of 16 /16
Kelompok 8 Bella F Hawini Desi Rahmawati Elida Dwi Ariani Okte Helen Sri Normalayanti • Susila Yevika Ranika Sari • Yulianti

fraktur pada BBL

Embed Size (px)

Citation preview

Kelompok 8

• Bella F Hawini• Desi Rahmawati• Elida Dwi Ariani• Okte Helen

• Sri Normalayanti• Susila• Yevika Ranika Sari• Yulianti

Asuhan Neonatus

‘’Fraktur Klavikula dan Fraktur Humerus’’

Pengertian Fraktur Klavikula Fraktur tulang klavikula merupakan tulang paling sering mengalami fraktur pada neonatus karena proses kelahiran . Fraktur klavikula merupakan komplikasi yang tidak dapat diprediksi dan dihindari pada persalinan normal . Klavikula atau tulang selangka adalah tulang melengkung yang membentuk bagian anterior gelang bahu yang berfungsi memberi kaitan pada beberapa otot leher,bahu dan lengan yang bekerja sebagi penopang lengan.

Jenis-jenis Fraktur Klavikula

Jenis fraktur pada trauma lahir ini umumnya jenis fraktur freenstick, walaupun kadang-kadang dapat juga terjadi suatu fraktur total, fraktur ini ditemukan 1 – 2 minggu kemudian setelah teraba adanya pembentukan kalus.

Menurut Neer secara umum fraktur klavikula diklasifikasikan menjadi tiga tipe yaitu :

1.Tipe I : Fraktur pada bagian tengah clavicula. Lokasi yang paling sering terjadi fraktur.2. Tipe II : Fraktur pada bagian distal clavicula. Lokasi tersering kedua mengalami fraktur setelah midclavicula.3. Tipe III : Fraktur pada bagian proksimal clavicula. Fraktur yang paling jarang terjadi dari semua jenis fraktur clavicula, insidensnya hanya sekitar 5%.

Gejala Klinis

Yang perlu diperhatikan terhadap kemungkinan adanya trauma lahir klavikula jenis greenstick adalah :1. Gerakan tangan kanan-kiri tidak sama2. Refleks moro asimotris3. Bayi menangis pada perabaan tulang klavikula4. Gerakan pasif tangan yang sakit disertai riwayat persalinan yang sukar.

Diagnosis Dignosis pasti adalah dengan melakukan palpasi untuk menemukan letak fraktur dan melakukan foto rontgen

Faktor predisposisi fraktur klavikula adalah:

1. Bayi yang berukuran besar2. Distosia bahu3. Partus dengan letak sungsang4. Persalinan traumatic .

Pengobatan trauma lahir fraktur tulang kavikula

1. Imobilisasi lengan untuk mengurangi rasa sakit dan mempercepat pembentukan kalus.2. Umumnya dalam waktu 7 – 10 hari dengan imobilisasi dalam posisi abduksi 60 dan fleksi 90 dari siku yang terkena.3. Untuk mengurangi rasa sakit,pergerakan lengan harus dibatasi.

Pengertian Fraktur Humerus

Fraktur humerus adalah fraktur pada tulang humerus yang disebabkan oleh benturan atau trauma langsung maupun tidak langsung.

Etiologi

Fraktur humerus terjadi pada kesalahan teknik dalam melahirkan lengan pada presentasi kepala atau sungsang dengan lengan menjungkit ke atas. Pada keadaan ini biasanya sisi yang terkena tidak dapat digerakkan dan refleks Moro pada sisi tersebut menghilang.

Klasifikasi Fraktur Humerus

Fraktur atau patah tulang humerus terbagi atas :1. Fraktur Suprakondilar humerus2. Fraktur interkondiler humerus3. Fraktur batang humerus 4. Fraktur kolum humerus

Gejala klinis

Diketahui beberapa hari kemudian dengan ditemukan adanya gerakan kaki yang berkurang dan asimetris.

Adanya gerakan asimetris serta ditemukannya deformitas dan krepitasi pada tulang femur.

Diagnosis

Dignosis pasti adalah dengan melakukan palpasi untuk menemukan letak fraktur dan melakukan foto rontgen.

Penanganan • Imobilisasi lengan pada sisi bayi dengan siku fleksi 90

derajat• Prognosis penderita sangat baik dengan dilakukan

imobilisasi lengan selama 2 sampai 4 minggu• Daya penyembuhan fraktur tulang bagi yang berupa

fraktur tulang tumpang tindih ringan dengan deformitas, umumnya akan baik.

• Dalam masa pertumbuhan dan pembentukkan tulang pada bayi, maka tulang yang fraktur tersebut akan tumbuh dan akhirnya mempunyai bentuk panjang yang normal.