Buku Kecil Matriks Ringkasan Evaluasi Rpjmn V4 Landscape

  • Published on
    09-Aug-2015

  • View
    1.292

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

  1. 1. ii MATRIKS RINGKASAN EVALUASI TIGA TAHUN PELAKSANAAN RPJMN 2004-2009 Bersama Menata Perubahan Kementerian Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS 2008
  2. 2. iii Daftar Isi Peningkatan Rasa Saling Percaya dan Harmonisasi Antar Kelompok Masyarakat 1 Pengembangan Kebudayaan yang Berlandaskan pada Nilai-nilai Luhur 1 Peningkatan Keamanan, Ketertiban, dan Penanggulangan Kriminalitas 1 Pencegahan dan Penanggulangan Separatisme 2 Pencegahan dan Penanggulangan Gerakan Terorisme 2 Peningkatan Kemampuan Pertahanan Negara 2 Pemantapan Politik Luar Negeri dan Peningkatan Kerjasama Internasional 3 Pembenahan Sistem dan Politik Hukum 4 Penghapusan Diskriminasi dalam Berbagai Bentuk 4 Penghormatan, Pengakuan, dan Penegakan atas Hukum dan Hak Asasi Manusia 4 Peningkatan Kualitas Kehidupan dan Peran Perempuan serta Kesejahteraan dan Perlindungan Anak 5 Revitalisasi Proses Desentralisasi dan Otonomi Daerah 5 Penciptaan Tata Pemerintahan yang Bersih dan Berwibawa 6 Perwujudan Lembaga Demokrasi yang Makin Kokoh 6 Penanggulangan Kemiskinan 8 Peningkatan Investasi dan Ekspor Non Migas 8 Peningkatan Daya Saing Industri Manufaktur 9 Revitalisasi Pertanian 10 Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah 11 Peningkatan Pengelolaan BUMN 11 Peningkatan Kemampuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi 11 Perbaikan Iklim Ketenagakerjaan 12 Pemantapan Stabilitas Ekonomi Makro 12 Pembangunan Perdesaan 12 Pengurangan Ketimpangan Pembangunan Wilayah 13 Peningkatan Akses Masyarakat terhadap Pendidikan yang Berkualitas 14 Peningkatan Akses Masyarakat terhadap Kesehatan yang Berkualitas 14 Peningkatan Perlindungan dan Kesejahteraan Sosial 15 Pembangunan Kependudukan dan Keluarga Kecil Berkualitas serta Pemuda dan Olahraga 15
  3. 3. iv Peningkatan Kualitas Kehidupan Beragama 16 Perbaikan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Pelestarian Fungsi Lingkungan Hidup 17 Peningkatan Kapasitas, Kualitas, dan Aksesibilitas Pelayanan Infrastruktur 17 Penanganan dan Pengurangan Resiko Bencana 23 Kerangka Ekonomi Makro dan Pembiayaan Pembangunan 24
  4. 4. 1 Agenda 1: Mewujudkan Indonesia yang Aman dan Damai Sasaran Capaian Peningkatan Rasa Saling Percaya dan Harmonisasi Antarkelompok Masyarakat 1. Menurunnya ketegangan dan ancaman konflik antarkelompok masyarakat atau antargolongan di daerah-daerah rawan konflik; 2. Terpeliharanya situasi aman dan damai; serta 3. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan kebijakan publik dan penyelesaian persoalan sosial kemasyarakatan. Dalam rangka peningkatan rasa saling percaya dan harmonisasi antarkelompok masyarakat, berbagai capaian positif telah diraih. Hal ini ditunjukkan dengan semakin menurunnya ketegangan dan ancaman konflik antarkelompok masyarakat atau antargolongan di daerah-daerah rawan konflik seperti NAD, Papua, Maluku, Maluku Utara, dan Poso. Keamanan dan kedamaian daerah-daerah tersebut kini cukup terpelihara. Eskalasi konflik yang lebih besar dapat dicegah. Kapasitas masyarakat sipil dalam penyelesaian konflik dan pemulihan wilayah pasca-konflik juga mulai meningkat. Kapasitas aparatur pemerintah dan organisasi masyarakat (ormas) dalam meningkatkan rasa kebangsaan juga menguat. Semua itu terindikasi dengan semakin efektifnya koordinasi penyelesaian konflik. Untuk partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan kebijakan publik dan penyelesaian persoalan sosial kemasyarakat, telah pula diperoleh sejumlah perbaikan. Hal ini tercermin dari keberhasilan proses pengambilan keputusan kebijakan publik dan penyelesaian berbagai persoalan sosial kemasyarakatan. Masyarakat kini mulai lebih percaya pada upaya damai dan kooperatif dalam menyelesaikan masalah, daripada menggunakan cara anarkis dan konfrontatif. Pengembangan Kebudayaan yang Berlandaskan pada Nilai-nilai Luhur 1. Menurunnya ketegangan dan ancaman konflik antar-kelompok masyarakat; 2. Semakin kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika; 3. Semakin berkembangnya penerapan nilai baru yang positif dan produktif dalam rangka memantapkan budaya nasional yang terwujud dalam setiap aspek kebijakan pembangunan; dan 4. Meningkatnya pelestarian dan pengembangan kekayaan budaya. Dalam rangka pengembangan kebudayaan yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur, sejumlah kemajuan telah pula diraih. Hal ini tercermin dengan terselenggaranya pengelolaan keragaman budaya dan pengembangan nilai budaya, baik tradisional maupun kontemporer. Kemajuan lain juga ditunjukkan dengan terselenggaranya dialog kebudayaan, kampanye publik, pengarsipan benda-benda purbakala, penyusunan buku sejarah, dan diklat SDM di instansi terkait. Ini semua akan terus dilanjutkan demi kesinambungan pencapaian sasaran. Di tingkat internasional, Indonesia juga terlibat aktif dalam kegiatan kebudayaan ASEAN, festival film internasional, dan kerjasama antarnegara dalam pengembangan budaya serumpun. Pada 2007, beberapa objek warisan budaya nusantara telah pula berhasil dimasukkan dalam UNESCO World Heritage List. Melalui seluruh rangkaian program pembangunan kebudayaan ini, diharapkan pemahaman dan minat masyarakat terhadap sejarah dan benda cagar budaya yang memiliki nilai luhur semakin meningkat. Peningkatan Keamanan, Ketertiban, dan Penanggulangan Kriminalitas 1. Menurunnya angka pelanggaran hukum dan indeks kriminalitas, serta meningkatnya penuntasan kasus kriminalitas untuk menciptakan rasa aman masyarakat; 2. Terungkapnya jaringan kejahatan internasional terutama narkotika, perdagangan manusia, dan pencucian uang; 3. Terlindunginya keamanan lalu lintas informasi rahasia lembaga negara sesudah diterapkannya AFTA dan zona perdagangan bebas lainnya terutama untuk lembaga/fasilitas vital negara; 4. Menurunnya jumlah pecandu narkoba dan mengungkap kasus serta dapat diberantasnya jaringan utama supply narkoba dan prekursor; 5. Menurunnya jumlah gangguan keamanan dan pelanggaran hukum di laut terutama pada alur perdagangan dan distribusi serta alur pelayaran internasional; Dalam rangka peningkatan keamanan, ketertiban, dan penanggulangan kriminalitas, capaian secara keseluruhan telah menunjukkan hasil yang lebih baik. Gangguan keamanan, ketertiban, dan kriminalitas secara umum masih dalam tingkat terkendali. Dalam rangka penanganan ancaman kejahatan transnasional terhadap keamanan dalam negeri, telah dilakukan berbagai upaya pemulihan keamanan. Upaya ini dilakukan terutama di daerah rawan konflik. Selain diusahakan untuk menangkap pelaku utama, sebisa mungkin kasus kekerasan diproses secara hukum. Dalam hal pencegahan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba, telah berhasil diungkap beberapa kasus tindak pidana narkoba. Salah satunya melalui peran Satuan Koordinasi Pelaksanaan Program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Provinsi DKI Jakarta. Ddengan ditemukannya laboratorium gelap narkoba dalam skala kecil dan besar, upaya memutus rantai produksi narkotika di Indonesia telah cukup membuahkan hasil. Untuk meningkatkan profesionalisme lembaga kepolisian, telah dilakukan sejumlah pembinaan dan pengembangan kapasitas dan kemampuan personil kepolisian. Untuk mencegah pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan secara tidak sah, telah dilakukan penerapan sistem monitoring, controlling, and surveilance.
  5. 5. 2 Sasaran Capaian 6. Terungkapnya jaringan utama pencurian sumber daya kehutanan, serta membaiknya praktek penegakan hukum dalam pengelolaan sumber daya kehutanan dalam memberantas illegal logging, over cutting, dan illegal trading; 7. Meningkatnya kepatuhan dan disiplin masyarakat terhadap hukum; 8. Meningkatnya kinerja Polri tercermin dengan menurunnya angka kriminalitas, pelanggaran hukum, dan meningkatnya penyelesaian kasus-kasus hukum. Untuk mencegah dan mengurangi kerugian negara akibat pembalakan hutan, telah dilaksanakan penyidikan dan perlindungan hutan melalui operasi intelejen dan operasi represif pengamanan hutan. Pencegahan dan Penanggulangan Separatisme 1. Kembali normalnya kehidupan masyarakat di Aceh dan Papua serta tidak adanya kejadian konflik baru di suatu daerah; 2. Menurunnya perlawananan GAM dan melemahnya dukungan simpatisan GAM di dalam dan luar negeri; 3. Menurunnya kekuatan OPM dan melemahnya dukungan simpatisan OPM di dalam dan luar negeri; 4. Membaiknya pemerataan pembangunan di daerah rawan konflik dan separatisme yang tercermin dari meningkatnya kondisi sosial ekonomis masyarakat; 5. Terdeteksi dan dapat dicegahnya potensi separatisme; 6. Tumbuh berkembangnya pemahaman dan pengamalan multikulturalisme di kalangan pemimpin, masyarakat, dan media. Dalam rangka pencegahan dan penanggulangan separatisme, persoalan konflik horisontal di beberapa wilayah Indonesia secara nyata telah dapat diredam. Di NAD, upaya menormalisasikan kehidupan masyarakat telah menunjukkan capaian yang menggembirakan. Proses Pilkada berlangsung aman, damai, dan demokratis. Pelaksanaan butir-butir kesepahaman Helsinki secara konsisten telah menyatukan seluruh komponen masyarakat, termasuk tokoh-tokoh yang selama ini memiliki ideologi berbeda, untuk saling bahu membahu membangun NAD. Keberhasilan rehabilitasi dan rekonstruksi NAD juga secara signifikan membangun kepercayaan dan kebersamaan rakyat NAD sebagai bagian dari bangsa Indonesia dalam wadah NKRI. Di Papua, upaya menurunkan kekuatan dan dukungan simpatisan OPM di dalam dan luar negeri juga menunjukkan capaian yang menggembirakan. Intensitas perlawanan gerakan bersenjata OPM terus menurun. Namun demikian, gerakan separatisme ini harus terus diwaspadai mengingat kondisi sosial masyarakat Papua masih rentan dan dukungan sebagian kelompok masyarakat terhadap perjuangan OPM masih relatif kuat. Pencegahan dan Penangulangan Gerakan Terorisme 1. Menurunnya kejadian tindak terorisme di wilayah hukum Indonesia; 2. Meningkatnya ketahanan masyarakat terhadap aksi terorisme; 3. Meningkatnya daya cegah dan tangkal negara terhadap ancaman terorisme secara keseluruhan. Dalam rangka pencegahan dan penanggulangan gerakan terorisme, telah dilakukan penangkapan para pelaku teror kelompok Abu Dujana dan orang-orang yang diduga terlibat dalam aksi teror. Hal ini memberi pengaruh positif untuk memperluas spektrum pengungkapan jaringan teroris nasional dan internasional yang beroperasi di Indonesia. Saat ini tercatat 410 tersangka teroris telah ditangkap atau menyerahkan diri. Sebanyak 260 tersangka telah diadili dan divonis oleh lembaga peradilan, 5 orang dihukum mati, 4 orang dihukum seumur hidup, 14 orang dalam proses peradilan, dan 13 orang masih dalam proses penyidikan. Dalam upaya peningkatan kapasitas kelembagaan, telah dilakukan kerjasama dengan beberapa negara, baik secara multilateral maupun bilateral. Sebagai upaya preventif, telah dilakukan upaya peningkatan kemampuan profesionalisme intelijen dan kontraintelijen, peningkatan kemampuan SDM, serta peningkatan partisipasi aktif masyarakat dalam penanggulangan terorisme Peningkatan Kemampuan Pertahanan Negara 1. Tersusunnya Rancangan Postur Pertahanan Indoneisa berdasarkan Strategic Defense Review (SDR) dan Strategi Raya Pertahanan dalam periode 20052006 yang disusun sebagai hasil kerjasama civil society dan militer; 2. Meningkatnya profesionalisme anggota TNI baik dalam operasi militer untuk perang maupun selain perang; 3. Meningkatnya kesejahteraan prajurit TNI terutama kecukupan Dalam rangka peningkatan kemampuan pertahanan negara, tercatat pula sejumlah kemajuan. Di antaranya, (1) telah terbentuknya sistem perundangan guna meningkatkan sinergi upaya pertahanan dan keamanan negara, (2) meningkatnya profesionalisme personel dan kesejahteraan prajurit, serta (3) dilaksanakannya restrukturisasi bisnis TNI. Untuk restrukturisasi bisnis TNI, telah diselenggarakan koordinasi dengan departemen dan lembaga pemerintah terkait, serta Mabes TNI dan Angkatan, untuk melakukan inventarisasi secara cermat, berhati-hati, dan bertanggung jawab. Dalam rangka meningkatkan kesiapan alutsista TNI, meskipun masih sangat terbatas, telah berhasil dialokasikan tambahan anggaran untuk kepentingan pertahanan. Ke depan, hal ini secara bertahap akan terus ditingkatkan. Untuk mengurangi
  6. 6. 3 Sasaran Capaian perumahan, pendidikan dasar keluarga prajurit, jaminan kesejahteraan akhir tugas; 4. Meningkatnya jumlah dan kondisi peralatan pertahanan ke arah modernisasi alat utama sistem persenjataan dan kesiapan operasional; 5. Meningkatnya penggunaan alutsista produksi dalam negeri dan dapat ditanganinya pemeliharaan alutsista oleh industri dalam negeri; 6. Teroptimasinya anggaran pertahanan serta tercukupinya anggaran minimal secara simultan dengan selesainya reposisi bisnis TNI; 7. Terdayagunakannya potensi masyarakat dalam bela negara sebagai salah satu komponen utama pertahanan negara. ketergantungan sumber pengadaan alutsista kepada satu atau dua negara saja, telah ditempuh langkah-langkah ke arah diversifikasi pengadaan alutsista yang bekerja sama dengan beberapa negara. Pemantapan Politik Luar Negeri dan Peningkatan Kerjasama Internasional Semakin meningkatnya peranan Indonesia dalam hubungan internasional dan dalam menciptakan perdamaian dunia, serta pulihnya citra Indonesia dan kepercayaan masyarakat internasional serta mendorong terciptanya tatanan dan kerjasama ekonomi regional dan internasional yang lebih baik dalam mendukung pembangunan nasional. Dalam rangka pemantapan politik luar negeri dan peningkatan kerjasama internasional, sejumlah capaian telah pula diraih pemerintah Indonesia. Diantaranya, (1) telah diselesaikannya sejumlah masalah perbatasan dengan negara tetangga, (2) meningkatnya kepentingan nasional dalam berbagai forum internasional, (3) dibentuknya ASEAN Community secara bertahap, (4) terbukanya peluang kerjasama perdagangan dan investasi, serta (5) terkoordinasinya kerja sama di berbagai bidang dan terlaksananya diplomasi total. Dalam rangka optimalisasi diplomasi, Indonesia telah memperoleh capaian-capaian penting di tingkat kawasan, khususnya dalam forum ASEAN dan East Asia Summit. Selain berhasil diselenggarakannya 50 Tahun KAA di Jakarta, Indonesia juga telah mampu mengkanalisasi kepedulian masyarakat internasional untuk ikut berkontribusi dalam penanganan tahap tanggap darurat, rekonstruksi, rehabilitasi kawasan bencana, dan mewujudkan KTT Khusus ASEAN PascaTsunami dan Gempa Bumi di Jakarta pada 5 Januari 2005. Dalam rangka penegasan komitmen perdamaian dunia, Indonesia telah ikut berpartisipasi dalam OPP dunia melalui pengiriman pasukan untuk mengamankan negara-negara yang sedang mengalami perang. Bersama dengan OKI, Indonesia juga ikut menggalang solidaritas dan menyuarakan perdamaian dunia. Dengan terpilihnya Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2007-2008, Indonesia secara nyata juga ikut berkontribusi dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina. Terkait dengan keadaan di Lebanon, Indonesia juga ikut meningkatkan perannya melalui rancangan-rancangan resolusi PBB secara adil.
  7. 7. 4 Agenda 2:...

Recommended

View more >