• 1. PENGARUH KOMITMEN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL DAN PENERAPAN PILAR DASAR TOTAL QUALITY MANAGEMENT SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Empiris pada BUMN di Kota Padang) SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Pada Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang Oleh SIGIT SANJAYA 2007/84398 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2013
  • 2. i ABSTRAK Sigit Sanjaya. (84398). Pengaruh Komitmen terhadap Kinerja Manajerial dan Penerapan Pilar Dasar Total Quality Management sebagai Variabel Intervening. Skripsi. Universitas Negeri Padang. 2013 Pembimbing I : Fefri Indra Arza, SE, M.Sc, Ak Pembimbing II : Erly Mulyani, SE, M.Si, Ak Penelitian ini bertujuan untuk menguji: (1) Pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM (Total Quality Management) terhadap kinerja manajerial. (2) Pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar TQM. Jenis penelitian ini digolongkan sebagai penelitian yang bersifat kausatif. Populasi penelitian ini adalah Badan Usaha Milik Negara di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan total sampling. Data dikumpulkan dengan menyebarkan langsung kuisioner kepada responden yang bersangkutan. Teknik analisis data dengan menggunakan analisis jalur dengan uji t. Hasil penelitian membuktikan bahwa (1) Komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial (2) Komitmen manajer divisi berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar Total Quality Management. Dalam penelitian ini disarankan: (1) Bagi BUMN, untuk lebih memperhatikan penerapan pilar dasar TQM, sehingga dapat meningkatkan kinerja manajerial. Peningkatan pilar dasar TQM yang semakin baik secara langsung akan mendorong kinerja manajerial semakin baik. (2) Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan untuk menemukan variabel-variabel lain yang dapat memperluas sampel penelitian dan variabel-variabel penelitian untuk menemukan variabel- variabel lain yang dapat mempengaruhi kinerja manajerial.
  • 3. ii KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis sampaikan kehadirat Allah SWT, atas rahmat, ridho dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul “Pengaruh Komitmen terhadap Kinerja Manajerial dengan Penerapan Pilar Dasar Total Quality Management sebagai Variabel Intervening”. Penulisan skripsi ini adalah untuk memenuhi persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang. Dalam penulisan skripsi ini penulis tidak terlepas dari hambatan dan rintangan. Namun Demikian, atas bimbingan, bantuan, arahan serta dukungan dari berbagai pihak maka penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulis secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Bapak Fefri Indra Arza, SE, M.Sc, Ak dan Ibu Erly Mulyani, SE, M.Si, Ak selaku dosen pembimbing yang telah banyak menyediakan waktu dan pemikirannya dalam penyusunan skripsi ini. Pada kesempatan ini, penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Dekan dan Pembantu Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang 2. Ketua dan Sekretaris Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang
  • 4. iii 3. Bapak dan Ibu Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang, khususnya Program Studi Akuntansi serta karyawan yang telah membantu penulis selama menuntut ilmu di kampus ini. 4. Kepala Cabang Badan Usaha Milik Negara di Kota Padang yang telah memberikan izin penulis untuk melakukan penelitian ini. 5. Kedua orang tua (Farizal dan Marnis) yang selalu memberikan dukungan dan mendoakan agar penulis dapat mencapai apa yang dicita-citakan. 6. Kakak dan adik (Elok, Uni, Abang, Epi, Imam) serta ponakan ku yang imut- imut (Qayla, Radit dan Qory) yang selalu memberikan dukungan dan semangat selama kuliah dalam penyusunan skripsi ini. 7. Teman-teman Akuntansi Fakultas Ekonomi khususnya angkatan 2007 terima kasih atas dukungan moril dan materil kepada penulis dalam penulisan skripsi ini. Dengan segala keterbatasan yang ada, penulis tetap berusaha untuk menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan baik. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca guna kesempurnaan skripsi ini. Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua. Padang, 21 Juni 2013 Penulis
  • 5. iv DAFTAR ISI Halaman JUDUL ABSTRAK.............................................................................................. i KATA PENGANTAR........................................................................... ii DAFTAR ISI.......................................................................................... iv DAFTAR TABEL.................................................................................. ix DAFTAR GAMBAR…………………………………………………. xi DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………. xii BAB I. PENDAHULUAN………………………………………….. 1 A. Latar Belakang………………………………………………. 1 B. Perumusan Masalah…………………………………………. 6 C. Tujuan Penelitian…………………………………………….. 6 D. Manfaat Penelitian…………………………………………… 7 BAB II. KAJIAN TEORI, KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS……………………………………………………. 8 A. Kajian Teori………………………………………………….. 8 1. Kinerja Manajerial……………………………………. 8 a. Pengertian Kinerja Manajerial…………………… 8 b. Tujuan dan Manfaat Penilaian Kinerja………….. 9 c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja…….. 11 2. Komitmen Manajer Divisi…………………………… 13 a. Pengertian Komitmen penerapan TQM…………. 13 b. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Komitmen…. 16
  • 6. v 3. Total Quality Management…………………………………. 18 a. Pengertian Total Quality Management ……………. 18 b. Pilar Dasar Total Quality Management…………… 24 B. Penelitian Terdahulu……………………………………………. 25 C. Pengembangan Hipotesis……………………………………….. 26 1. Pengaruh Komitmen Manajer Mengenai Penerapan TQM terhadap Kinerja Manajerial……………………………….. 26 2. Pengaruh Komitmen Manajer terhadap Kinerja Manajerial dan Penerapan Pilar Dasar TQM sebagai Variabel Intervening.. 27 D. Kerangka Konseptual……………………………………………30 E. Hipotesis…………………………………………………………31 BAB III. METODE PENELITIAN………………………………………32 A. Jenis Penelitian…………………………………………………. 32 B. Populasi, Sampel dan Responden………………………………. 32 C. Jenis dan Sumber Data…………………………………………..34 D. Teknik Pengumpulan Data………………………………………34 E. Variabel dan Pengukuran Variabel……………………………….35 F. Instrumen Penelitian……………………………………………..36 G. Uji Instrumen…………………………………………………… 36 1. Uji Validitas………………………………………………36 2. Uji Reliabilitas…………………………………………... 37 H. Uji Asumsi Klasik……………………………………………….38 1. Uji Normalitas Residual………………………………… 38 2. Uji Heterokedastisitas……………………………………39 I. Teknik Analisis Data…………………………………………….. 39 1. Uji Koefisien Determinasi……..………………………... 39
  • 7. vi 2. Analisis Jalur……………………………………………. 40 3. Uji Hipotesis……………………………………………. 43 a. Uji F………………………………………………. 43 b. Uji t……………………………………………….. 43 J. Definisi Operasional…………………………………………… 44 BAB IV. TEMUAN DAN PEMBAHASAN………………………….. 45 A. Gambaran Umum Objek Penelitian…………………………… 45 B. Demografi Responden………………………………………… 47 C. Deskripsi Hasil Penelitian…………………………………….. 50 1. Kinerja Manajerial…………………………………….. 51 2. Komitmen terhadap penerapan TQM…………………… 52 3. Penerapan Pilar Dasar TQM…………………………… 53 D. Uji Instrumen…………………………………………………. 55 1. Uji Validitas…………………………………………… 55 2. Uji Reliabilitas………………………………………… 55 E. Uji Asumsi Klasik…………………………………………….. 56 1. Uji Normalitas Residual………………………………. 56 2. Uji Multikolinearitas…………………………………… 57 3. Uji Heterokedastisitas…………………………………. 57 F. Model dan Teknik Analisis Data……………………………… 58 1. Uji F……………………………………………………. 58 2. Koefisien Determinasi………………………………… 59 H. Uji Hipotesis...………………………………………………….. 60 1. Pengujian Hipotesis 1..…………………………………. 65 2. Pengujian Hipotesis 2….………………………………. 65
  • 8. vii I. Pembahasan……………………………………………… 68 1. Pengaruh Komitmen Mengenai Penerapan TQM terhadap Kinerja Manajerial……………………………………….. 68 2. Pengaruh Komitmen Manajer Mengenai TQM terhadap Kinerja Manajerial Melalui Pilar Dasar TQM…………. 69 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN................................................. 70 A. Kesimpulan…………………………………………………… 70 B. Keterbatasan dan Saran……………………………………….. 70 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
  • 9. viii DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1. Daftar Kantor Cabang BUMN di Kota Padang……………………… 33 2. Kisi-Kisi Instrumen Penelitian………………………………………. 36 3. Uji Validitas pilot test……………………………………………….. 37 4. Uji Reliabilitas pilot test…………………………………………………… 38 5. Daftar BUMN yang Mengembalikan Kuesioner……………………. 45 6. Daftar BUMN yang Menolak Kuesioner……………………………. 46 7. Jumlah Responden Berdasarkan Fakta………………………………. 47 8. Jumlah Responden Berdasarkan Jenjang Pendidikan……………….. 48 9. Jumlah Responden Berdasarkan Masa Kerja………………………… 48 10. Jumlah Responden Berdasarkan Usia………………………………. 49 11. Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin……………………. 50 12. Distribusi Frekuensi Variabel Kinerja Manajerial…………………... 51 13. Distribusi Frekuensi Komitmen Manajer Divisi……………………… 52 14. Distribusi Frekuensi Penerapan Pilar Dasar TQM…………………. 53 15. Uji Validitas Data…………………………………………………… 55 16. Uji Reliabilitas Data………………………………………………… 56 17. Uji Normalitas……………………………………………………….. 56 18. Uji Multikolinearitas………………………………………………… 57 19. Uji Heterokedastisitas………………………………………………. 58 20. Uji F……………..………………………………………………….. 58
  • 10. ix 21. Adjusted R Square……………………………………………………. 59 22. Koefisien Determinasi substruktur 1…………………………………… 60 23. Koefisien Regresi substruktur 1…………………………………………. 61 24. Koefisien Determinasi substruktur 2……………………………………. 62 25. Koefisien Regresi Substruktur 2………………………………………….62 26. Rekapitulasi Pengaruh Variabel Penyebab……………………………… 63
  • 11. x DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 1. Kerangka Konseptual Penelitian……………………………………… 31 2. Substruktur 1…………………………………………………………. 60 3. Substruktur 2…………………………………………………………. 61
  • 12. xi DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1. Surat Izin Penelitian……….………………………………………… 77 2. Surat Permohonan Mengisi Kuesioner……………………………… 78 3. Kuesioner Penelitian………………………………………………… 79 4. Data Pilot Test………………………………………………………. 83 5. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Pilot Test……………………… 86 6. Data Penelitian………………………………………………………. 89 7. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Penelitian……………………… 95 8. Uji Asumsi Klasik……………………………………………………. 98 9. Uji Regresi Berganda dan Uji t………………………………….. 100
  • 13. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang atau secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama sebelumnya. Kinerja manajerial merupakan hasil dari proses aktivitas manajerial yang efektif mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, laporan pertanggungjawaban, pembinaan, dan pengawasan (Basri & Rivai, 2005). Menurut Donnelly, Gibson, dan Ivancevich dalam Basri & Rivai (2005) “kinerja merujuk kepada tingkat keberhasilan dalam melaksanakan tugas serta kemampuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kinerja menurut Gibson (2000) adalah seberapa efektif dan efisien manajer telah bekerja untuk mencapai tujuan organisasi. Organisasi diartikan sebagai suatu bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan bersama-sama secara efisien dan efektif melalui kegiatan yang telah ditentukan secara sistematis dan di dalamnya terdapat pembagian tugas, wewenang, tanggung jawab yang jelas dalam mencapai tujuan organisasi tersebut (Tangkilisan, 2007). Tanggung jawab manajer terbagi atas tiga kelompok, yaitu tanggung jawab manajer dalam melaksanakan tugas, tanggungjawab manajer dalam mengelola team dan tanggung jawab manajer dalam mengelola individu.
  • 14. 2 Dalam dunia bisnis, kinerja menjadi menjadi salah satu pusat perhatian. Oleh karenanya dalam berbagai penelitian banyak sekali ditemukan penelitian yang terkait dengan kinerja. Kinerja merupakan kondisi yang harus diketahui dan diinformasikan kepada pihak-pihak tertentu untuk mengetahui tingkat capaian hasil suatu instansi dihubungkan dengan visi yang diemban suatu organisasi serta mengetahui dampak positif dan negatif dari suatu kebijakan operasional yang diambil. Dipetakan secara sederhana, BUMN memiliki kendala terhadap kinerjanya. Terbukti, dari 160 BUMN, hanya sepertiganya yang kinerjanya baik. Permasalahan BUMN mendasar diantaranya pengelolaan manajemen yang berantakan dan kualitas sumber daya manusia yang rendah, sedangkan Total Quality Management sendiri belum menjadi agenda penting dalam RUPS padahal rata-rata BUMN sudah menerapkan TQM. Hal ini disampaikan oleh para pemerhati BUMN di situsnya (www.bumnwatch.com). Menteri BUMN sendiri juga mengungkapkan buruknya kinerja BUMN dapat dilihat dari waktu penyelesaian suatu proyek yang memakan waktu cukup lama, Dahlan Iskan mencontohkan pembangunan jalan tol di Surabaya yang dikelola oleh salah satu BUMN manufakur memakan waktu hingga 12 tahun. Selain itu, pembangunan listrik Jawa-Bali yang dilakukan sejak tahun lalu dan diprediksikan baru akan selesai pada akhir 2013 mendatang. (www.voaindonesia.com). Kinerja dalam menjalankan fungsinya tidak berdiri sendiri, tetapi berhubungan dengan kepuasan kerja dan tingkat imbalan, dipengaruhi oleh keterampilan, kemampuan dan sifat-sifat individu. Oleh karena itu menurut
  • 15. 3 Donelly, Gibson dan Ivancevich dalam Basri & Rivai (2005) kinerja individu pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor: (a) harapan mengenai imbalan; (b) dorongan; (c) kemampuan; kebutuhan dan sifat; (d) persepsi terhadap tugas; (e) imbalan internal dan eksternal; (f) persepsi terhadap tingkat imbalan dan kepuasan kerja. Dengan demikian, kinerja pada dasarnya ditentukan oleh tiga hal, yaitu: (1) kemampuan, (2) keinginan dan (3) lingkungan. Oleh karena itu, agar mempunyai kinerja yang baik, seseorang harus mempunyai keinginan yang tinggi untuk mengerjakan serta mengetahui pekerjaannya. Manajer yang berkualitas adalah manajer yang mempunyai kepemimpinan diri dan mampu membangun kepemimpinan tim. Kepemimpinan (Leadership) adalah proses dimana seseorang atau sekelompok (tim) memainkan pengaruh atas orang (tim) lain, menginspirasikan, memotivasi dan mengarahkan aktivitas bersama untuk mencapai sasaran dan tujuan bersama. Dalam manajemen kualitas total (TQM) sasaran utama adalah Corporate Master Improvement Story (Gasperz, 2002). Komitmen manajer terhadap penerapan TQM menurut Ferris (1998) ditunjukkan dengan melaksanakan tugas pokok dan mempengaruhi, mengarahkan serta mendorong bawahannya menuju program pengendalian kualitas terpadu. Gasperz (2002) mengemukakan bahwa orang yang berkomitmen terhadap penerapan TQM akan mengadopsi prinsip-prinsip TQM dalam kehidupan sehari-hari dan senantiasa bertanggung jawab atas keberhasilan kinerja yang tercantum dalam Master Improvement story. Ferris (1998) juga mengemukakan bahwa komitmen manajer terhadap penerapan TQM akan berdampak terhadap keberhasilan TQM. Karena manajer mempunyai peran vital
  • 16. 4 dalam upaya pencapaian tujuan dan manajemen mutu terpadu. Para manajer berperan dalam menerapkan manajemen mutu sebagai suatu program. Selain itu manajer lah yang mengarahkan bawahan, memberikan orientasi kepada karyawan baru dan lama, menegakkan disiplin dan menjadi konselor untuk bawahan. Manajemen mutu atau Total Quality Management (TQM) menurut Gaspersz (2002) adalah meningkatkan perbaikan secara terus-menerus pada setiap level operasi atau proses untuk memuaskan konsumen dengan menggunakan sumber daya yang tersedia. Penerapan pilar dasar TQM mencakup kepuasan pelanggan, pemberdayaan karyawan dan peningkatan mutu secara berkelanjutan (Blocher, 2000). Total Quality Management (TQM) merupakan suatu proses yang panjang dan berlangsung terus menerus, karena budaya organisasi merupakan salah satu faktor yang cukup sulit untuk dirubah. Keberhasilan penerapan TQM akan berdampak pada penurunan biaya akibat turunnya kerusakan atau kegagalan produk dan kemampuan menghindari pemborosan biaya yang tidak bernilai bagi pelanggan. Penurunan biaya tidak semata-mata hanya pengurangan biaya produksi, namun juga aktivitas berlebih, tanpa mengorbankan mutu produk yang dihasilkan. Peningkatan mutu diyakini sebagai cara yang sangat efektif dilakukan seorang manajer untuk meningkatkan pangsa pasar, dan perusahaan yang memiliki keunggulan biaya serta pangsa pasar yang luas, maka manajer akan menuai prestasi yang tinggi. Adapun penelitian terdahulu yang melihat pengaruh komitmen dan penerapan Total Quality Management telah dilakukan oleh Pasaribu (2009) dan
  • 17. 5 menyatakan bahwa komitmen berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar TQM. Penelitian mengenai pengaruh komitmen terhadap kinerja juga dilakukan oleh Abdullah tahun (2010) dan menyatakan bahwa komitmen berpengaruh terhadap kinerja. Penelitian Tistinangtias (2007) mengenai pengaruh komitmen terhadap kinerja menyatakan bahwa komitmen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja. Namun penelitian Sabrina (2011) mengenai pengaruh komitmen terhadap kinerja menyatakan bahwa komitmen tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Penelitian mengenai penerapan Total Quality Management (TQM) terhadap kinerja dilakukan oleh Finasari (2006) menyatakan bahwa penerapan TQM mempunyai pengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial. Penelitian mengenai penerapan Total Quality Management (TQM) juga dilakukan oleh Nurul (2011) dan menyatakan bahwa penerapan TQM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Namun penelitian Sari (2009) menyatakan bahwa penerapan TQM tidak berpengaruh terhadap kinerja. Penelitian ini berbeda dengan penelitian Pasaribu (2009), perbedaan dengan penelitian Pasaribu terletak pada tempat penelitian. Penelitian Pasaribu (2009) menjadikan BUMN manufaktur sebagai tempat penelitian, namun peneliti mencoba meneliti pada BUMN yang berlokasi di kota Padang baik yang bergerak di bidang manufaktur ataupun jasa. Perbedaan dengan penelitian Abdullah pada tahun 2010, penelitian Tistiningtias pada tahun 2007, penelitian Finasari pada
  • 18. 6 tahun 2006 dan Nurul pada tahun 2011 terletak pada variabel bebas dan tempat penelitian. Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Komitmen terhadap Kinerja Manajerial dan Penerapan Pilar Dasar Total Quality Management sebagai Variabel Intervening ”. (Studi empiris pada BUMN Kota Padang) B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang: 1. Sejauhmana pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial? 2. Sejauhmana pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar TQM C. Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah diatas, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial. 2. Pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar TQM
  • 19. 7 D. Manfaat Penelitian Selain tujuan yang hendak dicapai tersebut, penulis juga berharap hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat: 1. Bagi penulis, dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai Pengaruh Komitmen terhadap Kinerja Manajerial dan Penerapan Pilar Dasar Total Quality Management sebagai variabel intervening 2. Bagi akademis, penelitian ini bisa memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan yang berkaitan dengan kinerja manajerial dan sebagai referensi untuk diteliti lebih lanjut di lingkungan akademika. 3. Bagi tempat penelitian, dapat dijadikan pedoman untuk kebijakan kedepan. 4. Bagi peneliti selanjutnya, dapat dijadikan referensi yang akan mengadakan kajian lebih luas dalam bahasan ini.
  • 20. 8 BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS A. Kajian Teori 1. Kinerja Manajerial a. Pengertian Kinerja Manajerial Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan atau kelompok selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama sebelumnya (Basri & Rivai, 2005). Menurut Stolovich dan Keeps dalam (Basri & Rivai, 2005) kinerja merupakan hasil yang dicapai dan merujuk pada tindakan pencapaian serta pelaksanaan suatu pekerjaan yang diminta. Menurut Robbins (2008) pencapaian tujuan yang telah ditetapkan merupakan salah satu tolok ukur kinerja individu. Ada 3 kriteria dalam melakukan penilaian kinerja individu, yakni tugas individu, perilaku individu dan ciri individu. Menurut Rai (2008) kinerja merupakan hasil evaluasi terhadap pekerjaan yang telah dilakukan dan dibandingkan dengan kriteria yang ditetapkan bersama. Sedangkan menurut Sedarmayanti (2004, dalam Syaiin 2008) mengemukakan kinerja (performance) merupakan hasil kerja yang dicapai oleh seseorang atau kelompok dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab
  • 21. 9 masing-masing dalam upaya mencapai tujuan organisasi yang bersangkutan secara legal dan tidak melanggar hukum dan tidak bertentangan dengan moral ataupun etika. Manajemen menurut (Daft: 2010) adalah pencapaian tujuan-tujuan organisasional secara efektif dan efisien melalui perencanaa, pengelolaan, kepemimpinan, dan pengendalian sumber daya sumber daya organisasional. Individu yang menjalankan fungsi manajemen dinamakan manajer. Berdasarkan definisi manajemen, tanggung jawab manajer adalah mengoordinasikan sumber daya yang ada secara efisien guna mencapai tujuan organisasi. Efektivitas (effectiveness) organisasi berarti sejauhmana organisasi dapat mencapai tujuan yang ditetapkan, atau berhasil mencapai apapun yang coba dikerjakan. Efisiensi (efficiency) organisasi adalah jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasional. Efisiensi organisasi ditentukan oleh berapa banyak bahan baku, uang dan manusia yang dibutuhkan untuk menghasilkan jumlah keluaran tertentu. Efisiensi dapat dihitung sebagai jumlah sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan barang atau jasa. Jadi kinerja manajerial dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan para manajer dalam melaksanakan tugas-tugasnya yang dibandingkan dengan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. b. Tujuan dan Manfaat Penilaian Kinerja Tujuan penilaian kinerja menurut Henri (2004) terbagi atas 2, yang pertama adalah tujuan evaluasi, dan yang kedua adalah tujuan pengembangan.
  • 22. 10 Tujuan evaluasi dimana seorang manajer menilai kinerja masa lalu seorang karyawan dengan menggunakan rating deskriptif untuk menilai kinerja dan dengan data tersebut berguna untuk keputusan promosi maupun kompensasi. Tujuan pengembangan adalah dimana seorang manajer mencoba meningkatkan kinerja seorang karyawan dimasa mendatang. Tujuan pokok dari pengembangan ini sendiri menghasilkan suatu informasi yang akurat dan valid berkenaan dengan perilaku dan kinerja anggota organisasi maupun karyawan. Manfaat penilaian kinerja bagi semua pihak adalah agar bagi mereka mengetahui manfaat yang dapat mereka harapkan (Basri & Rivai, 2005). Adapaun orang-orang yang berkepentingan dalam penilaian tersebut adalah: 1. Individu yang dinilai. 2. Penilai (atasan, supervisor, pimpinan, manajer, konsultan). 3. Perusahaan. Manfaat bagi karyawan yang dinilai dalam penilain kinerja: 1. Meningkatkan motivasi. 2. Meningkatkan kepuasan hidup. 3. Adanya kejelasan standar dari hasil yang ditetapkan. 4. Umpan balik dari kinerja lalu yang kurang atraktif dan konstruktif. 5. Pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan menjadi lebih besar, membangun kekuatan dan mengurangi kelemahan seminimal mungkin. 6. Adanya pandangan yang jelas tentang konteks pekerjaan 7. Peningkatan pengertian tentang nilai pribadi 8. Kesempatan untuk mendiskusikan masalah pekerjaan dan solusinya.
  • 23. 11 Manfaat penilaian kinerja penilai dalam (Rivai &Basri, 2005) adalah: 1. Kesempatan untuk mengukur dan mengidentifikasikan kecenderungan kinerja karyawan untuk perbaikan manajemen selanjutnya. 2. Kesempatan untuk mengembangkan suatu pandangan umum tentang pekerjaan individu dan departemen yang lengkap. 3. Memberikan peluang untuk mengembangkan sistem pengawasan baik untuk pekerjaan manajer sendiri, maupun pekerjaan dari bawahan. Manfaat penilaian kinerja menurut Werther dan Davis (1996) mempunyai beberapa tujuan manfaat bagi organisasi: 1. Training and development needs. Mengevaluasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan bagi pegawai agar kinerja mereka lebih optimal. 2. Staffing process defiencies. Mempengaruhi prosedur perekrutan pegawai. 3. Informational inaccuracies and job-design errors. Membantu menjelaskan apa saja kesalahan yang telah terjadi dalam manajemen sumber daya manusia terutama di bidang informasi job analysis, job design, dan sistem informasi manajemen sumber daya manusia. c. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Kinerja dalam menjalankan fungsinya tidak berdiri sendiri, tetapi berhubungan dengan kepuasan kerja dan tingkat imbalan, dipengaruhi oleh keterampilan, kemampuan dan sifat-sifat individu. Oleh karena itu menurut Donelly, Gibson dan Ivanevich dalam Basri & Rivai (2005), kinerja individu pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor: (a) harapan mengenai imbalan; (b) dorongan; (c) kemampuan; (d) dorongan; (e) imbalan internal dan eksternal; (f)
  • 24. 12 persepsi terhadap imbalan dan kepuasan kerja. Dengan demikian, kinerja pada dasarnya ditentukan oleh tiga hal, yaitu: (1) kemampuan (2) keinginan (3) lingkungan. Kinerja individu dipengaruhi oleh kepuasan kerja. Kepuasan kerja itu sendiri adalah perasaan individu terhadap pekerjaannya. Perasaan ini berupa suatu hasil penilaian mengenai seberapa jauh pekerjaannya secara keseluruhan mampu memuaskan kebutuhannya. Kepuasan tersebut berhubungan dengan faktor-faktor individu, yakni: (a) kepribadian seperti aktualisasi diri, kemampuan menghadapi tantangan, kemampuan menghadapi tekanan, (b) status dan senioritas, makin tinggi hierarkis di dalam perusahaan lebih mudah individu tersebut untuk puas; (c) kecocokan dengan minat, semakin cocok individu semakin tinggi kepuasannya; (d) kepuasan individu dalam hidupnya, yaitu individu yang mempunyai kepuasan yang tinggi terhadap elemen-elemen kehidupannya yang tidak berhubungan dengan kerja, biasanya akan mempunyai kepuasan kerja yang tinggi. Menurut Mahoney (1963, dalam Sumarno, 2005) ada 9 hal yang dapat dijadikan indikator dalam penilaian kinerja. 1. Perencanaan, mencakup penentuan segala sesuatu sebelum dilakukannya kegiatan. 2. Investigasi, mencakup pengumpulan dan penyampaian informasi untuk catatan, laporan dan rekening, menyusun hasildan menganalisis pekerjaan 3. Pengkoordinasian, mencakup tukar menukar informasi, dengan individu dibagian organisasi yang lain untuk mengkaitkan dan menyesuaikan
  • 25. 13 program, memberitahu bagian lain dan berhubungan komunikasi dengan baik dengan manajer lain. 4. Evaluasi, mencakup menilai dan mengukur proposal, kinerja yang diamati atau dilaporkan, penilaian pegawai, penilaian catatan hasil, penilaian laporan keuangan, pemeriksaaan produk 5. Pengawasan, mencakup penyerahan, memimpin dan mengarahkan bawahan, membimbing, melatih dan menjelaskan peraturan kerja pada bawahan, memberikan tugas pekerjaan dan menangani keluhan. 6. Pemilihan staff, mencakup mempertahankan angkatan kerja, merekrut, mewawancarai dan memilih pegawai baru, menempatkan, mempromosikan dan memutasi pegawai. 7. Negosiasi, mencakup pembelian, penjualan, atau melakukan kontrak untuk barang dan jasa 8. Perwakilan, menghadiri pertemuan dengan perusahaan lain, pertemuan perkumpulan bisnis, pidato untuk acara kemasyarakatan, pendekatan masyarakat, mempromosikan tujuan umum perusahaan. 9. Kinerja rata-rata keseluruhan, mencakup kinerja aktivitas manajerial secara keseluruhan. 2. Komitmen Manajer Divisi Mengenai Penerapan TQM a. Pengertian Komitmen mengenai Penerapan TQM Komitmen adalah kemampuan dan kemauan untuk menyelaraskan perilaku pribadi dengan kebutuhan, prioritas dan tujuan organisasi. Hal ini mencakup cara-cara mengembangkan tujuan atau memenuhi kebutuhan organisasi
  • 26. 14 yang intinya mendahulukan misi organisasi pada kepentingan probadi (Soegiarto, 2009). Menurut Mayer dan Allen (1991, dalam Soegiarto, 2009), komitmen dapat juga berarti penerimaan yang kuat individu terhadap tujuan dan nilai-nilai organisasi, dan individu berupaya serta berkarya dan memiliki hasrat yang kuat untuk tetap bertahan di organisasi tersebut. Komitmen manajer terhadap penerapan TQM yaitu kemampuan serta kemauan manajer untuk melaksanakan tugas pokok dan mengarahkan, mempengaruhi serta mendorong bawahan menuju program pengendalian kualitas terpadu (Ferris, 1998). Menurut Cherirington (1995) komitmen merupakan nilai personal, yang terkadang mengacu kepada sikap loyal terhadap perusahaan. Mayer dan Allen (1991, dalam Cahyasumirat 2009) mengemukakan 3 komponen tentang komitmen organisasi: 1). Affective commitment, apabila anggota ingin menjadi bagian dari organisasi karena adanya ikatan emosional (emotional attachment) atau merasa mempunyai nilai yang sama dengan organisasi. 2). Continuance Commitment, yaitu kemauan individu untuk tetap bertahan karena tidak menemukan pekerjaan lain atau karena reward tertentu. 3). Normative Commitment, merupakan kemauan yang timbul dari nilai-nilai organisasi, anggota organisasi ini bertahan karena adanya kesadaran bahwa berkomitmen terhadap organisasi memang seharusnya dilakukan. Menurut Wibowo (2006) manajer dapat memilih 4 tipe komitmen yang berbeda:
  • 27. 15 1. Commitment to a course of action (komitmen pada jalannya tindakan), yaitu suatu komitmen pada sesuatu yang menjadi penyebab suatu tindakan. Apabila manajer mempunyai komitmen untuk menjadi unggul dalam produk tertentu, sebagai konsekuensinya mereka melakukan daya upaya untuk merealisasikannya. Investasi untuk memperluas produk tersebut dilakukan dan menentukan langkah-langkah pemasaran yang tepat untuk menguasai pasar. 2. Commitment to an ambitious goal (komitmen pada tujuan ambisius), yaitu suatu komitmen untuk menetapkan tujuan yang ambisius. Komitmen untuk mencapai tujuan yang ambisius sering dinyatakan dalam bentuk market share (misalnya menentukan menjadi market leader dalam industri minuman ringan). 3. Commitment to stretch relationship (komitmen untuk membentangkan hubungan), yaitu suatu komitmen untuk mengembangkan hubungan dalam organisasi. Kebanyakan manajer memahami bahwa memperluas tujuan sebagai alat manajemen, tetapi sedikit yang mengenal hubungan yang lebih luas dalam membatasi kelembaman. Manajer memberikan komitmen untuk mengembangkan hubungan dengan menghubungkan keberuntungan perusahaan pada pelanggan utama, mitra yang terpuaskan, investor canggih, atau permintaan pekerja. 4. Commitment to an operating philosophy (komitmen pada filosofi operasi). Manajer yang berusaha mengatasi kelambatan dapat membuat komitmen pada filosofi operasi yang berbeda dengan cara tradisional organisasi.
  • 28. 16 Filosofi operasi bukanlah merupakan daftar rinci aturan maupun kompilasi nilai-nilai yang tidak berarti, tetapi merupakan pernyataan singkat tentang bagaimana operasi akan bergerak ke depan. b. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Komitmen Menurut Dyne dan Graham (2005, dalam Soegiarto 2009), faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen adalah : personal, situasional dan posisi. Faktor karakteristik personal seperti: 1. Ciri-ciri kepribadian tertentu yaitu, teliti, ektrovert, berpandangan positif, cenderung lebih komitmen. Demikian juga individu yang lebih berorientasi kepada tim dan menempatkan tujuan kelompok diatas tujuan sendiri serta individu yang alturuistik (sering membantu) akan cenderung lebih komit. 2. Usia dan masa kerja berhubungan positif dengan komitmen organisasi. 3. Tingkat pendidikan, semakin tinggi tingkat pendidikan semakin banyak harapan yang tidak terakomodir, sehingga komitmennya semakin rendah. 4. Jenis kelamin, wanita pada umumnya menghadapi tantangan lebih besar dalam mencapai karirnya, sehingga komitmennya lebih tinggi. 5. Status perkawinan, individu yang telah menikah lebih terikat dengan organisasinya. 6. Keterlibatan kerja (job involvement), tingkat keterlibatan kerja individu berhubungan positif dengan komitmen organisasi. Faktor Situasional Seperti:
  • 29. 17 1. Nilai (Value) tempat kerja. Nilai-nilai yang dapat dibagikan adalah suatu komponen kritis dari hubungan saling keterikatan. Nilai-nilai kualitas, inovasi, koopersi, partisipasi dan trust akan mempermudah setiap anggota organisasi untuk saling berbagi dan membangun hubungan erat. Jika para anggota organisasi percaya bahwa nilai organisasinya adalah kualitas produk dan jasa, para anggota organisasi akan terlibat dalam perilaku yang memberikan kontribusi untuk mewujudkan hal tersebut. 2. Keadilan organisasi. Keadilan organisasi meliputi: keadilan yang berkaitan dengan kewajaran alokasi sumber daya, keadilan dalam proses pengambilan keputusan, serta keadilan dalam persepsi kewajaran atas pemeliharaan hubungan antar pribadi. 3. Karakteristik pekerjaan. Meliputi pekerjaan yang penuh makna, otonomi dan umpan balik dapat merupakan motivasi kerja yang internal. Kepuasan atas otonomi, status dan kebijakan merupakan predikat penting dari komitmen. Karakteristik spesifik dari pekerjaan dapat meningkatkan rasa tanggung jawab, serta rasa ketrikatan terhadap organisasi. 4. Dukungan organisasi. Dukungan organisasi mempunyai hubungan positif dengan komitmen organisasi. Hubungan ini didefinisikan sebagai sejauhmana anggota organisasi mempersepsikan bahwa organisasi (lembaga, atasan, rekan) memberi dorongan respek, menghargai kontribusi, dan memberi apresiasi bagi individu dalam pekerjaannya. Hal ini berarti jika organisasi peduli dengan keberadaan dan kesejahteraan
  • 30. 18 personal anggota organisasi dan juga menghargai kontribusinya, maka anggota organisasi akan lebih komit. Faktor posisi seperti: 1. Masa kerja. Masa kerja yang lama akan semakin membuat anggota organisasi komit, hal ini disebabkan oleh karena semakin memberi peluang pada anggota organisasi untuk menerima tugas menantang, otonomi semakin besar, serta peluang promosi yang lebih tinggi. Juga peluang investasi pribadi berupa pikiran, tenaga dan waktu yang semakin besar, hubungan sosial lebih bermakna, serta akses untuk mendapat informasi pekerjaan baru makin berkurang. 2. Tingkat pekerjaan. Berbagai penelitian menyebutkan status sosioekonomi sebagai prediktor komitmen yang paling kuat. Status yang tinggi cenderung meningkatkan motivasi maupun kemampuan aktif terlibat. 4. Pilar Dasar Total Quality Management (TQM) a. Pengertian Total Quality Management (TQM) TQM merupakan suatu pendekatan yang muncul pertama kali di Amerika Serikat, tetapi kemudian diorganisasikan dan dilaksanakan di beberapa perusahaan di Jepang. TQM dipelopori oleh dua orang pakar yang terkenal di Jepang dan maupun di Amerika Serikat yaitu Edward W Deming dan Joseph M. Juran. TQM merupakan perluasan dan pengembangan dari jaminan mutu. Menurut Hadis (2010) pengertian mutu menurut lima pakar utama dalam manjemen mutu terpadu adalah sebagai berikut:
  • 31. 19 1. Joseph M. Juran Mutu adalah kecocokan penggunaan produk (fitness for use), untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan. 2. Philip B. Crosby Mutu adalah conformance to requirement, yaitu sesuai dengan yang diisyaratkan. Suatu produk memiliki mutu apabila sesuai dengan standar atau kriteria yang telah ditentukan, standar mutu meliputu bahan baku, proses produksi dan produk jadi. 3. Edward Deming Mutu adalah kesesuaian dengan kebutuhan pasar atau konsumen. Perusahaan yang bermutu adalah perusahaan yang menguasai pangsa pasar karena hasil produksinya sesuai dengan kebutuhan konsumen, sehingga menimbulkan kepuasan konsumen. Jika konsumen merasa puas, maka mereka akan setia dalam membeli produk perusahaan tersebut baik berupa barang maupun jasa. 4. Fergenbaum Mutu adalah kepuasan pelanggan sepenuhnya. Suatu produk dianggap bermutu apabila dapat memberikan kepuasan sepenuhnya kepada konsumen, yaitu sesuai dengan harapan konsumen atas produk yang dihasilkan perusahaan. 5. Garvi dan Davis Mutu adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, tenaga kerja, proses dan tugas serta lingkungan yang memenuhi atau
  • 32. 20 melebihi harapan pelanggan. Perubahan mutu produk tersebut memerlukan peningkatan atau perubahan keterampilan tenaga kerja, proses produksi, dan tugas serta perubahan lingkungan perusahaan agar produk dapat memenuhi dan melebihi harapan konsumen. Secara umum, TQM dapat diartikan sebagai aplikasi dari berbagai metode kuantitatif dan kualitatif dan kegiatan sumber daya manusia untuk memperbaiki proses (kegiatan) di dalam organisasi, dengan tujuan memenuhi dan memuaskan kebutuhan konsumen (Singgih, 2007). Diawali dengan kesadaran berkompetisi dengan tujuan memenangkan konsumen, perusahaan melakukan perbaikan- perbaikan secara total dan berkelanjutan terhadap semua kegiatan yang ada, sehingga produk atau jasa yang diberikan dapat memuaskan konsumen dengan biaya seminimal mungkin. Benner dan Kerr (1996, dalam Purwanto 2008) menjelaskan manajemen kualitas total adalah konsep dan metoda yang memerlukan komitmen dan keterlibatan pihak manajemen dan seluruh organisasi dalam pengolahan perusahaan untuk memenuhi keinginan atau kepuasan pelanggan secara konsisten. Dalam TQM tidak hanya manajemen yang bertanggung jawab dalam memenuhi keinginan pelanggan, tetapi juga peran aktif seluruh anggota organisasi untuk memperbaiki kualitas produk atau jasa yang dihasilkan. TQM mencakup semua aktivitas-aktivitas keseluruhan fungsi manajemen yang menentukan kebijakan kualitas, sasaran dan tanggung jawabnya dan mengimplementasikannya dengan menggunakan perangkat seperti perencanaan
  • 33. 21 kualitas, kontrol kualitas pemastian kualitas dan perbaikan kualitas dan sistem kualitas (Wheaton, 1999). Pengakuan bahwa kegagalan menghasilkan produk berkualitas tinggi menimbulkan biaya tinggi mendorong perusahaan untuk meningkatkan kualitas untuk untuk produk dan jasa mereka. Biaya kualitas merupakan biaya-biaya yang berkaitan dengan pencegahan, pengidentifikasian, perbaikan dan pembetulan produk yang berkualitas rendah, dan dengan opportunity cost dari hilangnya waktu produksi dan penjualan sebagai akibat rendahnya kualitas (Blocher: 2000). Secara tradisional, biaya kualitas dibatasi untuk biaya inspeksi dan pengujian produk selesai. Biaya lain yang berkaitan dengan rendahnya kualitas selain kedua biaya tersebut dimasukkan ke dalam biaya overhead dan tidak dimasukkan sebagai biaya kualitas. Perusahaan menemukan bahwa biaya kualitas yang berhubungan dengan fungsi-fungsi pendukung seperti desain produk, pembelian, hubungan masyarakat dan pelayanan kepada pelanggan harus ditambahkan dalam biaya produksi/ biaya pengolahan/ biaya operasional. Joseph Juran dalam Blocher (2000) mengklasifikasikan biaya kualitas dalam empat kategori: 1. Biaya pencegahan, merupakan pengeluaran-pengeluaran yang dikeluarkan untuk mencegah terjadinya cacat kualitas. Biaya pencegahan meliputi: (a) biaya pelatihan kualitas, biaya pelatihan kualitas meliputi program pelatihan internal dan eksternal, gaji instruktur dan peralatan pelatihan. (b) biaya perencanaan kualitas, biaya perencanaan kualitas meliputi upah dan overhead untuk perencanaan kualitas, lingkaran kualitas, desain prosedur
  • 34. 22 baru, desain peralatan baru untuk meningkatkan kualitas, kehandalan, dan evaluasi supplier (c) biaya pemeliharaan peralatan, meliputi biaya yang dikeluarkan untuk memasang, menyesuaikan, mempertahankan, memperbaiki dan menginspeksi peralatan produksi, proses dan sistem (d) biaya penjamin supplier, meliputi biaya yang dikeluarkan untuk mengembangkan kebutuhan dan pengukuran data, auditing, dan pelaporan kualitas. 2. Biaya penilaian, merupakan pengeluaran yang dikeluarkan dalam rangka pengukuran dan analisis data untuk menentukan apakah produk atau jasa sesuai dengan spesifikasinya. Biaya penilaian meliputi: (a) Biaya pengujian dan inspeksi, merupakan biaya yang dikeluarkan untuk menguji dan menginspeksi bahan yang datang, produk dalam proses dan produk yang selesai atau jasa. (b) Peralatan pengujian, merupakan pengeluaran yang terjadi untuk memperoleh, mengoperasikan atau mempertahankan fasilitas, software, mesin dan peralatan pengujian atau penilaian kualitas produk, jasa atau proses. (c) Audit kualitas, yaitu upah dan gaji semua orang yang terlibat dalam penilaian kualitas produk dan jasa dan peneluaran lain yang dikeluarkan selama penilaian kualitas. (d) pengujian secara laborat (d) pengujian dan evaluasi lapangan (e) biaya informasi, yaitu biaya untuk menyiapkan dan membuktikan laporan kualitas. 3. Biaya kegagalan internal. Merupakan biaya yang dikeluarkan karena rendahnya kualitas yang ditemukan sejak penilaian awal sampai dengan pengiriman kepada pelanggan. Biaya-biaya ini tidak bernilai tambah dan
  • 35. 23 tidak pernah diperlukan. Biaya kegagalan internal meliputi: (a) biaya tindakan koreksi, yaitu biaya untuk waktu yang dihabiskan untuk menemukan penyebab kegagalan dan untuk mengoreksi masalah. (b) biaya pengerjaan kembali (rework) dan biaya sisa produksi (scrap) yaitu bahan, tenaga kerja langsung, dan overhead untuk sisa produksi, pengerjaan kembali dan inspeksi ulang. (c) Biaya ekspedisi, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mempercepat operasi pengolahan karena adanya waktu yang dihabiskan untuk perbaikan atau pengerjaan kembali. (d) Biaya inspeksi dan pengujian ulang, meliputi gaji, upah dan biaya yang dikeluarkan selama inspeksi ulang atau pengujian ulang produk-produk yang telah diperbaiki. 4. Biaya kegagalan eksternal. Merupakan biaya yang terjadi dalm rangka meralat cacat kualitas setelah produk sampai pada pelanggan, dan laba yang gagal diperoleh karena hilangnya peluang sebagai akibat adanya produk atau jasa yang tidak dapat diterima oleh pelanggan. Biaya tersebut meliputi: (a) biaya untuk menangani keluhan dan pengembalian dari pelanggan, dimana terdiri dari gaji dan overhead administrasi untuk departemen pelayanan kepada pelanggan (departemen costumer service’) memperbaiki produk yang dikembalikan, cadangan atau potongan untuk kualitas rendah, dan biaya angkut. (b) Biaya penarikan kembali dan pertanggungjawaban produk, yaitu biaya administrasi untuk menangani pengembalian produk, perbaikan atau penggantian; biaya hukum; biaya penyelesian hukum. (c) penjualan yang hilang karena produk yang tidak
  • 36. 24 memuaskan, merupakan margin kontribusi yang hlang karena pesanan yang tertunda, penjualan yang hilang dan menurunnya pangsa pasar. b. Pilar Dasar Total Quality Management (TQM) Menurut Blocher (2000), terdapat 3 pilar dasar TQM. 1. Fokus pada pelanggan .TQM dimulai dengan mengidentifikasi pelanggan perusahaan dan kebutuhan mereka. Pada beberapa tahap, setiap orang dalam dalam suatu proses atau organisasi merupakan pelanggan atau supplier bagi orang lain, baik di dalam maupun di luar organisasi. Proses TQM dimulai dengan mengidentifikasi persyaratan dan harapan pelanggan eksternal. Persyaratan dan harapan ini merupakan dasar untuk membuat spesifikasi yang dibutuhkan untuk setiap keberhasilan pelanggan/ supplier internal, yang meliputi permintaan akan desain tertentu 2. Continous Improvement (Kaizen). Perbaikan kualitas secara terus-menerus dan penurunan biaya (Kaizen) diperlukan untuk tetap dapat bersaing pada pasar global saat ini. Dengan pesaing yang selalu mencoba mengalahkan dan harapan pelanggan yang selalu berubah, perusahaan tidak akan pernah mencapai kualitas yang ideal. Perusahaan perlu untuk selalu memperbaharui spesifikasi baik untuk pelanggan/ supplier internal dan supplier untuk melayani pelanggan eksternal. 3. Pemberdayaan Karyawan. Perusahaan dapat memenuhi permintaan dari pelanggan eksternalnya hanya jika setiap pelanggan/ supplier internal dalam proses dapat memuaskan pelanggan. Kegagalan dalam proses, tidak peduli betapapun kecilnya, mengarahkan pada produk atau jasa cacat dan
  • 37. 25 menyebabkan ketidakpuasan pelanggan. Pemberdayaan karyawan diperlukan untuk mencapai kualitas total. B. Penelitian Terdahulu Adapun penelitian terdahulu yang melihat pengaruh komitmen dan penerapan Total Quality Management (TQM) telah dilakukan oleh Pasaribu (2009) dan menyatakan bahwa secara simultan dan parsial komitmen dan penerapan TQM berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial baik secara langsung ataupun secara tidak langsung. Penelitian mengenai pengaruh komitmen terhadap kinerja juga dilakukan oleh Cahyasumirat (2009) menyatakan bahwa komitmen tidak berpengaruh terhadap kinerja. Penelitian Tistinangtias (2007) mengenai pengaruh komitmen terhadap kinerja menyatakan bahwa komitmen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja. Penelitian mengenai penerapan Total Quality Management (TQM) terhadap kinerja dilakukan oleh Finasari (2006) menyatakan bahwa penerapan TQM mempunyai pengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial. Penelitian mengenai penerapan Total Quality Management (TQM) juga dilakukan oleh Nurul (2011) dan menyatakan bahwa penerapan TQM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Namun penelitian Sari (2009) menyatakan bahwa TQM tidak mempengaruhi kinerja manajerial.
  • 38. 26 C. Pengembangan Hipotesis 1. Pengaruh Komitmen Manajer mengenai TQM Terhadap Kinerja Manajerial. Manajer yang berkomitmen terhadap penerapan TQM, akan mengadopsi nilai-nilai Total Quality Management dalam kehidupan sehari-hari dengan sasaran untuk meningkatkan kualitas dirinya terus-menerus. TQM berkaitan dengan upaya membangun kepemimpinan diri (self leadership) agar mampu membangun kepemimpinan tim (team leadership). Komitmen manajer mengenai TQM akan terlihat dari upaya individu dalam melaksanakan tugas pokoknya dan mengarahkan bawahan ke dalam program manajemen kualitas terpadu (Ferris, 1998). Dalam melaksanakan tugas pokok, manajer akan bertanggung jawab dan tidak mengandalkan orang lain terhadap pekerjaannya. Ketika manajer mempunyai masalah manajer akan berkonsultasi kepada atasannya ataupun konsultan dari luar perusahaan. Ketika manajer mengarahkan bawahannya ke dalam program mutu terpadu, manajer akan menegakkan disiplin, memeriksa kemajuan pekerjaan dan menjadi konselor untuk bawahaannya. Manajer akan berusaha mencari informasi siapa yang berhasil menerapkan Total Quality Management untuk diterapkan di dalam perusahaan. Jika hal-hal tersebut dilakukan oleh manajer, maka kinerja akan akan meningkat. Wroom (1964, dalam Cahyasumirat, 2009) mengemukakan bahwa kinerja dipengaruhi oleh profesionalisme, motivasi dan komitmen individu untuk menggunakan usaha yang tinggi dalam mencapai tujuan-tujuan perusahaan dan
  • 39. 27 memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Jika dikaitkan dengan TQM yang merupakan jaminan atas pertumbuhan dan pendapatan yang langgeng, maka kinerja individu dipengaruhi oleh komitmen individu mengenai penerapan TQM. 2. Pengaruh Komitmen Manajer terhadap Kinerja Manajerial dan Penerapan Pilar Dasar TQM sebagai Variabel Intervening TQM dapat memperbaiki kinerja manajerial dalam perusahaan untuk mewujudkan tujuan perusahaan. Fokus pada pelanggan berarti setiap produk yang dihasilkan perusahaan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Orientasi pada pelanggan tersebut akan merangsang manajer untuk meningkatkan kinerjanya agar menghasilkan produk yang bermutu untuk memuaskan pelanggan. Perbaikan sistem secara terus menerus harus dilakukan perusahaan seiring dengan perkembangan informasi dan kebutuhan pelanggan. Perbaikan secara berkala disegala bidang yang rutin dilakukan perusahaan dapat meningkatkan kinerja manajerial karena perbaikan yang dilakukan dapat mempermudah kerja manajer. Peningkatan kinerja manajerial pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Keterlibatan dan pemberdayaan karyawan membuat karyawan memiliki andil dalam setiap keputusan dan aktivitas yang dilakukan perusahaan. Hal ini membuat karyawan merasa memiliki perusahaan. Perasaan yang dirasakan karyawan, dalam hal ini manajer, akan meningkatkan kinerja mereka karena mereka pasti akan melakukan yang terbaik bagi perusahaan yang mereka anggap seperti milik mereka sendiri.
  • 40. 28 Ferris (1998) mengemukakan bahwa komitmen manajer terhadap penerapan TQM akan berdampak terhadap keberhasilan TQM. Karena manajer mempunyai peran vital dalam upaya pencapaian manajemen mutu terpadu, para manajer menerapkan manajemen mutu sebagai suatu program, selain itu manajer yang mengarahkan bawahan, memberikan orientasi kepada karyawan baru, menegakkan disiplin dan menjadi konselor untuk bawahan. Manajer juga mempunyai peran dalam mengarahkan perhatian pada bidang-bidang pengawasan paling kritis dan bidang-bidang yang memerlukan perbaikan. Manajer yang mealakukan eksplorasi masalah, mempertimbangkan dan memecahkan masalah tersebut hingga ke akar-akarnya. Dengan masalah yang sudah terpecahkan, organisasi akan menstandarkan ide-ide dari pemecahan masalah. Hasil penelitian Pasaribu (2009) juga menunjukkan bahwa TQM yang didukung oleh komitmen dapat menciptakan kondisi dan infrastruktur, berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap peningkatan kinerja mutu serta berhubungan erat dengan keunggulan bersaing, keungulan daya saing semakin baik, akan mendorong kinerja semakin baik.
  • 41. 29 D. Kerangka Konseptual Dari uraian diatas, maka kerangka konseptual dari penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: Gambar 1 Kerangka Konseptual Komitmen Manajer Divisi Mengenai Penerapan TQM Penerapan Pilar Dasar TQM Kinerja Manajerial
  • 42. 30 E. Hipotesis Berdasarkan teori dan latar belakang permasalahan yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapat dibuat beberapa hipotesis terhadap permasalahan sebagai berikut: H1 : Komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial H2 : Komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar TQM.
  • 43. 31 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan yang ditetapkan pada bab terdahulu maka penelitian ini tergolong penelitian kausatif (causative). Menurut Sugiyono (2004) penelitian kausatif merupakan tipe penelitian untuk menganalisis pengaruh beberapa variabel terhadap variabel lainnya. Sesuai dengan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini akan digunakan telaah statistika yang tepat untuk tujuan hubungan sebab akibat dengan menggunakan model struktural, yaitu dengan teknik statistik analisa jalur (path analysis), untuk menganalisis dan mengungkapkan besarnya pengaruh variabel-variabel penyebab terhadap variabel akibat berdasarkan pengaruh langsung dan tidak langsung, baik secara sendiri maupun secara bersamaan. B. Populasi, Sampel dan Responden Populasi adalah keseluruhan elemen yang dijadikan objek dalam penelitian. Sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang mewakili populasi secara keseliruhan. Dalam penelitian ini penulis memilih populasi pada Kantor Cabang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kota Padang. Setelah melalui identifikasi dan observasi, BUMN yang berada di kota Padang sudah mendapatkan sertifikasi ISO (International Organization for Standardization) yang artinya perusahaan sudah menerapkan TQM dan diakui secara internasional.
  • 44. 32 Peneliti menjadikan seluruh anggota populasi sebagai sampel (total sampling) karena jumlahnya yang kurang dari 100 subjek. Total sampel yang akan diteliti sebanyak 30 BUMN, sedangkan unit analisis dalam penelitian ini adalah manajer- manajer pada pusat pertanggungjawaban yang terdiri dari Manajer Keuangan, Manajer SDM, Manajer Pemasaran, Manajer Operasional sehingga jumlah responden penelitian adalah 120 responden. Daftar nama Kantor Cabang BUMN di Kota Padang yang menjadi objek penelitian dapat dilihat pada Tabel 1 berikut: Tabel 1 Daftar Kantor Cabang BUMN di Kota Padang No Nama BUMN Alamat 1 PT. Garuda Indonesia Jl. Sudirman No. 2 Pdg 2 PT. Semen Padang Indarung Padang 3 PT. PLN (Persero) Cabang Padang Jl. Wahidin 8 Padang 4 PT. Telkom Jl. Ahmad Dahlan No. 17 Padang 5 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Jl. H. Rasuna Said No. 3 Padang 6 PT. Sucofindo Jl. Veteran No. 43 Padang 7 PT. Pusri Jl. H. Agus Salim No.4 Padang 8 Perum Pegadaian Jl. Proklamasi No. 22 Padang 9 PT. Pertamina Jl. Veteran No. 60 Padang 10 PT. Askes Jl. Khatib Sulaiman No. 52 Padang 11 PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Jl. Bagindo Azis Chan No. 7 12 PT. Perkebunan Nusantara VI Jl. Khatib Sulaiman No. 54 Padang 13 PT. Pos Indonesia (Persero) Jl. Bagindo Azis Chan No. 7 Pdg 14 PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Jl. Proklamasi Padang No. 45 15 PT. Angkasa Pura II Jl. DR Hamka Padang 16 PT. Waskita Karya Jl. Achmad Yani No. 19 Padang 17 PT. Wijaya Karya Jl. Raden Shaleh No. 43 Padang 18 PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Jl. Bagindo Azis Chan No. 12 Padang 19 PT. Adhi Karya (Persero) Jl. Khatib Sulaiman No. 68 Padang 20 PT. Nindya Karya Jl. Batang Anai No. 2 Padang 21 PT. Taspen (Persero) Jl. Sudirman No. 63 Padang 22 PT. Jasindo Jl. H. Rasuna Said No. 89 Padang 23 PT. Jasa Raharja (Persero) Jl. H. Rasuna Said No. 1 Padang 24 PT. Jamsostek Jl. Veteran No. 47 Padang
  • 45. 33 25 Asuransi Jiwasraya Jl. Pemuda No. 41 Padang 26 PT. Askrindo Jl. Veteran No. 32 27 PT. Bukit Asam Jl. H. Cokrominoto No. 35 Padang 28 PT. Kimia Farma Jl. Proklamasi No. 24 Padang 29 PT. Garam (Persero) Jl. Sudirman No. 65 30 PT Permodalan Nasional Madani Jl. Ahmad Yani No. 39 A Sumber: Biro Perekonomian Sumbar Tahun 2012 C. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data Jenis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data subyek (self- report data). Data subyek adalah jenis data penelitian yang berupa opini, sikap, pengalaman atau karakteristik dari seseorang atau kelompok orang yang menjadi subjek penelitian (responden). 2. Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer merupakan data peneltian yang diperoleh secara langsung dari sumber yang asli. Data primer diperoleh dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah terstruktur dengan tujuan untuk mengumpulkan informasi dari para responden. Sumber data dari penelitian ini adalah score total yang diperoleh dari pengisian kuisioner yang telah disebarkan pada para responden. D. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan kuisioner atau daftar pertanyaan terstruktur yang diajukan pada responden. Kuisioner diberikan ke alamat responden, kemudian seluruh kuesioner yang
  • 46. 34 diantar tersebut dijemput kembali oleh peneliti sesuai dengan kesepakatan pengembalian. E. Variabel dan Pengukuran Variabel Variabel dalam pengukuran variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Variabel dependen (Y) Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kinerja manajerial. Kinerja manajerial diukur dari fungsi manajer dalam perencanaan, investigasi, pengkoordinasian, evaluasi, pengawasan, pemilihan staf, negosiasi perwakilan dan kinerja secara keseluruhan. 2. Variabel independen(X1) Variabel independen dalam penelitian ini adalah komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM. diukur dari upaya manajer perusahaan dalam melaksanakan tugas pokoknya dan mempengaruhi bawahannya kearah ke dalam program kualitas terpadu. 3. Variabel intervening (X2) Variabel intervening merupakan variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antar variabel independen dengan dependen menjadi hubungan yang tidak langsung. Dalam hal ini adalah penerapan pilar dasar Total Quality Management. Penerapan pilar dasar TQM diukur dari perbaikan secara berkelanjutan, fokus kepada pelanggan dan pemberdayaan karyawan.
  • 47. 35 F. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner. Variabel-variabel yang diukur dalam kuisioner mencakup: 1) Kinerja manajerial, 2) Komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM 3) Penerapan pilar dasar TQM Tabel 2 Kisi-Kisi Instrumen Penelitian G. Uji Instrumen 1. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidak validnya suatu kuisioner. Suatu kuesioner dinyatakan valid jika pernyaataaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, No Variabel Indikator Acuan 1 Kinerja Manajerial 1. Perencanaan 2. Investigasi 3. Pengkoordinasian 4. Evaluasi 5. Pengawasan 6. Pemilihan staff 7. Negosiasi 8. Perwakilan 9. Kinerja secara keseluruhan Mahoney (1963, dalam Sumarno, 2005) 2 Komitmen Manajer Mengenai Penerapan TQM 1. Melaksanakan tugas pokok 2. Mengarahkan, mempengaruhi dan mendorong bawahan ke dalam program pengendalian kualitas Ferris (1998) dalam Sari (2009) 4 Penerapan Pilar Dasar TQM 1. Continous improvement 2. Fokus pada pelanggan 3. Keterlibatan semua pekerja Blocher (2000), Gasperz (2002) dalam Pasaribu (2009)
  • 48. 36 2006). Sebelum dibagikan kuesioner kepada responden, peneliti terlebih dahulu melakukan uji pendahuluan (pilot test), yang dilakukan pada 30 orang mahasiswa akuntansi yang telah lulus mata kuliah akuntansi manajemen. Untuk validitas pengukuran pada penelitian ini dapat dilihat pada Corrected Item Total Correlation (CITC) dari tampilan SPSS. Jika nilai r hitung kecil dari r tabel, maka nomor item tersebut tidak valid, sebaliknya jika nilai r hitung besar dari r tabel maka item tersebut dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk analisis selanjutnya. Pada uji validitas dalam penelitian ini rtabel dari N=30 adalah 0, 3061. Semua variabel menunjukkan bahwa kuesioner yang digunakan sudah valid Tabel 3 Uji Validitas pilot test Variabel Nilai r hitung (corrected) Min Kinerja manajerial Komitmen Manajer Divisi Terhadap Penerapan TQM Penerapan pilar dasar TQM 0,410 0,341 0,391 Sumber: Data primer yang diolah, 2013 2. Uji Reliabilitas Setelah dilakukan uji validitas, langkah selanjutnya dilakukan uji keandalan instrumen (reliabilitas). Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen yang cukup dapat dipercaya dapat digunakan sebagai alat dalam pengumpulan data karena instrumen tersebut sudah baik. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.
  • 49. 37 Untuk mengukur reliabilitas dari suatu instrument digunakan rumus Croanbach’s Alpha yang didasarkan pada rerata korelasi butir data pengukuran instrument dengan bantuan program SPSS . Sekaran (2006) menyatakan cara mengukur reliabilitas dengan Croanbach’s Alpha dengan kriteria sebagai berikut: a. Kurang dari 0, 6 tidak reliabel b. 0, 6-0, 7 akseptabel c. 0, 7-0, 8 baik d. Lebih dari 0, 8 reliabel. Pada uji reliabilitas ini variabel dapat dikatakan reliabel karena nilai semua variabel menunjukkan Cronboach Alpha > 0,6. Tabel 4 Uji Reliabilitas Data pilot test Variabel Cronbach’s alpha Kinerja manajerial Komitmen Manajer Divisi Terhadap Penerapan TQM Penerapan pilar dasar TQM 0,851 0,706 0,890 Sumber: Data primer yang diolah, 2013 H. Uji Asumsi Klasik Sebelum melakukan pengujian regresi, terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik yang berguna untuk mengetahui apakah data yang digunakan telah memenuhi ketentuan dalam model regresi. Pengujian ini meliputi: 1. Uji Normalitas Residual Menurut Imam (2006), uji normalitas residual dalam penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah dalam dalam model regresi variabel pengganggu
  • 50. 38 atau residual memiliki distribusi normal. Uji normalitas residual dilakukan dengan menggunakan Kolmogoraf-Smirnov test dengan pedoman pengambilan keputusan sebagai berikut: a. Jika nilai Sig atau probabilitas < dari α = 0,05 maka residual tidak berdistribusi normal. b. Jika nilai Sig atau probabilitas ≥ dari α = 0,05 maka residual berdistribusi normal. 2. Uji Heterokedastisitas Menurut Imam (2006), uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam persamaan dalam regresi terjadi ketidak-samaan varian dari residual satu pengamatan yang lain (nilai errorya). Jika residual dari suatu pengamatan ke pengamatan yang yang lain tetap maka disebut heterokedastisitas. Untuk menguji ada tidaknya heteroskedastisitas, penelitian ini menggunakan uji Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadinya Heteroskedastisitas. 3. Uji Multikolinearitas Multikolinearitas adalah situasi adanya korelasi variabel-variabel independen. Uji multikolinearitas diperlukan untuk mengetahui ada tidaknya variabel independen yang memiliki kemiripan antar variabel independen dalam suatu model. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Pengujian mutikolinearitas dalm penelitian ini menggunakan Variance Inflation Factor (VIF). Adapun kriteria yang digunakan untuk pengujian
  • 51. 39 ini sebagai berikut: jika nilai tolerance < 0,10 atau sama dengan VIF > 10, maka terdapat multokolinearitas antara variabel independen. I. Teknik analisis data 1. Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R square) Uji ini digunakan untuk mengkaji goodness-fit dari model regresi. Menurut Imam (2006), koefisien determinasi (R2 ) mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. 2. Analisis Jalur Metode analisis jalur adalah suatu metode dengan serangkaian tindakan dan pemikiran yang disengaja untuk menelaah suatu hal yang secara mendalam ataupun terinci terutama dalam mengkaji bagian-bagian dari suatu totalitas. Maksudnya untuk mengetahui ciri masing-masing bagian, hubungan satu sama lain, serta peranannya dalam totalitas yang dimaksud. Dalam penelitian ini, analisis jalur (path analysis) digunakan untuk mengetahui hubungan sebab akibat, dengan tujuan menerangkan akibat langsung dan akibat tidak langsung seperangkat variabel. Sebagai variabel penyebab terhadap variabel lainnya yang merupakan variabel akibat. Analisi jalur (path analysis) menurut Ating Somantri dan Sambas Ali Muhidin (2006) mengemukakan bahwa “Analisis jalur (path analysis) digunakan
  • 52. 40 apabila secara teori kita berhadapan dengan masalah yang berhubungan sebab akibat. Tujuannya adalah menerangkan akibat langsung dan akibat tidak langsung seperangkat variabel, sebagai variabel penyebab, terhadap variabel lainnya yang merupakan variabel akibat.” Persamaan diatas menyatakan hubungan kausal dari X1, X2 serta ε terhadap Y. Langkah-langkah dalam menggunakan analisis jalur adalah sebagai berikut: a. Menentukan koefisien jalur, yaitu besarnya pengaruh dan suatu variabel eksogen ke variabel endogen (Ating & Ali :2006) dengan menghitung: 1. Koefisien jalur dengan rumus: Y= Pyx1X1 + Pyx2X2 + ε Dimana: Y = Variabel akibat X1-X3 = Variabel penyebab Pyx1- Pyx2 = Koefisien jalur ε = Variabel pengganggu 2. Koefisien jalur dengan rumus: Pyx1 = byx1 √ ∑ x2ihn h=1 ∑ 𝑦2n h=1 h , r = 1,2,3,…k Keterangan: Pyxi = merupakan koefisien jalur X1 terhadap Y byxi = merupakan variabel regresi dari variabel X1 terhadap Y
  • 53. 41 b. Menentukan pengaruh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam model, digunakan rumus: PY∑ = √1 − 𝑅2 𝑦𝑥1 𝑥2 𝑥3 c. Pengujian koefisien jalur, untuk mengetahui keberhasilan koefisien jalur dilakukan pengujian hipotesis dengan uji f (pengujian secara keseluruhan) dan uji t (pengujian secara individual). Untuk mengetahui keberhasilan koefisien jalur dilakukan pengujian hipotesis secara keseluruhan dengan perumusan: Ho : PyX1 = PyX2=……….= PyXk = 0 (tidak ada hubungan linear antara variabel eksogen terhadap endogen). H1 : Sekurang-kurangnya ada sebuah PyXi ≠ 0 (ada hubungan linearantara variabel eksogen terhadap variabel endogen). Statistik uji yang digunakan: Apabila f hitung > f tabel, maka Ho ditolak, maka pengujian dapat dilakukan dengan pengujian secara individual dengan memakai statistik uji t. Apabila t hitung > t table, maka koefisien jalurnya signifikan. d. Menentukan besarnya variabel dari suatu variabel ke variabel lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk variabel X1 1. Pengaruh langsung Y X1 PYX1 PYX1 1. Pengaruh tidak langsung X2 X1 PX2X1PX2X1
  • 54. 42 Y X2 PX2YPX2Y Y X1X2 PYX1PYX2 e. Melakukan interpretasi tentang kontribusi pengaruh setiap variabel terhadap variabel endogen baik secara langsung, tidak langsung, serta pengaruh dari variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam model terhadap variabel endogen. Untuk pengolahan dan analisis dilakukan melalui program computer SPSS (Statistical Product and Service Solution). 3. Uji Hipotesis a. Uji F Uji F dilakukan untuk menguji apakah secara serentak variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen secara baik atau untuk menguji apakah model yang digunakan telah fix atau tidak, nilai sig, 0,000a < 0,05 menunjukkan bahwa variabel independen secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Ini berarti model fix digunakan untuk uji t statistik yang menguji variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. b. Uji t Uji t dilakukan untuk menguji apakah secara terpisah variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen secara baik, dengan rumus: T= 𝛽𝑛 𝑆𝛽𝑛 (Imam, 2006: 56) Keterangan: T = Nilai mutlak Pengujian
  • 55. 43 βn = Koefisien Regresi masing-masing variabel 𝑆𝛽𝑛 = Standar error masing-masing variabel Dengan ketentuan sebagai berikut: a. Jika thitung > ttabel, maka hipotesis diterima b. Jika thitung < ttabel, maka hipotesis ditolak c. Jika α < 0,05, maka hipotesis diterima d. Jika α > 0,05, maka hipotesis ditolak J. Definisi Operasional Untuk lebih memudahkan dalam penulisan dan untuk menghindari penafsiran yang berbeda pada penelitian ini, maka perlu menjelaskan definisi operasional sebagai berikut: 1. Kinerja Manajerial Kinerja Manajerial adalah hasil dari proses aktivitas manajerial dalam melaksanakan kegiatan manajerial mulai dari proses perencanaan, investigasi, pengkoordinasian, evaluasi, pengawasan dan pengaturan staf, negosiasi, perwakilan dan kinerja secara keseluruhan. 2. Komitmen Manajer Divisi terhadap Penerapan TQM Komitmen manajer divisi terhadap penerapan TQM adalah kemauan dan keinginan manajer untuk menerapkan Total Quality Management yang diupayakan dalam melaksanakan tugas pokok dan mengarahkan, mempengaruhi serta mendorong bawahan ke dalam program manajemen mutu terpadu.
  • 56. 44 3. Pilar Dasar Total Quality Management Pilar Dasar TQM merupakan suatu aplikasi dari berbagai metode kuantitatif dan kualitatif dan kegiatan sumber daya manusia untuk memperbaiki proses atau kegiatan di dalam organisasi, dengan tujuan memenuhi dan memuaskan kebutuhan konsumen yang terdiri dari perbaikan terus-menerus, fokus kepada pelanggan dan pemberdayaan karyawan.
  • 57. 45 BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian Jumlah populasi pada penelitian ini adalah 30 kantor Cabang Badan Usaha Milik Negara di Kota Padang. Peneliti menjadikan seluruh populasi sebagai sampel (total sampling) karena jumlahnya tidak melebihi dari 100 subjek. Setiap sampel masing-masing terdiri dari empat responden yaitu Manajer Keuangan, Manajer Pemasaran, Manajer Operasional, dan Manajer Sumber Daya Manusia. Sebelumnya, direncanakan pada setiap BUMN diberikan empat kuesioner pada masing-masing manajer, sehingga jumlah kuesioner yang rencana akan disebar 120 kuesioner. Namun, pada kenyataannya, ada BUMN yang hanya mengisi 2 kuesioner, terdapat juga BUMN yang menolak untuk mengisi kuesioner karena alasan kebijakan perusahaan dan prosedur yang berbelit-belit sehingga tidak memungkinkan peneliti untuk melakukan penelitian. Akhirnya kuesioner yang disebar berjumlah 72 kuesioner. Berikut daftar BUMN yang mengembalikan kuesioner penelitian: Tabel 5 Daftar BUMN yang Mengembalikan Kuesioner No Nama BUMN Alamat 1 PT. Telkom Jl. Ahmad Dahlan No.17 2 PT. Jasindo Jl. H. Rasuna Said No.89 3 PT. Asuransi Jiwasraya Jl. Pemuda No. 41 4 PT. Askrindo Jl. Veteran No.32 5 PT. Garam Jl. Sudirman No. 65 6 PT. Jasa Raharja Jl. Batang Lembang No. 9 7 PT. Jamsostek Jl. Veteran No. 47 8 PT. Permodalan Nasional Madani Jl. Ahmad Yani No. 49 A
  • 58. 46 9 PT. Pegadaian Jl. Proklamasi No. 22 10 PT. Nindya Karya Jl. Batang Anai No. 2 11 PT. Askes Jl. Khatib Sulaiman No. 52 12 PT. Pertamina Jl. Veteran No. 60 13 PT. Adhi Karya Komplek Filano Permai 14 PT. Bukit Asam Pelabuhan Teluk Bayur 15 PT. Pos Indonesia Jl. Bagindo Aziz Chan No.7 16 PT. Taspen Jl. Sudirman No. 63 17 PT. Garuda Indonesia Jl. Sudirman No. 2 18 PT. Bank Rakyat Indonesia Jl. Bagindo Azis Chan No. 7 19 PT. Bank Mandiri Jl. Bagindo Azis Chan No. 12 20 PT. Bank Negara Indonesia Jl. Proklamasi No. 45 Berikut daftar BUMN yang menolak kuesioner penelitian dan BUMN yang tidak memungkinkan peneliti untuk melakukan penelitian karena prosedur yang berbelit-belit. Tabel 6 Daftar BUMN yang Menolak Kuesioner dan yang Tidak Menindaklanjuti Surat Penelitian No Nama BUMN Alamat 1 PT. Semen Padang Indarung Padang 2 PT. PLN Jl. Wahidin 8 Padang 3 PT. Pusri Jl. H. Agus Salim No.4 4 PT. Perkebunan Nusantara VI Jl. Khatib Sulaiman No. 54 5 PT. Wijaya Karya Jl. Raden Saleh 6 PT. Waskita Karya Jl. A Yani No. 19 7 PT. Sucofindo Jl. Raden Saleh 8 PT. Bank Tabungan Negara Jl. Rasuna Said No. 3 9 PT. Angkasa Pura II Bandara BIM 10 PT. Kimia Farma Jl. Proklamasi Berdasarkan jumlah kuesioner yang berhasil disebar dibandingkan dengan total keseluruhan kuesioner yang berjumlah 120, maka tingkat respon sebesar 72/120 x 100% = 60%. Dalam penelitian ini kuesioner diantarkan langsung kepada masing-masing responden dan dijemput langsung dalam rentang waktu 12 Juli sampai 20 Juli 2013.
  • 59. 47 B. Demografi Responden Dari hasil penelitian ini dapat diketahui karakteristik responden pada BUMN di Kota Padang yang dijadikan sampel pada penelitian ini. Berdasarkan data yang diisi oleh responden pada kuesioner penelitian, diketahui karakteristik responden yang disajikan secara umum menurut jabatan, pendidikan terakhir, lamanya menduduki jabatan, usia dan jenis kelamin dalam Tabel 7 sampai Tabel 11. 1. Berdasarkan Jabatan Berdasarkan data yang diisi oleh responden yang terdapat pada kuesioner penelitian, proporssi jabatan dari keseluruhan responden adalah sebagai berikut: Tabel 7 Jumlah Responden Berdasarkan Fakta Jabatan Jumlah Persentase Manajer Keuangan 20 27,78% Manajer Pemasaran 16 22,22% Manajer Operasional 16 22,22% Manajer SDM 20 27,78% Jumlah 72 100% Sumber: Data primer yang diolah, 2013 Berdasarkan pada tabel di atas dapat dilihat bahwa jumlah Manajer Keuangan yang yang mengisi kuesioner sebanyak 20 orang, jumlah Manajer Pemasaran yang mengisi kuesioner sebanyak 16 orang, jumlah Manajer Operasional yang mengisi kuesioner sebanyak 16 orang dan jumlah Manajer Sumber Daya Manusia yang mengisi kuesioner sebanyak 20 orang.
  • 60. 48 2. Berdasarkan Jenjang Pendidikan Untuk proporsi responden berdasarkan tingkat pendidikan terakhir dapat dilihat pada tabel 8 sebagai berikut: Tabel 8 Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Terakhir No Pendidikan Terakhir Jumlah Persentase 1 SMA - - 2 Diploma 3 8 11,2% 3 Strata 1 58 80,5% 4 Strata 2 6 8,3% 5 Srata 3 - - Jumlah 100% Sumber: Data primer yang diolah, 2013 Berdasarkan pada tabel 8 di atas dapat dilihat bahwa kebanyakan responden telah menempuh jenjang pendidikan Diploma 3 dengan persentase 11,2% atau sebanyak 8 orang, Strata 1 sebanyak 80,5% atau sebanyak 80,5%, Strata 2 dengan presentase 8,3% atau sebanyak 8,3% dan tidak satupun responden berlatar belakang pendidikan SMA dan D3. 3. Berdasarkan Masa Kerja Untuk proporsi responden berdasarkan lamanya bekerja adalah sebagai berikut: Tabel 9 Jumlah Responden Berdasarkan Masa Kerja No Lamanya Jabatan Jumlah Persentase 1 1- 5 tahun 15 20,83% 2 5- 10 tahun 29 40,27% 3 > 10 tahun 28 38,9% Jumlah 72 100% Sumber: Data primer yang diolah, 2013
  • 61. 49 Berdasarkan tabel 9 di atas dapat diketahui bahwa masa kerja responden dengan presentase terbesar adalah dalam rentang 5-10 tahun yaitu 40,27% atau sebanyak 29 orang. Selanjutnya diikuti masa kerja rentang > 10 tahun sebesar 38,9% atau sebanyak 28 orang, sedangkan rentang 1-5 tahun sebesar 20,83% atau sebayak 15 orang. 4. Berdasarkan Usia Untuk proporsi responden berdasarkan usia adalah sebagai berikut: Tabel 10 Jumlah Responden Berdasarkan Usia No Usia Jumlah Persentase 1 25-35 tahun 11 15,28% 2 36-45 tahun 36 50,00% 3 > 46 tahun 25 34,72% Jumlah 72 100% Sumber: Data primer yang diolah, 2013 Berdasarkan tabel 10 di atas dapat diketahui bahwa usia responden dengan persentase terbesar yaitu berkisar 36-45 tahun sebesar 50% atau sebanyak 36 orang, diikuti dengan usia >46 tahun sebesar 34,72% atau sebanyak 25 orang. Sedangkan responden dengan presentase terkecil adalah usia 25-35 tahun sebesar 15,28% atau sebanyak 11 orang. 5. Berdasarkan Jenis Kelamin Untuk proporsi responden berdasarkan jenis kelamin, masing-masingnya adalah sebagai berikut:
  • 62. 50 Tabel 11 Jumlah Responden berdasarkan jenis kelamin No Jenis Kelamin Jumlah Persentase 1 Pria 60 83,33% 2 Wanita 12 16,67% Jumlah 72 100% Sumber: Data primer yang diolah, 2013 Berdasarkan tabel 11 di atas dapat diketahui bahwa mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki sebesar 83,33% atau sebanyak 60 orang, sedangkan responden berjenis kelamin perempuan sebesar 16,67% atau sebanyak 12 orang. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan diatas, responden dalam penelitian ini yaitu manajer keuangan, manajer pemasaran, manajer SDM dan manajer operasional telah menempuh pendidikan yang tinggi, yaitu strata 2, strata 1. Sedangkan lamanya menduduki jabatan umumnya berkisar 5-10 tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa pendidikan yang tinggi dan lamanya bekerja adalah dasar yang baik bagi responden untuk memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai cara pandangnya terhadap organisasi. C. Deskripsi Hasil Penelitian Berikut ini merupakan deskripsi dari hasil penelitian tentang pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial dan penerapan pilar dasar Total Quality Management sebagai variabel intervening pada BUMN di Kota Padang. Untuk mendeskripsikan variabel-variabel tersebut, dapat dikategorikan dalam:
  • 63. 51 1. Kinerja Manajerial Variabel kinerja manajerial terdiri dari 9 item pernyataan. Tabel distribusi kinerja manajerial dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 12 Distribusi Frekuensi Variabel Kinerja Manajerial No Pernyataan Skor Rerata (Mean) TCR Kategori 1 Perencanaan Saya berperan dalam penentuan tujuan, kebijakan rencana kegiatan seperti penjadwalan kerja, penyusunan anggaran dan penyusunan program 519 7,21 80,09% Baik 2 Investigasi Saya berperan dalam pengumpulan dan penyiapan informasi yang biasanya berbentuk catatan dan laporan 523 7,26 80,71% Baik 3 Pengkoordinasian Saya ikut berperan dalam tukar- menukar informasi dalam organisasi untuk mengkoordinasikan ndan menyesuaikan laporan 522 7,25 80,56% Baik 4 Evaluasi Saya berperan dalam dalam mengevaluasi dan menilai rencana kerja, laporan kinerja yang diamati pada unit/sub unit saya 519 7,21 80,09% Baik 5 Pengawasan Saya berperan dalam mengarahkan, memimpin dan mengembangkan para bawahan yang ada pada unit/ sub unit saya 517 7,18 79,78% Baik 6 Pemilihan staf Saya berperan dalam mengelola, mengatur dan memilih pegawai pada unit/sub unit saya. 529 7,35 81,64% Baik 7 Negosiasi Saya berperan dalam melakukan kontrak untuk barang/jasa yang dibutuhkan pada unit/sub saya dengan pihak luar 526 7,31 81,17% Baik 8 Perwakilan Saya berperan dalam mewakilkan organisasi saya untuk berhubungan dengan pihak lain di luar organisasi 527 7,32 81,33% Baik
  • 64. 52 9 Kinerja secara menyeluruh Saya mengevaluasi kinerja, dan sasaran kinerja secara menyeluruh 522 7,25 80,56% Baik Rerata Variabel 522,67 7,25 80,67% Baik Sumber: Data primer yang diolah, 2013 Berdasarkan tabel distribusi frekuensi kinerja manajerial, dapat dilihat bahwa kinerja manajerial memiliki tingkat capaian tertinggi pada indikator manajer melakukan pemilihan staf dalam mengelola mengatur dan memilih pegawai pada sub unitnya yaitu sebesar 81,64%. Ini berarti bahwa manajer berperan aktif dalam merekrut tim kerjanya . Sedangkan tingkat capaian terendah pada indikator manajer berperan dalam mengarahkan memimpin dan mengembangkan bawahan yaitu sebesar 79,78%. Dari tingkat TCR di atas, secara keseluruhan menunjukkan bahwa kinerja manajerial dapat dikategorikan baik. 2. Komitmen Manajer Divisi Terhadap Penerapan TQM Variabel komitmen pimpinan puncak terdiri dari 8 item pernyataan. Tabel distribusi frekuensi komitmen pimpinan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 13 Tabel Distribusi Frekuensi Komitmen Manajer Divisi No Pernyataan Skor Rerata (Mean) TCR Kategori 1 Saya melaksanakan tugas pokok dan tidak mengandalkan orang lain 311 4,32 86,39% Baik 2 Saya memprioritaskan aktivitas rutin yang perlu diselesaikan 302 4,19 83,89% Baik 3 Saya menyebarluaskan visi dan kebijakan mutu perusahaan ke seluruh karyawan 292 4,06 81,11% Baik 4 Saya menyebarluaskan upaya-upaya meningkatkan semua aspek kualitas 307 4,26 85,27% Baik 5 Saya mendorong keterlibatan karyawan dalam proses peningkatan semua aspek kualitas 314 4,36 87,22% Baik 6 Saya berperan serta dalam proses 306 4,25 85% Baik
  • 65. 53 peningkatan semua aspek kualitas 7 Saya memberikan dukungan fasilitas untuk program peningkatan semua aspek kualitas 319 4,43 88,61% Baik 8 Saya mengakui dan menghargai prestasi atas peningkatan semua aspek kualitas 320 4,44 88,89% Baik Rerata Variabel 308,87 4,29 85,80% Baik Sumber: Data primer yang diolah, 2013 Berdasarkan tabel distribusi frekuensi komitmen manajer divisi terhadap penerapan TQM, dapat dilihat bahwa capaian tertinggi terletak pada indikator manajer mengakui dan menghargai prestasi atas peningkatan semua aspek kualitas sebesar 88.89% dan capaian terendah terletak pada indikator manajer menyebarluaskan visi dan kebijakan mutu perusahaan ke seluruh karyawan sebesar 81,11%. Berdasarkan pada rerata variabel, komitmen manajer divisi terhadap penerapan TQM dapat dikategorikan baik. 3. Penerapan pilar Dasar TQM Variabel penerapan pilar dasar Total Quality Management terdiri dari 18 item pernyataan. Tabel distribusi frekuensi penerapan pilar dasar TQM dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 14 Tabel Distribusi Frekuensi Penerapan Pilar Dasar Total Quality Management No Pernyataan Skor Rerata TCR Kategori 1 Perusahaan selalu menetapkan target perbaikan berkelanjutan pada standar tertentu 307 4,26 85,28% Baik 2 Perusahaan selalu mempertimbangkan masukan dari konsumen untuk meningkatkan semua aspek kualitas 303 4,21 84,17% Baik 3 Perusahaan selalu berkomunikasi dengan pemasok untuk meningkatkan semua aspek kualitas 311 4,32 86,39% Baik
  • 66. 54 4 Perusahaan selalu melakukan perbaikan terus menerus pada semua bagian tanpa menunggu permasalahan muncul 308 4,28 85,55% Baik 5 Perusahaan selalu menyelidiki peluang perbaikan berkelanjutan atas peralatan dan metode baru 306 4,25 85% Baik 6 Perusahaan selalu mengidentifikasi kebutuhan konsumen 306 4,25 85% Baik 7 Perusahaan selalu menyebarluaskan kebutuhan konsumen kepada seluruh karyawan 301 4,18 83,61% Baik 8 Perusahaan selalu berusaha memenuhi kepuasan konsumen 311 4,32 86,39% Baik 9 Perusahaan selalu merencanakan kebutuhan maupun harapan konsumen yang akan datang 298 4,14 82,78% Baik 10 Perusahaan selalu mengukur kepuasan konsumen 301 4,18 83,61% Baik 11 Perusahaan membina langsung hubungan dengan konsumen 295 4,10 81,94% Baik 12 Perusahaan selalu menyelesaikan permasalahan konsumen segera dengan tepat 303 4,21 84,17% Baik 13 Perusahaan membentuk sekelompok kerja lintas fungsional untuk mengelola semua aspek kualitas 297 4,12 82,5% Baik 14 Perusahaan selalu mengembangkan keterlibatan karyawan pada semua bagian untuk mengelola semua aspek kualitas 302 4,19 83,89% Baik 15 Semua karyawan mempunyai kewenangan dalam pengambilan keputusan secara proporsional 311 4,32 86,39% Baik 16 Semua karyawan banyak melakukan aktivitas sumbang saran 312 4,33 86,67% Baik 17 Banyak masalah telah diselesaikan oleh kegiatan kelompok kerja 301 4,18 83,61% Baik 18 Perusahaan menerapkan gagasan karyawan pada proses kerja 314 4,36 87,22% Baik Rerata Variabel 305,67 2,24 84,90% Baik Sumber: Data primer yang diolah, 2013 Berdasarkan tabel distribusi frekuensi penerapan pilar dasar TQM, dapat dilihat bahwa penerapan pilar dasar TQM memiliki tingkat capaian tertinggi pada indikator perusahaan menerapkan gagasan karyawan pada proses kerja dengan tingkat capaian 87,22. Sedangkan tingkat capaian terendah pada indikator
  • 67. 55 perusahaan membina langsung hubungan dengan konsumen dengan tingkat capaian 81,94%. Berdasarkan rerata variabel, penerapan pilar dasar TQM dapat dikategorikan baik. D. Uji Instrumen 1. Uji Validitas Uji validitas dimaksudkan untuk mengetahui ketepatan instrumen dalam mengukur apa yang hendak diukur. Untuk melihat validitas dari masing-masing item kuesioner, digunakan uji korelasi product moment yang melihat Corrected item-Correlation. Jika r-hitung > r-tabel, maka data dikatakan valid, r-tabel untuk N=72 adalah 0,1954 Tabel 15 Uji Validitas Data Variabel Nilai r hitung (corrected) min Keputusan Kinerja Manajerial Komitmen Manajer Divisi terhadap Penerapan TQM Penerapan Pilar Dasar TQM 0,416 0,302 0,296 Valid Valid Valid 2. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengukur bahwa instrument yang digunakan benar-benar bebas dari kesalahan, sehingga diharapkan dapat menghasilkan hasil yang konstan. Nilai reliabilitas dinyatakan reliabel jika mempunyai cronbach’s alpha dari masing-masing instrumen pernyataan lebih besar dari 0,6 (Sekaran). Dari nilai cronbach’s alpha dapat disimpulkan bahwa instrument pernyataan adalah reliabel karena memiliki nilai cronbach’s alpha lebih dari 0,6
  • 68. 56 Tabel 16 Uji Reliabilitas Data Variabel Cronbach’s alpha Keputusan Kinerja Manajerial Komitmen Manajer Divisi Terhadap Penerapan TQM Pilar Dasar TQM 0,851 0,748 0,873 Reliabel Baik Reliabel E. Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik digunakan apabila penelitian menggunakan metode regresi berganda. Asumsi tersebut adalah normalitas dan tidak terjadi multikolinearitas, heterokedastisitas. 1. Uji Normalitas residual Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah distribusi sebuah residual mengikuti atau mendekati distribusi normal. Untuk melihat normalitas residual dapat dilakukan dengan metode kolmogrov smirnov pada α = 0,05. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel dibawah ini Tabel 17 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-SmirnovTest 72 ,0000000 4,70897804 ,075 ,075 -,062 ,633 ,817 N Mean Std. Deviation Normal Parametersa,b Absolute Positive Negative Most Extreme Differences Kolmogorov-SmirnovZ Asymp. Sig. (2-tailed) Unstandardiz ed Residual Test distribution is Normal.a. Calculated from data.b.
  • 69. 57 Dari tabel diatas, terlihat bahwa nilai asymp.sig (2-tailed) dari 3 variabel menunjukkan nilai > 0,05, yaitu 0,817, dengan demikian data dapat dikatakan berdistribusi normal. 2. Uji Multikolinearitas Multikolinearitas adalah kejadian yang mengidentifikasikan terjadinya huibungan antara variabel-variabel bebas dan hubungan yang terjadi cukup besar. Model regresi yang dinyatakan bebas dari multikolinearitas apabila VIF < 10 dan tolerance > 0,1. Hasil pengujian asumsi multikolinearitas untuk variabel bebas dapat dilihat berdasarkan nilai VIF dan tolerance pada tabel dibawah ini. Tabel 18 Uji Multikolinearitas Sumber hasil olahan SPSS 2013 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat perhitungan nilai VIF dan tolerance. Nilai VIF untuk komitmen manajer divisi terhadap sebesar 3,795, dengan nilai tolerance 0,263, sedangkan untuk nilai penerapan pilar dasar TQM dengan nilai VIF 3,795 dan nilai tolerance 0,263. Masing-masing variabel bebas tersebut memiliki nilai VIF < 10 dan nilai tolerance > 0,1 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala multikolinearitas antara variabel bebas. 3. Uji Heterokedastisitas Uji heterokedastisitas digunakan untuk melihat apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual atas pengamatan ke Coefficientsa ,263 3,795 ,263 3,795 Komitmen TQM Model 1 Tolerance VIF Collinearity Statistics Dependent Variable: Kinerjaa.
  • 70. 58 pengamatan lain. Untuk mendeteksi adanya heterokedastisitas dapat menggunakan uji Gletser. Dalam uji ini, didapat nilai signifikan sebesar 0,063 untuk variabel komitmen manajer divisi terhadap penerapan TQM dan untuk penerapan pilar dasar TQM sebesar 0,612. Apabila hasil sig > 0,05, maka tidak terdapat gejala heterokedastisitas, model yang baik adalah tidak terjadinya heterokedastisitas. Ini dapat dilihat pada tabel dibawah: Tabel 19 Uji Heterokedastisitas Sumber hasil olahan SPSS 2013 F. Model dan Teknik Analisis Data 1. Uji F Tabel 20 Uji F Hasil pengolahan data SPSS pada uji F untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat serta untuk Coefficientsa -4,124 3,321 -1,242 ,219 ,328 ,174 ,419 1,893 ,063 -,043 ,084 -,113 -,510 ,612 (Constant) Komitmen TQM Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig. Dependent Variable: ABS_RESa. ANOVAb 2246.057 2 1123.028 49.218 .000a 1574.388 69 22.817 3820.444 71 Regression Residual Total Model 1 Sum of Squares df Mean Square F Sig. Predictors: (Constant), TQM, Komitmena. Dependent Variable: Kinerjab.
  • 71. 59 menguji apakah model yang digunakan sudah fix atau tidak. Patokan yang digunakan adalah membandingkan nilai signifikansi yang didapat dengan derajat signifikansi (α= 0,05). Apabila signifikansi F lebih kecil dari derajat signifikansi, maka persamaan regresi yang diperoleh dapat dihandalkan. Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa signifikan adalah 0,000 atau kecil dari 0,005. Maka dapat dikatakan bahwa persamaan regresi yang digunakan sudah fix. 2. Koefisien Determinasi (R2) Besarnya angka R Square (r2 ) adalah 0,576. Angka tersebut dapat digunakan untuk melihat besarnya pengaruh keterlibatan variabel bebas terhadap variabel terikat adalah sebesar 0,576. Hal ini mengindikasikan bahwa keterlibatan variabel bebas terhadap variabel terikat adalah 57,6% sedangkan sisanya sebesar 42,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Ini dapat dilihat pada tabel dibawah. Tabel 21 Adjusted R Square Sumber hasil olahan SPSS 2013 Model Summary .767a .588 .576 4.777 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constant), TQM, Komitmena.
  • 72. 60 G. Analisis Jalur 1. Substruktur 1: Pengaruh Langsung Komitmen Manajer Divisi Mengenai Penerapan TQM terhadap Penerapan Pilar dasar TQM Substruktur 1 menggambarkan pengaruh komiten manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial. Gambar 2. Substruktur 1 Adapun hasil pengujian pengaruh langsung komitmen manajer mengenai penerapan TQM terhadap penerapan pilar dasar TQM dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 22 Koefisien Determinasi Substruktur 1 Tabel 23 Kofisien Regresi Substruktur 1 Pengaruh Komitmen Manajer Divisi Mengenai Penerapan TQM terhadap Penerapan Pilar Dasar TQM Model Summary .858a .737 .733 3.557 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constant), Komitmena. Coefficientsa 15.126 4.387 3.448 .001 1.780 .127 .858 13.989 .000 (Constant) Komitmen Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig. Dependent Variable: TQMa. Komitmen Manajer Divisi Mengenai Penerapan TQM Penerapan Pilar Dasar TQM
  • 73. 61 Dari pengolahan data maka diperolah koefisien jalur pengaruh komitmen manajer divisi mengenai TQM terhadap penerapan pilar dasar TQM sebesar 0,858 sedangkan pengaruh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam penelitian ini sebagai berikut. PY∑ = √1 − 𝑅2 𝑦𝑥1 𝑥2 𝑥3= √1 − 0,858 = 0,3768 Koefisien tersebut memberikan makna bahwa pengaruh variabel lain terhadap penerapan pilar dasar TQM sebesar 37,68% X2= 0,858X1 + 0,3768 2. Substruktur 2: pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM dan Penerapan pilar Dasar TQM terhadap kinerja manajerial Substruktur 2 menggambarkan pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM dan penerapan pilar dasar TQM terhadap kinerja manajerial. Gambar 3. Substruktur 2 Adapun hasil pengujian pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan pilar dasar TQM dan penerapan pilar dasar TQM terhadap kinerja dapat dilihat pada tabel dibawah: Komitmen Manajer Divisi Mengenai Penerapan TQM Penerapan Pilar Dasar TQM Kinerja Manajerial
  • 74. 62 Tabel 24 Koefisien Determinasi Substruktur 2 Tabel 25 Pengaruh Komitmen Manajer Divisi terhadap Penerapan TQM Berdasarkan pengolahan data diatas, maka dapat diketahui koefisien jalur dari komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial sebesar 0,383 sedangkan koefisien jalur pengaruh penerapan pilar dasar TQM terhadap kinerja manajerial sebesar 0,412. Adapun pengaruh variabel lain terhadap kinerja manajerial yang tidak diteliti sebagai berikut. PY∑ = √1 − 𝑅2 𝑦𝑥1 𝑥2 𝑥3= √1 − 0,588 = 0,6418 Koefisien tersebut memberikan makna bahwa pengaruh variabel lain terhadap kinerja manajerial sebesar 64,18%. Adapun persamaan jalur untuk substruktur 2 Y= 0,383X1+ 0,412X2+ 0,6418 Model Summary .767a .588 .576 4.777 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constant), TQM, Komitmena. Coefficientsa 2.715 6.371 .426 .671 .848 .333 .383 2.547 .013 .439 .160 .412 2.736 .008 (Constant) Komitmen TQM Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig. Dependent Variable: Kinerjaa.
  • 75. 63 Dari kedua substruktur diatas maka dapat diketahui besar pengaruh langsung dan tidak langsung dari masing-masing variabel penyebab terhadap variabel akibat yaitu sebagai berikut. 1. Pengaruh langsung komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM. X1 terhadap Y = PYX1.PYX1 = 0,383 x 0,383 = 0,1467 2. Pengaruh tidak langsung komitmen manajer divisi mengenai penerapan tqm terhadap kinerja manajerial melalui pilar dasar TQM X1 terhadap X2 = PX2X1.PX2X1 = 0,858 x 0,858 = 0,7361 X2 terhadap Y = PYX2. PYX2 = 0,412 x 0,412 = 0,1697 X1 terhadap Y melalui X2 = PX2X1.PYX2 = 0,858x0,412 = 0,3535
  • 76. 64 Indikator hasil pengolahan pengaruh langsung dan tidak langsung diatas dapat diringkas seperti terlihat pada tabel dibawah ini: Tabel 26 Rekapitulasi Pengaruh Variabel Penyebab terhadap Variabel Akibat No Keterangan % 1 Pengaruh Komitmen Manajer Divisi Mengenai Penerapan TQM terhadap penerapan pilar dasar TQM 73,61% 2 Pengaruh Penerapan Pilar Dasar TQM terhadap Kinerja Manajerial 16,97% 3 Pengaruh Komitmen Manajer Divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar TQM 35,35% 4 Pengaruh Komitmen Manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial 14,67% Dari tabel 25 diatas dapat dilihat bahwa pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM melalui penerapan pilar dasar TQM terhadap kinerja manajerial sebesar 35,35% lebih besar jika dibandingkan dengan pengaruh langsung komiten manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial yang hanya sebesar 14,67%. Dapat disimpulkan bahwa variabel penerapan pilar dasar TQM dapat bertindak sebagai variabel intervening dalam penelitian ini. H. Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan dengan membandingkan (a) thitung dengan ttabel (b) nilai sig dengan α yang diajukan yaitu 95% atau α= 0,05. Hipotesis diterima jika thitung > ttabel dan nilai sig < α 0,05. Berdasarkan nilai thitung dan
  • 77. 65 signifikansi yang diperoleh, yang dapat dilihat pada tabel, maka uji hipotesis dapat dilakukan sebagai berikut: 1. Pengujian Hipotesis 1 Hasil analisis dari tabel 22, pengujian hipotesis 1 dilakukan dengan membandingkan nilai thitung dan ttabel pada α= 0,05. Nilai t tabel adalah 1,994. Untuk variabel komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM (X1) nilai thitung adalah 2,547 dan nilai signifikansi 0,013 dan koefisiennya positif sebesar 0,848. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa nilai thitung > ttabel, yaitu 2,547 > 1,994 dan nilai signifikansi 0,013 < α 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen manajer divisi terhadap penerapan TQM berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial. Sehingga hipotesis pertama dalam penelitian ini diterima. 2. Pengujian Hipotesis 2 Hipotesis 2 menguji pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar TQM. Untuk melakukan pengujian hipotesis ini, maka diperlukan data koefisien jalur (pengaruh langsung) komitmen manajer divisi terhadap penerapan pilar dasar TQM dan pengaruh penerapan pilar dasar TQM terhadap kinerja manajerial. Untuk hasil pengujian mengenai pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap penerapan pilar dasar TQM dapat dilihat pada tabel 23 sedangkan pengaruh penerapan pilar dasar TQM terhadap kinerja manajerial dapat dilihat pada tabel 25.
  • 78. 66 a. Pengaruh Komitmen Manajer Divisi Mengenai Penerapan TQM terhadap Kinerja Manajerial. Dari hasil pengolahan data pada tabel 23 dapat diketahui bahwa koefisien jalur pengaruh komitmen manajer divisi terhadap penerapan TQM adalah sebesar 0,858. Dari hasil tersebut juga terlihat bahwa nilai sig 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil pengujian juga diperoleh nilai t hitung > t tabel yaitu 13,989 > 1,994. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM berpengaruh signifikan positif terhadap penerapan pilar dasar TQM. b. Pengaruh Penerapan Pilar Dasar TQM terhadap Kinerja Manajerial Dari hasil pengolahan data pada tabel 25 dapat diketahui bahwa koefisien jalur pengaruh penerapan pilar dasar Total Quality Management terhadap kinerja manajerial sebesar 0,412. Dari hasil tersebut juga terlihat bahwa nilai sig 0,008 < 0,05. Berdasarkan pengujian juga diperoleh nilai t hitung > t tabel yaitu 2,736 > 1,994. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penerapan pilar dasar TQM berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial. c. Pengaruh Komitmen Manajer Divisi Mengenai Penerapan TQM terhadap Kinerja Manajerial Melalui Penerapan Pilar Dasar TQM. Dari hasil pengujian pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap penerapan pilar dasar TQM dan pengaruh penerapan pilar dasar TQM terhadap kinerja manajerial dapat diketahui pengaruh tidak langsung dari komitmen manajer divisi terhadap penerapan TQM terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar Total Quality Management.
  • 79. 67 Dari gambar diatas maka pengaruh tidak langsung Komitmen Manajer Divisi terhadap penerapan TQM terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar TQM. Pengaruh Tidak Langsung= PX2X1 * PYX2= 0,858 * 0,412= 0,3535 Dengan demikian besarnya pengaruh tidak langsung dari komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar TQM adalah 0,3535. Atau 35,35% dan hasil penelitian ini menunjukkan komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM berpengaruh signifikan positif terhadap penerapan pilar dasar TQM dan penerapan pilar dasar TQM berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial. Selain itu pengaruh tidak langsung dari komitmen manajer divisi terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar TQM lebih besar dari pengaruh langsungnya 35,35% > 14,67%. Oleh karena itu, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pilar dasar TQM bisa menjadi variabel intervening pada pengaruh antara komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial sehingga hipotesis 2 diterima. Penerapan Pilar Dasar TQM Kinerja Manajerial Komitmen Manajer Divisi Mengenai Penerapan TQM
  • 80. 68 I. Pembahasan 1. Pengaruh Komitmen Manajer Divisi Mengenai Penerapan TQM terhadap Kinerja Manajerial Berdasarkan analisis statistik ditemukan bahwa hipotesis pertama (H1) diterima dan disimpulkan bahwa komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap kinerja manajerial. Hal ini dapat dilihat dari signifikansi yaitu 0,003 (kecil dari α= 0,05). Nilai thitung > ttabel yaitu 2,547 > 1,994. Artinya, terdapat pengaruh komitmen pimpinan secara parsial terhadap kinerja manajerial sebesar 0,383. Ini berarti bahwa penelitian ini menemukan bukti komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM dapat meningkatkan kinerja manajerial. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori Gasperrz (2002). Menurut teori Gasperrz (2002) bahwa individu yang berkomitmen terhadap penerapan TQM akan mengadopsi prinsip-prinsip TQM dalam kehidupan sehari hari dan senantiasa bertanggungjawab atas keberhasilan kinerja yang tercantum dalam Management Improvement Story. Temuan ini juga sejalan dengan Pasaribu (2009) yang juga menguji pengaruh komitmen mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial. Hasil temuan ini menyimpulkan komitmen dalam menerapkan TQM berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial. 2. Pengaruh Komitmen Manajer Divisi Terhadap Kinerja Manajeral Melalui Penerapan Pilar Dasar TQM. Berdasarkan analisis statistik ditemukan bahwa hipotesis kedua (H2) diterima dan disimpulkan bahwa komitmen manajer divisi mengenai penerapan
  • 81. 69 TQM berpengaruh terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar Total Quality Management. Pengaruh tidak langsung dari komitmen manajer divisi terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar TQM lebih besar dari pengaruh langsungnya 35,35% > 14,67%. Oleh karena itu, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pilar dasar TQM bisa menjadi variabel intervening pada pengaruh antara komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial. Temuan ini juga sejalan dengan Pasaribu (2009) yang juga menguji pengaruh komitmen melalui penerapan pilar dasar TQM. Hasil penemuan tersebut menggambarkan bahwa komitmen berpengaruh terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar TQM sebesar 20,43% yang lebih besar dari pengaruh langsungnya yaitu 17,07%.
  • 82. 70 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari pengaruh komitmen pimpinan, persepsi manajer mengenai dan penerapan pilar dasar TQM terhadap kinerja manajerial adalah: 1. Komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial. 2. Komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar Total Quality Management. B. Keterbatasan dan Saran Seperti kebanyakan penelitian lainnya, peneliti ini memiliki keterbatasan dimana data penelitian berasal dari responden yang disampaikan secara tertulis dengan bentuk kuesioner mungkin akan mempengaruhi hasil penelitian. Karena persepsi responden yang disampaikan belum tentu mencerminkan keadaan yang sebenarnya (subjektif) dan akan berbeda apabila data diperoleh melalui wawancara. Berdasarkan keterbatasan yang telah diuraikan di atas, maka penulis mencoba untuk memberikan saran-saran sebagai berikut:
  • 83. 71 1. Bagi BUMN, khususnya bagi manajer-manajer disarankan untuk dapat memperhatikan penerapan TQM sehingga dapat meningkatkan kinerja manajerial. Penerapan pilar dasar TQM yang semakin baik secara langsung dan tidak langsung akan mendorong kinerja manajerial semakin baik. Oleh karena itu semakin baik komitmen manajer mengenai penerapan TQM, maka penerapan pilar dasar TQM (praktik kebijakan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, pemberdayaan dan pelibatan karyawan, dan perbaikan mutu secara berkelanjutan) secara langsung akan mendorong kinerja manajerial semakin baik. 2. Bagi penelitian selanjutnya, diharapkan dapat memperluas daerah penelitian, atau dengan melakukan perubahan sampel penelitian sehingga hasil penelitian lebih memungkinkan untuk disimpulkan secara umum serta dilakukan perubahan dalam alternatif jawaban. 3. Penelitian selanjutnya sebaiknya dapat mempertimbangkan faktot kondisional yang lain selain komitmen manajer divisi dan pilar dasar TQM terhadap kinerja manajerial. Faktor kondisional tersebut seperti ketidakpastian lingkungan, ketidakpastian strategi, ketidakpastian ekonomi, politik dll.
  • 84. DAFTAR PUSTAKA Abdullah. (2005). Manajemen Perbankan (Teknis Analisis Kinerja Keuangan Bank). Malang: Universitas Muhammadiyah Malang Abdullah. (2010). ”Pengaruh Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi dan Akuntabilitas Publik terhadap Kinerja Organisasi.” Jurnal Ekonomi & Bisnis. Vol 9. No 2 Agustus 2012 Anwar, Prabu Mangkunegara. (2009). Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia. Bandung: Refika Aditama. Ating Somantri & Sambas Ali Muhidin (2006). Aplikasi Statistik Dalam Penelitian. Bandung: Pustaka Setia Basri, A.F.M. & Rivai, V. (2005). Performance appraisal. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Blanchard, K. & Hersey, P. (1995). Manajemen Perilaku Organisasi. Jakarta: Erlangga Blocher, J. Edward. (2000). Manajemen Biaya. Jakarta: Salemba Empat Cahyasumirat, Gunawan. (2009).”Pengaruh Profesionalisme dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Internal Auditor”. Tesis USU Cherrington, David J. (1995). Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Keempat. New Hersey: Prentice Hall Inc. Choi, T.Y & Behling. (1997). To managers and TQM Succes: One More Look After All These Year. Academy of Management Executive Daft, Richard L. (2010). Era baru Manajemen. Jakarta: Salemba Empar Darlis, Edfan (2003)”Analisis Pengaruh Komitmen Organisasional dan Ketidakpastian Lingkungan Terhadap Hubungan Antara Partisipasi Anggaran Dengan Senjangan Anggaran”. Universitas Riau Pekanbaru. Ferris, Arranya. (1998). Commitment to Professionalism. Yogjakarta: Pustaka Belajar Finasari, Dian Maya. (2006). Pengaruh Penerapan Konsep Total Quality Management terhadap kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja. Skripsi FE UNM.
  • 85. Gasperz, Vincent (2002). Manajemen Bisnis Total, Jakarta: Gramedia PustakaUtama Gibson, J (1995). Organization. Kentucky: Richard D. Irwin, Inc Gibson, J (2000). Organisasi, Perilaku, Struktur dan Proses. Edisi Kelima. Cetakan Ketiga. Jakarta: Erlangga Goetsch, David L, dan Davis, Stanley B. (2000). Quality Management, Introduction to Total Quality Management for Production, and Services. Third Edition. New Jersey: Pretince Hall Hadis, Abdul. (2010). Manajemen Mutu Jakarta: Alfabeta Hasibuan. (2005). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama Henri, Simamora. (2004). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogjakarta: STIE YKPN Edisi ke-1 Imam, Ghozali. (2006). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Universitas Diponegoro: Semarang Jogiyanto. (2008). Sistem Informasi Keperilakuan. Yogjakarta: Andi Joko, Wahyono. (2004). 9 Kekuatan Komiten. Jakarta: Elex Media Komputindo John, M. Ivanchevic. (2005).Perilaku dan Manajemen Organisasi. Jakarta: Erlangga Kenangsari, Ani. (2002). “Dimensi Biaya Kualitas Sebagai Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Produktivitas”. Jurnal Akuntansi & Manajemen 1, page 12-28 Kotler, Philip. (2004). Manajemen Pemasaran, Edisi Milenium. Jakarta: Prenhalinda Lubis, Akhir Khairul. (2008). “Pengaruh Pelatihan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja. Tesis USU Nurul, Chairany. (2011). “Pengaruh Total Quality Management Terhadap Kinerja Perusahaan Melalui Kepemimpinan dan Perlaku Produktif Karyawan.” Skripsi Universitas Hasanudin Makasar.
  • 86. Mulyadi. (2007). Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen. Jakarta: Salemba Empat Pasaribu, Hiras (2009)”Pengaruh Komitmen, Persepsi dan Penerapan Pilar Dasar Total Quality Management Terhadap Kinerja Manajerial”. Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Volume 11 Nomor 2. Pasaribu 2009 Patria, Belarius (2005)”Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Senjangan Anggaran Dengan Komitmen Organisasi Sebagai variabel moderating”.Universitas Kristen Indonesia Maluku. Purwanto. (2008). TQM dan TQEM. Jurnal Akuntansi. Hal 1. www.andietri.tripod.com/jurnal/ TQEM_T.pdf Rai, Gusti Agung. (2008). Audit Kinerja pada Sektor Publik. Jakarta: Salemba Empat Ramandei, Pilipus (2009)”Pengaruh Karakteristik Sasaran Anggaran dan Sistem Pengendalian Intern Terhadap Kinerja Manajerial aparat Pemerintah Daerah”. Universitas Diponegoro Semarang. Rakhmat, Jalaludin. (1998) Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya Riduwan & Engkos Achmad Kuncoro. (2007). Cara Menggunakan dan Memakai Analisis Jalur. Bandung: Alfabeta Riky, Achmad (2006). Sistem Manajemen Kinerja. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum. Robbins. (2008). Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat Sabrina, Herdiani. (2011). “Pengaruh Komitmen Organisasi terhadap Hubungan antara Gaya Kepemimpinan dan Budaya dengan Kinerja Organisasi”. Skripsi. UNP Sari, D. M. (2009). “Pengaruh Total Quality Management terhadap Kinerja Manajerial”. Skripsi. USU Sekaran, Uma. (2006). Metode Penelitian Untuk Bisnis. Yogjakarta: Salemba Empat Soegiarto, Soekidjan. (2009). Komitmen Organisasi Apakah Sudah Dalam Diri Anda? Jakarta: Rineka Cipta
  • 87. Solihin, Muhammad (2006) ”Pengaruh Kejelasan Sasaran Anggaran Dengan Instansi Pemerintah Daerah Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Sebagai Pemoderasi”. Universitas Teknologi Yogjakarta. Simposium Nasional Akuntansi IX Singgih, Santoso (2007). Solusi Berbisnis TI: TQM dan Six Sigma. Jakarta: Elex Media Komputindo Suardi, Rudi (2001), Sistem Manajemen Mutu: ISO 9000:2000, Penerapannya Untuk Mencapai TQM, Seri Manajemen Operasi No. 10. Jakarta: Penerbit PPM Sugiyono. (2004). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: PT. Alfabeta Sumarno. (2005). “Pengaruh Komitmen Organisasi dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Hubungan antara Partisipasi Anggaran dan Kinerja Manajerial (Studi Empiris pada Kantor Cabang Perbankan di Jakarta). Simposium Nasional Akuntansi VIII. Solo. Skripsi. Magister Akuntansi. STIE. Y.A.I Suparman. (2007). Analisis Pengaruh Peran Kepemimpinan, Motivasi dan Komitmen Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Dalam meningkatkan Kinerja Pegawai. Tesis. Universitas Diponegoro Syahputra. (2005). “Pengaruh Gaji, Kemampuan Individu, dan Persepsi Peranan Terhadap Kinerja Pegawai. Tesis. STIE Bisnis Indonesia Syaiin, Subakti. (2008). “Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja”. Skripsi USU Syamsul, Maarif (2003). Manajemen Operasi. Jakarta: Grasindo Tan & Hunter (2002). A method for Study of Cognition in Information System. MIS Quarterly Tangkilisan, Hesel. (2007). Manajemen Publik. Jakarta: Grasindo Tistiningtias.(2007). “Pengaruh Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja”. Skripsi FE UNM. Werther, William B. dan Keith Davis. 1996. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi ke-5. New York: Mc Graw-Hill Wheaton, Schroot. (1999). Total Quality Management. Bogor : Tri Al Bros Publishing Wibowo. (2006). Manajemen Perubahan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada
  • 88. Yenti, Riza (2002)”Pengaruh Keadilan Distributif, Keadilan Prosedur, Komitmen Terhadap Tujuan, dan Motivasi Terhadap Kinerja Manajerial Dalam Penyusunan Anggaran”. Universitas Andalas Padang. Simposium Nasional Akuntansi VI. Yukl, Gary. (2007). Kepemimpinan Dalam Organisasi. Jakarta: Indeks
  • 89. LAMPIRAN II Padang, 16 Juli 2013 Kepada Yth, Bapak/ Ibu Responden Di Tempat Dengan Hormat, Sebelumnya saya mendoakan semoga Bapak/ Ibu dalam keadaan sehat dan sukses selalu, amin. Saya adalah mahasiswa program studi akuntansi pada Universitas Negeri Padang, adapun identitas saya adalah sebagai berikut: Nama : Sigit Sanjaya NIM : 84398 BP : 2007 Saat ini saya sedang melakukan penelitian guna menyelesaikan tugas akhir skripsi. Namun, kelancaran penelitian ini sangat tergantung dari kesediaan Bapak/ Ibu memberikan informasi yang saya kumpulkan melalui kuesioner (terlampir), untuk skripsi yang berjudul “Pengaruh Komitmen terhadap Kinerja Manajerial dengan Penerapan Pilar Dasar TQM sebagai Variabel Intervening”. Informasi yang diperoleh dari Bapak/ Ibu akan saya jaga kerahasiaannya, dan hanya akan digunakan untuk keperluan penelitian semata. Untuk itu saya mohon kesediaan Bapak/ Ibu untuk dapat kiranya membantu dalam memberikan jawaban pada kuesioner terlampir. Demikian surat ini saya sampaikan, atas perhatian dan kesediaan Bapak/ Ibu saya ucapkan terima kasih. Hormat Saya, Sigit Sanjaya
  • 90. KUESIONER PENGARUH KOMITMEN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL DAN PENERAPAN PILAR DASAR TOTAL QUALITY MANAGEMENT SEBAGAI VARIABEL INTERVENING BAGIAN PENDAHULUAN Identitas Responden 1. Nomor Responden :………………………...(diisi oleh peneliti) 2. Nama : …………………………………………… 3. Jenis kelamin : Laki-laki Perempuan 4. Umur : ………………… 5. Tingkat pendidikan : SMA D3 S1 S2 S3 6. Jabatan Manajer Keuangan Manajer Operasional Manajer Pemasaran Manajer SDM 7. Masa Kerja : <5 th 5-10 th > 10 th
  • 91. DAFTAR PERTANYAAN 1. KINERJA MANAJERIAL Mohon Bapak/ ibu mengukur kinerja Bapak/ Ibu untuk setiap bidang berikut ini dengan member centang pada nomor 1 sampai 9 sesuai dengan skala yang menurut Bapak/ Ibu paling tepat dengan ketentuan sebagai berikut: Skala 1 sampai 9 tersebut dibagi dalam tiga kategori sebagai berikut: Kinerja dibawah Rata-rata Kinerja Rata-rata Kinerja di atas Rata-rata 1 2 3 4 5 6 7 8 9 No Pernyataan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Perencanaan Saya berperan dalam penentuan tujuan, kebijakan rencana kegiatan seperti penjadwalan kerja, penyusunan anggaran dan penyusunan program 2 Investigasi Saya berperan dalam pengumpulan dan penyiapan informasi yang biasanya berbentuk catatan dan laporan 3 Pengkoordinasian Saya ikut berperan dalam tukar-menukar informasi dalam organisasi untuk mengkoordinasikan ndan menyesuaikan laporan 4 Evaluasi Saya berperan dalam dalam mengevaluasi dan menilai rencana kerja, laporan kinerja yang diamati pada unit/sub unit saya 5 Pengawasan Saya berperan dalam mengarahkan, memimpin dan mengembangkan para bawahan yang ada pada unit/ sub unit saya 6 Pemilihan staf Saya berperan dalam mengelola, mengatur dan memilih pegawai pada unit/sub unit saya. 7 Negosiasi Saya berperan dalam melakukan kontrak untuk barang/jasa yang dibutuhkan pada unit/sub saya dengan pihak luar 8 Perwakilan Saya berperan dalam mewakilkan organisasi saya untuk berhubungan dengan pihak lain di luar organisasi 9 Kinerja secara menyeluruh Saya mengevaluasi kinerja, dan sasaran kinerja secara menyeluruh
  • 92. 2. KOMITMEN MANAJER TERHADAP PENERAPAN TQM Bapak / Ibu dimohon untuk menjawab pertanyaandibawah ini sesuai dengan keadaan sebenarnya, dengan cara memberikan tanda (√) pada salah satu ketentuan dibawah ini untuk menyatakan persepsinya. SS : Sangat Setuju S : Setuju N : Netral KS : Kurang Setuju STS : Sangat Tidak Setuju No Pernyataan SS S N KS STS 1 Saya melaksanakan tugas pokok dan tidak mengandalkan orang lain 2 Saya memprioritaskan aktivitas rutin yang perlu diselesaikan 3 Saya menyebarluaskan visi dan kebijakan mutu perusahaan ke seluruh karyawan 4 Saya menyebarluaskan upaya-upaya meningkatkan semua aspek kualitas 5 Saya mendorong keterlibatan karyawan dalam proses peningkatan semua aspek kualitas 6 Saya berperan serta dalam proses peningkatan semua aspek kualitas 7 Saya memberikan dukungan fasilitas untuk program peningkatan semua aspek kualitas 8 Saya mengakui dan menghargai prestasi atas peningkatan semua aspek kualitas 3. PILAR DASAR TOTAL QUALITY MANAGEMENT No Pernyataan SS S N KS STS 1 Perusahaan selalu menetapkan target perbaikan berkelanjutan pada standar tertentu 2 Perusahaan selalu mempertimbangkan masukan dari konsumen untuk meningkatkan semua aspek kualitas 3 Perusahaan selalu berkomunikasi dengan pemasok untuk meningkatkan semua aspek kualitas 4 Perusahaan selalu melakukan perbaikan terus menerus pada semua bagian tanpa menunggu permasalahan muncul 5 Perusahaan selalu menyelidiki peluang perbaikan berkelanjutan atas peralatan dan metode baru
  • 93. 6 Perusahaan selalu mengidentifikasi kebutuhan konsumen 7 Perusahaan selalu menyebarluaskan kebutuhan konsumen kepada seluruh karyawan 8 Perusahaan selalu berusaha memenuhi kepuasan konsumen 9 Perusahaan selalu merencanakan kebutuhan maupun harapan konsumen yang akan datang 10 Perusahaan selalu mengukur kepuasan konsumen 11 Perusahaan membina langsung hubungan dengan konsumen 12 Perusahaan selalu menyelesaikan permasalahan konsumen segera dengan tepat 13 Perusahaan membentuk sekelompok kerja lintas fungsional untuk mengelola semua aspek kualitas 14 Perusahaan selalu mengembangkan keterlibatan karyawan pada semua bagian untuk mengelola semua aspek kualitas 15 Semua karyawan mempunyai kewenangan dalam pengambilan keputusan secara proporsional 16 Semua karyawan banyak melakukan aktivitas sumbang saran 17 Banyak masalah telah diselesaikan oleh kegiatan kelompok kerja 18 Perusahaan menerapkan gagasan karyawan pada proses kerja
  • 94. LAMPIRAN IV DATA PILOT TEST KINERJA MANAJERIAL R/Q 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 8 7 8 8 8 6 7 7 8 2 5 6 5 7 6 8 9 7 4 3 9 8 9 8 8 9 9 9 9 4 7 8 6 8 9 7 6 8 5 5 8 7 9 8 9 9 8 7 9 6 9 9 8 9 9 9 8 9 9 7 9 9 9 9 9 9 9 8 8 8 5 8 8 7 8 7 8 8 8 9 4 7 7 8 8 8 6 6 7 10 6 7 6 8 7 6 8 5 8 11 7 6 7 7 8 7 8 9 8 12 8 5 8 8 8 5 5 5 7 13 5 5 8 4 5 5 5 4 5 14 6 5 7 5 6 7 8 8 7 15 8 7 8 7 7 8 8 7 8 16 7 6 6 7 8 8 5 8 8 17 8 8 5 5 5 7 6 7 8 18 7 7 5 6 7 8 8 6 7 19 7 7 5 6 7 7 8 6 7 20 6 6 7 7 8 5 6 6 7 21 8 7 6 7 7 7 8 7 7 22 7 7 5 6 7 7 8 6 7 23 7 7 6 5 5 6 7 7 7 24 7 7 6 6 5 7 8 8 8 25 3 4 5 5 6 7 4 7 5 26 5 5 5 4 5 6 8 6 6 27 6 6 7 7 8 5 5 7 7 28 5 7 8 7 8 6 6 7 8 29 4 7 7 8 8 8 6 6 7 30 6 7 6 8 7 6 8 5 8
  • 95. KOMITMEN MANAJER DIVISI MENGENAI PENERAPAN TQM R/Q 1 2 3 4 5 6 7 8 1 4 4 4 5 4 4 4 4 2 5 5 4 4 4 5 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 4 5 4 4 3 5 4 4 4 4 4 4 5 4 6 4 4 4 4 4 4 4 3 7 4 5 4 4 4 3 4 4 8 4 4 4 3 4 3 4 3 9 5 4 4 4 4 4 4 4 10 4 3 4 4 4 5 4 2 11 4 4 4 4 3 4 2 4 12 4 4 4 4 4 4 4 4 13 3 3 4 3 4 4 4 3 14 4 4 4 4 3 3 2 4 15 5 4 4 4 4 4 4 4 16 4 3 4 4 3 3 4 3 17 5 4 4 4 4 4 4 4 18 4 4 4 4 4 4 4 4 19 4 3 3 4 4 3 2 2 20 4 4 4 5 5 4 4 4 21 4 4 4 4 4 4 4 5 22 4 3 3 4 4 3 4 4 23 5 4 4 5 5 4 4 5 24 4 4 4 4 4 4 4 4 25 4 4 4 3 3 4 4 4 26 4 4 4 5 5 5 4 5 27 5 3 4 4 4 4 5 4 28 4 4 4 5 3 4 4 3 29 4 4 4 4 4 4 4 4 30 4 4 4 5 4 4 4 4
  • 96. PENERAPAN PILAR DASAR TOTAL QUALITY MANAGEMENT R/Q 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 4 2 5 5 5 5 4 5 5 4 3 3 5 5 5 3 5 5 3 5 3 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 4 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 5 5 4 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 6 5 5 5 4 5 3 4 5 4 5 3 4 5 5 4 5 5 5 7 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 8 4 5 5 4 4 3 4 5 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 9 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 5 4 5 4 10 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 11 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 12 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 13 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 14 4 3 4 4 5 5 5 4 4 4 3 5 4 5 4 5 5 5 15 3 3 4 3 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 16 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 17 4 5 4 4 3 4 5 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 4 18 4 5 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 5 5 19 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 20 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 21 5 5 4 5 4 4 5 5 5 4 5 4 5 5 5 4 5 4 22 4 4 5 5 4 5 4 5 4 4 4 5 4 3 4 4 5 4 23 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 5 24 4 4 4 3 3 3 4 4 4 5 4 3 4 4 4 4 4 3 25 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 3 4 26 4 3 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 5 27 4 4 5 4 5 4 4 5 5 4 4 4 3 4 3 4 4 4 28 4 5 4 4 5 3 5 4 4 4 4 5 4 5 4 4 5 5 29 5 4 5 4 4 4 4 5 3 3 4 4 4 4 5 5 3 5 30 5 4 5 4 5 4 3 4 4 4 4 5 4 4 5 4 3 4
  • 97. PILOT TEST UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS VARIABEL KINERJA MANAJERIAL Case Processing Summary 30 100,0 0 ,0 30 100,0 Valid Excludeda Total Cases N % Listwise deletion based on all variables in the procedure. a. ReliabilityStatistics ,851 9 Cronbach's Alpha N of Items Item-Total Statistics 55,70 49,045 ,597 ,834 55,53 51,292 ,712 ,823 55,53 53,292 ,488 ,844 55,43 49,909 ,665 ,826 55,07 51,857 ,593 ,834 55,27 52,961 ,565 ,837 55,17 54,213 ,410 ,853 55,40 53,766 ,506 ,842 55,03 51,689 ,650 ,829 Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q9 Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted
  • 98. UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS VARIABEL KOMITMEN MANAJER DIVISI MENGENAI PENERAPAN TQM Case Processing Summary 30 100.0 0 .0 30 100.0 Valid Excludeda Total Cases N % Listwise deletion based on all variables in the procedure. a. ReliabilityStatistics .706 8 Cronbach's Alpha N of Items Item-Total Statistics 27.33 5.264 .341 .688 27.67 4.989 .446 .667 27.60 5.628 .470 .684 27.47 5.085 .384 .680 27.57 5.013 .458 .666 27.67 4.920 .399 .677 27.70 4.838 .351 .691 27.73 4.202 .473 .663 Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted
  • 99. UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS VARIABEL PENERAPAN PILAR DASAR TOTAL QUALITY MANAGEMENT Case Processing Summary 30 96,8 1 3,2 31 100,0 Valid Excludeda Total Cases N % Listwise deletion based on all variables in the procedure. a. ReliabilityStatistics ,890 18 Cronbach's Alpha N of Items
  • 100. Item-Total Statistics 74,10 42,714 ,444 ,887 74,03 41,137 ,529 ,884 73,97 43,275 ,391 ,888 74,10 40,645 ,727 ,878 74,00 42,552 ,442 ,887 74,17 40,557 ,545 ,884 73,97 41,482 ,645 ,881 73,90 42,507 ,441 ,887 74,10 41,541 ,543 ,883 74,17 41,730 ,494 ,885 74,20 41,407 ,547 ,883 74,03 42,930 ,399 ,888 74,07 39,030 ,786 ,874 74,07 42,616 ,447 ,887 73,93 41,306 ,597 ,882 74,10 40,645 ,657 ,879 74,03 42,654 ,392 ,889 73,87 43,085 ,415 ,887 Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q9 Q10 Q11 Q12 Q13 Q14 Q15 Q16 Q17 Q18 Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted
  • 101. LAMPIRAN VI DATA PENELITIAN KINERJA MANAJERIAL R/Q 1 2 3 4 5 6 7 8 9 TOTAL 1 9 9 9 9 8 9 8 8 8 77 2 6 6 6 6 6 6 7 6 7 56 3 6 6 6 7 6 7 6 6 6 56 4 8 9 9 9 9 9 9 9 9 80 5 6 6 8 6 6 8 8 8 8 64 6 6 7 6 6 6 7 6 6 6 56 7 9 9 9 9 8 9 9 9 8 79 8 7 7 7 7 7 8 7 7 7 64 9 9 9 8 9 9 9 9 8 9 79 10 8 8 8 8 8 9 8 8 8 73 11 8 8 8 6 6 8 6 8 6 64 12 8 6 6 6 6 8 8 8 8 64 13 9 9 9 9 8 9 9 9 9 80 14 8 8 9 9 8 9 9 9 9 78 15 8 8 8 9 9 8 9 9 9 77 16 9 9 8 9 8 9 9 9 9 79 17 7 7 7 7 7 7 7 7 7 63 18 7 7 7 7 7 7 7 7 7 63 19 8 8 9 9 9 9 9 9 9 79 20 9 9 9 9 9 9 9 8 8 79 21 9 9 9 9 9 9 9 9 8 80 22 6 6 6 6 7 6 6 6 7 56 23 8 7 7 7 7 7 7 7 7 64 24 6 6 7 6 6 6 6 6 7 56 25 8 8 8 8 8 6 6 6 6 64 26 7 7 7 7 7 7 7 8 7 64 27 8 7 7 7 7 7 7 7 7 64 28 7 7 7 7 7 7 7 7 8 64 29 9 8 9 9 9 9 9 9 8 79 30 7 7 7 8 7 7 7 7 7 64 31 7 7 8 7 7 7 6 7 7 63 32 7 7 7 7 7 7 8 7 7 64 33 7 7 7 7 7 7 7 7 7 63
  • 102. 34 7 8 6 7 7 6 6 6 7 60 35 7 7 7 7 7 7 8 7 7 64 36 6 6 7 6 7 7 7 7 7 60 37 6 7 6 7 7 7 7 7 7 61 38 6 7 6 7 6 7 7 7 7 60 39 7 7 7 7 7 7 7 7 7 63 40 7 7 7 7 6 7 7 7 7 62 41 7 7 7 7 7 7 7 7 6 62 42 8 7 6 7 7 7 6 7 6 61 43 9 9 8 8 9 9 9 9 9 79 44 7 7 7 7 7 7 7 7 7 63 45 8 9 9 9 9 9 9 9 9 80 46 6 7 6 7 6 7 8 8 8 63 47 8 8 8 6 7 7 7 7 7 65 48 7 7 7 7 7 7 7 7 7 63 49 7 7 7 7 7 7 7 7 7 63 50 6 7 6 6 6 7 7 7 7 59 51 7 7 7 7 7 7 7 8 7 64 52 6 7 6 6 7 6 8 7 6 59 53 7 6 7 6 7 7 7 8 7 62 54 6 6 7 6 7 7 6 7 7 59 55 7 6 6 7 6 7 6 7 6 58 56 6 7 7 7 7 7 7 7 7 62 57 7 6 7 6 6 6 7 7 7 59 58 7 7 7 7 7 7 6 7 7 62 59 7 8 8 7 8 7 8 6 8 67 60 7 7 7 7 7 7 6 7 7 62 61 7 7 6 7 7 6 7 7 7 61 62 7 6 7 7 7 7 6 7 7 61 63 7 7 7 7 7 7 7 6 7 62 64 7 7 7 7 8 7 7 8 7 65 65 7 7 7 8 7 8 8 8 7 67 66 7 8 7 7 7 8 8 8 7 67 67 7 8 7 7 7 7 7 7 8 65 68 7 7 7 7 7 7 7 6 7 62 69 6 6 8 7 7 7 7 6 6 60 70 8 8 7 6 6 5 6 6 5 57 71 6 7 7 7 7 7 7 6 6 60 72 6 6 7 6 7 7 7 7 7 60
  • 103. KOMITMEN MANAJER DIVISI MENGENAI PENERAPAN TQM R/Q 1 2 3 4 5 6 7 8 TOTAL 1 5 5 5 5 5 5 5 5 40 2 4 5 4 4 4 4 5 5 35 3 4 5 3 4 3 4 5 4 32 4 5 5 5 5 5 5 5 5 40 5 5 4 2 5 4 4 4 5 33 6 4 4 3 5 4 4 5 5 34 7 5 5 5 5 5 5 5 5 40 8 5 4 4 4 5 4 4 3 33 9 5 5 5 4 5 5 5 5 39 10 5 5 5 5 5 3 5 5 38 11 5 5 3 4 4 5 5 5 36 12 4 4 4 5 5 5 5 5 37 13 5 5 5 5 5 5 5 4 39 14 5 5 5 5 5 5 5 5 40 15 5 5 5 5 4 5 5 5 39 16 5 4 5 5 4 5 5 5 38 17 4 4 3 4 3 4 4 5 31 18 4 4 4 4 4 4 4 4 32 19 4 5 5 5 5 4 5 5 38 20 5 5 5 5 5 5 5 4 39 21 5 5 5 5 5 5 5 5 40 22 3 2 3 3 5 4 5 4 29 23 4 3 5 2 4 5 5 5 33 24 4 4 5 4 4 5 4 4 34 25 4 4 5 3 3 4 5 5 33 26 4 4 4 4 4 4 4 3 31 27 5 5 3 5 5 4 4 5 36 28 5 5 4 4 4 4 4 5 35 29 4 4 5 4 5 5 5 5 37 30 5 5 4 4 5 4 5 4 36 31 5 4 3 4 5 5 5 4 35 32 4 4 4 4 4 4 4 4 32 33 5 4 3 3 2 4 5 5 31 34 5 4 3 4 4 4 4 4 32 35 4 4 4 5 4 4 4 4 33 36 4 5 5 4 4 4 4 5 35
  • 104. 37 4 4 4 5 4 4 5 4 34 38 4 4 4 4 5 4 5 5 35 39 4 4 4 5 5 4 4 4 34 40 4 4 4 4 4 3 4 3 30 41 3 5 3 5 5 3 5 3 32 42 4 4 4 4 4 4 4 4 32 43 5 5 5 5 5 5 4 5 39 44 5 4 4 4 5 4 5 5 36 45 5 5 5 5 5 5 5 5 40 46 5 5 5 4 4 5 5 5 38 47 4 2 3 4 4 4 4 4 29 48 5 5 4 4 4 5 4 4 35 49 5 5 5 4 5 4 4 5 37 50 4 4 4 4 4 4 4 3 31 51 3 3 4 4 4 5 4 5 32 52 4 5 4 4 5 4 5 3 34 53 4 4 4 5 4 4 4 5 34 54 5 4 3 3 4 4 4 5 32 55 3 4 4 4 4 5 5 5 34 56 4 3 3 4 3 4 3 4 28 57 3 4 4 4 4 5 4 3 31 58 4 4 4 4 4 4 4 4 32 59 5 5 5 5 5 4 5 4 38 60 5 4 5 5 5 4 5 5 38 61 4 4 4 4 4 4 4 5 33 62 3 3 4 4 4 4 5 4 31 63 4 3 3 3 4 3 4 4 28 64 5 5 5 5 4 4 4 5 37 65 4 3 4 4 5 4 4 5 33 66 4 4 3 3 5 4 3 5 31 67 4 4 4 4 4 4 5 4 33 68 3 3 3 5 3 5 3 5 30 69 4 4 4 4 5 3 4 4 32 70 4 3 3 5 5 4 3 3 30 71 4 3 3 5 5 3 4 4 31 72 4 4 4 3 5 4 3 5 32
  • 105. PENERAPAN PILAR DASAR TQM R/Q 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 TOTAL 1 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 85 2 4 4 4 5 5 4 4 4 4 5 4 5 4 5 4 4 4 5 78 3 4 4 4 4 4 4 4 5 4 3 4 4 4 3 4 5 4 4 72 4 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 88 5 4 4 4 4 4 4 4 5 4 3 3 3 4 4 3 4 5 4 70 6 4 4 4 4 4 5 4 4 3 3 4 5 5 4 5 5 3 5 75 7 5 4 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 86 8 4 4 4 5 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 3 4 74 9 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 88 10 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 4 85 11 5 5 5 5 4 5 5 4 3 3 5 5 5 3 5 5 3 5 80 12 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 4 5 5 5 5 84 13 4 4 4 4 5 5 5 4 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 83 14 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 88 15 5 5 5 4 5 3 4 5 4 5 3 4 5 5 4 5 5 5 81 16 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 88 17 4 5 5 4 4 3 4 5 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 69 18 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 5 4 5 4 70 19 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 88 20 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 87 21 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 86 22 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 65 23 4 3 4 4 5 5 5 4 4 4 3 5 4 5 4 5 5 5 78 24 3 3 4 3 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 71 25 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 75 26 4 5 4 4 3 4 5 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 4 76 27 4 5 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 5 5 78 28 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 85 29 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 87 30 5 5 4 5 4 4 5 5 5 4 5 4 5 5 5 4 5 4 83 31 4 4 5 5 4 5 4 5 4 4 4 5 4 3 4 4 5 4 77 32 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 5 68 33 4 4 4 3 3 3 4 4 4 5 4 3 4 4 4 4 4 3 68 34 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 3 4 75 35 4 3 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 5 75 36 4 4 5 4 5 4 4 5 5 4 4 4 3 4 3 4 4 4 74
  • 106. 37 4 5 4 4 5 3 5 4 4 4 4 5 4 5 4 4 5 5 78 38 5 4 5 4 4 4 4 5 3 3 4 4 4 4 5 5 3 5 75 39 5 4 5 4 5 4 3 4 4 4 4 5 4 4 5 4 3 4 75 40 4 3 3 4 3 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 3 4 70 41 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 5 5 3 3 70 42 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 5 4 4 3 4 74 43 5 3 3 5 3 5 3 3 5 4 5 5 4 5 4 5 5 5 77 44 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 5 4 5 5 4 5 4 5 79 45 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 88 46 4 4 4 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 84 47 5 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 5 4 4 5 70 48 5 5 5 5 5 5 5 4 4 3 4 4 5 4 5 5 5 4 82 49 5 4 5 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 5 3 3 75 50 4 4 4 4 4 3 5 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 68 51 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 74 52 4 5 5 4 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 78 53 3 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 73 54 5 4 5 5 4 5 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 5 4 73 55 4 5 4 4 4 3 3 5 4 4 4 4 4 4 4 4 3 5 72 56 4 4 4 3 4 3 2 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 5 62 57 3 4 4 3 3 5 3 4 3 3 2 3 4 4 4 5 5 4 66 58 4 4 4 4 5 5 5 4 4 5 5 4 3 5 3 4 4 4 76 59 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 5 4 4 4 4 5 5 77 60 5 4 4 5 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 5 4 3 70 61 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 5 71 62 4 5 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 76 63 5 3 5 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 64 5 5 5 5 4 5 4 5 4 5 4 4 4 4 5 4 5 4 81 65 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 5 5 4 4 74 66 3 4 3 4 4 4 5 5 5 4 5 5 4 4 4 5 4 3 75 67 5 4 4 4 4 5 3 4 3 4 3 4 4 5 4 4 5 5 74 68 5 3 4 4 4 4 4 5 4 4 5 3 3 3 5 4 4 3 71 69 3 4 4 3 3 4 3 4 5 4 4 4 4 5 4 4 5 5 72 70 3 5 4 4 5 4 4 4 3 3 3 3 3 3 5 4 4 3 67 71 3 5 4 5 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 70 72 5 4 5 5 5 4 4 4 2 5 3 3 3 3 3 5 4 3 70
  • 107. DATA PENELITIAN UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS KINERJA MANAJERIAL Case Processing Summary 72 93,5 5 6,5 77 100,0 Valid Excludeda Total Cases N % Listwise deletion based on all variables in the procedure. a. ReliabilityStatistics ,851 9 Cronbach's Alpha N of Items Item-Total Statistics 62,00 9,268 ,482 ,845 62,01 9,901 ,500 ,843 62,15 9,765 ,416 ,850 61,96 9,111 ,530 ,840 62,10 8,427 ,783 ,812 62,07 8,854 ,659 ,826 62,08 9,852 ,420 ,849 62,19 9,032 ,574 ,835 62,10 8,427 ,783 ,812 Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q9 Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted
  • 108. UJI VALIDITAS DAN UJI RELIABILITAS KOMITMEN MANAJER DIVISI MENGENAI PENERAPAN TQM Case Processing Summary 72 33,3 144 66,7 216 100,0 Valid Excludeda Total Cases N % Listwise deletion based on all variables in the procedure. a. ReliabilityStatistics ,748 8 Cronbach's Alpha N of Items Item-Total Statistics 30,00 8,592 ,528 ,707 30,13 7,801 ,617 ,684 30,26 7,746 ,586 ,691 30,06 9,039 ,358 ,737 29,96 9,224 ,322 ,743 30,07 9,220 ,393 ,731 29,89 8,973 ,440 ,722 29,88 9,266 ,302 ,747 Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted
  • 109. UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS PENERAPAN PILAR DASAR TQM Case Processing Summary 72 100,0 0 ,0 72 100,0 Valid Excludeda Total Cases N % Listwise deletion based on all variables in the procedure. a. ReliabilityStatistics ,873 18 Cronbach's Alpha N of Items Item-Total Statistics 71,94 44,363 ,296 ,873 72,00 43,549 ,365 ,871 71,89 44,635 ,309 ,872 71,93 42,235 ,573 ,863 71,96 43,364 ,404 ,869 71,96 42,210 ,523 ,865 72,03 42,365 ,513 ,865 71,89 43,593 ,428 ,868 72,07 41,784 ,544 ,864 72,03 42,253 ,526 ,865 72,11 41,199 ,614 ,861 72,00 41,662 ,584 ,862 72,08 39,852 ,755 ,855 72,01 41,929 ,559 ,864 71,89 42,551 ,500 ,866 71,88 42,731 ,515 ,865 72,03 42,450 ,402 ,871 71,85 43,202 ,399 ,870 Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q9 Q10 Q11 Q12 Q13 Q14 Q15 Q16 Q17 Q18 Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted
  • 110. LAMPIRAN VIII UJI ASUMSI KLASIK UJI NORMALITAS RESIDUAL UJI MULTIKOLINEARITAS UJI HETEROKEDASTISITAS One-Sample Kolmogorov-SmirnovTest 72 ,0000000 4,70897804 ,075 ,075 -,062 ,633 ,817 N Mean Std. Deviation Normal Parametersa,b Absolute Positive Negative Most Extreme Differences Kolmogorov-SmirnovZ Asymp. Sig. (2-tailed) Unstandardiz ed Residual Test distribution is Normal.a. Calculated from data.b. Coefficientsa ,263 3,795 ,263 3,795 Komitmen TQM Model 1 Tolerance VIF Collinearity Statistics Dependent Variable: Kinerjaa. Coefficientsa -4,124 3,321 -1,242 ,219 ,328 ,174 ,419 1,893 ,063 -,043 ,084 -,113 -,510 ,612 (Constant) Komitmen TQM Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig. Dependent Variable: ABS_RESa.
  • 111. LAMPIRAN IX UJI REGRESI DAN UJI t UJI REGRESI PENGARUH KOMITEMEN MANAJER DIVISI MENGENAI PENERAPAN TQM TERHADAP PENERAPAN PILAR DASAR TQM Model Summary .858a .737 .733 3.557 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constant), Komitmena. Coefficientsa 15.126 4.387 3.448 .001 1.780 .127 .858 13.989 .000 (Constant) Komitmen Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig. Dependent Variable: TQMa.
  • 112. UJI REGRESI BERGANDA PENGARUH KOMITMEN MANAJER DIVISI MENGENAI PENERAPAN TQM DAN PENERAPAN PILAR DASAR TQM TERHADAP KINERJA MANAJERIAL Model Summary .767a .588 .576 4.777 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constant), TQM, Komitmena. ANOVAb 2246.057 2 1123.028 49.218 .000a 1574.388 69 22.817 3820.444 71 Regression Residual Total Model 1 Sum of Squares df Mean Square F Sig. Predictors: (Constant), TQM, Komitmena. Dependent Variable: Kinerjab. Coefficientsa 2.715 6.371 .426 .671 .848 .333 .383 2.547 .013 .439 .160 .412 2.736 .008 (Constant) Komitmen TQM Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig. Dependent Variable: Kinerjaa.
    Please download to view
  • All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
    ...

    Pengaruh komitmen terhadap kinerja manajerial dan penerapan pilar dasar total quality management sebagai variabel intervening

    by sigit-sanjaya

    on

    Report

    Download: 1

    Comment: 0

    4,077

    views

    Comments

    Description

    Download Pengaruh komitmen terhadap kinerja manajerial dan penerapan pilar dasar total quality management sebagai variabel intervening

    Transcript

    • 1. PENGARUH KOMITMEN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL DAN PENERAPAN PILAR DASAR TOTAL QUALITY MANAGEMENT SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (Studi Empiris pada BUMN di Kota Padang) SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Pada Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang Oleh SIGIT SANJAYA 2007/84398 PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2013
  • 2. i ABSTRAK Sigit Sanjaya. (84398). Pengaruh Komitmen terhadap Kinerja Manajerial dan Penerapan Pilar Dasar Total Quality Management sebagai Variabel Intervening. Skripsi. Universitas Negeri Padang. 2013 Pembimbing I : Fefri Indra Arza, SE, M.Sc, Ak Pembimbing II : Erly Mulyani, SE, M.Si, Ak Penelitian ini bertujuan untuk menguji: (1) Pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM (Total Quality Management) terhadap kinerja manajerial. (2) Pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar TQM. Jenis penelitian ini digolongkan sebagai penelitian yang bersifat kausatif. Populasi penelitian ini adalah Badan Usaha Milik Negara di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan total sampling. Data dikumpulkan dengan menyebarkan langsung kuisioner kepada responden yang bersangkutan. Teknik analisis data dengan menggunakan analisis jalur dengan uji t. Hasil penelitian membuktikan bahwa (1) Komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial (2) Komitmen manajer divisi berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar Total Quality Management. Dalam penelitian ini disarankan: (1) Bagi BUMN, untuk lebih memperhatikan penerapan pilar dasar TQM, sehingga dapat meningkatkan kinerja manajerial. Peningkatan pilar dasar TQM yang semakin baik secara langsung akan mendorong kinerja manajerial semakin baik. (2) Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan untuk menemukan variabel-variabel lain yang dapat memperluas sampel penelitian dan variabel-variabel penelitian untuk menemukan variabel- variabel lain yang dapat mempengaruhi kinerja manajerial.
  • 3. ii KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis sampaikan kehadirat Allah SWT, atas rahmat, ridho dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul “Pengaruh Komitmen terhadap Kinerja Manajerial dengan Penerapan Pilar Dasar Total Quality Management sebagai Variabel Intervening”. Penulisan skripsi ini adalah untuk memenuhi persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang. Dalam penulisan skripsi ini penulis tidak terlepas dari hambatan dan rintangan. Namun Demikian, atas bimbingan, bantuan, arahan serta dukungan dari berbagai pihak maka penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulis secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Bapak Fefri Indra Arza, SE, M.Sc, Ak dan Ibu Erly Mulyani, SE, M.Si, Ak selaku dosen pembimbing yang telah banyak menyediakan waktu dan pemikirannya dalam penyusunan skripsi ini. Pada kesempatan ini, penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada: 1. Dekan dan Pembantu Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang 2. Ketua dan Sekretaris Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang
  • 4. iii 3. Bapak dan Ibu Staf Pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Padang, khususnya Program Studi Akuntansi serta karyawan yang telah membantu penulis selama menuntut ilmu di kampus ini. 4. Kepala Cabang Badan Usaha Milik Negara di Kota Padang yang telah memberikan izin penulis untuk melakukan penelitian ini. 5. Kedua orang tua (Farizal dan Marnis) yang selalu memberikan dukungan dan mendoakan agar penulis dapat mencapai apa yang dicita-citakan. 6. Kakak dan adik (Elok, Uni, Abang, Epi, Imam) serta ponakan ku yang imut- imut (Qayla, Radit dan Qory) yang selalu memberikan dukungan dan semangat selama kuliah dalam penyusunan skripsi ini. 7. Teman-teman Akuntansi Fakultas Ekonomi khususnya angkatan 2007 terima kasih atas dukungan moril dan materil kepada penulis dalam penulisan skripsi ini. Dengan segala keterbatasan yang ada, penulis tetap berusaha untuk menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan baik. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca guna kesempurnaan skripsi ini. Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua. Padang, 21 Juni 2013 Penulis
  • 5. iv DAFTAR ISI Halaman JUDUL ABSTRAK.............................................................................................. i KATA PENGANTAR........................................................................... ii DAFTAR ISI.......................................................................................... iv DAFTAR TABEL.................................................................................. ix DAFTAR GAMBAR…………………………………………………. xi DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………. xii BAB I. PENDAHULUAN………………………………………….. 1 A. Latar Belakang………………………………………………. 1 B. Perumusan Masalah…………………………………………. 6 C. Tujuan Penelitian…………………………………………….. 6 D. Manfaat Penelitian…………………………………………… 7 BAB II. KAJIAN TEORI, KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS……………………………………………………. 8 A. Kajian Teori………………………………………………….. 8 1. Kinerja Manajerial……………………………………. 8 a. Pengertian Kinerja Manajerial…………………… 8 b. Tujuan dan Manfaat Penilaian Kinerja………….. 9 c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja…….. 11 2. Komitmen Manajer Divisi…………………………… 13 a. Pengertian Komitmen penerapan TQM…………. 13 b. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Komitmen…. 16
  • 6. v 3. Total Quality Management…………………………………. 18 a. Pengertian Total Quality Management ……………. 18 b. Pilar Dasar Total Quality Management…………… 24 B. Penelitian Terdahulu……………………………………………. 25 C. Pengembangan Hipotesis……………………………………….. 26 1. Pengaruh Komitmen Manajer Mengenai Penerapan TQM terhadap Kinerja Manajerial……………………………….. 26 2. Pengaruh Komitmen Manajer terhadap Kinerja Manajerial dan Penerapan Pilar Dasar TQM sebagai Variabel Intervening.. 27 D. Kerangka Konseptual……………………………………………30 E. Hipotesis…………………………………………………………31 BAB III. METODE PENELITIAN………………………………………32 A. Jenis Penelitian…………………………………………………. 32 B. Populasi, Sampel dan Responden………………………………. 32 C. Jenis dan Sumber Data…………………………………………..34 D. Teknik Pengumpulan Data………………………………………34 E. Variabel dan Pengukuran Variabel……………………………….35 F. Instrumen Penelitian……………………………………………..36 G. Uji Instrumen…………………………………………………… 36 1. Uji Validitas………………………………………………36 2. Uji Reliabilitas…………………………………………... 37 H. Uji Asumsi Klasik……………………………………………….38 1. Uji Normalitas Residual………………………………… 38 2. Uji Heterokedastisitas……………………………………39 I. Teknik Analisis Data…………………………………………….. 39 1. Uji Koefisien Determinasi……..………………………... 39
  • 7. vi 2. Analisis Jalur……………………………………………. 40 3. Uji Hipotesis……………………………………………. 43 a. Uji F………………………………………………. 43 b. Uji t……………………………………………….. 43 J. Definisi Operasional…………………………………………… 44 BAB IV. TEMUAN DAN PEMBAHASAN………………………….. 45 A. Gambaran Umum Objek Penelitian…………………………… 45 B. Demografi Responden………………………………………… 47 C. Deskripsi Hasil Penelitian…………………………………….. 50 1. Kinerja Manajerial…………………………………….. 51 2. Komitmen terhadap penerapan TQM…………………… 52 3. Penerapan Pilar Dasar TQM…………………………… 53 D. Uji Instrumen…………………………………………………. 55 1. Uji Validitas…………………………………………… 55 2. Uji Reliabilitas………………………………………… 55 E. Uji Asumsi Klasik…………………………………………….. 56 1. Uji Normalitas Residual………………………………. 56 2. Uji Multikolinearitas…………………………………… 57 3. Uji Heterokedastisitas…………………………………. 57 F. Model dan Teknik Analisis Data……………………………… 58 1. Uji F……………………………………………………. 58 2. Koefisien Determinasi………………………………… 59 H. Uji Hipotesis...………………………………………………….. 60 1. Pengujian Hipotesis 1..…………………………………. 65 2. Pengujian Hipotesis 2….………………………………. 65
  • 8. vii I. Pembahasan……………………………………………… 68 1. Pengaruh Komitmen Mengenai Penerapan TQM terhadap Kinerja Manajerial……………………………………….. 68 2. Pengaruh Komitmen Manajer Mengenai TQM terhadap Kinerja Manajerial Melalui Pilar Dasar TQM…………. 69 BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN................................................. 70 A. Kesimpulan…………………………………………………… 70 B. Keterbatasan dan Saran……………………………………….. 70 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
  • 9. viii DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1. Daftar Kantor Cabang BUMN di Kota Padang……………………… 33 2. Kisi-Kisi Instrumen Penelitian………………………………………. 36 3. Uji Validitas pilot test……………………………………………….. 37 4. Uji Reliabilitas pilot test…………………………………………………… 38 5. Daftar BUMN yang Mengembalikan Kuesioner……………………. 45 6. Daftar BUMN yang Menolak Kuesioner……………………………. 46 7. Jumlah Responden Berdasarkan Fakta………………………………. 47 8. Jumlah Responden Berdasarkan Jenjang Pendidikan……………….. 48 9. Jumlah Responden Berdasarkan Masa Kerja………………………… 48 10. Jumlah Responden Berdasarkan Usia………………………………. 49 11. Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin……………………. 50 12. Distribusi Frekuensi Variabel Kinerja Manajerial…………………... 51 13. Distribusi Frekuensi Komitmen Manajer Divisi……………………… 52 14. Distribusi Frekuensi Penerapan Pilar Dasar TQM…………………. 53 15. Uji Validitas Data…………………………………………………… 55 16. Uji Reliabilitas Data………………………………………………… 56 17. Uji Normalitas……………………………………………………….. 56 18. Uji Multikolinearitas………………………………………………… 57 19. Uji Heterokedastisitas………………………………………………. 58 20. Uji F……………..………………………………………………….. 58
  • 10. ix 21. Adjusted R Square……………………………………………………. 59 22. Koefisien Determinasi substruktur 1…………………………………… 60 23. Koefisien Regresi substruktur 1…………………………………………. 61 24. Koefisien Determinasi substruktur 2……………………………………. 62 25. Koefisien Regresi Substruktur 2………………………………………….62 26. Rekapitulasi Pengaruh Variabel Penyebab……………………………… 63
  • 11. x DAFTAR GAMBAR Gambar Halaman 1. Kerangka Konseptual Penelitian……………………………………… 31 2. Substruktur 1…………………………………………………………. 60 3. Substruktur 2…………………………………………………………. 61
  • 12. xi DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1. Surat Izin Penelitian……….………………………………………… 77 2. Surat Permohonan Mengisi Kuesioner……………………………… 78 3. Kuesioner Penelitian………………………………………………… 79 4. Data Pilot Test………………………………………………………. 83 5. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Pilot Test……………………… 86 6. Data Penelitian………………………………………………………. 89 7. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Penelitian……………………… 95 8. Uji Asumsi Klasik……………………………………………………. 98 9. Uji Regresi Berganda dan Uji t………………………………….. 100
  • 13. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang atau secara keseluruhan selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama sebelumnya. Kinerja manajerial merupakan hasil dari proses aktivitas manajerial yang efektif mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, laporan pertanggungjawaban, pembinaan, dan pengawasan (Basri & Rivai, 2005). Menurut Donnelly, Gibson, dan Ivancevich dalam Basri & Rivai (2005) “kinerja merujuk kepada tingkat keberhasilan dalam melaksanakan tugas serta kemampuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kinerja menurut Gibson (2000) adalah seberapa efektif dan efisien manajer telah bekerja untuk mencapai tujuan organisasi. Organisasi diartikan sebagai suatu bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan bersama-sama secara efisien dan efektif melalui kegiatan yang telah ditentukan secara sistematis dan di dalamnya terdapat pembagian tugas, wewenang, tanggung jawab yang jelas dalam mencapai tujuan organisasi tersebut (Tangkilisan, 2007). Tanggung jawab manajer terbagi atas tiga kelompok, yaitu tanggung jawab manajer dalam melaksanakan tugas, tanggungjawab manajer dalam mengelola team dan tanggung jawab manajer dalam mengelola individu.
  • 14. 2 Dalam dunia bisnis, kinerja menjadi menjadi salah satu pusat perhatian. Oleh karenanya dalam berbagai penelitian banyak sekali ditemukan penelitian yang terkait dengan kinerja. Kinerja merupakan kondisi yang harus diketahui dan diinformasikan kepada pihak-pihak tertentu untuk mengetahui tingkat capaian hasil suatu instansi dihubungkan dengan visi yang diemban suatu organisasi serta mengetahui dampak positif dan negatif dari suatu kebijakan operasional yang diambil. Dipetakan secara sederhana, BUMN memiliki kendala terhadap kinerjanya. Terbukti, dari 160 BUMN, hanya sepertiganya yang kinerjanya baik. Permasalahan BUMN mendasar diantaranya pengelolaan manajemen yang berantakan dan kualitas sumber daya manusia yang rendah, sedangkan Total Quality Management sendiri belum menjadi agenda penting dalam RUPS padahal rata-rata BUMN sudah menerapkan TQM. Hal ini disampaikan oleh para pemerhati BUMN di situsnya (www.bumnwatch.com). Menteri BUMN sendiri juga mengungkapkan buruknya kinerja BUMN dapat dilihat dari waktu penyelesaian suatu proyek yang memakan waktu cukup lama, Dahlan Iskan mencontohkan pembangunan jalan tol di Surabaya yang dikelola oleh salah satu BUMN manufakur memakan waktu hingga 12 tahun. Selain itu, pembangunan listrik Jawa-Bali yang dilakukan sejak tahun lalu dan diprediksikan baru akan selesai pada akhir 2013 mendatang. (www.voaindonesia.com). Kinerja dalam menjalankan fungsinya tidak berdiri sendiri, tetapi berhubungan dengan kepuasan kerja dan tingkat imbalan, dipengaruhi oleh keterampilan, kemampuan dan sifat-sifat individu. Oleh karena itu menurut
  • 15. 3 Donelly, Gibson dan Ivancevich dalam Basri & Rivai (2005) kinerja individu pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor: (a) harapan mengenai imbalan; (b) dorongan; (c) kemampuan; kebutuhan dan sifat; (d) persepsi terhadap tugas; (e) imbalan internal dan eksternal; (f) persepsi terhadap tingkat imbalan dan kepuasan kerja. Dengan demikian, kinerja pada dasarnya ditentukan oleh tiga hal, yaitu: (1) kemampuan, (2) keinginan dan (3) lingkungan. Oleh karena itu, agar mempunyai kinerja yang baik, seseorang harus mempunyai keinginan yang tinggi untuk mengerjakan serta mengetahui pekerjaannya. Manajer yang berkualitas adalah manajer yang mempunyai kepemimpinan diri dan mampu membangun kepemimpinan tim. Kepemimpinan (Leadership) adalah proses dimana seseorang atau sekelompok (tim) memainkan pengaruh atas orang (tim) lain, menginspirasikan, memotivasi dan mengarahkan aktivitas bersama untuk mencapai sasaran dan tujuan bersama. Dalam manajemen kualitas total (TQM) sasaran utama adalah Corporate Master Improvement Story (Gasperz, 2002). Komitmen manajer terhadap penerapan TQM menurut Ferris (1998) ditunjukkan dengan melaksanakan tugas pokok dan mempengaruhi, mengarahkan serta mendorong bawahannya menuju program pengendalian kualitas terpadu. Gasperz (2002) mengemukakan bahwa orang yang berkomitmen terhadap penerapan TQM akan mengadopsi prinsip-prinsip TQM dalam kehidupan sehari-hari dan senantiasa bertanggung jawab atas keberhasilan kinerja yang tercantum dalam Master Improvement story. Ferris (1998) juga mengemukakan bahwa komitmen manajer terhadap penerapan TQM akan berdampak terhadap keberhasilan TQM. Karena manajer mempunyai peran vital
  • 16. 4 dalam upaya pencapaian tujuan dan manajemen mutu terpadu. Para manajer berperan dalam menerapkan manajemen mutu sebagai suatu program. Selain itu manajer lah yang mengarahkan bawahan, memberikan orientasi kepada karyawan baru dan lama, menegakkan disiplin dan menjadi konselor untuk bawahan. Manajemen mutu atau Total Quality Management (TQM) menurut Gaspersz (2002) adalah meningkatkan perbaikan secara terus-menerus pada setiap level operasi atau proses untuk memuaskan konsumen dengan menggunakan sumber daya yang tersedia. Penerapan pilar dasar TQM mencakup kepuasan pelanggan, pemberdayaan karyawan dan peningkatan mutu secara berkelanjutan (Blocher, 2000). Total Quality Management (TQM) merupakan suatu proses yang panjang dan berlangsung terus menerus, karena budaya organisasi merupakan salah satu faktor yang cukup sulit untuk dirubah. Keberhasilan penerapan TQM akan berdampak pada penurunan biaya akibat turunnya kerusakan atau kegagalan produk dan kemampuan menghindari pemborosan biaya yang tidak bernilai bagi pelanggan. Penurunan biaya tidak semata-mata hanya pengurangan biaya produksi, namun juga aktivitas berlebih, tanpa mengorbankan mutu produk yang dihasilkan. Peningkatan mutu diyakini sebagai cara yang sangat efektif dilakukan seorang manajer untuk meningkatkan pangsa pasar, dan perusahaan yang memiliki keunggulan biaya serta pangsa pasar yang luas, maka manajer akan menuai prestasi yang tinggi. Adapun penelitian terdahulu yang melihat pengaruh komitmen dan penerapan Total Quality Management telah dilakukan oleh Pasaribu (2009) dan
  • 17. 5 menyatakan bahwa komitmen berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar TQM. Penelitian mengenai pengaruh komitmen terhadap kinerja juga dilakukan oleh Abdullah tahun (2010) dan menyatakan bahwa komitmen berpengaruh terhadap kinerja. Penelitian Tistinangtias (2007) mengenai pengaruh komitmen terhadap kinerja menyatakan bahwa komitmen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja. Namun penelitian Sabrina (2011) mengenai pengaruh komitmen terhadap kinerja menyatakan bahwa komitmen tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Penelitian mengenai penerapan Total Quality Management (TQM) terhadap kinerja dilakukan oleh Finasari (2006) menyatakan bahwa penerapan TQM mempunyai pengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial. Penelitian mengenai penerapan Total Quality Management (TQM) juga dilakukan oleh Nurul (2011) dan menyatakan bahwa penerapan TQM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Namun penelitian Sari (2009) menyatakan bahwa penerapan TQM tidak berpengaruh terhadap kinerja. Penelitian ini berbeda dengan penelitian Pasaribu (2009), perbedaan dengan penelitian Pasaribu terletak pada tempat penelitian. Penelitian Pasaribu (2009) menjadikan BUMN manufaktur sebagai tempat penelitian, namun peneliti mencoba meneliti pada BUMN yang berlokasi di kota Padang baik yang bergerak di bidang manufaktur ataupun jasa. Perbedaan dengan penelitian Abdullah pada tahun 2010, penelitian Tistiningtias pada tahun 2007, penelitian Finasari pada
  • 18. 6 tahun 2006 dan Nurul pada tahun 2011 terletak pada variabel bebas dan tempat penelitian. Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Komitmen terhadap Kinerja Manajerial dan Penerapan Pilar Dasar Total Quality Management sebagai Variabel Intervening ”. (Studi empiris pada BUMN Kota Padang) B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang: 1. Sejauhmana pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial? 2. Sejauhmana pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar TQM C. Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah diatas, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1. Pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial. 2. Pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar TQM
  • 19. 7 D. Manfaat Penelitian Selain tujuan yang hendak dicapai tersebut, penulis juga berharap hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat: 1. Bagi penulis, dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai Pengaruh Komitmen terhadap Kinerja Manajerial dan Penerapan Pilar Dasar Total Quality Management sebagai variabel intervening 2. Bagi akademis, penelitian ini bisa memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan yang berkaitan dengan kinerja manajerial dan sebagai referensi untuk diteliti lebih lanjut di lingkungan akademika. 3. Bagi tempat penelitian, dapat dijadikan pedoman untuk kebijakan kedepan. 4. Bagi peneliti selanjutnya, dapat dijadikan referensi yang akan mengadakan kajian lebih luas dalam bahasan ini.
  • 20. 8 BAB II KAJIAN TEORI, KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS A. Kajian Teori 1. Kinerja Manajerial a. Pengertian Kinerja Manajerial Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan atau kelompok selama periode tertentu di dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu dan telah disepakati bersama sebelumnya (Basri & Rivai, 2005). Menurut Stolovich dan Keeps dalam (Basri & Rivai, 2005) kinerja merupakan hasil yang dicapai dan merujuk pada tindakan pencapaian serta pelaksanaan suatu pekerjaan yang diminta. Menurut Robbins (2008) pencapaian tujuan yang telah ditetapkan merupakan salah satu tolok ukur kinerja individu. Ada 3 kriteria dalam melakukan penilaian kinerja individu, yakni tugas individu, perilaku individu dan ciri individu. Menurut Rai (2008) kinerja merupakan hasil evaluasi terhadap pekerjaan yang telah dilakukan dan dibandingkan dengan kriteria yang ditetapkan bersama. Sedangkan menurut Sedarmayanti (2004, dalam Syaiin 2008) mengemukakan kinerja (performance) merupakan hasil kerja yang dicapai oleh seseorang atau kelompok dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab
  • 21. 9 masing-masing dalam upaya mencapai tujuan organisasi yang bersangkutan secara legal dan tidak melanggar hukum dan tidak bertentangan dengan moral ataupun etika. Manajemen menurut (Daft: 2010) adalah pencapaian tujuan-tujuan organisasional secara efektif dan efisien melalui perencanaa, pengelolaan, kepemimpinan, dan pengendalian sumber daya sumber daya organisasional. Individu yang menjalankan fungsi manajemen dinamakan manajer. Berdasarkan definisi manajemen, tanggung jawab manajer adalah mengoordinasikan sumber daya yang ada secara efisien guna mencapai tujuan organisasi. Efektivitas (effectiveness) organisasi berarti sejauhmana organisasi dapat mencapai tujuan yang ditetapkan, atau berhasil mencapai apapun yang coba dikerjakan. Efisiensi (efficiency) organisasi adalah jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasional. Efisiensi organisasi ditentukan oleh berapa banyak bahan baku, uang dan manusia yang dibutuhkan untuk menghasilkan jumlah keluaran tertentu. Efisiensi dapat dihitung sebagai jumlah sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan barang atau jasa. Jadi kinerja manajerial dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan para manajer dalam melaksanakan tugas-tugasnya yang dibandingkan dengan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya. b. Tujuan dan Manfaat Penilaian Kinerja Tujuan penilaian kinerja menurut Henri (2004) terbagi atas 2, yang pertama adalah tujuan evaluasi, dan yang kedua adalah tujuan pengembangan.
  • 22. 10 Tujuan evaluasi dimana seorang manajer menilai kinerja masa lalu seorang karyawan dengan menggunakan rating deskriptif untuk menilai kinerja dan dengan data tersebut berguna untuk keputusan promosi maupun kompensasi. Tujuan pengembangan adalah dimana seorang manajer mencoba meningkatkan kinerja seorang karyawan dimasa mendatang. Tujuan pokok dari pengembangan ini sendiri menghasilkan suatu informasi yang akurat dan valid berkenaan dengan perilaku dan kinerja anggota organisasi maupun karyawan. Manfaat penilaian kinerja bagi semua pihak adalah agar bagi mereka mengetahui manfaat yang dapat mereka harapkan (Basri & Rivai, 2005). Adapaun orang-orang yang berkepentingan dalam penilaian tersebut adalah: 1. Individu yang dinilai. 2. Penilai (atasan, supervisor, pimpinan, manajer, konsultan). 3. Perusahaan. Manfaat bagi karyawan yang dinilai dalam penilain kinerja: 1. Meningkatkan motivasi. 2. Meningkatkan kepuasan hidup. 3. Adanya kejelasan standar dari hasil yang ditetapkan. 4. Umpan balik dari kinerja lalu yang kurang atraktif dan konstruktif. 5. Pengetahuan tentang kekuatan dan kelemahan menjadi lebih besar, membangun kekuatan dan mengurangi kelemahan seminimal mungkin. 6. Adanya pandangan yang jelas tentang konteks pekerjaan 7. Peningkatan pengertian tentang nilai pribadi 8. Kesempatan untuk mendiskusikan masalah pekerjaan dan solusinya.
  • 23. 11 Manfaat penilaian kinerja penilai dalam (Rivai &Basri, 2005) adalah: 1. Kesempatan untuk mengukur dan mengidentifikasikan kecenderungan kinerja karyawan untuk perbaikan manajemen selanjutnya. 2. Kesempatan untuk mengembangkan suatu pandangan umum tentang pekerjaan individu dan departemen yang lengkap. 3. Memberikan peluang untuk mengembangkan sistem pengawasan baik untuk pekerjaan manajer sendiri, maupun pekerjaan dari bawahan. Manfaat penilaian kinerja menurut Werther dan Davis (1996) mempunyai beberapa tujuan manfaat bagi organisasi: 1. Training and development needs. Mengevaluasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan bagi pegawai agar kinerja mereka lebih optimal. 2. Staffing process defiencies. Mempengaruhi prosedur perekrutan pegawai. 3. Informational inaccuracies and job-design errors. Membantu menjelaskan apa saja kesalahan yang telah terjadi dalam manajemen sumber daya manusia terutama di bidang informasi job analysis, job design, dan sistem informasi manajemen sumber daya manusia. c. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Kinerja dalam menjalankan fungsinya tidak berdiri sendiri, tetapi berhubungan dengan kepuasan kerja dan tingkat imbalan, dipengaruhi oleh keterampilan, kemampuan dan sifat-sifat individu. Oleh karena itu menurut Donelly, Gibson dan Ivanevich dalam Basri & Rivai (2005), kinerja individu pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor: (a) harapan mengenai imbalan; (b) dorongan; (c) kemampuan; (d) dorongan; (e) imbalan internal dan eksternal; (f)
  • 24. 12 persepsi terhadap imbalan dan kepuasan kerja. Dengan demikian, kinerja pada dasarnya ditentukan oleh tiga hal, yaitu: (1) kemampuan (2) keinginan (3) lingkungan. Kinerja individu dipengaruhi oleh kepuasan kerja. Kepuasan kerja itu sendiri adalah perasaan individu terhadap pekerjaannya. Perasaan ini berupa suatu hasil penilaian mengenai seberapa jauh pekerjaannya secara keseluruhan mampu memuaskan kebutuhannya. Kepuasan tersebut berhubungan dengan faktor-faktor individu, yakni: (a) kepribadian seperti aktualisasi diri, kemampuan menghadapi tantangan, kemampuan menghadapi tekanan, (b) status dan senioritas, makin tinggi hierarkis di dalam perusahaan lebih mudah individu tersebut untuk puas; (c) kecocokan dengan minat, semakin cocok individu semakin tinggi kepuasannya; (d) kepuasan individu dalam hidupnya, yaitu individu yang mempunyai kepuasan yang tinggi terhadap elemen-elemen kehidupannya yang tidak berhubungan dengan kerja, biasanya akan mempunyai kepuasan kerja yang tinggi. Menurut Mahoney (1963, dalam Sumarno, 2005) ada 9 hal yang dapat dijadikan indikator dalam penilaian kinerja. 1. Perencanaan, mencakup penentuan segala sesuatu sebelum dilakukannya kegiatan. 2. Investigasi, mencakup pengumpulan dan penyampaian informasi untuk catatan, laporan dan rekening, menyusun hasildan menganalisis pekerjaan 3. Pengkoordinasian, mencakup tukar menukar informasi, dengan individu dibagian organisasi yang lain untuk mengkaitkan dan menyesuaikan
  • 25. 13 program, memberitahu bagian lain dan berhubungan komunikasi dengan baik dengan manajer lain. 4. Evaluasi, mencakup menilai dan mengukur proposal, kinerja yang diamati atau dilaporkan, penilaian pegawai, penilaian catatan hasil, penilaian laporan keuangan, pemeriksaaan produk 5. Pengawasan, mencakup penyerahan, memimpin dan mengarahkan bawahan, membimbing, melatih dan menjelaskan peraturan kerja pada bawahan, memberikan tugas pekerjaan dan menangani keluhan. 6. Pemilihan staff, mencakup mempertahankan angkatan kerja, merekrut, mewawancarai dan memilih pegawai baru, menempatkan, mempromosikan dan memutasi pegawai. 7. Negosiasi, mencakup pembelian, penjualan, atau melakukan kontrak untuk barang dan jasa 8. Perwakilan, menghadiri pertemuan dengan perusahaan lain, pertemuan perkumpulan bisnis, pidato untuk acara kemasyarakatan, pendekatan masyarakat, mempromosikan tujuan umum perusahaan. 9. Kinerja rata-rata keseluruhan, mencakup kinerja aktivitas manajerial secara keseluruhan. 2. Komitmen Manajer Divisi Mengenai Penerapan TQM a. Pengertian Komitmen mengenai Penerapan TQM Komitmen adalah kemampuan dan kemauan untuk menyelaraskan perilaku pribadi dengan kebutuhan, prioritas dan tujuan organisasi. Hal ini mencakup cara-cara mengembangkan tujuan atau memenuhi kebutuhan organisasi
  • 26. 14 yang intinya mendahulukan misi organisasi pada kepentingan probadi (Soegiarto, 2009). Menurut Mayer dan Allen (1991, dalam Soegiarto, 2009), komitmen dapat juga berarti penerimaan yang kuat individu terhadap tujuan dan nilai-nilai organisasi, dan individu berupaya serta berkarya dan memiliki hasrat yang kuat untuk tetap bertahan di organisasi tersebut. Komitmen manajer terhadap penerapan TQM yaitu kemampuan serta kemauan manajer untuk melaksanakan tugas pokok dan mengarahkan, mempengaruhi serta mendorong bawahan menuju program pengendalian kualitas terpadu (Ferris, 1998). Menurut Cherirington (1995) komitmen merupakan nilai personal, yang terkadang mengacu kepada sikap loyal terhadap perusahaan. Mayer dan Allen (1991, dalam Cahyasumirat 2009) mengemukakan 3 komponen tentang komitmen organisasi: 1). Affective commitment, apabila anggota ingin menjadi bagian dari organisasi karena adanya ikatan emosional (emotional attachment) atau merasa mempunyai nilai yang sama dengan organisasi. 2). Continuance Commitment, yaitu kemauan individu untuk tetap bertahan karena tidak menemukan pekerjaan lain atau karena reward tertentu. 3). Normative Commitment, merupakan kemauan yang timbul dari nilai-nilai organisasi, anggota organisasi ini bertahan karena adanya kesadaran bahwa berkomitmen terhadap organisasi memang seharusnya dilakukan. Menurut Wibowo (2006) manajer dapat memilih 4 tipe komitmen yang berbeda:
  • 27. 15 1. Commitment to a course of action (komitmen pada jalannya tindakan), yaitu suatu komitmen pada sesuatu yang menjadi penyebab suatu tindakan. Apabila manajer mempunyai komitmen untuk menjadi unggul dalam produk tertentu, sebagai konsekuensinya mereka melakukan daya upaya untuk merealisasikannya. Investasi untuk memperluas produk tersebut dilakukan dan menentukan langkah-langkah pemasaran yang tepat untuk menguasai pasar. 2. Commitment to an ambitious goal (komitmen pada tujuan ambisius), yaitu suatu komitmen untuk menetapkan tujuan yang ambisius. Komitmen untuk mencapai tujuan yang ambisius sering dinyatakan dalam bentuk market share (misalnya menentukan menjadi market leader dalam industri minuman ringan). 3. Commitment to stretch relationship (komitmen untuk membentangkan hubungan), yaitu suatu komitmen untuk mengembangkan hubungan dalam organisasi. Kebanyakan manajer memahami bahwa memperluas tujuan sebagai alat manajemen, tetapi sedikit yang mengenal hubungan yang lebih luas dalam membatasi kelembaman. Manajer memberikan komitmen untuk mengembangkan hubungan dengan menghubungkan keberuntungan perusahaan pada pelanggan utama, mitra yang terpuaskan, investor canggih, atau permintaan pekerja. 4. Commitment to an operating philosophy (komitmen pada filosofi operasi). Manajer yang berusaha mengatasi kelambatan dapat membuat komitmen pada filosofi operasi yang berbeda dengan cara tradisional organisasi.
  • 28. 16 Filosofi operasi bukanlah merupakan daftar rinci aturan maupun kompilasi nilai-nilai yang tidak berarti, tetapi merupakan pernyataan singkat tentang bagaimana operasi akan bergerak ke depan. b. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Komitmen Menurut Dyne dan Graham (2005, dalam Soegiarto 2009), faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen adalah : personal, situasional dan posisi. Faktor karakteristik personal seperti: 1. Ciri-ciri kepribadian tertentu yaitu, teliti, ektrovert, berpandangan positif, cenderung lebih komitmen. Demikian juga individu yang lebih berorientasi kepada tim dan menempatkan tujuan kelompok diatas tujuan sendiri serta individu yang alturuistik (sering membantu) akan cenderung lebih komit. 2. Usia dan masa kerja berhubungan positif dengan komitmen organisasi. 3. Tingkat pendidikan, semakin tinggi tingkat pendidikan semakin banyak harapan yang tidak terakomodir, sehingga komitmennya semakin rendah. 4. Jenis kelamin, wanita pada umumnya menghadapi tantangan lebih besar dalam mencapai karirnya, sehingga komitmennya lebih tinggi. 5. Status perkawinan, individu yang telah menikah lebih terikat dengan organisasinya. 6. Keterlibatan kerja (job involvement), tingkat keterlibatan kerja individu berhubungan positif dengan komitmen organisasi. Faktor Situasional Seperti:
  • 29. 17 1. Nilai (Value) tempat kerja. Nilai-nilai yang dapat dibagikan adalah suatu komponen kritis dari hubungan saling keterikatan. Nilai-nilai kualitas, inovasi, koopersi, partisipasi dan trust akan mempermudah setiap anggota organisasi untuk saling berbagi dan membangun hubungan erat. Jika para anggota organisasi percaya bahwa nilai organisasinya adalah kualitas produk dan jasa, para anggota organisasi akan terlibat dalam perilaku yang memberikan kontribusi untuk mewujudkan hal tersebut. 2. Keadilan organisasi. Keadilan organisasi meliputi: keadilan yang berkaitan dengan kewajaran alokasi sumber daya, keadilan dalam proses pengambilan keputusan, serta keadilan dalam persepsi kewajaran atas pemeliharaan hubungan antar pribadi. 3. Karakteristik pekerjaan. Meliputi pekerjaan yang penuh makna, otonomi dan umpan balik dapat merupakan motivasi kerja yang internal. Kepuasan atas otonomi, status dan kebijakan merupakan predikat penting dari komitmen. Karakteristik spesifik dari pekerjaan dapat meningkatkan rasa tanggung jawab, serta rasa ketrikatan terhadap organisasi. 4. Dukungan organisasi. Dukungan organisasi mempunyai hubungan positif dengan komitmen organisasi. Hubungan ini didefinisikan sebagai sejauhmana anggota organisasi mempersepsikan bahwa organisasi (lembaga, atasan, rekan) memberi dorongan respek, menghargai kontribusi, dan memberi apresiasi bagi individu dalam pekerjaannya. Hal ini berarti jika organisasi peduli dengan keberadaan dan kesejahteraan
  • 30. 18 personal anggota organisasi dan juga menghargai kontribusinya, maka anggota organisasi akan lebih komit. Faktor posisi seperti: 1. Masa kerja. Masa kerja yang lama akan semakin membuat anggota organisasi komit, hal ini disebabkan oleh karena semakin memberi peluang pada anggota organisasi untuk menerima tugas menantang, otonomi semakin besar, serta peluang promosi yang lebih tinggi. Juga peluang investasi pribadi berupa pikiran, tenaga dan waktu yang semakin besar, hubungan sosial lebih bermakna, serta akses untuk mendapat informasi pekerjaan baru makin berkurang. 2. Tingkat pekerjaan. Berbagai penelitian menyebutkan status sosioekonomi sebagai prediktor komitmen yang paling kuat. Status yang tinggi cenderung meningkatkan motivasi maupun kemampuan aktif terlibat. 4. Pilar Dasar Total Quality Management (TQM) a. Pengertian Total Quality Management (TQM) TQM merupakan suatu pendekatan yang muncul pertama kali di Amerika Serikat, tetapi kemudian diorganisasikan dan dilaksanakan di beberapa perusahaan di Jepang. TQM dipelopori oleh dua orang pakar yang terkenal di Jepang dan maupun di Amerika Serikat yaitu Edward W Deming dan Joseph M. Juran. TQM merupakan perluasan dan pengembangan dari jaminan mutu. Menurut Hadis (2010) pengertian mutu menurut lima pakar utama dalam manjemen mutu terpadu adalah sebagai berikut:
  • 31. 19 1. Joseph M. Juran Mutu adalah kecocokan penggunaan produk (fitness for use), untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan. 2. Philip B. Crosby Mutu adalah conformance to requirement, yaitu sesuai dengan yang diisyaratkan. Suatu produk memiliki mutu apabila sesuai dengan standar atau kriteria yang telah ditentukan, standar mutu meliputu bahan baku, proses produksi dan produk jadi. 3. Edward Deming Mutu adalah kesesuaian dengan kebutuhan pasar atau konsumen. Perusahaan yang bermutu adalah perusahaan yang menguasai pangsa pasar karena hasil produksinya sesuai dengan kebutuhan konsumen, sehingga menimbulkan kepuasan konsumen. Jika konsumen merasa puas, maka mereka akan setia dalam membeli produk perusahaan tersebut baik berupa barang maupun jasa. 4. Fergenbaum Mutu adalah kepuasan pelanggan sepenuhnya. Suatu produk dianggap bermutu apabila dapat memberikan kepuasan sepenuhnya kepada konsumen, yaitu sesuai dengan harapan konsumen atas produk yang dihasilkan perusahaan. 5. Garvi dan Davis Mutu adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, tenaga kerja, proses dan tugas serta lingkungan yang memenuhi atau
  • 32. 20 melebihi harapan pelanggan. Perubahan mutu produk tersebut memerlukan peningkatan atau perubahan keterampilan tenaga kerja, proses produksi, dan tugas serta perubahan lingkungan perusahaan agar produk dapat memenuhi dan melebihi harapan konsumen. Secara umum, TQM dapat diartikan sebagai aplikasi dari berbagai metode kuantitatif dan kualitatif dan kegiatan sumber daya manusia untuk memperbaiki proses (kegiatan) di dalam organisasi, dengan tujuan memenuhi dan memuaskan kebutuhan konsumen (Singgih, 2007). Diawali dengan kesadaran berkompetisi dengan tujuan memenangkan konsumen, perusahaan melakukan perbaikan- perbaikan secara total dan berkelanjutan terhadap semua kegiatan yang ada, sehingga produk atau jasa yang diberikan dapat memuaskan konsumen dengan biaya seminimal mungkin. Benner dan Kerr (1996, dalam Purwanto 2008) menjelaskan manajemen kualitas total adalah konsep dan metoda yang memerlukan komitmen dan keterlibatan pihak manajemen dan seluruh organisasi dalam pengolahan perusahaan untuk memenuhi keinginan atau kepuasan pelanggan secara konsisten. Dalam TQM tidak hanya manajemen yang bertanggung jawab dalam memenuhi keinginan pelanggan, tetapi juga peran aktif seluruh anggota organisasi untuk memperbaiki kualitas produk atau jasa yang dihasilkan. TQM mencakup semua aktivitas-aktivitas keseluruhan fungsi manajemen yang menentukan kebijakan kualitas, sasaran dan tanggung jawabnya dan mengimplementasikannya dengan menggunakan perangkat seperti perencanaan
  • 33. 21 kualitas, kontrol kualitas pemastian kualitas dan perbaikan kualitas dan sistem kualitas (Wheaton, 1999). Pengakuan bahwa kegagalan menghasilkan produk berkualitas tinggi menimbulkan biaya tinggi mendorong perusahaan untuk meningkatkan kualitas untuk untuk produk dan jasa mereka. Biaya kualitas merupakan biaya-biaya yang berkaitan dengan pencegahan, pengidentifikasian, perbaikan dan pembetulan produk yang berkualitas rendah, dan dengan opportunity cost dari hilangnya waktu produksi dan penjualan sebagai akibat rendahnya kualitas (Blocher: 2000). Secara tradisional, biaya kualitas dibatasi untuk biaya inspeksi dan pengujian produk selesai. Biaya lain yang berkaitan dengan rendahnya kualitas selain kedua biaya tersebut dimasukkan ke dalam biaya overhead dan tidak dimasukkan sebagai biaya kualitas. Perusahaan menemukan bahwa biaya kualitas yang berhubungan dengan fungsi-fungsi pendukung seperti desain produk, pembelian, hubungan masyarakat dan pelayanan kepada pelanggan harus ditambahkan dalam biaya produksi/ biaya pengolahan/ biaya operasional. Joseph Juran dalam Blocher (2000) mengklasifikasikan biaya kualitas dalam empat kategori: 1. Biaya pencegahan, merupakan pengeluaran-pengeluaran yang dikeluarkan untuk mencegah terjadinya cacat kualitas. Biaya pencegahan meliputi: (a) biaya pelatihan kualitas, biaya pelatihan kualitas meliputi program pelatihan internal dan eksternal, gaji instruktur dan peralatan pelatihan. (b) biaya perencanaan kualitas, biaya perencanaan kualitas meliputi upah dan overhead untuk perencanaan kualitas, lingkaran kualitas, desain prosedur
  • 34. 22 baru, desain peralatan baru untuk meningkatkan kualitas, kehandalan, dan evaluasi supplier (c) biaya pemeliharaan peralatan, meliputi biaya yang dikeluarkan untuk memasang, menyesuaikan, mempertahankan, memperbaiki dan menginspeksi peralatan produksi, proses dan sistem (d) biaya penjamin supplier, meliputi biaya yang dikeluarkan untuk mengembangkan kebutuhan dan pengukuran data, auditing, dan pelaporan kualitas. 2. Biaya penilaian, merupakan pengeluaran yang dikeluarkan dalam rangka pengukuran dan analisis data untuk menentukan apakah produk atau jasa sesuai dengan spesifikasinya. Biaya penilaian meliputi: (a) Biaya pengujian dan inspeksi, merupakan biaya yang dikeluarkan untuk menguji dan menginspeksi bahan yang datang, produk dalam proses dan produk yang selesai atau jasa. (b) Peralatan pengujian, merupakan pengeluaran yang terjadi untuk memperoleh, mengoperasikan atau mempertahankan fasilitas, software, mesin dan peralatan pengujian atau penilaian kualitas produk, jasa atau proses. (c) Audit kualitas, yaitu upah dan gaji semua orang yang terlibat dalam penilaian kualitas produk dan jasa dan peneluaran lain yang dikeluarkan selama penilaian kualitas. (d) pengujian secara laborat (d) pengujian dan evaluasi lapangan (e) biaya informasi, yaitu biaya untuk menyiapkan dan membuktikan laporan kualitas. 3. Biaya kegagalan internal. Merupakan biaya yang dikeluarkan karena rendahnya kualitas yang ditemukan sejak penilaian awal sampai dengan pengiriman kepada pelanggan. Biaya-biaya ini tidak bernilai tambah dan
  • 35. 23 tidak pernah diperlukan. Biaya kegagalan internal meliputi: (a) biaya tindakan koreksi, yaitu biaya untuk waktu yang dihabiskan untuk menemukan penyebab kegagalan dan untuk mengoreksi masalah. (b) biaya pengerjaan kembali (rework) dan biaya sisa produksi (scrap) yaitu bahan, tenaga kerja langsung, dan overhead untuk sisa produksi, pengerjaan kembali dan inspeksi ulang. (c) Biaya ekspedisi, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk mempercepat operasi pengolahan karena adanya waktu yang dihabiskan untuk perbaikan atau pengerjaan kembali. (d) Biaya inspeksi dan pengujian ulang, meliputi gaji, upah dan biaya yang dikeluarkan selama inspeksi ulang atau pengujian ulang produk-produk yang telah diperbaiki. 4. Biaya kegagalan eksternal. Merupakan biaya yang terjadi dalm rangka meralat cacat kualitas setelah produk sampai pada pelanggan, dan laba yang gagal diperoleh karena hilangnya peluang sebagai akibat adanya produk atau jasa yang tidak dapat diterima oleh pelanggan. Biaya tersebut meliputi: (a) biaya untuk menangani keluhan dan pengembalian dari pelanggan, dimana terdiri dari gaji dan overhead administrasi untuk departemen pelayanan kepada pelanggan (departemen costumer service’) memperbaiki produk yang dikembalikan, cadangan atau potongan untuk kualitas rendah, dan biaya angkut. (b) Biaya penarikan kembali dan pertanggungjawaban produk, yaitu biaya administrasi untuk menangani pengembalian produk, perbaikan atau penggantian; biaya hukum; biaya penyelesian hukum. (c) penjualan yang hilang karena produk yang tidak
  • 36. 24 memuaskan, merupakan margin kontribusi yang hlang karena pesanan yang tertunda, penjualan yang hilang dan menurunnya pangsa pasar. b. Pilar Dasar Total Quality Management (TQM) Menurut Blocher (2000), terdapat 3 pilar dasar TQM. 1. Fokus pada pelanggan .TQM dimulai dengan mengidentifikasi pelanggan perusahaan dan kebutuhan mereka. Pada beberapa tahap, setiap orang dalam dalam suatu proses atau organisasi merupakan pelanggan atau supplier bagi orang lain, baik di dalam maupun di luar organisasi. Proses TQM dimulai dengan mengidentifikasi persyaratan dan harapan pelanggan eksternal. Persyaratan dan harapan ini merupakan dasar untuk membuat spesifikasi yang dibutuhkan untuk setiap keberhasilan pelanggan/ supplier internal, yang meliputi permintaan akan desain tertentu 2. Continous Improvement (Kaizen). Perbaikan kualitas secara terus-menerus dan penurunan biaya (Kaizen) diperlukan untuk tetap dapat bersaing pada pasar global saat ini. Dengan pesaing yang selalu mencoba mengalahkan dan harapan pelanggan yang selalu berubah, perusahaan tidak akan pernah mencapai kualitas yang ideal. Perusahaan perlu untuk selalu memperbaharui spesifikasi baik untuk pelanggan/ supplier internal dan supplier untuk melayani pelanggan eksternal. 3. Pemberdayaan Karyawan. Perusahaan dapat memenuhi permintaan dari pelanggan eksternalnya hanya jika setiap pelanggan/ supplier internal dalam proses dapat memuaskan pelanggan. Kegagalan dalam proses, tidak peduli betapapun kecilnya, mengarahkan pada produk atau jasa cacat dan
  • 37. 25 menyebabkan ketidakpuasan pelanggan. Pemberdayaan karyawan diperlukan untuk mencapai kualitas total. B. Penelitian Terdahulu Adapun penelitian terdahulu yang melihat pengaruh komitmen dan penerapan Total Quality Management (TQM) telah dilakukan oleh Pasaribu (2009) dan menyatakan bahwa secara simultan dan parsial komitmen dan penerapan TQM berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial baik secara langsung ataupun secara tidak langsung. Penelitian mengenai pengaruh komitmen terhadap kinerja juga dilakukan oleh Cahyasumirat (2009) menyatakan bahwa komitmen tidak berpengaruh terhadap kinerja. Penelitian Tistinangtias (2007) mengenai pengaruh komitmen terhadap kinerja menyatakan bahwa komitmen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja. Penelitian mengenai penerapan Total Quality Management (TQM) terhadap kinerja dilakukan oleh Finasari (2006) menyatakan bahwa penerapan TQM mempunyai pengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial. Penelitian mengenai penerapan Total Quality Management (TQM) juga dilakukan oleh Nurul (2011) dan menyatakan bahwa penerapan TQM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Namun penelitian Sari (2009) menyatakan bahwa TQM tidak mempengaruhi kinerja manajerial.
  • 38. 26 C. Pengembangan Hipotesis 1. Pengaruh Komitmen Manajer mengenai TQM Terhadap Kinerja Manajerial. Manajer yang berkomitmen terhadap penerapan TQM, akan mengadopsi nilai-nilai Total Quality Management dalam kehidupan sehari-hari dengan sasaran untuk meningkatkan kualitas dirinya terus-menerus. TQM berkaitan dengan upaya membangun kepemimpinan diri (self leadership) agar mampu membangun kepemimpinan tim (team leadership). Komitmen manajer mengenai TQM akan terlihat dari upaya individu dalam melaksanakan tugas pokoknya dan mengarahkan bawahan ke dalam program manajemen kualitas terpadu (Ferris, 1998). Dalam melaksanakan tugas pokok, manajer akan bertanggung jawab dan tidak mengandalkan orang lain terhadap pekerjaannya. Ketika manajer mempunyai masalah manajer akan berkonsultasi kepada atasannya ataupun konsultan dari luar perusahaan. Ketika manajer mengarahkan bawahannya ke dalam program mutu terpadu, manajer akan menegakkan disiplin, memeriksa kemajuan pekerjaan dan menjadi konselor untuk bawahaannya. Manajer akan berusaha mencari informasi siapa yang berhasil menerapkan Total Quality Management untuk diterapkan di dalam perusahaan. Jika hal-hal tersebut dilakukan oleh manajer, maka kinerja akan akan meningkat. Wroom (1964, dalam Cahyasumirat, 2009) mengemukakan bahwa kinerja dipengaruhi oleh profesionalisme, motivasi dan komitmen individu untuk menggunakan usaha yang tinggi dalam mencapai tujuan-tujuan perusahaan dan
  • 39. 27 memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Jika dikaitkan dengan TQM yang merupakan jaminan atas pertumbuhan dan pendapatan yang langgeng, maka kinerja individu dipengaruhi oleh komitmen individu mengenai penerapan TQM. 2. Pengaruh Komitmen Manajer terhadap Kinerja Manajerial dan Penerapan Pilar Dasar TQM sebagai Variabel Intervening TQM dapat memperbaiki kinerja manajerial dalam perusahaan untuk mewujudkan tujuan perusahaan. Fokus pada pelanggan berarti setiap produk yang dihasilkan perusahaan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Orientasi pada pelanggan tersebut akan merangsang manajer untuk meningkatkan kinerjanya agar menghasilkan produk yang bermutu untuk memuaskan pelanggan. Perbaikan sistem secara terus menerus harus dilakukan perusahaan seiring dengan perkembangan informasi dan kebutuhan pelanggan. Perbaikan secara berkala disegala bidang yang rutin dilakukan perusahaan dapat meningkatkan kinerja manajerial karena perbaikan yang dilakukan dapat mempermudah kerja manajer. Peningkatan kinerja manajerial pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. Keterlibatan dan pemberdayaan karyawan membuat karyawan memiliki andil dalam setiap keputusan dan aktivitas yang dilakukan perusahaan. Hal ini membuat karyawan merasa memiliki perusahaan. Perasaan yang dirasakan karyawan, dalam hal ini manajer, akan meningkatkan kinerja mereka karena mereka pasti akan melakukan yang terbaik bagi perusahaan yang mereka anggap seperti milik mereka sendiri.
  • 40. 28 Ferris (1998) mengemukakan bahwa komitmen manajer terhadap penerapan TQM akan berdampak terhadap keberhasilan TQM. Karena manajer mempunyai peran vital dalam upaya pencapaian manajemen mutu terpadu, para manajer menerapkan manajemen mutu sebagai suatu program, selain itu manajer yang mengarahkan bawahan, memberikan orientasi kepada karyawan baru, menegakkan disiplin dan menjadi konselor untuk bawahan. Manajer juga mempunyai peran dalam mengarahkan perhatian pada bidang-bidang pengawasan paling kritis dan bidang-bidang yang memerlukan perbaikan. Manajer yang mealakukan eksplorasi masalah, mempertimbangkan dan memecahkan masalah tersebut hingga ke akar-akarnya. Dengan masalah yang sudah terpecahkan, organisasi akan menstandarkan ide-ide dari pemecahan masalah. Hasil penelitian Pasaribu (2009) juga menunjukkan bahwa TQM yang didukung oleh komitmen dapat menciptakan kondisi dan infrastruktur, berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap peningkatan kinerja mutu serta berhubungan erat dengan keunggulan bersaing, keungulan daya saing semakin baik, akan mendorong kinerja semakin baik.
  • 41. 29 D. Kerangka Konseptual Dari uraian diatas, maka kerangka konseptual dari penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut: Gambar 1 Kerangka Konseptual Komitmen Manajer Divisi Mengenai Penerapan TQM Penerapan Pilar Dasar TQM Kinerja Manajerial
  • 42. 30 E. Hipotesis Berdasarkan teori dan latar belakang permasalahan yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapat dibuat beberapa hipotesis terhadap permasalahan sebagai berikut: H1 : Komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial H2 : Komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar TQM.
  • 43. 31 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan yang ditetapkan pada bab terdahulu maka penelitian ini tergolong penelitian kausatif (causative). Menurut Sugiyono (2004) penelitian kausatif merupakan tipe penelitian untuk menganalisis pengaruh beberapa variabel terhadap variabel lainnya. Sesuai dengan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini akan digunakan telaah statistika yang tepat untuk tujuan hubungan sebab akibat dengan menggunakan model struktural, yaitu dengan teknik statistik analisa jalur (path analysis), untuk menganalisis dan mengungkapkan besarnya pengaruh variabel-variabel penyebab terhadap variabel akibat berdasarkan pengaruh langsung dan tidak langsung, baik secara sendiri maupun secara bersamaan. B. Populasi, Sampel dan Responden Populasi adalah keseluruhan elemen yang dijadikan objek dalam penelitian. Sedangkan sampel adalah bagian dari populasi yang mewakili populasi secara keseliruhan. Dalam penelitian ini penulis memilih populasi pada Kantor Cabang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Kota Padang. Setelah melalui identifikasi dan observasi, BUMN yang berada di kota Padang sudah mendapatkan sertifikasi ISO (International Organization for Standardization) yang artinya perusahaan sudah menerapkan TQM dan diakui secara internasional.
  • 44. 32 Peneliti menjadikan seluruh anggota populasi sebagai sampel (total sampling) karena jumlahnya yang kurang dari 100 subjek. Total sampel yang akan diteliti sebanyak 30 BUMN, sedangkan unit analisis dalam penelitian ini adalah manajer- manajer pada pusat pertanggungjawaban yang terdiri dari Manajer Keuangan, Manajer SDM, Manajer Pemasaran, Manajer Operasional sehingga jumlah responden penelitian adalah 120 responden. Daftar nama Kantor Cabang BUMN di Kota Padang yang menjadi objek penelitian dapat dilihat pada Tabel 1 berikut: Tabel 1 Daftar Kantor Cabang BUMN di Kota Padang No Nama BUMN Alamat 1 PT. Garuda Indonesia Jl. Sudirman No. 2 Pdg 2 PT. Semen Padang Indarung Padang 3 PT. PLN (Persero) Cabang Padang Jl. Wahidin 8 Padang 4 PT. Telkom Jl. Ahmad Dahlan No. 17 Padang 5 PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Jl. H. Rasuna Said No. 3 Padang 6 PT. Sucofindo Jl. Veteran No. 43 Padang 7 PT. Pusri Jl. H. Agus Salim No.4 Padang 8 Perum Pegadaian Jl. Proklamasi No. 22 Padang 9 PT. Pertamina Jl. Veteran No. 60 Padang 10 PT. Askes Jl. Khatib Sulaiman No. 52 Padang 11 PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Jl. Bagindo Azis Chan No. 7 12 PT. Perkebunan Nusantara VI Jl. Khatib Sulaiman No. 54 Padang 13 PT. Pos Indonesia (Persero) Jl. Bagindo Azis Chan No. 7 Pdg 14 PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Jl. Proklamasi Padang No. 45 15 PT. Angkasa Pura II Jl. DR Hamka Padang 16 PT. Waskita Karya Jl. Achmad Yani No. 19 Padang 17 PT. Wijaya Karya Jl. Raden Shaleh No. 43 Padang 18 PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Jl. Bagindo Azis Chan No. 12 Padang 19 PT. Adhi Karya (Persero) Jl. Khatib Sulaiman No. 68 Padang 20 PT. Nindya Karya Jl. Batang Anai No. 2 Padang 21 PT. Taspen (Persero) Jl. Sudirman No. 63 Padang 22 PT. Jasindo Jl. H. Rasuna Said No. 89 Padang 23 PT. Jasa Raharja (Persero) Jl. H. Rasuna Said No. 1 Padang 24 PT. Jamsostek Jl. Veteran No. 47 Padang
  • 45. 33 25 Asuransi Jiwasraya Jl. Pemuda No. 41 Padang 26 PT. Askrindo Jl. Veteran No. 32 27 PT. Bukit Asam Jl. H. Cokrominoto No. 35 Padang 28 PT. Kimia Farma Jl. Proklamasi No. 24 Padang 29 PT. Garam (Persero) Jl. Sudirman No. 65 30 PT Permodalan Nasional Madani Jl. Ahmad Yani No. 39 A Sumber: Biro Perekonomian Sumbar Tahun 2012 C. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data Jenis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah data subyek (self- report data). Data subyek adalah jenis data penelitian yang berupa opini, sikap, pengalaman atau karakteristik dari seseorang atau kelompok orang yang menjadi subjek penelitian (responden). 2. Sumber Data Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer merupakan data peneltian yang diperoleh secara langsung dari sumber yang asli. Data primer diperoleh dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah terstruktur dengan tujuan untuk mengumpulkan informasi dari para responden. Sumber data dari penelitian ini adalah score total yang diperoleh dari pengisian kuisioner yang telah disebarkan pada para responden. D. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan kuisioner atau daftar pertanyaan terstruktur yang diajukan pada responden. Kuisioner diberikan ke alamat responden, kemudian seluruh kuesioner yang
  • 46. 34 diantar tersebut dijemput kembali oleh peneliti sesuai dengan kesepakatan pengembalian. E. Variabel dan Pengukuran Variabel Variabel dalam pengukuran variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Variabel dependen (Y) Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kinerja manajerial. Kinerja manajerial diukur dari fungsi manajer dalam perencanaan, investigasi, pengkoordinasian, evaluasi, pengawasan, pemilihan staf, negosiasi perwakilan dan kinerja secara keseluruhan. 2. Variabel independen(X1) Variabel independen dalam penelitian ini adalah komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM. diukur dari upaya manajer perusahaan dalam melaksanakan tugas pokoknya dan mempengaruhi bawahannya kearah ke dalam program kualitas terpadu. 3. Variabel intervening (X2) Variabel intervening merupakan variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antar variabel independen dengan dependen menjadi hubungan yang tidak langsung. Dalam hal ini adalah penerapan pilar dasar Total Quality Management. Penerapan pilar dasar TQM diukur dari perbaikan secara berkelanjutan, fokus kepada pelanggan dan pemberdayaan karyawan.
  • 47. 35 F. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner. Variabel-variabel yang diukur dalam kuisioner mencakup: 1) Kinerja manajerial, 2) Komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM 3) Penerapan pilar dasar TQM Tabel 2 Kisi-Kisi Instrumen Penelitian G. Uji Instrumen 1. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidak validnya suatu kuisioner. Suatu kuesioner dinyatakan valid jika pernyaataaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, No Variabel Indikator Acuan 1 Kinerja Manajerial 1. Perencanaan 2. Investigasi 3. Pengkoordinasian 4. Evaluasi 5. Pengawasan 6. Pemilihan staff 7. Negosiasi 8. Perwakilan 9. Kinerja secara keseluruhan Mahoney (1963, dalam Sumarno, 2005) 2 Komitmen Manajer Mengenai Penerapan TQM 1. Melaksanakan tugas pokok 2. Mengarahkan, mempengaruhi dan mendorong bawahan ke dalam program pengendalian kualitas Ferris (1998) dalam Sari (2009) 4 Penerapan Pilar Dasar TQM 1. Continous improvement 2. Fokus pada pelanggan 3. Keterlibatan semua pekerja Blocher (2000), Gasperz (2002) dalam Pasaribu (2009)
  • 48. 36 2006). Sebelum dibagikan kuesioner kepada responden, peneliti terlebih dahulu melakukan uji pendahuluan (pilot test), yang dilakukan pada 30 orang mahasiswa akuntansi yang telah lulus mata kuliah akuntansi manajemen. Untuk validitas pengukuran pada penelitian ini dapat dilihat pada Corrected Item Total Correlation (CITC) dari tampilan SPSS. Jika nilai r hitung kecil dari r tabel, maka nomor item tersebut tidak valid, sebaliknya jika nilai r hitung besar dari r tabel maka item tersebut dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk analisis selanjutnya. Pada uji validitas dalam penelitian ini rtabel dari N=30 adalah 0, 3061. Semua variabel menunjukkan bahwa kuesioner yang digunakan sudah valid Tabel 3 Uji Validitas pilot test Variabel Nilai r hitung (corrected) Min Kinerja manajerial Komitmen Manajer Divisi Terhadap Penerapan TQM Penerapan pilar dasar TQM 0,410 0,341 0,391 Sumber: Data primer yang diolah, 2013 2. Uji Reliabilitas Setelah dilakukan uji validitas, langkah selanjutnya dilakukan uji keandalan instrumen (reliabilitas). Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen yang cukup dapat dipercaya dapat digunakan sebagai alat dalam pengumpulan data karena instrumen tersebut sudah baik. Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.
  • 49. 37 Untuk mengukur reliabilitas dari suatu instrument digunakan rumus Croanbach’s Alpha yang didasarkan pada rerata korelasi butir data pengukuran instrument dengan bantuan program SPSS . Sekaran (2006) menyatakan cara mengukur reliabilitas dengan Croanbach’s Alpha dengan kriteria sebagai berikut: a. Kurang dari 0, 6 tidak reliabel b. 0, 6-0, 7 akseptabel c. 0, 7-0, 8 baik d. Lebih dari 0, 8 reliabel. Pada uji reliabilitas ini variabel dapat dikatakan reliabel karena nilai semua variabel menunjukkan Cronboach Alpha > 0,6. Tabel 4 Uji Reliabilitas Data pilot test Variabel Cronbach’s alpha Kinerja manajerial Komitmen Manajer Divisi Terhadap Penerapan TQM Penerapan pilar dasar TQM 0,851 0,706 0,890 Sumber: Data primer yang diolah, 2013 H. Uji Asumsi Klasik Sebelum melakukan pengujian regresi, terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik yang berguna untuk mengetahui apakah data yang digunakan telah memenuhi ketentuan dalam model regresi. Pengujian ini meliputi: 1. Uji Normalitas Residual Menurut Imam (2006), uji normalitas residual dalam penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah dalam dalam model regresi variabel pengganggu
  • 50. 38 atau residual memiliki distribusi normal. Uji normalitas residual dilakukan dengan menggunakan Kolmogoraf-Smirnov test dengan pedoman pengambilan keputusan sebagai berikut: a. Jika nilai Sig atau probabilitas < dari α = 0,05 maka residual tidak berdistribusi normal. b. Jika nilai Sig atau probabilitas ≥ dari α = 0,05 maka residual berdistribusi normal. 2. Uji Heterokedastisitas Menurut Imam (2006), uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam persamaan dalam regresi terjadi ketidak-samaan varian dari residual satu pengamatan yang lain (nilai errorya). Jika residual dari suatu pengamatan ke pengamatan yang yang lain tetap maka disebut heterokedastisitas. Untuk menguji ada tidaknya heteroskedastisitas, penelitian ini menggunakan uji Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadinya Heteroskedastisitas. 3. Uji Multikolinearitas Multikolinearitas adalah situasi adanya korelasi variabel-variabel independen. Uji multikolinearitas diperlukan untuk mengetahui ada tidaknya variabel independen yang memiliki kemiripan antar variabel independen dalam suatu model. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Pengujian mutikolinearitas dalm penelitian ini menggunakan Variance Inflation Factor (VIF). Adapun kriteria yang digunakan untuk pengujian
  • 51. 39 ini sebagai berikut: jika nilai tolerance < 0,10 atau sama dengan VIF > 10, maka terdapat multokolinearitas antara variabel independen. I. Teknik analisis data 1. Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R square) Uji ini digunakan untuk mengkaji goodness-fit dari model regresi. Menurut Imam (2006), koefisien determinasi (R2 ) mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. 2. Analisis Jalur Metode analisis jalur adalah suatu metode dengan serangkaian tindakan dan pemikiran yang disengaja untuk menelaah suatu hal yang secara mendalam ataupun terinci terutama dalam mengkaji bagian-bagian dari suatu totalitas. Maksudnya untuk mengetahui ciri masing-masing bagian, hubungan satu sama lain, serta peranannya dalam totalitas yang dimaksud. Dalam penelitian ini, analisis jalur (path analysis) digunakan untuk mengetahui hubungan sebab akibat, dengan tujuan menerangkan akibat langsung dan akibat tidak langsung seperangkat variabel. Sebagai variabel penyebab terhadap variabel lainnya yang merupakan variabel akibat. Analisi jalur (path analysis) menurut Ating Somantri dan Sambas Ali Muhidin (2006) mengemukakan bahwa “Analisis jalur (path analysis) digunakan
  • 52. 40 apabila secara teori kita berhadapan dengan masalah yang berhubungan sebab akibat. Tujuannya adalah menerangkan akibat langsung dan akibat tidak langsung seperangkat variabel, sebagai variabel penyebab, terhadap variabel lainnya yang merupakan variabel akibat.” Persamaan diatas menyatakan hubungan kausal dari X1, X2 serta ε terhadap Y. Langkah-langkah dalam menggunakan analisis jalur adalah sebagai berikut: a. Menentukan koefisien jalur, yaitu besarnya pengaruh dan suatu variabel eksogen ke variabel endogen (Ating & Ali :2006) dengan menghitung: 1. Koefisien jalur dengan rumus: Y= Pyx1X1 + Pyx2X2 + ε Dimana: Y = Variabel akibat X1-X3 = Variabel penyebab Pyx1- Pyx2 = Koefisien jalur ε = Variabel pengganggu 2. Koefisien jalur dengan rumus: Pyx1 = byx1 √ ∑ x2ihn h=1 ∑ 𝑦2n h=1 h , r = 1,2,3,…k Keterangan: Pyxi = merupakan koefisien jalur X1 terhadap Y byxi = merupakan variabel regresi dari variabel X1 terhadap Y
  • 53. 41 b. Menentukan pengaruh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam model, digunakan rumus: PY∑ = √1 − 𝑅2 𝑦𝑥1 𝑥2 𝑥3 c. Pengujian koefisien jalur, untuk mengetahui keberhasilan koefisien jalur dilakukan pengujian hipotesis dengan uji f (pengujian secara keseluruhan) dan uji t (pengujian secara individual). Untuk mengetahui keberhasilan koefisien jalur dilakukan pengujian hipotesis secara keseluruhan dengan perumusan: Ho : PyX1 = PyX2=……….= PyXk = 0 (tidak ada hubungan linear antara variabel eksogen terhadap endogen). H1 : Sekurang-kurangnya ada sebuah PyXi ≠ 0 (ada hubungan linearantara variabel eksogen terhadap variabel endogen). Statistik uji yang digunakan: Apabila f hitung > f tabel, maka Ho ditolak, maka pengujian dapat dilakukan dengan pengujian secara individual dengan memakai statistik uji t. Apabila t hitung > t table, maka koefisien jalurnya signifikan. d. Menentukan besarnya variabel dari suatu variabel ke variabel lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk variabel X1 1. Pengaruh langsung Y X1 PYX1 PYX1 1. Pengaruh tidak langsung X2 X1 PX2X1PX2X1
  • 54. 42 Y X2 PX2YPX2Y Y X1X2 PYX1PYX2 e. Melakukan interpretasi tentang kontribusi pengaruh setiap variabel terhadap variabel endogen baik secara langsung, tidak langsung, serta pengaruh dari variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam model terhadap variabel endogen. Untuk pengolahan dan analisis dilakukan melalui program computer SPSS (Statistical Product and Service Solution). 3. Uji Hipotesis a. Uji F Uji F dilakukan untuk menguji apakah secara serentak variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen secara baik atau untuk menguji apakah model yang digunakan telah fix atau tidak, nilai sig, 0,000a < 0,05 menunjukkan bahwa variabel independen secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Ini berarti model fix digunakan untuk uji t statistik yang menguji variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. b. Uji t Uji t dilakukan untuk menguji apakah secara terpisah variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen secara baik, dengan rumus: T= 𝛽𝑛 𝑆𝛽𝑛 (Imam, 2006: 56) Keterangan: T = Nilai mutlak Pengujian
  • 55. 43 βn = Koefisien Regresi masing-masing variabel 𝑆𝛽𝑛 = Standar error masing-masing variabel Dengan ketentuan sebagai berikut: a. Jika thitung > ttabel, maka hipotesis diterima b. Jika thitung < ttabel, maka hipotesis ditolak c. Jika α < 0,05, maka hipotesis diterima d. Jika α > 0,05, maka hipotesis ditolak J. Definisi Operasional Untuk lebih memudahkan dalam penulisan dan untuk menghindari penafsiran yang berbeda pada penelitian ini, maka perlu menjelaskan definisi operasional sebagai berikut: 1. Kinerja Manajerial Kinerja Manajerial adalah hasil dari proses aktivitas manajerial dalam melaksanakan kegiatan manajerial mulai dari proses perencanaan, investigasi, pengkoordinasian, evaluasi, pengawasan dan pengaturan staf, negosiasi, perwakilan dan kinerja secara keseluruhan. 2. Komitmen Manajer Divisi terhadap Penerapan TQM Komitmen manajer divisi terhadap penerapan TQM adalah kemauan dan keinginan manajer untuk menerapkan Total Quality Management yang diupayakan dalam melaksanakan tugas pokok dan mengarahkan, mempengaruhi serta mendorong bawahan ke dalam program manajemen mutu terpadu.
  • 56. 44 3. Pilar Dasar Total Quality Management Pilar Dasar TQM merupakan suatu aplikasi dari berbagai metode kuantitatif dan kualitatif dan kegiatan sumber daya manusia untuk memperbaiki proses atau kegiatan di dalam organisasi, dengan tujuan memenuhi dan memuaskan kebutuhan konsumen yang terdiri dari perbaikan terus-menerus, fokus kepada pelanggan dan pemberdayaan karyawan.
  • 57. 45 BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian Jumlah populasi pada penelitian ini adalah 30 kantor Cabang Badan Usaha Milik Negara di Kota Padang. Peneliti menjadikan seluruh populasi sebagai sampel (total sampling) karena jumlahnya tidak melebihi dari 100 subjek. Setiap sampel masing-masing terdiri dari empat responden yaitu Manajer Keuangan, Manajer Pemasaran, Manajer Operasional, dan Manajer Sumber Daya Manusia. Sebelumnya, direncanakan pada setiap BUMN diberikan empat kuesioner pada masing-masing manajer, sehingga jumlah kuesioner yang rencana akan disebar 120 kuesioner. Namun, pada kenyataannya, ada BUMN yang hanya mengisi 2 kuesioner, terdapat juga BUMN yang menolak untuk mengisi kuesioner karena alasan kebijakan perusahaan dan prosedur yang berbelit-belit sehingga tidak memungkinkan peneliti untuk melakukan penelitian. Akhirnya kuesioner yang disebar berjumlah 72 kuesioner. Berikut daftar BUMN yang mengembalikan kuesioner penelitian: Tabel 5 Daftar BUMN yang Mengembalikan Kuesioner No Nama BUMN Alamat 1 PT. Telkom Jl. Ahmad Dahlan No.17 2 PT. Jasindo Jl. H. Rasuna Said No.89 3 PT. Asuransi Jiwasraya Jl. Pemuda No. 41 4 PT. Askrindo Jl. Veteran No.32 5 PT. Garam Jl. Sudirman No. 65 6 PT. Jasa Raharja Jl. Batang Lembang No. 9 7 PT. Jamsostek Jl. Veteran No. 47 8 PT. Permodalan Nasional Madani Jl. Ahmad Yani No. 49 A
  • 58. 46 9 PT. Pegadaian Jl. Proklamasi No. 22 10 PT. Nindya Karya Jl. Batang Anai No. 2 11 PT. Askes Jl. Khatib Sulaiman No. 52 12 PT. Pertamina Jl. Veteran No. 60 13 PT. Adhi Karya Komplek Filano Permai 14 PT. Bukit Asam Pelabuhan Teluk Bayur 15 PT. Pos Indonesia Jl. Bagindo Aziz Chan No.7 16 PT. Taspen Jl. Sudirman No. 63 17 PT. Garuda Indonesia Jl. Sudirman No. 2 18 PT. Bank Rakyat Indonesia Jl. Bagindo Azis Chan No. 7 19 PT. Bank Mandiri Jl. Bagindo Azis Chan No. 12 20 PT. Bank Negara Indonesia Jl. Proklamasi No. 45 Berikut daftar BUMN yang menolak kuesioner penelitian dan BUMN yang tidak memungkinkan peneliti untuk melakukan penelitian karena prosedur yang berbelit-belit. Tabel 6 Daftar BUMN yang Menolak Kuesioner dan yang Tidak Menindaklanjuti Surat Penelitian No Nama BUMN Alamat 1 PT. Semen Padang Indarung Padang 2 PT. PLN Jl. Wahidin 8 Padang 3 PT. Pusri Jl. H. Agus Salim No.4 4 PT. Perkebunan Nusantara VI Jl. Khatib Sulaiman No. 54 5 PT. Wijaya Karya Jl. Raden Saleh 6 PT. Waskita Karya Jl. A Yani No. 19 7 PT. Sucofindo Jl. Raden Saleh 8 PT. Bank Tabungan Negara Jl. Rasuna Said No. 3 9 PT. Angkasa Pura II Bandara BIM 10 PT. Kimia Farma Jl. Proklamasi Berdasarkan jumlah kuesioner yang berhasil disebar dibandingkan dengan total keseluruhan kuesioner yang berjumlah 120, maka tingkat respon sebesar 72/120 x 100% = 60%. Dalam penelitian ini kuesioner diantarkan langsung kepada masing-masing responden dan dijemput langsung dalam rentang waktu 12 Juli sampai 20 Juli 2013.
  • 59. 47 B. Demografi Responden Dari hasil penelitian ini dapat diketahui karakteristik responden pada BUMN di Kota Padang yang dijadikan sampel pada penelitian ini. Berdasarkan data yang diisi oleh responden pada kuesioner penelitian, diketahui karakteristik responden yang disajikan secara umum menurut jabatan, pendidikan terakhir, lamanya menduduki jabatan, usia dan jenis kelamin dalam Tabel 7 sampai Tabel 11. 1. Berdasarkan Jabatan Berdasarkan data yang diisi oleh responden yang terdapat pada kuesioner penelitian, proporssi jabatan dari keseluruhan responden adalah sebagai berikut: Tabel 7 Jumlah Responden Berdasarkan Fakta Jabatan Jumlah Persentase Manajer Keuangan 20 27,78% Manajer Pemasaran 16 22,22% Manajer Operasional 16 22,22% Manajer SDM 20 27,78% Jumlah 72 100% Sumber: Data primer yang diolah, 2013 Berdasarkan pada tabel di atas dapat dilihat bahwa jumlah Manajer Keuangan yang yang mengisi kuesioner sebanyak 20 orang, jumlah Manajer Pemasaran yang mengisi kuesioner sebanyak 16 orang, jumlah Manajer Operasional yang mengisi kuesioner sebanyak 16 orang dan jumlah Manajer Sumber Daya Manusia yang mengisi kuesioner sebanyak 20 orang.
  • 60. 48 2. Berdasarkan Jenjang Pendidikan Untuk proporsi responden berdasarkan tingkat pendidikan terakhir dapat dilihat pada tabel 8 sebagai berikut: Tabel 8 Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan Terakhir No Pendidikan Terakhir Jumlah Persentase 1 SMA - - 2 Diploma 3 8 11,2% 3 Strata 1 58 80,5% 4 Strata 2 6 8,3% 5 Srata 3 - - Jumlah 100% Sumber: Data primer yang diolah, 2013 Berdasarkan pada tabel 8 di atas dapat dilihat bahwa kebanyakan responden telah menempuh jenjang pendidikan Diploma 3 dengan persentase 11,2% atau sebanyak 8 orang, Strata 1 sebanyak 80,5% atau sebanyak 80,5%, Strata 2 dengan presentase 8,3% atau sebanyak 8,3% dan tidak satupun responden berlatar belakang pendidikan SMA dan D3. 3. Berdasarkan Masa Kerja Untuk proporsi responden berdasarkan lamanya bekerja adalah sebagai berikut: Tabel 9 Jumlah Responden Berdasarkan Masa Kerja No Lamanya Jabatan Jumlah Persentase 1 1- 5 tahun 15 20,83% 2 5- 10 tahun 29 40,27% 3 > 10 tahun 28 38,9% Jumlah 72 100% Sumber: Data primer yang diolah, 2013
  • 61. 49 Berdasarkan tabel 9 di atas dapat diketahui bahwa masa kerja responden dengan presentase terbesar adalah dalam rentang 5-10 tahun yaitu 40,27% atau sebanyak 29 orang. Selanjutnya diikuti masa kerja rentang > 10 tahun sebesar 38,9% atau sebanyak 28 orang, sedangkan rentang 1-5 tahun sebesar 20,83% atau sebayak 15 orang. 4. Berdasarkan Usia Untuk proporsi responden berdasarkan usia adalah sebagai berikut: Tabel 10 Jumlah Responden Berdasarkan Usia No Usia Jumlah Persentase 1 25-35 tahun 11 15,28% 2 36-45 tahun 36 50,00% 3 > 46 tahun 25 34,72% Jumlah 72 100% Sumber: Data primer yang diolah, 2013 Berdasarkan tabel 10 di atas dapat diketahui bahwa usia responden dengan persentase terbesar yaitu berkisar 36-45 tahun sebesar 50% atau sebanyak 36 orang, diikuti dengan usia >46 tahun sebesar 34,72% atau sebanyak 25 orang. Sedangkan responden dengan presentase terkecil adalah usia 25-35 tahun sebesar 15,28% atau sebanyak 11 orang. 5. Berdasarkan Jenis Kelamin Untuk proporsi responden berdasarkan jenis kelamin, masing-masingnya adalah sebagai berikut:
  • 62. 50 Tabel 11 Jumlah Responden berdasarkan jenis kelamin No Jenis Kelamin Jumlah Persentase 1 Pria 60 83,33% 2 Wanita 12 16,67% Jumlah 72 100% Sumber: Data primer yang diolah, 2013 Berdasarkan tabel 11 di atas dapat diketahui bahwa mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki sebesar 83,33% atau sebanyak 60 orang, sedangkan responden berjenis kelamin perempuan sebesar 16,67% atau sebanyak 12 orang. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan diatas, responden dalam penelitian ini yaitu manajer keuangan, manajer pemasaran, manajer SDM dan manajer operasional telah menempuh pendidikan yang tinggi, yaitu strata 2, strata 1. Sedangkan lamanya menduduki jabatan umumnya berkisar 5-10 tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa pendidikan yang tinggi dan lamanya bekerja adalah dasar yang baik bagi responden untuk memberikan pengetahuan dan wawasan mengenai cara pandangnya terhadap organisasi. C. Deskripsi Hasil Penelitian Berikut ini merupakan deskripsi dari hasil penelitian tentang pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial dan penerapan pilar dasar Total Quality Management sebagai variabel intervening pada BUMN di Kota Padang. Untuk mendeskripsikan variabel-variabel tersebut, dapat dikategorikan dalam:
  • 63. 51 1. Kinerja Manajerial Variabel kinerja manajerial terdiri dari 9 item pernyataan. Tabel distribusi kinerja manajerial dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 12 Distribusi Frekuensi Variabel Kinerja Manajerial No Pernyataan Skor Rerata (Mean) TCR Kategori 1 Perencanaan Saya berperan dalam penentuan tujuan, kebijakan rencana kegiatan seperti penjadwalan kerja, penyusunan anggaran dan penyusunan program 519 7,21 80,09% Baik 2 Investigasi Saya berperan dalam pengumpulan dan penyiapan informasi yang biasanya berbentuk catatan dan laporan 523 7,26 80,71% Baik 3 Pengkoordinasian Saya ikut berperan dalam tukar- menukar informasi dalam organisasi untuk mengkoordinasikan ndan menyesuaikan laporan 522 7,25 80,56% Baik 4 Evaluasi Saya berperan dalam dalam mengevaluasi dan menilai rencana kerja, laporan kinerja yang diamati pada unit/sub unit saya 519 7,21 80,09% Baik 5 Pengawasan Saya berperan dalam mengarahkan, memimpin dan mengembangkan para bawahan yang ada pada unit/ sub unit saya 517 7,18 79,78% Baik 6 Pemilihan staf Saya berperan dalam mengelola, mengatur dan memilih pegawai pada unit/sub unit saya. 529 7,35 81,64% Baik 7 Negosiasi Saya berperan dalam melakukan kontrak untuk barang/jasa yang dibutuhkan pada unit/sub saya dengan pihak luar 526 7,31 81,17% Baik 8 Perwakilan Saya berperan dalam mewakilkan organisasi saya untuk berhubungan dengan pihak lain di luar organisasi 527 7,32 81,33% Baik
  • 64. 52 9 Kinerja secara menyeluruh Saya mengevaluasi kinerja, dan sasaran kinerja secara menyeluruh 522 7,25 80,56% Baik Rerata Variabel 522,67 7,25 80,67% Baik Sumber: Data primer yang diolah, 2013 Berdasarkan tabel distribusi frekuensi kinerja manajerial, dapat dilihat bahwa kinerja manajerial memiliki tingkat capaian tertinggi pada indikator manajer melakukan pemilihan staf dalam mengelola mengatur dan memilih pegawai pada sub unitnya yaitu sebesar 81,64%. Ini berarti bahwa manajer berperan aktif dalam merekrut tim kerjanya . Sedangkan tingkat capaian terendah pada indikator manajer berperan dalam mengarahkan memimpin dan mengembangkan bawahan yaitu sebesar 79,78%. Dari tingkat TCR di atas, secara keseluruhan menunjukkan bahwa kinerja manajerial dapat dikategorikan baik. 2. Komitmen Manajer Divisi Terhadap Penerapan TQM Variabel komitmen pimpinan puncak terdiri dari 8 item pernyataan. Tabel distribusi frekuensi komitmen pimpinan dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 13 Tabel Distribusi Frekuensi Komitmen Manajer Divisi No Pernyataan Skor Rerata (Mean) TCR Kategori 1 Saya melaksanakan tugas pokok dan tidak mengandalkan orang lain 311 4,32 86,39% Baik 2 Saya memprioritaskan aktivitas rutin yang perlu diselesaikan 302 4,19 83,89% Baik 3 Saya menyebarluaskan visi dan kebijakan mutu perusahaan ke seluruh karyawan 292 4,06 81,11% Baik 4 Saya menyebarluaskan upaya-upaya meningkatkan semua aspek kualitas 307 4,26 85,27% Baik 5 Saya mendorong keterlibatan karyawan dalam proses peningkatan semua aspek kualitas 314 4,36 87,22% Baik 6 Saya berperan serta dalam proses 306 4,25 85% Baik
  • 65. 53 peningkatan semua aspek kualitas 7 Saya memberikan dukungan fasilitas untuk program peningkatan semua aspek kualitas 319 4,43 88,61% Baik 8 Saya mengakui dan menghargai prestasi atas peningkatan semua aspek kualitas 320 4,44 88,89% Baik Rerata Variabel 308,87 4,29 85,80% Baik Sumber: Data primer yang diolah, 2013 Berdasarkan tabel distribusi frekuensi komitmen manajer divisi terhadap penerapan TQM, dapat dilihat bahwa capaian tertinggi terletak pada indikator manajer mengakui dan menghargai prestasi atas peningkatan semua aspek kualitas sebesar 88.89% dan capaian terendah terletak pada indikator manajer menyebarluaskan visi dan kebijakan mutu perusahaan ke seluruh karyawan sebesar 81,11%. Berdasarkan pada rerata variabel, komitmen manajer divisi terhadap penerapan TQM dapat dikategorikan baik. 3. Penerapan pilar Dasar TQM Variabel penerapan pilar dasar Total Quality Management terdiri dari 18 item pernyataan. Tabel distribusi frekuensi penerapan pilar dasar TQM dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 14 Tabel Distribusi Frekuensi Penerapan Pilar Dasar Total Quality Management No Pernyataan Skor Rerata TCR Kategori 1 Perusahaan selalu menetapkan target perbaikan berkelanjutan pada standar tertentu 307 4,26 85,28% Baik 2 Perusahaan selalu mempertimbangkan masukan dari konsumen untuk meningkatkan semua aspek kualitas 303 4,21 84,17% Baik 3 Perusahaan selalu berkomunikasi dengan pemasok untuk meningkatkan semua aspek kualitas 311 4,32 86,39% Baik
  • 66. 54 4 Perusahaan selalu melakukan perbaikan terus menerus pada semua bagian tanpa menunggu permasalahan muncul 308 4,28 85,55% Baik 5 Perusahaan selalu menyelidiki peluang perbaikan berkelanjutan atas peralatan dan metode baru 306 4,25 85% Baik 6 Perusahaan selalu mengidentifikasi kebutuhan konsumen 306 4,25 85% Baik 7 Perusahaan selalu menyebarluaskan kebutuhan konsumen kepada seluruh karyawan 301 4,18 83,61% Baik 8 Perusahaan selalu berusaha memenuhi kepuasan konsumen 311 4,32 86,39% Baik 9 Perusahaan selalu merencanakan kebutuhan maupun harapan konsumen yang akan datang 298 4,14 82,78% Baik 10 Perusahaan selalu mengukur kepuasan konsumen 301 4,18 83,61% Baik 11 Perusahaan membina langsung hubungan dengan konsumen 295 4,10 81,94% Baik 12 Perusahaan selalu menyelesaikan permasalahan konsumen segera dengan tepat 303 4,21 84,17% Baik 13 Perusahaan membentuk sekelompok kerja lintas fungsional untuk mengelola semua aspek kualitas 297 4,12 82,5% Baik 14 Perusahaan selalu mengembangkan keterlibatan karyawan pada semua bagian untuk mengelola semua aspek kualitas 302 4,19 83,89% Baik 15 Semua karyawan mempunyai kewenangan dalam pengambilan keputusan secara proporsional 311 4,32 86,39% Baik 16 Semua karyawan banyak melakukan aktivitas sumbang saran 312 4,33 86,67% Baik 17 Banyak masalah telah diselesaikan oleh kegiatan kelompok kerja 301 4,18 83,61% Baik 18 Perusahaan menerapkan gagasan karyawan pada proses kerja 314 4,36 87,22% Baik Rerata Variabel 305,67 2,24 84,90% Baik Sumber: Data primer yang diolah, 2013 Berdasarkan tabel distribusi frekuensi penerapan pilar dasar TQM, dapat dilihat bahwa penerapan pilar dasar TQM memiliki tingkat capaian tertinggi pada indikator perusahaan menerapkan gagasan karyawan pada proses kerja dengan tingkat capaian 87,22. Sedangkan tingkat capaian terendah pada indikator
  • 67. 55 perusahaan membina langsung hubungan dengan konsumen dengan tingkat capaian 81,94%. Berdasarkan rerata variabel, penerapan pilar dasar TQM dapat dikategorikan baik. D. Uji Instrumen 1. Uji Validitas Uji validitas dimaksudkan untuk mengetahui ketepatan instrumen dalam mengukur apa yang hendak diukur. Untuk melihat validitas dari masing-masing item kuesioner, digunakan uji korelasi product moment yang melihat Corrected item-Correlation. Jika r-hitung > r-tabel, maka data dikatakan valid, r-tabel untuk N=72 adalah 0,1954 Tabel 15 Uji Validitas Data Variabel Nilai r hitung (corrected) min Keputusan Kinerja Manajerial Komitmen Manajer Divisi terhadap Penerapan TQM Penerapan Pilar Dasar TQM 0,416 0,302 0,296 Valid Valid Valid 2. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengukur bahwa instrument yang digunakan benar-benar bebas dari kesalahan, sehingga diharapkan dapat menghasilkan hasil yang konstan. Nilai reliabilitas dinyatakan reliabel jika mempunyai cronbach’s alpha dari masing-masing instrumen pernyataan lebih besar dari 0,6 (Sekaran). Dari nilai cronbach’s alpha dapat disimpulkan bahwa instrument pernyataan adalah reliabel karena memiliki nilai cronbach’s alpha lebih dari 0,6
  • 68. 56 Tabel 16 Uji Reliabilitas Data Variabel Cronbach’s alpha Keputusan Kinerja Manajerial Komitmen Manajer Divisi Terhadap Penerapan TQM Pilar Dasar TQM 0,851 0,748 0,873 Reliabel Baik Reliabel E. Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik digunakan apabila penelitian menggunakan metode regresi berganda. Asumsi tersebut adalah normalitas dan tidak terjadi multikolinearitas, heterokedastisitas. 1. Uji Normalitas residual Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah distribusi sebuah residual mengikuti atau mendekati distribusi normal. Untuk melihat normalitas residual dapat dilakukan dengan metode kolmogrov smirnov pada α = 0,05. Hasil uji normalitas dapat dilihat pada tabel dibawah ini Tabel 17 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-SmirnovTest 72 ,0000000 4,70897804 ,075 ,075 -,062 ,633 ,817 N Mean Std. Deviation Normal Parametersa,b Absolute Positive Negative Most Extreme Differences Kolmogorov-SmirnovZ Asymp. Sig. (2-tailed) Unstandardiz ed Residual Test distribution is Normal.a. Calculated from data.b.
  • 69. 57 Dari tabel diatas, terlihat bahwa nilai asymp.sig (2-tailed) dari 3 variabel menunjukkan nilai > 0,05, yaitu 0,817, dengan demikian data dapat dikatakan berdistribusi normal. 2. Uji Multikolinearitas Multikolinearitas adalah kejadian yang mengidentifikasikan terjadinya huibungan antara variabel-variabel bebas dan hubungan yang terjadi cukup besar. Model regresi yang dinyatakan bebas dari multikolinearitas apabila VIF < 10 dan tolerance > 0,1. Hasil pengujian asumsi multikolinearitas untuk variabel bebas dapat dilihat berdasarkan nilai VIF dan tolerance pada tabel dibawah ini. Tabel 18 Uji Multikolinearitas Sumber hasil olahan SPSS 2013 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat perhitungan nilai VIF dan tolerance. Nilai VIF untuk komitmen manajer divisi terhadap sebesar 3,795, dengan nilai tolerance 0,263, sedangkan untuk nilai penerapan pilar dasar TQM dengan nilai VIF 3,795 dan nilai tolerance 0,263. Masing-masing variabel bebas tersebut memiliki nilai VIF < 10 dan nilai tolerance > 0,1 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala multikolinearitas antara variabel bebas. 3. Uji Heterokedastisitas Uji heterokedastisitas digunakan untuk melihat apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual atas pengamatan ke Coefficientsa ,263 3,795 ,263 3,795 Komitmen TQM Model 1 Tolerance VIF Collinearity Statistics Dependent Variable: Kinerjaa.
  • 70. 58 pengamatan lain. Untuk mendeteksi adanya heterokedastisitas dapat menggunakan uji Gletser. Dalam uji ini, didapat nilai signifikan sebesar 0,063 untuk variabel komitmen manajer divisi terhadap penerapan TQM dan untuk penerapan pilar dasar TQM sebesar 0,612. Apabila hasil sig > 0,05, maka tidak terdapat gejala heterokedastisitas, model yang baik adalah tidak terjadinya heterokedastisitas. Ini dapat dilihat pada tabel dibawah: Tabel 19 Uji Heterokedastisitas Sumber hasil olahan SPSS 2013 F. Model dan Teknik Analisis Data 1. Uji F Tabel 20 Uji F Hasil pengolahan data SPSS pada uji F untuk melihat ada atau tidaknya pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat serta untuk Coefficientsa -4,124 3,321 -1,242 ,219 ,328 ,174 ,419 1,893 ,063 -,043 ,084 -,113 -,510 ,612 (Constant) Komitmen TQM Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig. Dependent Variable: ABS_RESa. ANOVAb 2246.057 2 1123.028 49.218 .000a 1574.388 69 22.817 3820.444 71 Regression Residual Total Model 1 Sum of Squares df Mean Square F Sig. Predictors: (Constant), TQM, Komitmena. Dependent Variable: Kinerjab.
  • 71. 59 menguji apakah model yang digunakan sudah fix atau tidak. Patokan yang digunakan adalah membandingkan nilai signifikansi yang didapat dengan derajat signifikansi (α= 0,05). Apabila signifikansi F lebih kecil dari derajat signifikansi, maka persamaan regresi yang diperoleh dapat dihandalkan. Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa signifikan adalah 0,000 atau kecil dari 0,005. Maka dapat dikatakan bahwa persamaan regresi yang digunakan sudah fix. 2. Koefisien Determinasi (R2) Besarnya angka R Square (r2 ) adalah 0,576. Angka tersebut dapat digunakan untuk melihat besarnya pengaruh keterlibatan variabel bebas terhadap variabel terikat adalah sebesar 0,576. Hal ini mengindikasikan bahwa keterlibatan variabel bebas terhadap variabel terikat adalah 57,6% sedangkan sisanya sebesar 42,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Ini dapat dilihat pada tabel dibawah. Tabel 21 Adjusted R Square Sumber hasil olahan SPSS 2013 Model Summary .767a .588 .576 4.777 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constant), TQM, Komitmena.
  • 72. 60 G. Analisis Jalur 1. Substruktur 1: Pengaruh Langsung Komitmen Manajer Divisi Mengenai Penerapan TQM terhadap Penerapan Pilar dasar TQM Substruktur 1 menggambarkan pengaruh komiten manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial. Gambar 2. Substruktur 1 Adapun hasil pengujian pengaruh langsung komitmen manajer mengenai penerapan TQM terhadap penerapan pilar dasar TQM dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 22 Koefisien Determinasi Substruktur 1 Tabel 23 Kofisien Regresi Substruktur 1 Pengaruh Komitmen Manajer Divisi Mengenai Penerapan TQM terhadap Penerapan Pilar Dasar TQM Model Summary .858a .737 .733 3.557 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constant), Komitmena. Coefficientsa 15.126 4.387 3.448 .001 1.780 .127 .858 13.989 .000 (Constant) Komitmen Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig. Dependent Variable: TQMa. Komitmen Manajer Divisi Mengenai Penerapan TQM Penerapan Pilar Dasar TQM
  • 73. 61 Dari pengolahan data maka diperolah koefisien jalur pengaruh komitmen manajer divisi mengenai TQM terhadap penerapan pilar dasar TQM sebesar 0,858 sedangkan pengaruh variabel lain yang tidak dimasukkan ke dalam penelitian ini sebagai berikut. PY∑ = √1 − 𝑅2 𝑦𝑥1 𝑥2 𝑥3= √1 − 0,858 = 0,3768 Koefisien tersebut memberikan makna bahwa pengaruh variabel lain terhadap penerapan pilar dasar TQM sebesar 37,68% X2= 0,858X1 + 0,3768 2. Substruktur 2: pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM dan Penerapan pilar Dasar TQM terhadap kinerja manajerial Substruktur 2 menggambarkan pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM dan penerapan pilar dasar TQM terhadap kinerja manajerial. Gambar 3. Substruktur 2 Adapun hasil pengujian pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan pilar dasar TQM dan penerapan pilar dasar TQM terhadap kinerja dapat dilihat pada tabel dibawah: Komitmen Manajer Divisi Mengenai Penerapan TQM Penerapan Pilar Dasar TQM Kinerja Manajerial
  • 74. 62 Tabel 24 Koefisien Determinasi Substruktur 2 Tabel 25 Pengaruh Komitmen Manajer Divisi terhadap Penerapan TQM Berdasarkan pengolahan data diatas, maka dapat diketahui koefisien jalur dari komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial sebesar 0,383 sedangkan koefisien jalur pengaruh penerapan pilar dasar TQM terhadap kinerja manajerial sebesar 0,412. Adapun pengaruh variabel lain terhadap kinerja manajerial yang tidak diteliti sebagai berikut. PY∑ = √1 − 𝑅2 𝑦𝑥1 𝑥2 𝑥3= √1 − 0,588 = 0,6418 Koefisien tersebut memberikan makna bahwa pengaruh variabel lain terhadap kinerja manajerial sebesar 64,18%. Adapun persamaan jalur untuk substruktur 2 Y= 0,383X1+ 0,412X2+ 0,6418 Model Summary .767a .588 .576 4.777 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constant), TQM, Komitmena. Coefficientsa 2.715 6.371 .426 .671 .848 .333 .383 2.547 .013 .439 .160 .412 2.736 .008 (Constant) Komitmen TQM Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig. Dependent Variable: Kinerjaa.
  • 75. 63 Dari kedua substruktur diatas maka dapat diketahui besar pengaruh langsung dan tidak langsung dari masing-masing variabel penyebab terhadap variabel akibat yaitu sebagai berikut. 1. Pengaruh langsung komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM. X1 terhadap Y = PYX1.PYX1 = 0,383 x 0,383 = 0,1467 2. Pengaruh tidak langsung komitmen manajer divisi mengenai penerapan tqm terhadap kinerja manajerial melalui pilar dasar TQM X1 terhadap X2 = PX2X1.PX2X1 = 0,858 x 0,858 = 0,7361 X2 terhadap Y = PYX2. PYX2 = 0,412 x 0,412 = 0,1697 X1 terhadap Y melalui X2 = PX2X1.PYX2 = 0,858x0,412 = 0,3535
  • 76. 64 Indikator hasil pengolahan pengaruh langsung dan tidak langsung diatas dapat diringkas seperti terlihat pada tabel dibawah ini: Tabel 26 Rekapitulasi Pengaruh Variabel Penyebab terhadap Variabel Akibat No Keterangan % 1 Pengaruh Komitmen Manajer Divisi Mengenai Penerapan TQM terhadap penerapan pilar dasar TQM 73,61% 2 Pengaruh Penerapan Pilar Dasar TQM terhadap Kinerja Manajerial 16,97% 3 Pengaruh Komitmen Manajer Divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar TQM 35,35% 4 Pengaruh Komitmen Manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial 14,67% Dari tabel 25 diatas dapat dilihat bahwa pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM melalui penerapan pilar dasar TQM terhadap kinerja manajerial sebesar 35,35% lebih besar jika dibandingkan dengan pengaruh langsung komiten manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial yang hanya sebesar 14,67%. Dapat disimpulkan bahwa variabel penerapan pilar dasar TQM dapat bertindak sebagai variabel intervening dalam penelitian ini. H. Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan dengan membandingkan (a) thitung dengan ttabel (b) nilai sig dengan α yang diajukan yaitu 95% atau α= 0,05. Hipotesis diterima jika thitung > ttabel dan nilai sig < α 0,05. Berdasarkan nilai thitung dan
  • 77. 65 signifikansi yang diperoleh, yang dapat dilihat pada tabel, maka uji hipotesis dapat dilakukan sebagai berikut: 1. Pengujian Hipotesis 1 Hasil analisis dari tabel 22, pengujian hipotesis 1 dilakukan dengan membandingkan nilai thitung dan ttabel pada α= 0,05. Nilai t tabel adalah 1,994. Untuk variabel komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM (X1) nilai thitung adalah 2,547 dan nilai signifikansi 0,013 dan koefisiennya positif sebesar 0,848. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa nilai thitung > ttabel, yaitu 2,547 > 1,994 dan nilai signifikansi 0,013 < α 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa komitmen manajer divisi terhadap penerapan TQM berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial. Sehingga hipotesis pertama dalam penelitian ini diterima. 2. Pengujian Hipotesis 2 Hipotesis 2 menguji pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar TQM. Untuk melakukan pengujian hipotesis ini, maka diperlukan data koefisien jalur (pengaruh langsung) komitmen manajer divisi terhadap penerapan pilar dasar TQM dan pengaruh penerapan pilar dasar TQM terhadap kinerja manajerial. Untuk hasil pengujian mengenai pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap penerapan pilar dasar TQM dapat dilihat pada tabel 23 sedangkan pengaruh penerapan pilar dasar TQM terhadap kinerja manajerial dapat dilihat pada tabel 25.
  • 78. 66 a. Pengaruh Komitmen Manajer Divisi Mengenai Penerapan TQM terhadap Kinerja Manajerial. Dari hasil pengolahan data pada tabel 23 dapat diketahui bahwa koefisien jalur pengaruh komitmen manajer divisi terhadap penerapan TQM adalah sebesar 0,858. Dari hasil tersebut juga terlihat bahwa nilai sig 0,000 < 0,05. Berdasarkan hasil pengujian juga diperoleh nilai t hitung > t tabel yaitu 13,989 > 1,994. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM berpengaruh signifikan positif terhadap penerapan pilar dasar TQM. b. Pengaruh Penerapan Pilar Dasar TQM terhadap Kinerja Manajerial Dari hasil pengolahan data pada tabel 25 dapat diketahui bahwa koefisien jalur pengaruh penerapan pilar dasar Total Quality Management terhadap kinerja manajerial sebesar 0,412. Dari hasil tersebut juga terlihat bahwa nilai sig 0,008 < 0,05. Berdasarkan pengujian juga diperoleh nilai t hitung > t tabel yaitu 2,736 > 1,994. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penerapan pilar dasar TQM berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial. c. Pengaruh Komitmen Manajer Divisi Mengenai Penerapan TQM terhadap Kinerja Manajerial Melalui Penerapan Pilar Dasar TQM. Dari hasil pengujian pengaruh komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap penerapan pilar dasar TQM dan pengaruh penerapan pilar dasar TQM terhadap kinerja manajerial dapat diketahui pengaruh tidak langsung dari komitmen manajer divisi terhadap penerapan TQM terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar Total Quality Management.
  • 79. 67 Dari gambar diatas maka pengaruh tidak langsung Komitmen Manajer Divisi terhadap penerapan TQM terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar TQM. Pengaruh Tidak Langsung= PX2X1 * PYX2= 0,858 * 0,412= 0,3535 Dengan demikian besarnya pengaruh tidak langsung dari komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar TQM adalah 0,3535. Atau 35,35% dan hasil penelitian ini menunjukkan komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM berpengaruh signifikan positif terhadap penerapan pilar dasar TQM dan penerapan pilar dasar TQM berpengaruh signifikan terhadap kinerja manajerial. Selain itu pengaruh tidak langsung dari komitmen manajer divisi terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar TQM lebih besar dari pengaruh langsungnya 35,35% > 14,67%. Oleh karena itu, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pilar dasar TQM bisa menjadi variabel intervening pada pengaruh antara komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial sehingga hipotesis 2 diterima. Penerapan Pilar Dasar TQM Kinerja Manajerial Komitmen Manajer Divisi Mengenai Penerapan TQM
  • 80. 68 I. Pembahasan 1. Pengaruh Komitmen Manajer Divisi Mengenai Penerapan TQM terhadap Kinerja Manajerial Berdasarkan analisis statistik ditemukan bahwa hipotesis pertama (H1) diterima dan disimpulkan bahwa komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif terhadap kinerja manajerial. Hal ini dapat dilihat dari signifikansi yaitu 0,003 (kecil dari α= 0,05). Nilai thitung > ttabel yaitu 2,547 > 1,994. Artinya, terdapat pengaruh komitmen pimpinan secara parsial terhadap kinerja manajerial sebesar 0,383. Ini berarti bahwa penelitian ini menemukan bukti komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM dapat meningkatkan kinerja manajerial. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori Gasperrz (2002). Menurut teori Gasperrz (2002) bahwa individu yang berkomitmen terhadap penerapan TQM akan mengadopsi prinsip-prinsip TQM dalam kehidupan sehari hari dan senantiasa bertanggungjawab atas keberhasilan kinerja yang tercantum dalam Management Improvement Story. Temuan ini juga sejalan dengan Pasaribu (2009) yang juga menguji pengaruh komitmen mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial. Hasil temuan ini menyimpulkan komitmen dalam menerapkan TQM berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial. 2. Pengaruh Komitmen Manajer Divisi Terhadap Kinerja Manajeral Melalui Penerapan Pilar Dasar TQM. Berdasarkan analisis statistik ditemukan bahwa hipotesis kedua (H2) diterima dan disimpulkan bahwa komitmen manajer divisi mengenai penerapan
  • 81. 69 TQM berpengaruh terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar Total Quality Management. Pengaruh tidak langsung dari komitmen manajer divisi terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar TQM lebih besar dari pengaruh langsungnya 35,35% > 14,67%. Oleh karena itu, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pilar dasar TQM bisa menjadi variabel intervening pada pengaruh antara komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM terhadap kinerja manajerial. Temuan ini juga sejalan dengan Pasaribu (2009) yang juga menguji pengaruh komitmen melalui penerapan pilar dasar TQM. Hasil penemuan tersebut menggambarkan bahwa komitmen berpengaruh terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar TQM sebesar 20,43% yang lebih besar dari pengaruh langsungnya yaitu 17,07%.
  • 82. 70 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari pengaruh komitmen pimpinan, persepsi manajer mengenai dan penerapan pilar dasar TQM terhadap kinerja manajerial adalah: 1. Komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial. 2. Komitmen manajer divisi mengenai penerapan TQM berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja manajerial melalui penerapan pilar dasar Total Quality Management. B. Keterbatasan dan Saran Seperti kebanyakan penelitian lainnya, peneliti ini memiliki keterbatasan dimana data penelitian berasal dari responden yang disampaikan secara tertulis dengan bentuk kuesioner mungkin akan mempengaruhi hasil penelitian. Karena persepsi responden yang disampaikan belum tentu mencerminkan keadaan yang sebenarnya (subjektif) dan akan berbeda apabila data diperoleh melalui wawancara. Berdasarkan keterbatasan yang telah diuraikan di atas, maka penulis mencoba untuk memberikan saran-saran sebagai berikut:
  • 83. 71 1. Bagi BUMN, khususnya bagi manajer-manajer disarankan untuk dapat memperhatikan penerapan TQM sehingga dapat meningkatkan kinerja manajerial. Penerapan pilar dasar TQM yang semakin baik secara langsung dan tidak langsung akan mendorong kinerja manajerial semakin baik. Oleh karena itu semakin baik komitmen manajer mengenai penerapan TQM, maka penerapan pilar dasar TQM (praktik kebijakan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, pemberdayaan dan pelibatan karyawan, dan perbaikan mutu secara berkelanjutan) secara langsung akan mendorong kinerja manajerial semakin baik. 2. Bagi penelitian selanjutnya, diharapkan dapat memperluas daerah penelitian, atau dengan melakukan perubahan sampel penelitian sehingga hasil penelitian lebih memungkinkan untuk disimpulkan secara umum serta dilakukan perubahan dalam alternatif jawaban. 3. Penelitian selanjutnya sebaiknya dapat mempertimbangkan faktot kondisional yang lain selain komitmen manajer divisi dan pilar dasar TQM terhadap kinerja manajerial. Faktor kondisional tersebut seperti ketidakpastian lingkungan, ketidakpastian strategi, ketidakpastian ekonomi, politik dll.
  • 84. DAFTAR PUSTAKA Abdullah. (2005). Manajemen Perbankan (Teknis Analisis Kinerja Keuangan Bank). Malang: Universitas Muhammadiyah Malang Abdullah. (2010). ”Pengaruh Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi dan Akuntabilitas Publik terhadap Kinerja Organisasi.” Jurnal Ekonomi & Bisnis. Vol 9. No 2 Agustus 2012 Anwar, Prabu Mangkunegara. (2009). Evaluasi Kinerja Sumber Daya Manusia. Bandung: Refika Aditama. Ating Somantri & Sambas Ali Muhidin (2006). Aplikasi Statistik Dalam Penelitian. Bandung: Pustaka Setia Basri, A.F.M. & Rivai, V. (2005). Performance appraisal. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Blanchard, K. & Hersey, P. (1995). Manajemen Perilaku Organisasi. Jakarta: Erlangga Blocher, J. Edward. (2000). Manajemen Biaya. Jakarta: Salemba Empat Cahyasumirat, Gunawan. (2009).”Pengaruh Profesionalisme dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Internal Auditor”. Tesis USU Cherrington, David J. (1995). Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Keempat. New Hersey: Prentice Hall Inc. Choi, T.Y & Behling. (1997). To managers and TQM Succes: One More Look After All These Year. Academy of Management Executive Daft, Richard L. (2010). Era baru Manajemen. Jakarta: Salemba Empar Darlis, Edfan (2003)”Analisis Pengaruh Komitmen Organisasional dan Ketidakpastian Lingkungan Terhadap Hubungan Antara Partisipasi Anggaran Dengan Senjangan Anggaran”. Universitas Riau Pekanbaru. Ferris, Arranya. (1998). Commitment to Professionalism. Yogjakarta: Pustaka Belajar Finasari, Dian Maya. (2006). Pengaruh Penerapan Konsep Total Quality Management terhadap kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja. Skripsi FE UNM.
  • 85. Gasperz, Vincent (2002). Manajemen Bisnis Total, Jakarta: Gramedia PustakaUtama Gibson, J (1995). Organization. Kentucky: Richard D. Irwin, Inc Gibson, J (2000). Organisasi, Perilaku, Struktur dan Proses. Edisi Kelima. Cetakan Ketiga. Jakarta: Erlangga Goetsch, David L, dan Davis, Stanley B. (2000). Quality Management, Introduction to Total Quality Management for Production, and Services. Third Edition. New Jersey: Pretince Hall Hadis, Abdul. (2010). Manajemen Mutu Jakarta: Alfabeta Hasibuan. (2005). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama Henri, Simamora. (2004). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogjakarta: STIE YKPN Edisi ke-1 Imam, Ghozali. (2006). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Universitas Diponegoro: Semarang Jogiyanto. (2008). Sistem Informasi Keperilakuan. Yogjakarta: Andi Joko, Wahyono. (2004). 9 Kekuatan Komiten. Jakarta: Elex Media Komputindo John, M. Ivanchevic. (2005).Perilaku dan Manajemen Organisasi. Jakarta: Erlangga Kenangsari, Ani. (2002). “Dimensi Biaya Kualitas Sebagai Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Produktivitas”. Jurnal Akuntansi & Manajemen 1, page 12-28 Kotler, Philip. (2004). Manajemen Pemasaran, Edisi Milenium. Jakarta: Prenhalinda Lubis, Akhir Khairul. (2008). “Pengaruh Pelatihan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja. Tesis USU Nurul, Chairany. (2011). “Pengaruh Total Quality Management Terhadap Kinerja Perusahaan Melalui Kepemimpinan dan Perlaku Produktif Karyawan.” Skripsi Universitas Hasanudin Makasar.
  • 86. Mulyadi. (2007). Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen. Jakarta: Salemba Empat Pasaribu, Hiras (2009)”Pengaruh Komitmen, Persepsi dan Penerapan Pilar Dasar Total Quality Management Terhadap Kinerja Manajerial”. Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Volume 11 Nomor 2. Pasaribu 2009 Patria, Belarius (2005)”Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Senjangan Anggaran Dengan Komitmen Organisasi Sebagai variabel moderating”.Universitas Kristen Indonesia Maluku. Purwanto. (2008). TQM dan TQEM. Jurnal Akuntansi. Hal 1. www.andietri.tripod.com/jurnal/ TQEM_T.pdf Rai, Gusti Agung. (2008). Audit Kinerja pada Sektor Publik. Jakarta: Salemba Empat Ramandei, Pilipus (2009)”Pengaruh Karakteristik Sasaran Anggaran dan Sistem Pengendalian Intern Terhadap Kinerja Manajerial aparat Pemerintah Daerah”. Universitas Diponegoro Semarang. Rakhmat, Jalaludin. (1998) Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya Riduwan & Engkos Achmad Kuncoro. (2007). Cara Menggunakan dan Memakai Analisis Jalur. Bandung: Alfabeta Riky, Achmad (2006). Sistem Manajemen Kinerja. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum. Robbins. (2008). Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat Sabrina, Herdiani. (2011). “Pengaruh Komitmen Organisasi terhadap Hubungan antara Gaya Kepemimpinan dan Budaya dengan Kinerja Organisasi”. Skripsi. UNP Sari, D. M. (2009). “Pengaruh Total Quality Management terhadap Kinerja Manajerial”. Skripsi. USU Sekaran, Uma. (2006). Metode Penelitian Untuk Bisnis. Yogjakarta: Salemba Empat Soegiarto, Soekidjan. (2009). Komitmen Organisasi Apakah Sudah Dalam Diri Anda? Jakarta: Rineka Cipta
  • 87. Solihin, Muhammad (2006) ”Pengaruh Kejelasan Sasaran Anggaran Dengan Instansi Pemerintah Daerah Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Sebagai Pemoderasi”. Universitas Teknologi Yogjakarta. Simposium Nasional Akuntansi IX Singgih, Santoso (2007). Solusi Berbisnis TI: TQM dan Six Sigma. Jakarta: Elex Media Komputindo Suardi, Rudi (2001), Sistem Manajemen Mutu: ISO 9000:2000, Penerapannya Untuk Mencapai TQM, Seri Manajemen Operasi No. 10. Jakarta: Penerbit PPM Sugiyono. (2004). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: PT. Alfabeta Sumarno. (2005). “Pengaruh Komitmen Organisasi dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Hubungan antara Partisipasi Anggaran dan Kinerja Manajerial (Studi Empiris pada Kantor Cabang Perbankan di Jakarta). Simposium Nasional Akuntansi VIII. Solo. Skripsi. Magister Akuntansi. STIE. Y.A.I Suparman. (2007). Analisis Pengaruh Peran Kepemimpinan, Motivasi dan Komitmen Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Dalam meningkatkan Kinerja Pegawai. Tesis. Universitas Diponegoro Syahputra. (2005). “Pengaruh Gaji, Kemampuan Individu, dan Persepsi Peranan Terhadap Kinerja Pegawai. Tesis. STIE Bisnis Indonesia Syaiin, Subakti. (2008). “Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja”. Skripsi USU Syamsul, Maarif (2003). Manajemen Operasi. Jakarta: Grasindo Tan & Hunter (2002). A method for Study of Cognition in Information System. MIS Quarterly Tangkilisan, Hesel. (2007). Manajemen Publik. Jakarta: Grasindo Tistiningtias.(2007). “Pengaruh Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja”. Skripsi FE UNM. Werther, William B. dan Keith Davis. 1996. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi ke-5. New York: Mc Graw-Hill Wheaton, Schroot. (1999). Total Quality Management. Bogor : Tri Al Bros Publishing Wibowo. (2006). Manajemen Perubahan. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada
  • 88. Yenti, Riza (2002)”Pengaruh Keadilan Distributif, Keadilan Prosedur, Komitmen Terhadap Tujuan, dan Motivasi Terhadap Kinerja Manajerial Dalam Penyusunan Anggaran”. Universitas Andalas Padang. Simposium Nasional Akuntansi VI. Yukl, Gary. (2007). Kepemimpinan Dalam Organisasi. Jakarta: Indeks
  • 89. LAMPIRAN II Padang, 16 Juli 2013 Kepada Yth, Bapak/ Ibu Responden Di Tempat Dengan Hormat, Sebelumnya saya mendoakan semoga Bapak/ Ibu dalam keadaan sehat dan sukses selalu, amin. Saya adalah mahasiswa program studi akuntansi pada Universitas Negeri Padang, adapun identitas saya adalah sebagai berikut: Nama : Sigit Sanjaya NIM : 84398 BP : 2007 Saat ini saya sedang melakukan penelitian guna menyelesaikan tugas akhir skripsi. Namun, kelancaran penelitian ini sangat tergantung dari kesediaan Bapak/ Ibu memberikan informasi yang saya kumpulkan melalui kuesioner (terlampir), untuk skripsi yang berjudul “Pengaruh Komitmen terhadap Kinerja Manajerial dengan Penerapan Pilar Dasar TQM sebagai Variabel Intervening”. Informasi yang diperoleh dari Bapak/ Ibu akan saya jaga kerahasiaannya, dan hanya akan digunakan untuk keperluan penelitian semata. Untuk itu saya mohon kesediaan Bapak/ Ibu untuk dapat kiranya membantu dalam memberikan jawaban pada kuesioner terlampir. Demikian surat ini saya sampaikan, atas perhatian dan kesediaan Bapak/ Ibu saya ucapkan terima kasih. Hormat Saya, Sigit Sanjaya
  • 90. KUESIONER PENGARUH KOMITMEN TERHADAP KINERJA MANAJERIAL DAN PENERAPAN PILAR DASAR TOTAL QUALITY MANAGEMENT SEBAGAI VARIABEL INTERVENING BAGIAN PENDAHULUAN Identitas Responden 1. Nomor Responden :………………………...(diisi oleh peneliti) 2. Nama : …………………………………………… 3. Jenis kelamin : Laki-laki Perempuan 4. Umur : ………………… 5. Tingkat pendidikan : SMA D3 S1 S2 S3 6. Jabatan Manajer Keuangan Manajer Operasional Manajer Pemasaran Manajer SDM 7. Masa Kerja : <5 th 5-10 th > 10 th
  • 91. DAFTAR PERTANYAAN 1. KINERJA MANAJERIAL Mohon Bapak/ ibu mengukur kinerja Bapak/ Ibu untuk setiap bidang berikut ini dengan member centang pada nomor 1 sampai 9 sesuai dengan skala yang menurut Bapak/ Ibu paling tepat dengan ketentuan sebagai berikut: Skala 1 sampai 9 tersebut dibagi dalam tiga kategori sebagai berikut: Kinerja dibawah Rata-rata Kinerja Rata-rata Kinerja di atas Rata-rata 1 2 3 4 5 6 7 8 9 No Pernyataan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 Perencanaan Saya berperan dalam penentuan tujuan, kebijakan rencana kegiatan seperti penjadwalan kerja, penyusunan anggaran dan penyusunan program 2 Investigasi Saya berperan dalam pengumpulan dan penyiapan informasi yang biasanya berbentuk catatan dan laporan 3 Pengkoordinasian Saya ikut berperan dalam tukar-menukar informasi dalam organisasi untuk mengkoordinasikan ndan menyesuaikan laporan 4 Evaluasi Saya berperan dalam dalam mengevaluasi dan menilai rencana kerja, laporan kinerja yang diamati pada unit/sub unit saya 5 Pengawasan Saya berperan dalam mengarahkan, memimpin dan mengembangkan para bawahan yang ada pada unit/ sub unit saya 6 Pemilihan staf Saya berperan dalam mengelola, mengatur dan memilih pegawai pada unit/sub unit saya. 7 Negosiasi Saya berperan dalam melakukan kontrak untuk barang/jasa yang dibutuhkan pada unit/sub saya dengan pihak luar 8 Perwakilan Saya berperan dalam mewakilkan organisasi saya untuk berhubungan dengan pihak lain di luar organisasi 9 Kinerja secara menyeluruh Saya mengevaluasi kinerja, dan sasaran kinerja secara menyeluruh
  • 92. 2. KOMITMEN MANAJER TERHADAP PENERAPAN TQM Bapak / Ibu dimohon untuk menjawab pertanyaandibawah ini sesuai dengan keadaan sebenarnya, dengan cara memberikan tanda (√) pada salah satu ketentuan dibawah ini untuk menyatakan persepsinya. SS : Sangat Setuju S : Setuju N : Netral KS : Kurang Setuju STS : Sangat Tidak Setuju No Pernyataan SS S N KS STS 1 Saya melaksanakan tugas pokok dan tidak mengandalkan orang lain 2 Saya memprioritaskan aktivitas rutin yang perlu diselesaikan 3 Saya menyebarluaskan visi dan kebijakan mutu perusahaan ke seluruh karyawan 4 Saya menyebarluaskan upaya-upaya meningkatkan semua aspek kualitas 5 Saya mendorong keterlibatan karyawan dalam proses peningkatan semua aspek kualitas 6 Saya berperan serta dalam proses peningkatan semua aspek kualitas 7 Saya memberikan dukungan fasilitas untuk program peningkatan semua aspek kualitas 8 Saya mengakui dan menghargai prestasi atas peningkatan semua aspek kualitas 3. PILAR DASAR TOTAL QUALITY MANAGEMENT No Pernyataan SS S N KS STS 1 Perusahaan selalu menetapkan target perbaikan berkelanjutan pada standar tertentu 2 Perusahaan selalu mempertimbangkan masukan dari konsumen untuk meningkatkan semua aspek kualitas 3 Perusahaan selalu berkomunikasi dengan pemasok untuk meningkatkan semua aspek kualitas 4 Perusahaan selalu melakukan perbaikan terus menerus pada semua bagian tanpa menunggu permasalahan muncul 5 Perusahaan selalu menyelidiki peluang perbaikan berkelanjutan atas peralatan dan metode baru
  • 93. 6 Perusahaan selalu mengidentifikasi kebutuhan konsumen 7 Perusahaan selalu menyebarluaskan kebutuhan konsumen kepada seluruh karyawan 8 Perusahaan selalu berusaha memenuhi kepuasan konsumen 9 Perusahaan selalu merencanakan kebutuhan maupun harapan konsumen yang akan datang 10 Perusahaan selalu mengukur kepuasan konsumen 11 Perusahaan membina langsung hubungan dengan konsumen 12 Perusahaan selalu menyelesaikan permasalahan konsumen segera dengan tepat 13 Perusahaan membentuk sekelompok kerja lintas fungsional untuk mengelola semua aspek kualitas 14 Perusahaan selalu mengembangkan keterlibatan karyawan pada semua bagian untuk mengelola semua aspek kualitas 15 Semua karyawan mempunyai kewenangan dalam pengambilan keputusan secara proporsional 16 Semua karyawan banyak melakukan aktivitas sumbang saran 17 Banyak masalah telah diselesaikan oleh kegiatan kelompok kerja 18 Perusahaan menerapkan gagasan karyawan pada proses kerja
  • 94. LAMPIRAN IV DATA PILOT TEST KINERJA MANAJERIAL R/Q 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 8 7 8 8 8 6 7 7 8 2 5 6 5 7 6 8 9 7 4 3 9 8 9 8 8 9 9 9 9 4 7 8 6 8 9 7 6 8 5 5 8 7 9 8 9 9 8 7 9 6 9 9 8 9 9 9 8 9 9 7 9 9 9 9 9 9 9 8 8 8 5 8 8 7 8 7 8 8 8 9 4 7 7 8 8 8 6 6 7 10 6 7 6 8 7 6 8 5 8 11 7 6 7 7 8 7 8 9 8 12 8 5 8 8 8 5 5 5 7 13 5 5 8 4 5 5 5 4 5 14 6 5 7 5 6 7 8 8 7 15 8 7 8 7 7 8 8 7 8 16 7 6 6 7 8 8 5 8 8 17 8 8 5 5 5 7 6 7 8 18 7 7 5 6 7 8 8 6 7 19 7 7 5 6 7 7 8 6 7 20 6 6 7 7 8 5 6 6 7 21 8 7 6 7 7 7 8 7 7 22 7 7 5 6 7 7 8 6 7 23 7 7 6 5 5 6 7 7 7 24 7 7 6 6 5 7 8 8 8 25 3 4 5 5 6 7 4 7 5 26 5 5 5 4 5 6 8 6 6 27 6 6 7 7 8 5 5 7 7 28 5 7 8 7 8 6 6 7 8 29 4 7 7 8 8 8 6 6 7 30 6 7 6 8 7 6 8 5 8
  • 95. KOMITMEN MANAJER DIVISI MENGENAI PENERAPAN TQM R/Q 1 2 3 4 5 6 7 8 1 4 4 4 5 4 4 4 4 2 5 5 4 4 4 5 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 4 4 5 4 4 3 5 4 4 4 4 4 4 5 4 6 4 4 4 4 4 4 4 3 7 4 5 4 4 4 3 4 4 8 4 4 4 3 4 3 4 3 9 5 4 4 4 4 4 4 4 10 4 3 4 4 4 5 4 2 11 4 4 4 4 3 4 2 4 12 4 4 4 4 4 4 4 4 13 3 3 4 3 4 4 4 3 14 4 4 4 4 3 3 2 4 15 5 4 4 4 4 4 4 4 16 4 3 4 4 3 3 4 3 17 5 4 4 4 4 4 4 4 18 4 4 4 4 4 4 4 4 19 4 3 3 4 4 3 2 2 20 4 4 4 5 5 4 4 4 21 4 4 4 4 4 4 4 5 22 4 3 3 4 4 3 4 4 23 5 4 4 5 5 4 4 5 24 4 4 4 4 4 4 4 4 25 4 4 4 3 3 4 4 4 26 4 4 4 5 5 5 4 5 27 5 3 4 4 4 4 5 4 28 4 4 4 5 3 4 4 3 29 4 4 4 4 4 4 4 4 30 4 4 4 5 4 4 4 4
  • 96. PENERAPAN PILAR DASAR TOTAL QUALITY MANAGEMENT R/Q 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 1 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 4 2 5 5 5 5 4 5 5 4 3 3 5 5 5 3 5 5 3 5 3 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 4 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 5 5 4 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 6 5 5 5 4 5 3 4 5 4 5 3 4 5 5 4 5 5 5 7 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 8 4 5 5 4 4 3 4 5 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 9 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 5 4 5 4 10 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 11 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 12 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 13 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 14 4 3 4 4 5 5 5 4 4 4 3 5 4 5 4 5 5 5 15 3 3 4 3 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 16 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 17 4 5 4 4 3 4 5 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 4 18 4 5 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 5 5 19 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 20 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 21 5 5 4 5 4 4 5 5 5 4 5 4 5 5 5 4 5 4 22 4 4 5 5 4 5 4 5 4 4 4 5 4 3 4 4 5 4 23 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 5 24 4 4 4 3 3 3 4 4 4 5 4 3 4 4 4 4 4 3 25 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 3 4 26 4 3 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 5 27 4 4 5 4 5 4 4 5 5 4 4 4 3 4 3 4 4 4 28 4 5 4 4 5 3 5 4 4 4 4 5 4 5 4 4 5 5 29 5 4 5 4 4 4 4 5 3 3 4 4 4 4 5 5 3 5 30 5 4 5 4 5 4 3 4 4 4 4 5 4 4 5 4 3 4
  • 97. PILOT TEST UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS VARIABEL KINERJA MANAJERIAL Case Processing Summary 30 100,0 0 ,0 30 100,0 Valid Excludeda Total Cases N % Listwise deletion based on all variables in the procedure. a. ReliabilityStatistics ,851 9 Cronbach's Alpha N of Items Item-Total Statistics 55,70 49,045 ,597 ,834 55,53 51,292 ,712 ,823 55,53 53,292 ,488 ,844 55,43 49,909 ,665 ,826 55,07 51,857 ,593 ,834 55,27 52,961 ,565 ,837 55,17 54,213 ,410 ,853 55,40 53,766 ,506 ,842 55,03 51,689 ,650 ,829 Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q9 Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted
  • 98. UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS VARIABEL KOMITMEN MANAJER DIVISI MENGENAI PENERAPAN TQM Case Processing Summary 30 100.0 0 .0 30 100.0 Valid Excludeda Total Cases N % Listwise deletion based on all variables in the procedure. a. ReliabilityStatistics .706 8 Cronbach's Alpha N of Items Item-Total Statistics 27.33 5.264 .341 .688 27.67 4.989 .446 .667 27.60 5.628 .470 .684 27.47 5.085 .384 .680 27.57 5.013 .458 .666 27.67 4.920 .399 .677 27.70 4.838 .351 .691 27.73 4.202 .473 .663 Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted
  • 99. UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS VARIABEL PENERAPAN PILAR DASAR TOTAL QUALITY MANAGEMENT Case Processing Summary 30 96,8 1 3,2 31 100,0 Valid Excludeda Total Cases N % Listwise deletion based on all variables in the procedure. a. ReliabilityStatistics ,890 18 Cronbach's Alpha N of Items
  • 100. Item-Total Statistics 74,10 42,714 ,444 ,887 74,03 41,137 ,529 ,884 73,97 43,275 ,391 ,888 74,10 40,645 ,727 ,878 74,00 42,552 ,442 ,887 74,17 40,557 ,545 ,884 73,97 41,482 ,645 ,881 73,90 42,507 ,441 ,887 74,10 41,541 ,543 ,883 74,17 41,730 ,494 ,885 74,20 41,407 ,547 ,883 74,03 42,930 ,399 ,888 74,07 39,030 ,786 ,874 74,07 42,616 ,447 ,887 73,93 41,306 ,597 ,882 74,10 40,645 ,657 ,879 74,03 42,654 ,392 ,889 73,87 43,085 ,415 ,887 Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q9 Q10 Q11 Q12 Q13 Q14 Q15 Q16 Q17 Q18 Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted
  • 101. LAMPIRAN VI DATA PENELITIAN KINERJA MANAJERIAL R/Q 1 2 3 4 5 6 7 8 9 TOTAL 1 9 9 9 9 8 9 8 8 8 77 2 6 6 6 6 6 6 7 6 7 56 3 6 6 6 7 6 7 6 6 6 56 4 8 9 9 9 9 9 9 9 9 80 5 6 6 8 6 6 8 8 8 8 64 6 6 7 6 6 6 7 6 6 6 56 7 9 9 9 9 8 9 9 9 8 79 8 7 7 7 7 7 8 7 7 7 64 9 9 9 8 9 9 9 9 8 9 79 10 8 8 8 8 8 9 8 8 8 73 11 8 8 8 6 6 8 6 8 6 64 12 8 6 6 6 6 8 8 8 8 64 13 9 9 9 9 8 9 9 9 9 80 14 8 8 9 9 8 9 9 9 9 78 15 8 8 8 9 9 8 9 9 9 77 16 9 9 8 9 8 9 9 9 9 79 17 7 7 7 7 7 7 7 7 7 63 18 7 7 7 7 7 7 7 7 7 63 19 8 8 9 9 9 9 9 9 9 79 20 9 9 9 9 9 9 9 8 8 79 21 9 9 9 9 9 9 9 9 8 80 22 6 6 6 6 7 6 6 6 7 56 23 8 7 7 7 7 7 7 7 7 64 24 6 6 7 6 6 6 6 6 7 56 25 8 8 8 8 8 6 6 6 6 64 26 7 7 7 7 7 7 7 8 7 64 27 8 7 7 7 7 7 7 7 7 64 28 7 7 7 7 7 7 7 7 8 64 29 9 8 9 9 9 9 9 9 8 79 30 7 7 7 8 7 7 7 7 7 64 31 7 7 8 7 7 7 6 7 7 63 32 7 7 7 7 7 7 8 7 7 64 33 7 7 7 7 7 7 7 7 7 63
  • 102. 34 7 8 6 7 7 6 6 6 7 60 35 7 7 7 7 7 7 8 7 7 64 36 6 6 7 6 7 7 7 7 7 60 37 6 7 6 7 7 7 7 7 7 61 38 6 7 6 7 6 7 7 7 7 60 39 7 7 7 7 7 7 7 7 7 63 40 7 7 7 7 6 7 7 7 7 62 41 7 7 7 7 7 7 7 7 6 62 42 8 7 6 7 7 7 6 7 6 61 43 9 9 8 8 9 9 9 9 9 79 44 7 7 7 7 7 7 7 7 7 63 45 8 9 9 9 9 9 9 9 9 80 46 6 7 6 7 6 7 8 8 8 63 47 8 8 8 6 7 7 7 7 7 65 48 7 7 7 7 7 7 7 7 7 63 49 7 7 7 7 7 7 7 7 7 63 50 6 7 6 6 6 7 7 7 7 59 51 7 7 7 7 7 7 7 8 7 64 52 6 7 6 6 7 6 8 7 6 59 53 7 6 7 6 7 7 7 8 7 62 54 6 6 7 6 7 7 6 7 7 59 55 7 6 6 7 6 7 6 7 6 58 56 6 7 7 7 7 7 7 7 7 62 57 7 6 7 6 6 6 7 7 7 59 58 7 7 7 7 7 7 6 7 7 62 59 7 8 8 7 8 7 8 6 8 67 60 7 7 7 7 7 7 6 7 7 62 61 7 7 6 7 7 6 7 7 7 61 62 7 6 7 7 7 7 6 7 7 61 63 7 7 7 7 7 7 7 6 7 62 64 7 7 7 7 8 7 7 8 7 65 65 7 7 7 8 7 8 8 8 7 67 66 7 8 7 7 7 8 8 8 7 67 67 7 8 7 7 7 7 7 7 8 65 68 7 7 7 7 7 7 7 6 7 62 69 6 6 8 7 7 7 7 6 6 60 70 8 8 7 6 6 5 6 6 5 57 71 6 7 7 7 7 7 7 6 6 60 72 6 6 7 6 7 7 7 7 7 60
  • 103. KOMITMEN MANAJER DIVISI MENGENAI PENERAPAN TQM R/Q 1 2 3 4 5 6 7 8 TOTAL 1 5 5 5 5 5 5 5 5 40 2 4 5 4 4 4 4 5 5 35 3 4 5 3 4 3 4 5 4 32 4 5 5 5 5 5 5 5 5 40 5 5 4 2 5 4 4 4 5 33 6 4 4 3 5 4 4 5 5 34 7 5 5 5 5 5 5 5 5 40 8 5 4 4 4 5 4 4 3 33 9 5 5 5 4 5 5 5 5 39 10 5 5 5 5 5 3 5 5 38 11 5 5 3 4 4 5 5 5 36 12 4 4 4 5 5 5 5 5 37 13 5 5 5 5 5 5 5 4 39 14 5 5 5 5 5 5 5 5 40 15 5 5 5 5 4 5 5 5 39 16 5 4 5 5 4 5 5 5 38 17 4 4 3 4 3 4 4 5 31 18 4 4 4 4 4 4 4 4 32 19 4 5 5 5 5 4 5 5 38 20 5 5 5 5 5 5 5 4 39 21 5 5 5 5 5 5 5 5 40 22 3 2 3 3 5 4 5 4 29 23 4 3 5 2 4 5 5 5 33 24 4 4 5 4 4 5 4 4 34 25 4 4 5 3 3 4 5 5 33 26 4 4 4 4 4 4 4 3 31 27 5 5 3 5 5 4 4 5 36 28 5 5 4 4 4 4 4 5 35 29 4 4 5 4 5 5 5 5 37 30 5 5 4 4 5 4 5 4 36 31 5 4 3 4 5 5 5 4 35 32 4 4 4 4 4 4 4 4 32 33 5 4 3 3 2 4 5 5 31 34 5 4 3 4 4 4 4 4 32 35 4 4 4 5 4 4 4 4 33 36 4 5 5 4 4 4 4 5 35
  • 104. 37 4 4 4 5 4 4 5 4 34 38 4 4 4 4 5 4 5 5 35 39 4 4 4 5 5 4 4 4 34 40 4 4 4 4 4 3 4 3 30 41 3 5 3 5 5 3 5 3 32 42 4 4 4 4 4 4 4 4 32 43 5 5 5 5 5 5 4 5 39 44 5 4 4 4 5 4 5 5 36 45 5 5 5 5 5 5 5 5 40 46 5 5 5 4 4 5 5 5 38 47 4 2 3 4 4 4 4 4 29 48 5 5 4 4 4 5 4 4 35 49 5 5 5 4 5 4 4 5 37 50 4 4 4 4 4 4 4 3 31 51 3 3 4 4 4 5 4 5 32 52 4 5 4 4 5 4 5 3 34 53 4 4 4 5 4 4 4 5 34 54 5 4 3 3 4 4 4 5 32 55 3 4 4 4 4 5 5 5 34 56 4 3 3 4 3 4 3 4 28 57 3 4 4 4 4 5 4 3 31 58 4 4 4 4 4 4 4 4 32 59 5 5 5 5 5 4 5 4 38 60 5 4 5 5 5 4 5 5 38 61 4 4 4 4 4 4 4 5 33 62 3 3 4 4 4 4 5 4 31 63 4 3 3 3 4 3 4 4 28 64 5 5 5 5 4 4 4 5 37 65 4 3 4 4 5 4 4 5 33 66 4 4 3 3 5 4 3 5 31 67 4 4 4 4 4 4 5 4 33 68 3 3 3 5 3 5 3 5 30 69 4 4 4 4 5 3 4 4 32 70 4 3 3 5 5 4 3 3 30 71 4 3 3 5 5 3 4 4 31 72 4 4 4 3 5 4 3 5 32
  • 105. PENERAPAN PILAR DASAR TQM R/Q 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 TOTAL 1 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 85 2 4 4 4 5 5 4 4 4 4 5 4 5 4 5 4 4 4 5 78 3 4 4 4 4 4 4 4 5 4 3 4 4 4 3 4 5 4 4 72 4 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 88 5 4 4 4 4 4 4 4 5 4 3 3 3 4 4 3 4 5 4 70 6 4 4 4 4 4 5 4 4 3 3 4 5 5 4 5 5 3 5 75 7 5 4 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 86 8 4 4 4 5 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 3 4 74 9 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 88 10 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 4 85 11 5 5 5 5 4 5 5 4 3 3 5 5 5 3 5 5 3 5 80 12 5 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4 4 5 4 5 5 5 5 84 13 4 4 4 4 5 5 5 4 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 83 14 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 88 15 5 5 5 4 5 3 4 5 4 5 3 4 5 5 4 5 5 5 81 16 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 88 17 4 5 5 4 4 3 4 5 3 3 4 4 3 4 3 3 4 4 69 18 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 5 4 5 4 70 19 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 88 20 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 87 21 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 86 22 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 65 23 4 3 4 4 5 5 5 4 4 4 3 5 4 5 4 5 5 5 78 24 3 3 4 3 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 71 25 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 75 26 4 5 4 4 3 4 5 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 4 76 27 4 5 4 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 5 5 78 28 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 85 29 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 4 5 5 87 30 5 5 4 5 4 4 5 5 5 4 5 4 5 5 5 4 5 4 83 31 4 4 5 5 4 5 4 5 4 4 4 5 4 3 4 4 5 4 77 32 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 5 68 33 4 4 4 3 3 3 4 4 4 5 4 3 4 4 4 4 4 3 68 34 5 4 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 4 3 4 75 35 4 3 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5 5 75 36 4 4 5 4 5 4 4 5 5 4 4 4 3 4 3 4 4 4 74
  • 106. 37 4 5 4 4 5 3 5 4 4 4 4 5 4 5 4 4 5 5 78 38 5 4 5 4 4 4 4 5 3 3 4 4 4 4 5 5 3 5 75 39 5 4 5 4 5 4 3 4 4 4 4 5 4 4 5 4 3 4 75 40 4 3 3 4 3 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 3 4 70 41 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 5 5 3 3 70 42 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 5 4 5 4 4 3 4 74 43 5 3 3 5 3 5 3 3 5 4 5 5 4 5 4 5 5 5 77 44 4 4 5 4 5 4 4 4 4 4 5 4 5 5 4 5 4 5 79 45 5 5 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 88 46 4 4 4 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 4 84 47 5 4 4 4 3 4 3 3 4 4 3 4 3 4 5 4 4 5 70 48 5 5 5 5 5 5 5 4 4 3 4 4 5 4 5 5 5 4 82 49 5 4 5 4 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 4 5 3 3 75 50 4 4 4 4 4 3 5 3 4 4 4 3 3 4 4 4 3 4 68 51 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 74 52 4 5 5 4 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 78 53 3 4 4 5 5 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 73 54 5 4 5 5 4 5 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 5 4 73 55 4 5 4 4 4 3 3 5 4 4 4 4 4 4 4 4 3 5 72 56 4 4 4 3 4 3 2 4 3 4 3 3 3 3 4 3 3 5 62 57 3 4 4 3 3 5 3 4 3 3 2 3 4 4 4 5 5 4 66 58 4 4 4 4 5 5 5 4 4 5 5 4 3 5 3 4 4 4 76 59 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 5 4 4 4 4 5 5 77 60 5 4 4 5 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 5 4 3 70 61 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 5 71 62 4 5 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 76 63 5 3 5 3 3 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 60 64 5 5 5 5 4 5 4 5 4 5 4 4 4 4 5 4 5 4 81 65 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 4 5 5 4 4 74 66 3 4 3 4 4 4 5 5 5 4 5 5 4 4 4 5 4 3 75 67 5 4 4 4 4 5 3 4 3 4 3 4 4 5 4 4 5 5 74 68 5 3 4 4 4 4 4 5 4 4 5 3 3 3 5 4 4 3 71 69 3 4 4 3 3 4 3 4 5 4 4 4 4 5 4 4 5 5 72 70 3 5 4 4 5 4 4 4 3 3 3 3 3 3 5 4 4 3 67 71 3 5 4 5 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 4 70 72 5 4 5 5 5 4 4 4 2 5 3 3 3 3 3 5 4 3 70
  • 107. DATA PENELITIAN UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS KINERJA MANAJERIAL Case Processing Summary 72 93,5 5 6,5 77 100,0 Valid Excludeda Total Cases N % Listwise deletion based on all variables in the procedure. a. ReliabilityStatistics ,851 9 Cronbach's Alpha N of Items Item-Total Statistics 62,00 9,268 ,482 ,845 62,01 9,901 ,500 ,843 62,15 9,765 ,416 ,850 61,96 9,111 ,530 ,840 62,10 8,427 ,783 ,812 62,07 8,854 ,659 ,826 62,08 9,852 ,420 ,849 62,19 9,032 ,574 ,835 62,10 8,427 ,783 ,812 Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q9 Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted
  • 108. UJI VALIDITAS DAN UJI RELIABILITAS KOMITMEN MANAJER DIVISI MENGENAI PENERAPAN TQM Case Processing Summary 72 33,3 144 66,7 216 100,0 Valid Excludeda Total Cases N % Listwise deletion based on all variables in the procedure. a. ReliabilityStatistics ,748 8 Cronbach's Alpha N of Items Item-Total Statistics 30,00 8,592 ,528 ,707 30,13 7,801 ,617 ,684 30,26 7,746 ,586 ,691 30,06 9,039 ,358 ,737 29,96 9,224 ,322 ,743 30,07 9,220 ,393 ,731 29,89 8,973 ,440 ,722 29,88 9,266 ,302 ,747 Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted
  • 109. UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS PENERAPAN PILAR DASAR TQM Case Processing Summary 72 100,0 0 ,0 72 100,0 Valid Excludeda Total Cases N % Listwise deletion based on all variables in the procedure. a. ReliabilityStatistics ,873 18 Cronbach's Alpha N of Items Item-Total Statistics 71,94 44,363 ,296 ,873 72,00 43,549 ,365 ,871 71,89 44,635 ,309 ,872 71,93 42,235 ,573 ,863 71,96 43,364 ,404 ,869 71,96 42,210 ,523 ,865 72,03 42,365 ,513 ,865 71,89 43,593 ,428 ,868 72,07 41,784 ,544 ,864 72,03 42,253 ,526 ,865 72,11 41,199 ,614 ,861 72,00 41,662 ,584 ,862 72,08 39,852 ,755 ,855 72,01 41,929 ,559 ,864 71,89 42,551 ,500 ,866 71,88 42,731 ,515 ,865 72,03 42,450 ,402 ,871 71,85 43,202 ,399 ,870 Q1 Q2 Q3 Q4 Q5 Q6 Q7 Q8 Q9 Q10 Q11 Q12 Q13 Q14 Q15 Q16 Q17 Q18 Scale Mean if Item Deleted Scale Variance if Item Deleted Corrected Item-Total Correlation Cronbach's Alpha if Item Deleted
  • 110. LAMPIRAN VIII UJI ASUMSI KLASIK UJI NORMALITAS RESIDUAL UJI MULTIKOLINEARITAS UJI HETEROKEDASTISITAS One-Sample Kolmogorov-SmirnovTest 72 ,0000000 4,70897804 ,075 ,075 -,062 ,633 ,817 N Mean Std. Deviation Normal Parametersa,b Absolute Positive Negative Most Extreme Differences Kolmogorov-SmirnovZ Asymp. Sig. (2-tailed) Unstandardiz ed Residual Test distribution is Normal.a. Calculated from data.b. Coefficientsa ,263 3,795 ,263 3,795 Komitmen TQM Model 1 Tolerance VIF Collinearity Statistics Dependent Variable: Kinerjaa. Coefficientsa -4,124 3,321 -1,242 ,219 ,328 ,174 ,419 1,893 ,063 -,043 ,084 -,113 -,510 ,612 (Constant) Komitmen TQM Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig. Dependent Variable: ABS_RESa.
  • 111. LAMPIRAN IX UJI REGRESI DAN UJI t UJI REGRESI PENGARUH KOMITEMEN MANAJER DIVISI MENGENAI PENERAPAN TQM TERHADAP PENERAPAN PILAR DASAR TQM Model Summary .858a .737 .733 3.557 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constant), Komitmena. Coefficientsa 15.126 4.387 3.448 .001 1.780 .127 .858 13.989 .000 (Constant) Komitmen Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig. Dependent Variable: TQMa.
  • 112. UJI REGRESI BERGANDA PENGARUH KOMITMEN MANAJER DIVISI MENGENAI PENERAPAN TQM DAN PENERAPAN PILAR DASAR TQM TERHADAP KINERJA MANAJERIAL Model Summary .767a .588 .576 4.777 Model 1 R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constant), TQM, Komitmena. ANOVAb 2246.057 2 1123.028 49.218 .000a 1574.388 69 22.817 3820.444 71 Regression Residual Total Model 1 Sum of Squares df Mean Square F Sig. Predictors: (Constant), TQM, Komitmena. Dependent Variable: Kinerjab. Coefficientsa 2.715 6.371 .426 .671 .848 .333 .383 2.547 .013 .439 .160 .412 2.736 .008 (Constant) Komitmen TQM Model 1 B Std. Error Unstandardized Coefficients Beta Standardized Coefficients t Sig. Dependent Variable: Kinerjaa.
  • Fly UP