ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI BERDASARKAN fe- PERLAKUAN AKUNTANSI BERDASARKAN SAK ETAP ... tentang entitas ... Pada transaksi leasing jenis ini,

Embed Size (px)

Text of ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI BERDASARKAN fe- PERLAKUAN AKUNTANSI BERDASARKAN SAK ETAP ... tentang...

  • ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI BERDASARKAN SAK ETAP

    DAN SAK IFRS ATAS PEROLEHAN ASET TETAP DAN

    KAITANNYA DENGAN ASPEK PERPAJAKAN

    (Skripsi)

    OLEH

    Nama : Veronica Ratna Damayanti

    NPM : 0641031138

    No Telp : 085768626569

    Email : fingerprint_sensor@yahoo.co.id

    Pembimbing I : R. Weddie Andriyanto, S.E., M.Si, CPA

    Pembimbing II : Basuki Wibowo, S.E., Akt

    FAKULTAS EKONOMI

    UNIVERSITAS LAMPUNG

    BANDAR LAMPUNG

    2012

  • 2

    ABSTRAK

    ANALISIS PERLAKUAN AKUNTANSI BERDASARKAN SAK ETAP

    DAN SAK IFRS ATAS PEROLEHAN ASET TETAP DAN KAITANNYA

    DENGAN ASPEK PERPAJAKAN

    Oleh

    Veronica Ratna Damayanti

    Perusahaan memiliki tujuan untuk memperoleh laba dalam setiap kegiatan

    operasionalnya. Dalam menunjang kegiatan operasional perusahaan, dana

    memegang peranan penting. Dana dalam perusahaan digunakan sebagai alat

    investasi melalui penanaman barang modal. Dana yang diterima oleh perusahaan

    salah satunya digunakan untuk membeli aset tetap. Tujuan yang ingin dicapai

    dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perlakuan akuntansi atas perolehan

    aset tetap dan untuk mengetahui perlakuan perpajakan atas perolehan aset tetap.

    Perolehan aset tetap dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu dengan

    pembelian secara tunai, pembelian kredit, sewa guna usaha (leasing), dan

    pertukaran. Entitas harus mengalokasikan jumlah aset tetap yang dapat disusutkan

    secara sistematis selama umur manfaat. Penyusutan dimulai ketika suatu aset tetap

    tersedia untuk digunakan. Menurut akuntansi baik berdasarkan SAK ETAP dan

    SAK IFRS, pada dasarnya masa manfaat suatu aset tetap berdasarkan keputusan

    dari manajemen.

    Perlakuan akuntansi berdasarkan SAK ETAP dan SAK IFRS atas pertukaran aset

    tetap sejenis tidak mengakui adanya laba pertukaran, sedangkan menurut

    perpajakan pertukaran aset tetap sejenis ataupun tidak sejenis mengakui adanya

    laba pertukaran. Perlakuan akuntansi berdasarkan SAK ETAP dan SAK IFRS atas

    sewa guna usaha (leasing), penyusutan dilakukan sejak aset tetap diperoleh.

    Dalam perpajakan selama hak opsi belum digunakan, semua biaya dicatat dalam

    akun biaya aktiva leasing. Setelah hak opsi membeli digunakan, entitas dapat

    melakukan penyusutan berdasarkan nilai sisa atas aset tetap leasing tersebut.

    Dalam SAK IFRS mengharuskan entitas melakukan penilaian kembali

    berdasarkan nilai wajar, sedangkan SAK ETAP tidak diperkenankan melakukan

    penilaian kembali terhadap aset tetap. Penilaian kembali aset tetap dalam SAK

    IFRS dapat menimbulkan kenaikan nilai wajar. Menurut perpajakan selisih lebih

    nilai wajar dari penilaian kembali dikenakan PPh final sebesar 10%. Dalam SAK

    IFRS dan SAK ETAP mengakui adanya penurunan nilai aset tetap, sedangkan

    dalam perpajakan tidak mengakui adanya penurunan nilai aset tetap.

    Kata kunci : leasing, SAK ETAP, SAK IFRS

  • 3

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang Permasalahan

    Dalam hal pengadaan barang modal, ada beberapa alternatif pembiayaan yang

    bisa dilakukan oleh perusahaan. Pembiayaan dari sumber internal dan pembiayaan

    dari sumber eksternal. Pembiayaan dari sumber internal dihasilkan sendiri di

    dalam perusahaan, diantaranya adalah laba ditahan, modal saham, dan lain-lain.

    Sedangkan pembiayaan dari sumber eksternal berasal dari luar perusahaan.

    Aset tetap merupakan barang modal yang berwujud yang diperoleh dalam

    bentuk siap pakai atau dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi

    perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal

    perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.

    Pertukaran aset tetap dibagi menjadi pertukaran dengan aset sejenis dan tidak

    sejenis. Dalam pertukaran dengan aset sejenis tidak mengakui adanya laba

    pertukaran, sedangkan di dalam pertukaran aset tidak sejenis mengakui adanya

    laba pertukaran. Sewa guna usaha (leasing) adalah kegiatan pembiayaan dalam

    bentuk penyediaan barang modal baik secara sewa guna usaha dengan hak opsi

    (finance lease) maupun sewa guna usaha tanpa hak opsi (operating lease) untuk

    digunakan oleh lessee selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran

    secara berkala. Sewa guna usaha dengan hak opsi (financial lease) yaitu apabila

    dalam transaksi perusahaan lessor bertindak sebagai pihak yang membiayai

    barang modal dimana secara berkala lessor menerima pembayaran sewa guna

    usaha dari lessee dan di akhir masa sewa terdapat hak opsi bagi lessee.

    Perlakuan tersebut di atas adalah perlakuan yang biasa terjadi pada akuntansi

    komersial berdasarkan SAK ETAP dan SAK IFRS, perlakuan untuk perpajakan

  • 4

    tentunya memiliki perbedaan dikarenakan adanya ketentuan-ketentuan perpajakan

    yang secara khusus mengaturnya. Adanya perbedaan tersebut memotivasi penulis

    untuk mencoba meneliti bagaimana perlakuan akuntansi perpajakan atas transaksi

    perolehan aset tetap.

    Berdasarkan uraian diatas maka penulis mengambil judul : ANALISIS

    PERLAKUAN AKUNTANSI BERDASARKAN SAK ETAP DAN SAK IFRS

    ATAS PEROLEHAN ASET TETAP DAN KAITANNYA DENGAN ASPEK

    PERPAJAKAN.

    1.2 Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, rumusan masalah penelitian

    ini adalah sebagai berikut :

    1. Bagaimanakah perlakuan akuntansi atas perolehan aset tetap?

    2. Bagaimanakah perlakuan perpajakan atas perolehan aset tetap?

    1.3 Batasan Masalah

    Adapun batasan masalah dalam penelitian ini adalah perolehan aset tetap

    dengan cara pembelian tunai, pembelian kredit, sewa guna usaha (leasing), dan

    pertukaran.

    1.4. Tujuan Penelitian

    Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :

    1. Untuk mengetahui perlakuan akuntansi atas perolehan aset tetap.

    2. Untuk mengetahui perlakuan perpajakan atas perolehan aset tetap.

  • 5

    BAB II

    TINJAUAN PUSTAKA

    2.1 Perlakuan Akuntansi Pajak

    2.1.1 Pengertian Akuntansi

    Akuntansi adalah aktivitas jasa. Fungsinya adalah untuk menyediakan

    informasi kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan, tentang entitas (kesatuan)

    usaha yang dipandang akan bermanfaat dalam pengambilan keputusan ekonomi

    dalam menetapkan pilihan yang tepat di antara berbagai alternatif tindakan.

    2.1.2 Pengertian Akuntansi Pajak

    Akuntansi pajak tercipta karena adanya suatu prinsip dasar yang diatur

    dalam undang-undang perpajakan dan pembentukannya terpengaruh oleh fungsi

    perpajakan dalam mengimplementasikan sebagai kebijakan pemerintah (Waluyo,

    2008). Akuntansi perpajakan secara khusus menyajikan laporan keuangan dan

    informasi lain kepada administrasi pajak.

    2.2 Aktiva Tetap

    2.2.1 Pengertian Aktiva tetap

    Aset Tetap adalah aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam

    produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain,

    atau untuk tujuan administratif, dan diharapkan untuk digunakan selama lebih dari

    satu periode (Standar Akuntansi Keuangan No.16, 2011).

  • 6

    2.2.2 Bentuk-Bentuk Aset Tetap

    Secara garis besar aset tetap dapat dikelompokkan ke dalam dua golongan

    yaitu :

    1. Aset Tetap Berwujud

    Aset berwujud merupakan aset yang diperoleh dalam bentuk siap pakai

    atau dengan dibangun terlebih dahulu, yang digunakan dalam menunjang

    kegiatan atau operasi utama perusahaan, dimiliki tidak dimaksudkan untuk

    dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa

    manfaat jangka panjang (Santoso, 2009).

    Jadi aset tetap berwujud ini mempunyai sifat permanen atau dengan kata

    lain dapat digunakan dalam jangka waktu yang relatif lama. Aset tetap

    berwujud ini masih dibagi lagi menjadi :

    a. Aset tetap yang umurnya tidak terbatas, seperti tanah

    b. Aset tetap yang umurnya terbatas dan apabila sudah habis masa

    penggunaannya bisa diganti dengan aset sejenis, misalnya:

    bangunan, mesin, peralatan, kendaraan dan lain-lain.

    c. Aset tetap yang umurnya terbatas dan apabila sudah habis masa

    penggunaannya tidak dapat diganti dengan aset sejenis, misalnya:

    sumber-sumber alam seperti hasil tambang, hutan, dan lain-lain

    2. Aset Tetap Tidak Berwujud

    Aset tetap tidak berwujud merupakan aktiva yang menjadi subjek untuk

    diamortisasikan (Santoso, 2009). Aset tidak berwujud adalah aset non

    moneter yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta

  • 7

    dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan atau menyerahkan barang

    atau jasa, disewakan kepada pihak lainnya, atau untuk tujuan administratif

    (Standar Akuntansi Keuangan, 2009).

    2.3 Penyusutan Aset Tetap Berwujud

    2.3.1 Pengertian Penyusutan

    Penyusutan adalah alokasi yang sistematis dari harga perolehan aset

    selama periode-periode berbeda yang memperoleh manfaat dari penggunaan suatu

    aset (Stice, dkk, 2005).

    2.3.2 Metode Penyusutan

    Jumlah yang dapat disusutkan dialokasi ke setiap periode akuntansi selama

    masa manfaat aset dengan berbagai metode yang sistematis. Metode manapun

    yang dipilih, konsistensi dalam penggunaannya adalah perlu, tanpa memandang

    tingkat profitabilitas perusahaan dan pertimbangan perpajakan, agar dapat

    menyediakan daya banding hasil operasi perusahaan dari periode ke periode.

    2.3.3 Metode Penyusutan Menurut Ketentuan Perpajakan

    Metode penyu

Recommended

View more >