Let's Get Beyond Movie!

  • Published on
    03-Jul-2015

  • View
    660

  • Download
    1

DESCRIPTION

Understanding concepts of Intercultural Communication within Film My Name is Khan

Transcript

<ul><li> 1. Lets Get Beyond Movie !<br />Understanding the Concepts of Intercultural Communication within Film<br /></li></ul> <p> 2. o v e r v i e w<br />MY NAME IS KHAN<br />a movie about fascinating love story, has an angle of religion and a world-shaking incident as a backdrop<br />FROM THE INTERCULTURAL PERSPECTIVE<br />show us the dynamic of intercultural interaction in multidimension of culture: religions, nations, and ethnic<br />tell us about cultural clash that happened due to stereotype towards certain religion<br /> 3. the concept <br />Sociocultural Identity <br />(Martin &amp; Nakayama)<br />History in Intercultural Communication <br />(Martin &amp; Nakayama)<br />Psychocultural Influence : <br />Stereotype and Prejudice (Gudykunst)<br />Mindfulness Perspective (Ting Too-Mey)<br /> 4. sociocultural identity<br /> 5. historical context<br />History influences our understanding of who we are as individuals, family members, cultural groups, and citizens of nation <br />(Martin &amp; Nakayama)<br />Political, Intellectual, and Social Histories<br />Family Histories<br />National Histories<br />Cultural Group Histories<br />Recent, vivid events<br /> 6. psycho-cultural influence<br />Stereotype : cognitive representation to other group that influence our feeling towards that group(Gudykunst)<br />Prejudice : pre-judgement; negative attitudes toward a cultural group based on LITTLE or NO experience<br /> (Martin &amp; Nakayama)<br />Stereotype :<br />tells us what a group is like<br />Prejudice :<br />how are we likely to feel about the group<br /> 7. mindful intercultural comm <br />Mindful : readiness to shift ones frame of reference;the motivation to use new categories to understand cultural or ethnic differences<br />Mindless : the heavy reliance on familiar frame of reference, old routinized designs or categories, and customary ways of doing things.<br />Mindfulness :<br />shapes cultural harmony<br />Mindlessness:<br />potential bears cultural clash<br /> 8. step forward : high-low context classification<br />Tidak terdapat afiliasi langsung dengan negara yang berkebudayaan high context atau low context.<br />High context dan low context yang dimaksudkan adalah budaya yang terdapat dalam film yang bersangkutan, bukan negaranya.<br />Berpijak pada kecenderungan, tidak dapat digeneralisasikan tiap budaya pada tiap-tiap film.<br />Tidak berlaku mutlak, karena terdapat pergeseran orientasi budaya akibat adanya budaya global dan budaya populer.<br /> 9. LOW CONTEXT CULTURE<br /></p> <ul><li>Verbal: Pengungkapan rasa secara lisan, terang-terangan. 10. Literally: Makna secara langsung; I Love You 11. Tend Impolite 12. Equal age 13. Straight to the point 14. Aspek sex dalam hubungan pria dan wanita 15. Estetika hubungan dengan lawan jenis cenderung pada hubungan intim 16. Hubungan percintaan individualis</li></ul> <p>HIGH CONTEXT CULTURE<br /></p> <ul><li>Behavioral: Pengungkapan rasa cenderung melalui tindakan. 17. Makna tersirat 18. Memperhatikan kesopanan 19. Diferensiasi usia 20. Basa-basi adalah hal yang penting 21. Perasaan lebih mendominasi hubungan dibandingkan perihal sex 22. Estetika hubungan lebih pada aspek perasaan dan pengungkapan rasa secara indah 23. Hubungan percintaan kolektivis, melibatkan pihak-pihak yang terkait dengan pasangan yang bersangkutan (konflik antar keluarga)</li></ul> <p>identify the films : DRAMA <br /> 24. LOW CONTEXT CULTURE<br /></p> <ul><li>Verbal, behavioral: Penggunaan kata-kata leluconsecaralisan, teran-terangan. 25. Literally: makna secara langsung 26. Tend Impolite 27. Straight to the point; sindiran, celaan yang bermuatan physical attack. 28. Orientasipadalelucon yang diungkapkandenganperbuatanlangsung yang bermuatankonyol, lucu. 29. Budayakomedikolektivis 30. Nilaiartistikkomedirendah.</li></ul> <p>HIGH CONTEXT CULTURE<br /></p> <ul><li>Verbal, behavioral 31. Maknakelucuancenderunglebih tersirat. 32. Tidaksecaraeksposemengumbar content yang tidaksopan. 33. Cenderungtidak straight to the point 34. Budayakomediindividualis 35. Nilaiartistikkomedilebihtinggi</li></ul> <p>identify the films : COMEDY <br /> 36. LOW CONTEXT CULTURE<br /></p> <ul><li>Horror yang benar-benarnyata, wujudmahkluk yang membangkitkankengerianatau rasa takutbenar-benarditampilkansecaraeksplisit. 37. Unsur legenda ataulatarbelakangcerita minim, lebihmerupakankarakterhasilpemikiranpembuat film.</li></ul> <p>HIGH CONTEXT CULTURE<br /></p> <ul><li>Horror yang cenderunglebihimplisit. 38. Unsur legenda ataulatarbelakangasalusul ide ceritalebihkuat, tidaksemata-matakarakterhasilpemikiranpembuat film.</li></ul> <p>identify the films : HORROR <br /> 39. TERIMA KASIH TELAH MENONTON <br />PERIKSALAH BARANG BAWAAN ANDA <br />JANGAN SAMPAI ADA YANG TERTINGGAL :)<br /></p>