Rpjmn kemenhub 2015 2019

  • View
    117

  • Download
    4

Embed Size (px)

Text of Rpjmn kemenhub 2015 2019

  1. 1. RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL (RPJMN) TAHUN 2015-2019 KEMENTERIAN PERHUBUNGAN
  2. 2. OUTLINE 1 KONDISI INFRASTRUKTUR INDONESIA 2 4 KEBIJAKAN PEMBANGUNAN INFRASTUKTUR SEKTOR TRANSPORTASI 3 PENDANAAN INFRASTRUKTUR TAHUN 2015-2019 SKENARIO PEMBANGUNAN SEKTOR TRANSPORTASI Halaman 4-6 7-15 ..... 16-25 .. 26
  3. 3. 1 KONDISI INFRASTRUKTUR INDONESIA
  4. 4. KONDISI INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI Kondisi jalan yang buruk: Kualitas jalan yang rendah, terutama di daerah Kondisi jalan menjadi berbahaya ditambah dengan tingkat kemacetan yang tinggi Menyebabkan jarak tempuh di Indonesia menjadi 2.7 jam untuk jarak 100 km. Waktu Tempuh (jam/100km) Lambatnya pembaharuan dan pembangunan pada sektor kereta api Pertumbuhan di sektor kereta api hanya 7.7% dari total 4,800 km adalah jalur ganda, dimana kereta penumpang dan barang menggunakan jalur yang sama Efisiensi waktu pada jaringan sektor tersebut sangat rendah. Kurang berimbangnya komposisi moda dalam bidang transportasi Tingginya pengguna kendaraan pribadi menjadi sumber kemacetan di kota-kota besar. Menurut survey, Jakarta didominasi dengan kendaraan pribadi sebanyak 62.2%, yang berarti sekitar 10 juta komuter melakukan perjalanan setiap harinya. 7.700% 13.400 % 18.00% 28.400 % 38.800 % 41.100 % Indonesia Thailand Malaysia India China Japan Rasio Double Tracking Jalur KA (%) Pangsa Moda (%) 2.3 14 25 62.2 46 11 12.9 20 63 22.6 19 0 0% 50% 100% Jakarta Taipei Hong Kong Rail Private Transport Non-Rail Public Transport Others 4
  5. 5. Kinerja yang buruk dari sektor Pelabuhan Kendala utama dari sektor pelabuhan adalah rendahnya waktu bongkar-muat selama 8 hari di pelabuhan Tanjung Priok. Waktu bongkar-muat ini lebih lama dibandingkan dengan pelabuhan di Thailand yaitu selama 5 hari dan di Singapura selama 1.2 hari. Jaringan Transportasi Udara yang melebihi kapasitas Semenjak diberlakukannya deregulasi pada tahun 2004, perkembangan transportasi udara meningkat menjadi double digit setiap tahunnya, sementara perkembangan bandara yang lambat tidak dapat mengejar laju permintaan. 1.1 2 3 3 4 4 5 8 0 2 4 6 8 10 Singapore Hong Kong France Australia, NZ UK, Los Angeles (USA) Malaysia (Port Klang) Thailand Tanjung Priok Waktu Dwelling/Dwelling Time (hari) 35 45 55 65 75 85 95 1998 2000 2002 2004 2006 2008 2010 2012 2014 PASSENGERS(MillionPassengersPerAnnum) Year Top 10 Airports of Passengers in the World 1st:ATLANTAGA 2nd:BEIJING 3rd:LONDON 4th:CHICAGOIL 5th:TOKYO,JP 6th:LOSANGELESCA 7th:PARIS 8th:DALLAS/FORTWORTHTX 9th:JAKARTA 10th:DUBAI Jakarta KONDISI INFRASTRUKTUR TRANSPORTASI 5
  6. 6. Tahun Ranking 2009 2010 54 2010 2011 44 2011 2012 46 2012 - 2013 50 2013 - 2014 38 2014 - 2015 34 Indeks Daya Saing Global Indonesia (GCI) Sumber: The Global Competitiveness Report (World Economic Forum) Indonesia Malaysia Thailand Vietnam Phillipines Infrastruktur 72 20 76 112 95 Jalan 72 19 50 104 87 Kereta Api 41 12 74 52 80 Pelabuhan 77 19 54 88 101 Transportasi Udara 64 19 37 87 108 Listrik 84 39 58 88 87 Telepon Bergerak 54 30 34 42 86 Telepon Tetap 71 73 91 86 113 Indeks Daya Saing Infrastruktur Indonesia (GCI) Tahun Ranking 2010 2011 90 2011 2012 82 2012 - 2013 92 2013 - 2014 82 2014 2015 72 DAYA SAING INFRASTRUKTUR PERLU DITINGKATKAN 6
  7. 7. 2 KEBIJAKAN PEMBANGUNAN SEKTOR TRANPORTASI
  8. 8. Amanat Undang-Undang No.17/2007 (RPJPN) Terkait dengan INFRASTRUKTUR RPJMNRENSTRA 2005-2009 Meningkatnya kesejahteraan masyarakat Indonesia ditandai menurunnya angka pengangguran dan penduduk miskin serta berkurangnya kesenjangan antarwilayah. Mendorong pertumbuhan ekonomi melalui membaiknya infrastruktur. Percepatan pembangunan infrastruktur didorong melalui peningkatan peran swasta dengan meletakkan dasar- dasar kebijakan dan regulasi serta reformasi dan restrukturisasi kelembagaan, terutama untuk sektor transportasi. RPJMN RENSTRA 2010-2014 Percepatan pembangunan infrastruktur dengan lebih meningkatkan kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha. Penataan kelembagaan ekonomi yang mendorong prakarsa masyarakat dalam kegiatan perekonomian. Kondisi itu didukung oleh pengembangan jaringan infrastruktur transportasi. RPJMN RENSTRA 2015-2019 Terpenuhinya ketersediaan infrastruktur yang didukung oleh mantapnya kerja sama pemerintah dan dunia usaha. Ketersediaan infrastruktur yang sesuai dengan rencana tata ruang ditandai oleh berkembangnya jaringan infrastruktur transportasi. RPJMN RENSTRA 2020-2025 Struktur perekonomian makin maju dan kokoh ditandai dengan daya saing perekonomian yang kompetitif dan berkembangnya keterpaduan antara industri, pertanian, kelautan dan sumber daya alam, dan sektor jasa. Kondisi maju dan sejahtera makin terwujud dengan terselenggaranya jaringan transportasi yang andal bagi seluruh masyarakat yang menjangkau seluruh wilayah NKRI. 8
  9. 9. Mewujudkan keamanan Nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumberdaya maritim, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai Negara Kepulauan; Mewujudkan masyarakat maju, berkeseimbangan dan demokratis berlandaskan Negara Hukum; Mewujudkan Politik Luar Negeri bebas-aktif dan memperkuat jati diri sebagai Negara Maritim; Mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju dan sejahtera; Mewujudkan Bangsa yang berdaya saing; Mewujudkan Indonesia menjadi Negara Maritim yang mandiri, maju, kuat, dan berbasis kepentingan Nasional; Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan. MISI PEMERINTAHAN PRESIDEN JOKO WIDODO JUSUF KALLA 9
  10. 10. Membangun untuk Manusia dan Masyarakat; Mewujudkan pertumbuhan ekonomi, pembangunan sosial dan pembangunan ekologi yang berkelanjutan; Memulihkan dan menjaga keseimbangan antarsektor, antarwilayah dan antarkelas sosial pembangunan; Mewujudkan perekonomian yang inklusif, berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, dan keunggulan sumber daya manusia. TITIK TEKAN PEMBANGUNAN KABINET KERJA 2015-2019 10
  11. 11. 1. Menghadirkan kembali Negara untuk melindungi segenap Bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh Warga Negara; 2. Membuat Pemerintah tidak absen dengan membagun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, demokratis, dan terpercaya; 3. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan; 4. Menolak Negara lemah dengan melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya; 5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia; 6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing pasar internasional; 7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektorsektor strategis ekonomi domestik; 8. Melakukan revolusi karakter Bangsa; 9. Memperteguh ke-Bhineka-an dan memperkuat restorasi sosial Indonesia. SEMBILAN AGENDA PRIORITAS STRATEGIS (NAWA CITA) 11
  12. 12. TANTANGAN 1. GEOPOLITIK 2. GEOEKONOMI 3. BONUS DEMOGRAFI 4. AGENDA PASKA 2015 5. PERUBAHAN IKLIM REGULASI KELEMBAGAAN PENDANAAN PROYEKSTRATEGIS AMANAT RPJPN Infrastruktur Memadai Pendapatan per kapita USD 14 Ribu Pengangguran < 5% Penduduk Miskin > 5% HDI dan GDI Meningkat PERMASALAHAN 1. Kondisi jalan daerah kurang memadai 2. Pembangunan Kereta api masih terbatas. 3. Kinerja Pelabuhan kurang kompetitif 4. Perkotaan yang semakin padat ISU STRATEGIS VISI/MISI PRESIDEN + NAWA CIPTA SASARAN RPJMN 2015-2019 Kondisi mantap jalan nasional 100% Waktu tempuh perjalanan darat dari 2,6 jam per 100 km menjadi 2,2 jam per 100 km Biaya logistik menurun menjadi 19,2% terhdap PDB Pangsa Pasar Angkutan Umum 32% On time performance penerbangan mencapai 95% Jumlah penumpang pesawat sebanyak 162 juta penumpang per tahun Menurunnya angka fatalitas korban kecelakaan transportasi jalan hingga 50 persen dari kondisi baseline. Menurunnya rasio kecelakaan transportasi udara pada AOC 121 dan AOC 135 menjadi kurang dari 3 kejadian/1 juta flight cycle. Menurunnya jumlah kejadian kecelakaan transportasi laut menjadi kurang dari 50 kejadian/tahun. Menurunnya rasio angka kecelakaan kereta api menjadi kurang dari 0,025 kecelakaan per 1 juta-km perjalanan kereta api. KEBIJAKAN DAN SRATEGI Pembangunan Transportasi Multimoda dan mendukung Sislognas, kawasan industri, Mempercepat pembangunan Sistem Transportasi Multimoda Melakukan upaya keseimbangan antara transportasi yang berorientasi nasional dengan transportasi yang berorientasi lokal dan kewilayahan. Membangun sistem dan jaringan transportasi yang terintegrasi untuk mendukung investasi pada Koridor Ekonomi, Kawasan Industri Khusus, Kompleks Industri, dan pusat-pusat pertumbuhan lainnya di wilayah non- koridor ekonomi Meningkatkan keselamatan dan keamanan dalam penyelengaraan transportasi Mengembangkan sarana dan prasarana transportasi yang ramah lingkungan Mengembangkan sistem angkutan umum massal yang modern Meningkatkan Kapasitas dan Kualitas Jaringan Jalan Kota Mengembangkan manajemen transportasi perkotaan yang berimbang PERBAIKAN REGULASI, TEROBOSAN KEBIJAKAN DAN PENDANAAN KREATIF KERANGKA BERPIKIR PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR 2015-2019 Peningkatan Ketersediaan Penguatan Konektivitas Nasional Pengembangan Transportasi Massal Perkotaan Peningkatan Efektivitas dan Efisiensi Pembiayaan Penyediaan Infrastruktur 12
  13. 13. SASARAN DAN INDIKATOR RPJMN TAHUN 2015-2019 SEKTOR TRANSPORTASI 13 NO SASARAN INDIKATOR Penguatan Konektivitas Nasional untuk Mencapai Keseimbangan Pembangunan 1. Meningkatnya kapasitas sarana dan prasarana transportasi dan keterpaduan system transportasi multimoda dan antarmoda untuk mengurangi backlog maupun bottleneck kapasitas prasarana transportasi dan sarana transportasi antarmoda dan antarpulau sesuai dengan sistem transportasi nasional dan cetak biru transportasi multimoda Menurunnya waktu tempuh rata-rata per koridor untuk koridor utama dari 2,6 jam per 100 km menjadi 2,2 jam per 100 km pada lintas-lintas utama Meningkatnya jumlah penumpang yang