• ORGANISASI Fahmi Hakam, S.KM.
  • Pengertian Organisasi ORGANISASI =ORGANON (YUNANI) = ALAT  Chester I. Barnard (1938) dalam bukunya “The Executive Functions” mengemukakan bahwa : “ Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih”  James D. Mooney mengatakan bahwa : Organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan bersama.  Menurut Dimock, organisasi adalah : “organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan/berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan.
  • Dari pengertian organisasi di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap organisasi harus memiliki EMPAT unsur dasar, yaitu : => Orang-orang (sekumpulan orang) => Kerjasama =>Tujuan yang ingin dicapai => Kepemimpinan “Jadi organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang-orang dalam rangka mencapai tujuan bersama, dengan mendayagunakan sumber daya yang dimiliki”.
  • Prinsip Organisasi • Organisasi Harus MempunyaiTujuan yang Jelas. Organisasi dibentuk atas dasar adanya tujuan yang ingin dicapai, dengan demikian tidak mungkin suatu organisasi tanpa adanya tujuan. • Prinsip Skala Hirarkhi Organisasi harus ada garis kewenangan yang jelas dari pimpinan sampai pelaksana, sehingga mempertegas pendelegasian wewenang dan pertanggungjawaban, dan akan menunjang efektivitas jalannya organisasi secara keseluruhan. • Prinsip Kesatuan Perintah. Dalam hal ini, seseorang hanya menerima perintah atau bertanggung jawab kepada seorang atasan saja.
  •  Prinsip Pendelegasian Wewenang Mempunyai kemampuan menjalankan pekerjaannya, seperti pendelegasian wewenang kepada bawahannya. Pejabat yang diberi wewenang harus dapat menjamin tercapainya hasil yang diharapkan.  Prinsip Pertanggungjawaban Dalam menjalankan tugasnya setiap pegawai harus bertanggung jawab sepenuhnya kepada atasan.  Prinsip Pembagian Pekerjaan Agar kegiatan tersebut dapat berjalan optimal maka dilakukan pembagian tugas/pekerjaan yang didasarkan kepada kemampuan dan keahlian dari masing-masing pegawai.
  •  Prinsip Keseimbangan. Keseimbangan antara struktur organisasi yang efektif dengan tujuan organisasi. Penyusunan struktur organisasi harus sesuai dengan tujuan dari organisasi.  Prinsip Fleksibilitas Organisasi harus senantiasa melakukan pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan dinamika organisasi sendiri (internal factor) dan juga karena adanya pengaruh di luar organisasi (external factor), sehingga organisasi mampu menjalankan fungsi dalam mencapai tujuannya.  Prinsip Kepemimpinan. Dalam organisasi apapun bentuknya diperlukan adanya kepemimpinan, atau dengan kata lain organisasi mampu menjalankan aktivitasnya karena adanya proses kepemimpinan yang digerakan oleh pemimpin organisasi.
  • POAC  Planning : P (Melakukan Perencanaan)  Organizing : O (Melakukan Penataan/ Mengornasisasikan)  Actuating : A (Tahap Aksi/ Pelaksanaan)  Controlling : C (Tahap Monitoring dan Pengawasan)
  • Bentuk Organisasi Berdasarkan suatu jumlah pemegang pimpinan organisasi, ada 2 bentuk pokok : 1. Bentuk Tunggal Bentuk ini biasanya terdapat pada organisasi yang masih sederhana. Pimpinan berada di satu orang, kekuasan, pengawasan dan tanggung jawab. 2. Bentuk Komisi Organisasi yang mempunyai pipmpinan berupa sebuah dewan yang terdiri dari beberapa orang. Bentuk ini banyak dipakai organisasi yang mempunyai tugas membuat peraturan atau pertimbangan.
  • Berdasarkan sifatnya organisasi dibagi menjadi 2 : 1. Organisasi informal, yaitu keseluruhan hubungan serta interaksi perorangan dan penggolongan ke dalam kelompok yang lebih kecil dari anggota organisasi itu. 2. Organisasi formal, yaitu suatu bentuk perkumpulan yang dibentuk secara sadar dan mempunyai tujuan tertentu, yang di dalamnya tercakup sistem kerja sama dari dua orang atau lebih. Contoh : partai politik, perkumpulan sosial, perusahaan, sekolah,dll.
  • Berdasarkan Tujuannya organisasi dibagi menjadi : 1. Organisasi Publik Organisasi publik adalah tipe organisasi yang bertujuan menghasilkan pelayanan kepada masyarakat, tanpa membedakan status dan kedudukannya. 2. Organisasi Privat Organisasi privat atau bisnis adalah organisasi yang ditujukan untuk menyediakan barang dan jasa kepada konsumen, yang sesuai dengan hukum pasar.
  • Perbedaan Organisasi Publik-Privat NO Indikator Organisasi Publik Organisasi Privat 1 Tujuan Non laba laba 2 Produk yang dihasilkan Publics goods Privat goods 3 Cara pengambilan keputusan demokratis Strategis bisnis 4 Ukuran kinerja Social welfare efisiensi 5 Misi organisasi “melakukan kebaikan” “untung rugi” 6* Sumber Pendanaan ( Biasanya )APBN/D* Pribadi/bersama
  • Pengorganisasian Pengorganisasian yaitu suatu proses penyesuaian struktur organisasi dengan tujuan, sumber daya dan lingkungannya. Struktur organisasi merinci pembagian aktivitas kerja dan menunjukkan tingkat spesialisasi dari suatu pekerjaan, serta menunjukkan hierarki dan struktur wewenang organisasi dan memperlihatkan hubungan pelaporannya..
  • Proses Pengorganisasian Perincian Pekerjaan Pembagian Pekerjaan Departementalisasi Koordinasi Pekerjaan Monotoring dan Reorganisasi
  • Fungsi Pengorganisasian  Kejelasan ekspektasi kerja  Menghindari overlapping kerja-tugas  Mengetahui arus aktivitas kerja  Menentukan saluran2 komunikasi  Mekanisme koordinasi
  • Empat Pilar Pengorganisasian (Four Building Blocks of Organizing)  Pilar Pertama : Pembagian kerja (division of work)  Pilar Kedua : Pengelompokan Pekerjaan (Departmentalization)  Pilar Ketiga : Penentuan relasi antar bagian dalam organisasi (hierarchy)  Pilar Keempat : Penentuan mekanisme untuk mengintegrasikan aktifitas antar bagian dalam organisasi atau koordinasi (coordination)
  • STRUKTUR ORGANISASI Menurut Prof. Komaruddin dalam Kamus Ensiklopedia Manajemen : Adalah suatu susunan yang terdiri atas fungsi-fungsi dan hubungan-hubungan yang menyatakan keseluruhan kegiatan untuk mencapai suatu tujuan.
  • STRUKTUR Organisasi Organisasi dilihat dari sudut lalu lintas kekuasaan dan tanggung jawab serta hubungan kerja pada kesatuan- kesatuan administrasi organisasi tersebut, yaitu : 1. Bentuk line (lurus/hierarki) 2. Bentuk staf atau fungsional 3. Bentuk gabungan staf dan line 4. Bentuk organisasi sistem panitia
  • Bentuk Line Organisasi line/hierarki, bentuk kekuasaan dan tanggung jawab berjalan dari pipmpinan sampai bawah, yaitu para pejabat yang memimpin kesatuan-kesatuan organisasi. Organisasi bersifat langsung, lalu lintas kekuasaan berlangsung secara vertikal. Tipe organisasi ini masih kecil dan sederhana sehingga hubungan kerja antara pimpinan dan bawahan dilaksanakan secara langsung (face to face).
  • Bentuk Staf Bentuk organisasi staf ini disebut juga organisasi fungsional. Pada bentuk ini kekuasaan dilimpahkan melalui para ahli dalam suatu fungsi yang merupakan bidang keahliannya. Sebaliknya, ahli-ahli itu mempunyai kekuasaan mengenai bidang keahliannya terhadap setiap pejabat di kesatuan manapun, tetapi tidak berhak memerintah secara langsung,wewenangnya memberi saran dan nasihat.
  • Bentuk Gabungan (Staf dan Line) Organisasi ini disusun dalam bentuk lurus/line, tetapi di pihak lain diadakan pejabat-pejabat ahli, yaitu untuk memberikan nasihat dan bantuan terhadap kesatuan- kesatuan tertentu. Tiap pejabat ahli memimpin suatu kesatuan mengenai fungsi tertentu, tetapi tidak mempunyai kekuasaan untuk langsung memerintah para pekerja atau meminta tanggung jawab mereka.
  • Bentuk Organisasi Sistem Panitia Panitia adalah sekelompok orang yang siap sebagai suatu kelompok yang mendapat kepercayaan untuk beberapa hal tertentu. Panitia dapat didirikan untuk waktu terbatas atau waktu tidak terbatas. Kedudukan panitia tergantung dari tugasnya. Bila sebagai penasihat, ia berperan sebagai staf. Bila sebagai pemimpin, misalnya menentukan keputusan, maka ia berkedudukan sebagai line.
  • Bentuk Line Kepala Bagian Produksi Kepala Bagian Pemasaran Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan Promosi Penjualan Anggaran AdministrasiMesin Buruh Buruh Bahan Pabrik MANAGER (Pemimpian)
  • Bentuk Staf PIMPINAN (Direktur) Bagian Perdagangan Bagian Urusan Teknik Bagian Perencanaan Bagian Kepegawaian Proyek A Proyek B Proyek C
  • Bentuk Staf & line MANAGER Kepala Bagian Produksi Kepala Bagian YKepala Bagian X G.B. KARYAWAN S.B. R.C. I.C. INS R.B. D.C.T.C.
  • 5 Unsur yang Digunakan Kerangka Menganalisis Struktur Organisasi 1. Spesialisasi aktivitas Pembagian kerja dan departementisasi, spesifikasi tugas-tugas perorangan dan kelompok kerja di seluruh organisasi dan penyatuan tugas-tugas ke dalam unit kerja. 2. Standarisasi aktivitas Prosedur untuk menjamin kelayakdugaan (predictability) aktivitas sehingga sama dan konsisten. 3. Koordinasi aktivitas Prosedur mengintegrasikan fungsi-fungsi sub unit dalam organisasi. 4. Hierarki dan struktur wewenang Sentralisasi dan desentralisasi pengambilan keputusan mengacu pada lokasi kekuasaan atau wewenang pengambilan keputusan. 5. Ukuran unit kerja mengacu pada ruang lingkup kegiatan dan jumlah pegawai dalam suatu kelompok kerja.
  • Aliran Teori Klasik  Teori Birokrasi  Teori Administrasi  Teori Menejemen Ilmiah
  • Teori Birokrasi Pelopor teori birokrasi adalah Max Weber  Pembagian kerja jelas  Hierarki Wewenang  Program Rasional  Sistem prosedur  Sistem aturan  impersonal
  • Teori Administrasi Pelopornya adalah Henry Fayol Ada 14 Prinsip-kaidah  Pembagian kerja  Wewenang dan Tanggugjawab  Disiplin  Kesatuan perintah  Kesatuan pengarahan  Mendahulukan kepentingan umum  Balas jasa  Sentralisasi  Rantai skalar  Aturan (order)  Keadilan  Keanggengan personalia  Inisiatif  Semangat
  • Fungsi Kegiatan Administrasi: • Perencanaan (Planning) • Pengorganisasian (Organizing) • Pemberian Perintah (Commanding) • Pengkoordinasian (Coordinating) • Pengawasan (Controlling)
  • Teori Menejemen Ilmiah Pelopornya adalah F.Winslow Taylor  Ilmu Ilmiah bukanlan seperangkat aturan yang kaku  Menciptakan harmoni bukan perpecahan  Saling kerjasama bukan individualisme  Hasil maksimal
  • Pendekatan-Pendekatan Organisasi  Pendekatan proses (perencanaan- pengawasan)  Pendekatan Keperilakuan (staff sebagai manusia bukan mesin)  Pendekatan Kuantitatif/matematis  Pendekatan Sistem  Pendekatan situasional
  • SELESAI
Please download to view
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
...

Materi Konsep Organisasi

by fahmi-hakam

on

Report

Download: 0

Comment: 0

1,639

views

Comments

Description

Download Materi Konsep Organisasi

Transcript

  • ORGANISASI Fahmi Hakam, S.KM.
  • Pengertian Organisasi ORGANISASI =ORGANON (YUNANI) = ALAT  Chester I. Barnard (1938) dalam bukunya “The Executive Functions” mengemukakan bahwa : “ Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih”  James D. Mooney mengatakan bahwa : Organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan bersama.  Menurut Dimock, organisasi adalah : “organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan/berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan.
  • Dari pengertian organisasi di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap organisasi harus memiliki EMPAT unsur dasar, yaitu : => Orang-orang (sekumpulan orang) => Kerjasama =>Tujuan yang ingin dicapai => Kepemimpinan “Jadi organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang-orang dalam rangka mencapai tujuan bersama, dengan mendayagunakan sumber daya yang dimiliki”.
  • Prinsip Organisasi • Organisasi Harus MempunyaiTujuan yang Jelas. Organisasi dibentuk atas dasar adanya tujuan yang ingin dicapai, dengan demikian tidak mungkin suatu organisasi tanpa adanya tujuan. • Prinsip Skala Hirarkhi Organisasi harus ada garis kewenangan yang jelas dari pimpinan sampai pelaksana, sehingga mempertegas pendelegasian wewenang dan pertanggungjawaban, dan akan menunjang efektivitas jalannya organisasi secara keseluruhan. • Prinsip Kesatuan Perintah. Dalam hal ini, seseorang hanya menerima perintah atau bertanggung jawab kepada seorang atasan saja.
  •  Prinsip Pendelegasian Wewenang Mempunyai kemampuan menjalankan pekerjaannya, seperti pendelegasian wewenang kepada bawahannya. Pejabat yang diberi wewenang harus dapat menjamin tercapainya hasil yang diharapkan.  Prinsip Pertanggungjawaban Dalam menjalankan tugasnya setiap pegawai harus bertanggung jawab sepenuhnya kepada atasan.  Prinsip Pembagian Pekerjaan Agar kegiatan tersebut dapat berjalan optimal maka dilakukan pembagian tugas/pekerjaan yang didasarkan kepada kemampuan dan keahlian dari masing-masing pegawai.
  •  Prinsip Keseimbangan. Keseimbangan antara struktur organisasi yang efektif dengan tujuan organisasi. Penyusunan struktur organisasi harus sesuai dengan tujuan dari organisasi.  Prinsip Fleksibilitas Organisasi harus senantiasa melakukan pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan dinamika organisasi sendiri (internal factor) dan juga karena adanya pengaruh di luar organisasi (external factor), sehingga organisasi mampu menjalankan fungsi dalam mencapai tujuannya.  Prinsip Kepemimpinan. Dalam organisasi apapun bentuknya diperlukan adanya kepemimpinan, atau dengan kata lain organisasi mampu menjalankan aktivitasnya karena adanya proses kepemimpinan yang digerakan oleh pemimpin organisasi.
  • POAC  Planning : P (Melakukan Perencanaan)  Organizing : O (Melakukan Penataan/ Mengornasisasikan)  Actuating : A (Tahap Aksi/ Pelaksanaan)  Controlling : C (Tahap Monitoring dan Pengawasan)
  • Bentuk Organisasi Berdasarkan suatu jumlah pemegang pimpinan organisasi, ada 2 bentuk pokok : 1. Bentuk Tunggal Bentuk ini biasanya terdapat pada organisasi yang masih sederhana. Pimpinan berada di satu orang, kekuasan, pengawasan dan tanggung jawab. 2. Bentuk Komisi Organisasi yang mempunyai pipmpinan berupa sebuah dewan yang terdiri dari beberapa orang. Bentuk ini banyak dipakai organisasi yang mempunyai tugas membuat peraturan atau pertimbangan.
  • Berdasarkan sifatnya organisasi dibagi menjadi 2 : 1. Organisasi informal, yaitu keseluruhan hubungan serta interaksi perorangan dan penggolongan ke dalam kelompok yang lebih kecil dari anggota organisasi itu. 2. Organisasi formal, yaitu suatu bentuk perkumpulan yang dibentuk secara sadar dan mempunyai tujuan tertentu, yang di dalamnya tercakup sistem kerja sama dari dua orang atau lebih. Contoh : partai politik, perkumpulan sosial, perusahaan, sekolah,dll.
  • Berdasarkan Tujuannya organisasi dibagi menjadi : 1. Organisasi Publik Organisasi publik adalah tipe organisasi yang bertujuan menghasilkan pelayanan kepada masyarakat, tanpa membedakan status dan kedudukannya. 2. Organisasi Privat Organisasi privat atau bisnis adalah organisasi yang ditujukan untuk menyediakan barang dan jasa kepada konsumen, yang sesuai dengan hukum pasar.
  • Perbedaan Organisasi Publik-Privat NO Indikator Organisasi Publik Organisasi Privat 1 Tujuan Non laba laba 2 Produk yang dihasilkan Publics goods Privat goods 3 Cara pengambilan keputusan demokratis Strategis bisnis 4 Ukuran kinerja Social welfare efisiensi 5 Misi organisasi “melakukan kebaikan” “untung rugi” 6* Sumber Pendanaan ( Biasanya )APBN/D* Pribadi/bersama
  • Pengorganisasian Pengorganisasian yaitu suatu proses penyesuaian struktur organisasi dengan tujuan, sumber daya dan lingkungannya. Struktur organisasi merinci pembagian aktivitas kerja dan menunjukkan tingkat spesialisasi dari suatu pekerjaan, serta menunjukkan hierarki dan struktur wewenang organisasi dan memperlihatkan hubungan pelaporannya..
  • Proses Pengorganisasian Perincian Pekerjaan Pembagian Pekerjaan Departementalisasi Koordinasi Pekerjaan Monotoring dan Reorganisasi
  • Fungsi Pengorganisasian  Kejelasan ekspektasi kerja  Menghindari overlapping kerja-tugas  Mengetahui arus aktivitas kerja  Menentukan saluran2 komunikasi  Mekanisme koordinasi
  • Empat Pilar Pengorganisasian (Four Building Blocks of Organizing)  Pilar Pertama : Pembagian kerja (division of work)  Pilar Kedua : Pengelompokan Pekerjaan (Departmentalization)  Pilar Ketiga : Penentuan relasi antar bagian dalam organisasi (hierarchy)  Pilar Keempat : Penentuan mekanisme untuk mengintegrasikan aktifitas antar bagian dalam organisasi atau koordinasi (coordination)
  • STRUKTUR ORGANISASI Menurut Prof. Komaruddin dalam Kamus Ensiklopedia Manajemen : Adalah suatu susunan yang terdiri atas fungsi-fungsi dan hubungan-hubungan yang menyatakan keseluruhan kegiatan untuk mencapai suatu tujuan.
  • STRUKTUR Organisasi Organisasi dilihat dari sudut lalu lintas kekuasaan dan tanggung jawab serta hubungan kerja pada kesatuan- kesatuan administrasi organisasi tersebut, yaitu : 1. Bentuk line (lurus/hierarki) 2. Bentuk staf atau fungsional 3. Bentuk gabungan staf dan line 4. Bentuk organisasi sistem panitia
  • Bentuk Line Organisasi line/hierarki, bentuk kekuasaan dan tanggung jawab berjalan dari pipmpinan sampai bawah, yaitu para pejabat yang memimpin kesatuan-kesatuan organisasi. Organisasi bersifat langsung, lalu lintas kekuasaan berlangsung secara vertikal. Tipe organisasi ini masih kecil dan sederhana sehingga hubungan kerja antara pimpinan dan bawahan dilaksanakan secara langsung (face to face).
  • Bentuk Staf Bentuk organisasi staf ini disebut juga organisasi fungsional. Pada bentuk ini kekuasaan dilimpahkan melalui para ahli dalam suatu fungsi yang merupakan bidang keahliannya. Sebaliknya, ahli-ahli itu mempunyai kekuasaan mengenai bidang keahliannya terhadap setiap pejabat di kesatuan manapun, tetapi tidak berhak memerintah secara langsung,wewenangnya memberi saran dan nasihat.
  • Bentuk Gabungan (Staf dan Line) Organisasi ini disusun dalam bentuk lurus/line, tetapi di pihak lain diadakan pejabat-pejabat ahli, yaitu untuk memberikan nasihat dan bantuan terhadap kesatuan- kesatuan tertentu. Tiap pejabat ahli memimpin suatu kesatuan mengenai fungsi tertentu, tetapi tidak mempunyai kekuasaan untuk langsung memerintah para pekerja atau meminta tanggung jawab mereka.
  • Bentuk Organisasi Sistem Panitia Panitia adalah sekelompok orang yang siap sebagai suatu kelompok yang mendapat kepercayaan untuk beberapa hal tertentu. Panitia dapat didirikan untuk waktu terbatas atau waktu tidak terbatas. Kedudukan panitia tergantung dari tugasnya. Bila sebagai penasihat, ia berperan sebagai staf. Bila sebagai pemimpin, misalnya menentukan keputusan, maka ia berkedudukan sebagai line.
  • Bentuk Line Kepala Bagian Produksi Kepala Bagian Pemasaran Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan Promosi Penjualan Anggaran AdministrasiMesin Buruh Buruh Bahan Pabrik MANAGER (Pemimpian)
  • Bentuk Staf PIMPINAN (Direktur) Bagian Perdagangan Bagian Urusan Teknik Bagian Perencanaan Bagian Kepegawaian Proyek A Proyek B Proyek C
  • Bentuk Staf & line MANAGER Kepala Bagian Produksi Kepala Bagian YKepala Bagian X G.B. KARYAWAN S.B. R.C. I.C. INS R.B. D.C.T.C.
  • 5 Unsur yang Digunakan Kerangka Menganalisis Struktur Organisasi 1. Spesialisasi aktivitas Pembagian kerja dan departementisasi, spesifikasi tugas-tugas perorangan dan kelompok kerja di seluruh organisasi dan penyatuan tugas-tugas ke dalam unit kerja. 2. Standarisasi aktivitas Prosedur untuk menjamin kelayakdugaan (predictability) aktivitas sehingga sama dan konsisten. 3. Koordinasi aktivitas Prosedur mengintegrasikan fungsi-fungsi sub unit dalam organisasi. 4. Hierarki dan struktur wewenang Sentralisasi dan desentralisasi pengambilan keputusan mengacu pada lokasi kekuasaan atau wewenang pengambilan keputusan. 5. Ukuran unit kerja mengacu pada ruang lingkup kegiatan dan jumlah pegawai dalam suatu kelompok kerja.
  • Aliran Teori Klasik  Teori Birokrasi  Teori Administrasi  Teori Menejemen Ilmiah
  • Teori Birokrasi Pelopor teori birokrasi adalah Max Weber  Pembagian kerja jelas  Hierarki Wewenang  Program Rasional  Sistem prosedur  Sistem aturan  impersonal
  • Teori Administrasi Pelopornya adalah Henry Fayol Ada 14 Prinsip-kaidah  Pembagian kerja  Wewenang dan Tanggugjawab  Disiplin  Kesatuan perintah  Kesatuan pengarahan  Mendahulukan kepentingan umum  Balas jasa  Sentralisasi  Rantai skalar  Aturan (order)  Keadilan  Keanggengan personalia  Inisiatif  Semangat
  • Fungsi Kegiatan Administrasi: • Perencanaan (Planning) • Pengorganisasian (Organizing) • Pemberian Perintah (Commanding) • Pengkoordinasian (Coordinating) • Pengawasan (Controlling)
  • Teori Menejemen Ilmiah Pelopornya adalah F.Winslow Taylor  Ilmu Ilmiah bukanlan seperangkat aturan yang kaku  Menciptakan harmoni bukan perpecahan  Saling kerjasama bukan individualisme  Hasil maksimal
  • Pendekatan-Pendekatan Organisasi  Pendekatan proses (perencanaan- pengawasan)  Pendekatan Keperilakuan (staff sebagai manusia bukan mesin)  Pendekatan Kuantitatif/matematis  Pendekatan Sistem  Pendekatan situasional
  • SELESAI
Fly UP