The present document can't read!
Please download to view
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
...

Membuat Kompos aFter

by happy-home-shoppiing

on

Report

Category:

Documents

Download: 0

Comment: 0

242

views

Comments

Description

Download Membuat Kompos aFter

Transcript

Kata Pengantar Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan YME karena atas berkat rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas berjudul ‘Cara Membuat Kompos’ ini. Penulis ingin berterimakasih kepada guru pembimbing yang telah memberi kesempatan kepada penulis untuk membuat tugas ini. Penulis juga ingin berterima kasih kepada setiap orang yang bersangkutan membantu selama pembuatan tugas ini. Semoga buku ini dapat berguna baik untuk penulis selanjutnya maupun untuk pembaca-pembaca. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih atas perhatiannya dan “Selamat Membaca” Dengan Hormat, Penulis 1 Daftar Isi Kata Pengantar...................................................1 Daftar Isi.........................................................2 Isi : - Membuat Kompos 1............................................3 - Membuat Kompos 2............................................6 - Membuat Kompos Segi-Tiga...................................9 - Memecahkan Masalah Perkomposan...........................11 - Pengertian Kompos Tape, Fermentasi Dan Cara Membuat Kompos Tape Aman Ramah Lingkungan.......................................15 - Cara Membuat EM Membuat pupuk Effective Microorganisme atau EM....................................17 - Cara Membuat Kompos super PUPUK.......................18 - Manfaat Penggunaan Kompos Super pada Lahan Pertanian........................................20 - Membuat Pestisida Alami....................................21 - Cara Membuat Pupuk cair Organik..........................23 - Membuat Pupuk Hijau Organik..............................24 - Cara membiakkan bakteri untuk Menghemat Biaya........25 Kata Penutup......................................................27 Daftar Pustaka....................................................28 2 Membuat Kompos 1 Berikut adalah langkah sederhana membuat kompos yang sangat tidak memerlukan daya yang besar. Sungguh! 1. Siapkan Reaktor Kompos (Komposter) Ketika aku pindah ke Cimahi sebulan yang lalu, reaktor yang telah kubuat setahun yang lalu kubawa serta. Reaktor ini adalah wadah yang terabut dari PVC, drum berukuran kira-kira 1 m-kubik. Walaupun reaktor komposku terbuat dari drum PVC (seperti yang terlihat pada Gambar di atas), sebenarnya reaktor ini bisa dibuat dari apa saja. hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah, reaktor ini harus memiliki sistem ventilasi yang bagus. Reaksi pengkomposan adalah memang jenis reaksi yang memerlukan udara. Jika reaktor ini tidak memiliki sistem ventilasi yang baik, proses pembusukan yang terjadi juga akan menghasilkan bau busuk akibat dari pembentukan amoniak dan H2S. 3 2. Persiapan Bahan Organik Siapkan bahan (atau sampah) organik yang akan dikomposkan. Sampah organik yang disiapkan bisa berasal apa saja, misalnya dari sisa sayuran, nasi, atau potonganpotongan tanaman dari kebun. Agar kompos tidak berbau, hindari memasukkan daging, tulang dan minyak. Sebelum dimasukkan ke dalam reaktor kompos, bahanbahan tadi sebaiknya dipotogn kecil-kecil agar proses dekomposisinya menjadi lebih cepat dan lebih sempurna. Proses pembusukan atau dekomposisi memerlukan bakteri pengurai. Jadi, alangkah baiknya jika bahan-bahan tadi dicampur terlebih dahulu dengan sumber bakteri pengurai sebelum dimasukkan ke dalam reaktor kompos. Sumber bakteri pengurai yang paling mudah didapat adalah pupuk kandang (kotoran ternak). Bakteri pengurai yang dapat digunakan untuk membantu proses pengomposan juga dijual di toko-toko penjual pupuk. Salah satunya adalah EM4 (Effective Microorganism 4) yang aku beli di Cihideung seharga Rp. 15000,- sebotol berukuran 1 liter. 4 3. Siram dan Aduk Agar proses pengomposan berjalan dengan sempurna, media harus mengandung kirakira 50% air. Jadi jangan lupa untuk selalu menyiram media kompos ini setiap hari dengan air secukupnya. Bila perlu, bolak-balik media kompos setiap hari agar proses aerasi berjalan sempurna. Selama proses pengomposan, sering kali lalat menjadi masalah yang menjengkelkan. Oleh sebab itu, kuusahakan agar setiap lubang di reaktor komposku kututup dengan kawat kasa. Bila bau tak sedap keluar, tambahkan air dan EM4, dan bau segera menghilang. Jika proses ini berjalan dengan baik, setelah 5 hari volume sampah yang dimasukkan akan menyusut kira-kira menjadi hanya 25% dari volume awalnya. Jadi untuk skala rumah tangga, reaktor kompos berukuran 1 m-kubik sudah lebih dari cukup. 4. Panen Kompos siap dipanen setelah diproses kira-kira 2-3 minggu, bergantung pada tahap pemrosesnya. Pada reaktor komposku, sengaja kubuat sebuah sistem sederhana sehingga proses pemanenan kompos dilakukan dari dasar reaktor. Kompos yang diperoleh adalah lumpur hitam yang mengandung air kira-kira 50%. Sehingga, untuk mendapatkan kompos kering, lumpur tadi harus dijemur. Biasanya, lumpur yang kuperoleh langsung kupakai sebagai media tanaman di kebunku. Jadi tidak perlu dijemur dahulu. Mudah, kan? Sederhana dan jauh lebih sehat. Sejak setahun yang lalu, aku tidak pernah lagi membuang sampah organik. Sampah organik yang kuhasilkan, kupakai sendiri. 5 MEMBUAT KOMPOs 2 Lembar Informasi Pertanian (LIPTAN) LPTP Koya Barat, Irian Jaya No. 164/97 Diterbitkan oleh: Loka Pengkajian Teknologi Pertanian Koya Barat Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Irian Jaya Jl. Yahim – Sentani – Jayapura Maret 1997 Agdex: 546 Pendahuluan Untuk menunjang intensifikasi pekarangan di Irian Jaya telah dikaji teknik percocok tanam sistim pupuk organik pada usahatani pekarangan. Sistim ini ternyata menghasilkan volume tisik dan penerimaan petani yang lebih besar. Selain itu anjuran terhadap teknik bercocok tanam dengan cara pupuk organik didasari atas pertimbangan bahwa para petani di Irian Jaya pada umumnya belum menggunakan pupuk dan pestisida secara intensif. Penerapan sistim pupuk organik juga mempunyai aspek pelestarian lingkungan. Dalam teknik bercocok tanam ini dianjurkan pengolahan tanah ganda, pembuatan bedengan tinggi, penambahan pupuk kandang dan sistim tumpangsari. Karena ketersedian pupuk kandang masih terbatas maka dilakukan adaptasi dengan mengurangi pupuk kandang dan memberikan pupuk kompos. Berikut ini adalah cara membuat kompos. 6 Cara membuat kompos Ada beberapa alternatif cara yang dipilih sesuai kondisi lokal. Kompos jadi siap pakai Pada daerah yang banyak terdapat sampah kota dan desa yang telah mengalami proses pembusukan dan penghancuran yang cukup lama di alam terbuka, dapat diterapkan cara ini, sebagai berikut: - Gali tumpukan sampah (garbage atau sampah lapuk) yang sudah seperti tanah - Pisahkan dari bahan-bahan yang tidak dapat lapuk - Jemur sampai kering, lalu ayak - Bubuhkan 50 - 100 gram belerang untuk setiap 1 kg tanah sampah. Bahan: - 2 1 /4 hingga 4 m3 sampah lapuk (garbage) - 6,5 m3 kulit buah kopi - 750 kg kotoran ternak memamah biak (± 50 kaleng ukuran 20 liter) - 30 kg abu dapur atau abu kayu Cara Membuat 1). Buatlah bak pengomposan dari bak semen. Dasar bak cekung dan melekuk di bagian tengahnya. Buat lubang pada salah satu sisi bak agar cairan yang dihasilkan dapat tertampung dan dimanfaatkan. Atau buatlah bak pengomposan dengan menggali tanah ukuran 2,5 x 1 x 1 m (panjang x lebar x tinggi). Tapi hasilnya kurang sempurna dan kompos yang dihasilkan berair dan lunak. 2). Aduk semua bahan menjadi satu kecuali abu. Masukkan ke dalam bak pengomposan setinggi 1 meter, tanpa dipadatkan supaya mikroorganisme aerob dapat berkembang dengan baik. Kemudian taburi bagian atas tumpukan bahan tadi dengan abu. 3). Untuk menandai apakah proses pengomposan berlangsung dengan balk, perhatikan suhu udara dalam campuran bahan. Pengomposan yang baik akan meningkatkan suhu dengan pesat selama 4 - 5 hari, lalu segera menurun lagi. 4). Tampunglah cairan yang keluar dari bak semen. Siram ke permukaan campuran bahan untuk meningkatkan kadar nitrogen dan mempercepat proses pengomposan. 7 5). 2 - 3 minggu kemudian, balik-balik bahan kompos setiap minggu. Setelah 2 3 bulan kompos sudah cukup matang. 6). Jemur kompos sebelum digunakan hingga kadar airnya kira-kira 50 -60 % saja. Kalau di daerah kita tidak tersedia kulit buah kopi, cara ke II dapat diadaptasi dengan menggantikan kulit buah kopi dengan hijauan seperti Iamtoro atau lainnya. Kompos Sistem Bogor Bahan : - Sampah mudah lapuk (garbage) - Jerami yang sudah bercampur dengan kotoran dan air kencing ternak. - Kotoran ternak memamah biak - Abu dapur atau abu kayu Cara Membuat: 1). Timbuni campuran jerami dan sampah setinggi 25 cm di atas bedengan berukuran 2,5 x 2,5 meter. 2). Timbun lagi campuran kotoran dan air kencing ternak di atas timbunan tadi tipis-tipis dan merata. 3). Timbun lagi campuran jerami dan sampah-sampah setinggi 25 cm. 4). Tutup lagi dengan campuran kotoran dan kencing ternak. 5). Timbun bagian paling atas dengan abu sampai setebal ± 10 cm. 6). Balik-balik campuran bahan kompos setelah berlangsung 15 hari, 30 hari dan 60 hari. 7). Setelah di proses selama 3 bulan kompos biasanya cukup matang. Agar pengomposan berhasil, buatlah atap naungan di atas bedengan pengomposan sebab air hujan dan penyinaran langsung matahari dapat menggagalkan proses pengomposan. 8 Membuat Kompos segi-Tiga Ini adalah cara untuk membuat kompos dengan sistem terowongan udara. Yaitu dengan menumpukkan daun-daun, potongan rumput dan bahan lain diatas segitiga panjang yang terbuat dari bambu atau kayu. Terowongan udara terbuat dari bambu atau kayu berukuran kira kira : tinggi 20 cm, panjang 1.5 - 2 meter. Buatlah dua buah dan letakkan berdampingan. Kuncinya Membuat Kompos Yang Bagus 1. Rasio karbon / nitrogen Campuran dari daun kering, serbuk gergaji, atau bahan karbon lain digabung dengan kotoran hewan, tanaman hijau, atau pupuk untuk nitrogen (approximately 4:1 by volume). 2. Adanya mikroorgansme Didapatkan dari beberapa sekop penuh tanah kebun yang subur atau kompos. 3. Tingkat kelembapan Tumpukannya seharusnya mempunyai kelembabpan seperti spon yang telah diperas. Tambahkan air bila perlu. 9 4. Tingkat oksigen Tumpukan kompos sebaiknya dibalik dengan teratur agar dapat hancur lebih cepat. Membalik tumpukannya menambahkan oksigen sehingga lebih sering kamu membaliknya, semakin cepat ia hancur. 5. Ukuran Partikel Semakin halus ukuran partikelnya, semakin luas daerah yang ada bagi mikroorganisme untuk bekerja. Mencacah daun-daun dan bahan yang besar mempercepat proses kompos. Tumpuklah daun2 & bahan2 yang lain diatas satu terowongan udara & biarkan yang satunya. 1. Tambahkan bahan & siram dengan air secara teratur setiap hari agar tumpukan tetap lembab. 2. 20 cm 1.5 - 2 m Setelah bagian bawah mulai menghitam (seperti tanah), baliklah tumpukan keatas terowongan udara yang satunya. Tumpuk bahan yang baru diatas terowongan yang lama. 3 Jaga kelembaban tumpukan dengan menyiramnya secara teratur & biarkan sampai menjadi kompos (kira-kira 6 minggu atau warnanya kehitaman semua). 4 Setelah bahannya menjadi kompos, bisa digunakan untuk kebun. Ulangi lagi proses diatas, supaya anda selalu punya kompos. 10 5 Kompos yang anda buat sendiri ini bisa digunakan untuk kesuburan tanah dan kesehatan tanaman anda. 11 Memecahkan Masalah Penkomposan kompos = tanah & kebun sehat Tumpukan kompos lembab dan hangat hanya di tengah tumpukannya. Kemungkinan Sebab Tumpukan kompos terlalu kecil, atau cuaca dingin telah memperlambat proses kompos. Pemecahan Masalah Jika kamu cuma membuat kompos dengan cara me-numpuk, pastikan tumpukannya paling sedikit 1 meter tingginya dan 1 meter lebarnya. Dengan sistem kerangkeng kompos atau kompos segitiga, tumpukannya tak harus terlalu besar. Tak ada apa yang terjadi. Tumpukan kompos tak terlihat menghangat sama sekali. Kemungkinan Sebab 1. Tak cukupnya bahan nitrogen 2. Tak cukupnya oksigen yang masuk ke kompos 3. Tak cukupnya kelembabpan dalam tumpukan kompos 12 4. Kompos sudah selesai - siap digunakan Pemecahan Masalah 1. Pastikan kamu punya sumber yang kaya nitrogen seperti kotoran hewan, potongan rumput atau sisa-sisa makanan. 2. Campur aduk tumpukannya sehingga ia dapat bernafas, atau ganti ke sistem kerangkeng kompos atau kompos segitiga. 3. Campur aduk tumpukannya dan siram dengan air sehingga tumpukannya lembab - tumpukan yang sangat kering tidak akan mengkompos. Daun-daun lengket / rumput tidak terurai. Kemungkinan Sebab Tidak cukupnya aliran udara, dan / atau kekurangan kelembabpan. Pemecahan Masalah 1. Hindari lapisan tebal suatu jenis bahan saja. Terlalu banyak sesuatu seperti daun, kertas atau potongan rumput tidak akan terurai dengan baik. 2. Campur lapisan-lapisan tersebut dan aduk tumpu-kannya sehingga bahan-bahan tersebut tercampur baik. 3. Cacah kecil-kecil bahan apapun yang besar yang tidak terurai dengan baik. 13 Komposnya berbau seperti mentega asam atau telur busuk Kemungkinan Sebab Tidak cukup oxygen, dan / atau tumpukan komposnya terlalu basah, atau terlalu padat. Pemecahan Masalah 1. Aduk tumpukannya sehingga dapat teraliri udara dan bernafas. Atau gunakan sistem kerangkeng kompos atau segitiga. 2. Tambahkan bahan-bahan kering yang kasar seperti jerami, atau daun-daunan untuk menyerap kelembabpan yang berlebihan. 3. Jika sangat bau, tambahkan bahan-bahan kering diatasnya dan tunggu sampai agak kering sedikit sebelum kamu mengaduk tumpukannya. Komposnya berbau seperti amonia. Kemungkinan Sebab Tak cukupnya bahan karbon dalam kompos. Pemecahan Masalah Tambahkan bahan karbon seperti serbuk gergaji, sekam padi, daun-daunan, jerami, cacahan koran, dll. 14 Komposnya dirubungi kecoa, lalat, atau binatang lain. Kemungkinan Sebab Bahan-bahan yang tidak tepat (daging / minyak), atau bahan-bahan tersebut terlalu dekat ke permukaan atau sisi tumpukan komposnya. Pemecahan Masalah Kubur sisa-sisa makanan ditengah tumpukan. jangan tambahkan bahan-bahan yang tak seharusnya (tulang / daging) ke komposmu. Ganti ke kerangkeng kompos. Komposnya dirubungi serangga, kaki seribu. Ini merupakan pengkomposan yang normal, dan bagian dari proses alam. Bukan masalah. Komposnya dirubungi Semut Api Kemungkinan Sebab Tumpukan mungkin terlalu kering, tidak cukup hangat, dan / atau ada sisa makanan yang terlalu dekat ke permukaan. Pemecahan Masalah Pastikan tumpukannya mempunyai campuran bahan yang baik agar dapat menghangat, dan dijaga kelembabpannya. 15 Pengertian Kompos Tape, Fermentasi Dan Cara Membuat Kompos Tape Aman Ramah Lingkungan Apa itu KOMPOS TAPE? Kompos dalam bahasa Jepang disebut BOKASHI (kompos yg dibuat dari berbagai bahan organik dengan cara fermentasi). Apa itu fermentasi? Sama seperti nenek moyang kita membuat tape. Kompos Tape adalah : Fermentasi bahan organik dengan bantuan microorganism yg efektif. Contoh cara membuat 5 kg Kompos Tape : - 100 ml molasse (tetes tebu) - 100 ml Biotoileto - 3 lt air ( 1,5 lt air hangat, 1,5 lt air dingin ) - 5 kg dedak/bekatul Instruksi pembuatan kompos tape : 1. Campurkan tetes tebu (molasse) dengan air hangat ( 60 - 80º C),aduk merata hingga dingin atau hangat-hangat kuku ( ± 40º C ) 2. Campurkan biotoleto dengan 1,5 lt air dingin 3. Campurkan ke 2 laruratan ( molasse & biotoleto ) dgn dedak, aduk hingga merata seperti membuat adonan kue. 4. Buat bulatan bulatan sebesar bola tenis, usahakan saat membuat bulatan sudah 16 tdk ada air yang menetes saat kita meremas ( kadar air 35 %- 45 % ). Masukkan bulatan -bulatan tadi ke dalam plastik atau ember.Tutup wadah dengan kain. Diamkan selama 2 minggu. 5. Ketika proses fermentasi berjalan baik,maka akan terlihat lapisan putih/krem muda ( ragi mould terlihat agak gelap/ kehitam-hitaman ), berarti proses fermentasi terlalu banyak kena udara / aerobic. 6. Kompos Tape ini dapat disimpan sampai 1 tahun KEGUNAAN : - untuk semua jenis tanaman, - untuk mempercepat pengomposan, - untuk campuran pakan ternak, dan pakan ikan. Kompos Tape 100 % Organik, Aman dan Ramah Lingkungan Produksi oleh : FKR Indonesia 17 Cara Membuat EM Membuat pupuk Effective Microorganisme atau EM Pupuk EM adalah pupuk organik yang dibuat melalui proses fermentasi menggunakan bakteri (microorganisme). Sampah organik dengan proses EM dapat menjadi pupuk organik yang bermanfaat meningkatkan kualitas tanah. Beriikut langkah-langkah pembuatan pupuk menggunakan EM : Pembuatan bakteri penghancur (EM). Bahan-bahan : Susu sapi atau susu kambing murni. Isi usus (ayam/kambing), yang dibutuhkan adalah bakteri di dalam usus. Seperempat kilogram terasi (terbuat dari kepala/kulit udang, kepala ikan) + 1 kg Gula pasir (perasan tebu) + 1 kg bekatul + 1 buah nanas + 10 liter air bersih. Alat-alat yang diperlukan : Panci, kompor dan blender/parutan untuk menghaluskan nanas. Cara pembuatan : Trasi, gula pasir, bekatul, nanas (yang dihaluskan dengan blender) dimasak agar bakteri lain yang tidak diperlukan mati. Setelah mendidih, hasil adonannya didinginkan. Tambahkan susu, isi usus ayam atau kambing. Ditutup rapat. Setelah 12 jam timbul gelembung-gelembung. Bila sudah siap jadi akan menjadi kental/lengket. Perlu diperhatikan susu jangan yang sudah basi karena kemampuan bakteri sudah berkurang. Sedangkan kegunaan nanas adalah untuk menghilangkan bau hasil proses bakteri. 18 Cara Membuat Kompos super PUPUK KOMPOS SUPER Lembar Informasi Pertanian (LIPTAN) IPPTP Mataram, NTB Diterbitkan oleh : Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Mataram Kotak Pos 1017, Telp. (0370) 671312, Fax. 671620 No: 01/2000 Agdex : 546 Juli 2000 PENDAHULUAN Pupuk Kompos Super merupakan dekomposisi bahan-bahan organik atau proses perombakan senyawa yang komplek menjadi senyawa yang sederhana dengan bantuan mikroorganisme. Bahan dasar pembuatan kompos ini adalah kotoran sapi dan serbuk gergaji yang didekomposisi dengan bahan pemacu mikroorganisme dalam tanah (misalnya : stardec atau bahan sejenis) di tambah dengan bahan-bahan untuk memperkaya kandungan kompos super seperti : serbuk gergaji, abu dan kalsit/kapur. Kotoran sapi dipilih karena selain tersedia banyak dipetani juga memiliki kandungan nitrogen dan potasium. Kotoran sapi merupakan kotoran ternak yang baik untuk kompos. Prinsip yang digunakan dalam pembuatan kompos super adalah proses pengubahan limbah organik menjadi pupuk organik melalui aktifitas biologis pada kondisi yang terkontrol. PROSES PEMBUATAN KOMPOS SUPER 1. Bahan yang diperlukan: • Kotoran sapi : 80-83% • Serbuk gergaji : 5% • Bahan pemacu mikroorganisme : 0,25% • Abu Sekam : 10%n • Kalsit/Kapur : 2% 19 Boleh menggunakan bahan-bahan yang lain asalkan kotoran sapi minimal 40%, kotoran ayam maksimal 25% 2. Tempat Sebidang tempat beralas tanah, ternaungi agar pupuk tidak terkena sinar matahari dan air hujan secara langsung. 3. Prosesing - Kotoran sapi (faeses dan urine) diambil dari kandang dan ditiriskan selama satu minggu untuk mendapatkan kadar air mencapai ± 60%. - Kotoran sapi yang sudah ditiriskan tersebut kemudian dipindahkan ke lokasi, tempat pembuatan kompos super dan diberi serbuk gergaji, abu, kalsit/kapur dan stardec sesuai dosis dan seluruh bahan dicampur diaduk merata. - Setelah .seminggu di lokasi I, tumpukan dipindahkan ke lokasi 2 dengan cara diaduk/ dibalik secara merata untuk menambah suplai oksigen dan meningkatkan homogenitas bahan. Pada tahap ini diharapkan terjadi peningkatan suhu sampai 70 °C untuk mematikan pertumbuhan biji gulma sehingga kompos super yang dihasilkan dapat bebas dari biji gulma. - Seminggu kemudian dilakukan pembalikan untuk dipindahkan pada lokasi ke 3 dan dibiarkan selama satu minggu. - Setelah satu minggu pada lokasi ke 3 kemudian dilakukan pembalikan untuk membawa pada lokasi ke 4. Pada tempat ini kompos super telah matang dengan warna pupuk coklat kehitaman bertekstur remah dan tidak berbau. - Kemudian pupuk diayak/disaring untuk mendapatkan bentuk yang seragam serta memisahkan dare bahan yang tidak di harapkan (misalnya batu, potongan kayu, rafia) sehingga kompos super yang dihasilkan benar-benar berkualitas. - Selanjutnya pupuk organik kompos super siap dikemas dan siap diaplikasikan ke lahan sebagai pupuk organik berkualitas pengganti pupuk kimia. - Kandungan Kompos Super § Moisture/kelembaban 45%±5 § P0205 >1,89% § Ca0 >2,96% § C/N Ratio Maks 16% § TotaI N >l,8l% § K20 >1,96% § Mg0 >0,70% 20 Manfaat Penggunaan Kompos Super pada Lahan Pertanian 1. Mampu menggantikan atau mengefektifkan penggunaan pupuk kimia (anorganik) sehingga biaya pembelian pupuk dapat ditekan. 2. bebas dari biji tanaman liar (gulma). 3. Tidak berbau dan mudah digunakan. 4. Menyediakan unsur hara yang seimbang dalam tanah. 5. Meningkatkan populasi mikroba tanah sehingga struktur tanah tetap gembur. 6. Memperbaiki derajat keasarnan (pH) tanah. 7. Meningkatkan produksi berbagai tanaman antara I0-30%. Manfaat untuk Tambak Cara ini akan menambah kesuburan fisik kimia dan biologis sehingga dasar tambak mampu meredam efek buruk pemupukan sisa pakan, faeses, kulit udang dan sisa bahan organik yang lain untuk di urai lebih sempurna. Dosis 1500-2000 kg/ha pada dasar tambak diberikan saat pengolahan dasar tambak. 21 Membuat Pestisida Alami Membuat Pestisida Alami Pestisida adalah zat pengendali hama (seperti: ulat, wereng dan kepik). Pestisida Organik: adalah pengendali hama yang dibuat dengan memanfaatkan zat racun dari gadung dan tembakau. Karena bahan-bahan ini mudah didapat oleh petani, maka pestisida organik dapat dibuat sendiri oleh petani sehingga menekan biaya produksi dan akrab denga lingkungan. Bahan dan Alat: 2 kg gadung. 1 kg tembakau. 2 ons terasi. ¼ kg jaringao (dringo). 4 liter air. 1 sendok makan minyak kelapa. Parutan kelapa. Saringan kelapa (kain tipis). Ember plastik. Nampan plastik. Cara Pembuatan: Minyak kelapa dioleskan pada kulit tangan dan kaki (sebagai perisai dari getah gadung). Gadung dikupas kulitnya dan diparut. Tembakau digodok atau dapat juga direndam dengan 3 liter air panas Jaringao ditumbuk kemudian direndam dengan ½ liter air panas Tembakau, jaringao, dan terasi direndam sendiri-sendiri selama 24 jam. Kemudian dilakukan penyaringan satu per satu dan dijadikan satu wadah sehingga hasil perasan ramuan tersebut menjadi 5 liter larutan. Dosis: 1 gelas larutan dicampur 5-10 liter air. 2 gelas larutan dicampur 10-14 liter air. 22 Kegunaan: -Dapat menekan populasi serangan hama dan penyakit. -Dapat menolak hama dan penyakit. -Dapat mengundang makanan tambahan musuh alami. Sasaran: Wereng batang coklat, Lembing batu, Ulat grayak, ulat hama putih palsu. Catatan: Meskipun ramuan ini lebih akrab lingkungan, penggunaannya harus memperhatikan batas ambang populasi hama. Ramuan ini hanya digunakan setelah polulasi hama berada atau di atas ambang kendali. Penggunaan di bawah batas ambang dan berlebihan dikhawatirkan akan mematikan musuh alami hama yang bersangkutan. 23 Cara Buat pupuk Cair Organik Bahan dan Alat: -1 liter bakteri -5 kg hijau-hijauan/daun-daun segar (bukan sisa dan jangan menggunakan daun dari pohon yang bergetah berbahaya seperti karet, pinus, damar, nimba, dan yang sulit lapuk seperti jato, bambu, dan lain-lainnya) -0,5 kg terasi dicairkan dengan air secukupnya -1 kg gula pasir/merah/tetes tebu (pilih salah satu) dan dicairkan dengan air -30 kg kotoran hewan -Air secukupnya -Ember/gentong/drum yang dapat ditutup rapat Cara Pembuatan: Kotoran hewan dan daun-daun hijau dimasukkan ke dalam ember. Cairan gula dan terasi dimasukkan ke dalam ember. Larutkan bakteri ke dalam air dan dimasukkan ke dalam drum, kemudian ditutup rapat. Setelah 8-10 hari, pembiakan bakteri sudah selesai dan drum sudah dapat dibuka. Saring dan masukkan ke dalam wadah yang bersih (botol) untuk disimpan/digunakan. Ampas sisa saringan masih mengandung bakteri, sisakan sekitar 1 sampai 2 liter, tambahkan air, terasi, dan gula dengan perbandingan yang sama. Setelah 8-10 hari kemudian bakteri sudah berkembang biak lagi dan siap digunakan. Demikian seterusnya. Kegunaan: Mempercepat pengomposan dari 3-4 bulan menjadi 30-40 hari. Dapat digunakan langsung sebagai pupuk semprot, apabila tanah sudah diberi kompos (subur), tetapi apabila tanah kurang subur/tandus, penggunaan langsung sebagai pupuk tidak dianjurkan. Pupuk cair (larutan bakteri) ini tidak diperbolehkan untuk dicampur dengan bakteri lain, terutama bahan kimia atau bahan untuk pestisida lainnya seperti tembakau. 24 Membuat Pupuk Hijau Organik Pupuk Hijau: adalah pupuk organik yang terbuat dari sisa tanaman atau sampah yang diproses dengan bantuan bakteri. Bahan dan Komposisi: -200 kg hijau daun atau sampah dapur. -10 kg dedak halus. -¼ kg gula pasir/gula merah. -¼ liter bakteri. -200 liter air atau secukupnya. Cara Pembuatan: Hijau daun atau sampah dapur dicacah dan dibasahi. Campurkan dedak halus atau bekatul dengan hijau daun. Cairkan gula pasir atau gula merah dengan air. Masukkan bakteri ke dalam air. Campurkan dengan cairan gula pasir atau gula merah. Aduk hingga rata. Cairan bakteri dan gula disiramkan pada campuran hijau daun/sampah+bekatul. Aduk sampai rata, kemudian digundukkan/ditumpuk hingga ketinggian 15-20 cm dan ditutup rapat. Dalam waktu 3-4 hari pupuk hijau sudah jadi dan siap digunakan. 25 Cara Membiakkan Bakteri Untuk menghemat biaya Cara Membiakkan Bakteri Untuk menghemat biaya, bibit bakteri EM4 yang dibeli di toko atau koperasi Saprotan dapat dikembangbiakkan sendiri, sehingga kebutuhan pupuk organik untuk luas lahan yang ada dapat dipenuhi. Adapun prosedur pembiakan bakteri EM4 adalah sebagai berikut: Bahan dan Komposisi: -1 liter bakteri -3 kg bekatul (minimal) -¼ kg gula merah/gula pasir/tetes tebu (pilih salah satu) -¼ kg terasi -5 liter air Alat dan Sarana: Ember Pengaduk Panci pemasak air Botol penyimpan Saringan (dari kain atau kawat kasa) 26 Cara Pembiakan: Panaskan 5 liter air sampai mendidih. Masukkan terasi, bekatul dan tetes tebu/gula (jika memakai gula merah harus dihancurkan dulu), lalu aduk hingga rata. Setelah campuran rata, dinginkan sampai betul-betul dingin! (karena kalau tidak betul-betul dingin, adonan justru dapat membunuh bakteri yang akan dibiakkan). Masukkan bakteri dan aduk sampai rata. Kemudian ditutup rapat selama 2 hari. Pada hari ketiga dan selanjutnya tutup jangan terlalu rapat dan diaduk setiap hari kurang lebih 10 menit. Setelah 3-4 hari bakteri sudah dapat diambil dengan disaring, kemudian disimpan dalam botol yang terbuka atau ditutup jangan terlalu rapat (agar bakteri tetap mendapatkan oksigend ari udara). Selanjutnya, botol-botol bakteri tersebut siap digunakan untuk membuat kompos, pupuk cair maupun pupuk hijau dengan komposisi campuran seperti yang akan diuraikan dibawah ini. Catatan: Ampas hasil saringan dapat untuk membiakkan lagi dengan menyiapkan air kurang lebih 1 liter dan menambahkan air matang dingin dan gula saja 27 Kata Penutup Penulis sadar akan kekurangan yang masih terdapat dalam buku ini, baik dalam informasi maupun penulisan. Karena itu penulis sangat berharap akan kritik dan saran para pembaca agar penulis dapat mempelajari dari kesalahan sehingga penulis dapat membuat buku yang lebih baik lagi. Akhir kata penulis mengucapkan sekian dan terima kasih atas perhatiannya. Dengan Hormat, Penulis 28 . • Apriadji, W.H. 1989. Memproses Sampah Penebar Swadaya Jakarta • Sihombing S. 1995. Laporan Pengkajian Sistem Pupuk Organik Pada Usahatani Pekarangan di Desa Besum Kabupaten Jayapura • • • • www.idepfoundation.org info by petanidesa on Februari 3, 2007. www.wiki.com Internet 29
Fly UP