Click here to load reader

Analisis Biaya Satuan (Unit Cost) Mahasiswa Berdasarkan

  • View
    3

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Analisis Biaya Satuan (Unit Cost) Mahasiswa Berdasarkan

JURNAL SAINS TERAPAN NO. 2 VOL. 1 OKTOBER ISSN 2406 - 8810
78
Costing Pada Politeknik “X” Di Balikpapan
Nur Vita Opu
1) , Ida Suriana
2) , Yogiana Mulyani
Email : [email protected]
Email : [email protected]
Abstract
This research is quantitative research. This research is aimed to design the Activity Based Costing and
determine Unit Cost of educational services to students per course of study. This research was conducted at
Balikpapan State Polytevhnic in 2014. The data collection was done by doing interview, observation and
documentation. Unit Cost calculation result is a food and beverage department of Rp25.825.152, - per year,
Electrical Engineering Program in Department of Industrial Electronics Engineering of Rp24.080.407, - per
year. Department of Telecommunications of Rp24.080.407, - per year. Department of Computer
Engineeringand Networks of Rp24.080.407, - per year, Civil Engineering Program of Rp24.795.028, - per year.
MechanicalEngineering and Heavy Equipment Rp26.970.795, - per year.
Keywords : Unit Cost, Cost of Education, Activity Based Costing
Abstrak
pendidikan kepada mahasiswa per program studi. Penelitian ini dilakukan di Politeknik X Tahun 2014.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil perhitungan Unit
Cost adalah Program Studi Tata Boga Rp25.825.152,- per tahun, Program Studi Teknik Elektro Jurusan Teknik
Elektronika Industri Rp24.080.407,- per tahun. Jurusan Telekomunikasi Rp24.080.407,- per tahun. Jurusan
Teknik Komputer dan Jaringan Rp24.080.407,- per tahun, Program Studi Teknik Sipil Rp24.795.028,- per
tahun. Teknik Mesin dan Alat Berat Rp26.970.795,- pertahun.
Kata kunci : Biaya Satuan, Biaya Pendidikan, Biaya berbasis aktivitas
1.Pendahuluan
khususnya sektor jasa seperti perusahaan
asuransi, lembaga keuangan, pelayanan
ke bidang industri jasa untuk menciptakan
persaingan, mereka diwajibkan untuk
(Krishnan, 2006).
jasa adalah pendidikan.Pendidikan
berkembangnya pembangunan suatu
negara.Lembaga pendidikan merupakan
pelayanan pendidikan sekaligus bertindak
sebagai Badan Penyelenggara yang
menghasilkan lulusan yang berkualitas
memberi pelayanan pendidikan, lembaga
yaitu mengutamakan kepentingan
keuntungan.
termasuk organisasi non profit.Lembaga
79
sehingga manajemen tidak memiliki
informasi apakah kegiatan usahanya
tidak.Sisa hasil usaha ini sangat diperlukan
untuk mengembangkan dan
informasi biaya, tidak akan dapat diketahui
akurasi didalam penetapan biaya
penyelenggara pendidikan itu apakah
pula, pihak manajemen tidak memiliki
dasar untuk mengalokasikan berbagai
Di tengah fenomena tersebut,
pendidikan menjadi sebuah tuntutan.Upaya
untuk menyampaikan kepada stakeholders
(mahasiswa, orang tua mahasiswa,
pemerintah ataupun badan penyelenggara)
keseimbangan antara kepentingan pihak
penyelenggaraan pendidikan, disatu sisi
masyarakat dapat menilai sekaligus
mengevaluasi kinerja keuangan lembaga
tersebut. Sehingga, akuntabilitas keuangan
Perhitungan Biaya dapat meningkatkan
lembaga pendidikan.
telah terjadi dalam melaksanakan
penyajian informasi biaya bisa
yang wajar karena komponen biaya dalam
perguruan tinggi sangatlah beragam
pendidikan. Selain itu tidak ada standar
baku untuk menetapkan tarif biaya-biaya
yang berhubungan dengan
berkualitas perguruan tinggi memerlukan
Menurut Juanda (2004) Analisis
analysis) merupakan variabel diterminan
dalam mewujudkan akuntabilitas keuangan
lembaga pendidikan. Analisis unit
dalam mengkalkulasi biaya pendidikan
di lembaga tersebut. Kalkulasi unit cost
harus mencakup seluruh aktivitas studi
baik yang berhubungan langsung maupun
tidak dengan mahasiswa. Unit
costakanmenggambarkan secara rinci dan
studi di lembaga pendidikan. Beban unit
cost setiap mahasiswa tersebut, akan
ditandingkan (matching) dengan subsidi
unit costakan menjadi landasan
akuntabilitas keuangan lembaga kepada
keputusan untuk menciptakan aktivitas
cost di perguruan tinggi sangat diperlukan
agar dapat memberikan gambaran bagi
perguruan tinggi dalam menghitung
JURNAL SAINS TERAPAN NO. 2 VOL. 1 OKTOBER ISSN 2406 - 8810
80
walaupun penyelenggaraan pendidikan
bagi perguruan tinggi dalam menetapkan
biaya penyelenggaraan pendidikan yang
harus ditanggung oleh mahasiswa.
Oleh karena itu, peneliti
menggunakan perhitungan biaya satuan
menggunakan model Activity Based
mahasiswa per program studi di Politeknik
X diKota Balikpapan. Diharapkan melalui
perhitungan ABC costing ini dapat
mengukur biaya layanan pendidikan secara
akurat dengan melakukan penelusuran
Perguruan Tinggi.Namun lebih kepada tiap
unit Mahasiswa dari masing-masing
pendidikan ada dua hal penting yang perlu
dikaji atau dianalisis, yaitu biaya
pendidikan secara keseluruhan (Total cost)
dan biaya satuan per mahasiswa (Unit
cost). Dengan menganalisis biaya satuan
memungkinkan untuk mengetahui efisiensi
dalam penggunaan sumber-sumber di
perguruan tinggi, keuntungan dari
investasi pendidikan, dan pemerataan
pengeluaran masyarakat dan pemerintah
satuan (unit cost) mahasiswa yang ada di
jenjang pendidikan tinggi yaitu Politeknik
Dimana Politeknik memiliki banyak sekali
keberagaman jurusan atau program Studi.
Pendidikan yang akan berjalan dengan
efektif dan efisien apabila perguruan tinggi
dapat menghitung biaya per mahasiswa
(unit cost) dengan akurat dan dapat
menyajikan informasi biaya secara
biaya pendidikan yang terjadi di perguruan
tinggi, dengan harapan digunakan pihak
manapun yang berkepentingan dalam
studi di Politeknik X di Kota Balikpapan
dan Berapa biaya satuan (unit cost)
pelayanan pendidikan yang dihitung
menggunakan metode Acticity Based
Costing (ABC) per mahasiswa
masingmasing program keahlian di
Penelitian sebagai barikut :Merancang
model pengalokasian biaya berbasis
aktivitas (Activity Based Costing)
Balikpapan, dan Mengetahui besarnya
Studi di Politeknik X Kota Balikpapan.
Landasan Teori Biaya (cost)
yang dikorbankan (sacrified)
diukur dalam unit uang yang harus
dikeluarkan dalam rangka mendapatkan
dihasilkan dan dibelanjakan untuk
dalam penyelenggaraan pendidikan
pendidikan yaitu kegiatan belajar mengajar
sampai kepada aktivitas penunjang seperti
kegiatan UKM Mahasiswa, kedua-duanya
Supriadi : 2003). Dedi Supriadi
mengartikan biaya pendidikan sebagai
dengan penyelenggaraan pendidikan, baik
dalam bentuk uang maupun barang dan
tenaga (yang dapat dihargai sebagai uang).
JURNAL SAINS TERAPAN NO. 2 VOL. 1 OKTOBER ISSN 2406 - 8810
81
kenyataan bahwa kegiatan pendidikan
merupakan bentuk dari pelayanan
bentuk barang (natura),pengorbanan
untuk seluruhkegiatan pendidikan.
pendidikan diungkapkan olehSyaiful
seluruh usaha yangdicurahkan oleh
pemerintah dan masyarakat pendidikan
Panduan Fasilitasi Penghitungan
tahun per mahasiswa danbiaya siklus
(cycle cost) yaitu biaya yang dibutuhkan
oleh setiap mahasiswa
untukmenyelesaikan suatu jenjang
dikalikan denganwaktu (dalam tahun) yang
dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu
mahasiswa merupakanukuran yang
dialokasikan perguruan tinggi secaraefektif
untuk kepentingan mahasiswa dalam
penggunaan, (4) pihak yang menanggung,
dan (5) sifat keberadaannya. Masing-
masing klasifikasi dapat dijelaskan sebagai
berikut.
Jenis Input
dalambiaya operasional dan biaya
pendidikan yang habis dipakai
dikeluarkan berulang-ulang setiap
tahunnya. Biaya operasional
yang baru, beasiswa, biaya
pendidikan yang penggunaannya
investasi ini meliputi: pembelian
sebagainya.
JURNAL SAINS TERAPAN NO. 2 VOL. 1 OKTOBER ISSN 2406 - 8810
82
costs) dan biaya pendidikan tidak langsung
(indirect costs).
adalah biaya yang dikeluarkan
untuk kebutuhan input yang
langsung terkait dengan proses
belajar mengajar. Biaya satuan
costs) adalah biaya yang
overhead universitas, fakultas,
(forgone earning).
bukan personel.
sosial/total (social/total unit cost).
costs) adalah biaya yang
ditanggung oleh orang tua
(mahasiswa) per tahun. Biaya
akomodasi, transportasi,
adalah biaya yang ditanggung
yang ditanggung pemerintah,
orangtua (mahasiswa) dan
JURNAL SAINS TERAPAN NO. 2 VOL. 1 OKTOBER ISSN 2406 - 8810
83
sama dengan biaya pribadi
ditambah dengan biaya publik.
e. Biaya Satuan Pendidikan
faktual danbiaya pendidikan ideal.
1) Biaya pendidikan faktual
biaya-biaya satuan pendidikan
yang semestinya dikeluarkan
menggunakan model Activity Based
dari mana data dapat diperoleh. Terdapat 3
macam sumber data, yaitu:
memberikan data berupa jawaban lisan
melalui wawancara atau jawaban tertulis
melalui angket. Adapun sumber data yang
berupa person dalam penelitian ini yakni
Wakil Direktur II, Kasubag Umum dan
Staf Keuangan, Pengelola Laporan
Keuangan dan Pengelola BMN.
menyajikan tampilan berupa keadaan diam
dan bergerak. Sumber data ini berasal pada
tempat penelitian yakni Politeknik X.
c. Paper, yaitu sumber data yang
menyajikan tanda-tanda berupa huruf,
Rencana Kegiatan dan Anggaran
Kementrian / Lembaga (RKAKL) Tahun
2012/2013 dan Tahun 2013/2014,
dokumen-dokumen lain yang dibutuhkan
yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Data
dalam penelitian ini yakni:
pertama yakni person dengan
menggunakan prosedur dan teknik
observasi.
menggunakan teknik dokumentasi.
Populasi dalam penelitian ini
Direktur, wakil Direktur, tenaga
kependidikan dan mahasiswa. Dalam
penelitian kualitatif menggunakan non-
Adapun sampel dalam penelitian ini yakni
Wakil Direktur II, Kasubag Umum dan
Staf Keuangan, Pengelola Laporan
(empat) program keahlian yakni Teknik
Mesin, Teknik elektronika, Teknik Sipil
dan Tata Boga.
a. Wawancara
JURNAL SAINS TERAPAN NO. 2 VOL. 1 OKTOBER ISSN 2406 - 8810
84
dijawab secara lisan pula. Ciri utama dari
wawancara adalah adanya kontak langsung
dengan tatap muka antara pencari
informasi (interviewer) dan sumber
pelaporan yang digunakan oleh institusi.
Adapun sumber informasi dari wawancara
yang dilakukan adalah Wakil Direktur II,
Kasubag Umum dan Staf Keuangan,
Pengelola Laporan Keuangan dan
pancaindra lainnya. Observasi dilakukan
memperoleh gambaran kondisi
pendukung sehingga dapat melakukan
relevan bagi perhitungan unit cost program
studi Politeknik X
dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-
dokumen, peraturan-peraturan, notulen
mahasiswa, pendidik dan
berdasarkan perhitungan dengan
penelitian ini adalah data keuangan dan
non keuangan yang dirumuskan untuk
mencapai tahapan penelitian dan analisa
sebagai berikut:
akan ditentukan cost driver
yang telah disiapkan yang
relevan dengan aktivitas yang
relevan dengan aktivitas proses
b. Telaah Cost Object
1) Mengidentifikasi Cost Object.
JURNAL SAINS TERAPAN NO. 2 VOL. 1 OKTOBER ISSN 2406 - 8810
85
menyerap biaya penuh untuk
Object secara penuh sesuai
besarnya biaya yang dikonsumsi
melalui Activity Driver di
penggunaannya.
dalam activity dictionary atau
Component. Penyusunan hirarki
dimaksudkan untuk
menentukan/mengestimasi proporsi
proporsi yang besarnya ditentukan
diidentifikasi.
dengan melakukan perhitungan
dalam melaksanakan sebuah kegiatan
Langkah awal dalam menggunakan
metode ABC adalah dengan
Berikut adalah aktivitas
operasional/Rutin yang dilakukan
oleh politeknik X:
perkuliahn dimulai
untuk melihat
jumlah mahasiwa
JURNAL SAINS TERAPAN NO. 2 VOL. 1 OKTOBER ISSN 2406 - 8810
86
mengikuti
kegiatan
perkuliahan
atau kegiatan
belajar mengajar
8 Praktikum
diperoleh hasil sebagai berikut :
Cost, Direct Material Cost dan Overhead
Cost
sarana dan
Prasarana, biaya
JURNAL SAINS TERAPAN NO. 2 VOL. 1 OKTOBER ISSN 2406 - 8810
87
dengan jenjang pendidikan D3 yang
memiliki keahlian untuk siap mengisi
lowongan yang ada diperusahaan sesuai
dengan kompetensi yang dimiliki. Direct
Labor dan Direct Material merupakan biaya
yang langsung dikeluarkan untuk
kependidikan dan pendidik dalam
menghasilkan lulusan yang mempunyai
langsung atau Overhead Costmerupakan
menghasilkan lulusan yang mempunyai
diperoleh hasil sebagai berikut :
kependidikan, ujian, belanja bahan dan lainya
Untuk melaksanakan perancangan Model
tahap berikut :
Tahap pertama yang dilakukan
adalah menguraikan aktivitas yang
dengan cost driver. Berikut data
yang berkaitan yang diperoleh
Program Studi.
Tabel 4
2014
Program Studi Jumlah
Tata Boga 12
JURNAL SAINS TERAPAN NO. 2 VOL. 1 OKTOBER ISSN 2406 - 8810
88
Program studi atau bekerja
direktorat adalah sebanyak 43
Setelah mengidentifikasi Direct Labor
Cost kemudian dilanjutkan dengan
X yang terdiri dari Gaji Dosen dan
Manjerial disetiap Program Studi.
Direct Material Cost berkaitan
dengan jumlah biaya yang
dikeluarkan untuk penggunaan bahan
Tabel 7
Tabel 8
Overhead Cost
Mahasiswa
aktivitas di Politeknik X dilakukan dengan
Empat Tahap yaitu : (1) Proses Bisnis
yaitu Manajerial Proses, Proses Utama dan
JURNAL SAINS TERAPAN NO. 2 VOL. 1 OKTOBER ISSN 2406 - 8810
89
Studi, (3) Mengidentifikasi Expense
Perhitungan Unit Cost menggunakan
(unit cost) per program keahlian yakni :
Program Studi Tata Boga Rp25.825.152,-
per tahun, Program Studi Teknik Elektro
Jurusan Teknik Elektronika Industri
Rp24.080.407,- per tahun. Jurusan
Telekomunikasi Rp24.080.407,- per tahun.
Rp26.970.795,- pertahun.
Jakarta: Erlangga, 2007.
Biaya. Jakarta: Salemba Empat, 2000.
[4] Bungin, Burhan. Penelitian Kualitatif
: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik,
Prenada Media Group, Cet.3, 2009.
[5] Carter, William K. Akuntansi Biaya.
Jakarta: Salemba Empat, 2009.
[6] Departemen Pendidikan Nasional,
Pengkajian Pembiayaan Pendidikan dari
Masake Masa. Jakarta: Balitbang
Pembiyaan Pendidikan. Bandung: PT.
Biaya Penekanan Manajerial.
Politeknik Negeri Balikpapan
Edward B., Akuntansi Biaya. Jakarta:
Erlangga,Cet.1, 1996.
Tahun 2009 yang mengatur tentang
Standar
Tahun 2013 Tentang Standar Nasional
Pendidikan.
for Smooth Implementation of Activity
Based Costing in Small Companies,
Proceedings of the 1999 American
Societyof Engineering Management
Pembiayaan Pendidikan. Bandung:
Bisnis: Metode Peningkatan Efisisensi
Perusahaan. Yogyakarta: Graha Ilmu,
[19]Zuriah, Nurul. Metodologi Penelitian
Sosial dan Pendidikan (Teori – Apliaksi).
Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2007.
JURNAL SAINS TERAPAN NO. 2 VOL. 1 OKTOBER ISSN 2406 - 8810
90