18. Naskah Fisika SMA

  • View
    116

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of 18. Naskah Fisika SMA

DRAF

NASKAH AKADEMIK FISIKA

SMA/MA

Visi Kementerian Pendidikan Nasional:Insan Indonesia Cerdas, Komprehensif, Kompetitif, dan Bermartabat (Insan Kamil/Insan Paripurna)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PUSAT KURIKULUM Jakarta, 2010

Penulis: Dr. Sparisoma (ITB) Kontributor: Dr. Alamta (ITB) Dra. Mariati Purba, M.Pd (Puskur)

iv

KATA PENGANTARNaskah Akademik Mata Pelajaran yang disusun oleh Pusat Kurikulum merupakan tindak lanjut dari Naskah Akademik Penataan Ulang Kurikulum dan Naskah Akademik Satuan Pendidikan. Naskah Akademik Mata Pelajaran terdiri atas sebagai berikut :

1. PKn SD 2. PKn SMP 3. PKn SMA 4. Bahasa Indonesia SD 5. Bahasa Indonesia SMP 6. Bahasa Indonesia SMA 7. Sastra Indonesia SMA 8. Bahasa Inggris SMP 9. Bahasa Inggris SMA 10. Matematika SD 11. Matematika SMP 12. Matematika SMA IPA 13. Matematika SMA IPS

14. Matematika SMA Bahasa 15. IPA SD 16. IPA SMP 17. Biologi SMA 18. Fisika SMA 19. Kimia SMA 20. IPS SD 21. IPS SMP 22. Ekonomi SMA 23. Geografi SMA 24. Sosiologi SMA 25. Antropologi SMA

Selain itu, Pusat Kurikulum juga telah menyusun Naskah Akademik Kewirausahaan. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan pemikiran dalam mewujudkan naskah akademik ini. Dengan kerendahan hati, kami mengharapkan masukan dan kritik yang konstruktif dalam rangka pemantapan dan penyempurnaannya. Semoga upaya ini bisa menjadi salah satu unsur yang signifikan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.

Jakarta, Nopember 2010 Kepala Pusat Kurikulum,

Dra. Diah Harianti, M.Psi NIP. 195504161983032001

iv

DAFTAR ISI

Kata Pengantar Daftar Isi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Tujuan Penyusunan Naskah Akademik Penataan Kurikulum BAB II LANDASAN NASKAH AKADEMIK PENATAAN KURIKULUM A. Landasan Yuridis.

ii iii 1 1 3 4 4 6 7 10 10 13 13 17 19 20 20 20 20 20 20 20 21 21 21 24 Panduan Implementasi 24 Dan

B. Landasan Teoritis C. Landasan EmpirisBAB III PENATAAN ULANG KURIKULUM A. Analisis Strand Dan Peta Kompetensi Fisika SMA B. Kajian Kurikulum Fisika SMA C. Perbandingan Kurikulum Nasional Dan Internasional Fisika SMA D. Analisis Evaluasi Kompetensi Lulusan E. BAB IV Analisis Kebutuhan Penguatan Kurikulum REKOMENDASI DAN TINDAK LANJUT

A. Rekomendasi Penataan Ulang Kurikulum1. 2. 3. 4. 5. B. 1. 2. C. 1. Penataan Strand Dan Peta Kompetensi Penataan Kurikulum Penataan Luaran Terkait Internasionalisasi Penataan Kompetensi Lulusan Penataan Lebih Lanjut Penguatan Kurikulum Implementasi Payung Hukum Rambu-Rambu Kurikulum

Hasil penataan ulang

Upaya Penguatan Kurikulum

iv

2.

Panduan Implementasi (Metodologi Dan Evaluasi)

DAFTAR PUSTAKA

25 28

iv

BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang Mata Pelajaran Fisika merupakan salah satu bagian dari matapelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang diajarkan pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Mata pelajaran ini memperkenalkan kepada siswa tentang benda-benda dan lingkungannya yang berupa benda mati yang dapat berubah sifatnya karena pengaruh besaran-besaran fisis seperti temperatur, tekanan, gaya, kelajuan, putaran, posisi, arus listrik, medan magnetik, dan lain-lain tanpa merubah sifat materinya menjadi materi lain. Perkembangan teknologi mutakhir saat ini, seperti Organic Light-Emitting Diode (OLED), Carbon Nanotube (CNT), lotus effect, thermal-induced paint, underwater adhesive, portable nuclear fuel cell, dan lain-lain, tidak dapat terlepas dari andil berbagai ilmu, di mana salah satunya adalah bidang Fisika. Ilustrasi mengenai hasilhasil tersebut akan menumbuhkan motivasi siswa dalam belajar, terutama dalam mempelajari Fisika. Edukasi sains yang di dalamnya terdapat Fisika harus dapat membuat siswa menyadari pentingnya matapelajaran yang sedang dipelajarinya dan apa manfaatnya bila ia dapat memahaminya. Tidak perlu sampai seseorang siswa dapat menerangkan suatu teknologi mutakhir dengan detil akan tetapi cukup sampai ia dapat mengaitkan konsep-konsep fisika yang dipelajarinya sehingga dapat mengerti secara garis besar mengapa suatu produk teknologi dapat bekerja terkait dengan hukumhukum alam yang membatasinya. Indonesia merupakan suatu negara kepulauan yang dapat dikatakan terbesar di dunia. Ia membentang sepanjang 8000 km dari keliling bumi yang hanya 40.000 km. Dengan demikian dapat dibayangkan keuntungan dan kerugian dari faktor geografis yang tentu saja mempengaruhi pendidikan di Indonesia. Suatu kurikulum yang dirancang di suatu daerah, telah dicoba, dan memberikan hasil luaran yang baik belum tentu dapat berhasil diterapkan di tempat lain dengan kondisi geografis dan kultur yang berbeda. Belum lagi apabila ke dalamnya dimasukkan faktor-faktor lain seperti dukungan sarana dan prasarana pembelajaran serta Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlibat

iv

dalam proses pembelajaran. Kurikulum yang dirancang dengan baik merupakan salah satu faktor suksesnya tidaknya pembelajaran suatu matapelajaran pada suatu jenjang pendidikan. Selain daripada itu diperlukan pula implementasi yang tepat sehingga tujuan pembelajaran yang dituangkan dalam suatu kurikulum dapat tercapai. Hal inilah yang sering terjadi di Indonesia, yaitu bahwa kurikulumnya telah baik akan tetapi implementasinya memiliki banyak kelemahan sehingga tujuan kurikulum tidak dapat tercapai. Beberapa hal yang diduga menjadi sumber kelemehan implementasi kurikulum adalah: sifat kurikulum yang terlalu umum di satu sisi dan minim penjelasan sehingga menyebabkan multi-intepretasi dalam implementasinya, sifat kurikulum yang terlalu khusus di sisi lain sehingga menyulitkan implementasi pada kondisi dan situasi yang amat berlainan dengan situasi dan kondisi di mana kurikulum tersebut dirancang untuk diterapkan, dan kompetensi dari pelaksana kurikulum (pengajar maupun peserta ajar) yang belum atau bahkan tidak dikaji saat suatu kurikulum dirancang. Komponen terakhir ini seharusnya tidak hanya menjadi obyek dari kurikulum, melainkan juga sebagai subyek sehingga perlu dilibatkan dalam perancangan suatu kurikulum yang baik. Selain dari yang telah disebutkan di atas perlu pula dikaji kesinergisan suatu kurikulum dengan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) sehingga apa-apa yang diterangkan di kelas, terutama konsep terkait dengan hal-hal yang abstrak, dapat langsung ditunjukkan kepada siswa apa manfaatnya dari penerapan konsep-kosep setersebut. Yang terjadi dewasa ini adalah banyak konsep yang tidak dikaitkan dengan perkembangan IPTEK dewasa ini, walaupun sebenarnya ada (dan seharusnya ada). Keterbatasan waktu dan juga wawasan dari pelaku ajar menjadi kendala dalam hal ini. Indonesia yang terus-menerus bergantung dari hutang luar negeri, para politikus yang melahirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada kepentingan segelintir kelompok dan bukan masyarakat, rehabilitasi daerah pasca benca yang lambat, dan hal-hal lain yang jelas-jelas tidak cocok mengindikasikan bahwa bangsa ini memiliki generasi yang kurang memiliki karakter, kurang kreatif, dan kurang berjiwa wirausaha. Untuk itu sifat-sifat baik yang seharusnya muncul agar dapat dititipkan dan dibangun dalam kurikulum suatu matapelajaran sehingga sembari mempelajari materi suatu matapelajaran, sifat-sifat baik yang merupakan modal untuk membangun suatu bangsa

iv

yang besar yang dapat sejajar dengan bangsa-bangsa besar di dunia ini, dapat secara langsung maupun tak langsung tertanam kepada para siswa.

B. Tujuan Penyusunan Naskah Akademik Penataan Kurikulum Naskah Akademik (NA) ini disusun dengan tujuan untuk menata ulang kurikulum, melakukan penguatan implementasi kurikulum, memberikan rekomendasi hasil penataan ulang kurikulum serta saran implementasinya, dan memberikan rekomendasi tentang kurikulum masa depan.

iv

BAB II LANDASAN NASKAH AKADEMIK PENATAAN KURIKULUMA. Landasan Yuridis Pada tahun 2010 ini Pusat Kurikulum melakukan rincian (detailing) penataan kurikulum sekolah sebagaimana ditugaskan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementrian Pendidikan Nasional. Kegiatan ini didasarkan pada kebijakan Nasional yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 20102014 dan Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Nasional (Renstra Kemendiknas) 2010-2014. Termasuk dalam kegiatan ini adalah penataan kurikulum di setiap jejang pendidikan dasar dan menengah untuk semua matapelajaran. Enam substansi inti program aksi bidang pendidikan telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 tentang RPJMN 2010-2014. Substansi inti program aksi yang berkaitan dengan penataan ulang kurikulum adalah poin yang kelima yang berbunyi penataan ulang kurikulum sekolah yang dibagi menjadi kurikulum tingkat nasional, daerah, dan sekolah sehingga dapat mendorong penciptaan hasil didik yang mampu menjawab kebutuhan SDM untuk mendukung pertumbuhan nasional dan daerah dengan memasukkan pendidikan kewirausahaan (diantaranya dengan mengembangkan model link and match). Dua kebijakan yang terkait dengan kurikulum yang dimuat dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan Nasional Tahun 2010-2014, yaitu Penerapan Metodologi Pendidikan Akhlak Mulia dan Karakter Bangsa, dan Pengembangan Metodologi Pendidikan yang Membangun Manusia yang Berjiwa Kreatif, Inovatif, Sportif dan Wirausaha memberikan implikasi terkait dengan kurikulum berupa

iv

1. penyiapan program operasional penataan ulang kurikulum yang dilaksanakan dalam kurun waktu 2010 sampai dengan 2014; 2. penguatan kurikulum yang melalui (a) penerapan metodologi pembelajaran yang mengaktifkan peserta didik, dan (b) pengintegrasian karakter dan budaya, kewirausahaan, dan ekonomi kreatif; 3. penyempurnaan kurikulum satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, PLB, dan Kesetaraan; dan