of 13 /13
ANALISIS PENGARUH TINGKAT KEMISKINAN, TINGKAT PARTISIPASI ANGKATAN KERJA, KETIMPANGAN PENDAPATAN DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KARESIDENAN MADIUN PADA TAHUN 2010-2017 Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada Jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Disusun Oleh: FITRIA DWI SURYANI B300150102 PROGRAM STUDI ILMU EKONOMI PEMBANGUNAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2019

ANALISIS PENGARUH TINGKAT KEMISKINAN, TINGKAT ...eprints.ums.ac.id/72949/1/naskah.pdfpertumbuhan ekonomi serta menambahkan variabel-variabel lainnya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan

  • Upload
    others

  • View
    6

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: ANALISIS PENGARUH TINGKAT KEMISKINAN, TINGKAT ...eprints.ums.ac.id/72949/1/naskah.pdfpertumbuhan ekonomi serta menambahkan variabel-variabel lainnya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan

ANALISIS PENGARUH TINGKAT KEMISKINAN, TINGKAT

PARTISIPASI ANGKATAN KERJA, KETIMPANGAN PENDAPATAN

DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP

PERTUMBUHAN EKONOMI DI KARESIDENAN MADIUN PADA

TAHUN 2010-2017

Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Studi Strata I pada

Jurusan Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Disusun Oleh:

FITRIA DWI SURYANI

B300150102

PROGRAM STUDI ILMU EKONOMI PEMBANGUNAN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2019

Page 2: ANALISIS PENGARUH TINGKAT KEMISKINAN, TINGKAT ...eprints.ums.ac.id/72949/1/naskah.pdfpertumbuhan ekonomi serta menambahkan variabel-variabel lainnya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan

2

i

Page 3: ANALISIS PENGARUH TINGKAT KEMISKINAN, TINGKAT ...eprints.ums.ac.id/72949/1/naskah.pdfpertumbuhan ekonomi serta menambahkan variabel-variabel lainnya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan

3

ii

Page 4: ANALISIS PENGARUH TINGKAT KEMISKINAN, TINGKAT ...eprints.ums.ac.id/72949/1/naskah.pdfpertumbuhan ekonomi serta menambahkan variabel-variabel lainnya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan

4

iii

iii

Page 5: ANALISIS PENGARUH TINGKAT KEMISKINAN, TINGKAT ...eprints.ums.ac.id/72949/1/naskah.pdfpertumbuhan ekonomi serta menambahkan variabel-variabel lainnya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan

1

ANALISIS PENGARUH TINGKAT KEMISKINAN, TINGKAT

PARTISIPASI ANGKATAN KERJA, KETIMPANGAN PENDAPATAN

DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP

PERTUMBUHAN EKONOMI DI KARESIDENAN MADIUN PADA

TAHUN 2010-2017

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh Tingkat

Kemiskinan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK), Ketimpangan

Pendapatan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap Pertumbuhan

Ekonomi di Karesidenan Madiun pada tahun 2010 sampai dengan 2017. Jenis data

yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder gabungan dari data

cross section dan time series dari tahun 2010-2017. Data yang digunakan

diperoleh dari website resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa timur. Metode

analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel. Hasil penelitian

menunjukkan berdasarkan uji validitas pengaruh Tingkat Kemiskinan, Tingkat

Partisipasi Angkatan Kerja dan Indeks Pembangunan Manusia memiliki pengaruh

signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Karesidenan Madiun pada tahun

2010-2017. Sedangkan variabel Ketimpangan Pendapatan tidak memiliki

pengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi.

Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Tingkat Kemiskinan, Ketimpangan

Pendapatan, Indeks Pembangunan Manusia, Tingkat Partisipasi

Angkatan Kerja.

Abstract

This study aims to anylyze the influence Poverty Level, Labor Force Participation

Rate, Human Development Index, Income Inequality to Economic Growth at 6

City/District in the Madiun Residence period 2010-2017. The type of data used in

this study is combined secondary data from time series data and cross section

data. The data used is obtained from the official website of BPS East Java. The

method of analysis used is panel data regression analysis.The result showed that

talidity test of influence Poverty Level, Labor Force Participation Rate, Human

Development Index have significant influence to Economic Growth in the Madiun

Residence period 2010-2017. While Income Inequality has no influence to

Economic Growth in the Madiun Residence period 2010-2017.

Keywords : Poverty Level, Labor Force Participation Rate, Human Development

Index, Income Inequality, Economic Growth

Page 6: ANALISIS PENGARUH TINGKAT KEMISKINAN, TINGKAT ...eprints.ums.ac.id/72949/1/naskah.pdfpertumbuhan ekonomi serta menambahkan variabel-variabel lainnya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan

2

1. PENDAHULUAN

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator yang amat penting

dalam menilai kinerja suatu perekonomian, terutama untuk melakukan analisis

tentang hasil pembangunan ekonomi yang telah dilaksanakan suatu negara atau

suatu daerah. Ekonomi dikatakan mengalami pertumbuhan apabila produksi

barang dan jasa meningkat dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi

menunjukkan sejauh mana aktivitas perekonomian dapat menghasilkan tambahan

pendapatan atau kesejahteraan masyarakat pada periode tertentu. Pertumbuhan

ekonomi suatu negara atau suatu wilayah yang terus menunjukkan peningkatan

menggambarkan bahwa perekonomian negara atau wilayah tersebut berkembang

dengan baik (Aziz, 2016).

Pembangunan ekonomi merupakan serangkaian usaha yang ditujukan untuk

meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi angka pengangguran, dan

meminimalkan ketimpangan pendapatan di masyarakat. Pembangunan ekonomi

akan berjalan efektif dan efisien ketika berpijak pada perencanaan pembangunan

yang tepat sasaran. Ketersediaan indikator pembangunan ekonomi menjadi hal

yang tidak bisa dihindari dalam perencanaan pembangunan. PDRB menjadi salah

satu indikator yang digunakan untuk mengukur kegiatan ekonomi di suatu

wilayah dikatakan tubuh dan berkembang jika barang dan jasa yang diproduksi

pada periode ini lebih besar dibanding periode sebelumya. PDRB atas

berkembang atau pada beberapa organisasi selama periode waktu tertentu

(Herawati & Sasana, 2013). dasar harga konstan disusun berdasarkan harga pada

tahun dasar dan bertujuan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi (BPS, 2017).

Pertumbuhan ekonomi mengukur perkembangan dari satu periode ke periode

berikutnya. Terjadinya peningkatan pertumbuhan ekonomi pada periode tahun

tertentu secara eksplisit dapat dimaknai adanya peningkatan nilai barang dan jasa

yang dihasilkan pada periode tahun tersebut. Karena itu, seluruh kegiatan

pembangunan harus difokuskan pada upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi

(Khairul, 2017).

Page 7: ANALISIS PENGARUH TINGKAT KEMISKINAN, TINGKAT ...eprints.ums.ac.id/72949/1/naskah.pdfpertumbuhan ekonomi serta menambahkan variabel-variabel lainnya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan

3

2. METODE

Metode penelitian data pada penelitian ini menggunakan metode

pengumpulan data kuantitatif data sekunder yang bersumber dari BPS Jawa

Tengah.

Alat analisis yang digunakan adalah regresi data panel. Data panel adalah

gabungan dari data silang tempat (cross section) yaitu 6 kabupaten/kota yang ada

di Karesidenan Madiun dan data runtut waktu (time series) dengan rentang tahun

2010-2017 yaitu sebanyak 8 tahun.

Variabel dependen dalam penelitian ini adalah Variabel dependen dalam

penelitian ini adalah pertumbuhan ekonomi di Karesidenan Madiun, sedangkan

variabel independen yang digunakan terdiri dari tingkat kemiskinan, tingkat

partisipasi angkatan kerja, ketimpangan pendapatan dan indeks pembangunan

manusia di Karesidenan Madiun tahun 2010-2017.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam penelitian ini, untuk mengetahui pengaruh tingkat kemiskinan, tingkat

partisipasi angkatan kerja, ketimpangan pendapatan dan indeks pembangunan

manusia di Karesidenan Madiun tahun 2010-2017 digunakan alat analisis regresi

data panel dengan model ekonometri sebagai berikut:

itititititit uIPMGINITPAKPOVPDRB +++++= 4321 ………. (1)

Dimana:

PDRB = Pertumbuhan Ekonomi pada 6 Kota/Kabupaten di Karesidenan

Madiun

POV = Tingkat Kemiskinan pada 6 Kota/Kabupaten di Karesidenan

Madiun

TPAK = Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja pada 6 Kota/Kabupaten di

Karesidenan Madiun

GINI = Ketimpangan Pendapatan pada 6 Kota/Kabupaten di Karesidenan

Madiun

IPM = Indeks Pembangunan Manusia pada 6 Kota/Kabupaten di

Karesidenan Madiun = konstanta atau intersep

Page 8: ANALISIS PENGARUH TINGKAT KEMISKINAN, TINGKAT ...eprints.ums.ac.id/72949/1/naskah.pdfpertumbuhan ekonomi serta menambahkan variabel-variabel lainnya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan

4

321 ,, = koefisien regresi variabel bebas

uit = komponen error di waktu t untuk unit cross section

i = subskripwilayah (kabupaten/kota di Karesidenan Madiun)

t = subskrip waktu (2010-2017)

Untuk menentukan model estimasi terbaik dari hasil estimasi PLS, FEM,

dan REM digunakan untuk uji Chow dan uji Hausman.

3.1 Uji Chow

Uji chow digunakan untuk memilih manakah yang baik antara Pooled Least

Square (PLS)atau Fixed Effect Model (FEM), yaitu dengan melihat uji

signifikansi model FEM dengan uji statistik F.

Tabel IV.2

Hasil Estimasi Data Panel dengan Uji Chow

Effects Test Statistic d.f. Prob.

Cross-section F 386.537853 (5,32) 0.0000

Cross-section Chi-square 172.928846 5 0.0000

Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, diolah.

BerdasarkanTabel 1 dapat disimpulkan bahwa, nilai probabilitas F sebesar

0,0000 ≤ 0,10 dan Chi Square sebesar 0,0000 ≤ 0,10 H0 ditolak, maka

kesimpulannya model yang digunakan FEM.

3.2 Uji Hausman

Digunakan untuk mengetahui apakah Fixed Effect Model (FEM) lebih baik

dari Random Effect Model (REM).

Tabel 2

Hasil Estimasi Data Panel dengan Uji Hausman

Test Summary Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. d.f. Prob.

Cross-section random 31.300047 4 0.0000

Sumber: BPS Provinsi Jawa Timur, diolah.

Page 9: ANALISIS PENGARUH TINGKAT KEMISKINAN, TINGKAT ...eprints.ums.ac.id/72949/1/naskah.pdfpertumbuhan ekonomi serta menambahkan variabel-variabel lainnya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan

5

Berdasarkan Tabel 2 dapat disimpulkan bahwa, nilai p-value sebesar

0,0001 ≤ 0,10, maka H0 ditolak. Kesimpulannya model yang digunakan

adalah FEM.

3.3 Koefisien Determinasi (R-Square)

4 Tabel IV.4

Hasil Estimasi Fixed Effect Model

PDRBit = 13.94578 − 0.027383POVit − 0.016389TPAKit − 0.186203 GINIit

− 0.047097IPMit

(-2.342725) (-3,932443) (-0,234069) (-3,994518)

R² = 0.785543DW-Stat = 0.264403; F-Stat = 11.35512; Sig F-Stat =

0.000000

Keterangan : *Signifikan padaα = 0,01; **Signifikan pada α = 0,05;

***Signifikan pada α = 0,10; Angka dalam kurung adalah probabilitas nilai t-

statistik

Berdasarkan Tabel 3 terlihat R2 sebesar 0,785543, yang artinya 78,55%

variasi variabel Pertumbuhan Ekonomi dapat dijelaskan oleh variabel tingkat

kemiskinan, tingkat partisipasi angkatan kerja, ketimpangan pendapatan dan

indeks pembangunan manusia. Sisanya 21,45% dipengaruhi oleh variabel-variabel

atau faktor-faktor lain yang tidak dijelaskan dalam model.

4.3 Uji Kebaikan Model (uji F)

Dari Tabel 3, terlihat nilai probabilitas atau signifikansi empirik statistik F

pada estimasi model sebesar 0,000000 < 0,10, maka H0 ditolak. Jadi

kesimpulannya model yang dipakai dalam penelitian eksis.

4.4 Uji Validitas Pengaruh (uji T)

5 Tabel IV-6

Hasil Uji Validitas Pengaruh Variabel Independen

Variabel sig. T Criteria Kesimpulan

POV 0,0275 <0,05 Signifikan pada α = 0,05

TPAK 0,0004 < 0,05 Signifikan pada α = 0,05

Page 10: ANALISIS PENGARUH TINGKAT KEMISKINAN, TINGKAT ...eprints.ums.ac.id/72949/1/naskah.pdfpertumbuhan ekonomi serta menambahkan variabel-variabel lainnya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan

6

GINI 0,8165 >0,05 Tidak memiliki pengaruh signifikan

IPM 0,0004 ≤ 0,05 Signifikan pada α = 0,05

Dari hasil ini dapat disimpulkan variabel Tingkat Kemiskinan, Tingkat

Partisipasi Angkatan Kerja dan Indeks Pembangunan Manusiamemiliki pengaruh

signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Sedangkan variabel Ketimpangan

Pendapatantidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi.

4. PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan maka dapat diambil

kesimpulan sebagai berikut :

4.1.1. Pengujian model menggunakan uji Chow menunjukan bahwa model FEM

lebih tepat digunakan dari pada PLS. Selanjutnya, dengan dilakukan uji

Hausman menunjukan bahwa model FEM lebih tepat digunakan dari pada

menggunakan model REM. Oleh karena itu, dalam penelitian ini

memutuskan untuk menggunakan model FEM karena model FEM lebih

tepat dari pada model PLS dan REM.

4.1.2. Dalam Uji Kebaikan Model, model yang dipakai dalam penelitian ini eksis

atau variabel Tingkat Kemiskinan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan

Indeks Pembangunan Manusia secara bersama-sama berpengaruh terhadap

Pertumbuhan Ekonomi di Karesidenan Madiun pada tahun 2010 sampai

dengan 2017.

4.1.3. Nilai koefisien determinasi R² sebesar 0.785543, artinya 78,55% variasi

variabel pertumbuhan ekonomi dapat dijelaskan oleh variasi variabel

Tingkat Kemiskinan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja, Ketimpangan

Pendapatan dan Indeks Pembangunan Manusia. Dengan R² sebesar

0.785543, berarti model memiliki daya ramal yang tinggi.

4.1.4. Berdasarkan uji validitas pengaruh (Uji t) menunjukkan bahwa variabel

Tingkat Kemiskinan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerjadan Indeks

Pembangunan Manusia memiliki pengaruh signifikan terhadap

Page 11: ANALISIS PENGARUH TINGKAT KEMISKINAN, TINGKAT ...eprints.ums.ac.id/72949/1/naskah.pdfpertumbuhan ekonomi serta menambahkan variabel-variabel lainnya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan

7

Pertumbuhan Ekonomi. Sedangkan variabel Ketimpangan Pendapatan

tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di

Karesidenan Madiun pada tahun 2010 sampai dengan 2017.

4.1.5. Dari berbagai interprestasi ekonomi terlihat bahwa Pertumbuhan Ekonomi

di Karesidenan Madiun yang meliputi 6 Kota/Kabupaten yang dipengaruhi

oleh variable Tingkat Kemiskinan memiliki hubungan yang negatif,

sedangkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan Indeks Pembangunan

Manusia memiliki hubungan yang positif terhadap Pertumbuhan Ekonomi

di Karesidenan Madiun, sehingga kondisi Ekonomi di Karesidenan

Madiun akan meningkat apabila Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan

Indeks Pembangunan Manusia meningkat, sedangkan Tingkat

Kemiskinannya menurun.

4.1.6. Terkait dengan pengaruh variable Tingkat Kemiskinan, Tingkat Partisipasi

Angkatan Kerja, Ketimpangan Pendapatan dan Indeks Pembangunan

Manusia terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Karesidenan Madiun, terlihat

bahwa Kabupaten Ponorogo cederung memiliki pertumbuhan ekonomi

yang paling tinggi, sedangkan Kota Madiun cenderung memiliki

pertumbuhan ekonomi yang paling rendah.

4.2. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan, dapat diberikan saran

sebagai berikut:

4.2.1. Pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan program untuk menangani

pengentasan kemiskinan, dengan adanya program-program

penanggulangan kemiskinan melalui pemberian Kredit Usaha Rakyat

(KUR), Kredit Usaha Bersama (KUB), mempermudah pengurusan BPJS

dan lain sebagainya, diharapkan Tingkat Kemiskinan akan menurun. Saat

Tingkat Kemiskinan menurun maka Pertumbuhan Ekonomi akan

meningkat.

4.2.2. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja berpengaruh positif terhadap

Pertumbuhan Ekonomi, Oleh karena itu diharapkan pemerintah daerah

Page 12: ANALISIS PENGARUH TINGKAT KEMISKINAN, TINGKAT ...eprints.ums.ac.id/72949/1/naskah.pdfpertumbuhan ekonomi serta menambahkan variabel-variabel lainnya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan

8

lebih memperhatikan tingkat upah karena semakin tinggi tingkat upah

maka akan semakin banyak anggota keluarga yang masuk pasar tenaga

kerja, selain itu pemerintah juga harus memperhatikan tingkat pendidikan

dikarenakan semakin tinggi tingkat pendidikan maka akan semakin banyak

waktu yang disediakan untuk bekerja. Dengan demikian nilai Tingkat

Partisipasi Angkatan Kerja di Karesidenan Madiun akan meningkat.

4.2.3. Indeks Pembangunan Manusia memiliki pengaruh positif terhadap

Pertumbuhan Ekonomi. Dengan adanya pernyataan tersebut, diharapkan

pemerintah daerah dapat meningkatkan fasilitas kesehatan, penyediaan

pendidikan yang layak dan penyediaan fasilitas sekolah, serta lebih

memperhatikan angka melek huruf yang ada di daerahnya.

4.2.4. Dalam penelitian selanjutnya, perlu dilakukan penelitian tentang

pertumbuhan ekonomi serta menambahkan variabel-variabel lainnya yang

berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi.

DAFTAR PUSTAKA

Aziz S., Mawardi.Mohammad A.K.R, dkk. 2016. “Pengaruh Inflasi dan

Tingkat Pengangguran terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia”. I-

Economic, Volume 2, Nomor 1

BPS Jawa Timur. 2018. Gini Ratio Menurut Kota/Kabupaten di Jawa Timur

Tahun 2008-2017. https://jatim.bps.go.id/dynamictable/2018/10/18/410/

gini-rasio-menurut-kabupaten-kota di-jawa-timur-2008---maret-2018.html.

22.03.

BPS Jawa Timur. 2018. Indeks Pembangunan Manusia Kerja Kota/Kabupaten

di Jawa Timur Tahun 2010-2017. https://jatim.bps.go.id/dynamictable/2018

/04/17/403/indekspembangunanmanusia-provinsi-jawa-timur-menurut-

kabupaten-kota-2010-2017-metode-baru. html. 04.45.

BPS Jawa Timur. 2018. Jawa Timur Dalam Angka. Surabaya: BPS Jawa Timur.

BPS Jawa Timur. 2018. Persentase Penduduk Miskin Kota/Kabupaten di Jawa

Timur Tahun 2012-2017. https://jatim.bps.go.id/statictable/2018/01/30/755/

persentase-pendudukmiskin-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-jawa-

timur-tahun-2012-2017.html. 21.35.

BPS Jawa Timur. 2018. Persentase Penduduk Miskin Kota/Kabupaten di Jawa

Timur Tahun 2002-2016. https://pasuruankab.bps.go.id/statictable/2017/10/

Page 13: ANALISIS PENGARUH TINGKAT KEMISKINAN, TINGKAT ...eprints.ums.ac.id/72949/1/naskah.pdfpertumbuhan ekonomi serta menambahkan variabel-variabel lainnya yang berpengaruh terhadap pertumbuhan

9

27/242/persentasependuduk miskin-menurut-kabupaten-kota-di-jawa-timur-

tahun-2002-2016.html. 21.41.

BPS Jawa Timur. 2018. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten/Kota di

Provinsi Jawa Timur 2012-2017. Surabaya : BPS Jawa Timur.

BPS. 2017. Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Jawa Timur

Kabupaten/Kota Menurut Lapangan Usaha 2012 – 2016. Surabaya : BPS

Jawa Timur.

Khairul Amri. 2017. “Analisis Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan

Pendapatan: Panel Data 8 Provinsi di Sumatera”. Jurnal Ekonomi dan

Manajemen Teknologi, Volume 1, Nomor 1.