Click here to load reader

Teknik penelitian

  • View
    233

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Teknik penelitian

PARADIGMA & RAGAM PENELITIAN KUALITATIF

TEKNIKPENELITIAN KUALITATIFOleh:Kelompok II

SUMBER &JENIS DATA

Kata-kata dan TindakanKata-kata dan tindakan orang-orang yang diamati atau diwawancarai merupakan sumber data utama. Sumber data utama diperoleh dengan cara melihat, mendengar, dan bertanya yang kita lakukan pada saat wawancara atau pengamatan berperan serta.Pada dasarnya kegiatan melihat,mendengar, dan bertanya adalah kegiatan yang biasa dilakukan oleh semua orang, namun pada penelitian kualitatif kegiatan-kegiatan ini dilakukan secara sadar, terarah, dan senantiasa bertujuan memperoleh suatu informasi yang dilakukan

Sumber TertulisWalaupun dikatakan bahwa sumber di luar kata dan tindakan merupakan sumber kedua, jelas hal itu tidak bisa diabaikan. Dilihat dari segi sumber data, bahan tambahan yang berasal dari sumber tertulis dapat dibagi atas sumbur buku dan majalah ilmiah, sumber dari arsip, dikumen pribadi, dan dokumen resmi.Buku, disertasi atau karya ilmiah lainnya, dan majalah ilmiah .Arsip dari lembaga arsip nasional atau ditempat arsi-arsip penting lainnya .Sumber tertulis lainnya adalah dokumen pribadi.Pada instansi-instansi pemerintah biasanya ada dokumen resmi.

FotoAda dua kategori foto yang dimanfaatkan dalam penelitian kualitatif, yaitu foto yang dhasilkan orang dan foto yang dihasilkan oleh peneliti sendiri (Bogdan dan Biklen, 1982:102).Foto dapat memberikan gambaran tentang dstribusi penduduk, letak geografis, sistem persekolahan, dan lain-lain. Dianjurkan agar foto dianalisis bersama sumber-sumber lainnya. Foto digunakan pula oleh peneliti untuk memahami bagaimana para subjek memandang dunianya.Pada umunya foto tidak digunakan secara tunggal untuk menganalisis data. Dengan kata lain, sebaiknya foto digunakan sebagai pelengkap pada cara dan teknik lainnya.

Data StatistikPeneliti kualitatif sering juga menggunakan data statistik yang telah tersedia sebagai sumber data tambahan bagi keperluannya. Mempelajari statistik dapat membantu peneliti memahami persepsi subjeknya. Walaupun dapat membantu peneliti, hendaknya peneliti menyadari bahwa statistik pada umumnya berlandaskan paradigma yang mengutamakan dapatnya digeneralisasikan sehingga dapat mengurangi makna subjek secara perseorangan dalam segala liku kehidupan yang unik namun utuh itu. memnfaatkan data statistik hanya sebagai cara yang mengantar dan mengarahkannya pada kejadian dan peristiwa yang ditemukan dan dicari sendiri sesuai dengan tujuan penelitiannya.Keseluruhan sumber dan jenis data yang diuraikan tadi pada dasarnya banyak bergantung pada peneliti untuk menyaringnya sehingga yang diharapkan itu saja yang dapat dicapai. Dengan kata lain, peranan manusia sebagai alat atau instrumen penelitian, besar sekali dalam penelitian kualitatif. Peranan manusia sebagai instrumen tersebut diuraikan pada bagian berikut.

PERANAN MANUSIA SEBAGAI INSTRUMEN PENELITIAN DAN PENGAMATAN BERPERANSERTA

Pengamatan BerperansertaPengamatan berperanserta menceritakan kepada peneliti apa yang dilakukan oleh orang-orang, dalam situasi peneliti memperoleh kesempatan mengadakan pengamatan.Bogdan (1972:3) mendefinisikan secara tepat pengamatan berperanserta sebagai penelitian yang bercirikan interaksi sosial yang memakan waktu cukup lama antara peneliti dengan subjek dalam lingkungan subjek, dan selama itu data dalam bentuk catatan lapangan dikumpulkan secara sistemasis dan berlaku tanpa gangguan.Menjadi sebagai anggota kelompok subjek yang ditelitinya menyebabkan peneliti tidak lagi dipandang sebagai peneliti asing, tetapi sudah menjadi teman yang dapat dipercaya. Dengan tindakan demikian tanpa memandang apa pun yang diperbuat oleh para subjeknya, peneliti akan memperoleh pengalaman tangan pertama tentang kegiatan subjeknya dalam arti dan pandangan subjeknya itu sendiri (Crane dan Angrosino 1984:64).

Lanjutan Bagi mereka yang baru pertama kali terjun ke dalam bidang ini, biasanya pengalaman hari-hari pertama merupakan ujian mental dan ujian kemampuan. Peneliti demikian dianjurkan agar mengikuti beberapa petunjuk sebagaimana yang dikemukakan oleh Bogdan dan Taylor (1975:127) sebagai berikut :Jangan mengambil sesuatu dari lapangan secara pribadi.Rencanakan kunjungan pertama untuk menemui seorang perantara yang nantinya akan memperkenalkan peneliti.Jangan berambisi untuk mendapatkan sebanyak mungkin informasi pada hari-hari pertama berada di lapangan.Bertindaklah secara relatif pasif.Bertindaklah dengan lemah lembut.

Manusia Sebagai Instrumen PenelitianInstrumen penelitian dimaksudkan sebagai alat mengumpulkan data seperti tes pada penelitian kulitatif. Ada tiga hal yang dibahas di sini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Giba dan Linciln (1981:128-150), yaitu mencakup ciri-ciri umum, kualitas yang diharapkan, dan kemungkinan peningkatan manusia sebgai instrumen.Ciri-ciri Umum Manusia Sebagai InstrumenCiri-ciri umum manusia sebagai instrumen mencakup segi responsif, dapat menyesuaikan diri, menekankan keutuhan, mendasarkan diri atas pengetahuan, memproses data secepatnya, dan memanfaatkan kesempatan mencari respons yang tidak lazim atau idiosinkratik.

Lanjutan Kualitas yang diharapkan Pada dasarnya peneliti itu hendaknya memiliki sejumlah kualitas pribadi seperti : toleran, sabar, menunjukkan empati, menjadi pendengar yang baik, manusiawi, bersikap terbuka, jujur, objektif, penampilannya menarik, mencintai pekerjaan wawancara, senang berbicara, dan semacamnya. Selain itu ia tidak cepat jenuh terhadap pekerjaan yang melembaga, bisa bekerja lama tanpa merasakan keletihan, dapat mengatasi tekanan batin karena tekanan psikologis di lapangan, kesepian, merasa terasing, perasaan rindu akan keluarga dan rindu akan pulang.Peningkatan Kemampuan Peneliti Sebagai InstrumenKemampuan peneliti sebagai instrumen dapat ditingkatkan dengan jalan pertama-tama peneliti hendaknya selalu pergi kepada situasi baru untuk memperoleh pengalaman, kemudian berusaha mencatat apa saja yang terjadi dan, mewawancarai beberapa orang serta mencatat apa saja yang menjadi hasil pembicaraan.

PENGAMATAN

Pengertian PengamatanMenurut Gunawan (2013:143) istilah observasi diarahkan pada kegiatan memperhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang muncul, dan mempertimbangkan hubungan antaraspek dalam fenomena tersebut. observasi selalu menjadi bagian dalam penelitian, dapat berlangsung dalam konteks laboratorium (eksperimental) maupun dalam konteks alamiah.

Alasan Pemanfaatan PengamatanMoleong, 2014:174Teknik pengamatan ini didasarkan atas pengalaman secara langsung.Teknik pengamatan memungkinkan melihat dan mengamati sendiri.Pengamatan memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi yang berkaitan.

Sering terjadi ada keraguan pada peneliti.Teknik pengamatan memungkinkan peneliti mampu memahami situasi-situasi yang rumit.Untuk kasus-kasus tertentu di mana teknik komunikasi lainnya tidak dimungkinkan.

Peranan Peneliti sebagai PengamatBuford Junker (dalam Moleong, 2014:176) dengan tepat memberikan gambaran tentang peranan peneliti sebagai pengamat.Berperan serta secara lengkapPemeranserta sebagai pengamatPengamat sebagai pemeransertaPengamat penuh.

Jenis-jenis PengamatanMenurut Moleong (2014:176) pengamatan dapat diklasifikasikan atas:Pengamatan melalui cara berperanserta dan yang tidak berperanserta. Pengamatan terbuka dan pengamatan tertutup.Pengamatan pada latar alamiah dan pada latar buatan.

Apa yang diamati?Untuk melengkapi apa yang seharusnya diamati, Patton (dalam Moleong, 2014:179) menyatakan bahwa hal itu bergantung pada jenis dan variasi pendekatan pengamatan yang diperankan oleh pengamat itu sendiri. Ada lima dimensi pada suatu kontinum, yaitu sebagai berikut:

Ditinjau dari segi peranan pengamat yang diamati.Ditinjau dari segi gambaran peranan peneliti terhadap yang lainnya. Berkenaan dengan gambaran maksud pengamat terhadap lainnya. Dimensi ini berkenaan dengan lamanya pengamatan dilakukan. Fokus suatu pengamatan.

Pengamatan dan Pencatatan DataBeberapa petunjuk penting diberikan oleh Guba dan Lincoln (dalam Moleong, 2014:180) mengenai pembuatan catatan sebagai berikut:Buatlah catatan lapanganBuku harian pengalaman lapangan.Catatan tentang satuan-satuan tematis.Catatan kronologis.Peta konteks.

Taksonomi dan sistem kategori.Jadwal.Sosiometrik.Panel.Balikan melalui kuesioner.Balikan melalui pengamat lainnya:.Daftar cek. Alat eletronika yang disembunyikan:.Alat yang dinamakan topeng steno.

Pengamat yang DiamatiMenurut Moleong (2014:183) ada dua macam kemungkinan hal tersebut terjadi: pertama, peranan pengamat pasif, diam, hanya mencatat dan tidak memperlihatkan ekspresi muka apa-apa.Kedua, sebaliknya sebagai manusia biasanya pengamat bertindak aktif tidak hanya mengamati, tetapi dalam keadaan tertentu berbicara, berkelakar dan sebagainya.

Beberapa Kelemahan PengamatanPada pelaksanaan pengamatan, baik dari segi praktisnya maupun dari segi pengamat sendiri, terdapat beberapa kelemahan yang dirangkum dari tulisan Moleong (2014: 184-186) sebagai berikut:pengamatan terbatas dalam mengamati karena kedudukannya dalam kelompok, hubungannya dengan anggota dan yang semacamnya.Pengamatan yang berperanserta sering sukar memisahkan diri walaupun hanya sesaat untuk membuat catatan hasil pengamatannya. Hasil pengamatan berupa sejumlah besar data sering sukar dan sangat memakan waktu untuk menganalisisnya. Di samping itu, dalam situasi pengamatan berperanserta, pengamat cenderung melakukan pengamatan secara tidak sistematis. Untuk itu hendaknya peneliti selalu siap dengan jadwal pengamatan agar hal demikian tidak terjadi.

WAWANCARA

Pengertian WawancaraMenurut Moleong (2014:186) wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.