12
Penatalaksanaa n Gigitan Ular Atiyatul Hikmah (M12.01.0014) Erwin Reni Fitriani (M12.01.0019) Maulida Fitri Annisa (M12.01.0024) م ي ح ر ل ا ن م ح ر ل ه ا ل ل م ا س ب

Gigitan ular

Embed Size (px)

Citation preview

Penatalaksanaan

Gigitan

UlarAtiyatul Hikmah (M12.01.0014)Erwin Reni Fitriani (M12.01.0019)Maulida Fitri Annisa (M12.01.0024)

بسم الله الرحمن الرحيم

Sebelumnya telah disebutkan sabda nabi “tidak ada ruqyah selain untuk penyakit ‘ain dan sihir. “Dalam sunan ibn majah disebutkan, dari hadits ‘aisyah, “Rasulullah memberikan izin untuk meruqyah terhadap gigitan ular dan sengatan kalajengking”. diriwayatkan dari ibn syihab az-zuhri bahwa ia berkata, “salah satu sahabat nabi terkena gigitan ular”, maka nabi bersabda, “adakah yang pandai meruqyah?” mereka menjawab, “wahai Rosulullah, sesungguhnya keluarga hazm biasa melakukan ruqyah untuk mengobati gigitan ular. Karena engkau melarang ruqyah, maka mereka meninggalkan kebiasaan itu.” Beliau berkata “panggilkan umarah bin hazm.“ mereka pun memanggilnya, lalu ia ditawarkan untuk meruqyah. Rasulullah menegaskan “tidak apa-apa.” Maka ia pun melakukannya dengan izin rasulullah, meruqyah orang tersebut…( و النسائ و مسلم و البخاري أخرجه(أحمد

النبوي .…Petunjuk meruqyahطب

Gigitan ular adalah suatu keadaan yang disebabkan oleh gigitan ular berbisa.

Bisa adalah suatu zat atau substansi yang berfungsi untuk melumpuhkan mangsa dan sekaligus juga berperan pada sistem pertahanan diri. Ular mengira2 banyaknya bisa yg dikeluarkan dari pancaran panas yg diterima oleh respon hidung.

90% venom adalah protein. Penghasil zat-zat peradangan (kinin dll). Protein enzim ini bersifat merusak.

Bisa ular dengan penyerangan hemotoksik, dengan mengeluarkan prokoagulan yang menyebabkan pembekuan darah.

Yang mempengaruhi sistem multiorgan.

definisi

ular epelidiae ( ular kobra, kraits dan ular karang) Melumpuhkan SSP dan menyebar melalui kelenjar

limfe. Gejala yang ditimbulkan :

Jantung berdenyut tak teratur kelemahan seluruh badan syok.

Sakit kepala hebat, pusing, mengigau, pikiran terganggu tidak sadar.

Otot tidak terkordinasi tidak dapat mengambil atau memindahkan benda kecil

Sesak nafas terjadi kelumpuhan pernapasan Mual, muntah dan mencret

Klasifikasi1

Ular jenis Neurotoksik

Krataluidae (pit viper) rattlesnaker n’ copperhead

Menghancurkan eritrosit, keluar menembus PD perdarahan pd lapisan mukosa.

Gejala yang ditimbulkan: Daerah yang digigit dalam waktu 3-5 menit

akan membengkak hebat dan terjadi ganggren. Hal ini disebabkan ular itu selalu mengeluarkan racun dan enzim proteolitik.

sakit yang hebat di daerah gigitan daerah yang dihancurkan menembus dinding

pembuluh lalu berkumpul di jaringan sekitarnya

Sakit kepala hebat Terjadinya perdarahan dalam usus dan ginjal

sehingga terjadi hematuria.

Ular laut

Con’t2Ular jenis hemolitik

3Ular jenis neurotoksik & hemolitik

Tak beracun pupilnya bundar. Tidak mempunyai taring atau

cekungan antara mata dan hidung.

Dibawah ekornya terdapat 2 baris lempengan.

tanda2 Ular beracun

diantara mata dan hidungnya terdapat cekungan.

Mempunyai 2 taring.

Pupil lonjong. Dibawah ekornya

terdapat sebaris lempengan.

Tanda Syok Pembengkakan lokal gigitan Perdarahan:

eksternal: gusi, luka internal : intrakranial

Tanda neurotoksisitas: kesulitan bernapas, kesulitan menelan dan berbicara, kelemahan ekstremitas

Tanda kerusakan otot: nyeri otot dan urin menghitam.

Periksa Hb dan periksa fungsi pembekuan darah.

diagnosis

Gejala Umum

Syok Muntah sakit kepala Periksa jejas gigitan

(u/ melihat adanya nekrosis lokal, perdarahan/ pembesaran kelenjar limfe setempat yang lunak.)

Tidak ada gejala sistemik setelah 12 jam Pembengkakan minimal diameter 1 cm

Derajat GU

Bekas gigitan 2 taring Bengkak dengan diameter 1 – 5 cm Tidak ada tanda-tanda sistemik sampai 12 jam

Sama dengan derajat I Petechie, echimosis Nyeri hebat dalam 12 jam

Sama dengan derajat I dan II Syok dan distres nafas / petechie, echimosis seluruh

tubuh

Sangat cepat memburuk

0

1

2

3

4

pastikan daerah sekitar aman dan ular telah pergi segera cari pertolongan medis jangan tinggalkan korban. selanjutnya lakukan prinsip :

R = Reassureyakinkan kondisi korban, tenangkan dan

istirahatkan korban, kepanikan akan menaikan tekanan darah dan nadi sehingga racun akan lebih cepat menyebar ke tubuh. terkadang pasien pingsan / panik karena kaget.

I = Immobilisationjangan menggerakan korban, perintahkan korban

untuk tidak berjalan atau lari. Jika dalam waktu 30 menit pertolongan medis tidak datang: lakukan tehnik balut tekan ( pressure-immoblisation ) pada daerah sekitar gigitan(tangan atau kaki)

G = Getbawa korban ke rumah sakit sesegera dan seaman mungkin.

T =Tell the Doctorinformasikan ke dokter tanda dan gejala yang

muncul pada korban.

Tatalaksan

aPertolongan pertama

Pantau ketat segera setelah tiba di rumah sakit, tiap jam selama 24 jam karena racun dapat berkembang dengan cepat.

Pengobatan syok/gagal napas, jika timbul.syok. Epinefrin.

berikan antibisa jika tersedia dan Jika didapatkan gejala sistemik atau lokal yang hebat (pembengkakan pada lebih dari setengah ekstremitas atau nekrosis berat)

Polivalen. Pengobatan antibiotik tidak diperlukan kecuali terdapat

nekrosis. Hindari pemberian suntikan intramuskular Berikan cairan secara oral atau dengan NGT sesuai

dengan kebutuhan per hari Berikan obat pereda rasa sakit Elevasi ekstremitas jika bengkak

Con’tPerawatan di rumah sakit

Pola napas tidak efektif berhubungan dengan reaksi endotoksin

Hipertermia berhubungan dengan efek langsung endotoksin pada hipotalamus

Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan pertahanan tubuh tak adekuat

Ketakutan/ansietas berhubungan dengan krisis situasi, perawatan di rumah sakit/prosedur isolasi, mengingat pengalaman trauma, ancaman kematian atau kecacatan.

Diagnosa

الحمد لله رب العالمين