi mulai berelaksasi. Pada proses ekspirasi

biasa tekanan intra-alveoli sekitar +1mmhg sampai +3mmhg

Otot ekspirasi relaksai

 

Volume thoraks mengecil

 

Tekana intrapleura meningkat

 

Volume paru mengecil

 

Tekanan intra-alveoli meningkat

 

Udara bergerak keluar paru

 d.      Pengendalian Pernapasan

Mekanisme pernafasan diatur dan di kendalikan dua faktor utama,

(a). pengendalian oleh saraf,  

(b). Kimiawi. Beberapa faktor tertentu merangsang pusat pernafasan yang terletak di

dalam mendula oblongata, dan kalau dirangsang, pusat itu mengeluarkan impuls yang

disalurkan saraf spinalis ke otot pernafasan yaitu otot diafragama dan otot interkostalis.

Pengendalaian oleh saraf

Pusat pernafasan ialah suatu pusat otomatik di dalam medula oblongata yang

mengeluarkan impuls eferen ke otot pernapasan. Melalui beberapa radiks saraf servikalis

impuls ini di antarrkan ke diafragma oleh saraf frenikus: Dibagian yang lebih rendah pada

sumsum belakang ,impulsnya berjalan dari daerah toraks melalui saraf interkostalis untuk

merangsang otot interkostalis. Impuls ini menimbulkan kontraksi ritmik pada otot

diafragma dan interkostal yang berkecepatan kira-kira lima belas setiap menit.

Impuls aferen yang dirangsang pemekaran gelembung udara diantarkan saraf vagus ke

pusat pernapasan di dalam medula.

Pengendalian secara kimiawi

Faktor kimiawi ini adalah faktor utama dalam pengendalian dan pengaturan frekuensi,

kecepatan,& kedalaman gerakan pernapasan. Pusat pernapasan di dalam sumsum sangat

peka pada reaksi: kadar alkali daah harus dipertahankan.    Karbon dioksida adalah

produksi asam dari metabolisme, dan bahan kimia yang asam ini merangsang pusat

pernapasan untuk mengirim keluar impuls saraf yang bekerja atas otot pernapasan.

Kedua pengendalian, baik melalui saraf maupun secara kimiawi, adalah penting. Tanpa

salah satunya orang tak dapat bernapas terus. Dalam hal paralisa otot pernapasan

( interkostal dan diafragma) digunakan ventilasi paru-paru atau suatu alat pernapasan

buatan yang lainnya untuk melanjutkan pernapasan, sebab dada harus bergerak supaya

udara dapat dikeluarmasukkan paru-paru.

Faktor tertentu lainnya menyebabkan penambahan kecepatan dan kedalaman pernapasan.

Gerakan badan yang kuat yang memakai banyak oksigen dalam otot untuk memberi

Page 20: Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler Dan Anatomi Fisiologi Sistem Pernapasan

20

energi yang diperlukan dalam pekerjaan akan menimbulkan kenaikan pada jumlah karbon

dioksida di dalam darah dan akibatnya pembesan ventilasi paru-paru.

Emosi, rasa sakit,dan takut,misalnya, menyebabkan impuls yang merangsang pusat

pernapasan dan menimbulkan penghirupan udara secara kuat-hal yang kita ketahui semua.

Impuls aferen dari kulit mengasilkan efek serupa—bila badan di celup dalam air dingin

atau menerima guyuran air dingin, penarikan pernapasan kuat menyusul.

Pengendalian secara sadar atas gerakan pernapasan mungkin, tetapi tidak dapat dijalankan

lama karena gerakannya otomatik. Suatu usaha untuk menahan napas dalam waktu lama

akan gagal karena pertambahan karbon dioksida yang melebihi normal di dalam darah

akan menimbulkan rasa tak enak.

1. e.       Kecepatan Pernapasan

Pada wanita lebih tinggi dari pada pria. Kalau bernapas secara normal, ekspirasi akan

menyusul inspirasi, dan kemudian ada istirahat sebentar. Inspirasi-ekspirasi-istirahat.

Pada bayi yang sakit urutan ini ada kalanya terbalik dan urutannya menjadi : inspirasi-

istirahat-ekspirasi. Hal ini disebut pernapasan terbalik.

    Kecepatan normal setiap menit:

        Bayi baru …………………………………………………… 30-40

        Dua belas bulan ………………………………………….. 30

        Dari dua sampai lima tahun  ………………………… 24

        Orang dewasa…………………………………………….. 10-20

 

 f.       Gerakan Pernapasan

Ada dua saat terjadi pernapasan: (a) inspirasi dan (b) ekspirasi.

1. Inspirasi atau menarik napas

adalah proses aktif yang diselengarakan kerja otot. Kontraksi diafragma meluaskan

rongga dada dari atas sampai ke bawah, yaitu vertikel. Penaikan iga-iga dan sternum,

yang ditimbulkan kontraksi otot interkostalis , meluaskan rongga dada kedua sisi dan dari

belakang ke depan. Paru-paru yang bersifat elastis mengembang untuk mengisi ruang

yang membesar itu dan udara ditarik masuk ke dalam saluran udara. Otot interkostal

eksterna diberi peran sebagai otot tambahan, hanya bila inspirasi menjadi gerak sadar.

1. Ekspirasi,

udara dipaksa keluar oleh pengenduran otot dan karena paru-paru kempis kembali yang

disebabkan sifat elastis paru-paru itu. Gerakan ini adalah proses pasif.

Ketika pernapasan sangat kuat, gerakan dada bertambah. Otot leher dan bahu membantu

menarik iga-iga dan sternum ke atas. Otot sebelah belakang dan abdomen  juga dibawa

bergerak, dan alae nasi (cuping atau sayap hidung) dapat kembang kempis.

1. g.      Kebutuhan Tubuh akan Oksigen

Dalam banyak keadaan, termasuk yang telah disebut, oksigen dapat diatur menurut

keperluan . Orang tergantung pada oksigen untuk hidupnya; kalau tidak mendapatkannya

selama lebih dari empat menit akan mengakibatkan kerusakan pada otak yang tak dapat

diperbaiki dan biasanya pasien meninggal. Keadaan genting timbul bila misalnya sorang

anak menudungi kepala dan mukannya  dengan kantung pelastik dan menjadi mati lemas.

Tetapi  penyediaan oksigen hanya berkurang, pasien menjadi kacau pikiran—ia menderita

anoksia serebralis. Hal ini terjadi pada orang bekerja dalam ruang sempit, tertutup, seperti

dalam ruang kapal, di dalam tank, dan ruang ketel uap; oksigenyang ada mereka habiskan

dan kalau mereka tidak diberi oksigen untuk pernapasan atau tidak dipindahkan ke udara

yang normal, mereka akan meninggal karena anoksemia atau disingkat anoksia.

Bila oksigen di dalam darah tidak mencukupi, warna merahnya hilang dan menjadi

kebiru-biruan dan ia disebut menderita sianosis.

Orang yang berusaha bunuh diri dengan memasukkan kepalanya ke dalam oven gas,

bukan saja terkena anoksia, tetapi jaga menghirup karbon monoksida yang bersifat racun

dan yang segera bergabung dengan hemoglobin sel darah, menyingkirkan isi normal

oksigen. Dalam hal ini bibir tidak kebiru-biruan , melainkan merah ceri yang khas.

Pengobatan yang diperlukan ialah pengisapan dan pemberian oksigen dalam konsentrasi

sampai lima kali jumlah oksigen udara atmosfir atau lima atmosfir.

 

 

Page 21: Anatomi Fisiologi Sistem Kardiovaskuler Dan Anatomi Fisiologi Sistem Pernapasan

21

 5.      Gangguan pada Sistem Pernapasan                                                               

  Asma

Asma ditandai dengan kontraksi yang kaku dari bronkiolus yang menyebabkan kesukaran

bernapas. Asma biasanya disebabkan oleh hipersensitivas bronkiolus (disebut asma

bronkiale) terhadap benda-benda asing di udara. penyebab penyakit ini juga dapat terjadi

dikarenakan faktor psikis dan penyakit menurun.

Tuberkulosis (TBC)

Tuberkulosis merupakan penyakit spesifik yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium

tuberculosae. Bakteri ini dapat menyerang semua organ tubuh, tetapi yang paling sering

adalah paru-paru dan tulang. Penyakit ini menyebabkan proses difusi oksigen yang

terganggu karena adanya bintik-bintik kecil pada dinding alveolus.

 Keadaan ini menyebabkan :

1)      Peningkatan kerja sebagian otot pernapasan yang berfungsi untuk pertukaran udara

paru-paru

2)      Mengurangi kapasitas vital dan kapasitas pernapasan

3)      Mengurangi luas permukaan membran pernapasan, yang akan meningkatkan

ketebalan membran pernapasan sehingga menimbulkan penurunan kapasitas difusi paru-

paru

  Faringitis

Faringitis merupakan peradangan pada faring sehingga timbul rasa nyeri pada waktu

menelan makanan ataupun kerongkongan terasa kering. Gangguan ini disebabkan oleh

infeksi bakteri atau virus dan dapat juga disebabkan terlalu banyak merokok. Bakteri yang

biasa menyerang penyakit ini adalah Streptococcus pharyngitis.

Bronkitis

Penyakit bronkitis karena peradangan pada bronkus (saluran yang membawa udara

menuju paru-paru). Penyebabnya bisa karena infeksi kuman, bakteri atau virus. Penyebab

lainnya adalah asap rokok, debu, atau polutan udara.

Pneumonia

Pneumonia adalah peradangan paru-paru dimana alveolus biasanya terinfeksi oleh cairan

dan eritrosit berlebihan. Infeksi disebarkan oleh bakteri dari satu alveolus ke alveolus lain

hingga dapat meluas ke seluruh lobus bahkan seluruh paru-paru. Umumnya disebabkan

oleh bakteri streptokokus (Streptococcus), Diplococcus pneumoniae, dan bakteri

Mycoplasma pneumoniae.

   Emfisema Paru-paru

Emfisema disebabkan karena hilangnya elastisitas alveolus. Alveolus sendiri adalah

gelembung-gelembung yang terdapat dalam paru-paru. Pada penderita emfisema, volume

paru-paru lebih besar dibandingkan dengan orang yang sehat karena karbondioksida yang

seharusnya dikeluarkan dari paru-paru terperangkap didalamnya. Asap rokok dan

kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-

paru ini.

  Dipteri

Dipteri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium

diphterial yang dapat menimbulkan penyumbatan pada rongga faring (faringitis) maupun

laring (laringitis) oleh lendir yang dihasilkan oleh bakteri tersebut.

  Asfiksi

Asfiksi adalah gangguan dalam pengangkutan oksigen ke jaringan yang disebabkan

terganggunya fungsi paru-paru, pembuluh darah, ataupun jaringan tubuh. Misalnya

alveolus yang terisi air karena seseorang tenggelam. Gangguan yang lain adalah

keracunan karbon monoksida yang disebabkan karena hemoglobin lebih mengikat karbon

monoksida sehingga pengangkutan oksigen dalam darah berkurang.

Kanker Paru-paru

Penyakit ini merupakan pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali di dalam jaringan

paru-paru. Kanker ini mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru dan menjalar ke seluruh

bagian tubuh. Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus kanker paru-

paru pada pria dan sekitar 70% kasus pada wanita.. Tetapi tidak menutup kemungkinan

perokok pasif pun mengalami penyakit ini. Penyebab lain yang memicu penyakit ini

adalah penderita menghirup debu asbes, kromium, produk petroleum, dan radiasi ionisasi.