K3LH presentasion (yuliana)

  • View
    749

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of K3LH presentasion (yuliana)

RANGKUMAN K3LH

KELOMPOK KAMIMEMPERSEMBAHKAN123

KESELAMATAAN, KESEHATAN DAN LINGKUNGAN HIDUP (K3LH)

NAMA KELOMPOK : AYU NURHAYATIEMA WABAINA BARANTIANSITI ROSMAYANTYYULIANA

Bab 1

Mendeskripsikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

A. KoNsep Keselamatan dan Kesehatan Kerja1. Pengertian Keselamatan dan Kesehatan KerjaKeselamatan dan kesehatan kerja dewasa ini merupakan istilah yang sangat populer. Bahkan dalam dunia industri istilah tersebut lebih dikenal dengan singkatan K3L yang artinya keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan.Keselamatan berasal dari bahasa Inggris, yaitu kata safety dan biasanya selalu dikaitkan dengan keadaan terbebasnya seseorang dari peristiwa celaka (accident) atau nyaris celaka (near-miss). Dalam mempelajari faktor-faktor yang dapat menyebabkan manusia mengalami kecelakaan inilah berkembang sebagai konsep dan teori tentang kecelakaan (accident theories).

Adapun kesehatan berasal dari bahasa inggris health, yang dewasa ini tidak hanya berarti terbebasnya seseorang dari penyakit, tetapi pengertian sehat mempunyai makna sehat secara fisik, mental, dan juga sehat secara sosial. Dengan demikian, pengertian sehat secara utuh menunjukan pengertian sejahtera (well-being).Sebagaimana kita ketahui bahwa umumnya manusia selalu mempunyai pekerjaan (work, occupation) dan sebagian besar waktunya berada dalam situasi bekerja sehingga dapat terjadi manusia akan menderita penyakit yang mungkin disebabkan oleh pekerjaannya atau menderita penyakit yang berhubungan dengan pekerjaannya.

Kesehatan kerja disamping mempelajari faktor-faktor pada pekerjaan yang dapat mengakibatkan manusia menderita penyakit akibat kerja (occupational disease) maupun penyakit yang berhubungan dengan pekerjaannya (work-related disease) juga berupaya untuk mengembangkan berbagai cara atau pendekatan untuk pencegahannya, bahkan berupaya juga dalam meningkatkan kesehatan pada manusia pekerja tersebut.Istilah keselamatan dan kesehatan kerja dapat dipandang mempunyai dua sisi pengertian. Pengertian pertama mengandung arti sebagai suatu pendekatan ilmiah (scientific approach) dan yang kedua adalah sebagai suatu terapan atau suatu program yang mempunyai tujuan tertentu.

industrial environments. It is multi disciplinary profession based upon physics, chemistry, biology, and behavioral sciences with application in manufacturing, transport, storage, and handling of hazardous material and domestic and recreational activities. (ODHA, USA) Dari definisi tersebut dapat diamati adanya uraian yang menekankan prinsip ilmiah yang mendasari Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta keilmuan dasar yang menjadi pendukungnya.The promotion and maintenance of the highest degree of physical, mental and social well being of workers in all occupations; the prevention among

the placing and maintenance of the worker in an occupational environment adapted to his physiological equipment; to summarize; the adaption of work to man and each man to his job. (Joint Committe : ILO & WHO)Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai suatu program didasari pendekatan ilmiah dalam upaya mencegah atau memperkecil terjadinya bahaya dan risiko terjadinya penyakit dan kecelakaan. Keselamatan dan Kesehatan Kerja dapat dipandang sebagai ilmu terapan yang bersifat multidisiplin.2. Tujuan Keselamatan Kerjaa.Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas nasional.b. Menjamin keselamatan setiap orang lain yang berbeda di tempat kerja.

3. Syarat Syarat KeselamatanSyarat syarat keselamatan kerja diatur dalam Undang Undang No. 1 Tahun 1970, yaitu sebagai berikut:Mencegah dan mengurangi kecelakaan.Mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran.Mencegah dan mengurangi peledakan.Memberi kesempatan atau jalan menyelamatkan diri pada waktu kebakaran atau kejadian-kejadian lain yang berbahaya.Memberi pertolongan pada kecelakaan.Memberi alat-alat perlindungan diri pada para pekerja.Mencegah dan mengendalikan timbul dan menyebarluasnya suhu, kelembapan, debu, kotoran, asap uap, gas, hembusan angin, cuaca, sinar matahari atau radiasi, suara tau getaran.

Mencegah dan mengendalikan timbulnya penyakit akibat kerja, baik fisik maupun psikis, keracunan, infeksi dan penularan.Memperoleh penerangan yang cukup dan sesuai.Menyelenggarakan suhu dan kelembapan udara yang baik.Menyelenggarakn penyegaran udara yang cukup.Memelihara kebersihan, kesehatan, dan ketertiban.Memperoleh keserasian antara tenaga kerja, alat kerja, lingkungan, cara dan proses kerjanya.Mengamankan dan memperlancar pengangkutan orang , binatang, tanaman, atau barang.Mengamankan dan memelihara segala jenis bangunan.Mencegah terkena aliran listrik yang berbahaya.Menyesuaikan dan menyempurnakan pengamanan pada pekerjaan yang bahaya kecelakaannya menjadi bertambah tinggi.

Dengan demikian, kehadiran Keselamatn dan Kesehatan Kerja sebagai suatu pendekatan ilmiah maupun dalam berbentuk programnya di berbagai sektor bukan tanpa alasan. Alasan pertama adalah karena hak asasi manusia untuk hidup sehat dan selamat, alasan kedua adalah alassan ekonomi agar tidak terjadi kerugian dan beban ekonomi akibat masalah keselamatn dan kesehatan, alasan ketiga adalah alasan hukum 4. Pentingnya Keselamatan dan Kesehatan KerjaKesehatan dan Keselamatan Kerja merupakan ilmu terapan, yang bersifat multidisiplin di dalam era global dewasa hadir dan berkembang dalam aspek keilmuannya (di bidang pendidikan maupu riset) maupun dalam bentuk program-program yang dilaksanakn di berbagai sektor yang tentunya penerapannya didasari oleh berbagai macam alasan.

5. Kesehatan di Lingkungan KerjaSecara umum, kesehatan dan lingkungan dapat mempengaruhi perkembangan ekonomi, dimana industrilisasi banyak memberikan dampak positif terhadap keshatan. Kesehatan adalah keadaan atau situasi sehat seseorang, baik jasmani maupun rohani. Kesehatan dilingkungan kerja adalah kesehatan yang dirasakan oleh pekerja pada saat bekerja pada suatu perusahaan atau ditempat kerja. Menjaga kesehatan di lingkungan kerja dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan kerja dan sekitarnya secara rutin dan teratur.

Untuk mencapai derajat kesehatan di lingkungan kerja, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan dan penting untuk dilaksanakan, yaitu sebagai berikut.a. Segi-segi Kebersihan PerusahaanKebersihan perusahaan meliputi kebersihan luar dan dalam gedung. Secara rinci, kebersihan meliputi sebagai berikut.Keadaan kakus atau WC yang baik.Pembuangan sampah dan air sampah yang baikKeadaan gedung atau halaman yang tidak menyebabkan kecelakaan, kebakaran, dan ledakan-ledakan,Keadaan yang tidak menyebabkan bersarangnya nyamuk dan lalat.

b. Air MinumPada semua tempat kerja harus disediakan air bersih yang sumber dan cara pengalirannya disahkan oleh instansi yang ditunjuk untuk mengesahkan. Tempat minum harus disediakan untuk pekerja-pekerja menurut bentuk yang telah ditentukan oleh yang berwenang dalam berbandingan untuk setiap 100 pekerja.Jika dipakai wadah air munum, maka wadah itu harus tertutup rapat dan tidak deperbolehkan memakai gelas yang sama.c. KakusPerbandingan jumlah kakus dan pekerja adalah:1 kakus untuk 1-24 pekerja

2 kakus untuk 25-50 pekerja3 kakus untuk 50-100 pekerjad. Tempat Cuci dan Ganti PakaianSetiap tempat kerja harus disediakan tempat cuci dalam perbandingan 1 tempat cuci untuk 25 pekerja, dan satu untuk setiap tambahan 15 pekerja jika jumlah pekerja lebih dari 100.Pada setiap tempat cuci harus disediakan air yang mengalir, sabun dan handuk yang bersih juga, serta tempat untuk pembuangan kotoran.Selain itu, harus pula disediakan tempat ganti pakaian apabila ada pengolahan yang menimbulkan debu, kotoran, panas,

tinggi, asap, uap, embun dan sebagainya yang mungkin dapat merusak kesehatan atau kesenangan bekerja.e. Ruangan Makan dan KantinApabila pekerja menghendaki pekerja harus makan siang dalam lingkungan pekerjaan maka harus disediakan ruang makan yang cukup luas sehingga semua pekerja dapat makan sekaligus atau bergelombang. Jika di tempat kerja diadakan kantin makan, kantin itu harus dibuat, dirawat, dan dijalankan sesuai dengan peraturan-peraturan kebersihan.

Jika di tempat kerja diadakan kantin makan, kantin itu harus dibuat, dirawat, dan dijalankan sesuai dengan peraturan-peraturan kebersihan. Dapur, tempat makan, dan alat-alat untuk makan harus bersih dan memenuhi syarat kesehatan, air munum dan makanan yang dihidangkan harus bersih dan sehat.f. Hal-Hal LainSegala sampah ditempat kerja harus dikumpulkan, disimpan, dan dibuang sebegitu rupa sehingga tidak merusak kesehatan atau menjadi gangguan.Selain itu, sanitasi juga harus membantu usaha-usaha untuk memberantass penyakit menular. Untuk memperoleh kesehatan yang baik, usaha-usaha yang harus diperhatikan, di antaranya:

Pekerja yang pekerjaannya menghadapi bahaya harus diperiksa kesehatannya setiap 6 bulan 1 tahun sekali.Alat-alat harus diperiksa setiap miggu atau bulan untuk menilai bahaya-bahaya yang mungkin timbul (antara lain harus dilakukan pengambilan sampel udara juga pemeriksaannya di laboratorium).Pemeriksaan kesehatan sebelum kerja untuk mengetahui kemungkinan sakit pernafasan menaun, ginjal, dan sebagainya.Kondisi-kondisi kesehatan yang menyebabkan rendahnya kondisi produktivitas kerja, di antaranya:Penyakit umum, penyakit yang paling banyak adalah infeksi, endemic (cacar, kolera), parasit, penyakit alat pernapasan, seperti flu da bronchitis.

Penyakit akibat kerja, seperti keracunan bahan kimia, gangguan mental psikologi akibat kerja.Keadaan gizi buruk pada buruh yang dikarenakan penyakit endemis dan parasitis, kurangya pengertian tentang gizi, kemampuan pengupahan yang rendah dan beban kerja yang terlalu besar.Lingkungan kerja yang kurang membantu untuk produktivitas optimal tenaga kerja, seperti keadaan suhu, kelembapan dan gerak