Lumbal Canal Stenosis Print2

Preview:

DESCRIPTION

lumbal

Citation preview

Oleh : Tatik Handayani

Pembimbing : dr.Yasser Ridwan, Sp.OT

Lumbar Canal Stenosis dikenal sejak tahun 1960an oleh Porter, pada pasien dengan riwayat nyeri punggung bawah memiliki Canal Spinal yang lebih kecil.

Lumbar Canal Stenosis penyempitan pada foramen medulla spinalis pada daerah lumbal, yang berisi struktur saraf yang dikelilingi oleh tulang dan jaringan lunak.

Lumbal canal stenosis dapat menyebabkan nyeri pada punggung, kesulitan untuk berdiri dan berjalan, bahkan gangguan BAK dan BAB.

Insiden terbanyak pada pasien usia >65 tahun

Lumbal Canal Stenosis penyempitan kanal tulang belakang,

saluran akar saraf, atau foramen intervertebralis yang dapat

disebabkan oleh jaringan lunak, tulang, atau kombinasi

keduanya. Kompresi saraf tersebut menyebabkan iskemia akar

saraf dan sindrom klinis yang terkait dengan variabel nyeri

pinggang, bokong dan nyeri kaki.

Terdapat 33 columna vertebralis: 7 columna vertebra cervical 12 columna vertebra thoracal 5 columna vertebra lumbal 5 columna vertebra sacral 4 columna vertebra coccygeal.

Mid-sagittal diameter < 10 mm adalah pasti stenosis 10 – 13 mm mengarah stenosis >13 mm adalah normal

Transverse area of dural sac < 100 mm2 adalah pasti stenosis 100-130 mm2 mengarah stenosis > 130 mm2 adalah normal

Lateral recess < 3 mm pasti stenosis 3 – 5 mm mengarah stenosis 5mm adalah normal

Berdasarkan letak terjadinya stenosis dibagi menjadi 3 :A. Canal sentralB. Recess Lateralc. Foramen Intervertebralis

Stenosis Kongenital (Primer) Stenosis yang didapat (Sekunder)

Idiopatik1.Bony hypertrophy of arch 2.Absence of bony hypertrophy

Inborn errors of bone growth 1.Achondroplasia 2.Morquio disease 3.Multiple exostosis

Proses Degeneratif

Campuran kongenital dan degeneratif

Spondylolisthetik/spondylitik

Estrogenik

Traumatik

Miscellaneous

Penyakit Paget

Fluorosis

Tumor

Infeksi

Diagnosa ditegakkan berdasarkan

Anamnesa Gejala, Pemeriksaan Fisik, dan

Pemeriksaan Penunjang dengan

menyingkirkan diferensial Diagnosa.

Numbness/tingling Back pain Klaudikasio Neurogenik Weakness of the lower limbs Radicular pain Unsteadiness Bladder symtoms Bowel symptoms

(Frekuensi Gejala yang Paling Sering Muncul dari atas ke bawah)

Temuan Klaudikasio

Neurogenik

Klaudikasio Vaskular

Gejala dengan berjalan

Gejala dengan berdiri

Berjalan kaki sebelum

gejala

Lega dengan fleksi

Lega dengan duduk

Pulsasi perifer berkurang

Ya

Ya

Ya

Ya

Ya

Tidak

Ya

Tidak

Tidak

Tidak

Ya

Ya

Jenis Pemeriksaan Klaudikasio Neurogenik Klaudikasio Vaskular

Tes Berjalan Muncul Gejala Muncul Gejala

Tes Berdiri Muncul Gejala Tidak Muncul Gejala

Gerakan Fleksi Mengurangi Gejala Tidak Mengurangi Gejala

Duduk Mengurangi Gejala Mengurangi Gejala

Radiologi :1. Foto X-ray polos

2. Mielografi

3. CT-Scan

4. MRI

Kasus jenis klaudikasio intermiten(sederhana X-ray)Wanita, usia 68, sebuah kasus dengan akar saraf-tipe klaudikatio intermitendi kaki kanan. Kelainan bentuk tulang belakang lumbar terlihat pada gambar X-ray sederhana (memacu pembentukan,pengurangan ruang intervertebra, dll)

Spinal stenosis. (A) sagital T2-stenosis kanal sentral berat akibat penonjolan disk ringan dan LFH dominan pada L4-L5. Catatan ringan L4-5 anterolisthesis. (B, C) stenosis kanal central Acquired. Sagital CT myelogram (B)-kompresi thecal sac berat yang dihasilkan dari retrolisthesis dan perubahan hipertrofik (panah). Perhatikan laminectomies dekompresi tulang belakang lumbal (panah). Sesuai myelogram gambar posterio-anterior konvensional (C) menunjukkan thecal sac defect (panah).

Gambar. 1 sagital MRI menunjukkan stenosis spinal central moderat di L3-4 (panah putih) dan penyempitan pada L4-5 (panah kuning)Gambar. 2 slice MRI Aksial pada tingkat L3-4 menegaskan stenosis spinal central yang cukup parah Gambar. 3 slice MRI Aksial di L1-2 menunjukkan kanal sentral normal. Perhatikan jumlah besar cairan tulang belakang (putih) sekitar saraf tulang belakang (titik hitam)

123

Lumbal canal stenosis- MRI gambar kiri atas terjadi degenerasi minimal setinggi L1-L2, gambar kiri bawah. Lumbar canal stenosis yang berat setinggi L4-L5, (1) degenerasi diskus, (2) Hipertrofi Facet, (3) Hipertrofi Ligamentum flavum, gambar kanan stenosis setinggi L4-L5 (sesua arah panah)

Tes Sepeda (Van Galderen Test)

Tes ini pertama kali diperkenalkan oleh Dick

dan Doyle tahun 1977 menggunakan

sepeda statis untuk dapat membedakan

klaudikasio yang bersifat neurogenik atau

vaskuler.

1. Keganasan2. Infeksi3. Klaudikasio Vaskular4. Neuropati Perifer5. Hip Artritis

Tanpa Pembedahan Pembedahan

Tanpa Pembedahan1.Medikamentosa (NSAIDs, Analgetik)2.Terapi fisik (William’s flexion exercise,

latihan stabilisasi fungsional)3.Olahraga (latihan berenang dan bersepeda)4. Injeksi epidural steroid (ESI)5.Traksi6.TENS7.Lumbal orthoses

Lini pertama untuk stenosis tulang belakang yaitu NSAID, yang memberi efek analgesia pada dosis rendah dan meredakan peradangan pada dosis tinggi.

Latihan ekstensi lumbal harus dihindari ekstensi tulang belakang akan menambah lordosis lumbalis dan memperburuk LSS.

Latihan fleksi untuk tulang belakang lumbal harus ditekankan, karena dapat mengurangi lordosis lumbalis dan mengurangi tekanan pada tulang belakang.

Uji treadmill dua tahap menunjukkan waktu berjalan di atas treadmill miring yang lebih lama, yang kemungkinan adalah akibat fleksi vertebra.

Indikasi :Nyeri sendi facet, lumbar spinal stenosis,Spondylolysis,spondylolisthesis

Kontraindikasi : Herniasi disk akut, fraktur kompresi torakal dan lumbal, osteoporosis

Tujuan : ◦ Membuka foramen intervertebralis dan memperbesar

kanal spinalis◦ Meregangkan otot ekstensor punggung◦ Memperkuat otot-otot perut dan glutealis◦ Mobilisasi lumbosacral junction

Injeksi epidural steroid (ESI) memberikan efek terapi agresif-konservatif untuk pasien dengan stenosis spinalis lumbal (LSS) yang menunjukkan respon terbatas pada pengobatan oral, terapi fisik, dan tindakan invasif lainnya

Indikasi pengobatan konservatif gagal Defisit neurologis dan nyeri tungkai menetap mielopati signifikan, radikulopati klaudikasio neurogenik

Jenis: Laminectomy   Arthrectomy Discectomy

Sindrom cauda equina (dalam kasus yang jarang)

Kelemahan ekstremitas bawah dan mati rasa

Kecacatan dan hilangnya produktivitas

TERIMA KASIH