Memahami Surat Dakwaan

  • View
    405

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Memahami Surat Dakwaan

  • MMeemmaahhaammii SSuurraatt DDaakkwwaaaann

  • P

    MMeemmaahhaa

    PERKUMPULAN PENG

    ammii SSuurraatt

    PPaauull SSiinnllaaEElloo

    GEMBANGAN INISIATIF(PIAR NTT)

    2015

    DDaakkwwaaaan

    ooEE

    F dan ADVOKASI RAK

    nn

    KYAT

  • MOl

    EdDePe

    CeUkJuIS

    emahamiSuratDleh: Paul SinlaEloE

    ditor: Ragil Supriyatnesain sampul & isi: Senyelia Aksara: Tim I

    etakan Pertama, Jankuran : 13,5 x 20 cm mlah Halaman : x + BN : 978-602-71120

    PERKUMPULAN PEN

    Association of IniJl. Lalamentik, R

    Kota KupaTelp: 0380

    HaHak Cipta dilindung

    menggandakan sebagia

    Dakwaan

    no & Yes Balle Sukriwul IRGSC

    nuari 2015 74 hal.

    0-3-2

    Diterbitkan oleh

    NGEMBANGAN INISIATIF (PIAR NTT)

    tiative Developing anRT.32/RW.10, Kel. Fatuang, Nusa Tenggara T 827917; E-mail: piar.n

    ak Cipta pada Penulis dan gi undang-undang. Diperbn isi buku selama tidak un

    dan ADVOKASI RAKYAT

    nd People Advocacy ululi, Kec. Oebobo, Timur, 85000 ntt@gmail.com

    Penerbit olehkan mengutip atau

    ntuk kepentingan komersia

    T

    al.

  • dangda

    Seinidakaga

    Budidim

    Bum

    akwaan; kedua, Pgaja maupun tidaakwaan yang tidak

    ecara substansial, i menjelaskan tealam proses penealigus menguraikaaimana mengkritis

    uku ini diterbitkadikan hukum krmiliki oleh PIAR

    melakukan kerja-ke

    uku ini dimaksudman hukum dari pa

    Pe

    Terbitnya bukDakwaan ini, dkeprihatinan Pebangan Inisiatif (PIAR NTT) rendahnya pemadat, kaum miskpuan korban kepok marginal l

    Penuntut Umum ak sengaja, serink sempurna.

    materi buku Memntang arti pentin

    egakan hukum suan seluk-beluk susinya.

    an secara khususritis untuk Comm

    R NTT, yang tanperja advokasi di ko

    dkan juga untuk mara pihak yang be

    enganta

    ku Memahami Sdilatar belakangi erkumpulan Pengf dan Advokasi Ra

    terhadap: pertamahaman masyarkin, kelompok perekerasan, dan kellainnya tentang sterkadang secara

    gkali membuat s

    mahami Surat Dakwngnya surat dakwatu kasus pidana,

    urat dakwaan dan

    s dalam rangka pmunity Organizer ypa pamrih selalu somunitas damping

    membangun pemerkepentingan den

    v

    ar

    Surat oleh

    gem-akyat ama, rakat rem-lom-surat a se-surat

    waan waan , se-ba-

    pen-yang setia gan.

    aha-ngan

  • vi

    suatu surat dakwaan. Karenanya, PIAR NTT mempersi-lahkan para pihak yang berkepentingan dengan suatu surat dakwaan untuk meng-copy atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun, sepanjang itu demi kepentingan dan perjuangan tegaknya supremasi hukum di Indonesia.

    Atas terbitnya buku Memahami Surat Dakwaan ini, PIAR NTT menyampaikan ucapan terimakasih dan penghar-gaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak ber-kenaan dengan kontribusinya, mulai dari menggagas sampai dengan selesainya penerbitan.

    Pada akhirnya, buku ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak yang ingin memahami tentang surat dakwaan.

    Kupang, Januari 2015

    Ir. Sarah Lery Mboeik Direktur Eksekutif PIAR NTT

  • vii

    Prakata

    Surat dakwaan merupakan salah satu dokumen penting dan penentu dalam proses penegakan hukum kasus pidana. Surat dakwaan yang dibuat oleh Jaksa dalam kedudukannya sebagai Penuntut Umum adalah dasar pemeriksaan perkara dalam persidangan di pengadilan. Hakim (majelis hakim) dalam hal putusan berkaitan pemidanaan suatu perkara pun harus berpijak pada surat dakwaan.

    Mengingat pentingnya surat dakwaan sebagai dokumen penentu dalam proses beracara di pengadilan dan fakta bahwa sampai dengan saat ini masih banyak pihak (terutama masyarakat adat, kaum miskin, kelompok perempuan korban kekerasan dan kelompok marginal lainnya) yang belum memahami tentang surat dakwaan, maka penulis tergerak untuk menulis buku berjudul: MEMAHAMI SURAT DAKWAAN.

    Bahan-bahan yang dipergunakan untuk penulisan buku ini, selain berasal dari berbagai referensi sebagaimana la-zimnya sebuah karya akademik, juga bersumber dari hasil diskusi lepas penulis dengan teman-teman advokat dan jaksa di Kota Kupang, pada saat penulis melakukan pemantauan kinerja dan perilaku jaksa di Pengadilan

  • viii

    Negeri Kupang serta Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Nusa Tenggara Timur.

    Buku Memahami Surat Dakwaan ini, disusun secara prak-tis dan khusus untuk kepentingan penguatan kapasitas dari Community Organizer yang dimiliki oleh Perkumpulan Pengembangan Inisiatif dan Advokasi Rakyat (PIAR NTT).

    Kendati demikian, substansi dari buku ini dapat juga dimanfaatkan oleh para pihak yang berkepentingan dengan proses penegakan hukum suatu kasus pidana. Karena kemanfaatan itulah penulis merasa perlu mengkomunikasikan kepada sidang pembaca.

    Akan tetapi, ketika buku ini dibaca oleh mereka yang betul-betul memahami tentang surat dakwan dan terlibat dalam perjuangan untuk tegaknya supremasi hukum di Indonesia, otomatis mereka akan segera mengetahui ke-lemahan dan kekurangan dari buku ini. Karenanya, kritik dan saran demi penyempurnaannya sangat diharapkan. Untuk itu sebelumnya diucapkan terima kasih.

    Ucapan terima kasih yang tak terhingga, penulis sam-paikan kepada teman-teman seperjuangan di PIAR NTT, yakni: Sarah Lery Mboeik, Yuliana Ramideta, Adi Nange, Zevan Aome, Yusak Bilaut dan Eston Sanam, yang telah berkontribusi dalam segala hal berkaitan dengan penyelesaian buku ini.

    Terimakasih juga tak lupa penulis ucapkan kepada Friedom Radjah, SH (advokat), Alex Frans, SH (advo-kat), Philipus Fernandez, SH (advokat), Ridwan Angsar, SH (jaksa) dan Danny Salmon, SH (jaksa), yang telah bersedia menjadi teman diskusi untuk memperkaya wawasan penulis tentang surat dakwaan.

  • ix

    Secara khusus, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Pdt. Dr. Merry Kolimon dan Jaringan Perempuan Indonesia Timur (JPIT), karena atas kontribusi dan dukungan merekalah buku ini dapat diterbitkan.

    Sebagai penutup, buku ini diharapkan dapat menjadi ba-caan alternatif yang bermanfaat bagi setiap individu yang ingin memahami tentang surat dakwaan.

    Tarus Raya, Desember 2014

    Penulis

  • x

    Daftar Isi

    Pengantar v Prakata vii Daftar isi x

    Bagian I Pengertian Surat Dakwaan 1

    Bagian II Syarat-syarat Surat Dakwaan 5

    Bagian III Teknik Pembuatan Surat Dakwaan 9

    Bagian IV Bentuk Surat Dakwaan 21

    Bagian V Perubahan Surat Dakwaan 31

    Bagian VI Mengkritisi Surat Dakwaan 37

    Lampiran-lampiran 53 Kepustakaan 65 Tentang Penulis 68

  • Bagian I

    Pengertian Surat Dakwaan

    Surat Dakwaan menempati posisi sentral, strategis dan merupakan dasar dalam pemeriksaan perkara pidana di pengadilan. Dalam proses penegakan hukum suatu tindak pidana, terdakwa hanya dapat dipidana ber-dasarkan apa yang terbukti mengenai kualifikasi tindak pidana yang dilakukan oleh seorang terdakwa menurut rumusan surat dakwaan. Jadi walaupun terdakwa ter-bukti melakukan tindak pidana dalam pemeriksaan persidangan tetapi tidak didakwakan dalam surat dak-waan, maka terdakwa tidak dapat dijatuhi hukuman dan hakim jadinya akan membebaskan terdakwa.

    Surat Dakwaan (telastelegging) oleh kebanyakan pa-kar hukum di Indonesia, diartikan sebagai sebuah akta yang dibuat oleh Penuntut Umum, yang berisi peru-musan tindak pidana yang didakwakan kepada ter-dakwa, berdasarkan kesimpulan dari hasil penyidikan.

  • MemahamiSuratDakwaan

    2 | PengertianSuratDakwaan

    Surat Dakwaan bisa dipahami juga sebagai upaya pe-nataan konstruksi yuridis atas fakta-fakta perbuatan terdakwa, yang terungkap sebagai hasil dari suatu penyidikan, dengan cara merangkai perpaduan antara fakta-fakta perbuatan terdakwa dengan unsur-unsur tindak pidana sesuai ketentuan undang-undang.

    Tujuan utama pembuatan surat dakwaan ialah untuk menentukan batas-batas pemeriksaan di sidang penga-dilan, yang menjadi dasar dari Penuntut Umum mela-kukan penuntutan terhadap terdakwa atau orang yang diduga sebagai pelaku kejahatan.

    Ditinjau dari berbagai kepentingan para pihak yang berkepentingan dengan pemeriksaan perkara pidana, maka surat dakwaan berfungsi untuk:

    1. Pengadilan/hakim, surat dakwaan merupakan dasar dan sekaligus membatasi ruang lingkup pemerik-saan, sebagai dasar melakukan pemeriksaan di si-dang pengadilan, dan dasar pertimbangan dalam penjatuhan keputusan.

    2. Penuntut Umum, surat dakwaan merupakan dasar pembuktian, dasar melakukan penuntutan, dasar pembahasan yuridis dalam requisitoir, dasar mela-kukan upaya hukum.

    3. Terdakwa/penasehat hukum, surat dakwaan meru-pakan dasar utama untuk mempersiapkan pembe-laan dalam pledoi, dasar mengajukan bukti meri-ngankan, dasar mengajukan upaya hukum.

    4. Pemantau peradilan/masyarakat sipil, surat dakwa-an merupakan dasar untuk menilai kinerja penegak hukum dalam proses penegakan hukum.

  • PaulSinlaEloE

    PengertianSuratDakwaan | 3

    Menurut Pasal 14 huruf d KUHAP, yang berwenang membuat surat dakwaan adalah Penuntut Umum. Pe-nuntut Umum adalah jaksa yang diberi wewenang oleh Undang-Undang untuk melakukan penuntutan dan me-laksanakan penetapan hakim. (Pasal 1 angka 1 UU No. 16 Tahun 2004, Tentang Kejaksaan Republik Indone-sia). Pembuatan surat dakwaan dilakukan oleh Penun-tut Umum bila ia berpendapat bahwa dari hasil penyi-dikan dapat dilakukan penuntutan (Pasal 140 ayat (1) KUHAP).

    Surat dakwaan yang telah dibuat oleh Penuntut Umum dilimpahkan ke pengadilan dengan segera (Pasal 143 ayat (1) KUHAP). Turunan surat pelimpahan perkara beserta surat dakwaan, harus disampaikan kepada ter-sangka atau kuasa hukumnya atau