FORUM SDM BALI - LSP MSDM INDONESIA - skema sertifikasi-manajer_pengelolaan_sdm

  • Published on
    08-Jan-2017

  • View
    348

  • Download
    1

Transcript

  • FR. SKEMA-03

    Ditetapkan tanggal:Oleh:

    Nomor Dokumen : 001/SKEMA/LSPMSDMI/2015Nomor Salinan : 0Status Distribusi : Terkendali

    Tak terkendali

    2015

    MANAJER PENGELOLAAN SUMBER DAYAMANUSIA

    MahmudKetua Komite Skema

    Dinarwulan SutotoKetua Umum LSP MSDM Indonesia

    LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA INDONESIA

  • SKEMA SERTIFIKASI MANAJER PENGELOLAAN SDM

    2

    1. LATAR BELAKANG1.1.Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) yang berbasis kompetensi dan

    terstandarisasi secara nasional untuk organisasi secara umum telah

    dituangkan dalam format SKKNI MSDM dan SKKNI HI.

    1.2.SKKNI MSDM dan SKKNI HI ini dikembangkan menggunakan pendekatan

    RMCS (Regional Model Competency Standard) berdasarkan praktek

    manajemen terbaik sehingga para pelaksana dan penanggung-jawab MSDM

    diharapkan mampu bersaing secara nasional, regional, dan atau

    internasional.

    1.3.Ketentuan dalam Pasal 12 dan 18 Undang-undang No 13 tahun 2003

    tentang Ketenagakerjaan.

    1.4.Proses pengembangan kompetensi profesi saat ini beragam dalam jenis

    programnya maupun cara eksekusinya di setiap organisasi dan badan

    usaha pemerintah.

    1.5.Diperlukan pelaksana dan penanggung-jawab Manajemen Sumber Daya

    Manusia (MSDM) yang kompeten di bidangnya sesuai standar kompetensi

    yang berlaku secara nasional.

    1.6.Perlu dipastikan bahwa pengelolaan dan pengembangan SDM di organisasi

    terlaksana dengan kaidah-kaidah yang benar sehingga menghasilkan

    peningkatan kapasitas dan kapabilitas organisasi.

    1.7.Perlunya mengembangkan hubungan kerja yang harmonis antara

    pengusaha dan pekerja melalui sistem pengelolaan SDM yang sesuai

    dengan ketentuan dan perundang-undangan.

    2. RUANG LINGKUP SKEMA SERTIFIKASI

    Skema sertifikasi ini meliputi profesi bidang manajemen sumber daya manusia

    dengan penguasaan berdasarkan kerangka okupasi manager pengelolaan SDM.

    Okupasi ini bertujuan untuk memastikan keselarasan perencanaan,

    pelaksanaan, evaluasi serta perbaikan terhadap pengelolaan SDM telah

    dilakukan berdasarkan pendekatan pengeloaan sumber daya manusia yang

    benar sesuai dengan praktek terbaik serta pemenuhan sumber daya manusia

    sesuai dengan kebutuhan organisasi, demi memastikan tercapainya tujuan

    organisasi melalui kegiatan sebagai berikut :

  • SKEMA SERTIFIKASI MANAJER PENGELOLAAN SDM

    3

    2.1Merencanakan dan membangun organisasi yang efektif sekaligusmelakukan pengelolaan SDM untuk mencapai tujuan organisasi

    2.2Merencanakan, mencari, memilih SDM yang berkualitas untuk memenuhikebutuhan organisasi saat ini dan masa yang akan dating

    2.3Mengelola proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi SDMsecara terinegrasi untuk menyeimbngkan antara kebutuhan pegawai dengnorganisasi demi menjaga keberlangsungan organisasi secara umum

    2.4Mengelola kinerja pekerja agar selaras dengan tujuan organisasi sertapemberian penghargaan yang menarik, kompetitif, dan adil

    2.5Mengembangkan pola hubungan pekerja yang harmonis untuk memastikanpencapai tujuan organisasi

    2.6Menyediakan dan mengembangkan layanan administrasi dan sisteminformasi manajemen SDM sesuai dengan kebutuhan

    Kelompok kompetensi ini dapat digunakan untuk memenuhi kualifikasikompetensi pada jabatan-jabatan antara lain namun tidak terbatas pada:Manajer Sumber Daya Manusia, Human Capital Manager, HRD Manager,Manajer Personalia, Kepala Personalia

    3. TUJUAN SERTIFIKASIMemastikan dan memelihara kompetensi profesi pengelolaan sumber daya

    manusia pada umumnya dan atau pimpinan dibidang sumberdaya manusia

    4. ACUAN NORMATIF4.1.Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi

    Nasional Indonesia.

    4.2.Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No 307 tahun 2014

    tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori

    Jasa Profesional, Ilmiah Dan Teknis Golongan Pokok Kegiatan Kantor Pusat

    Dan Konsultasi Manajemen Bidang Manajemen Sumberdaya Manusia.

    4.3.Peraturan BNSP No 1 tahun 2014 tentang Pedoman Penilaian Kesesuaian-

    Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Profesi.

    4.4.Peraturan BNSP No 4 tahun 2014 tentang Pedoman Pengembangan dan

    Pemeliharaan Skema Sertifikasi Profesi.

  • SKEMA SERTIFIKASI MANAJER PENGELOLAAN SDM

    4

    5. KEMASAN / PAKET KOMPETENSI5.1.Jenis Kemasan : OKUPASI

    5.2.Okupasi Bidang Manajer Pengelolaan SDM

    5.3.Rincian Unit Kompetensi

    No. Kode Unit Judul Unit Kompetensi

    1 M.701001.003.01 Merumuskan Kebijakan Organisasi yang selaras denganStrategi Pengelolaan SDM2 M.701001.004.01 Membuat Rancangan Model/Struktur Organisasi3 M.701001.006.01 Menetapkan Kebutuhan akan Pekerja4 M.701001.017.01 Merumuskan Permasalahan Organisasi5 M.701001.018.01 Menyusun Intervensi Interpersonal6 M.701001.019.01 Menyusun Intervensi Teknologi7 M.701001.021.01 Menyusun Intervensi Manajemen Pekerja8 M.701001.023.01 Melakukan Intervensi Perubahan dalam Organisasi9 M.701001.026.01 Merancang Model Kompetensi10 M.701001.029.01 Merancang Metode Pengukuran Kompetensi

    11 M.701001.032.01 Menyelaraskan Strategi Pembelajaran danPengembangan sesuai dengan Strategi Organisasi12 M.701001.035.01 Merancang Program Pembelajaran dan Pengembangan13 M.701001.042.01 Menentukan Pekerja Bertalenta14 M.701001.044.01 Mengembangkan Manajemen Suksesi di Organisasi15 M.701001.045.01 Melaksanakan Program Manajemen Suksesi16 M.701001.055.01 Menyusun Strategi Pengelolaan Kinerja17 M.701001.058.01 Mengelola Proses Perumusan Indikator Kinerja18 M.701001.062.01 Merancang Tindak Lanjut Hasil Penilaian Kinerja19 M.701001.064.01 Merancang Kebijakan Remunerasi di Tingkat Organisasi

    20 M.701001.068.01 Menyusun Struktur dan Skala Upah di TingkatOrganisasi

    21 M.701001.069.01 Menyusun Sistem Penentuan Upah Pekerja di TingkatOrganisasi

    22 M.701001.070.01 Menyusun Sistem Tunjangan dan Benefit di TingkatOrganisasi23 M.701001.071.01 Menyusun Program Insentif di Tingkat Organisasi

    24 M.701001.076.01 Membangun Komunikasi Yang Harmonis denganPekerja di Tingkat Organisasi

    25 M.701001.078.01 Mengembangkan Peranan Pemangku Jabatan Linidalam Menjalankan Fungsi MSDM

    26 M.701001.082.01 Membuat Peraturan Perusahaan/Kepegawaian diTingkat Organisasi

    27 M.701001.083.01 Membuat Perjanjian Kerja Bersama di TingkatOrganisasi

    28 M.701001.085.01 Melaksanakan Proses Pemutusan Hubungan Kerja diTingkat Organisasi

    29 M.701001.086.01 Melaksanakan Mekanisme Penyelesaian PerselisihanHubungan Industrial yang efektif

  • SKEMA SERTIFIKASI MANAJER PENGELOLAAN SDM

    5

    30 M.701001.089.01Membangun Hubungan Industrial yang Harmonisdengan Wakil Pekerja atau Serikat Pekerja/ SerikatBuruh

    31 M.701001.092.01 Menentukan Sistem Informasi Pekerja

    5.3 Rincian Kompetensi Lunak (Soft Competency) :

    Untuk memenuhi Employability dan adaptability, disamping kempetensiteknis sesuai dengan rincian unit kompetensi diatas, pengelola SDM haruskompeten terhadap prasyarat dasar (soft competency) sebagai berikut :

    1. Integritas (Integrity)

    2. Kepemimpinan (Leadership)

    3. Manajemen Relasi (Relationship management)

    4. Berorientasi Pada Pelayanan (Customer Service Orientation)

    5. Konsultasi (Consultation)

    6. Kerjasama (Teamwork)

    7. Komunikasi (Communication)

    8. Pemahaman Bisnis (Business Acumen)

    6. PERSYARATAN DASAR PEMOHON SERTIFIKASI6.1.Pendidikan dan Pengalaman :

    6.1.1. Strata 1 atau setara dan berpengalaman minimal 3 tahun pada posisi

    supervisor, atau

    6.1.2. Diploma 3 atau setara dan berpengalaman minimal 6 tahun pada

    posisi supervisor,

    6.2.Memiliki sertifikat pelatihan di bidang manajemen SDM terkait

    7. HAK PEMOHON SERTIFIKASI DAN KEWAJIBAN PEMEGANG SERTIFIKAT7.1.Hak pemohon

    7.1.1. Mendapatkan bukti pembayaran

    7.1.2. Mendapatkan bukti pengesahan peserta

    7.1.3. Mendapatkan panduan peserta uji sertifikasi

    7.1.4. Mendapatkan pelayanan pra Asesmen

    7.1.5. Mengajukan banding dalam hal keputusan sertifikasi

    7.1.6. Mendapatkan sertifikat bila dinyatakan kompeten

  • SKEMA SERTIFIKASI MANAJER PENGELOLAAN SDM

    6

    7.2.Kewajiban Pemegang Sertifikat

    7.2.1. Memelihara kompetensi yang telah disertifikasi

    7.2.2. Menjaga kode etik profesi MSDM

    7.2.3. Mengikuti program surveilan yang ditetapkan LSP MSDM Indonesia

    7.2.4. Melaporkan rekaman kegiatan kerja secara periodik sesuai ketentuanLSP MSDM Indonesia.

    7.2.5. Membuat pernyataan tidak menyalahgunakan ketentuan sebagaipemegang sertifikat.

    8. BIAYA SERTIFIKASI

    8.1.Biaya uji kompetensi :Rp. 5.000.000,-

    9. PROSES SERTIFIKASI9.1.Persyaratan pendaftaran

    9.1.1. Persyaratan permohonan:

    1) Mengisi aplikasi permohonan sertifikasi FR APL 01 dan FR APL 02,2) Melampirkan masing-masing:3) Photo copy ijasah terakhir yang dilegalisir.4) Pas photo berwarna 3x4 cm (2 lembar)5) Melampirkan tanda bukti pembayaran administrasi6) Portofolio pengalaman atau Surat keterangan pengalaman dari tempat

    bekerja7) Surat rekomendasi dari atasan bilamana belum memenuhi persyaratan

    pendidikan dan pengalaman minimal.8) Photo copy Sertifikasi Kompetensi yang dipersyaratkan untuk dimiliki

    sebelumnya.

    9.1.2. Hak pemohon

    1) Mendapatkan penjelasan gambaran proses sertifikasi sesuaidengan skema sertifikasi.

    2) Mendapatkan informasi tentang hasil ujian sertifikasi (lulus atautidak lulus).

    3) Mengikuti ujian sertifikasi lagi untuk unit kompetensi yangdinyatakan belum kompeten.

    4) Memperoleh sertifikasi tanda kompeten apabila telah lulusseluruh bagian ujian kompetensi.

    9.2 Proses Asesmen

    9.2.1 Prosedur Sertifikasi.

  • SKEMA SERTIFIKASI MANAJER PENGELOLAAN SDM

    7

    Proses sertifikasi adalah proses asesmen dalam rangka pengakuankompetensi yang diberikan kepada peserta yang telah memastikandirinya kompeten terhadap lingkup kompetensi sesuai dengan skemasertifikasi, yaitu dengan cara, sebagai berikut :

    1) mengajukan permohonan pendaftaran sebagai calon pesertasertifikasi dengan mengisi formulir permohonan pendaftarancalon peserta.

    2) Bilamana pendaftaran calon diterima, selanjutnya mengisiformulir aplikasi calon peserta sertifikasi FR APL 01 FR APL 02Asesmen mandiri, dan melampirkan persaratan sesuai denganpersaratan skema sertifikasi.

    3) LSP akan menugaskan asesor kompetensi sesuai dengan skemasertifikasi yang akan di asesmen,

    4) Asesor akan melaksanakan asesmen kepada peserta sesuailingkup skema sertifikasi yang diminta asesi,

    5) Keputusan hasil asesmen akan direkomendasikan oleh Asesorkepada LSP, selanjutnya LSP akan mengevaluasi melalui komiteteknik sertifikasi untuk mengesahkan rekomendasi keputusanasesor dan menerbitkan rekomendasi pengesahan hasil ujikepada LSP untuk diterbitkan sertifikat kompetensi.

    9.2.2 Materi Asesmen.

    Materi asesmen baik untuk asesmen melalui uji kompetensi maupunasesmen portofolio, didasarkan pada 2 hal, yaitu :

    1) Seluruh persaratan kompetensi sesuai dengan yang tertera padabutir 5.2 rincian unit kompetensi,

    2) Persaratan soft competency sesuai dengan kualifikasi pada skemasertifikasi.

    9.2.3 Metoda Asesmen.

    Untuk menjamin mutu keluaran hasil uji kompetensi maka beberapahal dibawah ini harus menjadi acuan didalam melaksnakan asesmen,yaitu :

    1) Asesmen Uji Kompetensi.

    Asesmen melalui proses uji kompetensi dilaksanakan denganmetode uji kompetensi, sebagai berikut :

    a) Untuk menilai keterampilan kerja dan sikap kerja digunakanobservasi pada aktifitas kerja, bisa berupa demontrasi atauaktifitas kerja ril di tempat kerja,

    b) Untuk menilai pengetahuan terkait dapat ditambahkan testulis/lisan

    c) Untuk menilai terkait kompetensi lunak (soft competency)digunakan metoda wawancara, atau metoda observasi simulasitingkah laku.

  • SKEMA SERTIFIKASI MANAJER PENGELOLAAN SDM

    8

    2) Asesmen Portofolio.

    Asesmen portofolio dilakukan kepada peserta sertifikasi yang telahmemiliki portofolio lainnya (diluar portofolio sebagai persaratandasar skema sertifikasi) meliputi seluruh dokumen hasil kerjadan telah divalidasi atasan. Pelaksnaan asesmen portofoliomenggunakan metoda, sebagai berikut:

    a) Verifikasi portofolio, kegiatan asesmen yang dilaksanakanuntuk memastikan bukti portofolio peserta sesrtifikasimemenuhi aturan bukti,

    b) Wawancara untuk memastikan seluruh persaratan softcompetency telah dipenuhi.

    9.2.4 Tempat Asesmen.

    Asesmen dilaksanakan di tempat uji kompetensi (TUK) yang telahdiverifikasi oleh LSP, yaitu yang memenuhi persaratan tempat ujikompetensi, sebagai berikut :

    1) Ruangan yang memiliki ketentuan:

    a. Luas ruangan dengan kapasitas minimum 20 orang

    b. Tersedia Air Conditioner (AC)

    c. Lampu penerangan sesuai kebutuhan untuk membaca

    d. Meja dan kursi atau Kursi dengan pengalas untuk menulis.

    2) Alat dan Peralatan kerja, yaitu : komputer dan printer

    9.2.5 Asesor Kompetensi

    Asesor Kompetensi adalah personil yang memiliki qualifikasi sebagaiasesor yang kompeten pada bidang dan ruang lingkupnyasebagaimana telah ditetapkan oleh LSP, dengan persyaratan sebagaiberikut:

    1) Mengerti skema sertifikasi klaster Pengelolaan SDM OrganisasiBesar;

    2) Memiliki pengetahuan yang cukup mengenai metode uji dandokumen uji sertifikasi Pengelolaan SDM Organisasi Besar;

    3) Memiliki kompetensi bidang Pengelolaan SDM Organisasi Besar;

    4) Mampu berkomunikasi dengan efektif baik secara lisan maupuntulisan dalam bahasa yang digunakan dalam uji kompetensi, dan

    5) Bebas dari kepentingan apapun sehingga dapat melakukanpenilaian (asesmen) dengan tidak memihak dan tidakdiskriminatif.

  • SKEMA SERTIFIKASI MANAJER PENGELOLAAN SDM

    9

    9.3 Keputusan Sertifikasi9.4.1 Keputusan Sertifikasi ditetapkan oleh Komite Sertifikasi LSP melalui

    mekanisme Rapat Pleno Komite Sertifikasi LSP. Personel yang terlibatdidalam penetapan keputusan sertifikasi tidak boleh berperan sertadalam pelaksanaan uji atau pelatihan calon.

    9.4.2 Keputusan Sertifikasi ditetapkan atas dasar hasil AsesmenKompetensi.

    9.4.3 Keputusan Sertifikasi bersifat mutlak, ketidakpuasan terhadapkeputusan tersebut dapat dilakukan melalui Proses Banding.

    9.4Pembekuan dan Pencabutan Sertifikasi, Penambahan dan PenguranganLingkup Sertifikasi

    9.5.1 Kegagalan dalam menyelesaikan masalah yang mengakibatkanpembekuan sertifikat, dalam waktu yang ditetapkan oleh LSP, akanmengakibatkan pencabutan sertifikasi atau pengurangan ruanglingkup sertifikasi.

    9.5.2 LSP membuat perjanjian yang mengikat dengan pemegang sertifikatkompetensi untuk memastikan bahwa, selama pembekuan sertifikasi,pemegang sertifikat tidak diperkenankan melakukan promosi terkaitdengan sertifikasi yang dibekukan.

    9.5.3 LSP membuat perjanjian yang mengikat dengan pemegang sertifikatkompetensi untuk memastikan bahwa setelah pencabutan sertifikat,pemegang sertifikat tidak diperkenankan menggunakan sertifikatnyasebagai bahan rujukan untuk kegiatannya.

    9.5Pemeliharaan sertifikasi

    Dalam rangka memastikan dan memelihara kompetensi para PemegangSertifikat, maka minimal setiap 2 (dua) tahun sekali dilakukan suveilanterhadap seluruh Pemegang Sertifikat.

    9.5.1. Surveilan dilaksanakan dengan menggunakan metoda LOGBOOK(terlampir) dan atau kegiatan pemeliharaan kompetensi denganmenyertakan dokumen bukti kehadiran pada Program Penyegaran.

    9.5.2. Surveilan dilaksanakan sesuai jadwal yang ditetapkan LSP setiaptahunnya.

    9.5.3. Kelalaian dan atau kegagalan dari surveilan akan mengakibatkandicabutnya sertifikat kompetensi.

    9.5.4. Surveilan dapat dilakukan diluar jadwal semestinya, manakalaadanya keluhan pihak ke-3 atau adanya kasus sangkaan malpraktek.

    9.6Proses Sertifikasi Ulang

    9.6.1. LSP menjamin selama proses sertifikasi ulang, proses tersebutmemastikan kompetensi pemegang sertifikat terpelihara, danpemegang sertifikat masih mematuhi persyaratan skema sertifikasiterkini.

    9.6.2. Periode sertifikasi ulang ditetapkan tiga tahun.

  • SKEMA SERTIFIKASI MANAJER PENGELOLAAN SDM

    10

    9.6.3. Kegiatan sertifikasi ulang yang ditetapkan LSP menjamin bahwadalam memastikan terpeliharanya kompetensi pemegang sertifikatdilakukan melalui asesmen yang tidak memihak.

    9.6.4. Sertifikasi ulang yang ditetapkan LSP disesuaikan dengan skemasertifikasi.

    9.7 Penggunaan Sertifikat, Logo dan Penanda

    9.7.1. memenuhi ketentuan skema sertifikasi Pengelolaan SDM OrganisasiBesar;

    9.7.2. menyatakan bahwa sertifikasinya hanya berlaku untuk ruanglingkup setifikasi;

    9.7.3. tidak menyalahgunakan sertifikat yang dapat merugikan pihakterkait dan tidak memberikan persyaratan yang berkaitan dengansertifikat yang menurut LSP dianggap dapat menyesatkan atau tidaksah;

    9.7.4. menghentikan penggunaan semua pernyataan yang berhubungandengan sertifikasi yang memuat acuan LSP setelah dibekukan ataudicabut sertifikatnya serta mengembalikan sertifikat kepada LSP yangmenerbitkannya,

    9.7.5. tidak menyalahgunakan sertifikat.

    9.7.6. Acuan sertifikasi yang tidak sesuai atau penyalahgunaan sertifikatdalam publikasi, katalog, dll harus ditangani oleh LSP dengantindakan perbaikan seperti penundaan atau pencabutan sertifikasi,pengumuman pelanggaran dan jika perlu tindakan hukum lainnya.

    9.8 Banding atas Keputusan Sertifikasi

    9.8.1. LSP harus menetapkan prosedur untuk menerima, melakukankajian, dan membuat keputusan terhadap banding.

    9.8.2. LSP harus membuat kebijakan dan prosedur yang menjamin bahwasemua banding ditangani secara konstruktif, tidak berpihak, dantepat waktu.

    9.8.3. Penjelasan mengenai proses penanganan banding dapat diketahuipublik tanpa diminta.

    9.8.4. LSP harus bertanggung jawab atas semua keputusan di semuatingkat proses penanganan banding. LSP harus menjamin bahwapersonil yang terlibat dalam pengambilan keputusan prosespenanganan banding berbeda dari mereka yang terlibat dalamkeputusan yang menyebabkan banding.

    9.8.5. Penyerahan, investigasi dan pengambilan keputusan atas bandingtidak akan mengakibatkan tindakan diskriminatif terhadap pemohonbanding.

    9.8.6. LSP harus menerima banding, dan memberikan laporan kemajuanserta hasil penanganannya kepada pemohon banding.

    9.8.7. LSP harus memberitahukan secara resmi kepada pemohon bandingpada akhir proses penanganan banding.

  • SKEMA SERTIFIKASI MANAJER PENGELOLAAN SDM

    11

    9.9 Keluhan

    9.9.1. LSP harus menetapkan prosedur untuk menerima, melakukankajian, dan membuat keputusan terhadap keluhan.

    9.9.2. Penjelasan mengenai proses penanganan keluhan dapat diaksestanpa permintaan. Proses tersebut memperlakukan semua pihaksecara adil dan setara.

    9.9.3. LSP harus menetapkan kebijakan dan prosedur yang menjaminbahwa semua keluhan ditangani secara konstruktif, tidak berpihak,dan tepat waktu.

    9.9.4. Setelah menerima keluhan, LSP harus melakukan konfirmasi apakahkeluhan berkaitan dengan kegiatan sertifikasi yang menjadi tanggungjawab LSP, bila demikian maka LSP harus memberikan tanggapanyang sesuai.

    9.9.5. LSP harus menerima keluhan, dan memberikan laporan kemajuanserta hasil penanganannya kepada pihak yang menyampaikankeluhan.

    9.9.6. Setelah menerima keluhan, LSP harus bertanggung jawab untukmengumpulkan dan melakukan verifikasi semua informasi yangdiperlukan untuk validasi terhadap keluhan.

    9.9.7. LSP harus memberitahukan secara resmi kepada pihak yangmenyampaikan keluhan pada akhir proses penanganan keluhan.

    9.9.8. Keluhan tentang pemegang sertifikat yang terbukti benar akandirujuk oleh LSP kepada pemegang sertifikat dengan memintapenjelasan pada saat yang tepat.

    9.9.9. Proses penanganan keluhan oleh LSP harus mengikuti persyaratankerahasiaan, baik yang berkaitan dengan pihak yang menyampaikankeluhan maupun subyek yang dikeluhkan.

    9.9.10. Keputusan yang akan disampaikan kepada pihak yangmenyampaikan keluhan dibuat, atau dikaji ulang dan disetujui olehpersonil LSP yang tidak terlibat dengan subyek yang dikeluhkan.