33
1 BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang Perkembangan teknologi dewasa ini sangat pesat perkembangannya, hingga sangat sulit untuk mengerem kemunculannya. Kemunculan berbagai macam produk-produk teknologi, membuat orang-orang yang hidup dizaman sekarang ini merasa sangat memerlukan teknologi sebagai penunjang percepatan, apakah dibidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dll. Proses belajar mengajar (pembelajaran) jika belum mampu menyandingkan teknologi sebagai sarana pendamping mengajar maka dapat kita artikan proses belajar mengajar ini sebagai pembelajaran klasik. Sedangkan yang telah mampu memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar adalah pembelajaran modern. Sebagai ummat islam, Al-Quran merupakan pedoman awal atau pegangan hidup yang paling utama, atas dasar ini maka ummat islam harus mampu memahami pesan-pesan yang terkandung didalam Al-Quran. Baik itu pesan-pesan yang sifatnya tersurat maupun pesan-pesan yang sifatnya tersirat. Salah satu yang dapat kita kaji adalah kajian membahas teknologi. Hal ini juga dikemukakan Lilis Fauziah RA, M.Ag bahwa selain Al-Quran menjadi bacaan ummat islam, ia juga merupakan petunjuk bagi seluruh ummat manusia, termasuk petunjuk dan pedoman dalam pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi 1 . B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar bnelakang di atas, maka dapat kita tarik rumusan masalah sebagai berikut: 1. Pengertian konsep dan teknologi. 2. Konsep dasar pemanfaatan teknologi dalam Al-Quran yang menggunakan term sakhkhara. 1 Fauziah lilies RA. 2007. Kebenaran Al-Quran dan Hadis. Malang: Tiga Serangkai

Isi makalah kelompok 3 konsep dasar pemanfaatan teknologi pada bidang pendidikan dalam wawasan al Quran

Embed Size (px)

Citation preview

1

BAB I Pendahuluan

A. Latar Belakang

Perkembangan teknologi dewasa ini sangat pesat perkembangannya,

hingga sangat sulit untuk mengerem kemunculannya. Kemunculan berbagai

macam produk-produk teknologi, membuat orang-orang yang hidup dizaman

sekarang ini merasa sangat memerlukan teknologi sebagai penunjang

percepatan, apakah dibidang ekonomi, pendidikan, kesehatan dll.

Proses belajar mengajar (pembelajaran) jika belum mampu

menyandingkan teknologi sebagai sarana pendamping mengajar maka dapat

kita artikan proses belajar mengajar ini sebagai pembelajaran klasik.

Sedangkan yang telah mampu memanfaatkan teknologi dalam proses belajar

mengajar adalah pembelajaran modern.

Sebagai ummat islam, Al-Quran merupakan pedoman awal atau

pegangan hidup yang paling utama, atas dasar ini maka ummat islam harus

mampu memahami pesan-pesan yang terkandung didalam Al-Quran. Baik itu

pesan-pesan yang sifatnya tersurat maupun pesan-pesan yang sifatnya tersirat.

Salah satu yang dapat kita kaji adalah kajian membahas teknologi. Hal ini

juga dikemukakan Lilis Fauziah RA, M.Ag bahwa selain Al-Quran menjadi

bacaan ummat islam, ia juga merupakan petunjuk bagi seluruh ummat

manusia, termasuk petunjuk dan pedoman dalam pembangunan ilmu

pengetahuan dan teknologi1.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar bnelakang di atas, maka dapat kita tarik rumusan

masalah sebagai berikut:

1. Pengertian konsep dan teknologi.

2. Konsep dasar pemanfaatan teknologi dalam Al-Quran yang

menggunakan term sakhkhara.

1Fauziah lilies RA. 2007. Kebenaran Al-Quran dan Hadis. Malang: Tiga Serangkai

2

3. Konsep dasar pemanfaatan teknologi dalam Al-Quran yang

menggunakan term qaddamat.

4. Konsep dasar pemanfaatan teknologi dalam Al-Quran yang

menggunakan term istamaa.

C. Fokus Kajian

Terjemah : Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan

(menjadi tinta), di-tambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya,

niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah.**

Sesungguhnya Allah Maha Perkasa, Maha Bijaksana.

**Ilmu-Nya dan hikmah-Nya, artinya semua itu tidak cukup untuk menuliskan

kalimat Allah.

Atas dasar ayat ini, maka kami hanya akan membahas beberapa bagia

saja dari Al-Quran yang menggunakan term sakhkharah, qaddamat dan

istamaa’. Diantaranya:

1. Konsep dasar pemanfaatan teknologi dalam Q.S Ibrahim (14): 33, Q.S

al-Anbiya’ (21): 79, Q.S Shad (38): 36 dan Q.S al-Jatsiyah (45): 12 yang

menggunakan term sakhkhara.

2. Konsep dasar pemanfaatan teknologi dalam Q.S al-Anfal (8): 5, Q.S

ar-Rum (30): 36 dan Q.S al-Hasyr (59): 18 yang menggunakan qaddamat.

3. Konsep dasar pemanfaatan teknologi dalam Q.S al-A’raaf (7): 204 yang

menggunakan term istamaa.

D. Tujuan

Adapun tujuan yang ingin disampaikan dalam makalah ini adalah, agar

kiranya sebagai ummat islam dapaat mampu memahaami pesan-pesan tersirat

dalam Al-quran terkait tentang teknologi. Menghayati, memahami makna

yang terkandung didalamnya serta berkonsentrasi dan khusyu. Imam ali k.w

pernah berkata “kebaikan membaca (mempelajari) Al-Quran tidak akan

diperoleh tanpa merenungkan makna-maknanya”2.

2

Sayyid Abdullah Allamah bin Alwi Al-haddad. 2011. Agar Iman Senantiasa

Meningkat.Jakarta: Hikmah

3

E. Manfaat

Setelah kita mempelajari isi makalah ini, Insya Allah manfaat yang akan

dicapai berupa kepuasan jiwa, bertambah kuatnya iman, makin tawadhu,

diteguhkan hati kita untuk meyakini kebenaran Al-Quran, menjaga

kelestariannya, menjaga diri dengan petunjuknya, dan mengamalkan isi

kandungannya3

3Sayyid Abdullah Allamah bin Alwi Al-haddad. 2011. Agar Iman Senantiasa

Meningkat.Jakarta: Hikmah

4

BAB II Pembahasan

A. Pengertian

1. Konsep

Elektronik kamus besar bahasa Indonesia mengartikan kata konsep

adalah ide atau pengertian yang diabstarkkan dari peristiwa konkret,

gambaran mental dari objek, proses, atau apapun yang ada diluar bahasa yang

digunakan oleh akan budi untuk memahami hal-hal lain4. Dengan kata lain

konsep adalah apa yang disimpulkan baik dalam bentuk teks (tulisan) atau

lisan (diucapkan)

2. Teknologi

Elektronik kamus besar bahasa Indonesia mengartikan kata teknologi

sebagai 1 metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan

terapan. 2 keseluruhan sarana untuk menyediakaan barang yang diperlukan

bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia5.

Dari pengertian diatas, dapat kami simpulkan bahwa, teknologi adalah

sesuatu apapun yang dapat mempermudah aktifitas makhluk.

B. Konsep dasar pemanfaatan teknologi dalam Q.S Ibrahim (14): 33, Q.S

al-Anbiya’ (21): 79, Q.S Shad (38): 36 dan Q.S al-Jatsiyah (45): 12 yang

menggunakan term sakhkhara

1. Ayat terjemah

a. Quran surat Ibrahim ayat 33 (tidak ditemukan Asbanun-Nuzulnya)

Terjemah: Dan Dia telah Menundukkan matahari dan bulan bagimu

yang terus-menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan

malam dan siang bagimu.

4Elektronik KBBI

5Elektronik KBBI

5

b. Q.S Shaad ayat 36 (tidak ditemukan Asbanun-Nuzulnya)

Terjemah : Kemudian Kami Tundukkan kepadanya angin yang

berhembus dengan baik menurut perintahnya ke mana saja yang

dikehendakinya,

c. QS. Al-Jatsyiah ayat 12 (tidak ditemukan Asbanun-Nuzulnya)

Terjemah : Allah-lah yang Menundukkan laut untukmu agar kapal-kapal

dapat berlayar di atasnya dengan perintah-Nya, dan agar kamu dapat

mencari sebagian karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur.

2. Tafsir ayat

Quran surat Ibrahim ayat 33

Tafsir: Dan Dia telah Menundukkan bagi kalian matahari dan bulan

terus-menerus beredar (pada orbitnya), dan juga telah Menundukkan bagi

kalian malam dan siang.

Wa sakh-khara lakumusy syamsa wal qamara dā-ibaini (dan Dia telah

Menundukkan bagi kalian matahari dan bulan terus-menerus beredar

[pada orbitnya]) sampai hari kiamat.

Wa sakh-khara lakumul laila wan nahār (dan juga telah Menundukkan

bagi kalian malam dan siang), yakni datang dan pergi silih berganti6.

Q.S Shaad ayat 36

Tafsir : Kemudian Kami Menundukkan untuknya angin yang berhembus

sepoi-sepoi menurut Perintah-Nya ke mana saja yang dikehendakinya.

Fa sakhkharnā lahur rīhā (kemudian Kami Menundukkan untuknya

angin) sesudah itu.

Tajrī bi amrihī (yang berhembus menurut Perintah-Nya), yakni menurut

Perintah Allah Ta„ala. Ada yang berpendapat, menurut perintah Sulaiman

a.s..

Rukhā-an (sepoi-sepoi), yakni lembut.

Haitsu ashāb (ke mana saja yang dikehendakinya), yakni yang dia

inginkan7.

6Elektronik Quran “Al-Kalam”

7Elektronik Quran “Al-Kalam”

6

QS. Al-Jatsyiah ayat 12

Tafsir: Allah-lah yang telah Menundukkan lautan untuk kalian supaya

bahtera dapat melaju padanya dengan Perintah-Nya, dan supaya kalian

dapat mencari sebagian Karunia-Nya, dan supaya kalian bersyukur.

Allāhul ladzī sakhkhara (Allah-lah yang telah Menundukkan), yakni

yang telah menaklukkan.

Lakumul bahra li tajriyal fulku (lautan untuk kalian supaya bahtera dapat

melaju), yakni supaya kapal-kapal dapat melaju.

Fīhi bi amrihī (padanya dengan Perintah-Nya), yakni dengan Izin-Nya.

Wa li tabtaghū miη fadllihī (dan supaya kalian dapat mencari sebagian

Karunia-Nya), yakni sebagian Rezeki-Nya.

Wa la‘allakum tasykurūn (dan supaya kalian bersyukur), yakni supaya

kalian bersyukur akan Nikmat-Nya.

3. Analisa teori-teori studi tafsir

Kandungan yang terdapat dalam beberapa ayat yang telah dibahas

diatas, kesemuanya membahas tentang ditundukkannya alam raya untuk

manusia. Dalam kitab al-maraghi menjelaskan surah Ibrahim ayat 33

bahwa disediakannya benda-benda dilangit dan dibumi, yaitu matahari,

bulan, laut dan gunung-gunung supaya kamu mengambil manfaat darinya

untuk hal-hal yang berguna untuk urusan-urusan penghidupanmu8.

Dijelaskan pula dalam tafsirnya, bahwa sesungguhnya Pencipta Yang

Maha Esa itu, yang dalil-dalilnya telah ditegakkan padamu atas

keberadaan-Nya, adalah yang telah memudahkan bagimu, sehingga kamu

dapat menggunakan laut itu mudah dilayari oleh kapal-kapal dengan izil

dan kekuasaan-Nya. Yaitu kapal-kapal yang mengangkut makanan dan

daganganmu, agar segala urusan penghidupanmudapat terlaksana, dan

supaya kamu dapat mencari rezki dari Tuhanmu dari laut itu9.

Kata Sakhkhara digunakan dalam arti menundukkan sesuatu agar

mudah digunakan oleh pihak lain. Sesuatu yang ditundukkan Allah tidak

lagi memiliki pilihan , dan dengan demikian manusia yang mempelajari

dan mengetahui sifat-sifat sesuatu itu akan tenang menghadapinya karena

yang ditundukkan tidak akan membangkang10

.

8Mustafa Al-Maraghi Ahmad. 1993. Tafsir Al-MAraghi.Semarang: Toha Putra

9Mustafa Al-Maraghi Ahmad. 1993. Tafsir Al-MAraghi.Semarang: Toha Putra

10Shihab Quraish M. 2007. Tafsir Al-Misbah, Pesan dan Kesan Keserasian Al-Quran.

Jakarta: Lentera Hati.

7

4. Analisa kosa kata

Tema: ش عخ11

Ibrahim ayat ke 33

Kajian kata ش عخ pada surat Ibrahim ayat ke 33

Bacaan dalam tulisan

arab latin wasakhkhara

Jenis kata kata kerja aktif bentuk lampau

Arti kata ش عخ dan (ia) telah benar-benar memperjalankan

Jumlah pemakaian kata ش عخ dalam AlQuran dipakai sebanyak 11 kali

Kata ش عخ tersusun dari

kata dasar dengan suku

kata س خ ر

huruf pertama k1= dan huruf ,ش=huruf kedua k2 , ط

ketiga k3=س

Jumlah pemakaian pola

dasar ط ش سdalam

AlQuran

42 kali, yang terdiri dari dipakai kata benda

sebanyak 8 kali, dipakai kata kerja sebanyak 34

kali

Kajian kata ش عخ

ditinjau dari aspek

makna :

kata ر ini masuk dalam pola kata ke :1 وسخ

adapun untuk pola kata pertama seperti ini memiliki

makna:

.melakukan yaitu me –, me – kan, atau me – i.

bentuk ini merupakan bentuk dari kata dasar yang

dipakai dalam bahasa arab. serta yang dijadikan

rujukan dalam penyusunan urutan kata yang dipakai

pada kamus bahasa arab.

Kajian kata ش عخ

ditinjau dari aspek

tatabahasa :

1. kata kerja : kata ش عخ merupakan bentuk kata

kerja.

dalam bahasa arab kata kerja dibedakan bentuk

lampau, bentuk sedang atau akan terjadi dan

bentuk perintah. jadi kata kerja ini bentuk dan

formatnya tergantung dari waktu kejadiannya.

selain itu dalam bahasa arab kata kerja ini bentuk

dan formatnya tergantung juga pada pelakunya

2. imbuan : kata kerja ش عخ ini memiliki imbuan

wa ( ) yang berarti dan. imbuan wa ( ) ini

menyatakan tambahan kesetaraan dengan kata atau

frase sebelumnya.

11

http://quran.bblm.go.id

8

3. kata kerja bentuk lampau : kata ش عخ merupakan bentuk kata kerja yang menerangkan

pekerjaan yang telah terjadi atau telah dilakukan

pada masa lampau, dan sekarang sudah tidak

dilakukan lagi.

4. kata kerja aktif : kata ش عخ ini tergolong kata

kerja aktif, artinya subyeknya melakukan pekerjaan

5. subyek pelaku : kata kerja ش عخ ini subyeknya

adalah orang ketiga laki-laki tunggal (dia).

Padanan kata yang sama seperti kata Rabba (mengatur). kata “Rabbil ’Alamin”

dalam surah Al-fatihah ayat 2

Terjemah : Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam.

Tafsir: Al-hamdu lillāhi (segala puji bagi Allah), yakni segala syukur

Kepunyaan Allah swt. dan Dia-lah Pemberi balasan kepada makhluk

yang memuji-Nya. Pendapat lain mengatakan, al-hamdu lillāhi berarti

segala syukur Kepunyaan Allah swt. atas Nikmat-nikmat-Nya yang

sempurna, yang telah Dia Berikan kepada Hamba-hamba-Nya yang Dia

Tunjukkan pada keimanan. Dan ada pula yang berpendapat, al-hamdu

lillāhi adalah segala syukur, keesaan, dan keilahan adalah Kepunyaan

Allah yang tidak beranak, tidak bersekutu, serta tidak memiliki penolong

dan pembantu.

Rabbil ‘ālamīn (Rabb semesta alam), yakni Rabb semua yang bernyawa,

yang melata di muka bumi, dan Rabb segenap penghuni langit. Pendapat

lain mengatakan, rabbil `ālamīn adalah Tuhan segenap jin dan manusia.

Dan ada pula yang berpendapat, rabbil `ālamīn adalah Pencipta, Pemberi

rezeki, dan yang Mengubah-ubah seluruh makhluk dari suatu keadaan ke

keadaan yang lain.

Ayat ke 2 dari surah alfatihah ini menjelaskan tentang kekuasaan

Allah terhadap segala sesuatu. Seperti yang dituliskan H. Bey Arifin

dalam bukunya (Samudra Alfatihah), ia mengartikan (Rabbil „Alamin)

sebagai berikut:

Rabbil „Alamin berarti pencipta segala,

Rabbil „Alamin berarti pengatur segala,

Rabbil „Alamin berarti pemelihara segala,

Rabbil „Alamin berarti pengawas segala,

Rabbil „Alamin berarti pengembang-biak segala yang berkembang biak,

9

Rabbil „Alamin berarti pemberi hidup segala yang hidup,

Rabbil „Alamin berarti pusat kesadaran bagi segala makhluk yang

berakal,

Rabbil „Alamin berarti pemberi ilham dan wahyu bagi segala Nabi, Rasul

dan penemu-penemu pendapat baru

Rabbil „Alamin berarti Penggerak hati (muqallibul-qulub) bagi yang

segala bergerak hatinya untuk melakukan berbagai kebajikan dalam

hidup,

Rabbil „Alamin berarti Sumber segala kekuatan dan daya, serta yang

lain-lain lagi12

.

Pengertian-pengertian diatas menerangkan bahwa Allah-lah segala

pengatur, termasuk mengatur kehidupan dimuka bumi ini. Kaitannya

dengan kata Sakhkharah, bahwa telah ditundukkannya alam ini untuk

manusia karena memang Allah penguasa segala-galanya. Oleh sebab itu,

kiranya sebagai manusia mampu memanfaatkan segala ciptahan Allah

dalam segala bidang.

5. Intisari dan manfaat yang diperoleh

Dari uraian diatas, maka diperolelah beberapa intisari serta

manfaatnya, bahwa Allah telah menundukkan alam raya ini untuk

dipergunakan manusia, disegala bidang. Baik dalam bidang teknologi,

pendidikan, ekonomi, kesehatan dll.

Pengolahan isi alam raya ini menghasilkan berbagai macam bentuk

teknologi mulai dari “tusuk gigi” sampai pada “pesawat terbang” yang

telah diolah sehingga mudah dipergunakan . Sebagai makhluk yang telah

Allah tundukkan alam semesta untuknya, maka kita sebagai makhluk

ciptaan Allah kiranya mampu memanfaatkan hasil olahan isi alam

semesta ini untuk dipergunakan dalam berbagai bidang termasuk bidang

pendidikan. Selain itu, Allah juga menerangkan ayat-ayat yang terdapat

dalam jagad raya yang mewajibkan kita mensyukuri nikmat Allah dan

tetap mentaatinya13

.

Allahu a’lam

12

Arifin Bey H. 1976. Samudra Al-Fatihah. Surabaya: PT Bina Ilmu. 13

Muhammad Hasbi Teungku Ash-Shiddieeqy.2000. Tafsir Al-Quranul Majid An-Nuur.

Semarang: Pustaka Riski Putra.

10

C. Konsep dasar pemanfaatan teknologi dalamQ.S al-Anfal (8): 51, Q.S

ar-Rum (30): 36 dan Q.S al-Hasyr (59): 18 yang menggunakan term

qaddamat

1. Ayat terjemah

a. Quran surat Ar-Ruum ayat ke 36 (tidak ditemukan Asbanun-

Nuzulnya)

Terjemah: Dan apabila Kami Berikan sesuatu rahmat kepada manusia,

niscaya mereka gembira dengan (rahmat) itu. Tetapi apabila mereka

ditimpa sesuatu musibah (bahaya) karena kesalahan mereka sendiri,

seketika itu mereka berputus asa.

b. Quran surat Al-Anfal 51 (tidak ditemukan Asbanun-Nuzulnya)

Terjemah : Demikian itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.

Dan sesungguhnya Allah tidak menzalimi hamba-hamba-Nya,

c. Quran Surat Al-Hasyr ayat 18 (tidak ditemukan Asbanun-Nuzulnya)

Terjemah : Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada

Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah

diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah.

Sungguh, Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

2. Tafsir Ayat

Quran surat Ar-Ruum ayat ke 36

Tafsir : Dan apabila Kami Merasakan suatu rahmat kepada manusia,

niscaya mereka bersukacita karenanya. Namun, apabila mereka ditimpa

suatu keburukan apa yang telah diperbuat tangan-tangan mereka sendiri,

11

tiba-tiba mereka pun berputus asa.

Wa idzā adzaqnan nāsa (dan apabila Kami Merasakan kepada manusia),

yakni apabila Kami Melimpahkan kepada orang-orang kafir Mekah.

Rahmatan (suatu rahmat), yakni suatu kenikmatan.

Farihū bihā (niscaya mereka bersukacita karenanya), yakni mereka

merasa bangga dengan kenikmatan itu tanpa mensyukurinya.

Wa iη tushibhum sayyi-atun (namun, apabila mereka ditimpa suatu

keburukan), yakni kesulitan, kesempitan, kekeringan, dan penyakit.

Bimā qaddamat (disebabkan apa yang telah diperbuat), yakni disebabkan

ulah.

Aidīhim (tangan-tangan mereka sendiri) dalam kemusyrikan.

Idzā hum yaqnathūn (tiba-tiba mereka pun berputus asa) dari Rahmat

Allah Ta„ala tanpa bersabar dalam menghadapinya14

.

Quran surat Al-Anfal 51

Tafsir : Yang demikian itu disebabkan oleh apa yang telah didatangkan

oleh tangan-tangan kalian sendiri. Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak

akan Menzalimi Hamba-hamba-Nya.

Dzālika (yang demikian itu), yakni azab itu.

Bimā qaddamat (disebabkan oleh apa yang telah didatangkan), yakni

yang telah diperbuat.

Aidīkum (oleh tangan-tangan kalian sendiri) bertalian dengan masalah

kemusyrikan.

Wa annallāha laisa bi zhallāmil lil ‘abīd (dan sesungguhnya Allah

sekali-kali tidak akan Menzalimi Hamba-hamba-Nya), yakni tidak akan

menghukum mereka tanpa suatu dosa15

.

Quran Surat Al-Hasyr ayat 18

Tafsir : Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada

Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah

diperbuatnya untuk esok. Dan bertakwalah kalian kepada Allah,

sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian perbuat.

Yā ayyuhal ladzīna āmanū (wahai orang-orang yang beriman) kepada

Nabi Muhammad saw. dan al-Quran.

Ittaqullāha (bertakwalah kalian kepada Allah), yakni hendaklah kalian

takut kepada Allah Ta„ala.

Waltaηzhur nafsun (dan hendaklah setiap diri memperhatikan), yakni

setiap diri, baik yang taat maupun yang durhaka.

Mā qaddamat li ghadin (apa yang telah diperbuatnya untuk esok), yakni

apa yang telah dilakukannya untuk hari kiamat. Sebab, pada hari kiamat

ia hanya akan mendapatkan apa yang telah ia perbuat di dunia. Jika

perbuatannya baik, maka balasannya baik pula, dan jika perbuatannya

buruk, maka balasannya pun buruk pula.

Wattaqullāh (dan bertakwalah kalian kepada Allah), yakni hendaklah

kalian takut kepada Allah Ta„ala berkenaan dengan apa yang akan kalian

14

Elektronik Quran “Al-Kalam” 15

Elektronik Quran “Al-Kalam”

12

perbuat.

Innallāha khabīrum bimā ta‘malūn (sesungguhnya Allah Maha

Mengetahui apa yang kalian perbuat), yakni kebaikan dan keburukan

yang kalian perbuat16

.

3. Analisa teori-teori studi tafsir

Al-Munawwir dalam kamus Arab-Indonesia mengartikan Qaddama

dengan arti mengedepankan17

. Kata taqaddimu/ dikedepankan digunakan

dalam arti amal-amal yang dilakukan untuk meraih manfaat dimasa

datang. Ini seperti hal-hal yang dikakukan terlebih dahulu guna

menyambut tamu sebelum kedatangannya18

.

Perintah memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok,

dipahami oleh Thabathabai sebagai perintah untuk melakukan evaluasi

terhadap amal-amal yang telah dilakukan19

. Dijelaskan juga dalam tafsir

Al-Maraghi yang dikarang oleh Ahmad Mustafa Al-Maraghi “kerjakanlah

apa yang diperintahkan-Nya, dan tinggalkan apa yang dilarang-Nya dan

yang dicegah-Nya (yaa ayyuhalladdzina aamanutaqullaha). Perhatikanlah

apa yang kamu kerjakan untuk akhiratmu dan bermanfaat bagimu pada

hari perhitungan dan pembalasan. Pada hari itu, setiap yang menyusui

meninggalkan susuannya, dan engkau melihat manusia mabuk padahal

sebenarnya meraka tidak mabuk, namun karena bingung terjadinya azab

Allah (waltandhur nafsummaaqaddamat ligadin)20

.

Penjelasan dari pakar tafsir diatas menjelaskan bahwa kita sebagai

hamba agar kiranya selalu waspada, menyiapkan masa depan agar

tantangan masa depan mampu kita hadapi.

16

Elektronik Quran “Al-Kalam” 17

Elektronik Quran “Al-Kalam” 18

Shihab Quraish M. 2007. Tafsir Al-Misbah, Pesan dan Kesan Keserasian Al-Quran.

Jakarta: Lentera Hati. 19

Shihab Quraish M. 2007. Tafsir Al-Misbah, Pesan dan Kesan Keserasian Al-Quran.

Jakarta: Lentera Hati. 20

Mustafa Al-Maraghi Ahmad. 1993. Tafsir Al-MAraghi.Semarang: Toha Putra

13

4. Analisa kosa kata

Tema = ذ لذ21

Ar-Ruum ayat ke 36

Kajian kata ذ pada surat Ar-Ruum ayat ke 36 لذ

Bacaan dalam tulisan

arab latin qaddamat

Jenis kata kata kerja aktif bentuk lampau

Arti kata ذ telah benar-benar menyediakan/meneguhkan (ia) لذ

Jumlah pemakaian kata ذ dalam AlQuran dipakai sebanyak 14 kali لذ

Kata ذ tersusun dari لذ

kata dasar dengan suku

kata ق د م

huruf pertama k1= dan huruf ,د=huruf kedua k2 , ق

ketiga k3=

Jumlah pemakaian pola

dasar ق دdalam

AlQuran

48 kali, yang terdiri dari dipakai kata benda

sebanyak 12 kali, dipakai kata kerja sebanyak 36

kali

Kajian kata ذ لذ

ditinjau dari aspek

makna :

kata قذمت ini masuk dalam pola kata ke :2

adapun makna dari polakata kedua ini adalah

1. sangat,

2. menghabisi,

3. menyelesaikan secara tuntas terhadap suatu

pekerjaan

4 menjadi kata kausatif (menyebabkan melakukan),

contoh arti tahu berubah menjadi tahu. membawa

berubah menjadi membebani

5 kata kerja instranmsitif berubah menjadi transitif

contoh gembira menjadi mengembirakan

6 arti instensif, memecah menjadi memecahkan

sampai berkeping-keping

Kajian kata ذ لذ

ditinjau dari aspek

tatabahasa :

1. kata kerja : kata ذ merupakan bentuk kata لذ

kerja.

dalam bahasa arab kata kerja dibedakan bentuk

lampau, bentuk sedang atau akan terjadi dan

bentuk perintah. jadi kata kerja ini bentuk dan

21

http://quran.bblm.go.id

14

formatnya tergantung dari waktu kejadiannya.

selain itu dalam bahasa arab kata kerja ini bentuk

dan formatnya tergantung juga pada pelakunya

2. kata kerja bentuk lampau : kata ذ لذmerupakan bentuk kata kerja yang menerangkan

pekerjaan yang telah terjadi atau telah dilakukan

pada masa lampau, dan sekarang sudah tidak

dilakukan lagi.

3. kata kerja aktif : kata ذ ini tergolong kata لذ

kerja aktif, artinya subyeknya melakukan pekerjaan

4. subyek pelaku : kata kerja ذ ini subyek لذ

pelakunya adalah seorang perempuan.

Padanan kata yang sama seperti kata Hadzaru (bersiap-siap). Kata

“Hidzrakum” dalam surah An-Nisa ayat 71

Terjemah : Wahai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kalian,

dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau

majulah bersama-sama.

Tafsir: Yā ayyuhal ladzīna āmanū (wahai orang-orang yang beriman)

kepada Nabi Muhammad saw. dan al-Quran.

Khudzū hidzrakum (bersiap siagalah kalian) menghadapi musuh kalian,

dan janganlah kalian berangkat dalam keadaan tercerai-berai.

Faη firū (dan majulah [ke medan pertempuran]), yakni berangkatlah

kalian.

Tsubātin (berkelompok-kelompok), yakni berkelompok-kelompok,

pasukan demi pasukan.

Awiηfirū jamī‘ā (atau majulah bersama-sama), yakni berangkatlah kalian

semua bersama nabi kalian.

Kata Hizdrakum dalam surah An-Nisa ayat 71 memberitahukan pada

orang-orang yang beriman agar kitranya selalu siap dalam menghadapi

perang, namun jika kita tarik dalam kondisi sekarang ini dan dikaitkan

dengan teknologi dan pendidikan, potongan ayat diatas dapat kita pahami

tentang mempersiapkan segala sesuatunya dalam menmghadapi tantangan

yang akan dihadapi kedepan oleh seorang pendidik.

Sebagai pendidik, hendaknya mempersiaapkan bekal dalam peroses

pembelajaran. Utamanya, dalam menghadapi era yang semakin canggih

dengan memanfaatkan teknologi-teknologi hasil olahan dari alam raya

ini.

15

5. Intisari dan manfaat yang diperoleh

Setelah menganalisa tafsir ayat diatas hingga pada analisa kata,

intisari yang dapat kisimpulkan bahwa, sebagai makhluk Tuhan agar

kiranya selalu mempersiapkan bekal, baik untuk hari esok didunia,

maupun nanti di akhirat kelak.

Adapun manfaatnya setelah kita mengkaji beberapa potongan ayat

adalah jika kita mampu memanage hari esok, maka kemudahanlah yang

akan kita raih dan bahkan tidak akan mendapat kendala. Kaitannya

terhadap teknologi pendidikan, bahwasanya sebagai seorang pendidik

haruslah selalu mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi

anak didiknya dihari-hari kedepan. Boleh jadi yang dimaksud adalah

mempersiapkan RPP, persentasi, dll, mempersiapkan ini pastilah

memerlukan suatu alat bantu untuk menyimpan pesiapan, apakah itu

kertas atau notebook yang tidak lain adalah merupakan produk-produk

teknologi.

Allahu a’lam

D. Konsep dasar pemanfaatan teknologi dalam Q.S al-a’raf (7): 204 yang

menggunakan term istamaa

1. Ayat terjemah

a. Quran Surat Al-a‟ raf ayat 204 (Asbabun-Nuzulnya: Abu

huraira ra. menjelaskan bahwa pada suatu-waktu, orang-orang

yang melakukan shalat di belakang Rasulullah saw. Terbiasa

membaca ayat-ayat Al-Qur‟an dengan suara keras dan nyaring.

Maka ayat ini diturunkan sebagai perintah agar selalu mendengarkan

dan memerhatikan bacaan imam saat sedang shalat berjamaah. Bagi

ma‟mum, diperintahkan membaca ayat-ayat Al-Qur‟an dengan suara

volume yang pelan dan tidak nyaring. (HR.Ibnu Abi Hatim. Lihat

Ibnu Katsir: 2/371-372) 22

.

22

Hatta Ahmad DR. MA.2010. Tafsir Quran Per-Kata Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul

& Terjemah. Jakarta: Maghfirah Pustaka.

16

Terjemah : Dan apabila dibacakan al-Quran, maka dengarkanlah dan

diamlah, agar kamu mendapat rahmat.**

**Jika dibacakan al-Quran kita diwajibkan mendengar dan

memperhatikan sambil berdiam diri, baik di dalam shalat maupun di luar

shalat, kecuali dalam shalat berjamaah, makmum boleh membaca surat

al-Fatihah sendiri atau mendengarkan saja ketika imam membaca

ayat-ayat al-Quran.

2. Tafsir ayat

Quran Surat Al-a‟ raf ayat 204

Tafsir : Dan apabila dibacakan al-Quran, maka dengarkanlah dengan baik

dan perhatikanlah dengan tenang supaya kalian mendapat rahmat.

Wa idzā quri-al qur-ānu (dan apabila dibacakan al-Quran) pada shalat

wajib.

Fastami‘ū lahū (maka dengarkanlah dengan baik), yakni dengarkanlah

bacaannya.

Wa aηshitū (dan perhatikanlah dengan tenang) bacaannya.

La‘allakum turhamūn (supaya kalian mendapat rahmat), yakni supaya

kalian mendapat rahmat dan tidak ditimpa azab23

.

3. Analisa teori-teori studi tafsir

M. Quraish Syihab dalam tafsir Al-misbah menafsirkan surah

Al-A‟raf ayat 204

“ ayat ini termasuk bagian yang diperintahkan kepada Nabi saw.

Untuk beliau sampaikan karena itu ia dimulai dangan kata dan,

yakni dan sampaikan juga apabila dibacakan Al-Quran maka

dengarkanlah ia dengan tekun… dapat juga dikatakan bahwa ayat

yang lalu berbicara tentang fungsi dan keistimewaan Al-Quran

serta rahmat yang dikandungnya. Karena itu sangat wajar jika

ayat ini memerintahkan agar percaya dan mengagungkan wahyu

ilahi dank arena itu apabila dibacakan Al-Quran oleh siapapun,

maka bersopan santunlah terhadapnya karena ia merupakan

firman-firman Allah serta petunjuk untuk kamu semua dan karena

itu pula dengarkanlah ia dengan tekun lagi bersungguh-sungguh,

dan perhatikanlah dengan tenang tuntunan-tuntunannya agar

kamu mendapat rahmat24

.

Demikian yang telah tafsirkan oleh M. Quraish Shihab tentang

surah Ar-A‟raf, jika kembali kita telaah, maka kesimpulan bahwasanya

23

Elektronik Quran “Al-Kalam” 24

Shihab Quraish M. 2007. Tafsir Al-Misbah, Pesan dan Kesan Keserasian Al-Quran.

Jakarta: Lentera Hati.

17

jika kita sebagai makhluk mendengarkan Alquran, maka dengarkanlah,

tidak dijelaskan bahwa jika yang membacanya hanya sosok manusia,

namun jika kita mendengarkannya dari alat apapun (teknologi).

Apakah berupa rekaman kaset yang diputar di mesjid, yang

didengarkan lewat radio, atau yang didengarkan lewat ponsel..

4. Analisa kosa kata

Tema = ؼا اعز25

Al-A'raaf ayat ke 204

Kajian kata ؼا pada surat Al-A'raaf ayat ke 204 فبعز

Bacaan dalam tulisan arab

latin fa(i)stami'û

Jenis kata kata perintah atau kata seru

Arti kata ؼا maka dengarkanlah فبعز

Jumlah pemakaian kata ؼا dalam AlQuran dipakai sebanyak 2 فبعز

kali

Kata ؼا tersusun dari فبعز

kata dasar dengan suku kata س م ع

huruf pertama k1= huruf kedua k2=, dan huruf , ط

ketiga k3=ع

Jumlah pemakaian pola

dasar ط عdalam AlQuran

184 kali, yang terdiri dari dipakai kata benda

sebanyak 77 kali, dipakai kata kerja sebanyak

107 kali

Kajian kata ؼا فبعز

ditinjau dari aspek makna :

kata فاس تمعوا ini masuk dalam pola kata ke :8

adapun makna dari pola kata kedelapan adalah :

1. sungguh-sungguh,

2. menjadi

Kajian kata ؼا فبعز

ditinjau dari aspek

tatabahasa :

1. kata seru atau kata perintah : kata ؼا فبعز

ini tergolong kata seru atau kata perintah.

adapun yang dimaksud kata seru adalah kata

anjuran, sedangkan yang dimaksud dengan kata

perintah yaitu kata yang digunakan untuk

25

http://quran.bblm.go.id

18

meminta melakukan sesuatu atau menyuruh

untuk melakukan sesuatu (kata perintah).

2. imbuan : kata ؼا ) ini memiliki imbuan fa فبعز

ini memberikan makna maka (ف ) imbuan fa ,(ف

atau lalu.

3. kata seru / perintah : kata ؼا ini فبعز

merupakan bentuk dari kata seru atau kata

perintah. kata ini selain digunakan sebagai kata

seru, kata ini juga sering digunakan sebagai kata

anjuran.

4. pelaku yang diperintah : kata ؼا ini فبعز

masuk dalam kelompok kata perintah yang

digunakan untuk menerangkan perintah atau

kata seru yang ditujukan kepada orang kedua

jamak (kalian)

Padanan kata yang sama seperti Undzhuru (perhatikanlah) seperti

yang terdapat pada surah Al-An‟am ayat 11.

Terjemah : Katakanlah, “Berjalanlah kalian di muka bumi, kemudian

perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.”

Tafsir: Qul (katakanlah), hai Muhammad kepada penduduk Mekah.

Sīrū (“Berjalanlah kalian), yakni bepergianlah kalian.

Fil ardli tsummaηzhurū (di muka bumi, kemudian perhatikanlah), yakni

renungkanlah.

Kaifa kāna ‘āqibatul mukadz-dzibīn (bagaimana kesudahan orang-orang

yang mendustakan itu”), yakni bagaimana jadinya akhir perkara

orang-orang yang mendustakan Allah Ta„ala dan Rasul-Nya.

Kata Undzhuru yang diartikan “memperhatikan” (melihat/

memandang) dalam ayat diatas, ibnu Abbas memaparkan tentang

asbanunnuzul ayat ini turun yang dimulai dari ayat 4 sampai ayat 11

menjelaskan tentang bahwa, ayat ini turun sehubungan dengan kebiasaan

orang-orang musyrik yang terbiasa mengingkari ajaran Rasulullah saw.

Juga sebagai penegas tentang masalah yang menyebabkan mereka

19

melakukan kekafiran dan ancaman terhadap mereka (HR. Ibnu Abi

Hatim)26

.

Undzhuru kaitannya dengan kata Istami’u sama-sama memberikan

penegasan. Yang satu menegaskan tentang dengarkan apa yang

dibacakan, yang satunya lagi menegaskan tentang perhatikan apa yang

diperbuat. Kata Undzhuru disini, jika diaartikan dengan kata

“perhatikan”, maka kaitannya dengan pendidikan kita adalah lihatlah apa

yang telah dahulu yang terjadi sehingga dapat menjadi pembelajartan

atau bahan koreksi untuk hari-hari kedepan.

Allahu a’lam

5. Intisari dan manfaat yang diperoleh

Setelah mencoba menganalisis tafsir yang dikemukakan oleh M.

Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah, intisari yang dapat diperoleh

adalah berupa pengetahuan bahwasanya jika kita mendengarkan

Al-Quran dari alat elektronik apapun, maka kita sebagai orang mu‟min

haruslah mendengarkannya dengan sungguh-sungguh dan tekun.

Selanjutnya pada padanan kata yang mempunyai kekuatan yang

sama yakni Undzhuru bahwa agar kiranya memperhatikan sejarah atau

apa yang dapat dipetik dari kejadian sebelumnya. Dalam peroses

pembelajaran, agar maksimal pembelajaran kedepan, dapat

memperhatikan atau mengambil pelajaran dari kekeliruan-kekeliruan

atau hal-hal yang sifatnya kurang baik sebelumnya untuk diperbaiki.

26

Hatta Ahmad DR. MA.2010. Tafsir Quran Per-Kata Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul

& Terjemah. Jakarta: Maghfirah Pustaka.

20

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari penjelasan singkat makalah ini, bahwa Allah telah menjelaskan

dalam Al-Quran tentang ditundukkannya alam semesta dan tidak akan berani

untuk membangkang pada Allah, agar dapat dimanfaatkan manusia dan

digunakan dijalan yang benar sehingga manfaatnya sampai juga di akhirat.

Dalam dunia pendidikan, agar kiranya mampu menggunakan alam semesta

(yang telah diolah “teknologi”) sebagai sarana prasarana penunjang

percepatan proses belajar. Juga Al-Quran memberitahukan pada manusia agar

selalu siap menghadapi tantangan kedepan, mampu berinovasi, kratif

sehingga pada akhirnya tidak takut menghadapi zaman yang akan datang.

Maka ditarik beberapa kesimpulan tentang teknologi dalam Al-quran sebagai

berikut:

1. Konsep pemanfaatan teknologi dalam Al-quran yang menggunakan

term Sakhkharah, memberitahukan manusia agar menggunakan

fasilitas-fasilitas yang telah Allah tundukkan sehingga dapat kita

gunakan sebagai sarana dan prasarana penunjang percepatan

pembelajaran

2. Konsep pemanfaatan teknologi dalam Al-quran yang menggunakan

term Qaddamat, memberitahukan manusia agar mempersiapkan

bekal, apakah bekal dalam bidang pendidikan atau yang lainnya.

Sehingga dalam menghadapi tantangan kedepan, manusia siap

menghadapi tantangan, karena telah membekali dirinya dengan

persiapan-persiapan yang matang.

3. Konsep pemanfaatan teknologi dalam Al-quran yang menggunakan

term Istamaa, memberitahukan manusia agar tidak terkungkung

dalam melakukan peroses pentransferan pengetahuan, sehingga dapat

menggunakan media-media sebagai partner dalam peroses

pembelajaran.

21

4. Manusia harus selalu mensyukuri nikmat Allah dan tetap

mentaati-Nya atas apa yang telah dianugrahkan-Nya.

B. Saran

1. Sebagai pendidik, agar kiranya selalu menemukan cara atau jalan

keluar dari permasalahan yang ditemukan dengan memanfaatkan

fasilitas yang telah Allah sediakan

2. Selalu mensyukuri nikmat yang diberikan Allah

22

Daftar pustaka

Al-Quran dan Terjemahannya

Arifin Bey H. 1976. Samudra Al-Fatihah. Surabaya: PT Bina Ilmu.

Bisri Adib KH., Munawir A. Fatah KH. 1999. Kamus Indonesia-Arab

Arab-Indonesia Al-Bisri. Surabaya: Pustaka Progresif.

Elektronik KBBI

Elektronik Quran “Al-Kalam”

Fauziah lilies RA. 2007. Kebenaran Al-Quran dan Hadis. Malang: Tiga Serangkai

Hatta Ahmad DR. MA.2010. Tafsir Quran Per-Kata Dilengkapi dengan Asbabun

Nuzul & Terjemah. Jakarta: Maghfirah Pustaka.

http://quran.bblm.go.id

Muhammad Hasbi Teungku Ash-Shiddieeqy.2000. Tafsir Al-Quranul Majid

An-Nuur. Semarang: Pustaka Riski Putra

Mustafa Al-Maraghi Ahmad. 1993. Tafsir Al-MAraghi.Semarang: Toha Putra

Sayyid Abdullah Allamah bin Alwi Al-haddad. 2011. Agar Iman Senantiasa

Meningkat.Jakarta: Hikmah

Shihab Quraish M. 2007. Tafsir Al-Misbah, Pesan dan Kesan Keserasian

Al-Quran. Jakarta: Lentera Hati.

23

Biodata penulis

Nama:

Drs. Andi Syamsul

Abul Khaer, S.Pd

Ahmad Safaat, S.Ag

24

LAMPIRAN

25

Kata semacam dalam Al-Quran berikut ayat-ayatnya (kata dasar س خ ر )

ارا ا Ash-Shaafaat 14 ٠غزغخش آ٠خ سأ ٠غزغخش

ب ٠بأ٠ ا از٠ ٠غخش ل آ ل Al-Hujuraat 11 ل ٠غخش

٠غخش ا از٠ آ از٠ Al-Baqarah 212 ارما ٠غخش

ػدجذ ث ٠غخش Ash-Shaafaat 12

شب عخ غ د دجبي دا ا اط١ش ٠غجس وب ١ Al-Anbiyaa' 79 فبػ شب عخ

ث ؼشػ ػ اعز ش ا عخ ظ Arraad 2 اش ش عخ

فؤخشج ث شاد ش ى سصل ب اث عخ ه ى ف Ibrahim 32 ا

جسش ف زدش ش ا ش ثؤ عخ بس ى Ibrahim 32 األ

ش عخ بس ا١ ى ا Ibrahim 33

ش عخ ظ ى ش اش م ا Ibrahim 33 دآئج١

ش عخ ى بس ا١ ا ظ اش ش م ا د ا شاد غخ

ش An-Nahl 12 ثؤ

ئ ز عؤ اد خك ب األسض اغ ش عخ ظ اش

ش م ا Al-Ankabuut 61

ح ٠ بس ف ا ش ا١ عخ ظ ش اش م ا Luqman 29

ش عخ ظ ش اش م ا ٠دش و ألخ غ Faathir 13

ش عخ ظ ش اش م ا ٠دش و ألخ غ Az-Zumar 5

ش عخ ب ى اد ف ب ب اغ ١ؼ ب األسض ف خ Al-Jaatsiyah 13

غخش فبب ى ب و Huud 38 رغخش رغخش

عخشا ب رغخشا ا لبي Huud 38 رغخشا

سفؼب ق ثؼع ١زخز دسخبد ثؼط ف ب ثؼع ثؼع

Az-Zukhruf 32 عخش٠ب عخش٠ب

زز عخش٠ب فبرخزر و روش أغ

Al-Mu'minuun

عخش٠ب 110

عخش٠ب أرخزب صاغذ أ Shaad 63 األثصبس ػ

ه وز شب بعخ ى ؼى Al-Hajj 36 رشىش ب شب عخ

شب اب دجبي عخ ؼ ا ٠غجس ؼش ششاق ثب ال Shaad 18 شب عخ

ى ٠ب ازم ى ه ب وز ش عخ Al-Hajj 37 ى ب ش عخ

ب ش عخ ١خ ١بي عجغ ػ١ ب ث ب أ٠ب Al-Haaqqah 7 زغ

ش از جسش عخ زؤوا ا ب An-Nahl 14 غش٠ب س ش عخ

رش أ أ ش الل ب ى عخ Al-Hajj 65 األسض ف

ا أ رش أ ش الل Luqman 20 ى عخ

ارا ٠ز اعز رما ػ١ ش از عجسب Az-Zukhruf 13 ب عخ

ش از الل عخ جسش ى ا ه زدش ف ا ش ف١ Al-Jaatsiyah 12 ثؤ

فسبق عخشا ثبز٠ ب ا وب ضإ ث Al-An'aam 10 ٠غز عخشا

عخشا ب رغخشا ا لبي Huud 38

فسبق عخشا ثبز٠ ب وبا ضإ ث Al-Anbiyaa' 41 ٠غز

26

ف١غخش الل عخش At-Taubah 79

غخش فبب ى ب رغخش و Huud 38 غخش

ش عخ ى بس ا١ ا ظ اش ش م ا د ا شاد غخ

ش An-Nahl 12 ثؤ غخ شاد

ظ اش ش م ا اد شاد غخ ش Al-A'raaf 54 ثؤ شاد غخ

ا أ شاد اط١ش ا ٠ش غخ ف بء خ An-Nahl 79 اغ

ف١غخش الل عخش At-Taubah 79 ف١غخش

شب ٠ر فغخ ش ردش اش شب Shaad 36 أصبة ز١ث سخبء ثؤ فغخ

ا وذ Az-Zumar 56 اغبخش٠ اغبخش٠

رصش٠ف ٠بذ اغسبة اش ش غخ ا بء ث١ األسض اغ Al-Baqarah 164 ش غخ ا

27

Kata semacam dalam Al-Quran berikut ayat-ayatnya (kata dasar ق د م )

شبء ى أ ٠زمذ ش أ Al-Muddaththir 37 ٠زؤخ ٠زمذ

خبء فبرا ل عبػخ ٠غزؤخش ل أخ Al-A'raaf 34 ٠غزمذ ٠غزمذ

خبء ارا ل عبػخ ٠غزؤخش فل أخ Yunus 49 ٠غزمذ

خبء فبرا ل عبػخ ٠غزؤخش ل أخ An-Nahl 61 ٠غزمذ

٠مذ ل خ ٠ م١ب Huud 98 ا ٠مذ

ب لذ ب ا ا ػ ب Al-Furqon 23 ػ لذ

أ ا شئز لذ Al-Baqarah 223 ألفغى ا لذ

٠ؼشف دش ا ب اص ف١ئخز ثغ١ ثب األلذا Ar-Rahman 41 األلذا

ب ا Al-Baqarah 110 خ١ش ألفغىرمذ ا رمذ

ب ٠بأ٠ ا از٠ ا ل آ رمذ ٠ذ ث١ الل سع Al-Hujuraat 1

أأشفم ا أ ز رمذ ث١ ٠ذ او Al-Mujaadilah 13 صذلبد د

ب ا ألفغىرمذ ػذ ردذ خ١ش Al-Muzzammil 20 الل

رغزؤخش ل ٠ ل عبػخ ػ Saba' 30 رغزمذ رغزمذ

ه ١غفش ب الل رمذ ب رجه ش Al-Fath 2 رؤخ رمذ

ار زذا ٠ ث افه زا فغ١م Al-Ahqaaf 11 لذ٠ لذ٠

ىزت ب ا لذ آثبس و ء ا YaaSiin 12 ش لذ

أز ز مشاس فجئظ بلذ Shaad 60 ا ز لذ

ب ٠ؤو ز لذ ١ل ال ب ل ر Yusuf 48 سص ز لذ

لذ ذ ػ١ذ ا١ىلذ Qaaf 28 ثب ذ لذ

ذ ٠ب١ز ٠مي Al-Fajr 24 س١برلذ

ب ذ ث لذ Al-Baqarah 95 أ٠ذ٠ ذ لذ

ه ب ر ذ ث لذ Ali-Imran 182 أ٠ذ٠ى

ارا فى١ف ص١جخ أصبثز ب ذ ث لذ An-Nisa 62 أ٠ذ٠

ب جئظ ذ لذ Al-Maidah 80 أفغ

ه ب ر ذ ث لذ Al-Anfaal 51 أ٠ذ٠ى

ب فؤػشض ػ غ ب ذ Al-Kahfi 57 ٠ذا لذ

ه ب ر ذ ث Al-Hajj 10 ٠ذان لذ

ل أ ص١جخ رص١ج ب ذ ث لذ Al-Qashash 47 أ٠ذ٠

ا ب ع١ئخ رصج ذ ث لذ ارا أ٠ذ٠ Ar-Ruum 36 ٠مط

ا ب ع١ئخ رصج ذ ث لذ أ٠ذ٠ فب غب Asy-Syuura 48 وفس ال

زظش ب فظ ذ Al-Hasyr 18 غذ لذ

ل ب أثذ ا ٠ز ذ ث لذ Al-Jumu'ah 7 أ٠ذ٠

ش ٠ظش ب ء ا ذ An-Naba 40 ٠ذا لذ

ذ ب فظ ػ ذ شد لذ أخ Al-Infitaar 5

ب لبا سث Shaad 61 بلذ لذ

٠جؤ غب ئز ال ب ٠ ث ش لذ أخ Al-Qiyaamah 13

28

ل رزخزا بى دخل أ٠ ى ب ثؼذ لذ فزضي ث١ An-Nahl 94 ثجر لذ

أ ػذ صذق لذ Yunus 2 سث لذ

ب ٠بأ٠ ا از٠ عي بخ١ز ارا آ ا اش فمذ ث١ Al-Mujaadilah 12 ٠ذ ا فمذ

د ظ ا ال ب ب رسذ دؼ ١ىبألذا ١ ب Fush-Shilat 29 األعف ألذا

ثجذ ب اصشبألذا ػ م ا ىبفش٠ Al-Baqarah 250 ا ب ألذا

ثجذ ب ػ اصشبألذا م ىبفش٠ ا Ali-Imran 147 ا

ب ٠بأ٠ ا از٠ رصشا ا آ الل ٠ثجذ ٠صشو ى Muhammad 7 ألذا ى ألذا

ه ف اه بلل ر لبا ظل مذ٠ Yusuf 95 ا مذ٠ ا

ش م ا بصي لذسب ػبد زز ؼشخ وب مذ٠ YaaSiin 39 ا

مذ ب غزمذ ػ ا ى مذ ب غزؤخش ػ غزمذ Al-Hijr 24 ا ا

٠ثجذ ث Al-Anfaal 11 األلذا األلذا

أز آثبإو Asy-Syu'araa' 76 األلذ األلذ

29

Kata semacam dalam Al-Quran berikut ayat-ayatnya (kata dasar س م ع )

ا غ الل ٠غ غ Faathir 22 ٠شبء ٠غ

ؼ غ أفؤذ ا١ه ٠غز رغ Yunus 42 اص ؼ ٠غز

أ س ب ػ ث ؼ ٠غز Al-Isra 47 ث

ار ؼ ار ا١ه ٠غز Al-Isra 47 د

از٠ ؼ ي ٠غز م ف ا Az-Zumar 18 أزغ ١زجؼ

ار ا ا١ه صشفب فش د ا ؼ ٠غز مشآ Al-Ahqaaf 29 ا

أ ع ؼ ٠غز ١ؤد ف١ ف ؼ غز طب ثغ ج١ Ath-Thuur 38

غ Al-An'aam 25 ا١ه ٠غز غ ٠غز

غ خشخا ارا زز ا١ه ٠غز Muhammad 16 ػذن

غ ف ٠غز بث ب ٠دذ ا٢ صذ ا ش غ Al-Jinn 9 س ٠غز

ل ؼ ل ا٠غ األػ ا ٠مزف Ash-Shaafaat 8 خبت و ؼ ٠غ

لبي ؼى ار ٠غ Asy-Syu'araa' 72 رذػ ؼى ٠غ

لذ فش٠ك وب ؼ ٠غ Al-Baqarah 75 الل ول ؼ ٠غ

ب ٠غزد١ت ا از٠ ؼ Al-An'aam 36 ٠غ

طجغ ػ لث ل ف ؼ Al-A'raaf 100 ٠غ

ل آرا ؼ ب٠غ Al-A'raaf 179 ث

أ آرا ؼ ب٠غ Al-A'raaf 195 ث

ل رىا ؼب لبا وبز٠ ع ل ؼ Al-Anfaal 21 ٠غ

بس ا ا جصش ه ف ا ٠٢بد ر م ؼ Yunus 67 ٠غ

ه ف ا ٠٢خ ر م ؼ An-Nahl 65 ٠غ

ل ؼ ب٠غ ا ف١ ب ال غ Maryam 62 عل

ب صف١ش ف١ ب ل ف١ ؼ Al-Anbiyaa' 100 ٠غ

ل ؼ ب٠غ زغ١غ ب ف ذ اشز أفغ ذ Al-Anbiyaa' 102 خب

ب ٠ؼم ث أ آرا ؼ ب٠غ ب ث ل فب Al-Hajj 46 األثصبس رؼ

رسغت أ أ أوثش ؼ ٠غ أ Al-Furqon 44 ٠ؼم

ه ف ا ٠٢بد ر م ؼ Ar-Ruum 23 ٠غ

ه ف ا أفل ٠٢بد ر ؼ As-Sajdah 26 ٠غ

ا ا ثش١ش ز٠ش فؤػشض أوثش ل ف ؼ Fush-Shilat 4 ٠غ

٠ ؼ ١سخ ٠غ سك اص ه ثب ر خشج ٠ Qaaf 42 ا

ل ؼ ب٠غ ا ف١ ل غ ب Al-Waqii'a 25 رؤث١

ل ؼ ب٠غ ا ف١ ل غ An-Naba 35 وزاث ب

ا ذ ا رذػ ؼا ل ا Al-A'raaf 198 ٠غ ؼا ٠غ

ا ؼا ل رذػ ٠غ Faathir 14 دػبءو

ب غ ل ث ذاء دػبء ال ٠غ Al-Baqarah 171 غ ٠غ

غ ل ل ٠غ ل ٠جصش Maryam 42 ش١ئ ب ػه ٠غ

ل غ ٠غ ب ارا اذػبء اص Al-Anbiyaa' 45 ٠زس

غ آ٠بد ٠غ رز الل Al-Jaatsiyah 8 ػ١

رشزى ا الل الل غ ب٠غ سو Al-Mujaadilah 1 رسب

30

وؤ ب ؼ ٠غ ف وؤ ا أر١ لش Luqman 7 ب ؼ ٠غ

ا ٠صش ث غزىجش وؤ ب ؼ ش ٠غ ثؼزاة فجش ١ Al-Jaatsiyah 8 أ

غ زز ٠غ At-Taubah 6 الل ول غ ٠غ

أـئه ػ الل غجغ از٠ لث ؼ ع أثصبس An-Nahl 108 ؼ ع

ب ؼب أثصشب سث ع فبسخؼب ب ؼ س اب صب ل As-Sajdah 12 ؼب ع

ؼ زغ ىزبة أرا از٠ ا ى Ali-Imran 186 لج ؼ زغ

أثصش غ ث أع ب د Al-Kahfi 26 غ أع

غ اعز بد ٠بد ٠ ا ىب Qaaf 41 لش٠ت غ اعز

ؼا اع ؼب لبا ػص١ب ع Al-Baqarah 93 ؼا اع

ؼا اع ىبفش٠ ػزاة ١ Al-Baqarah 104 أ

ارما ؼا الل اع الل ذ ل ٠ م ا فبعم١ Al-Maidah 108 ا

فبرما ب الل ؼا اعزطؼز اع أغ١ؼا أفما ا خ١ش

فغى At-Taghaabun 16 أل ؼا اع

غ اع اظشب ا ىب خ١ش أل An-Nisa 46 غ اع

٠م ؼب ػص١ب ع غ اع غ غ١ش غ An-Nisa 46

ث فش٠م١ ا وبألػ األص جص١ش ا ١غ اغ Huud 24 ١غ اغ

ؼ غ أفؤذ ا١ه ٠غز رغ غ Yunus 42 اص رغ

غ ل اه ررغ An-Naml 80 ا

ل غ رغ ا ارا اذػبء اص ذثش٠ An-Naml 80

غ ا ال رغ ثآ٠برب ٠ئ ف غ An-Naml 81

ل غ رغ ا ارا اذػبء اص ذثش٠ Ar-Ruum 52

غ ل فبه ررغ Ar-Ruum 52 ا

غ ا ال رغ ثآ٠برب ٠ئ ف غ Ar-Ruum 53

غ أفؤذ رغ اص ذ أ ر ؼ Az-Zukhruf 40 ا

لبي أل ز ؼ Asy-Syu'araa' 25 رغز ؼ رغز

ل ا ر ػ أز ؼ Al-Anfaal 20 رغ ؼ رغ

غ١ش ا أفل ثع١بء ٠ؤر١ى الل ؼ Al-Qashash 71 رغ

لبي ؼا ل شاوف از٠ زارغ مشآ ؼا Fush-Shilat 26 ا رغ

رسظ أزذ غ أ رغ ا Maryam 98 سوض غ رغ

خشؼذ اد األص ز غ فل ش ب ال رغ غ Thaahaa 108

غ ل برغ Al-Ghaashiyah 11 لغ١خ ف١

ا غ ٠ما رغ م غذح خشت وؤ Al-Munaafiquun 4 غ رغ

١غ الل ا ع ١ Al-Baqarah 181 ػ ١غ ع

الل ١غ ع ١ Al-Baqarah 224 ػ

١غ الل فب ع ١ Al-Baqarah 227 ػ

ا اػ ١غ الل أ ع ١ Al-Baqarah 244 ػ

ل ب افصب الل ١غ ع ١ Al-Baqarah 256 ػ

الل ١غ ع ١ Ali-Imran 34 ػ

ء رج ١ ئ مبػذ ا مزبي الل ١غ ع ١ Ali-Imran 121 ػ

١غ ا ثبلل فبعزؼز ع ١ Al-A'raaf 200 ػ

31

١غ الل ا ع ١ Al-Anfaal 17 ػ

أ ١غ الل ع ١ Al-Anfaal 53 ػ

الل ١غ ع ١ At-Taubah 98 ػ

الل ١غ ع ١ At-Taubah 103 ػ

أ ١غ الل Al-Hajj 61 ثص١ش ع

ا ١غ الل Al-Hajj 75 ثص١ش ع

ى الل ٠ضو ٠شبء الل ١غ ع ١ An-Nuur 21 ػ

أ خ١ش ٠غزؼفف الل ١غ ع ١ An-Nuur 60 ػ

ا ١غ الل Luqman 28 ثص١ش ع

١غ ا Saba' 50 لش٠ت ع

ارما الل ا ١غ الل ع ١ Al-Hujuraat 1 ػ

ا ١غ الل Al-Mujaadilah 1 ثص١ش ع

١غ اه Ali-Imran 38 اذػبءع ١غ ع

الل ا ١ؼ ب وب اع An-Nisa 58 ثص١ش ١ؼ ب ع

وب ١ؼ ب الل اع An-Nisa 134 ثص١ش

ال ظ وب ١ؼ ب الل بع ١ An-Nisa 148 ػ

١ ب جز ١ؼ ب فدؼ اث ع Al-Insaan 2 ص١ش

وبا ل ؼ ب ٠غزط١ؼ Al-Kahfi 101 ع ؼ ب ع

ؼى ل ع ل أثصبسو Fush-Shilat 22 خدو ؼى ع

ؼ ع أثصبس خد ب وبا ث Fush-Shilat 20 ٠ؼ ؼ ع

ب أغ ف ػ ؼ ل ع Al-Ahqaaf 26 أثصبس

ػ ؼ ػع ح أثصبس Al-Baqarah 7 غشب ؼ ع

خز ػ ؼ ع ج ل ح ثصش ػ خؼ Al-Jaatsiyah 23 غشب ؼ ع

ب خؼ ؼ ب اع أثصبس أفئذح Al-Ahqaaf 26 ؼ ب ع

أسأ ل ٠ز الل أخز ا ؼى أثصبسوع Al-An'aam 46 ؼى ع

بدا از٠ بػ ىزة ع بػ ع م Al-Maidah 41 آخش٠ بػ ع

بدا از٠ بػ ىزة ع بػ ع م Al-Maidah 41 آخش٠

بػ ىزة ع فبزى خآإن فب غسذ أوب Al-Maidah 42 ث١

ظؼا أل خلى فزخ ٠جغى ا ف١ى بػ ع At-Taubah 47

ارا ؼا بع عي ا ضي أ Al-Maidah 83 اش ؼا ع

ارا سأر ىب ؼا ثؼ١ذ بع ا رغ١ظ ب صف١ش Al-Furqon 12

ار ؼا ا ع أػشظا اغ Al-Qashash 55 ػ

ؼا بع اعزدبثا Faathir 14 ى

ب ؼا وش ع ٠م از ا د Al-Qalam 51

ل ار ؼز ع ظ ئ بد ا ئ ا ا ثؤفغ An-Nuur 12 خ١ش ؼ ع ز

ل ار ؼز زع ب ل ب ٠ى An-Nuur 16 ؼز ع

ارا أ ؼز ب ٠ىفش الل آ٠بد ع ضأ ث ٠غز ب An-Nisa 140 ث ؼز ع

ؼا اع ؼب لبا ػص١بع Al-Baqarah 93 ؼب ع

لبا ؼب أغؼبع Al-Baqarah 285 غفشاه

32

ب ث ب س ؼب ا بد٠ بع ٠بد ب Ali-Imran 193 ل٠

٠م ؼب ػص١بع غ اع غ غ١ش غ An-Nisa 46

ؼب لبا أ أغؼبع An-Nisa 46

ار ز ؼب ل أغؼبع ارما Al-Maidah 7 الل

ل رىا ؼب لبا وبز٠ ع ل ؼ Al-Anfaal 21 ٠غ

ارا رز ؼب لذ لبا آ٠برب ػ١ Al-Anfaal 31 ع

ؼب لبا فز ع ٠مبي ٠زوش ١ Al-Anbiyaa' 60 اثشا

ب ؼب زاع آثبئب ف ث ١ Al-Mu'minuun 24 األ

١سى ؼب ٠ما أ ث١ أغؼبع ئه أ س ف An-Nuur 51 ا

ب ؼب زاع آثبئب ف ث األ ١ Al-Qashash 36

ب ؼب زاع Shaad 7 ف ث

ب لبا ؼب اب ٠بل أضي وزبث بع ع ثؼذ Al-Ahqaaf 30

ؼب اب فمبا Al-Jinn 1 ػدج ب لشآ بع

أب ب ؼب ذع ب ا آ ث Al-Jinn 13 ف

ب ؼذ ف ع ىش أسعذ ث أػزذد ا١ زىؤ Yusuf 31 ؼذ ع

ف ب ثؼذ ثذ ؼ Al-Baqarah 181 ع ؼ ع

غ مذ ي الل ع ل Ali-Imran 181 لبا از٠ غ ع

غ لذ ع ي الل ب ف ردبده از ل خ Al-Mujaadilah 1 ص

أ غ ل أب ٠سغج غ عش ا د Az-Zukhruf 80 غ غ

لبا غ وب غ أ Al-Mulk 10 ؼم

جب ول لبي ؼى اب ثآ٠برب فبر ؼ غز Asy-Syu'araa' 15 ؼ غز

أ ع ؼ ١ؤد ف١ ٠غز ف ؼ غز طب ثغ ج١ Ath-Thuur 38 ؼ غز

٠م ؼب ػص١ب ع غ اع غ غ١ش غ An-Nisa 46 غ غ

أب ب مؼذ وب مبػذ غ غ Al-Jinn 9 غ غ

ا ١غ الل غ ١ ١غ Al-Anfaal 42 ػ غ

١غ سث ا Ibrahim 39 اذػبءغ ١غ غ

الل ػ ا ف١ خ١ش ؼ ع Al-Anfaal 23 أل ؼ ع أل

ؼ ا ال عز ؼج ٠ Al-Anbiyaa' 2 ؼ اعز

ل أز غ أ ا فش اعز د غ Al-Jinn 1 ا اعز

ذ ا آ ثشثى ؼ YaaSiin 25 فبع ؼ فبع

ارا لشء مشآ ؼا ا Al-A'raaf 204 فبعز ؼا فبعز

ب٠بأ٠ ظشة ابط ث ؼا Al-Hajj 73 فبعز

أب غ اخزشره بفبعز Thaahaa 13 ٠ز غ فبعز

ت الل شبء ز ؼ ثغ أثصبس Al-Baqarah 20 ؼ ثغ

ب غ أذ غ ث مجس ف غ Faathir 22 ا غ ث

غ أع أثصش ث Maryam 38 ٠ؤرب ٠ غ أع

رخبفب ل لبي ب ا ؼى غ أسأع Thaahaa 46 غ أع

أع ؼ ا ز ؼشظ Al-Anfaal 23 ؼ أع

١غ أذ اه اغ ١ ؼ Al-Baqarah 127 ا ١غ اغ

33

فغ١ىف١ى الل ١غ اغ ١ ؼ Al-Baqarah 137 ا

١غ أذ اه اغ ١ ؼ Ali-Imran 35 ا

ل الل فؼ ب ١غ اغ ١ ؼ Al-Maidah 76 ا

ب ف عى بس ا١ ا ١غ اغ ١ ؼ Al-An'aam 13 ا

ي ل جذ ى بر ١غ اغ ١ ؼ Al-An'aam 115 ا

و ر ا الل ػ ١غ اغ ١ ؼ Al-Anfaal 61 ا

١غ ااغ ١ Yunus 65 ؼ

ا ١غ اغ ١ ؼ Yusuf 34 ا

ش٠ ا آ٠برب ١غ Al-Isra 1 اجص١ش اغ

١غ اغ ١ ؼ Al-Anbiyaa' 4 ا

ا ١غ اغ ١ ؼ Asy-Syu'araa' 220 ا

فب أخ ٢د الل ١غ اغ ١ ؼ Al-Ankabuut 5 ا

ب ٠شصل ا٠بو ١غ اغ ١ ؼ Al-Ankabuut 60 ا

فبعزؼز ا ثبلل ١غ اغ ١ ؼ Fush-Shilat 36 ا

١ظ ث ء و ش ١غ Asy-Syuura 11 اجص١ش اغ

خ سز ثه ا س ١غ اغ ١ ؼ Ad-Dukhaan 6 ا

ا غ ػ اغ ؼض Asy-Syu'araa' 212 غ اغ

ه أ غ ٠ األثصبس اغ ٠خشج س ا ١ذ غ Yunus 31 ا اغ

ب وبا غ ٠غزط١ؼ باغ وبا Huud 20 ٠جصش

ال غ اعزشق بة فؤرجؼ اغ ش ج١ Al-Hijr 18

خؼ غ ى غ األثصبس ا األفئذح ؼى An-Nahl 78 رشىش

غ ا جصش اغ ا فئاد ا أـئه و وب غئل ػ Al-Isra 36

غ األثصبس اغ األفئ ١ل ذح ب ل Al-Mu'minuun 78 رشىش

م غ ٠ اغ أوثش Asy-Syu'araa' 223 وبرث

خؼ غ ى األثصبس اغ األفئذح ١ل ب ل As-Sajdah 9 رشىش

م أ غ أ اغ ١ذ Qaaf 37 ش

ل از أشؤ و خؼ غ ى األثصبس اغ األفئذح Al-Mulk 23