Teori dan Perilaku Konsumen

  • Published on
    26-May-2015

  • View
    3.111

  • Download
    0

Transcript

  • 1. Nama Kelompok: 1. 2. 3. 4. 5.Yekti Wulandari Ni Komang Ratna Tri W Charlie Putri S Rosi Retri W Virlina(078574073) (078574102) (078574122) (078574125) (078574131)

2. TEORI DAN PERILAKU KONSUMEN Teori konsumen digunakan untuk menjelaskan dan meramalkan produk-produk yang akan dipilih oleh konsumen (rumah tangga), pada tingkat pendapatan dan harga tertentu. Pendekatan yang digunakan dalam menganalisis penentuan pilihan konsumen ada tiga yaitu: 1. pendekatan utilitas 2. pendekatan kurva indiferens 3. pendekatan atribut. 3. PENDEKATAN UTILITAS Pendekatan ini menganggap bahwa kepuasan konsumen yang diperoleh dari pengkonsumsian barang-barang dan jasa dapat diukur dengan cara yang sama. Asumsi-asumsi Pendekatan Utilitas 1.2. 3. 4.Tingkat utilitas total yang dicapai seorang konsumen merupakan fungsi dari kuantitas berbagai barang yang konsumsinya. Konsumen akan memaksimumkan utilitasnya dengan tunduk kepada kendala anggarannya. Utilitas dapat diukur secara cardinal. Marginal Utility (MU) dari setiap unit tambahan barang yang dikonsumsi akan menurun. MU adalah perubahan Total Utility (TU) yang disebabkan oleh tambahan suatu unit barang yang dikonsumsi, cateris paribus. 4. Perbandingan antara MU dengan P 5. PENDEKATAN KURVA INDIFERENS Pendekatan ini menganggap bahwa tingkat kepuasan atau utilitas yang diperoleh konsumen dari pengkonsumsian barang-barang dan jasa hanya bisa dihitung dengan pengukuran ordinal. Asumsi-asumsi Pendekatan Kurva Indiferens 1. Tingkat utilitas total yang dicapai seorang konsumen merupakan fungsi dari kuantitas berbagai barang yang konsumsinya. 2. Konsumen akan memaksimumkan utilitasnya dengan tunduk kepada kendala anggarannya. 3. Konsumen mempunyai suatu skala preferensi. 4. Marginal Rate of Substitution (MRS) akan menurun setelah melampaui suatu utilitas tertentu. 6. Ciri-Ciri Kurva Indiferens Kurva indiferens mempunyai cirri-ciri sebagai berikut: 1. Semakin ke kanan atas, semakin tinggi tingkat kepuasannya. 2. Kurva indiferens tidak saling berpotongan satu sama lain. 3. Kurva indiferens berslope negative. 4. Kurva indiferens cenderung ke arah origin. Hubungan antara MRS dengan slope Kurva IndivferensBesarnya MRS sama dengan nilai negative dari slope kurva indiferens. Karena slope kurva indiferens selalu negative, maka MRS selalu positif. 7. GARIS ANGGARAN Garis anggaran adalah garis yang menunjukkan jumlah barang yang dapat dibeli dengan sejumlah pendapatan atau anggaran tertentu, pada tingkat harga tertentu. Persamaan Garis Anggaran Persamaan garis anggaran (dimana l = pendapatan atau anggaran konsumen) bisa dilukiskan dengan dua cara:atau 8. Ciri-ciri Garis Anggaran Garis anggaran mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. Berslope negative 2. Bentuk linier selama harga tidak berubah 3. Nilai dari garis anggaran semakin ke kanan semakin besar 4. Garis anggaran akan bergeser jika terjadi perubahan anggaran atau harga 9. Slope Garis Anggaran sama dengan Slope garis anggaran sama dengan nilai negative dari rasio antara harga barang pada sumbu X dengan harga barang pada sumbu Y . 10. Pergeseran Garis Anggaran Garis anggara akan bergeser jika anggaran dan atau harga berubah. Kenaikan jumlah anggaran akan menggeser garis anggaran ke kanan (menjauhi titik orgin). Sementara itu, kenaikan harga barang X akan menyebabkan garis anggaran berputar mendekati titik asal (orgin), sepanjang sumbu X. 11. PILIHAN KONSUMEN Seorang konsumen akan memilih sekelompok barang yang memaksimumkan kepuasannya dengan tunduk kepada kendala anggaran yang ada. Sekelompok barang yang memberikan kepuasan tertinggi tersebut harus memenuhi 2 syarat: 1. Keadaan tersebut terjadi pada saat kurva indiferens tertinggi bersinggungan dengan garis anggran. 2. Keadaan tersebut akan terjadi pada titik singgung antara kurva indiferens tertinggi dengan garis anggaran. 12. Syarat Keseimbangan: Slope kurva indiferens = Slope garis anggaran = Sehingga: -MRS = 13. PENURUNAN KURVA PERMINTAAN Kuantitas yang dipilih tergantung Tingkat Harga Kurva konsumsi harga (PCC) merupakan kumpulan barang (barang X dan Y) yang memaksimumkan kepuasan konsumen pada berbagai tingkat harga barang X, dengan menganggap pendapatan dan harga barang lainnya (barang Y) tidak berubah. 14. Penggambaran Kembali Harga Dan Kuantitas Kombinasi-kombinasi antara harga dan kuantitas pada PCC dapat digambarkan pada sumbu harga dan kuantitas untuk mendapatkan kurva permintaan. 15. PCC dan Elastisitas Harga Slope kurva konsumsi-harga (PCC) menunjukkan nilai elastisitas harga 1. Jika PCC horizontal, elastisitas harga sama dengan satu (unitary). Tidak ada perubahan pengeluaran untuk barang X atau Y karena jumlah barang Y yang dibeli, harga barang Y dan pendapatan tidak berubah. 2. Jika PCC berslope positif, elastisitas harga lebih kecil dari satu (inelastis); jika harga barang X turun, pengeluaran untuk barang Y naik dan pengeluaran untuk barang X turun. 3. Jika PCC berslope negatif, elastisitas harga lebih besar dari satu (elastis).; jika harga barang X turun, penegeluaran untuk barang Y turun dan pengeluaran untuk barang X naik. 16. PENDEKATAN ATRIBUT Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Kelvin Lancaster pada tahun 1966. Pendekatan ini menganggap bahwa yang diperhatikan konsumen bukanlah produk secara fisik, tetapi atribut yang terkandung dalam barang tersebut. Garis batas efisiensi didefinisikan sebagai batas luar dan merupakan kombinasi atribut yang dapat dicapai konsumen dengan batas anggaran tertentu. Titik batas yang dapat dicapai pada masing-masing garis atribut ditentukan oleh rasio antara penghasilan dan harga barang dikalikan dengan besarnya atribut masing-masing satuan barang tersebut. 17. TERIMAKASIH

Recommended

View more >