57393879 KAIZEN Bahan Presentasi Moch Ahlan Munajat Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer Teknik Industri Universitas Komputer Indonesia

Embed Size (px)

DESCRIPTION

tentang kaizen

Text of 57393879 KAIZEN Bahan Presentasi Moch Ahlan Munajat Fakultas Teknik Dan Ilmu Komputer Teknik...

  • KAIZEN

    Disusun sebagai salah satu tugas untuk mata kuliah Ananlisis Perancangan Kerja 2

    pada Program S1 Jurusan Teknik Industri

    Oleh:

    Moch. Ahlan Munajat (10309008)

    Dosen Mata Kuliah:

    Henny, MT.

    JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

    FAKULTASTEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

    UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

    2011

    Ahlan

    (My D

    ocum

    ent)

    - AM

    Q

  • KAIZENPerkenalan KaizenDalam bahasa Jepang, kaizen berarti perbaikan berkesinambungan (Imai, 1999). Istilah inimencakup pengertian perbaikan yang melibatkan semua orang baik manajer dan karyawan dan melibatkan biaya dalam jumlah tak seberapa. Filsafat kaizen berpandangan bahwa carahidup hidup kita apakah itu kehidupan kerja atau kehidupan sosial maupun kehidupanrumah tangga hendaknya berfokus pada upaya perbaikan terus-menerus (Imai, 1999). Meskiperbaikan dalam kaizen bersifat kecil dan berangsur, namun proses kaizen mampu membawahasil yang dramatis mengikuti waktu.

    Konsep Utama KaizenManajemen harus belajar untuk menerapkan konsep dan sistem yang mendasar tertentu dalamrangka mewujudkan strategi kaizen (Imai, 1999):1. Kaizen dan ManajemenDalam konteks kaizen, manajemen memiliki dua fungsi utama : pemeliharaan dan perbaikan.Pemeliharaan mengacu kepada kegiatan yang ditujukan kepada pemeliharaan standarteknologi, sistem manajerial, standar operasional yang ada, dan menjaga standar tersebutmelalui pelatihan serta disiplin. Di bawah fungsi pemeliharaan ini, manajemen mengerjakantugas-tugasnya sehingga semua orang dapat mematuhi prosedur pengoperasian standar(Standard Opertional Procedure atau SOP).

    Kaizen merupakan proses yang berkesinambungan dan melibatkan setiap orang dalamorganisasi, maka setiap orang dalam hierarki manajemen terlibat dalam beberapa aspek

    Ahlan

    (My D

    ocum

    ent)

    - AM

    Q

  • Kaizen, yaitu:Manajemen

    PuncakManajemen

    Madya dan StafPenyelia Karyawan

    Bertekadlahuntuk introduksiKaizen sebagaistrategiperusahaan.

    Sebarluaskan danimplementasikansasaran Kaizen sesuaipengarahanmanajemen puncakmelaluipenyebarluaskankebijakan danmanejemen fungsionalsilang.

    Pergunakan Kaizendalam peranfungsional.

    Libatkan diri dalamKaizen melaluisistem saran danaktivitas kelompokkecil.

    Berikandukungan danpengarahanuntuk Kaizendenganmengalokasisumber daya.

    Pergunakan Kaizendalam kapabilitasfungsional.

    Formulasi rencanauntuk Kaizen danberikan bimbingankepada karyawan.

    Praktekkan disiplindi tempat kerja.

    TetapakankebijakanKaizen dansasaranfongsionalsilang.

    Tetapkan, peliharadan tingkatkanstandar.

    Sempurnakankomunikasi dengankaryawan danpertahankan moraltinggi.

    Libatkan diri dalampengembangan diriyang terus menerusupaya menjadipemecah masalahyang lebih baik.

    Realisasisasaran Kaizenmelaluipenyebarluasankebijakan danaudit.

    Usahakan, karyawansadar Kaizen melaluiprogram latihaninsentif.

    Dukung aktivitaskelompok kecil(seperti gugusmutu) dan sistemsaran individual.

    Tingkatkanketerampilan dankeahlian performapekerjaan denganpendidikan silang.

    Buat sistem,prosedur danstruktur yangmembantuKaizen.

    Bantu karyawanmemperolehketerampilan dan alatpemecah masalah.

    Introduksi disiplindi tempat kerjaBerikan saranKaizen.

    Perbaikan

    Pemeliharaan

    Manajemen Puncak

    Manajemen Madya

    Supervisor

    Karyawan

    Gambar Pandangan Jepang terhadap Fungsi Tugas

    Sumber: Gemba Kaizen, Masaaki Imai

    Kaizen (Proses) Versus Inovasi

    Ahlan

    (My D

    ocum

    ent)

    - AM

    Q

  • Ada dua ancangan berbeda untuk maju: ancangan bertahap dan ancangan lompat jauh kedepan. Perusahaan Jepang biasanya lebih menyukai ancangan bertahap sedangkan perusahaanBarat ancangan lompat-jauh-ke depan yang dilambangkan dengan istilah inovasi:

    Kaizen (Proses) InovasiJepang Kuat LemahBarat Lemah Kuat

    Manajemen Barat memuja inovasi. Inovasi ini dipandang sebagai perubahan besar dalammengikuti perkembangan pesat teknologi, pemakaian konsep manajemen terbaru atau teknikproduksi. Inovasi bersifat dramatis, sangat mencolok. Dipihak lain, Kaizen tidak dramatis,karena Kaizen adalah proses yang berkesinambungan, sedangkan inovasi biasanya adalahkeajaiban yang langsung jadi. Ciri khas Kaizen (Proses) dan Inovasi:

    Kaizen Inovasi1. Dampak Jangka panjang dan

    berlangsung lama tetapi tidakdramatis.

    Jangka pendek tetapidramatis.

    2. Kecepatan Langkah pendek. Langkah panjang.3. Kerangka Waktu Terus menerus dan

    meningkat.Sebentar-sebentar dan tidakmeningkat.

    4. Perubahan Berangsur-angsur dan tetap. Mendadak dan mudahberubah.

    5. Keterlibatan Setiap orang. Memilih beberapa juara.6. Ancangan Kolektivisme, usaha

    kelompok, ancangan sistem.Individualisme murni, idedan usaha individual.

    7. Cara Pemeliharaaan danpenyempurnaan.

    Memecat dan membangunkembali.

    8. Yang Mendorong Pengetahuan dan keahliankonvensional.

    Terobosan teknologi,penemuan baru, teori baru.

    9. Persyaratan Praktis Memerlukan investasi keciltetapi usaha besar untukmemeliharanya.

    Memerlukan investasi besartetapi sedikit usaha untukmemeliharanya.

    10. Orientasi Usaha Manusia. Teknologi.11. Kriteria Evaluasi Proses dan usaha untuk

    memperoleh hasil yang lebihbaik.

    Hasil keuntungan.

    12. Keuntungan Berjalan baik dalam ekonomidengan pertumbuhan lambat.

    Lebih sesuai untuk ekonomidengan pertumbuhan cepat.

    2. Siklus PDCA / SDCALangkah pertama dalam kaizen adalah menerapkan siklus PDCA (plan-do-check-act) sebagaisarana yang menjamin terlaksananya kesinambungan dari kaizen guna mewujudkan kebijakanuntuk memelihara dan memperbaiki/meningkatkan standar.

    Ahlan

    (My D

    ocum

    ent)

    - AM

    Q

  • PERBAIK AN

    ACT

    CH ECK

    PLAN

    DO

    A P

    C D

    Gambar Siklus PDCASumber : Gemba Kaizen, Masaaki Imai

    Pada awalnya, setiap proses kerja baru belum cukup stabil. Sebelum kita mengerjakan siklusPDCA berikutnya, proses tersebut harus distabilkan melalui siklus SDCA (standardize-do-check-act) seperti pada Gambar 2.2.

    PEMELIHARAAN

    ACT

    CHECK

    STANDARDIZE

    DO

    A S

    C D

    Siklus SDCASumber : Gemba Kaizen, Masaaki Imai

    3. Mengutamakan KualitasTujuan utama dari kualitas, biaya, dan penyerahan (QCD) adalah menempatkan kualitas padaprioritas tertinggi.

    4. Berbicara Dengan DataKaizen adalah proses pemecahan masalah. Agar suatu masalah dapat dipahami secara benardan dipecahkan, masalah itu harus ditemukan dan dikenali untuk kemudian data yang relevandikumpulkan serta ditelaah.

    5. Proses Berikut Adalah KonsumenKebanyakan orang dalam bekerja selalu berhubungan dengan konsumen internal. Kenyataanini hendaknya dipakai sebagai dasar komitmen untuk tidak pernah meneruskan produk cacatataupun butiran informasi yang salah kepada proses berikutnya.

    Sistem Utama KaizenBerikut ini adalah sistem utama yang harus mendapat posisi penting, guna mencapai suksesstrategi kaizen (Imai, 1999) :1. Total Quality Control / Total Quality Management (TQC/TQM)

    Salah satu prinsip dari manajemen Jepang adalah total quality control (TQC) yang padaawal pertumbuhannya menekan pengendalian pada proses untuk mencapai kualitas.Prinsip ini telah berevolusi menjadi sistem yang mencakup semua aspek manajemen dan

    Ahlan

    (My D

    ocum

    ent)

    - AM

    Q

  • sekarang dirujuk dengan istilah total quality management (TQM), istilah yang lebihdikenal secara internasional.

    Huruf T pada TQC/TQM menekan total, berarti melibatkan semua orang dalamorganisasi, dari manajemen puncak, manajemen madya, supervisor dan para pekerjalangsung. Lebih lanjut pengertiannya diperluas kearah pemasok, agen penjualan danpenjual. Huruf T ini juga mengacu pada kepemimpinan dan kinerja manajemen puncak(top management), suatu faktor yang sangat esensial untuk penerapan TQC/TQM yangberhasil.

    Huruf C merujuk pada pengendalian (control) atau pengendalian proses. DalamTQC/TQM, proses kunci harus dikenali, dikendalikan dan diperbaiki secaraberkesinambungan agar hasilnya meningkat. Peran manajemen dalam TQC/TQM adalahmenerapkan rencana untuk memeriksa proses dan membandingkan hasilnya gunamemperbaiki proses tersebut dan bukan mengecam proses berdasarkan hasil yang dicapai.

    2. Sistem Produksi Just-In-Time (Sistem Produksi Toyota)Dalam pengertian luas, JIT adalah suatu filosofi tepat waktu yang memusatkan padaaktivitas yang diperlukan oleh segmen-segmen internal lainnya dalam suatu organisasi.JIT dapat diterapkan dalam berbagai bidang fungsional perusahaan seperti misalnyapembelian, produksi, distribusi, administrasi dan sebagainya.

    JIT mempunyai empat aspek pokok sebagai berikut:1. Semua aktivitas yang tidak bernilai tambah terhadap produk atau jasa harus dieliminasi.Aktivitas yang tidak bernilai tambah meningkatkan biaya yang tidakperlu,misalnya persediaan sedapat mungkin nol.

    2. Adanya komitmen untuk selalu meningkatkan mutu yang lebih tinggi.Sehinggaproduk rusak dan cacat sedapat mungkin nol,tidak memerlukan waktu dan biaya untukpengerjaan kembali produk cacat, dan kepuasan pembeli dapat meningkat.

    3. Selalu diupayakan penyempurnaan yang berkesinambungan (ContinuousImprovement)dalam meningkatkan efisiensi kegiatan.

    4. Menekankan pada penyederhanaan aktivitas dan meningkatkan pemahaman terhadapaktivitas yang bernilai tambah.

    Just-in-time (JIT) bertujuan menghapuskan segala jenis kegiatan tak bernilai tambah,mencapai sistem produksi yang ramping dan luwes dalam menampung fluktuasi daripermintaan dan pesanan konsumen. Sistem produksi ini didukung oleh konsep seperti pacukerja (takt time waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu unit secara harmonis)diatas siklus kerja (cycle time), aliran proses satu unit (one-